• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Parasit Pembangunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Parasit Pembangunan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PARASI T PEM BANGUNAN

V incent(ius) H adi W iyono

(2)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

:VINCENT HADI WIYONO

NIM

:9O2aO7OOB

Fakultas

: PROCRAM PASCASARJANA

JUdUI DiSCrtAsi : PARASIT PEMBAN6UNAN

Pembimbing :1. Marthen L. Ndoen,5E.. MA.,

l)r,RpLlsr{KAAN U!ryl Rsr tAs

TIDAK

PLAGIAT

Email

:vincent wiyono @yahoo.com

Program Studi

:

DOKTOR sTUDI PEMBANCUNAN

Ph- D.

rffi

2. Marwata. SE.. M.5i.. Akt.. Ph.D.

3. Dr. Pamerdi Giri Wiloso. M.5i.

Dengan ini menyata ka n bahwa:

l.

Hasil karya yang saya serahkan ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar

doktor baik di Universitas Kriiten Satya Wacana maupun di institusi pendidikan lainnya.

2.

Hasil karya saya ini bukan saduran,/terjemahan melainkan merupakan gagasan. TUmusan, dan hasil

pelaksanaan penelitia n/implementa5i Jaya sendiri.

tanpa

bantuan

pihak

lain.

kecuali arahan

pembimbing akademik dan narasumber penelitian.

3.

Hasil karya saya

ini

merupakan hasil revisi ierakhir setelah diujikan. yang telah diketahui dan

d iset uju i o leh pembimbing.

4.

Dalam karya saya

ini

tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang

lain,

kecuali yang digunakan sebagai acuan dalam naskah dengan menyebutkan nama

pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari terbukti ada penyimpangan

dan

ketidakbenaran dalam pernyataan

ini

maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa

pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya saya

ini.

serta sanksi lain yang sesuai dengan

ketentuan yang berlaku di Universitas Krisien Satya Wacana.

(3)

(

rffi

Pl ' l{Pll\ .., I AKA.\\ u\lr r. ' I tr , , r , I RsttAs.

PERNYATAAN

Saya yang berianda tangan di bawah ini:

PERSETUJUAN AKSES

: VINCENT HADI WIYONO

: 9O2OO7OO8

Email

:vincent wiyono @ ya hoo. corn

Program studi

:

DOKTOR STUDI PEMBANCUNAN

Fakultas

:

PRO6RAM PASCASARJANA

Judul Diseriasi : PARASIT PEMBANGUNAN

DenSan ini saya menyerahkan hak non-ekslusif'' kepada Perpustakaan

Universitas

Univer5ita5 Kristen Satya Wacana untuk menyimpan, mengatur akses serta melakukan pengelolaan terhadap karya saya ini dengan mengacu pada ketentuan akses tugas akhir elektronik sebagai berikut (beri tanda pada kotak yang sesua i):

llla.

5aya mengijinLan Larya tersebut diunggah ke dalam apiikasi Repositori Perpustakaan Universitas,

L---l

dan/alau

porld

64RUDA.

I

U. Suyu

tidak

mengijinkan karya tersebut diunggah

ke

dalam aplikasi Repositori Perpurtakaan

L---

r

Un'versitas. dan/alaJ porlal CARUDA.

"

' Hdk yang tiddk terbatat hanya bagi tatu pihak taja. Pengq;ar peneliti. dan mdhaJitwa yang menyezhkan hak nbn-ektklurif kepada Reporitori

Perpunakaan UniverJitat raat mengumpu/kan hati/ karq mercka tnatih tnet],i/iki hak .op\/right dtat karya tertebut.

't" Hanya dkan menanpilkan ha/dnan JLtdul dan ab\ttak. Pi/ihan it)i hatur di/anpiri dengan penjelann/ahtan tertulit dari penbinbntg Ditertatl

dan diketahui a/eh pinpinan fakultat (dekan/kaprogdr.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Vincent Ha

Wiyono

Terang Maha5i5wa

Tandaiantan dan

MerSet.hui. N ama

NIM

^N-tu4"":

Marthen L. Ndoen, Ph. D. Promotor

06 Januari 2Ol4

Marwata. Ph.D. Dr. Pamerdi Ciri

(4)

Katalog Dalam Terbitan

370.144

W iy W iyono, Vincent(ius) Hadi

p Parasit pembangunan / Vincent(ius) Hadi W iyono.-- Salatiga : Satya W acana University Press, 2013.

xxx, 356p. ; 21 cm.

ISBN 978-979-8154-67-6

1. Colleges and universities--Study and teaching--Criticism 2. Teacher colleges--teaching--Criticism 3. M oral education I. Tiltle

[ddc22,slsh17th]

Cetakan pertama: 2013. ISBN 978-979-8154-67-6

Desain Cover: Sartono ©Vincent Hadi W iyono

E-mail: [email protected]

All rights reserved. Save exception stated by the law, no part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system of any nature, or transmitted in any form or by any means elctronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, included a complete or partial transcription, without the prior written permission of the author, application for which should be addressed to author.

Diterbitkan oleh:

Satya W acana University Press

Universitas Kristen Satya W acana Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga

(5)

Universitas Kristen Satya W acana

PARASI T PEM BANGUNAN

DI SERTASI

Diajukan untuk memperoleh gelar Doktor di Universitas Kristen Satya W acana.

Disertasi ini telah dipertahankan dalam Ujian Terbuka Program Pascasarjana

D o k t o r S t u d i P e m b a n g u n a n Universitas Kristen Satya W acana,

yang dipimpin oleh Rektor M agnificus Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D pada hari 5 Februari 2014, pukul 10.00 W I B di Kampus Universitas Kristen Satya W acana, Jalan Diponegoro 52 – 60 Salatiga Jawa Tengah Indonesia

Oleh:

V incent(ius) H adi W iyono

(6)

Promotor:

M arthen L. Ndoen, SE., MA., Ph.D.

Ko Promotor:

M arwata, SE., MSi., Akt., Ph.D. Dr. Pamerdi Giri W iloso, M Si.

Penguji:

Prof. Daniel D. Kameo, SE., M A., Ph.D. Dr. Gatot Sasongko, SE., M Si.

(7)

M OTTO

“RIGHT FIRST”

(8)

PERSEM BAH AN

Karya tulis ini saya dedikasikan kepada ayah tercinta,

Almarhum Yohanes Sardjoe W ignjo Sapoetro,

yang bertobat dari madhat, ketika anggota keluarganya semakin sering memerlukan obat;

yang rela miskin dan terjerat hutang, daripada menyalahgunakan wewenang;

yang rela berbagi dengan orang lain yang berkekurangan, meskipun keluarga sendiri masih pas-pasan;

yang mengharap anak-anaknya menyelesaikan universitas, karena ia sendiri hanya berpendidikan terbatas;

yang mengimpikan anaknya menjadi guru yang ‘digugu lan ditiru’ karena ternyata tidak sedikit guru yang ‘digeguyu lan disaru’;

Yang mendoakan anaknya memiliki wawasan dan kompetensi jempolan, karena ia sendiri masih seperti katak merindukan bulan.

(9)

DAFTAR I SI

Halaman

MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR DI AGRAM DAFTAR LAMPI RAN KATA PENGANTAR

ABSTRACT

BAB 1.PROLOG:SALAH KAPRAH Beberapa Realitas Pengalaman Beberapa Realitas Kesepakatan Struktur Penulisan

BAB 2.KONSEP MEMBURU RENTE

Sejarah Kelahiran Studi tentang M emburu Rente Pengertian tentang Perilaku M emburu Rente Empat Puluh Tahun Studi tentang M emburu Rente Studi tentang M emburu Rente di Indonesia

Studi tentang M emburu Rente di Aras Lokal Rangkuman

BAB 3.MEMI LI H KAMPUNG PAPRINGAN

M emilih Kampung Papringan sebagai Arena Studi Proses Pengumpulan Data

(10)

PARASIT PEMBANGUNAN

viii

BAB 4.MODAL SOSI AL KAMPUNG PAPRI NGAN Profil Komunitas

Profil Rumahtangga Profil Lembaga Rangkuman

BAB 5.PENGETAHUAN,SI KAP DAN PRAKTI K MEMBURU RENTE

M etode PSP dalam KKN

Karakteristik Para Partisipan FGD Pengetahuan tentang KKN Sikap terhadap KKN Praktik dalam KKN Rangkuman

BAB 6.PROSES MEMBURU RENTE

Proses M emburu Rente di Aras M ikro Proses M emburu Rente di Aras M eso Proses M emburu Rente di Aras M akro Rangkuman

BAB 7.ALASAN MEMBURU RENTE

Alasan M emburu Rente di Aras M ikro Alasan M emburu Rente di Aras M eso Alasan M emburu Rente di Aras M akro Rangkuman

BAB 8.DAMPAK PERI LAKU MEMBURU RENTE

Dampak Perilaku M emburu Rente di Aras M ikro Dampak Perilaku M emburu Rente di Aras M eso Dampak Perilaku M emburu Rente di Aras M akro Rangkuman

BAB 9.MEMBURU RENTE SEBAGAI PARASI T PEMBANGUNAN

M emburu Rente dan Teori Perilaku

M emburu Rente sebagai Sisi Gelap M odal Sosial

(11)

Daftar Isi, Tabel, Gambar, Diagram, dan Lampiran

ix

M emburu Rente sebagai M asalah Kelembagaan Rangkuman

BAB 10.EPI LOG:PERGI UNTUK KEMBALI Temuan Empiris

Implikasi

DAFTAR PUSTAKA

280 289

293 295 303

(12)

PARASIT PEMBANGUNAN

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Pertanyaan Penelitian, Data yang Diperlukan, dan Cara Pengumpulan Data

Tabel 5.1. Pemahaman Partisipan FGD Kelompok-C terhadap Korupsi menurut Umur, Pendidikan dan Pekerjaan

Tabel 5.2. Pengetahuan Partisipan FGD Kelompok-A tentang Kolusi menurut Umur, Pendidikan dan Pekerjaan

Tabel 5.3. Pengetahuan Partisipan FGD Kelompok-B tentang Kolusi menurut Umur, Pendidikan dan Pekerjaan

Tabel 5.4. Pengetahuan Partisipan FGD Kelompok-C tentang Kolusi menurut Umur, Pendidikandan Pekerjaan

Tabel 5.5. Pengetahuan tentang Nepotisme Partisipan Kelompok-A

Tabel 5.6. Pengetahuan tentang Nepotisme Partisipan Kelompok-B

Tabel 5.7. Pengetahuan tentang Nepotisme Partisipan Kelompok-C

Tabel 5.8. Sikap Partisipan FGD-C terhadap Korupsi

80

137

140

142

143

145

146

147

(13)

Daftar Isi, Tabel, Gambar, Diagram, dan Lampiran

xi

Tabel 5.9. Sikap Partisipan FGD-A terhadap Kolusi

Tabel 5.10. Sikap Partisipan FGD-B terhadap Kolusi

Tabel 5.11. Sikap Partisipan FGD-C terhadap Kolusi

Tabel 5.12. Praktik Partisipan FGD-C dalam Korupsi

Tabel 5.13. Praktik Partisipan FGD-A dalam Kolusi

Tabel 5.14. Praktik Partisipan FGD-B dalam Kolusi

Tabel 5.15. Praktik Partisipan FGD-C dalam Kolusi

Tabel 5.16. Praktik Partisipan FGD-A dalam Nepotisme

Tabel 5.17. Praktik Partisipan FGD-B dalam Neoptisme

Tabel 5.18. Praktik Partisipan FGD-C dalam Nepotisme

Tabel 10.1. Tujuan dan Temuan Studi

Tabel 10.2. Klasifikasi Pemburu Rente menurut Modus dan Ranah

151

152

153

156

159

160

161

162

163

164

297

(14)

PARASIT PEMBANGUNAN

xii

DAFTAR GAM BAR

Halaman

Gambar 1.1 Satu Konsep Hubungan antara Bidang Publik dan Privat (Public and Private Spheres) dalam M asyarakat Sipil

Gambar 2.1 Biaya Sosial dari M onopoli dan Pencurian

Gambar 4.1. Jumlah KK menurut RT di Kampung Papringan Tahun 2010

Gambar 4.2 Distribusi Rumahtangga Tercacah menurut RT di Kampung Papringan Tahun 2010

Gambar 4.3. Proporsi Rumahtangga Tercacah menurut RT di Kampung Papringan Tahun 2010

Gambar 4.4. KK Tercacah menurut Agama yang Dianut di Kampung Papringan Tahun 2010

Gambar 4.5. Jumlah Organisasi yang Diikuti oleh Rumahtangga Tercacah di Kampung Papringan Tahun 2010

Gambar 5.1. Umur Partisipan FGD di Kampung Papringan Tahun 2010 & 2012

Gambar 5.2. Umur Partisipan FGD di Kampung Papringan menurut Kelompok FGD

Gambar 5.3. Partisipan FGD menurut Pendidikan yang Ditamatkan di Kampung Papringan

18

33

103

110

111

115

120

128

129

(15)

Daftar Isi, Tabel, Gambar, Diagram, dan Lampiran

xiii

Gambar 5.4. Pendidikan Partisipan menurut Kelompok FGD

Gambar 5.5. Partisipan FGD menurut Pekerjaan di Kampung Papringan

Gambar 5.6. Pekerjaan Partisipan menurut Kelompok FGD di Kampung Papringan

Gambar 5.7. Partisipan FGD menurut Lama Tinggal

Gambar 5.8. Lama Tinggal Partisipan menurut Kelompok FGD

Gambar 5.9. Sikap Para Partisipan FGD terhadap Kolusi

Gambar 5.10. Sikap Para Partisipan FGD terhadap Nepotisme

Gambar 5.11. Praktik para Partisipan FGD dalam Kolusi

Gambar 5.12. Praktik Para Partisipan FGD dalam Nepotisme

Gambar 9.1. M odel Bandura tentang Pengaruh Timbal Balik antara Tingkah Laku, Faktor M anusia dan Kognitif, dan Lingkungan

Gambar 9.2. Bentuk dan Cakupan M odal Sosial

Gambar 9.3. Perilaku M emburu Rente sebagai M asalah Kelembagaan

131

133

133

134

135

150

155

158

162

264

274

(16)

PARASIT PEMBANGUNAN

xiv

DAFTAR DI AGRAM

Diagram 2.1. Proses M emburu Keuntungan (Profit Seeking) dan M emburu Rente (Rent Seeking)

Diagram 2.2. Teori M emburu Rente dalam Buku “40 Years of Research on Rent Seeking” menurur Tema dan Subtema

Diagram 2.3. Terapan dari Teori M emburu Rente dalam Buku “40 Years of Research on Rent Seeking” menurut Tema dan Subtema

Diagram 8.1. Dampak Penerbitan Dokumen Asli tapi Palsu (ASPAL) pada Pembangunan Bidang Terkait

Diagram 9.1. Perilaku M emburu Rente sebagai Sisi Gelap M odal Sosial

Halaman

38

43

51

247

(17)

Daftar Isi, Tabel, Gambar, Diagram, dan Lampiran

xv

DAFTAR LAM PI RAN

Lampiran 2.1. Dua Puluh Dua Artikel yang Diterbitkan dalam “Toward a Theory of the Rent

Seeking Society”.

Lampiran 2.2. Empat Puluh Delapan Artikel yang Diterbitkan dalam “40 Years of Research on Rent

Seeking 1: Theory of Rent Seeking”.

Lampiran 2.3. Empat Puluh Enam Artikel yang Diterbitkan dalam “40 Years of Research on Rent

Seeking 2: Application: Rent Seeking in Practice”.

Halaman

335

339

(18)

KATA PENGANTAR

K

egundahan hati atas kurang sedapnya aroma Indonesia di udara jagad raya akibat pemerintahan otoriter yang penuh dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sudah lama diprihatinkan oleh banyak orang, termasuk saya. Tetapi baru saya ungkapkan secara publik dalam suatu Lokakarya Fakultas tempat saya bekerja pada September 20031 melalui paper berjudul “M emperbaiki Inner Beauty

Perguruan Tinggi Indonesia”. Kesempatan itu saya peroleh dari pimpinan fakultas saat itu, yaitu Dekan, Dra. Salamah W ahyuni, SU dan Pembantu Dekan I, Drs. Atmaji, M M, yang meminta saya untuk memaparkan suatu pemikiran dalam Bidang Pengajaran.

Inti dari paper saya itu adalah suatu kritik yang sebenarnya sangat tajam atas betapa buruknya kinerja para pengajar di Lembaga Pendidikan Tinggi Indonesia pada umumnya, dan di Fakultas tempat saya bekerja pada khususnya. Kritik atau lebih tepatnya otokritik itu berupa sebuah proposisi tentang ‘Tipologi Pengajar’ yang mengombinasikan antara kepintaran dan kemoralan ke dalam suatu kuadran, yang secara hipotetis menghasilkan empat kelompok pengajar, yaitu Pengajar Bermoral dan Pintar (PBP), Pengajar Bermoral Kurang Pintar (PBKP), Pengajar Kurang Bermoral Pintar (PKBP) dan Pengajar Kurang Bermoral Kurang Pintar (PKBKP). Secara normatif, orang-orang yang direkrut untuk menjadi pengajar (atau aparat negara secara umum) seharusnya adalah dua kelompok pertama. Tetapi faktanya, kedua kelompok terakhirlah yang mendominasi. Itulah proposisi saya tentang mengapa kualitas pendidikan (tinggi) serta mutu penyelenggara negara di Indonesia relatif rendah.

Kepada Ibu Salamah dan Bapak Atmaji itulah, pertama-tama, ucapan terima kasih ini saya pantas sampaikan. Karena, tanpa

1 Momentum itu, saya kira, sangat dipengaruhi oleh kenyataan atas tumbangnya

(19)

PARASIT PEMBANGUNAN

xviii

kesempatan yang beliau berdua berikan dalam forum itu, saya mungkin belum memikirkan dan menghasilkan “Tipologi Pengajar” itu. Ia menjadi embrio bagi lahirnya studi tentang “Perilaku M emburu Rente sebagai Parasit Pembangunan” sekarang ini.

Dalam proses selanjutnya, topik tentang memburu rente, yang disederhanakan padanannya dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ini, sempat berebut perhatian (saya) dengan tema tentang kemiskinan dan perilaku kelahiran, untuk menjadi topik disertasi saya. Namun, persaingan, atau tepatnya dilema, itu tidak berlangsung lama. M elalui proses diskusi panjang dengan kawan seangkatan, khususnya Simon Pieter Soegijono (lulus 2011), M amik Indriyani (lulus 2013), dan Boediyo Soepono (kini almarhum) dalam M ata Kuliah M etodologi Penelitian Kualitatif pada Semester Februari – Agustus 2008, serta, tentu saja, didorong oleh Prof. Dr. Kutut Suwondo, M S. (kini almarhum), M arthen L. Ndoen, SE., MA., PhD., dan M arwata, SE., M Si., PhD., tema tentang “perilaku memburu rente” itulah yang akhirnya saya pilih menjadi disertasi. M ulai 2008 sampai 2012 beliau bertiga ini menjadi promotor dan kopromotor disertasi saya, yang kemudian berubah sedikit komposisinya menjadi M athen L Ndoen, SE., MA., PhD., M arwata, SE., M Si., PhD., dan Dr. Pamerdi Giri W iloso, M Si., setelah wafatnya Prof. Kutut di tahun 2012.

(20)

Kata Pengantar

xix

Kompleksitas pemikiran beliau sangat menstimulasi saya untuk semakin menonjolkan unsur kemultidisiplinan karya tulis saya. Pak M arwata banyak memberi contoh bagaimana menganalisis data kualitatif secara sistematis, mulai dari diskripsi empiris sampai interpretasi teoritis. Latar belakang akuntansi tampaknya menjiwai beliau untuk selalu menawarkan solusi praktis ketika saya menghadapi kebingungan dalam mengabstraksi suatu konsep. Pak Pamerdi melengkapi semua cara pandang kami itu dengan perspektif studi pembangunan yang multi disiplin, yaitu pembangunan yang seharusnya ramah terhadap manusia dan terhadap lingkungan. Pak Pam sangat menekankan bahwa para aktor memburu rente bukan hanya parasit, tetapi bahkan predator yang menerkam ‘pembangunan’ sebagai korbannya.

(21)

PARASIT PEMBANGUNAN

xx

Namun, saya salah kalau penghargaan terhadap kebebasan akademik dan norma ilmiah itu hanya dijunjung tinggi oleh beliau berempat, para promotor saya itu. Para civitas academica UKSW , secara umum, dan pengajar di kelas Program Doktor Studi Pembangunan Angkatan IV tahun 2007/08 seperti Prof. Liek W ilardjo, PhD., Prof. Dr. Kris H. Timotius, Prof. Daniel D. Kameo, SE., MA., PhD., Prof. Dr. Ir. Sony H. Priyanto, M M., Dr. Soegeng Hardiyanto, Dr. Agus Ign. Kristijanto, Ir. Rully Adi Nugroho, M Sc., PhD., juga sangat terbuka terhadap siapa saja, termasuk mahasiswa. Kepada para pengajar ini saya mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Para pengajar ini meneguhkan proposisi saya tentang “Tipologi Pengajar”, meski sedikit atau banyak, proposisi itu juga menyinggung atau tepatnya peringatan bagi beliau semua untuk tidak hanya semata-mata menjadi pengajar, tetapi lebih-lebih manjadi pendidik. Beberapa pengajar berikut perlu saya apresiasi secara khusus karena impresi pribadi saya yang mendalam.

Pertama, Prof. Kameo. Dalam berinteraksi dengan mahasiswa,

beliau selalu friendly, ramah dan tentu tidak menjaga jarak. Beliau tidak jarang meminjamkan buku untuk difotokopi. Ketika mengkritik dan bertanya, terdengar dan terasa halus, tidak menyalahkan, lebih terkesan sebagai membantu, meskipun beliau adalah salah seorang penguji saya. Pak Kameo tampaknya selalu berusaha untuk berempati dengan keterbatasan atau kesulitan siapa pun. Suatu hari, kami berpapasan di lift, ketika saya mau pulang dan beliau mau mendatangi suatu ujian terbuka.

“Belum mulai kok sudah turun?” tanya pak Kameo.

“Saya mau pulang pak. Sudah bersusah payah dari Solo ke Salatiga, eh...sampai di sini tidak dianggap sebagai undangan”, jawab saya.

“Kenapa? tanya pak Kameo lebih lanjut.

“Buktinya...saya tidak diberi bukunya”, jawab saya terus terang. “Tunggu sebentar”, kata beliau kemudian.

(22)

Kata Pengantar

xxi

membatalkan niat saya untuk pulang. Pak Kameo, you are such a good

lecturer. Thank you for all you have done to us, and more specifically to me.

Kedua, Dr. Gatot Sasongko, SE., M Si. Kerendahhatian dan

ketelitian pak Gatot sangat mengesankan saya. Ketika menguji saya pertama kali dalam Ujian Proposal, beliau baru saja menyelesaikan studi doktornya, yang berparadigma deduktif kuantitatif, di Universitas Diponegoro Semarang. Saya ingat komentar pertama yang beliau sampaikan dalam ujian itu adalah tentang ‘sampling yang seharusnya bersifat acak dan representatif, supaya hasilnya bisa digeneralisasi’. Saya merasa kurang taktis waktu itu, ketika mengatakan, secara polos, bahwa pertanyaan beliau yang berada dalam paradigma deduktif kuantitatif itu tidak cocok untuk mempersoalkan rancangan studi saya yang bersifat induktif kualitatif. Jawabab saya itu menurut ungkapan Jawa disebut “bener ning ora pener”. M aaf ya pak Gatot atas kenaifan saya itu. Pernyataan itu, bagaimana pun, telah mencerahkan kami berdua. Di satu sisi, saya harus presentasi dengan struktur yang baik, jelas dan lengkap, meskipun singkat, dan sebaliknya pak Gatot juga telah mengubah perspektif deduktifnya dengan perspektif induktif, sehingga kami berdua sudah bisa ‘tune in’ dalam mempersoalkan berbagai kasus dalam karya tulis ini. Terima kasih pak Gatot atas ketelitian dan pandangan positifnya sehingga pertanyaan, kritik dan sarannya telah membantu perbaikan tulisan ini.

Ketiga, Neil Semuel Rupidara, SE., M Sc., Ph.D atau kami

(23)

PARASIT PEMBANGUNAN

xxii

Neil atas ketelitiannya untuk mengingatkan saya pada inti penelitian ilmiah yang saya laporkan.

Keempat, Dr. Soegeng. Kenonformalan Pak Soegeng, dan dosen

umumnya, dan pandangan-pandangannya yang filosofis, tidak jarang memprovokasi saya untuk menyampaikan pendapat, yang tidak jarang berseberangan dengan beliau. Saya yang hanya berusaha berfikir secara logis-empiris2, karena tidak berlatarbelakang filosofis, sering kali harus

terkesan berkonfrontasi dengan pak Soegeng yang normatif filosofis. Pernah misalnya di suatu diskusi kelas beliau mengkritik pak Harto dan Orde Baru, lalu saya mengatakan bahwa kita semua adalah produk Orde Baru, hanya ada yang menyadarinya dan ada yang tidak. Dengan berbagai cara Pak Sugeng memang selalu memancing orang lain untuk menunjukkan argumentasi dan sikapnya terhadap suatu diskursus yang sedang dibahas. Pak Sugeng juga sangat terbuka dan siap membantu mahasiswa. Pernah, ketika mengumpulkan paper akhir untuk M ata Kuliah yang beliau ampu, saya meminta beliau untuk mengembalikannya disertai komentar, karena paper itu akan saya terbitkan di suatu jurnal ilmiah, dan seperti diharapkan beliau memenuhinya. Terima kasih Pak Soegeng ya. I am so greatful for

knowing somebody like you.

Kelima, Prof. Liek W ilardjo. Saya mengenal Pak Liek jauh hari

sebelum studi di UKSW , melalui tulisan-tulisan beliau di Kompas. Beliau adalah role model saya sebagai ilmuwan. Tetapi, saya sempat kecewa terhadap Pak Liek atas sikap super protektifnya terhadap mahasiswa bimbingannya. Di dalam suatu seminar, saya berpendapat bahwa penelitian salah seorang mahasiswanya itu memiliki signifikansi teoritis yang sangat luar biasa, tetapi signifikansi empirisnya sangat kurang, sebagai akibat dari kekeliruan dalam implementasi metodologisnya (hal ini bukan hanya kesalahan mahasiswa sendiri, bukan?!). Pak Liek dan saya sempat beradu argumentasi sedikit (mana saya pantas?) tentang “celah” itu dan sebagai jalan keluar saya mengusulkan penambahan satu kata saja dalam judul disertasinya,

2 Bukankah ciri keilmiahan dari suatu argumen itu terletak pada logico-empirico

(24)

Kata Pengantar

xxiii

tetapi, serta merta, ditolak di dalam forum itu. Kata beliau: “niat peneliti tidak harus selalu bisa diimplementasikan dalam praktik”. Di dalam hati saya sangat kecewa, karena usul saya itu sebenarnya untuk mempertahankan integritas beliau (saya tahu beliau tidak perlu pembelaan) dan membantu mahasiswa bimbingannya. Begitulah, “tidak ada gading yang tidak retak”, pikir saya menghibur diri. Belakangan saya tahu bahwa Pak Liek akhirnya mengakui kebenaran dan mengakomodasi usulan saya. Thank you pak Liek for being honest. Kemauan atau pandangan Pak Liek memang sering tidak tertangkap dengan tepat oleh mahasiswa, sehingga saya juga pernah mendapatkan nilai yang sangat rendah untuk tugas-tugas yang beliau berikan. Begitulah Pak Liek mendidik kami untuk menjadi pelajar yang selalu rendah hati dan terbuka. Pak Liek, terima kasih atas teladannya dalam mempertahankan norma-norma ilmiah, sehingga hal itu telah menetralisir kekecewaan saya terhadap bapak. You are really a wise

scientist.

Keenam, Prof. Timotius. Sebagai pengajar dan, waktu itu

sebagai rektor, Pak Tim pernah saya “permalukan” ketika mau mengadakan “Kuliah Kebun”, yang ternyata bertempat di suatu hotel di Bandungan, Ambarawa. Saya berpendapat bahwa PPS Studi Pembangunan UKSW beraliran Pembangunan Berkelanjutan, yang berarti “Pro Poor Development”. Oleh karena itu, saya meminta “Kuliah Kebun” dibatalkan, karena tidak sesuai dengan visi Pembangunan Berkelanjutan yang ‘pro poor development’ itu. Sayangnya, kawan-kawan seangkatan tidak sepaham (atau tepatnya barangkali tidak berani?) dengan saya. M eskipun demikian, akhirnya saya pun menghadiri “Kuliah Kebun” itu, karena semua mahasiswa lain juga datang. Bahkan isteri saya pun mengatakan kalau “saya tidak konsekuen”. Biarlah! Hal itu juga sebuah pelajaran yang saya peroleh dalam studi saya itu. Terima kasih Pak Tim, karena dengan sabar sudah mau menjadi bulan-bulanan “kemarahan” saya lewat sms yang sebenarnya sangat tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa di dalam budaya yang masih sangat patriarkal feodalistis ini. I know you were at

a point of no return. Hanya saja, sampai sekarang saya masih

(25)

PARASIT PEMBANGUNAN

xxiv

anggap sebagai masalah finansial, bukan masalah ideologikal. W hat a

pitty. Jangan-jangan Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan

UKSW juga sudah lupa dengan visi atas keberadaan lembaga ini.

Kecuali untuk para promotor dan para pengajar, kredit yang tinggi saya sampaikan juga kepada banyak orang yang menjadikan semua material yang saya perlukan bisa terkumpul. Kelompok pertama adalah para asisten peneliti, yaitu Caecilia, Lista, Sisca, Stefani, dan Yulia. Lima wanita hebat ini dengan mengorbankan kenyamanan masing-masing, telah menjelajahi kampung untuk menyensus semua rumahtangga yang berjumlah kurang lebih 512 KK (tidak termasuk 150 KK relokasi), meskipun sampai 30 Juni 2010 ‘hanya’ berhasil mendata 61,5%, yaitu 270 rumahtangga atau sebanyak 315 KK. Tidak terlupakan juga Yulia, yang sejak awal telah menjadi penunjuk jalan bagi terpilihnya Kampung Papringan ini menjadi daerah penelitian. Lista juga demikian. Dalam kesibukannya kuliah dan mengerjakan berbagai tugas, ia masih bersedia membantu sebagai pencacah sampai-sampai harus beristirahat beberapa hari di rumah sakit akibat kelelahannya membantu penelitian saya. Sisca juga demikian, yang dalam keadaan hamil muda bersedia membantu saya untuk melakukan wawancara dengan puluhan rumahtangga, yang pasti sangat melelahkan dan membosankan. Jerih payah merekalah yang membuat saya bisa menyusun bab tentang modal sosial, dan sekaligus menjadi informasi awal bagi tahap penelitian selanjutnya. Thank you all, I owe you so

much.

(26)

Kata Pengantar

xxv

dalam masyarakat. Pak Kukuh bahkan bersedia menurunkam SIM B-1 nya ke A hanya untuk menunjukkan kepada saya kalau proses penerbitan SIM di Kota Adikarta tidak berubah selama 35 tahun. Kepada 47 orang nara sumber ini saya sungguh berhutang budi dan menyampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga.

Tidak bisa diabaikan juga peran sebuah Kedai M inum, yang disebut W arung Hijau. Saya hampir setiap malam mangkal di sana, berbagi cerita dengan banyak orang, menyaksikan banyak bapak yang suka begadang main catur. Di warung itu, saya mendapatkan banyak pertanyaan untuk ditindaklanjuti atau pun memperoleh jawaban terhadap persoalan yang masih mengganjal dari wawancara atau obrolan dengan anggota komunitas sebelumnya. Pak Sabar, pemilik warung itu, telah membantu melancarkan penelitian saya, termasuk membuatkan kamar di rumahnya untuk saya tinggali. Terima kasih banyak pak Sabar atas keterbukaannya untuk menerima saya.

(27)

PARASIT PEMBANGUNAN

xxvi

Ekonomi Pembangunan dan anggota peer group PPK-LPPM -UNS, saya menyampaikan rasa terima kasih. Anda semua telah membantu meringankan beban saya dengan satu dan lain cara. Untuk semua uluran tangan itu saya mengucapkan banyak terima kasih.

Di Fakultas Ekonomi UNS saya juga berterima kasih secara khusus kepada semua kolega, khususnya Drs. BRM . Bambang Irawan, M Si., yang meminjami buku “Indonesia: The Rise of Capital”-nya Richard Robison, Dr. AM . Susilo, M Sc., yang telah memberi fotokopi referensi (Institutions, Contracts and Organizations-nya Claude M enard). Demikian pula kepada Heru Agustanto, SE., M E., partner saya dalam mengelola Jurnal Perspektif Ekonomi, dan Drs. Bambang Sarosa, M Si, yang tidak hanya telah meminjami banyak buku, tetapi juga selalu bersedia mendengarkan keluh kesah saya, serta membantu memecahkan berbagai masalah yang saya hadapi. Terima kasih Pak BRM, Pak Sus, Pak Heru & Pak Bambang atas keterbukaannya.

Pada tahap akhir studi, saya sangat terbantu oleh keterampilan M bak Ayu dalam mengorganisasi semua yang saya perlukan. M engatur waktu konsultasi dengan promotor, menentukan hari dan jam untuk ujian, baik Kelayakan, Tertutup, maupun Terbuka, telah dikerjakan oleh mbak Ayu dengan luar biasa. Saya sungguh berterima kasih atas semua itu. Dalam kesempatan ini saya juga berterima kasih kepada M bak Raras yang telah mengatur penerbitan karya tulis ini. Semoga buku ini layak disimpan sebagai dokumen yang berharga.

Tidak ketinggalan, terima kasih penuh syukur dan cinta, yang sebenarnya jarang terucap, saya sampaikan kepada M aria Sri Siswantini, ibu yang melahirkan, membesarkan, dan menghantar empat anaknya, termasuk saya, untuk menjadi guru. M eskipun hanya berpendidikan terbatas (lulus SD), beliau dengan berbagai keterbatasannya telah menghantarkan kami berempat menjadi orang yang bermanfaat. Semoga kami benar-benar menjadi orang-orang yang pantas “digugu lan ditiru”.

Last but not least, puji syukur yang tidak ada habisnya atas

(28)

Kata Pengantar

xxvii

mengasihi, mengasuh dan mengasah dua anak perempuan kami, Sylvia dan Stefani, yang kini sedang berjuang utuk menjadi sarjana yang unggul di bidangnya masing-masing. Isteri dan anak-anak saya ini telah berkorban secara luar biasa dalam mendampingi saya untuk menyelesaikan studi S-3, baik di Australia tahun 1993-1998 maupun di UKSW tahun 2007-2013 ini. M ereka dengan rela hati mengorbankan kenyamanannya, dengan hidup secara pas-pasan bahkan cenderung kurang, demi selesainya studi saya ini. Oleh karena itu, ketiga orang tercinta ini, layak dan pantas untuk menikmati kegembiraan ini. Untuk Sylvia,...tetaplah tekun seperti biasanya untuk mengoptimalkan potensimu di Universitas Cornell sana, dan untuk Stefani,...jadilah psikolog handal seperti yang kamu cita-citakan di Universitas Gadjah M ada sana. Thank you all, I love you and God bless you always.

Akhirnya, bapak, ibu, dan saudara yang terberkati, saya merasa kalau kita sekarang ini berada dalam suatu metafora yang dituliskan oleh M atius 9: 1-8 tentang “Orang Lumpuh Disembuhkan”. Saya adalah si lumpuh yang terbaring di atas tilam. Anda semua, baik yang telah disebutkan maupun yang belum, yang ada di sini maupun di tempat lain, adalah orang-orang yang telah bersusah payah dengan kritik dan saran, pertanyaan dan jawaban, tenaga dan biaya serta doa, membawa saya kepada Sang Penyembuh. Hari ini, di sini, saat ini adalah hari penyembuhan itu, hari bagi saya yang lumpuh (berusaha memperoleh gelar PhD) sejak tahun 1993 akhirnya memperoleh kesembuhan (lulus), setelah 20 tahun berlalu. M aka tugas panggilan saya selanjutnya adalah memuliakan Sang Penyembuh itu melalui hidup dan karya saya sehari-hari, demi gereja dan tanah air (pro ecclesia et patria), seperti tertulis dalam M atius 9: 6 itu. Ijinkan saya mengartikan ayat itu sebagai: “Bangunlah, angkatlah ‘beban’ kenyamananmu dan kembalilah ke habitatmu sebagai pengajar yang patut ‘digugu lan ditiru’!”. Semoga Tuhan senantiasa memberkati semua niat baik kita semua, Amin.

Salatiga, Oktober 2013

W ritten with love,

(29)

ABSTRACT

T

his study investigated a phenomenon that locally called Salah Kaprah, in the forms of corruption, collusion and nepotism (CCN) or rent seeking behavior (RSB). Salah Kaprah is a kind of tolerated wrong-doing that is repeated until the wrong is perceived as right, and in the end this behavior is taken for granted. The CCN or RSB in Kampung Papringan and in Adikarta City has proved that such wrong-doing behavior has been happening.

There were 2 to 3 ordinal motives or reasons for the rent seekers to involve in the CCN or RSB, namely survival motive, comfort motive, and hedonic motive. These 3 classes of motives represented low, medium, and high levels of rent seekers’ social and economic statuses (SES). These motives could be traced back from the history of human kind who always fought for getting statuses in their social space, through the possession of some or all of many forms of capital – economic, social, cultural, and symbolic. This natural human motive has encouraged people to chose more pragmatic means of getting or doing things. This means was represented by 3 keywords of ‘light, easy, and quick’ so that people tend to behave according to the ‘light, easy, and quick’ paths even though they had to break the laws.

The wrong-doing behavior, like any other behavior, was practiced by individuals in the process of modeling or imitation. Thus, the CCN or RSB, ceteris paribus, might initially be experienced by an individual and when succeeded, then repeated again and again. The success attracted others to imitate. Remember that the ‘light, easy, and quick’ behavior was easier to copy than the ‘hard, difficult, and long’ behavior mandated by any standard operating procedure (SOP). So, the

Salah Kaprah has eventually become common practices.

(30)

PARASIT PEMBANGUNAN

xxx

their bargaining position in the games (CCN or RSB) they were playing. They developed an ‘in-group’ mentality as oppose to the other as ‘out-group’, because the CCN or RSB was a kind of clandestine activity or black market operation. So that norms of trust and reciprocity adopted within group was more specialized than generalized. Specialized trust and reciprocity was good in building bonding social capital between members of the group, but bad for those who were ‘out-group’. This was why the CCN or RSB was an activity in the dark side of social capital, because the social capital being used by the group produced social costs.

Finally, the continuing wrong-doing eventually evolved to becoming one of many social values in the cultural sphere. This new evolving values joint perfectly with materialism, consumerism, and hedonism brought by economic, social and cultural globalization, has become a new emerging values. Then, the CCN or RSB found a new modern and powerful vehicle and has increased its capacity to lobby and even insist the policy makers to accommodate their interests into policies they were promulgating. W hen norms and values (informal rules) and laws and policies (formal rules) have been interfered for their favor, everything else could have been taken care of more easily.

The foregoing description of motives, processes, and impacts of the CCN or RSB on development outcome of the community and the city was a portrait of weak institutions under the present rulers. This study indicates that new institutions needed to be initiated and implemented resolutely in order for the community and society to be free from any parasitic mentality of many agencies which have been breaking the laws thus far and have been sacrificing the overall social welfare.

Gambar

Tabel 3.1. Pertanyaan Penelitian, Data yang Diperlukan, dan Cara Pengumpulan Data

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor lain yang sangat mempengaruhi persepsi, yakni perhatian.“Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam

[r]

Mata bor helix kecil ( Low helix drills ) : mata bor dengan sudut helix lebih kecil dari ukuran normal berguna untuk mencegah pahat bor terangkat ke atas

Disemprotkan ( Jet Application of Fluid ), pada proses pendinginan dengan cara ini cairan pendingin disemprotkan langsung ke daerah pemotongan (pertemuan antara

Penelitian berjudul Kajian Konversasi Jenis Humor dalam Acara Indonesia Lawak Klub (ILK) Episode Warna Warni Percintaan dan Gelar Pendidikan di Trans7 bertujuan

(1) Dana yang digunakan untuk kelancaran penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dibebankan kepada desa induk untuk Desa

Meskipun pemupukan NPK nyata mempengaruhi bobot kering polong dibanding kontrol, namun penambahan pupuk hayati pada dosis N yang lebih rendah (1/4–1/2 N), meningkatkan hasil

Alhamdulillahhirobbil’aalamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “ Hubungan