• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh model pembelajaran realistic mathematic

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh model pembelajaran realistic mathematic"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION BERBASIS MULTIDISIPLIN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MATERI FUNGSI DI SMK KELAS XI

AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN 1 SMKN 5 JEMBER

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tabiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Matematika

Oleh :

M. Iqbal Maulana Halisna NIM : T20197056

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA

MARET 2023

(2)

ii

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION BERBASIS MULTIDISIPLIN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MATERI FUNGSI DI SMK KELAS XI

AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN 1 SMKN 5 JEMBER

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah saru persyaratan

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tabiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Matematika

Oleh:

M. Iqbal Maulana Halisna Nim: T20197056

Disetujui Pembimbing

Mohammad Mukhlis, S.Pd., M.Pd NIDN.2003019102

(3)

iii

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION BERBASIS MULTIDISIPLIN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MATERI FUNGSI DI SMK KELAS XI

AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN 1 SMKN 5 JEMBER

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah Satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Matematika

Hari : Senin

Tanggal : 27 Februari 2023

Tim Penguji

Ketua Sekretaris

Dr. Mohammad Zaini, M.Pd.I Anas Ma’ruf Annizar, M.Pd NIDN. 2007058001 NIP. 199402162019031006

Anggota:

1. Dr. Arif Djunaidi, M.Pd ( )

2. Mohammad Mukhlis, M. Pd ( )

Menyetujui,

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd NIP. 196405111999032001

(4)

iv MOTTO



















































Artinya: Bacalah dengan(menyebut) nama tuhan mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara qalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-„Alaq: 1-5)

(5)

v

PERSEMBAHAN

1. Keluarga ku tercinta, Muklis Teguh Santosa & Nahriyah serta Noura Isabel Azizah Halisna yang telah memberikan kasih sayang, doa, dukungan serta motivasi baik secara moral dan materiil untuk selalu terikat dengan hukum syara‟ dan menjadi orang yang bahagia di dunia maupun akhirat.

2. Teman temanku kelas MTK 2‟19 yang senantiasa selalu membantu dan memberikan semangat dalam proses perkuliahan.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Segenap puji syukur penulis sampaikan kepada Allah karena berkat rahmat dan karunia-Nya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana, dapat terselesaikan dengan lancar.

Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah menerima penulis sebagai mahasiswa UIN Kiai Haji Achmas Siddiq Jember.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni‟ah M. Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah menjadi bagian dari keluarga Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

3. Dr. Indah Wahyuni, M. Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains yang telah memberikan jalan bagi saya agar saya mempu menyusun skripsi ini 4. Bapak Fikri Apriyono, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Tadris

Matematika yang telah memberikan motivasi bagi saya sehingga semangat belajar di keliarga besar Tadris ,Matematika

5. Bapak Mohammad Mukhlis M. Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membantu serta membimbing saya dengan sabar dan tekun dalam menyusun skripsi.

(7)

vii

6. Bapak / Ibu dosen yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga saya mampu membuat sekaligus menerbitkan karya saya yang pertama kali

7. Dra. Hj. Kumudawati, M. Pd selaku Kepala Sekolah SMKN 5 Jember yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian di SMKN 5 Jember

Akhirnya, semoga segala amal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada penulis mendapat balasan yang baik dari Allah.

Jember, 17 Februari 2023

M. Iqbal Maulana Halisna

(8)

viii ABSTRAK

Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education Berbasis Multidisiplin terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa Materi Fungsi kelas XI Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian 1 SMKN 5 Jember.

Kata kunci : model pembelajaran, multidisiplin, kemampuan literasi matematika Kegiatan proses belajar mengajar dapat diterapkan dengan bermacam macam model pembelajaran. Setiap model pembelajaran mempunyai pengaruh tersendiri terhadap macam-macam kemampuan siswa. Salah satunya memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Sehingga kemampuan literasi matematika siswa dapat dipengaruhi model pembelajaran, salah satunya model pembelajaran RME berbasis multidisiplin. Dimana siswa memanfaatkan 2 atau lebih disiplin ilmu untuk menyelesaikan masalah..

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah Adakah pengaruh model pembelajaran RME berbasis multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa?, dan bagaimana emampuan literasi matematika siswa setelah dilakukan model pembelajaran RME Berbasis multidisiplin ?. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RME berbasis multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa, dan hasil kemampuan literasi matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran

Penelitian ini merupakan penelitian mix methode, untuk penelitian kuantitatif teknik pengumpulan data nya menggunakan pre-test dan post-test kemudian kelas yang terpilih dilakukan uji normalitas jika data terbukti normal dilakukan uji paired sample T-test untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelejaran RME berbasis multidisiplin. Untuk penelitian kualitatif siswa digolongkan menjadi 3 kategori yakni kemampuan literasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan datanya menggunakan proses wawancara untuk mengetahui masing-masing dari tiap tingkatan.

Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa 1) Model pembelajaran RME berbasis multidisiplin mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari a) selisih nilai mean sebesar 28.94444, b) besarnya nilai Std. Deviation. 22.88848 menunjukkan besarnya simpangan dari nilai rata-rata, c) nilai sig (2-tailed) < 0.05 yang menjadi bukti bahwa ada pengaruh yang signifikan. 2) siswa berkemampuan literasi matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator yang sudah disediakan oleh peneliti, siswa berkemampuan literasi matematis sedang mampu mengerjakan semua soal dan memenuhi semua indikator namun kurang nya dalam penerapan rumus yang menjadi poin minus, siswa kemampuan literasi matematis rendah kurang bisa memahami rumus dan pastinya tidak mampu memenuhi indikator yang sudah disediakan oleh peneliti.

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

MOTTO ...iv

KATA PENGANTAR ...vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ...ix

DAFTAR TABEL ...xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Ruang Lingkup ... 6

F. Definisi Oprasional ... 7

G. Asumsi Penelitian... 8

H. Hipotesis ... 8

I. Sistematika Pembahasan ... 8

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 10

A. Penelitian Terdahulu ... 10

B. Kajian Teori ... 12

BAB III METODE PENELITIAN ... 20

A. Pendekatan dan jenis penelitian ... 20

B. Lokasi Penelitian ... 21

C. Subjek Penelitian ... 21

D. Teknik Pengumpulan data ... 22

E. Instrumen Penelitian ... 23

F. Analisis Data ... 27

(10)

x

G. Keabsahan Data ... 28

H. Tahap Penelitian ... 28

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

A. Gambar Obyek Penelitian ... 32

B. Penyajian Data ... 32

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 64

BAB V PENUTUP ... 78

A. Kesimpulan ... 78

B. Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 79

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Indikator Variabel Penelitian ... 7

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 11

Tabel 2.2 Study Komparasi ... 15

Tabel 2.3 Tabel Kemampuan Literasi Matematika ... 15

Tabel 4.1 Hasil Uji normalitas kelas XI AHP 1 ... 33

Tabel 4.2 Hasil Pre-test Kelas XI AHP 1 ... 33

Tabel 4.3 Hasil Post-test Kelas XI AHP 1 ... 34

Tabel 4.4 Hasil Data Nilai Pre test Kelas XI AHP 1 ... 34

Tabel 4.5 Hasil Data Nilai Post test Kelas XI AHP 1 ... 35

Tabel 4.6 deskriptif statistic Dari Data Yang Di Peroleh... 36

Tabel 4.7 Pengukuran Kemampuan sisa SMKN 5 Jember ... 36

Tabel 4.8 Hasil Paired T-test ... 37

Tabel 4.9 Hasil Ringkasan Anlysis S1 ... 48

Tabel 4.10 Hasil Ringkasan Analysis S2 ... 55

Tabel 4.11 Hasil Ringkasan Analysis S3 ... 63

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Bagan Proses Penelitian……….. 31

Gambar 4.1 Diagram Hasil Pre-test ... 35

Gambar 4.2 Diagram Pie Hasil Post-test... 35

Gambar 4.3 Hasil Pemecahan S1 Pada Soal 1 ... 39

Gambar 4.4 Hasil Pemecahan S1 Pada Soal 2 ... 41

Gambar 4.5 Hasil Pemecahan S1 Pada Soal 3 ... 45

Gambar 4.5 Hasil Pemecahan S2 Pada Soal 1 ... 48

Gambar 4.6 Hasil Pemechan S2 Pada Soal 2 ... 50

Gambar 4.7 Hasil Pemecahan S2 Pada Soal 3 ... 53

Gambar 4.8 Hasil Pemecahan S3 Pada Soal 1 ... 56

Gambar 4.9 Hasil Pemecahan S3 Pada Soal 2 ... 58

Gambar 4.10 Hasil Pemecahan S3 Pada Soal 3 ... 61

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Matrik Penelitian ...84

Lampiran 2 Papan wawancara ...85

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...86

Lampiran 4 Materi Pembelajaran ...90

Lampiran 5 Soal tes dan kunci jawaban ...91

Lampiran 6 Nilai Hasil Kerja siswa ...95

Lampiran 7 Hasil wawancara S1...97

Lampiran 8 Hasil wawancara S2...99

Lampiran 9 Hasil wawancara S3...101

Lampiran 10 Lembar Kerja S1 ...102

Lampiran 11 Lembar Kerja S2 ...104

Lampiran 12 Lembar Kerja S3 ...106

Lampiran 13 Foto Dokumentasi...107

Lampiran 14 Surat Izin Penelitian...108

Lampiran 15 Surat Selesai Penelitian ...109

Lampiran 16 Jurnal Kegiatan ...110

Lampiran 17 Biodata Penulis ...112

Lampiran 18 Validasi Dosen 1 ...113

Lampiran 19 Validasi Dosen 2 ...115

Lampiran 20 Validasi Guru Matematika...117

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perkembangan di era industri saat ini menyebabkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Perkembangan juga terjadi dalam dunia pendidikan. Pendidikan diperlukan oleh manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pendidikan adalah upaya manusia untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya melalui prosedur belajar mengajar. Menurut Faradina & Mukhlis, (2020) pendidikan merupakan proses mengembangkan kecakapan individu dalam bermasyarakat. Dengan adanya sistem pendidikan yang baik, diharapkan akan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Masrurotullaily et al., 2013). Pendidikan juga didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana yang dilakukan secara sistematis untuk mempersiapkan sekaligus mengembangkan potensi-potensi untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan dating. Pendidikan tidak hanya tentang menuntun siswa kepada materi tertentu, bimbingan serta latihan juga diajarkan dalam dunia pendidikan. Maka dari itu masalah pendidikan perlu mendapat perhatian dan solusi yang baik untuk permasalahan kualitas atau kuantitasnya.

Pendidikan diselenggarakan di salah satu lembaga (sekolah), maka dari itu sekolah menjadi suatu perantara demi mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan menurut Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan usaha yang sudah direncanakandan dilaksanakan secara sadar

(15)

2

dengan tujuan membangun suasana belajar mengajar agar siswa bisa aktif dalam mengembangkan potensi untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlakul mulai, serta kreativitas yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan tersebut mampu diraih melewati pendidikan, salah satunya melalui pembelajaran matematika, karena matematika memiliki kaitan erat dengan aktivitas sehari- hari baik saat ini maupun mendatang.

Matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan lainnya sebab setiap cabang ilmu memerlukan perhitungan (Annizar et al., 2018). Matematika dinilai sebagai sarana berpikir ilmiah dalam mengembangkan ilmu dan teknologi.Menurut Ardiyanti & Farihah, (2019) matematika merupakan ilmu universal dan mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memajukan daya piker serta analisa manusia. Peserta didik dalam pembelajaran matematika tidak hanya dituntut untuk mempunyai skil menghitung saja, namun kemampuan menalar yang logis dan kritis untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini sejalan dengan pendapat Hera, (2015) bahwa matematika bukan hanya diberikan soal rutin untuk latihan, tetapi juga permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari- hari. Sehingga hal ini disebut dengan literasi matematika.

Litersi matematika merupakan skil seseorang untuk menguraikan, memakai, dan mengartikan matematika dalam berbagai konteks. Literasi matematika menuntut siswa untuk memiliki skil menalar dan memecahkan masalah yang menekan pada bermacam masalah dan kondisi dalam aktivitas

(16)

sehari-hari. Dalam hal ini, matematika digunakan sebagai bahasa semua ilmu untuk menciptakan hal baru(Annizar et al., 2020). Menurut penelitian Saraseila, (2020) disebutkan bahwa rendahnya kemampuan literasi matematika siswa karena kurangnya pembiasaan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan soal litersi matematika. Hal ini sesuai dengan penelitian Hartatina, & Joemsittiprasert, (2019) bahwa faktor rendahnya kemampuan literasi matematika diantarannya siswa berasumsi bahwa belajar matematika sangat sulit dipahami, kurang keberagaman model, strategi, metode pembelajaran, kurang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kemampuan literasi dalam pembelajaran matematika dapat dikatakan sebagai standar yang harus dikuasai siswa untuk menumbuhkan keterampilan matematika.

Kegiatan sehari hari mempunyai kaitan erat dengan kemampuan literasi matematis siswa (Sari, 2015). Dengan meningkatkan kemampuan literasi matematis mampu meningkatkan SDM (Masjaya & Wardono, 2018).

Untuk memahami kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari dapat dibantu dengan kemampuan literasi matematis. Kemampuan literasi matematis juga menekankan pada skil siswa untuk menganalisa, memberi alasan serta menyampaikan ide secara efektif pada penyelesaian matematis yang mereka temui (OECD, 2009).

Kemampuan literasi matematika siswa dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang akan dibawakan oleh guru kepada siswa. Model pembelajaran mampu mempengaruhi kemampuan literasi matematis siswa

(17)

4

(Freeman-Green et al., 2015). Dapat dikatakan bahwa model pembelajaran memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematis siswa.

Peneliti memiliki asumsi bahwa model pembelajaran memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa, termasuk model pembelajaran Multidisiplin. Menurut Rosdiana, (2015) Multidisiplin adalah pendekatan yang berfokus terhadap beberapa sudut pandang disiplin yang relevan. Penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan 2 disiplin akademik secara bersama sama disebut multidisiplin.

Jika diartikan secara terpisah maka multi ( 2 atau lebih), disiplin (aturan).

Karena peneliti sebelumnya hanya memanfaatkan satu disiplin untuk melaksanakan penelitian, disini peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan menggunakan 2 disiplin ilmu.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan pak Totok selaku guru mapel matematika terdapat kurang menarik nya pelajaran matematika di akibatkan siswa lebih tertarik dengan praktek keseharian mereka, dengan memanfaatkan model pembelajaran RME berbasis multi disiplin mampu menraik perhatian siswa untuk tertarik mempelajari matematika dengan cara yang berbeda maka dari itu peneliti tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Model Pembelajaran RME Berbasis Multidisiplin terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa Materi Fungsi di Kelas XI AHP 1 SMKN5 Jember”.

(18)

B. Rumusan Masalah

1. Adakah pengaruh model pembelajaran RME berbasis multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa ?

2. Bagaimana kemampuan literasi matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaram RME berbasis multidisiplin ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RME berbasis multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa.

2. Untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaram RME berbasis multidisiplin.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat bagi guru :

a. Dengan adanya penelitian ini guru diharapkan mempunyai variasi baru untuk mempengaruhi kemampuan literasi matematika siswa.

b. Mampu menjadi informasi terbaru tentang model pembelajaran multidisiplin.

2. Manfaat bagi peneliti :

a. Membantu peneliti untuk memenuhi tugas kuliah & mendapatkan wawasan yang baru.

3. Manfaat bagi sekolah :

a. Hasil penelitian ini bisa menjadi refrensi tambahan untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.

(19)

6

E. Ruang Lingkup 1. Variabel Penelitian

a. Variabel bebas

Variabel yang mempunyai pengaruh atau menjadi alasan terjadinya perubahan atau muncul nya variabel. Menurut judul yang diangkat peneliti yang menjadi variabel bebas adalah Model pembelajaran multidisiplin. Dengan alasan peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran ini terhadap kemampuan literasi matematika siswa.

b. Variabel terikat

variabel yang di pengaruhi atau menjadi akibat adanya variabel bebas disebut variabel terikat. Yang menjadi variabel terikat disini adalah kemampuan literasi, dengan alasan judul yang diangkat peneliti disini adalah pengaruh model pembelajaran multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa, maka sudah pasti variabel yang akan dipengaruhi disini adalah kemampuan literasi matematika siswa.

2. Indikator Variabel

Jika variabel penelitian sudah dipenuhi, dilanjutkan dengan mengutarakan indikator variabel yang merupakan rujukan empiris dari variabel yang diteliti. Dari variabel penelitian diatas, maka diperoleh indikator sebagai berikut :

(20)

Tabel 1.1

Indikator Variabel Penelitian

No Variabel Indikator

1 Kemampuan Literasi Matematika

Merumuskan menafsirkan menerapkan F. Definisi Oprasional

1. Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah rancangan pembelajaran yang disusun oleh guru untuk mencapai indikator pembelajaran.

2. Multi Disiplin

Multidisiplin adalah sarana penyeesaian masalah tertentu dengan melibatkan minimal 2 disiplin akademik secara bersama sama, melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Jika diartikan secara terpisah maka multi ( 2 atau lebih), disiplin (aturan).

3. Kemampuan literasi matematis

Kemampuan literasi matematika siswa adalah keahlian individu untuk menafsirkan, menerapkan serta merumuskan matematika dalam berbagai konteks.

4. Pengaruh

daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.

(21)

8

5. Model Pembelajaran RME

salah satu alternatif pembelajaran yang menuntut siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan kemampuannya sendiri melalui aktivitas yang dilakukannya dalam kegiatan pembelajaran.

G. Asumsi Penelitian

Adapun asumsi yang dimiliki oleh peneliti adalah

1. Perbedaan jumlah disiplin ilmu yang diterapkan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan literasi matematika siswa.

2. Model pembelajaran memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa.

H. Hipotesis

1. Model pembelajaran Multi disiplin memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa.

I. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berfungsi sebagai sarana untuk memberikan gambaran secara keseluruhan antara bab 1 dengan bab lainnya. Agar lebih jelas akan ada gambaran dari awal hingga akhir:

BAB I : Pendahuluan yang berisikan masalah yang nantinya akan diselesaikan oleh peneliti. Pada bab ini peneliti memberikan gambaran secara umum mengenai pembahasan penelitian.

BAB II : Pada bab ini berisikan kajian teori yang memuat pandangan secara umum pengaruh model pembelajaran multi disiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa disertai sub bab pembahasan yang

(22)

terkait. Bab ini berfungsi sebagai landasan teori pada bab selanjutnya guna menganalisis data yang didapatkan dari penelitian.

BAB III : Prosedur serta metode yang digunakan peneliti dituliskan di bab ini, yang berisikan tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi yang akan diteliti dengan pertimbangan, teknik untuk mengumpulkan data, cara analisis data, dan tahap penelitian.

BAB IV : Hasil yang didapat peneliti dengsn menerapkan proses penelitiasn ysng sudah disiapkan sebelumnya pada BAB III sekaligus membahas hasil temuan.

BAB V : Kesimpulan hasil yang didapatkan oleh peneliti dan saran saran peneliti terhadap hasil penelitiannya.

(23)

10 BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah di publikasikan atau belum dipublikasikan (skripsi, tesis, desertasi, artikel jurnal ilmiah, dan sebagainya) . Berikut beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini yang telah dilakukan sebelumnya, penelitian tersebut antara lain :

Sugianto et al., (2022) yang berjudul “Pengaruh metode pembelajaran discovery menggunakan E-learning terhadap kemampuan literasi matematis Mts” menghasilkan Literasi matematika erat kaitannya dengan pemecahan masalah. Permasalahan yang khususnya dihadapi pada abad XXI di era disrupsi ini yaitu persaingan global-ekonomi yang mengalami perubahan sangat cepat sehingga kemampuan kreativitas haruslah mampu untuk dikembangkan. Kreativitas menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Dikarenakan membahas tentang literasi matematis maka peneliti menjadikan acuan dengan novelti yang sebelumnya menggunakan metode discovery menggunakan E-learning sedangkan peneliti menggunakan model pembelajaran RME.

(Fikri, Arifin, (2022) yang berjudul “Pengaruh penerapan model pembelajaran guided discovery learning berbantuan google classroom terhadap kemampuan literasi matematika siswa” Hasil pada penelitian ini

(24)

terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan Google Classroom. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Guided Discovery.

Karena sama menggunakan model pembelajaran dan sama mengukur kemampuan literasi matematis dengan novelti model pembe;ajaran yang berbeda.

Istiana et al., (2020) yang berjudul “Pengaruh Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa” hasil pada penelitian ini adalah kemampuan literasi matematika siswa

yang diajar menggunakan realistic mathematics education lebih baik dari pada kemampuan literasi matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS. Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian ini, maka dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa.

Tabel 2.1 Penelitian terdahulu

1 2 3

Judul, penulis ,

tahun

Pengaruh metode pembelajaran

discovery

menggunakan E- learning terhadap kemampuan literasi matematis Mts (Sugianto et al., 2022)

Pengaruh penerapan model pembelajaran guided discovery learning berbantuan google classroom terhadap kemampuan literasi matematika siswa ( Fikri, Arifin, 2022)

Pengaruh Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa (Istiana et al., 2020)

Persamaan Sama sama meneliti tentang kemampuan

Memiliki kesamaan meneliti tentang

Memiliki

kesamaan model

(25)

12

literasi matematis menggunakan model pembelajaran

kemampuan literasi matematika siswa

pembelajaran dan meneliti tentang kemampuan literasi matematis siswa

perbedaan

Peneliti sebelumnya menggunakan

metode pembelajaran discovery

menggunakan E- learning sedangkan peneliti

menggunakan model pembelajaran RME untuk mengukur kemampuan literasi matematis

Menggunakan model pembelajaran yang berbeda peneliti terdahulu

menggunakan model guided discovery sedangkan peneliti saat ini menggunama RME

Peneliti terdahulu Membandingkan antara model TPS dengan model pembelajaran RME terhadap kemampuan literasi matematis, sedangkan

peneliti saat ini menggunakan model

pembelajaran RME berbasis multi disiplin B. Kajian Teori

1. Multidisiplin

Stichweh (2002 : 2001) pada history of scientific disiplines mengungkapkan bahwa sebutan disiplin sudah dipakai sejak lahir zaman kuno. Diwariskan dari bahasa latin „discere’ (pembelajaran) yang dimengerti sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang di ajarkan, dan aktivitas dalam ilmu yang diajarkan merupakan bagian dari perguruan tinggi. Beriringan dengan berkembang nya macam-macam disiplin yang ada hingga akhirnya tercipta lah interaksi antar disiplin, yang biasanya dikenal dengan sebutan multidisiplin.

Multidisiplin menurut Rosdiana, (2015) adalah pendekatan yang berfokus terhadap bebrapa sudut pandang disiplin yang relevan.

Pendekatan multidisiplin merupakan perkembangan suatu disiplin yang

(26)

dibantu oleh disiplin lain yang relevan seperti politik, ekonomi, manajemen, hukum, sosial, pendidikan dan sebagainya. Multidisiplin menyarankan tentang menggunakan lebih dari dua disiplin ilmu untuk menganalisis permasalahan yang sama di setiap disiplin.

Multidisiplin memiliki arti dengan menggabungkan beberapa disiplin mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang sama di setiap disiplin. Dalam proses ini terjalin gotong royong antar disiplin untuk menyelesaikan masalah dan hasil nya dapat digabungkan sebagai hasil yang besar. Dengan disatukannya beberapa ahli tersebut dapat menyatukan kesatuan fungsional dari masing-masing disiplin.

Multidisiplin adalah keterlibatan dua disiplin akademik untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Jika diartikan secara terpisah maka multi (2 atau lebih), disiplin (aturan).

2. Kemampuan literasi matematika

Kemampuan literasi matematis memiliki hubungan yang sangat penting dengan kegiatan sehari hari (Sari : 2015). Sumber daya manusia dapat ditingkat kan melalui kemampuan literasi matematis (Masjaya &

Wardono: 2018). Manusia mampu memahami peran atau kegunaan matematika dengan di bantu oleh kemampuan literasi matematis. Di samping kemampuan menganalisa siswa juga ditekankan pada literasi matematis, serta secara efektif mengkomunikasikan ide pada penyelesaian masalah matematis yang mereka hadapi (OECD, 2009). Menurut Ismail, (1998) Literasi yang dalam bahasa Inggrisnya literacy berasal dari kata

(27)

14

bahasa latin “littera” yang diartikan sebagai penguasaan terhadap tulisan dan kesepakatan, selanjutnya istilah literasi lebih diartikan sebagai kemampuan dalam baca tulis yang kemudian menjadi berkembang meliputi proses membaca, menulis, berbicara, mendengar, membayangkan, dan melihat. Sedangkan menurut Indrawati et al., (2019) Kemampuan literasi matematis merupakan kemampuan individu yang mencakup kemampuan merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks yang melibatkan penalaran matematis dan penggunaan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Hal itulah yang mempertemukan ilmu matematika yang didapat dari dalam sekolah dengan bermacam masalah keseharian. Menurut Abdussakir, (2018) tidak hanya prosedur saja yang terlibat dalam literasi matematis, tetapi untuk menerapkan pengetahuannya dalam kegiatan sehari hari dengan menggunakan dasar pengetahuan dan kompetensi serta rasa percaya diri untuk melaksanakannya. Selain itu, matematika merupakan unsur penting bagi kesiapan siswa untuk hidup bermasyarakat dikarenakan matematika adalah media bagi peserta didik untuk menyelesaikan masalah dalam kegiatan sehari-hari (Muzaki, 2017).

(28)

Tabel 2.2 Study Komparasi Draft assessment framework

PISA (2012) Moll (1994) OECD (2014)

Literasi matematika adalah kapasitas individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Ini termasuk penalaran matematis dan menggunakan konsep matematika, prosedur, fakta, dan alat untuk menggambarkan,

menjelaskan, dan

memprediksi fenomena. Ini membantu individu untuk mengenali peran yang dimainkan matematika di dunia dan untuk membuat penilaian dan keputusan yang beralasan yang dibutuhkan oleh warga negara yang konstruktif, terlibat, dan reflektif.

Literasi adalah kemampuan

membaca, menulis, berbicara dan penggunaan bahasa.

Literasi merupakan perkembangan

kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa dan tulisan dalam kegiatan yang lebih luas.

Literasi matematika merupakan kemampuan

pribadi untuk

menyusun,

mengunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks.

Tabel 2.3

Tabel kemampuan literasi matematis siswa

Indikator Sub. Indikator Deskripsi

Merumuskan

Menyusun Rencana Siswa mampu menyusun rencana pemecahan masalah

Memecahkan masalah

Siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari

Menafsirkan

Penalaran secara matematis

Siswa mampu menalar secara matematis untuk pemecahan masalah siswa

Menggambarkan fakta

Siswa mampu menggambarkan fakta di lapangan untuk mengetahui kondisi

Memperkirakan kejadian

Siswa mampu memperkirakan akibat perbuatan yang akan dilakukan nya di lapangan

Menerapkan Menggunakan konsep Siswa mampu menggunakan konsep

(29)

16

Matematika matematika untuk memecahkan masalah setiap hari nya Menggunakan

prosedur

Siswa mampu menerapkan pemecahan masalah dengan memanfaatkan prosedur dengan baiik

dan benar

Jadi dapat disimpulkan menurut penjelasan di atas literasi matematis siswa merupakan keahlian pribadi untuk menafsirkan, memakai serta merumuskan ilmu matematika dalam konteks sehari hari.

Peneliti membuat langkah langkah model pembelajaran berdasarkan seperti penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya oleh (Salamah & Kelana, 2020) yakni:

a. Memahami masalah secara kontekstual.

b. Menjelaskan masalah kontekstual.

c. Menyelesaikan masalah kontekstual.

d. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban.

e. Menyimpulkan.

Dikarenakan peneliti menggunakan model pembelajaran RME berbasis multidisiplin maka terdapat beberapa perubahan langkah yakni a. Siswa diberikan permasalahan yang sama satu kelas.

b. Siswa disuruh untuk menjabarkan setiap variable masalah dan menentukan alur penyelesaian dengan menciptakan rumus.

c. Siswa disuruh untuk menafsirkan rumus yang telah dibuat dengan apa yang diketahui dari soal.

(30)

d. Siswa menerapkan atau mengoperasikan dari operasi yang didapat pada proses sebelumnya.

e. Menyimpulkan.

3. Model Pembelajaran

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran(Istiana et al., 2020). Menurut Modei pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukis kan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar(Wayan, 2018). Dan menurut Falah, (2014) Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial.

Menurut Isjoni, (2012), model pembelajaran merupakan rencana belajar yang di rancang oleh guru untuk menaikkan motivasi belajar siswa untuk berfikir kritis dan memiliki keterampilan sosial demi mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. Isi dalam model pembelajaran sendiri ialah strategi pilihan pendidik demi mencapai indicator tertentu di dalam kelas.

Disamping itu Miftahul Huda menyampaikan pendapat yang lebih

(31)

18

menyeluruh. Definisi model pembelajaran sebagai konsep seluruh alur proses belajar mengajar lengkap dengan bermacam-macam cara dan rangkaian yang menjadikan bagian penting didalam nya. Model pembelajaran secara kompleks terdapat prosedur, cara, dan metode yang berkaitan satu sama lain (Miftahul Huda: 2014). Sehingga perangkat pembelajaran yang menaungi metode, teknik, dan prosedur disebut model pembelajaran. Maka dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran merupakan rencana yang berdasarkan kepada teori dan penelitian yang terdiri atas rasional, langkah-langkah dan perbuatan yang dilaksanakan pendidik dan peserta didik, sistem yang men support proses belajar mengajar dan teknik penilaian perkembangan belajar siswa. Hakikatnya model pembelajaran adalah gambaran seluruh kejadian dalam proses belajar mengajar dari awal, saat proses, hingga akhir proses belajar mengajar.

4. Model Pembelajaran RME

Menurut Megawati, (2014) Ralistic Mathematics Education (RME) merupakan pendekatan yang dapat memberikan pengertian mengenai proses pendidikan matematika sebagai proses menggabungkan pandangan tentang Apa itu matematika, bagaimana murid belajar matematika, dan bagaimana matematika harus diajarkan. Sedangkan menurut Darmawan, (2020) matematika realistik adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika. Yang dimaksud dengan realita yaitu hal-hal yang nyata atau

(32)

kongkret yang dapat diamati atau dipahami peserta didik lewat membayangkan, sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah lingkungan tempat peserta didik berada baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat yang dapat dipahami peserta didik. Dan menurut Susanti, (2015) menghubungkan pengetahuan informal matematika yang diperoleh siswa dari kehidupan sehari-hari dengan konsep formal matematika. Kata “realistik” tidak hanya bermakna keterkaitan dengan fakta atau kenyataan, tetapi realistik juga berarti bahwa permasalahan kontekstual yang dipakai harus bermakna bagi siswa. Dalam RME siswa didorong atau ditantang untuk aktif belajar, bahkan diharapkan dapat mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang diperolehnya (Nasriwandi et al., 2021).

(33)

20 BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan jenis penelitian

Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan metode penelitian mix method diaman penelitian kali ini terdapat 2 jenis penelitian yakni penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Menurut Bryman dan Hanson, Creswell dan Clark (2007) mendefenisikan Mix Methode Research (MMR) sebagai desain penelitian yang beranjak dari asumsi filosofi metode inquiri. Sebagai metodologi, MMR memberikan panduan saat mengumpulkandanmenganalisis data dan pencampuran antara pendekatan keduanya dilakukan pada saat proses penelitian. Sebagai metode, MMR berfokus pada mengumpulkan, menganalisa, dan pencampuran antara data kualitatif dan kuantitatif dilakukan dalam satu atau serangkaian penelitian. Jadi pada intinya, menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan (dikombinasikan) lebih dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap permasalahan penelitian daripada digunakan secara terpisah. Sedangkan Menurut Mc. Millan (2008) dan Brannen, Julia (1997) MMR adalah metode penelitian yang diaplikasikan bila peneliti memiliki pertanyaan yang perlu diuji dari segi outcomes dan prosesnya, serta menyangkut kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Karena berfokus pada outcomes dan proses, maka desain MMR biasa digunakan dalam penelitian evaluasi program. Namun sekarang, MMR sudah sering digunakan untuk ilmu-ilmu sosial, seperti: konseling, psikologi social

(34)

manajemen,danpengorganisasianperilaku. Jadi Mix methode adalah metode yang mengkombinasikan antara 2 metode penelitian kuantitatif dan kualotatif secara bersamaan untuk menemukan hasil.

Untuk memperoleh tujuan penelitian, maka penelitian dilakukan 2 tahap yakni : (1) metode penelitian kuantitatif dan (2) penelitian kualitatif.

Pada bagian kuantitaif yakni pemberian pre test dilanjutkan dengan pemberian model pemberian model pembelajaran RME dan dilanjutkan dengan pemberian post test untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidak nya model pemberlajaran yang diterapkan. Pada bagian kualittaif untuk memperkuat hasil kemampuan literasi matematis siswa yang nantinya akan tergolong mejadi tiga bagian tinggi, sedang , dan rendah.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian kali ini dilaksanakan di SMKN 5 Jember yang berlokasi dini Jl. Brawijaya 55, Darungan, Jubung, Ke. Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Alasan peneliti mengambil dilokasi yaitu waktu Pengenalan Lapangan Pekerjaan peneliti melakukan observasi dengan melakukan wawancara dengan pak totok selaku guru mapel rasa kurang tertarik nya siswa terhadap matematika sehingga peneliti mendapatkan ide untuk melakukan perlakuan model pembelajaran RME berbasis multi disiplin.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian kali ini adalah siswa kelas XI AHP 1. Dalam menentukan subjek peneliti menggunakan teknik purposive sampling, karena subjek dipilih sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti. Untuk

(35)

22

menentukan subjek penelitian peneliti memberikan pre-test kemudian setelah dilaksanakan proses pembelajaran RME berbasis multidisiplin peneliti memberikan post-test untuk mengetahui apakah model pembelajaran memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa . Dari hasil tersebut siswa akan dibagi menjadi 3 kategori yakni tinggi sedang rendah. Kategori tinggi jika siswa mampu memenuhi 3 indikator dalam 3 soal dengan total memenuhi 9 indikator, katregori sedang siswa memnuhi 5 ≤ ≤ 8, dan kategori rendah 0 ≤ ≤ 4

D. Teknik Pengumpulan data 1. Observasi

Observasi dapat diartikan sebagai pengumpulan data yang dilakukan melalui hasil pengamatan di lapangan. Observasi dilakukan dengan mencatat dan mengkaji apa yang terjadi di lapangan dengan tujuan untuk menghasilkan data. Catatan atau data observasi yang diperoleh akan dianalysis lebih lanjut oleh peneliti. Tahap observasi ke 2 yakni menentukantukan tingkatan kemampuan literasi matematis siswa Tinggi, Sedang, dan Rendah. Dan mengambil sampel 1 orang per tingkatan kemampuan literasi matematis siswa.

2. Tes

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui ada atau tidak nya pengaruh model pembelajaran RME terhadap kemampuan Literasi Matematika Siswa.

(36)

3. Wawancara

Wawancara dipakai sebagai teknik pengumpulan data sebagai langkah awal peneliti menemukan permasalaha yang perlu di teliti nantinya, atau juga dapat digunakan untuk mengetrahui responden secara spesifik. Teknik pengumpulan data secaera wawancara ini dapat dilaksanakan dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung oleh peneliti kepada naeasumber.

Pada penelitian kali ini mula-mula dilakukan kepada guru mapel matematika untuk mengetahui berbagai informasi serta kejadian yang ada di lapangan. Wawan cara kedua dilakukan kepada siswa setelah siswa menyelesaikan semua tes untuk memperoleh data yang diperlukan.

4. Dokumentasi

dokumentasi dapat diartikan sebagai data penting tentang peristiwa atau aktivitas yang telah dilewati. Dalam penelitian ini dokumentasi berupa lembar jawaban tes kemampuan literasi matematika siswa yang diperoleh dari subjek penelitian terpilih yang kemudian akan peneliti analisis lebih detail.

E. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Penelitian

a. Peneliti

Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian mix methode, peneliti termasuk dalam instrument penelitian dimana peneliti adalah orang yang menentukan subjek mana saja kah yang akan dilakukan

(37)

24

penelitian serta informan yang diperlukan sebagi sumber data.

pengumpul data, pembuat instrument, penganalisis data yang diperoleh hingga pada akhirnya pelaporan hasil penelitian.

b. Perangkat Pembelajaran

RPP disusun pada penelitian ini untuk melaksanakan proses pembelajaran. RPP yang disusun telah sesuai dengan panduan Kurikulim Merdeka sesuai dengan kurikulum yang diterapkan pada sekolah terpilih. Pada penelitian ini RPP yang dibuat untuk melakukan proses pembelajaran RME berbasis multidisplin, dimana siswa diajarkan menyelesaikan masalah menggunakan 2 atau lebih disiplin ilmu.

c. Pre-test

Tes kemampuan awa yang diberikan berupa 3 soal essay mengenai Fungsi dalam kehidupan sehari – hari. Walaupun tes diberikan sebelum diberi treatment pembelajaran menggunakan model pembelajaran RME berbasis multidisiplin, soal tetap sesuai dengan indikator kemampuan literasi matematis. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan awal kemampuan literasi matematis siswa sebelum diberikan perlakuan.

d. Post-test

Untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa setelah diberikan treatment model pembejaran RME berbasis multidisiplin maka diperlukan tes. Tes ini berupa tes tertulis yaitu dengan 3 soal

(38)

Fungsi yang bentuknya sama seperti tes kemampuan awal hanya saja berbeda pertanyaan. Ketiga soal dibuat oleh peneliti sesuai indikator kemampuan literasi matematis. Soal yang telah dibuat juga di validasikan kepada ahli untuk melihat kelayakan soal yang akan digunakan.

e. Pedoman Wawancara

Agar dapat dilaksanakan wawancara kepada subjek yang telah dipilih, maka diperlukan pedoman wawancara agar wawancara yang dilakukan bisa terlaksana ecara sistematis guna mendapatkan informasi mendalam semaksimal mungkin. Pertanyaan – pertanyaan yang termuat dalam pedoman wawancara ini berguna untuk menjadi tolak ukur selama wawancara berlangsung.

f. Lembar Validasi

Diperlukan validasi kepada ahli untuk mengukur kelayakan instrument yang telah disusun. Lembar validasi memuat pertanyaan – pertanyaan terkait kondisi instrumen penelitian. Pada penelitian kali ini lembar validasi yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, tes kemampuan awal (pretest), tes kemampuan berpikir kreatif dan inovatif (posttest), dan juga lembar validasi untuk pedoman wawancara.

(39)

26

2. Validasi Instrumen a. Validasi isi

Instrumen penelitian yang akan digunakan untuk meneliti haruslah akurat. Pengukuran akurasi dari aspek materi atau isi dimaknai sebagai validitas isi. Dalam pendidikan matematika yang dimaksud dengan validitas isi yaitu berdasar pada ketepatan alat yang dihasilkan oleh indikator. kemampuan yang diukur. Disamping itu, validitas isi juga memperhatikan ketepatan instrumen dan materi yang diujikan sesuai standar kompetensi dasar. Dalam penelitian ini setiap butir soal harus disesuaikan dengan indikator kemampuan literasi matematis.

b. Validasi Konstruk

Sebelum diterapkan, instrumen tes dan non tes yang telah disusun oleh peneliti divalidasikan kepada beberapa kelompok ahli antara lain dosen tadris matematika UIN KHAS Jember dan guru matematika SMA Negeri Ambulu untuk melihat kelayakan instrumen tersebut. Hal itu disebabkan oleh karena sesuatu yang akan diukur dinyatakan valid jika dan hanya jika alat ukur (instrumen) yang dugunakan juga valid. Jika instrumen tes dan non tes belum mencapai kevalidan, maka peneliti akan merevisi, kemudian divalidasikan ulang kepada kelompok ahli sampai dinyatakan valid oleh validator. Berikut adalah nama – nama kelompok ahli yang peneliti minta untuk menjadi validator yaitu:

(40)

No Nama Validator Jabatan

1 Afifah Nur Aini, M.Pd Dosen tadris matematika UIN KHAS Jember

2 Dr. Indah Wahyuni, M. Pd Dosen tadris matematika UIN KHAS Jember

3 Drs. Sunoto, M. M Guru mata pelajaran

matematika SMAN Ambulu Untuk instrumen soal tes dan wawancara bisa dikatakan valid jika dan hanya jika setiap aspek memiliki poin minimal 4 di setiap aspek. Dan RPP bisa dikatakan valid apabila poin relevan jika di rata” poin relevan mendapatkan poin rata” minimal 8 poin.

F. Analisis Data

Analisis data adalah tahap untuk menyusun atau menyajikan data yang telah didapat dari hasil tes, wawancara atau yang lain secara sistematis, sehingga mudah dipahami. Analisis data dilaksanakan dengan mengorganisasikan data, menjelaskan unit-unit data , melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih dan mempelajari yang penting dan menarik konklusi yang mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.

Pada penelitian ini analisis data terbagi kedalam 2 tahap yakni analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Pada tahap pertama analisis data kuantitatif berupa analisis uji hipotesis penelitian untuk menjawab rumusan masalah pertama sedangkan pada tahap kedua analisis data kualitatif yang dilakukan berupa analisis kemampuan literasi matematis tinggi, sedang, rendah.

(41)

28

G. Keabsahan Data

Keabsahan data diperlukan untuk melihat data yang didapat di lapangan valid atau tidak. Pada penelitian ini uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas untuk memperlihatkan kebenaran dari hasil penemuan yang diteliti. Uji kredibilitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi.

Pada penelitian ini peneliti memilih triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas, berarti pneliti memeriksa kembali informasi yang didapat dari subjek terpilih dengan membandingkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif inovatif tertulis dan hasil wawancara subjek.

H. Tahap Penelitian 1. Tahap Persiapan

a. Observasi untuk menemukan permasalahan yang terjadi di lapangan.

b. Membuat rancangan judul dari hasil observasi dengan berbagai sumber.

c. Mengajukan Judul.

d. Merevisi judul.

e. Pembuatan proposal.

f. Merevisi proposal.

g. Konsultasi dengan dosen pembimbing mengenai rancangan penelitian yang dibuat.

h. Menyiapkan perlengkapan penelitian yang terdiri dari RPP dengan model pembelajaran RME berbasis multidisiplin, instrumen pre-test,

(42)

post test, pedoman wawancara, serta lembar validasi, tes kemampuan awal,

i. Melakukan validasi kepada validator terkait RPP, pre-test, post-test, dan pedoman wawancara.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan pada penelitian ini terbagi kedalam beberapa tahap sebagai berikut:

a. Memberikan pre-test.

b. Melakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran RME berbasis multidisiplin.

c. Memberikan post-test.

d. Melevelkan siswa pada kemampuan kemampuan literasi matematis tinggi, sedang , dan rendah.

e. Memilih 3 subjek penelitian dari masing-masing tingkatan.

f. Melaksanakan wawancara terkait hasil pengerjaan berdasarkan tingkatan.

g. Menganalisis hasil wawancara dari setiap tingkatan.

3. Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:

a. Melaksanakan uji kredibilitas yaitu dengan triangulasi data yang telah didapatkan dari hasil penelitian dengan triangulasi teknik.

b. Menganalisis data berupa analisis tingkatan kemampuan literasi matematis siswa.

(43)

30

c. Pada tahapan ini penarikan kesimpulan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membuat kesimpulan dari hasil uji hipotesis dan hasil tes kemampuan literasi matemartis siswa yang memunculkan informasi terkait proses kemampuan berpikir kreatif dan inovatif siswa dalam menyelesaikan soal Fungsi dengan menyusun laporan akhir penelitian.

(44)

Observasi

Menyusun Intrumen

Revisi

Valid ?

Memberikan Instrumen

Kuantitatif Kualitatif

Pre test Perlakuan Post test Observasi Dokumenta

si

Wawancara

Statistik Deskriptif

Data Triangulasi

Analysis Data

Hasil Mulai

Selesai

Gambar 3.1 Bagan proses penelitian

(45)

32 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambar Obyek Penelitian

Tempat lokasi penelitian kali ini berlokasi di SMKN 5 Jember yang berlokasit di Jl. Brawijayta NO. 55, Darungan, Jubung, kec. Sukorambi, Kab.

Jember. SMKN 5 bersama dengan kepala sekolah i Dra. Hj. Kumudiawati, M.

Pd menggunakan kurikulum K13. Kelas yang akan dijadikan penelitian adalah kelas 11 AHP 1 dengan pak Totok Waspramono sebagai wali kelas sekaligus guru mata pelajaran matematika.

B. Penyajian Data 1. Uji Normalitas

Sebelum peneliti melakukan penelitian peneliti berkonsultasi kepada bapak Totok Waspramono selaku guru pelajaran matematika di kelas XI SMKN 5 Jember untuk menentukan kelas mana yang akan dijadikan objek penelitian. Peneliti mendapatkan rekomendasi dari beliau yakni kelas XI AHP 1 untuk dijadikan lokasi penelitian. Beliau merekomendasikan kelas itu dikarenakan siswa nya yang terlihat mumpuni untuk dilakukan penelitian yang sudah disiapkan peneliti. Setelah dilakukan proses uji normalitas ternyata kelas XI AHP 1 dapat dilaksanakan penelitian. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini

(46)

Tabel 4.1

Hasil uji normalitas kelas XI AHP 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 36

Normal Parametersa,b

Mean .0000000

Std.

Deviation

20.36044994

Most Extreme

Differences

Absolute .219 Positive .219 Negative -.142

Kolmogorov-Smirnov Z 1.316

Asymp. Sig. (2-tailed) .063 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Uji Normalitas kali ini menggunakan Uji normalitas Kolmogrov Smirnov. Yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah data data hasil penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Sampel berdistribusi normal jika Sig (2-tailed)> 0,05. Pada tabel diatas menggunakan perhitungan computer dengan program SPSS diketahui nilai signifikasi (sig) > 0,05, maka dapat dikatakan data berdistribusi normal.

Ringkasan hasil tes pre-test dan post-test dapat dilihat melalui ringkasan pada tabel berikut

Tabel 4.2

hasil pre-test kelas XI AHP 1

Statistik Pre Test

Jumlah Siswa Jumlah Soal Jumlah Nilai Rata – Rata Standar Deviasi Nilai Minimum Nilai Maksimum

36 3 1.630 45.2778 16.56263 33 67

(47)

34

Tabel diatas menunjukkan bahwa kelas XI AHP 1 sebelum diberi perlakuan model pembelajaran, data menunjukkan jumlah nilai sebesar1.630, dan rata rata yang didapat 45,2778 dengan standar deviasi 16,56263 . Hasil nilai siswa dapat dilihat pada lampiran 5.

Tabel 4.3

Hasil data nilai post-test kelas XI AHP 1

Statistik Post Test

Jumlah Siswa Jumlah Soal Jumlah Nilai Rata – rata Standar Deviasi Nilai Minimum Nilai Maksimum

36 3 2.672 74.2222 21.25641 33 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa kelas XI AHP 1 setelah diberi perlakuan model pembelajaran, data menunjukkan jumlah nilai sebesar 2.672, dan rata rata yang didapat 74.2222 dengan standar deviasi 21.25641. Hasil nilai post-test dapat dilihat di lampiran 5.

Jika ditinjau dari hasil pekerjaan siswa mampu diketahui pada tabel berikut :

Tabel 4.4

hasil pekerjaan pre-test siswa kelas XI AHP 1 Jumlah soal yang berhasil dikerjakan Banyak siswa

1 23

2 13

3 0

Jumlah Siswa 36

(48)

Gambar 4.1 diagram hasil pre-test

Tabel 4.5 hasil pekerjaan post-test siswa XI AHP 1 Jumlah soal yang berhasil dikerjakan Banyak siswa

1 4

2 20

3 12

Jumlah siswa 36

Gambar 4.2 Diagram pie hasil post test

Setelah terbukti data berdistribusi normal dan bisa dilanjut menggunakan statistik parametrik yaitu uji paired sample T test untuk melakukan analysis penelitian.

2. Paired Sample T test

Uji Paired Sample Test adalah pengujian yang digunakan untuk membandingkan selisih 2 sampel yang berpasangan dengan asumsi data berdistribusi normal. Sampel berpasangan berasal dari dari Subjek yang

64%

36%

0%

Bayak soal yang pre test bisa diselesaikan

1 soal 2 soal 3soal

11%

56%

33%

banyak soal post test yang bisa diselesaikan

1 soal 2 soal 3 soal

(49)

36

sama setiap variable diambil saat situasi dan keadaan yang berbeda. Hasil Paired Sampel T-Test dapat dilihat poada tabel 4.4, dan 4.6.

Tabel 4.6 deskriptif statistik dari data yang diperoleh Paired Samples Statistics

Mean N Std.

Deviation

Std. Error Mean Pair 1

prete st

45.2778 36 16.56263 2.76044

postt est

74.2222 36 21.25641 3.54273

Tabel diatas merupakan tabel paired statistic yang berisikan deskriptif statistik dari 2 data yang dikelola. Dengan melihat tabel diatas kita dapat melihat adanya perubahan dari siswa sebelum dan sudah diberikan model perlakuan. Nilai mean post-test (74.2222) > pre-test (45.2778) dapat dikatakan bahwa perlakuan model pembelajaran RME berbasis multi disiplin itu efektif. Untuk mengetahui sangat efektif tidak nya disini peneliti mengacu pada tolak ukur kemampuan yang diterapkan di SMKN 5 Jember. Dikarenakan di SMKN 5 Jember menggunakan kurikulum merdeka belajar jadi tidak berpacu dengan KKM namun ada ukuran sendiri yang ditetapkan yakni

Tabel 4.7 pengukuran kemampuan sisa SMKN 5 Jember

Nilai Kriteria

0 < x < 70 Perlu dampingan

70 ≤ x < 75 Cukup mampu

75 ≤ x < 85 Mampu

85 ≤ x < 100 Sangat mampu

(50)

Dari hasil rata – rata sebelum nya (pre test) 45.2778 menjadi (post test)74.2222 terbukti bahwa model pembelajaran efektif ditinjau dari tolak ukur SMKN 5 yang awalnya (Mean pre test) hanya mampu menjadi kategori perlu dampingan menjadi (Mean post test) Cukup mampu. Hal itu mampu membuktikan bahwa model pembelajaran RME berbasis multi disiplin merupakan model pembelajaran efektif.

Tabel 4.8 Hasil Paired Sampel T-Test.

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig.

(2- tailed) Mean Std.

Deviatio n

Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pair 1

pretest - posttest

- 28.9444 4

22.8884 8

3.81475 -36.68879 -21.20010 - 7.588

35 .000

Tabel diatas membuktikan bahwa ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran. Dari tabel diatas peneliti mampu memberikan komentar bahwa model pembelajaran RME berbasis multidisiplin memiliki pengaruh yang signifikan hal ini bisa terjadi karena :

a. Selisih nilai Mean. Seperti yang diketahui pada tabel diatas pada kolom mean yang berisikan -28.94444 itu adalah hasil dari nilai pre- test – post-test. Untuk mengetahui selisih nilai mean pre test dan post test perlu dilakukan pengurangan antara nilai post-test - pre test. Pada tabel diatas karena itu terbalik pre-test – post-test maka hasil selisih nilai mean post-test dan pre-test adalah 28.94444

(51)

38

b. Besar nya nilai Std. Deviation. Pada tabel 4.6 diketahui nilai std.

Deviation sebesar 22.88848 menunjukkan besarnya simpangan dari nilai rata-rata. Dari angka tersebut terbukti bahwa ada perubahan yang besar.

c. Nilai sig(2-tailed) < 0,05. Untuk mengetahui sig / tidak nya pengaruh model pembelajaran ditinjau dari nilai sig(2-tailed). Jika nilai sig(2- tailed) < 0, 05 maka dapat dipastikan bahwa model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh yang signifikan. Dari tabel diatas diketahui nilai sig(2-tailed) sebesar 0.00 <0,05 maka model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh signifikan.

Dari hasil penelitian diatas terbukti bahwa model pembelajaran RME berbasis multi disiplin terbilang efektif ditinjau dari naiknya satu grade rata – rata siswa yang awal nya dalam kategori perlu dampingan me jadi kategori cukup mampu. Pembelajaran RME berbasis multidisiplin terbukti memiliki pengaruh yag signifikan ditinjau dari selisih nilai mean, besarnya nilai Std. Deviation, dan Nilai sig(2-tailed) < 0,05. Setelah diketahui beberapa fakta tersebut penelitian dilanjutkan dengan menganalysis jawaban siswa untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa. Dan membaginya menjadi 3 kategori yakni tinggi, sedang, dan rendah.

(52)

a. Subjek S1 kemampuan literasi matematis tinggi

Gambar 4.3 Hasil pemecahan S1 pada soal 1

Berdasarkan gambar tersebut menunjukkan bahwa S1 mampu menentukan rumus ( ) ( ) untuk menyelesaikan masalah dalam soal. S1 mengetahui yang ditanyakan yaitu berapa gaji yang didapat oleh pekerja pabrik. Dan diketahui juga gaji pekerja pabrik berasal dari gaji bersih selama sebulan dan mendapat bonus 5% dari hasil pendapatan pabrik. Maka S1 mengetahui untuk menentukan gaji pekerja pabrik tersebut didapat dari hasil gaji bersih + 5% hasil pendapatan pabrik. Jadi S1 mendapatkan rumus (Gaji pekerja pabrik = Gaji bersih (y) dalam setahun + 5% hasil pendapatan pabrik(x).

Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1= saya mencari pertanyaan terlebih dahulu dan mencari alur pendapatan gaji pekerja didapat dari mana. Setelah mengetahui pendapatan pabrik dari hasil gaji bersih + 5% hasil pendapatan pabrik, saya melambangkan abjad pada unsur untuk mendapatkan rumus. Hasil pendapatan ( )= Gaji bersih (y) + hasil pendapatan pabrik (x). Dengan pernyataan tersebut S1 menerapkan

(53)

40

seperti saat proses pembelajaran dan mendapatkan rumus ( ) ( ).

Setelah didapatkan rumus ( ) ( ) dimana y melambangkan hasil gaji bersih pekerja pabrik perbulan dan x melambangkan banyak hasil pendapatan pabrik. Diketahui gaji bersih pekerja Rp.1.000.000, dan hasil pendapatan pabrik pada bulan itu sebesar Rp. 50.000.000, disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) ( ). Pernyataan tersebut sesuai dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1 = S1 menuliskan yang diketahui hasil gaji bersih perbulan Rp. 1.000.000, dan hasil pendapatan pabrik bulan itu Rp. 2.500.000. S1 mensubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) ( ). Dengan hasil tersebut, S1 mampu menafsirkan rumus dengan apa yang diketahui secara jelas seperti saat perlakuan model pembelajaran. Setelah melakukan penafsiran S1 mensubstitusikan dan menghasilkan operasi ( ) ( ).

Tahap selanjutnya dengan mengoperasikan ( ) ( ). Pengoperasian dimulai dari 5% hasil pendsapstan pabrik di substitusikan terhadap operasi sebelumnya ( ) menjadi ( ) Jadi gaji pekerja pabrik pada bulan itu 3.500.000.

(54)

Hasil tersebut diperkuat dengan pernyataan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1 setelah saya mendapatkan operasi ( ) ( ) Pengoperasiandimulai dari menentukan 5% hasil pendapatan terlebih dahulu ( ) mendapatkan hasil 2.500.000 dan dijumlahkan dengan gaji bersih 1.000.000 mendapatkan hasil 3.500.000. Jadi gaji yang diterima pekerja pabrik tersebut adalah 3.500.000. Setelah mendapatkan operasi ( ) ( ) S3 mengoperasikan dari perkalian 5% dari 50.000.000 berlanjut dengan menjumlah kan hasil tersebut dengan gaji bersih menghasilkan 3.500.000 jawaban S1 terbukti benar.

Gambar 4.4 Hasil pemecahan S1 pada soal 2

Berdasarkan gambar tersebut S1 mengamati terdapat 2 kejadian berbeda yang memicu S2 membuat 2 fungsi untuk menjawab pertanyaan. S2 membuat ( ) dan ( ). ( ) kejadian dimana toko

(55)

42

larisso memborong 1.000 topi, dan ( ) 100 topi dikembalikan dikarenaka rusak. ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Jadi untuk menemukan berapa harga yang harus dibayar didapatkan dari harga borong awal – harga barang dikembalikan ( ) ( ) ( )

Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.2.1 cara S1 menemukan rumus yakni dengan terfokus kepada kejadian waktu memborong topi. Terdapat 2 kejadian jadi saya membuat 2 fungsi ( ) dan ( ) untuk mencari harga yang harus dibayar oleh toko larisso. Kejadian pertama ( ) harga awal pemborongan meliputi banyak topi, harga topi, dan beban garansi. Saya melambangkan setiap unsur agar mendapatkan rumus fungsi ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Karena untuk menemukan hasil yang akan dibayar oleh toko larisso didapat dari kejadian pertama – kejadian kedua maka mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ) Berdasarkan pernyataan tersebut S1 berfokus terhadap 2 kejadian yang berbeda yang berakhir menciptakan 2 fungsi yakni ( ) dan ( ) sedangkan ( ) dimana x melambang kan total topi yang

Gambar

Tabel 2.1   Penelitian terdahulu
Tabel 2.2   Study Komparasi  Draft assessment framework
Gambar 3.1 Bagan proses penelitian
Tabel  diatas  menunjukkan  bahwa  kelas  XI  AHP  1  setelah  diberi  perlakuan  model  pembelajaran,  data  menunjukkan  jumlah  nilai  sebesar  2.672,  dan  rata  rata  yang  didapat  74.2222      dengan  standar  deviasi  21.25641
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang berjudul “pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar matematika

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menerapkan

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh hasil belajar matematika setelah dilakukan pembelajaran dengan model TGT dan RME, (2)

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel melalui pendekatan RME

Tujuan Penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk menganalisis penggunaan Model Realistic Mathematic Education yang digunakan pada mata pelajaran

Kegunaan penelitian adalah (1) kegunaan teoritis, menambah pemahaman model pembelajaran RME dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas V semester 2 khususnya

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap motivasi belajar matematika siswa

Untuk mengkaji sejauh mana pengaruh penggunaan strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal cerita