• Tidak ada hasil yang ditemukan

konsep pedoman penilaian penelitian dan publikasi 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "konsep pedoman penilaian penelitian dan publikasi 2013"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

Pedoman Penilaian

Etika Penelitian

Dan Publikasi

Oleh

(2)

Disusun oleh

Majelis Profesor Riset

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

(MPR–LIPI)

KONSEP

(3)

Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek)*

Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan

Kode Etika Peneliti/penyusun Majelis Profesor Riset Lembaga lmu Pengetahuan Indonesia (MPR-LIPI) Cetakan Kedua- Jakarta, LIPI Press, 2013 iv+44 hlm.; 14.8 X 21 cm – (etika peneliti)

ISBN: xxxxxxx

1. Konsep Pedoman Penilaian Etika Penelitian dan Publikasi

174

** MAJELIS PROFESOR RISET -LIPI Erman Aminullah

Elizabeth Anita Widjaya

Jimmy Pusaka

Indria Samego Suharsono

Yayuk Rahayuningsih Tukirin

Leonardus Broto Sugeng Kardono Carunia Mulya Hamid Firdausy

Editor : Erman Aminullah Penata Letak : Endang Mardiningsih Penata Sampul : Endang Mardiningsih

Penerbit : LIPI Press, anggota Ikapi

*Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) – LIPI Widya Graha LIPI Lt. 8

Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710 Telp./Faks. : 021-5201602

E-mail : [email protected]

(4)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mendorong terpeliharanya iklim kepercayaan terhadap dunia

penelitian dan publikasi ilmiah yang menjadi fondasi bagi kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi. Pada tahun 2012, MPR-LIPI telah menyelesaikan

konsep Pedoman penilaian etika penelitaian dan publikasi, sebagai pelengkap buku

kode etika peneliti (2007) yang telah disempurnakan pada tahun 2011 dan telah

disahkan pemberlakuan sesuai dengan Keputusan Kepala No. 823/E/2011.

Konsep Pedoman ini adalah acuan kendali diri (

self control

) bagi peneliti dengan

segala kebebasan asasi yang dimilikinya untuk melakukan penilaian diri (

self

assessment

) tentang moralitas peneliti, yaitu tingkat keteguhan peneliti dalam

memegang nilai-nilai kejujuran, keterbukaan dan keadilan dalam melaksanakan

dan melaporkan penelitian/pengkajian. Pedoman ini akan membantu peneliti

dalam memelihara integritas untuk selalu jujur dan amanah. Integritas yang

melekat erat (

embedded

) dalam diri seorang peneliti adalah penting sebagai alat

bantu pencegahan (

preventive measures

).

Konsep pedoman ini dirancang untuk menjadi acuan tindakan korektif diri (

self

correction

) terhadap kekeliruan ilmiah dapat dilakukan sejak awal sebelum terlanjur

menjadi pelanggaran etika di akhir penelitian dan sebelum publikasi. Di samping

itu pedoman ini juga dapat dipakai oleh Komisi Etika Peneliti (KEP) maupun PME

dalam rangka perencanaan, pemantauan (

monitoring

) dan evaluasi kegiatan

penelitian, serta mengawal mutu publikasi jurnal di lingkungan LIPI.

Konsep pedoman ini masih perlu penyempurnaan dan masukan sebelum

ditetapkan keberlakuannya sebagai acuan baku di LIPI. Penyempurnaan pedoman

ini adalah tugas bersama semua peneliti LIPI untuk kemajuan ilmu pengetahuan

dan teknologi.

Jakarta, Desember 2012

Prof. Dr. Erman Aminullah, MSc. Apth.

(5)

KATA PENGANTAR

I. PENDAHULUAN

5

II. PEDOMAN PENILAIAN ETIKA PENELITIAN

7

III. PEDOMAN PENILAIN ETIKA PUBLIKASI

17

IV. PENUTUP

25

REFERENSI

26

(6)

Klirens Etika (

ethical clearance

) adalah suatu instrumen yang digunakan untuk

menjelaskan status kesesuaian dan keberterimaan praktik perlakuan dalam

berbagai bidang. Khususnya dalam dunia penelitian, klirens etika menjadi alat untuk

mengukur keberterimaan suatu rangkaian proses penelitian maupun

tahapan-tahapan proses penelitian tersebut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai

pengampu kegiatan iptek penelitian telah memiliki prosedur Kode Etika Peneliti

yang telah diimplementasikan dengan terbentuknya Komisi Etika Peneliti. Untuk

mengoperasionalkan Kode Etika Peneliti dengan lebih baik, objektif, dan konsisten,

diperlukan suatu acuan yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan Kode Etika

Peneliti. Klirens Etika ini disusun untuk dijadikan pedoman pelaksanaan Kode Etika

Peneliti di atas.

Tujuan penggunaan pedoman penilaian Klirens Etika dalam perencanaan,

pelaksanaan dan pelaporan kegiatan penelitian serta publikasi ilmiah ini adalah

untuk: (i) membantu peneliti menghindari kesalahan dan penyalahgunaan penelitian

yang berujung pada pelanggaran kode etika peneliti; (ii) membantu peneliti dalam

memelihara pemahaman kaidah etika dan mengatasinya sebelum menjadi

masalah etika. Pedoman klirens etika ini merupakan salah satu upaya pencegahan

(

preventive measure

) di awal sebelum persoalan etika terjadi atau ditemukan pada

akhir proses penelitian. Hal ini penting, mengingat pelanggaran etika di akhir proses

meskipun dapat diselesaikan dengan pemberian sangsi pelanggaran kode etika,

kejadian itu akan tetap memengaruhi citra dan martabat profesi peneliti.

Hal-hal yang berkaitan dengan etika dalam perencanaan, pelaksanaan dan

pelaporan kegiatan penelitian pada umumnya dapat dikategorikan ke dalam

(7)

negosiasi dengan pihak-pihak terkait (

organizing

); pembingkaian masalah penelitian

(

framing

), pengumpulan data dan bahan (

gathering

), pembuktian hipotesis dan

sintesis (inventing)

)

, pelaporan dan penyebaran hasil (

disseminating

). Penilaian

klirens etika dilakukan melalui pengisian jawaban dari ragam pertanyaan yang

tersedia dalam buku pedoman ini. Daftar pertanyaan (

checklist

) klirens etika dalam

Bagian II

buku pedoman dapat dipegang peneliti untuk tidak berkompromi dengan

penyimpangan sekecil apapun terhadap pencarian kebenaran ilmiah.

Selanjutnya hal-hal yang berkaitan dengan etika dalam publikasi, khususnya

untuk publikasi dalam jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, dapat

dikategorikan ke dalam komponen-komponen berikut: umum, judul, pengarang,

abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, referensi, dan

ucapan terima kasih. Standar pembaban isi jurnal dalam komponen-komponen

tersebut sudah menjadi kesepakatan masyarakat ilmiah (

convention

). Semua

komponen tersebut pada dasarnya menjadi acuan evaluasi oleh mitra bestari (

peer-reviewer

) sebelum disetujui untuk publikasi dalam sebuah jurnal ilmiah. Daftar

pertanyaan klirens etika dalam

Bagian III

buku pedoman ini akan membantu

peneliti menulis naskah ilmiah yang memenuhi kaidah etika dalam jurnal ilmiah.

Pedoman klirens etika ini bukan merupakan metodologi atau cara-cara baku dalam

melaksanakan penelitian/pengkajian untuk menghasilkan dan melaporkan hasil

ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi. Pedoman klirens etika ini mengarah tentang

nilai-nilai moral dalam melaksanakan dan melaporkan penelitian/pengkajian, yang

mengutamakan kejujujuran, keterbukaan, dan keadilan sebagai acuan kendali diri

(

self control

) bagi peneliti dengan segala kebebasan asasi yang dimiliki. Oleh karena

itu, pedoman klirens etika ini dapat dipakai untuk penilaian diri (

self assessment

)

tentang moralitas peneliti, yaitu tingkat keteguhan peneliti dalam memegang

nilai-nilai kejujuran, keterbukaan dan keadilan dalam melaksanakan dan melaporkan

penelitian/pengkajian. Di samping itu pedoman ini juga dapat dipakai oleh Komisi

Etika Peneliti maupun PME dalam rangka perencanaan, pemantauan (

monitoring

)

dan evaluasi (PME) kegiatan penelitian, serta mengawal mutu publikasi jurnal di

lingkungan LIPI.

(8)

Penelaahan klirens etika dalam penelitian ilmiah ini merupakan pegangan bagi

peneliti dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian ilmiah di lingkungan

LIPI. Daftar pertanyaan (

Checklist

) berikut akan membantu peneliti merencanakan

dan melaksanakan penelitian yang memenuhi kaidah etika. Jawaban “ya” untuk

semua pertanyaan di bawah ini adalah ciri perencanaan dan pelaksanaan penelitian

yang memenuhi klirens etika (

ethical clearance

) sesuai buku Kode Etika Peneliti

(KEP) di lingkungan LIPI.

II. Pedoman Penilaian

Etika

Penelitian

Daftar pertanyaan klirens etika dalam penelitian

Penyusunan penelitian, tim dan negosiasi dengan pihak-pihak terkait (organizing).

Persyaratan Umum

1. Apakah peneliti utama kegiatan penelitian yang bertanggung jawab dalam penelitian ini seorang peneliti yang berkompeten dalam bidang yang diteliti?

2. Apakah peneliti tidak sedang dalam permasalahan karena perbuatan tercela yang merendahkan martabat peneliti sebagai manusia bermoral ?

3. Apakah penelitian belum pernah diterima/dibiayai atau tidak terdokumentasi

Bersih dari proses dan hasil penelitian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh peneliti tidak berkompeten(KEP:2) Bersih dari perilaku yang mengabaikan keteladanan moral. (KEP: 3)

Bersih dari penduplikasian penelitian dalam lebih dari satu saluran. (KEP:8)

(9)

dalam program lain atau tidak mendapat pendanaan utuh secara ganda?

4. Apakah usulan penelitian yang bersumber dari/ menggunakan pemikiran pihak lain disertai dengan penghargaan/pengutipan kepada pemiliknya?

5. Apakah penelitian dilakukan sebagai langkah efektif dalam mencari jawaban atas masalah yang dihadapi, bukan hanya untuk memenuhi formalitas administrasi?

6. Apakah penelitian menghasilkan kebenaran ilmiah dan bermanfaat bagi kepentingan umum?

Catatan:

Bila penelitian tidak untuk menghasilkan kebenaran ilmiah dan tidak bermanfaat bagi kepentingan umum, jelaskan tujuan dan kepentingannya ____

7. Apakah penyusunan anggota peneliti berdasarkan prinsip sukarela atau kemauan sendiri atau berdasarkan persetujuan setiap individu anggota peneliti?

Bersih dari pengabaian hak milik intelektual atas pemikiran pihak lain yang digunakan dalam penelitian sendiri. (KEP:9)

Bersih dari tujuan sekedar mencari informasi untuk memenuhi formalitas administrasi (KEP:2)

Bersih dari kepentingan dengan pihak-pihak terkait untuk keuntungan pribadi (KEP:2).

Bersih dari perilaku pemaksaan atau tidak hormat pada martabat peneliti . (KEP:4)

Persyaratan Khusus

1. Apakah penelitian kerjasama tentang material biologi telah memenuhi kesepahaman (MOU) dan material transfer agreement (MTA)?

(10)

Penyusunan penelitian, tim dan negosiasi dengan pihak-pihak terkait (organizing).

Bersih dari potensi yang tidak bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan manusia dan peradaban. (KEP:1) Idem

Bersih dari kepentingan yang menguntungkan pribadi sehingga penelitian bermanfaat bagi kepentingan umum (KEP:1).

Idem

Idem

Idem

2. Apakah penelitian tentang material biologi tidak bertentangan dengan aturan perundangan yang berlaku?

3. Apakah penelitian dilakukan dengan cermat dan tidak mengakibatkan rusaknya sumber daya alam dan bangsa, gangguan keamanan negara, dan ancaman kepentingan bangsa dan kemaslahatan?

Catatan:

Khususnya terhadap penelitian yang

melibatkan/ mengandung unsur (bakteri, virus, hama, penyakit, bahan kimia berbahaya, rekayasa genetik) yang berpotensi merusak.

4. Apakah penelitian tentang kelompok masyarakat tertentu dirancang bebas dari bias/pemihakan?

5. Apakah penelitian terhadap objek tertentu yang memerlukan izin sudah memperoleh izin pihak-pihak terkait?

6. Apakah penelitian kerjasama yang mengatasnamakan lembaga sudah disahkan oleh pimpinan unit/ lembaga?

(11)

Pembingkaian masalah penelitian (framing)

1. Apakah kerangka konsep penelitian mengedepankan integritas ilmiah, meskipun berhadapan dengan kepekaan kelompok komunitas agama, budaya, ekonomi dan politik?.

2. Apakah konsep penelitian kebijakan sudah dikomunikasikan sejak dini kepada pemakai hasil penelitian?

3. Apakah pemilihan, perancangan dan penggunaan bahan dan alat penelitian dilakukan secara optimum?

4. Apakah penelitian menggunakan pendekatan, metode, teknik dan prosedur yang layak dan tepat-sasaran?

5. Apakah bangunan konsep penelitian jelas dan disusun dari sumbangan pemikiran yang relevan?

6. Apakah bangunan konsep penelitian menyertakan pengakuan sumbangan berbentuk rujukan dan kutipan bila ada gagasan penyumbang telah memengaruhi secara berarti konsep peneliti?

Bersih dari bias terhadap kelompok kepentingan tertentu dalam melaksanakan kegiatan penelitian (KEP:1).

Bersih dari penelitian kebijakan yang tidak berkaitan dengan kepentingan pengambilan keputusan. (KEP:2)

Bersih dari hal-hal pemborosan dalam mengungkapkan kebenaran ilmiah (KEP:2)

Bersih dari pemaksaan pendekatan/metode yang tidak tepat denga alasan tertentu. (KEP:2)

Bersih dari klaim pengetahuan ilmiah yang dibangun sendiri saja tanpa sumbangan sejumlah besar peneliti dan akademisi sepanjang masa. (KEP:9)

Idem

Persyaratan Umum

1. Apakah jumlah obyek/ sampel/informan penelitian sudah memadai dan mewakili?

2. Apakah ragam data/ informasi penelitian yang dikumpulkan sudah benar secara ilmiah?

Bersih dari kekurangan isi data/ informasi penelitian yang tidak beralasan. (KEP:2) Bersih dari ragam data/ informasi penelitian yang salah. (KEP:2)

(12)

Penyusunan penelitian, tim dan negosiasi dengan pihak-pihak terkait (organizing).

Bersih dari peneliti yang tidak dapat menjelaskan rincian proses dalam penyajian hasil penelitian. (KEP:3)

Bersih dari data/informasi dan prosedur pengumpulan yang tidak dapat ditelusuri kembali bila diperlukan pengujian ulang. (KEP:3)

Catatan:

(i) rekaman data/informasi ilmiah terbuka untuk diuji kembali bila diduga mengandung penggandaan tanpa izin, plagiasi, atau manipulasi. (ii) Rekaman data/informasi

ilmiah terbuka ditinjau oleh mitra bestari sepanjang ada pernyataan jaminan tidak akan disalahgunakan. (iii) Rekaman data/informasi

ilmiah tidak dapat dibuka kepada pihak lain manapun sesuai dengan perjanjian/ kontrak.

3. Apakah penelitian dilengkapi dengan buku lacak (logbook) untuk mencatat rincian proses dan hasil penelitian?.

4. Apakah rekaman data/ informasi penelitian dan prosedur pengumpulan disimpan/ didokumentasikan dalam bentuk rekaman tahan lama dan tertelusur?

5. Apakah peneliti terbuka memberi kemungkinan pihak lain mendapat akses terhadap arsip sumber data penelitian (kecuali bahan dan data yang bersifat rahasia) baik untuk melakukan verifi kasi maupun untuk penelitian lanjutan?

6. Apakah metode pengumpulan data dalam penelitian ini terbuka untuk dibahas pihak lain?

7. Apakah pengumpulan data dan bahan penelitian ini telah memperhatikan keselamatan dan risiko yang berbahaya?

Persyaratan Khusus

1. Apakah penggunan bahan yang berbahaya, peralatan ilmiah dan alat bantu lain sudah dirancang dengan cermat dan hemat serta aman dari kecelakaan dan gangguan lingkungan, tanpa mengurangi akurasi/target ilmiah yang ingin dicapai

2. Apakah penelitian yang menggunakan bahan berbahaya (radio aktif,

Bersih dari kecerobohan rancangan yang tidak cermat dan risiko kecelakaan serta keborosan dalam penggunaan sumber daya penelitian. (KEP:3)

(13)

bakteri, virus, antibiotic dan B3) untuk manusia dan lingkungan sudah dirancang dengan aman dan cermat?.

3. Apakah penelitian biota transgenik atau bahan-bahan kimia pestisida sudah dirancang cermat dan aman dari terganggunya keanekaragaman hayati, resistensi hama dan penyakit?.

4. Apakah penelitian yang menggunakan biota langka, endemik atau invasif species sudah dirancang dengan aman dan cermat?.

5. Apakah penelitian rekayasa genetik yang berisiko terganggunya kesehatan manusia atau keseimbangan lingkungan sudah dirancang dengan aman dan cermat?.

6. Apakah sarana dan prasarana penelitian dapat menjamin keamanan dan keselamatan kerja dan lingkungan?.

7. Apakah obyek/sampel manusia dan sumber daya hayati (mikroba, hewan dan tumbuhan) diperlakukan secara bermoral baik secara

fi sik maupun psikis. Lihat Lampiran 1, 2, dan 3

8. Apakah penelitian memperlakukan hewan percobaan sudah memenuhi persaratan etika percobaan hewan (animal welfare),

Bersih dari perlakuan tidak hormat pada objek/sampel manusia dan kejam terhadap sumber daya hayati. (KEP:5)

(14)

dilengkapi surat izin penggunaan hewan percobaan sesuai dengan peraturan yang berlaku?.

9. Apakah penelitian dengan manusia sebagai objek sudah terjamin prosedur yang menjaga privasi individu, kerahasian, martabat, kenyamanan psikologis manusia?.

10. Apakah peneliti tidak mengarahkan obyek/ contoh untuk mencapai sasaran penelitian dengan sikap dan tata cara mendiskriminasi, menstigmatisasi obyek atau lingkungan penelitiannya?.

Bersih dari manipulasi jalannya penelitian dan/atau data penelitian yang tidak jujur untuk mecapai sasaran penelitian. (KEP:5)

1. Apakah semua data/ informasi penelitian yang dianalisis dan disintesis/ disimpulkan dengan benar?

2. Apakah analisis, pembahasan dan sintesis penelitian bersama dilakukan tim peneliti secara bersama pula?

3. Apakah analisis, pembahasan dan sintesis penelitian ilmiah dilakukan secara terbuka untuk memajukan ilmu pengetahuan?

4. Apakah analisis, pembahasan dan sisntesis oleh sesama peneliti saling

Bersih dari pemutihan (bleach) data/informasi penelitian dengan tidak melaporkan hasil secara utuh. (KEP:6) Catatan:

Meskipun data/informasi yang menyimpang (outliers) secara statistik tidak ditampilkan, namun tetap harus ada penjelasannya.

Bersih dari tuntutan pribadi atau mementingkan diri sendiri dalam penelitian bersama tanpa kesediaan untuk berbagi pengetahuan dalam melaksanakan suatu penelitian bersama. (KEP:6)

Bersih dari tekanan kekuasaan dan netral dari kepentingan politik, sosial dan budaya serta bebas dari kecemburuan pribadi dan pertentangan kepentingan. (KEP:6) Bersih dari diskusi yang dapat mengarah pada

Pembuktian hipotesis dan sintesis (inventing)

(15)

menghormati melalui diskusi ilmiah obyektif dalam batas kesantunan peneliti yang bermartabat?

5. Apakah analisis, pembahasan dan sintesis mencari kebenaran ilmiah terbebas dari kepentingan tertentu dan untuk tujuan tertentu?.

6. Apakah penyusunan hasil penelitian berdasarkan hasil pembuktian yang benar secara ilmiah?

7. Apakah pembuktian hasil penelitian menggunakan data/ informasi yang absah dan sahih?

penalaran keilmuan semu, yang diragukan dalam menghasilkan sumbangan dan/atau penemuan ilmiah yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan manusia dan peradaban. (KEP:6)

Bersih dari data/informasi bias terhadap kelompok kepentingan tertentu dalam pencarian kebenaran ilmiah (KEP:1).

1. Apakah hanya peneliti yang memberi

sumbangan ilmiah diberi hak kepengarangan (authorship)?, yaitu menyumbang dalam:

(i) konsep, rancangan, analisis, dan waktu penafsiran data; (ii) menulis naskah atau

merevisi secara kritis substansi penting, dan;

(iii) menulis “pendahuluan/ prolog“ (sebagai penyunting) karena otoritas keilmuannya yang diakui oleh komunitas ilmiah.

Catatan:

Untuk publikasi ditegaskan dengan persetujuan

kepengarangan lihat Lampiran 4

Bersih dari ketidakpastian tanggungjawab yang terikat pada pengarang utama, yaitu memberikan persetujuan fi nal untuk penerbitan suatu karya tulis ilmiah dimaksud. (KEP:7)

(16)

Bersih dari pemberian hak kepengarangan kepada yang tidak berhak bertanggung jawab terhadap substansi penelitian. (KEP:7)

2. Apakah tenaga yang bukan peneliti tidak disebut sebagai pengarang karya tulis ilmiah dari penelitian dimaksud?

3. Apakah untuk pengakuan sumbangan ketokohan dan kesenioran peneliti yang memberi masukan, komentar dan saran intelektual sudah diberikan ucapan terima kasih, tetapi bukan memperoleh hak kepengarangan?

4. Apakah peneliti yang memberikan sumbangan terbatas sesuai dengan bidang keahliannya dalam karangan bersama ikut bertanggung jawab terhadap seluruh isi karangan, meskipun pengarang utama adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh isi karangan?

5. Apakah dalam mengambil alih gagasan, atau kata-kata tertulis dari seseorang sudah disertai pengakuan pengambil-alihan dan kalau merupakan barang hak cipta sudah disertai dengan izin dari pemegang hak cipta?

6. Apakah pengutipan dari tulisan peneliti sendiri (tulisan terdahulu) sudah dijadikan rujukan dalam membangun-lanjut pemahaman/ pengetahuan?

7. Apakah hasil yang disajikan merupakan kebenaran ilmiah

Bersih dari lepas tanggung jawab terhadap hak kepengarangan yang terikat dengan tanggungjawab publik, yaitu bertanggung jawab terhadap seluruh isi karangan yang dikemukakan dalam karangan bersama (KEP:7)

Bersih dari plagiasi atau mengambil hasil pemikiran, data atau temuan-temuan, termasuk yang belum dipublikasikan milik orang lain dijadikan seolah milik yang mengambil data (KEP:9)

Bersih dari plagiasi diri (self plagiarism)dan publikasi berulang (duplication) tanpa tambahan informasi atau pengetahuan ilmiah baru. (KEP:8)

(17)

yang utuh sehingga mengungkapkan ilmu pengetahuan yang menyeluruh dan dapat berdiri sendiri?.

Catatan:

Kecuali hasil penelitian bertahap (incremetal innovation) yang berdiri sendiri, inovasi satu tahap dilaporkan dengan merujuk inovasi tahap sebelumnya.

8. Apakah laporan hasil penelitian yang disebarluaskan kepada masyarakat luas bukan bersifat rahasia dan/atau meresahkan masyarakat?

(18)

Pedoman penilaian klirens etika dalam naskah ilmiah ini adalah pegangan untuk

mempublikasi naskah dalam jurnal ilmiah. Daftar pertanyaan (

Checklist

) berikut

akan membantu peneliti dalam menulis naskah ilmiah yang memenuhi kaidah

etika. Jawaban “ya” untuk semua pertanyaan dibawah ini adalah ciri naskah ilmiah

yang memenuhi klirens etika (

ethical clearance

) untuk di publikasikan dalam jurnal

ilmiah sesuai buku Kode Etika Peneliti (KEP) di lingkungan LIPI.

III. Pedoman Penilaian

Etika Dalam Publikasi

Daftar pertanyan klirens etika dalam publikasi ilmiah

Umum 1. Apakah naskah

mengungkap sesuatu yang belum diketahui berdasarkan fakta/data dan tidak menjelaskan sesuatu yang sudah diketahui?.

2. Apakah sebagian atau keseluruhan narasi dan data dalam naskah belum pernah dipublikasikan?

3. Apakah naskah memakai bahasa yang tepat dan tidak mengandung penafsiran ganda dan opini salah?

4. Apakah naskah telah dikoreksi kembali isinya sebelum dipublikasi?

Kebaruan substansi atau bebas dari plagiasi dan duplikasi (KEP: 8)

Idem

Melaporkan hasil penenelitian/ kajian ilmiah secara

bertanggung-jawab, cermat dan saksama (KEP:7)

(19)

5. Apakah naskah tidak berisi temuan yang menganggu kehidupan masyarakat?

Idem

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah (scientifi c review), apakah tinjauan mengungkapkan kebulatan perkembangan iptek dahulu, sekarang dan kecenderungan (scenario) ke depan, baik dalam aras internasional, regional dan dan nasional.

Judul 1. Apakah judul informatif dan menarik?

2. Apakah judul singkat, padat dan akurat mewakili isi?

3. Apakah judul sejalan dengan kata kunci?

4. Apakah judul naskah dari hasil penelitian telah sesuai dengan pertanyaan penelitian?

5. Apakah judul tidak provokatif yang dapat menimbulkan salah tafsir?

Ketelitian mengungkapkan kebenaran ilmiah dengan bahasa ilmiah yang logis atau memiliki landasan berpikir yang masuk akal dan betul (KEP: 1)

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah, apakah judul mengandung esensi perkembangan iptek atau penerapan iptek yang menjadi perhatian.

Pengarang 1. Apakah urutan pengarang yang menulis (bila lebih dari satu) berdasarkan sumbangan ilmiah dan tidak diurut berdasarkan senioritas, jabatan, dan tingkatan?

Lihat Lampiran 4

2. Apakah para pihak yang telah memberikan sumbangan ilmiah tetapi tidak bertanggunjawab terhadap isi naskah sudah diberi pengakuan (acknowledgement) dalam catatan kaki/belakang naskah

Penghormatan pada nilai keadilan dan tanggung jawab ilmiah dan pemberian hak kepengarangan kepada yang berhak (KEP:9)

(20)

Abstrak 1. Apakah abstrak berisi saripati tujuan, metode, hasil, kesimpulan/ implikasi?

2. Apakah abstrak singkat dalam satu alinea?

3. Apakah abstrak padat dan informatif?

4. Apakah abstrak tidak berisi kutipan dan rincian?

5. Apakah abstrak telah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris?, bila bila disyaratkan jurnal yang dimaksud.

Ketelitian mengungkapkan kebenaran ilmiah dengan bahasa ilmiah yang logis atau memiliki landasan berpikir yang masuk akal dan betul. (KEP: 1)

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah, lazim ditulis oleh seorang penulis tunggal yang sudah mendapat pengakuan internasional/nasional

Pendahuluan 1. Apakah pendahuluan diawali dengan satu topik/ bidang/ subjek yang menjadi perhatian?

2. Apakah pendahuluan menyatakan pentingnya penelitian disertai informasi awal sebagai pendukung?

3. Apakah pendahuluan berisi gejala faktual atau situasi terkini tentang topik yang menjadi perhatian?

4. Apakah pendahuluan berisi tinjauan ilmiah mutakhir (analisis perbandingan) tentang topik yang menjadi perhatian, bukan berisi

Kejujuran dan keterbukaan mengungkapkan posisi sumbangan ilmiah dalam memajukan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi dan menghasilkan inovasi. (KEP:1)

Catatan:

(21)

daftar hasil penelitian sejenis?

5. Apakah pendahuluan menyatakan keunikan/ perbedaan (positioning) subyek yang menjadi perhatian terhadap tinjauan ilmiah

mutakhir(state of the art)? 6. Apakah referensi tinjauan ilmiah dikutip dari sumber ilmiah utama (jurnal ilmiah internasional dan/atau nasional terakreditasi atau dapat juga materi baku lain seperti dokumen standar)

7. Apakah cara pengutipan dalam tinjauan ilmiah sesuai format pengutipan (nama, tahun publikasi)

8. Apakah pendahuluan berisi pernyataan masalah yang spesifi k dalam konteks tinjauan ilmiah mutakhir?

9. Bila naskah hasil penelitian, apakah pendahuluan berisi pertanyaan/tujuan / hipotesis penelitian?

10 Apakah pendahuluan menjelaskan nilai strategis dari penelitian ini?

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah, harus dijelaskan latar belakang atau pentingnya tinjauan ilmiah tersebut bagi dunia iptek dan penerapan iptek ke depan.

Metode 1. Apakah penggunaan

metode ilmiah sesuai jenis penelitian (ekploratif, deskriptif, korelasional, eksplanatori) yang dilaksanakan dijelaskan secara argumentatif?

(22)

2. Bila memakai metode ilmiah yang spesifi k apakah ada referensi dengan format kutipan lengkap (nama, tahun publikasi, halaman)?

3. Bila metode penelitian kuantitatif (di lapangan/ laboratorim) apakah variabel, indikator, ukuran, pengukuran/ eksperimen, alat/instrumen, bahan/ objek penelitian dan teknik analisis data yang pakai cukup informatif?

4. Bila metode penelitian kualitatif, apakah konsep/ konstruk, model, informan, proses iterasi/klarifi kasi data, teknik sintesis pola data yang dipakai cukup informatif?

5. Bila metode pemodelan kuantitatif (dalam laboratorium dan/atau simulasi komputer), apakah model/desain, bahan, alat, teknik analisis yang dipakai cukup informatif?

6. Bila metode penelusuran kualitatif apakah pengumpulan dan pengolahan data, analisis dan penafsiran isi (content analysis) sumber-sumber utama (dokumen tulisan dan lisan) yang dipakai cukup informatif?

7. Bila metode pengkajian kuantitatif/ kualitatif, apakah konstruksi berpikir/model analisis, pengumpulan dan pengolahan data sekunder, analisis dan sintesis hasil pemodelan yang dipakai cukup informatif?

(23)

Hasil 1. Apakah data primer temuan (bentuk kata dan angka) disajikan secara sistematik dan informatif (tabel, gambar, narasi)?

2. Apakah data primer temuan (bentuk kata dan angka) yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan (reliable) dan absah (valid)?

3. Apakah kutipan utuh data sekunder (bentuk kata, angka, gambar, tabel) yang merupakan barang hak cipta (copy right) disalin (reproduced), digambar (redrawn), ditabelkan (reused) dalam versi anda sendiri, seizin pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, organisasi) Lihat

Lampiran 5.

4. Apakah kutipan sebagian data sekunder (bentuk kata dan angka) yang disalin (reproduced), digambar (redrawn), ditabelkan (reused) untuk pembanding dengan data primer anda atau pelengkap tabel/gambar anda sendiri, menyebutkan referensi sesuai format pengutipan data. lihat

Lampiran 5

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah, harus dipastikan tinjauan terhadap iptek/penerapan iptek secara menyeluruh sudah menggunakan pendekatan lintas perspektif/multiperspektif

Melaporkan hasil penelitian/ kajian ilmiah secara

bertanggung jawab, cermat dan saksama. (KEP:7)

Penghormatan pada nilai keadilan dan tanggung jawab ilmiah dan pemberian pengakuan pengutipan pernyataan atau pemikiran orang lain (KEP:9)

Catatan:

(24)

Pembahasan 1. Apakah hasil ditafsirkan, dibandingkan,

dikontraskan dengan hasil lain yang sejenis

2. Apakah pembahasan diangkat kepada topik yang lebih besar (model, konsep, teori, hukum tertentu)

3. Apakah sumbangan pemikiran hasil dapat dinyatakan dengan jelas? (menambah pengetahuan, melengkapi pengetahuan, memecahkan

masalah, memperjelas teori, menyatukan/ mengonstruksi beberapa temuan)

4. Apakah pembahasan hasil berdasarkan asumsi yang teruji?

5. Apakah keterbatasan temuan/ kesimpulan dinyatakan dengan lugas?

6. Apakah pembahasan didasarkan pada analisis data dan menggunakan kerangakan konsep yang dipakai dalam penelitian?

7. Apakah kesimpulan telah menjawab pertanyaan penelitian?

8. Apakah dinyatakan kesimpulan penelitian bersifat akhir ataukah sementara?

Kebaruan substansi atau bebas dari plagiasi dan duplikasi (KEP: 8)

Pembahasan sumbangan ilmiah sejujurnya untuk memajukan ilmu pengetahuan, bebas dari berbagai

pertentangan kepentingan. (KEP:5)

Catatan:

(25)

Referensi 1. Apakah naskah mengutip sekurangnya 5 artikel (atau disesuaikan dengan ketentuan publikasi yang dituju) yang terbit di jurnal terakreditasi atau prosidings (internasional dan/atau nasional)?

2. Apakah referensi ada dalam teks dan kutipan dalam teks ada dalam referensi

3. Apakah referensi ditulis dengan format baku jurnal yang dituju.

Catatan:

Bila naskah ilmiah berbentuk tinjauan ilmiah, sebaiknya didukung dengan sekurangnya 75 jurnal ilmiah internasional dan 25 buku teks baku dalam bidang iptek atau penerapan iptek yang relevan.

Ucapan terima kasih Bila penelitian/pengkajian/ tinjauan ilmiah didanai sponsor (bukan dari LIPI), apakah sponsor mengizinkan publikasi cukup dengan memberi pengakuan kepada sponsor

Penghormatan kepada nilai keadilan dengan pengakuan terhadap karya-karya ilmiah mutakhir terdahulu yang menjadi landasan.

(26)

Dengan mengikuti pedoman penilaian klirens etika dalam kegiatan penelitian dan

publikasi ilmiah ini akan membantu peneliti dalam memelihara integritas untuk

selalu jujur dan amanah. Integritas harus melekat erat (

embedded

) dalam diri

seorang peneliti, karena hal itu penting sebagai alat bantu pencegahan (

preventive

measures

). Hal lain yang lebih penting dan mendasar adalah mendorong

terpeliharanya iklim kepercayaan terhadap dunia penelitian dan publikasi ilmiah

yang menjadi fondasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penerapan pedoman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang

rambu-rambu etika; mengurangi kemungkinan pelanggaran etika; dan mendidik

peneliti mengatur diri sendiri mematuhi etika dalam penelitian dan publikasi.

Dengan pedoman ini, tindakan korektif terhadap kekeliruan ilmiah dapat dilakukan

sejak awal sebelum terlanjur menjadi pelanggaran etika di akhir penelitian dan

sebelum publikasi. Tanggungjawab menegakkan klirens etika itu adalah tugas

bersama semua peneliti untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tanpa

kepekaan kepada etika ilmiah, tidak ada kemajuan iptek.

(27)
(28)

Kimmel, Allan J.

Ethical issues in behavioral research: basic and applied perspectives

,

2nd ed, Oxford, Blackwell Publishing, 2007.

Körner, Ann M.

Guide to Publishing a Scienti

c Paper

, NewYork, Routledge, 2008.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),

Pengesahan kode etika peneliti di

lingkungan LIPI dan komisi etika peneliti LIPI

, Jakarta, LIPI Press, 2011. http://

www.pappiptek.lipi.go.id/index.php/download/category/2-penelitian

Shamoo, Adil E. dan David B. Resnick,

Responsible conduct of research

, second

edition, Oxford, Oxford university press, 2009.

Whitworth, Brian,

A research publishing checklist for new authors

, Masey University,

Albany, New Zealand, 2007, http://brianwhitworth.com/phdpubs-acis.pdf,

diakses 23 Juli 2012.

(29)

LAMPIRAN 1

PENILAIAN ETIKA

PERCOBAAN PADA HEWAN

FORMULIR PENGAJUAN IZIN PERCOBAAN

Peneliti harus memahami peraturan pemeliharaan dan penggunaan hewan untuk

tujuan penelitian sesuai kaidah ilmiah.

Lampiran

1. JUDUL PENELITIAN

Mulai Penelitian: / / Selesai Penelitian: / /

2. TIM PENELITI

a. Ketua Peneliti :

b. Anggota Peneliti :

1.

2.

3.

c. Persyaratan Penelitian (Training, sertifi kat, dll jika diperlukan) :

(30)

Spesies (keturunan/jenis kelamin)

Ciri khusus /surat izin

Lokasi hewan selama penelitian

Perlakuan terhadap hewan selama penelitian

Jumlah Asal Kandang

& Lokasi

5. RINCIAN PENELITIAN

a) Jelaskan maksud keilmuwan dan pendidikan dari penelitian ini. Apa hubungan sebelum dan sesudah penelitian

b) Apakah ada hal khusus dari penelitian ini yang memerlukan pertimbangan khusus

6. RINCIAN PERCOBAAN

Berikan gambaran dengan jelas dari desain percobaan dan semua prosedur yang digunakan pada masing-masing kelompok hewan.

7. PENGENDALIAN RISIKO

Apakah ada risiko kesehatan terhadap staf maupun hewan lain

YA/TIDAK, jika YA jelaskan

8. PENGGUNAAN HEWAN

a) Ciri hewan

(31)

Jelaskan spesies/turunan/jenis kelamin tertentu dari hewan tersebut.

Jelaskan jumlah hewan yang digunakan. Berikan rincian dalam bentuk tabel, jumlah hewan yang digunakan dalam masing – masing kelompok percobaan, termasuk pengendaliannya.

b). Pembersihan

Jelaskan perlakuan untuk mengurangi pengaruh percobaan yang dilakukan pada hewan.

c). Penggantian

Apakah ada cara pengganti yang tidak menggunakan hewan, jika ada mengapa cara tersebut tidak dipakai?

d). Apakah hewan tersebut sudah pernah digunakan pada percobaan lain?

Jika ada, berikan jumlah yang diperbolehkan, jelaskan detail dalam percobaan ini, dan berikan alasan mengapa digunakan dalam penelitian ini.

9. PEMELIHARAAN HEWAN

(Jika digunakan lebih dari satu spesies, tentukan prosedur yang digunakan pada masing – masing spesies).

a). Apakah prosedur yang digunakan dapat menimbulkan sakit atau bahaya

• YA Kategori : • TIDAK

Jika YA, langkah apa yang dilakukan untuk mengurangi / meminimalkan sakit dan bahaya.

ANALGESI PENJELASAN

Frekuensi penggunaan (rutin / tidak)

Jenis

Cara Pemakaian

Dosis / Volume

(32)

Anestesia YA/TIDAK

Apakah hewan dibunuh YA / TIDAK

Penghentian Syaraf Otot YA / TIDAK

Jenis

Cara Pemakaian

Dosis / volume

Pengawasan pengaruh anestesia

Pengawasan berakhirnya anestesia

Jenis

Pengalaman Staff

Keterangan

Pembuangan

Jenis

Cara Pemakaian

Dosis / volume

Pengawasan

b). Pengawasan

Pengawasan hewan selama percobaan menjadi tanggung jawab peneliti utama.

Siapa yang akan akan mengawasi hewan selama percobaan ?

Jelaskan tugas staf yang bertanggung jawab untuk mengawasi hewan selama percobaan.

Apakah yang diawasi dari hewan percobaan (keadaan, gejala, frekuensi).

Berapa durasi maksimal hewan percobaan boleh tidak diawasi? (misal hari libur, dan hari besar).

Berapa durasi maksimal hewan percobaan ditangani ?

Pada bagian mana anda akan ikut campur tangan untuk membunuh atau mengobati hewan untuk mengurangi sakit atau penderitaannya. Jelaskan tanda – tanda klinis, perubahan tingkah laku, penurunan berat badan, sehingga anda akan melakukan tindakan diatas.

c). Penyelesaian

(33)

PERCOBAAN PADA HEWAN

Saya menyatakan, bahwa ;

Kualifi kasi dan pengalaman dari orang – orang yang tersebut pada item no 2 dari formulir ini adalah sesuai dengan prosedur yang ada.

Semua izin yang diperlukan akan dilengkapi pada awal penelitian.

Saya siap untuk bertanggung jawab mematuhi peraturan ………., dan peraturan yang relevan.

Saya telah membaca syarat – syarat dari Pemerintag Republik Indonesia tentang ………. Pelindungan Satwa dan peraturan penggunaan hewan untuk penelitian.

Tidak ada percobaan diluar ketentuan dari proposal ini dan akan dilakukan pada tanggal yang disetujui Pengawas Kode Etika Percobaan pada Hewan.

Prosedur yang digambarkan pada penelitian ini bukan merupakan pengulangan dari kerja yang telah dilakukan sebelumnya oleh saya sendiri atau oleh peneliti lain.

………….,………..20....

Peneliti Utama

(………)

PERNYATAAN MANAJER KANDANG

Saya dengan ini menyatakan bahwa saya siap membantu dengan sungguh – sungguh proposal ini.

Saya telah memenuhi kualifi kasi dan pengalaman untuk melakukan pengawasan sebagaimana digambarkan pada proposal ini dan menjamin pengawasan tersebut dilakukan dengan benar.

………….,………..20....

Manajer Kandang

(34)

PENILAIAN ETIKA

PENELITIAN BERKAITAN DENGAN MATERIAL/HAYATI

1. Judul Penelitian:

2. Peneliti Utama: Nama:______________Gelar:______________Tel:_____________

Lembaga:_______________________Email:__________________

3. Daftar anggota peneliti: Nama: ______________. Jabatan dalam proyek: ______________

pendidikan:_________. Universitas:_____________

Alamat email:________

4. Jelaskan:

(i) Kepentingan ilmu pengetahuan dan validitas.

Apakah hasil penelitian akan memberikan manfaat langsung terhadap ilmu pengetahuan

atau masyarakat ?

Ya / Tidak

Jika ya, nyatakan dalam bentuk apa.___________________________________

Apakah penelitian anda baru atau merupakan ulangan dari penelitian sebelumnya?

Ya / Tidak

Jika ya, terangkan dan nyatakan secara tegas penting dan pelunya dilakukan

kembali._________________________________________________________

Apakah fasilitas tempat pengusul mendukung program penelitian?

Ya / Tidak

(35)

Ya/Tidak

Jika ya, sebutkan instansi/organisasi mana dan sertakan nota kesepahaman dari masing

instansi yang terlibat.__________________________________________

(ii) Penilaian terhadap risiko dan keuntungan bagi ilmu pengetahuan

Apakah pelaksanaan penelitian akan mengumpulkan material hayati?

Ya/Tidak

Jika ya sebutkan jenis atau bagian yang akan dikumpulkan dan sebutkan berapa

banyak.__________________________________________________________

Apakah pelaksanaan penelitian akan menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi

lingkungan?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan dan sebutkan upaya pencegahannya._____________________

Apakah pelaksanaan penelitian akan melakukan pemanenan biomassa melalui penebangan

pohon/tumbuhan lain?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan berapa perkiraan jumlah yang dibutuhkan.________________

(iii) Penelaahan terhadap dampak lingkungan dan cakupannya.

Apakah penelitian dapat menyebabkan perubahan sifat fi sik lingkungan? Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan berapa luas dan berapa lama._____________________________

Apakah penelitian dapat mengakibatkan rusak atau terganggunya keanekaragaman hayati?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan tingkat hayati yang mana, berapa banyak dan berapa lama. ____________

_________________________________________________________

Apakah penelitian akan menimbulkan pengaruh terhadap spesies endemik atau langka?

Ya/Tidak

(36)

yang bernilai tinggi?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan tipe kerusakan dan berapa banyak dan bagaimana upaya kompensasi. ___

______________________________________________________

Apakah pelaksanaan dan hasil penelitian dapat menimbulkan konfl ik atau kontroversi dengan masyarakat atau pemerintah (pusat / daerah, atau menyebabkan konfl ik masyarakat atau pemerintah?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan berapa luas dan lamanya. ________________________________

Apakah penelitian akan menyebabkan atau memodifi kasi lingkungan alami yang memunyai

keindahan tinggi?

Ya/Tidak

Jika ya, nyatakan dan upaya apa yang dilakukan untuk meminimalisir.__________

(iv) Pengelolaan dan kepemilikan data (dibutuhkan pernyataan dan penjelasan dari peneliti,

terkait penyimpanan dan pemanfaatan data hasil penelitian).

Apakah data yang dikumpulkan bersifat terbuka untuk umum?

Ya/Tidak

Jika tidak, nyatakan siapa saja yang bisa memanfaatkan selain anggota peneliti yang

terlibat._____________________________________________________________

(v) Apakah data hasil penelitian akan dipublikasikan?

Ya/Tidak

Jika ya, berapa lama dan dalam bentuk apa data akan dipublikasikan.___________

Bila pernyataan telah melengkapi semua penjelasan yang diminta, selanjutnya perlu dibuat lembar

(37)

LAMPIRAN 3

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KOMISI KLIRENS ETIKA UNTUK PENELITIAN PRAKLINIK

Hal :

Lampiran :

Kepada yth. : Ketua Komisi Klirens Etika

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Jln Jendral Gatot Subroto Kav 10 Jakarta 12710 Telp (021) 5225711, Fax (021) 5251834

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana pelaksanaan penelitian saya,

Nama :

Asal Satker :

Judul Penelitian :

Rencana Pelaksanaan :

maka melalui surat ini saya mengajukan permohonan untuk mendapatkan surat persetujuan penelitian dari Komisi Klirens Etika LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA.

Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan proposal penelitian yang telah disetujui oleh Kepala Pusat/Deputi.

Demikian permohonan kami, atas perkenan dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Jakarta/ Bandung/ Bogor/Jogja, … 20...

Pemohon,

(38)

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KOMISI KLIRENS ETIKA UNTUK PENELITIAN PRAKLINIK

KETERANGAN KELAIKAN ETIK (Klirens Etika)

Nomer: KEC/LIPI/

Komisi Klirens Etika untuk penelitian praklinik program DIPA/PNBP/Kompetitif/PKPP/ SINAS/ ………..., setelah mempelajari dengan seksama rancangan penelitian yang diusulkan, dengan ini menyatakan bahwa penelitian:

Judul :

Peneliti Utama :

Anggota :

Lembaga/Tempat Penelitian :

Telah dinyatakan memenuhi persyaratan etika untuk dilaksanakan. Komisi Klirens Etika memunyai hak untuk melakukan pemantauan selama penelitian berlangsung.

Jakarta, ………20..

Komisi Klirens Etika

Sekretaris, Ketua,

(Prof. Dr……….) (Prof.Dr.. )

(39)

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KOMISI KLIRENS ETIKA UNTUK PENELITIAN PRAKLINIK

Form 3/EC/Aplikasi

BORANG APLIKASI

PEMELIHARAAN/PENGGUNAAN HEWAN COBA UNTUK PENELITIAN/ PELATIHAN

Saya, yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama Peneliti Utama :

Satker :

Alamat :

Telepon/HP :

Fax :

Email :

akan melaksanakan prosedur penelitian sesuai dengan Borang Aplikasi yang mendapat persetujuan dan pengesahan dari Tim Komisi Etika LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA, yang meliputi: prosedur dan metode, personel yang terlibat, spesies serta jumlah hewan yang akan digunakan dalam penelitian.

Jakarta, ………20..

Peneliti Utama,

(40)

1. 1. Judul:

1.2. Ringkasan penelitian (memuat Latar belakang,Tujuan, Materi dan Metode):

1.3. Tujuan Akhir Penelitian:

Penelitian murni Pelatihan / Training

Produksi antibodi Penangkaran/ Pengembangbiakan

1.4. Apakah penelitian sudah pernah dilakukan sebelumnya?

Tidak

Ya

Apabila sudah pernah dilaksanakan sebelumnya, mohon dijelaskan mengapa penelitian diulang kembali?

2. SPESIFIKASI DAN SPESIES HEWAN YANG DIGUNAKAN

2.1. Jumlah dan Jenis Hewan Coba yang digunakan

Spesies:Breed/ Strain/ Stock (jika ada):

Umur Sex Berat Jumlah

2.2 Justifi kasi Jumlah Hewan

Mohon dijelaskan alasan jumlah hewan yang digunakan. Jika jumlah hewan yang akan digunakan belum diketahui (misalnya untuk survai dll., mohon dijelaskan kapan survai akan dimulai dan diakhiri)

3. PERLAKUAN TERHADAP HEWAN:

3.1. Pengambilan Darah

Mohon dijelaskan apakah dalam penelitian akan dilakukan pengambilan darah:

Tidak

(41)

3.3. Pembedahan

Mohon dijelaskan apakah dalam penelitian akan dilakukan pembedahan

Tidak

Ya (mohon lengkapi butir 3.2)

3.3.1. Pembedahan yang dilakukan adalah:

Pembedahan mayor (dengan membuka rongga dada/perut)

Pembedahan minor Sedasi/

anestesia yang digunakan

Lokasi v.jugularis, dll

Volume (ml atau ml/

kg BB)

Frekuensi

Obat dan materi yang digunakan selain anestesia

Misalnya: antibiotik, cat gut,

jarum ukuran 23 G dsb.

Dosis (mg/kg BB) Rute

Mohon dijelaskan prosedur pembedahan yang dilakukan

3.3.2. Bagaimana monitoring setelah dilakukan pembedahan (monitoring pascaoperasi)

3.3.2.1. Apakah pembedahan diakhiri dengan terminasi?

Tidak

Ya (mohon dilengkapi dengan butir 3.5)

3.4. Pengambilan Jaringan

Apakah dalam penelitian akan dilakukan pengambilan jaringan dalam kondisi hewan hidup (biopsi)?

Tidak

(42)

hewan telah dieuthanasi?

Tidak

Ya (mohon dilengkapi dengan butir 3.5)

3.5. Euthanasi

Apakah dalam penelitian hewan akan ditidurkan?

Tidak

Ya (mohon dijelaskan metode, waktu serta jenis obat yang digunakan dalam proses tersebut?)

Metode euthanasi Dosis (mg/kg BB) Rute

4. PERLAKUKAN KHUSUS TERHADAP HEWAN

4.1. Induksi Tumor

Apakah penelitian ini melibatkan tumor?

Tidak

Ya (Jelaskan jenis tumor, bahkan kimia untuk menginduksi, defi siensi fungsi hewan yang akan terjadi, metoda, dan frekuensi monitor. Jelaskan pula end point yang digunakan untuk terminasi hewan dari penelitian ini).

4.2. Produksi Antibodi dan atau Penggunaan Adjuvant

Apakah penelitian ini melibatkan adjuvant atau produksi antibodi? Tidak

Ya (Mohon dijelaskan secara rinci metode, masa pemanenan asites dan kriteria untuk mengakhiri produksi akhir)

4.3. Uji Perilaku Hewan

Apakah test behaviour / tingkah laku akan dilakukan?

Tidak

(43)

4.4.1. Apakah dalam penelitian akan digunakan agen hazardous? (radioaktif, bahan kimia dan biological agent (bakteri, virus dll.).

Tidak

Ya (Mohon dilanjutkan ke 4.4.2)

4.4.2. Apakah agen yang dipergunakan dalam penelitian ini memunyai risiko terhadap kesehatan personel yang terlibat, maupun hewan yang digunakan dalam penelitian?

Tidak

Ya (mohon dilengkapi dengan data-data berikut):

Agent: _______________________________________________

Rumus Kimia (jika ada): _________________________________

Karsinogenik: Ya Tidak

Agen Infeksius: Ya Tidak

Agen kimia beracun: Ya Tidak

Lainnya (sebutkan):

4.4.2.1. Di manakah prosedur penelitian akan dilaksanakan? Mohon dijelaskan kalau perlu di laboratorium level tertentu (Level 1,2 atau 3)?

4.4.2.2. Mohon dijelaskan pula sistem pembuangan limbah penelitian (termasuk waktu paruh agen yang digunakan)

5. PERTIMBANGAN ETIKA

5.1. Apakah penelitian harus menggunakan hewan laboratorium?

Tidak

Ya

5.2. Bisakah penelitian ini tercapai tanpa menggunakan hewan coba?

Tidak Ya

5.3. Apakah hewan yang digunakan sudah pernah digunakan dalam penelitian sebelumnya?

Tidak Ya

(44)

5.4.1. Apakah penelitian ini melibatkan, minimal satu prosedur, yang diketahui menyebabkan atau memunyai potensi menyebabkan lebih dari rasa sakit sesaat (momentary pain) dan distress?

Tidak

Ya , Mohon dijelaskan: ________________________________

5.4.2. Apabila melibatkan rasa sakit? Apakah akan digunakan analgesia?

Tidak (mohon memberi penjelasan, mengapa hewan tidak diberi analgesia?) apakah memunyai kontraindikasi dengan hasil penelitian?

Ya (mohon dilengkapi dengan butir 3.2)

5.4.3. Apakah monitoring setelah perlakukan pain dan distress dilakukan?

Tidak

Ya

6. KUALIFIKASI PERSONEL

6.1 Mohon disebutkan semua personel yang akan terlibat dalam prosedur penelitian yang melibatkan hewan

Nama / Pendidikan

Asal Satker Peranan dalam penelitian

Training, dan pengalaman bekerja dengan hewan yang

(45)

Kepada Yth Dewan Redaksi

Penerbit/JURNAL ______________ Alamat, Tel/Fax, Website, Email

PERSETUJUAN KEPENGARANGAN (Authorship Agreement)

Naskah yang berjudul:

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX Oleh : A, B and C

Setuju akan diterbitkan dalam Jurnal _____ edisi _____, no _____, th _____. Silakan beri tanda (√) dan melengkapi isian di bawah:

Nama pengarang utama (main author) _____________________

Nama pengarang kepenyertaan (Co-authors) ___________________________

Para pengarang mengakui bahwa hak kepengarangan terikat dengan tanggung jawab publik dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan isi karangan yang dikemukakan dalam karangan.

---/ tgl, bulan, tahun

Disetujui oleh

Pengarang utama

_____________________________

Catatan:

(46)

Kepada Yth Dewan Redaksi

Penerbit/JURNAL ______________ Alamat, Tel/Fax, Website, Email

PERNYATAAN HAK CIPTA (Copyright Statement)

Naskah yang berjudul:

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX Oleh : A, B and C

Yang akan diterbitkan dalam Jurnal _____ edisi, no, th. Pengarang menyatakan bahwa:

Silakan beri tanda (√),

Kutipan utuh data sekunder (bentuk kata, angka, gambar, tabel) yang merupakan barang hak cipta (copyright) disalin (reproduce), digambar (redrawn), ditabelkan (reuse) dalam versi sendiri, sudah seizin pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, organisasi).

Sebutkan data_______________________ tidak ada kutipan utuh

Kutipan sebagian data sekunder (bentuk kata dan angka) yang disalin (reproduce), digambar (redrawn), ditabelkan (reuse) untuk pembanding dengan data primer anda atau pelengkap tabel/gambar anda sendiri, sudah menyebutkan referensi sesuai format pengutipan data.

Naskah ini orisinil dan pengarang mengalih hakcipta (transfer of copryright) naskah ini kepada JURNAL ______________, untuk itu pengarang akan menerima 5 eksemplar artikelnya dalam bentuk cetak lepas (off-print) dan 1 eksemplar jurnal cetak (printed journal).

---/ tgl, bulan, tahun

Disetujui oleh

Pengarang utama

___________________________

Catatan:

(47)
(48)
(49)

Referensi

Dokumen terkait

Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi, atau jurnal ilmiah internasional yang bereputasi sebagai penulis pertama dalam bidang ilmu yang sama

• DALAM PEDOMAN OPERASIONAL DIATUR MEKANISME PENILAIAN KARYA ILMIAH DAN ANGKA KREDIT DOSEN PADA TINGKAT PERGURUAN TINGGI.. DIREKTORAT JENDERAL

DE juga akan melakukan penilaian awal apakah naskah yang akan diterbitkan sudah sesuai dengan norma- norma dan etika publikasi yang berlaku (Etika Penelitian, Kliren Etik

Pedoman/SOP/ Juklak tentang Pelaksanaan Penugasan sejak perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil audit 2 Kegiatan pengawasan yang kami lakukan bersifat audit

Buku pedoman ini dianggap penting dalam rangka membantu dosen maupun mahasiswa dalam proses publikasi artikel ilmiah pada OJS di lingkungan FEB Unud sehingga dapat

Dalam kasus ini algoritma C4.5 merupakan sebuah metode yang bisa membantu memprediksi permasalah yang telah diteliti yaitu mengenai kualitas penelitian dan publikasi ilmiah Salah satu

Rubrik Penilaian Proyek: Kriteria Skor  Jawaban benar sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah  Laporan memuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan  Bagian perencanaan memuat

TIDAK BERISI KUTIPAN DAN RINCIAN PADA ABSTRAK, NAMUN PADA RINGKASAN DIMUNGKINKAN Konsep Pedoman Penilaian Etika Penelitian dan Publikasi 2© 2013 Indonesian Institute of Sciences LIPI