______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
ii
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL
TEMA:
PENINGKATAN PROFESIONALITAS
PENDIDIK MATEMATIKA DALAM
MENGHADAPI MEA 2015
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
iii
EDITOR
Dra. Bintang Zaura, M.Pd.
Juanda Kelana Putra, S.Pd., M.Sc
PENATA LETAK
Dra. Suryawati, M.Pd.
DESAIN COVER
Juanda BJ, S.Pd.
TEBAL BUKU
229 + x
PENERBIT
Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP
Darussalam – Banda Aceh
Laman: http://matematika.fkip.unsyiah.ac.id/
© FKIP Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala
Cetakan Pertama
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
iv
LAPORAN KETUA PANITIA
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tiada ucapan yang lebih pantas disampaikan kecuali puji dan syukur
kepada Allah S.W.T, karena hanya atas ridho-Nya kegiatan “Seminar Nasional
Pendidikan” sesuai dengan waktu yang direncanakan. Seminar ini akan menjadi
kegiatan rutin dimasa yang akan datang (setiap tahun) di FKIP Unsyiah.
Seminar Nasional Pendidikan yang berlangsung di Auditoruim FKIP
Unsyiah lantai 3 Darussalam Banda Aceh pada tanggal 16 Februari 2015,
diselenggarakan atas kerjasama FKIP UNSYIAH. Tema Seminar Nasional
Pendidikan adalah “Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam
Menghadapi MEA 2015”. Dalam acara seminar tersebut panitia mengundang 3
orang keynote speaker yaitu; (1) Prof. dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., M.Sc. dan (2)
Dr. Rahmah Johar, M.Pd. (Pascasarjana Universitas Syiah Kuala - Indonesia)
Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada Rektor Unsyiah, Dekan FKIP Unsyiah, para tamu undangan,
para donatur, dan seluruh peserta seminar, atas segala partisipasi dan bantuannya.
Rasa bangga dan terimakasih juga kami sampaikan kepada seluruh anggota
panitia yang telah bekerja keras, bahu membahu untuk menyukseskan acara ini.
Akhirnya kami mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian seminar,
semoga bermanfaat.
Penanggung Jawab Seminar
Ketua Pelaksana
Ttd
Ttd
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
v
SAMBUTAN KETUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah
SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya kita dapat bertemu di forum "Seminar
Nasional Pendidikan" dalam kondisi sehat jiwa dan raga. Tema seminar ini adalah
“Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA
2015”. Tema tersebut sangatlah urgen dan up to date saat ini dalam rangka
meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Aceh dan umumnya di
Indonesia.
Saya selaku Ketua Program Studi begitu gembiranya melihat antusias para
panitia, dan para praktisi matematika, para alumni dan sarjanawan matematika
dari berbagai instansi beserta partisipasi dari himpunan mahasiswa pendidikan
matematika yang ikut ambil bagian dalam mensukseskan acara Seminar Nasional
Pendidikan Matematika (Seminar Nasional).
Penelitian dan pengembangan yang terkait dengan dunia pendidikan harus
terus digalakkan dan dikomunikasikan kepada semua stakeholder. Karenanya,
upaya mengundang keynotespeaker, baik dari tingkat internasional dan nasional
pun kami tempuh untuk menyemarakkan Seminar Nasional ini.
Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada;
Rektor Unsyiah yang telah memberikan arahan dan berkenan membuka seminar
ini; Bapak Dekan FKIP Unsyiah, Bapak Prof. Dr. Ahmad, M.Pd., M.Sc, dan Ibu
Dr. Rahmah Johar, M.Pd. sebagai keynotespeaker pada seminar ini. Saya
mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
penyelenggara dan seluruh panitia yang terlibat dalam merancang kegiatan
tersebut, atas upaya kreatif yang cukup mendasar sehingga pelaksanaannya cukup
mengesankan.
Demikianlah sambutan saya, mudah-mudahan Seminar Nasional
Pendidikan Matematika ini berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan
pemikiran-pemikaran segar bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Aceh.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.
Ketua Program Studi
Matematika FKIP Unsyiah
Ttd
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
vi
DAFTAR ISI
HAL
A.
KATA PENGANTAR
PEMAKALAH SESI STADIUM GENERAL
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU
Dr. Rahmah Johar, M.Pd.
1
PEMAKALAH SESI PARALEL
PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA PEMBELAJARAN PERSAMAAN
LINIER SATU VARIABEL
Linda Vitoria
14
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN
PENGALAMAN MENGAJAR GURU SMP NEGERI 15 BANDA ACEH
Salasi R, Putri Lestari
24
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS
IX SMPN 6 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTES
LITERASI MATEMATIKA (KLM)
Ellianti, Rahmah Johar, Asmaul Husna
31
THE MATH BODY, UNTUK EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Asmudi
46
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PLANTET
QUESTION PADA MATERI SEGI EMPAT DI KELAS VII
SMP NEGERI 3 BANDA ACEH
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
vii
LEVEL PROBLEM POSING SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG DI
KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH
Bintang Zaura
65
HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL
PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA MATERI
STATISTIKA DI SMP NEGERI 17 BANDA ACEH
Leviani, Musafir Kumar
73
PERAN TECHNOLOGY PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE
(TPACK) GURU MATEMATIKA SMA LABSCHOOL BANDA ACEH
Ellianti, Mukhlis Hidayat, Maulana Saputra
81
PENGARUH KEGIATAN LESSON STUDY PADA PENINGKATAN
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN
PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SDN LAMSAYEUN
Monawati, Cut Khairunnisak
91
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA PADA
MATERI LOGARITMA DI KELAS X-IPS2 MAN 3 BANDA ACEH TAHUN
AJARAN 2014-2015.
Mutia Fariha, Sri Ekayanti
101
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM
MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PISA DI KELAS VIII SMP NEGERI 6
BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2013-2014
Ellianti, Rahmah Johar, Nana Mulya
107
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 19
PERCONTOHAN MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING DAN PENDEKATAN SAINTIFIK
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
viii
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH BERBASIS MASALAH DALAM
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Sumarno Ismail, Satra Hamzah
131
AL-KHAWARIZMI DAN PERSAMAAN KUADRAT
Budiman, Suryawati, Herizal
141
PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Yuhasriati
148
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI LIMIT DI
KELAS X SMAN 3 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2013/2014
Erni Maidiyah, Roza Yefissa
156
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX
SMP NEGERI 1 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL
PISA PADA KONTEN SPACE AND SHAPE
Yusrina, Rahmah Johar
165
PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA NEGERI 2 SIGLI
Zuraida IM
178
PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
KELAS XI-B1 SMK-PP NEGERI SAREE
Yustina
190
KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA
MELALUI MODEL LEARNING CYCLE “5E” DI KELAS VIII SMP PLUS
AL-‘ATHIYAH ACEH BESAR
______________________________________ Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tema : Peningkatan Profesionalitas Pendidik Matematika dalam Menghadapi MEA 2015
ix
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA MATERI
PERBANDINGAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE
THINK-PAIR-SHARE
Suryawati, Bainuddin Yani, Lisa Ramadhani
214
PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD PADA
PEMBELAJARAN SOAL CERITA MATEMATIKA: PENGEMBANGAN
MODEL PEMBELAJARAN
214
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA MATERI PERBANDINGAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE
Suryawati1 Bainuddin Yani2 Lisa Ramadhani3
2Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala
Email: [email protected]
3Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala
Email: [email protected]
1Departemen Matematika, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
e-mail: [email protected]
Abstrak. Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang individu merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Termasuk didalamnya bernalar secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena. Pembelajaran Kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan kerja sama antar siswa dalam kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe, salah satunya adalah tipe Think Pair Share (TPS). Model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah suatu pembelajaran kooperatif yang memberikan lebih banyak waktu untuk siswa berpikir (think) secara individu, kemudian secara berpasangan (pair), dan berbagi (share) dengan seluruh siswa dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan literasi matematika siswa di kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh pada materi perbandingan melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-shot case study (pre-eksperimen) dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penlitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh yaitu sebanyak 5 kelas. Sampel yang terpilih yaitu kelas VII-5 sebanyak 20 siswa. Data diperoleh dari tes hasil belajar ditambah dengan data pendukung seperti observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, observasi aktivitas siswa dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh
Kata kunci: Literasi Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), Perbandingan.
1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Maju mundurnya suatu bangsa sangat tergantung pada sistem pendidikan yang dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari pengadaan upaya sarana pendidikan, peningkatan mutu tenaga kependidikan serta pengembangan sistem pendidikan yang diupayakan adalah peningkatan kualitas pengajaran pendidikan. Pembelajaran matematika bertujuan untuk melatih manusia berpikir logis, kritis, bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan permasalahan. Mengingat pentingnya matematika dalam ilmu pengetahuan, maka matematika perlu dikuasai dan dipahami dengan baik oleh segenap lapisan masyarakat, terutama siswa sekolah formal. Pengajaran matematika tidak hanya menekankan kepada penguasaan ketrampilan tetapi juga pada pemahaman konsep. Dengan penguasaan konsep (aspek konseptual) dan ketrampilan (aspek komputasional), diharapkan siswa mampu memecahkan berbagai masalah baik yang terkait dengan matematika itu sendiri maupun ilmu lain serta dalam kehidupan sehari-hari (Johar, 1994:2).
215 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan seorang guru matematika di SMP Negeri 18 Banda Aceh maka diperoleh materi perbandingan merupakan salah satu materi matematika yang sulit dipelajari dan dikuasai siswa dengan baik terutama pada soal cerita. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Mengingat materi perbandingan juga sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, lagi pula penyajian masalah perbandingan sering kali disajikan dalam bentuk soal cerita. Oleh karena itu siswa diharapkan harus mampu memahami materi tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut guru hendaknya menerapkan model pembelajaran yang mampu memotivasi serta mengkondisikan siswa agar belajar secara aktif atas dasar kemampuan dan keyakinan sendiri dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS). Model pembelajaran tipe Think-Think-Pair-Share mampu memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dalam merespon suatu pertanyaan (Trianto, 2009:81). Ada tiga tahap dalam model pembelajaran TPS ini yaitu tahap think (berpikir), tahap Pair (berpasangan), dan tahap share (berbagi). Berdasarkan uraian tersebut di atas, diduga penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa pada materi perbandingan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: apakah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh ?. Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh peningkatan kemampuan literasi matematika siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, serta yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh”.
2. Tinjauan Pustaka
Literasi matematis mengandung arti kemampuan menyusun serangkaian pertanyaan, merumuskan, memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang didasarkan pada konteks yang ada. Literasi matematis sangat penting bagi semua orang terkait dengan pekerjaan dan tungasnya dalam kehidupan sehari-hari. Johar (2012:32) mengatakan bahwa literasi atau melek matematika didefinisikan sebagai kemampuan seseorang individu merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Dengan demikian literasi matematika membantu seseorang untuk mengenal peran matematika dalam dunia dan membuat pertimbangan maupun keputusan
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama. Kerjasama antar siswa dalam kelompok dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya.
Johar (2006:31) mengemukakan bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah salah satu model dimana aktifitas pembelajaran dilakukan guru dengan menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan terjadinya proses belajar sesama siswa. Menurut Abdulhak (Rusman, 2001:19) “bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan melalui sharing proses antara peserta belajar, sehingga dapat mewujudkan pehamanan bersama di antara peserta belajar itu sendiri”. Dalam pembelajaran ini akan tercipta sebuah interaksi dan komunikasi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru. Menurut Ibrahim, dkk dalam Trianto (2011:66) terdapat enam langkah pembelajaran kooperatif seperti yang terlihat pada tabel berikut.
216 Tabel 1 Fase-fase Model Pembelajaran Kooperatif.
Fase Kegiatan Guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa.
Fase-2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan demostrasi atau lewat bahan bacaan dan memberikan tugas kepada siswa
Fase-3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kelompok belajar
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan perubahan secara efisien.
Fase-4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-kelompk belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.
Fase-5 Evaluasi
Guru mengevaluasi tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Fase-6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
Model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think-Pair-Share) atau berfikir-berpasangan-berbagi merupakan sebuah struktur pembelajaran kooperatif yang sederhana, dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Model pembelajaran ini pertama kali dikembangkan oleh Frank Lyman dan koleganya di Universitas Maryland sesuai dengan kutipan Arends (dalam Trianto, 2009: 81), menyatakan bahwa “ Think-Pair-Share (TPS) merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Prosedur yang dapat digunakan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) adalah dapat memberkan siswa lebih banyak waktu berfikir, merespon, dan saling membantu. Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) adalah
Tabel 2 Kisi-Kisi Aktivitas Belajar Siswa No Sintak Aspek Aktivitas Indikator
1 Think Memikirkan soal dalam LKS Membaca buku relevan dengan masalah/soal.
2 Pair Berdiskusi dalam pasangan Menjelaskan penyelesaian soal kepada pasangannya menyatukan kedua jawaban mereka, dan bertanya kepada pasangannya. 3 Share Berbagi hasil diskusi ke
seluruh kelas
Membagikan hasil diskusi yang diperoleh dari pasangan sebelumnya.
(Sumber: Ibrahim, dkk. (2000:10) dalam Mufidah, dkk)
Berdasarkan sintak di atas, dapat disimpulkan bahwasanya dengan adanya penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan mutu, hasil dan prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan krismanto (2010) mengatakan pembelajaran dengan Teknik ”think-pair-share” dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada sub pokok bahasan luas dan volume bangun ruang pada kelas X -3 SMA Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2007/2008. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan partisipasi dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan teori dan temuan penelitian diatas diharapkan melalui aktivitas Think-Pair-Share akan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika pada materi perbandingan kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh.
217
3. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2014. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Negeri 18 Banda Aceh semester ganjil dengan sampel dipilih menggunakan metode random sampling yaitu kelas VII-5 dengan jumlah siswa 20 orang sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes. Tes akhir dilaksanakan untuk memperoleh informasi tentang peningkatan literasi matematika siswa. Adapun materi yang di eksperimenkan tentang permasalahan perbandingan dalam kehidupan sehari-hari. Instrumen yang digunakan 5 buah soal cerita. Penelitian ini juga didukung oleh data-data lainnya seperti: observasi (observasi kemampuan guru, observasi aktivitas siswa) dan angket respon siswa. Data-data yang diperoleh dari hasil postes dianalisis secara statistik. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji-t. Untuk mengolah data hasil observasi berdasarkan aktivitas siswa, kemampuan guru mengelola pembelajaran dan angket respon dilakukan dengan menggunakan rumus persentase.
4. Hasil Penelitian
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan penerapan model pembelajaran TPS dilaksanakan di kelas VII-5 SMP Negeri 18 Banda Aceh sebagai kelas eksperimen pada intinya mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya. Proses pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan. Dari empat kali pertemuan diperoleh nilai tes siswa, tes yang digunakan mengukur kemampuan literasi matematika yaitu tes berbentuk soal cerita. Sehingga nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 47. Hal ini tampak jelas adanya peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya (observasi awal).
Adapun yang menjadi data dalam penelitian ini adalah hasil tes akhir siswa. Berdasarkan rekapitulasi nilai tersebut, data disusun dalam bentuk distribusi frekuensi serta menghasilkan rata-rata ̅ = 81,6 dan simpangan baku sebesar = 13,5. Setelah diuji normalitas didapat bahwa data berdistribusi normal. Selanjutnya kemampuan literasi matematika siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh diuji dengan menggunakan uji-t.
Berdasarkan perhitungan hasil tes menggunakan langkah-langkah uji normalitas dan pengujian hipotesis deperoleh bahwa dengan taraf signifikan = 0,05 dan banyak kelas interval k = 5 maka derajat kebebasan, dk = (n – 1) = (20 – 1) = 19, dari nilai tersebut diperoleh , 1,73. Jadi
= 2,18 dan = 1,73 Oleh karena > !"! yaitu 2,18 > 1,73 maka # ditolak dengan demikian # diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Think Pair Share (TPS) dapat mencapai ketuntasan pada materi perbandingan di kelas VII-5 SMP Negeri 18 Banda Aceh.
Berdasarkan tes hasil belajar siswa, dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab soal nomor 1 sebanyak 20 orang siswa (100%), artinya semua siswa paham dan dapat menjawab soal tersebut, kemudian 18 orang siswa (90%) dapat menjawab soal nomor 2 dan 2 siswa yang tidak menjawab soal tersebut, untuk soal nomor 3 siswa yang menjawab soal tersebut yaitu sebanyak 13 orang siswa (65%) dan ada 7 orang yang tidak menjawab sempurna, sedangkan untuk soal nomor 4 ada 14 orang siswa (70%) yang menjawab soal tersebut. Untuk soal nomor 5 banyak siswa yang menjawab yaitu 4 orang siswa (20%) sedangkan siswa yang lain menyelesaikan soal tersebut dengan jawaban yang tidak sempurna. Jadi untuk soal nomor 5 masih dikatagorikan soal yang sukar karena tidak banyak siswa yang bisa menjawab. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa untuk mencari jawaban dari soal perbandingan dalam kehidupan sehari-hari serta menggambarkannya ke dalam bentuk grafik masih rendah.
Berdasarkan pengamat terlihat bahwa kemampuan guru mengelola pembelajaran pada setiap pertemuan adalah benilai baik. Rata-rata aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada pertemuan pertama sebesar 4,01 yaitu berada pada kategori baik. Pada pertemuan kedua sebesar 4 yaitu berada pada kategori baik. Rata-rata pada pertemuan ketiga sebesar 4,53 yaitu berada pada
218 kategori baik. Berarti aktivitas guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Sahre (TPS) berada pada kategori baik sesuai dengan kriteria aktivitas guru yang ditetapkan. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran selama 3 kali pertemuan dinyatakan dalam persentase diperoleh bahwa rata-ratanya dalam beberapa kegiatan yaitu: mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru sebanyak 16,19%, membaca/memahami informasi di LKS sebanyak 17,12%, menyelesaikan soal pada LKS secara mandiri (think) sebanyak 25,34%, saling bertukar ide dalam mengidentifikasi masalah di LKS (pair) sebanyak 25,92%, mendiskusikan hasil diskusi pasangan secara klasikal (share) sebanyak 6,59%, Merangkum materi pembelajaran sebanyak 5,07%, dan perilaku yang tidak sesuai dengan KBM (seperti: melamun, berjalan-jalan diluar kelompok belajarnya, membaca buku lain/ mengerjakan tugas mata pelajaran lain dengan teman-temat lain) sebanyak 3,7%.
Berdasarkan angket respon siswa yang diisi oleh 20 orang siswa setelah mengikuti pembelajaran untuk materi perbandingan dengan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). Maka diperoleh hasil 91% siswa senang terhadap komponen pembelajaran, 83 % siswa berpendapat bahwa komponen pembelajarannya baru, 95% siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran berikutnya dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), 83% siswa memahami dengan jelas bahasa yang digunakan pada LKS dan tes hasil belajar, 90% siswa tertarik pada penampilan tulisan yang digunakan dalam berbagai aspek yang direspon, 95% siswa senang tehadap komponen mengajar guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) adalah positif untuk setiap aspek yang direspon.
5. Pembahasan
Hasil belajar siswa pada penelitian ini dilihat dari hasil tes yang diberikan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Tes berbentuk essay yang berjumlah lima soal, hasil belajar yang diharapkan adalah siswa dapat menyelesaikan soal-soal perbandingan. Pada tahap berpikir (think) siswa sudah dapat beradaptasi dengan model pembelajaran, sehingga pada tahap ini siswa sudah mampu berfikir individu dalam menyelesaikan LKS. Pada tahap berpasangan (Pair) siswa sudah saling berdiskusi dan bekerjasama dengan pasangannya, siswa yang kurang memahami masalah yang diberikan juga akan menjadi lebih paham setelah berdiskusi dengan kelompok atau pasangannya. Sedangkan pada tahap berbagi (Share) banyak pasangan yang berani mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas kepada teman-teman yang lainnya. Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan ada peningkatan kemampuan literasi matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) pada materi perbandingan. Johar (2011) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan masalah, misalnya jika siswa frustasi atau bingung menemukan strategi pemecahan masalah guru bisa memberikan kata-kata motivasi, seperti ‘coba dulu, kamu pasti bisa’, ‘ayo tetap semangat’, ‘ibu yakin kamu mampu menjawabnya’, ‘kamu boleh menggambar, membuat tabel, atau mencoba-coba’.
Hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran telah menunjukkan kategori baik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan guru telah mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan sebaik mungkin terhadap hal-hal yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran dan sikap antusias siswa untuk mengikuti pelajaran sangat tinggi. Guru membimbing dan mengarahkan siswa dalam berdiskusi, setiap anggota kelompok bersaing untuk menjadi yang terbaik. Hal ini sesuai dengan pendapat Johar (2006:32) mengemukakan bahwa: “ pembelajaran kooperatif dapat memotivasi siswa untuk berinteraksi. Belajar dari teman ke teman lainnya dapat memperkecil rasa takut dan lebih santai”.
Pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada materi perbandingan secara umum sudah termasuk katagori aktif. Hal ini diakibatkan karena dapat Adanya perbedaan aktivitas belajar siswa pada penelitian ini sesuai dengan kelebihan model pembelajaran TPS yaitu sebagai berikut: 1) Siswa secara mandiri dapat berpikir atau memecahkan masalah dengan tenang, kemudian berpasangan dan berbagi
219 pemikiran atau solusinya; 2) Setiap siswa disiapkan untuk bekerja dengan pasangan, mengumpulkan gagasan, dan berbagi pemikiran atau solusi mereka dengan seluruh rekan; 3) Meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa karena mereka memiliki waktu yang cukup untuk mendiskusikan ide-ide mereka satu sama lain. Jadi bisa disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS bisa meningkatkan aktifitas belajar. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh hertika (2012) mengatakan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share siswa dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal sehingga aktivitas belajar siswa meningkat.
Respon siswa dikatakan positif jika jawaban siswa terhadap pertanyaan positif untuk setiap aspek yang direspon pada setiap komponen pembelajaran diperoleh persentase ≥ 80%. Sedangkan pada persentase respon siswa diatas rata-rata mencapai ≥ 80%, maka respon siswa dikatakan positif. Berdasarkan hasil analisis data diatas, ketuntasan hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh kemampuan guru yang baik dalam mengelola pembelajaran, ini juga dilihat dari aktivitas siswa selama pembelajaran adalah aktif dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) juga positif. Peneliti mengalami beberapa kendala dalam melaksanakan penelitian ini diantanya yaitu siswa belum bisa bekerja sama secara optimal dengan teman sebangkunya, sehingga ada beberapa siswa masih ada yang senang belajar secara individu. Selain itu, siswa juga belum berani untuk mengemukakan pendapatnya di depan teman-teman dan guru. Peneliti mengatasi hal ini dengan pemberian penghargaan kepada kelompok terbaik dan kekompakan selama pembelajaran. Penghargaan yang diberikan berupa nilai.
6. Simpulan dan Saran
Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi perbandingan kelas VII SMP Negeri 18 Banda Aceh, kemampuan guru mengelola pembelajaran sudah menunjukkan kriteria terampil, semua aspek mencapai kriteria baik dengan perolehan rata-rata 4 sampai 4,53, aktivitas siswa pada proses pembelajaran sudah berada pada kategori aktif dan respon siswa terhadap model pembelajaran Think Pair Share (TPS) menunjukkan respon yang positif. Hal ini terlihat dari persentase yang diperoleh untuk tiap aspek ≥ 80%.
Saat pemberian tindakan pada pertemuan I beberapa anggota kelompok tidak ikut aktif dalam diskusi, siswa yang berkemampuan tinggi lebih aktif dalam kerja kelompok. Sehingga peneliti menyarankan agar calon peneliti mengatur tempat duduk masing–masing pasangan saling berhadapan sehingga terjadi komunikasi yang baik antar siswa. Prestasi hasil belajar dan pemberian penghargaan yang diberikan oleh guru kepada siswa dapat mengacu siswa untuk selalu belajar dengan giat dan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
7. Daftar Pustaka
Agustina dkk. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Materi Fungsi Kelas VIII E SMP Negeri 2 Malang. Jurnal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.Universitas Negeri Malang
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Johar, Rahmah dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala. Johar, Rahmah dkk. 2012. Domain Soal PISA untuk Literasi Matematika. Jurnal Peluang. Volume
1, Nomor 1, Oktober 2012, ISSN: 2302-5158.
Kismanto. 2010. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan
220
Bangun Ruang Pada Kelas X – 3 Semester Genap Tahun Pelajaran 2007/2008 Sma Negeri 6 Surakarta. Jurnal.
Mufidah, dkk. 2013.”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS untuk Meningkakan Aktivitas Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Matriks”. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo. Vol. 1, No. 1, April 2013 ISSN: 2337-8166.
Mukhlis, 2005. Pembelajaran Matematika Realistik untuk Materi Pokok Perbandingan di Kelas VII SMPN 1 Pailangga (Tesis). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya
Rusman, 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2010.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito Bandung.