24 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian hanya akan berjalan jika menggunakan metodologi yang tepat.
Metode penelitian yang tepat akan membantu penelitian dalam menjawab
permasalah yang ada pada suatu penelitian. Metode yang dipilih harus sesuai
dengan tujuan dan tema pada suatu penelitian.
Pada bab metodologi penelitian ini mencakup jenis dan metode
penelitian, objek penelitian, data, sumber data, teknik pengumpulan data,
instrumen penelitian, serta teknik analisis data dalam rangka mengetahui proses
penunjukkan mental accounting pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi
FKIP-UKSW.
3.1. Jenis dan Metodologi Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan deskriptif. Metode penelitian ini adalah
metode kualitatif, karena topik yang diangkat perlu eksplorasi secara mendalam.
Deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan alasan dianggap
memudahkan proses pemaknaan gambaran kondisi mental accounting pada
mahasiswa Pendidikan Ekonomi UKSW.
“Ciri-ciri penelitian kualitatif sebagai berikut:
1. Konteks dan setting alamiah.
2. Bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang suatu fenomena.
25
4. Teknik pengumpulan data yang khas kualitatif, tanpa adanya perlakuan (treatment) atau manipulasi variabel.
5. Adanya penggalian nilai yang terkandung dari suatu perilaku.
6. Fleksibel.
7. Tingkat akurasi data dipengaruhi oleh hubungan
antara peneliti dengan subjek penelitian.”1
3.2. Obyek Penelitian
Pendidikan Ekonomi adalah salah satu Program Studi yang ada di
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga. Pendidikan ekonomi memiliki 5 konsentrasi yaitu akuntansi, pemasaran,
perkantoran, koperasi, dan IPS. Sebagian mahasiswa Pendidikan Ekonomi tinggal
di Salatiga dengan keluarga mereka, sebagian mahasiswa tinggal dengan
menyewa kamar kos karena asal mahasiswa dari luar kota bahkan luar pulau.
Satuan amatan dalam penelitian mental accounting pada mahasiswa
Pendidikan Ekonomi adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi
FKIP-UKSW. Satuan analisis penelitian ini adalah informan yang dipilih sebagai
sumber data.
3.3. Data, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Akuntansi memiliki karakteristik mewadahkan uang dalam wadah yang
tepat dan dengan jumlah yang tepat. Keputusan untuk mewadahkan uang, wadah
1
26
atau akun-akun apa saja yang tepat dan dalam jumlah berapa diputuskan secara
bijaksana. Hal tersebut diwujudkan dalam mental accounting seseorang, dimana
kegiatan mengorganisasikan keuangan mereka baik melalui perencanaan,
pengambilan keputusan dan mengevaluasi keuangan. Disinilah sikap cermat teliti
dan rapi dibutuhkan. Data yang dibutuhkan adalah data primer, yaitu data yang
diperoleh berdasarkan wawancara mendalam, mencakup kegiatan organizing,
evaluating, dan make decision dalam mengelola keuangan pada mahasiswa.
Wawancara semi terstruktur dapat dikatakan sebagai wawancara secara
mendalam karena dalam wawancara ini semi terstruktur, hendak menemukan
permasalahan lebih terbuka. Wawancara secara mendalam dimaksudkan untuk
mendapatkan informasi jauh lebih dalam dari informan.
Sumber data yang diambil adalah orang. Orang dalam penelitian ini
adalah sasaran utama sebagai narasumber wawancara mendalam, yakni
mahasiswa. Mengingat Program Studi Pendidikan Ekonomi memiliki lima
konsentrasi, sehingga mahasiswa yang diambil sebagai informan dipilih
berdasarkan konsentrasi masing-masing mahasiswa. Menentukan unit analisis
ditentukan dengan metode non-random sampling, dimana terdapat
perimbangan-pertimbangan tertentu untuk mendasari pemilihannya. Teknik yang digunakan
adalah purposeful sampling, yakni pemilihan berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki
subjek. Strategi maximal variasi sampling “ suatu teknik purposeful sampling
ketika peneliti mencari sampel kasus atau individu yang memiliki perbedaan
27 tersebut ”2
dan snowball sampling bertambahnya jumlah mahasiswa sebagai
sumber data yang tidak sesuai dengan rencana awal hingga peneliti cukup
mendapatkan data guna menjawab pertanyaan penelitian. Pemilihan Key Person
dalam penelitian ini dilihat dari berbagai pertimbangan latar belakang mahasiswa
yakni konsentrasi mahasiswa, tempat tinggal, pekerjaan sampingan, dll. Kriteria
mahasiswa yang menjadi key person pun adalah mahasiswa yang dianggap
mampu memberikan informasi lebih dan dapat membantu dalam pemahaman
dalam penelitian ini.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Peneliti
telah menguasai konsep untuk menggali data di lapangan. Dalam penelitian
kualitatif peneliti itu sendiri merupakan instrumen kunci. Untuk memperoleh data
lebih dalam, peneliti menggunakan garis besar pertanyaan kunci sebagai dasar dan
arah dalam menggali data mental accounting yang terdapat pada mahasiswa
Program Studi Pendidikan Ekonomi.
3.5. Analisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian.
Analisis data dalam penelitian kualitatif sudah dilakukan sejak sebelum di
2
28
lapangan. Analisis data setelah peneliti turun ke lapangan akan dianalisis dengan
menggunakan model Interaktif.
Analisis data dalam model tersebut dimulai dengan tahap pengumpulan
data, sekumpulan data yang didapat disebut dengan data collection yang
berikutnya peneliti akan mereduksi data, dimana hasil reduksi disebut data
reduction. Mereduksi dilakukan agar data yang dianalisis tidak terlalu luas untuk
dicari maknanya, sehingga akan memudahkan peneliti nantinya. Data yang telah
direduksi, akan disajikan dalam bentuk uraian, bagan, maupun diagram. Data
yang disajikan, disebut dengan data display. Data display akan lebih
memudahkan peneliti maupun pihak lain dalam memahami data yang didapat
dalam penelitian ini. Tahap terakhir dalam model ini adalah conclution,dimana
data yang disajikan sebelumnya diambil kesimpulannya. Kesimpulan yang Data Collection
Conclution Data Reduction
[image:5.595.100.510.210.628.2]Data Display
Gambar 3.1. Komponen dalam analisis data (interactive model)
29
diambil dapat menjawab masalah penelitian atau tidak, karena masalah penelitian
dalam penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang dan tidak bersifat kaku.
3.6. Triangulasi
Triangulasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini. Triangulasi digunakan untuk memperkuat hasil data, dan secara
tidak langsung telah menguji kredibilitas data tersebut. Triangulasi teknik maupun
sumber data dilakukan dengan tiga teknik maupun tiga sumber data, hal ini
dikarenakan akan lebih kuat jika dilakukan dengan cara ganjil, jika hanya dua
teknik atau sumber data yang dipakai justru akan membuat peneliti bingung untuk
menentukan mana yang lebih terpercaya. Teknik sumber data dalam penelitian ini
adalah “orang”, karena mendapatkan informasi tentang keuangan pribadi akan
lebih mudah didapatkan jika dengan wawancara, berbeda dengan keuangan
perusahaan yang datanya dapat diperoleh dengan dokumentasi sebagai penguat.
Triangulasi orang menggunakan tiga orang mahasiswa dari setiap konsentrasi
yang berebeda-beda, baik dari akuntansi maupun non akuntansi. Pertanyaan yang
sama ditanyakan kepada orang yang berbeda, dalam masing-masing konsentrasi
agar dapat menarik gambaran mental accounting mahasiswa Program Studi
Pendidikan Ekonomi.
Agar hasil penelitian dianggap mempunyai reliabilitas, digunakan
beberapa teknik sebagai berikut :
1. Melakukan prosedur cek ulang (re-checking) secara cermat
30
2. Melakukan teknik penggalian data yang bervariasi dan komprehensif
3. Menambah jumlah subjek dan informan penelitian ”3
Cek ulang dilakukan guna mengecek apakah data yang diungkapkan
narasumber sesuai dengan situasi konkret yang ditemukan di lapangan dalam
waktu yang berbeda. Dalam melakukan wawancara, akan diberikan pertanyaan
yang sebenarnya maknanya sama akan tetapi penyampaiannya berhati-hati hingga
responden informan tidak menyadari jika pertanyaan tersebut sebenarnya sama.
Validitas data juga sangat diperlukan dalam penelitian kualitatif, agar
penelitian kualitatif tetap terjaga keabsahan datanya. John W. Creswell
menuliskan terdapat delapan strategi validitas, akan tetapi dalam penelitian ini
hanya akan diambil beberapa strategi :
1. Mentriangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan
memeriksa bukti-bukti yang berasal dari sumber-sumber tersebut dan
menggunakannya untuk membangun tema-tema secara koheren.
Tema-tema yang dibangun berdasarkan sejumlah sumber data atau perspektif
dari partisipan akan menambah validitas penelitian.
2.Menerapkan member-checking ini dapat dilakukan dengan membawa
kembali laporan akhir atau deskripsi-deskripsi atau tema-tema spesifik ke
hadapan parisipan untuk mengecek apakah mereka merasa bahwa
laporan/ deskripsi/ tema tersebut sudah akurat.
3
Herdiansyah. Op. Cit., hal. 189.
31
3.Membuat deskripsi yang kaya dan padat (rich and thick description)
tentang hasil penelitian. Deskripsi ini setidaknya harus berhasil
menggambarkan setting penelitian dan membahas salah satu elemen dari
pengalaman-pengalaman partisipan. Ketika para peneliti kualitatif
menyajikan banyak perspektif mengenai tema. Hasilnya bisa jadi lebih
realitas dan kaya. Prosedur ini tentu saja akan menambah validitas hasil
penelitian.”4
4