BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis
Setelah dilakukan perlakuan model pembelajaran RME berbasis multidisiplin pada kelas XI AHP 1 SMKN 5 Jember pada materi fungsi didapat data pre test post test seperti berikut :
No Nama Pre test Post test
1 AFITA KHOIRUNNISA 33 67
2 AIDA WAHYUNI 33 100
3 ALISTA NABILA RAMADHANI 67 67
4 ANDINI AMILIA PRATAMA 33 67
5 ANGEL BERTHA ANDANI 67 67
6 BUNGA SAFITRI 33 100
7 CINTIA NOVITA SARI 67 67
8 DANIA DAMARA KURNIA WARDANI 33 67
9 DIVA YATUSSOLEHA 33 100
10 DZIKRINA IFTITAH KHOIRUNNISA 67 100
11 ELIYA ZULFANA UMAYYAH 67 67
12 ELMA LESTARI 33 67
13 FIFFY WULANDARI 33 100
14 FIRDA DIAH AYU SAPUTRI 67 33
15 FITRIANI AMELIA H 33 67
16 HESTIYANI IRMANINGTYAS 33 67
17 HUSTHONI AL AZIZAH 33 100
18 IRMA DAMAYANTI 33 67
19 KHOIRUNNISA AWLIYA DWI PRIYANDINI 67 67
20 LUKITANING DYAH 67 67
21 MILA WANDA RAMADANI 33 33
22 MUGONIATUL FIKRIAH 67 100
23 NAILI ZIANA ZAKIA 67 100
24 NAIMATUL WASI‟AH 33 33
25 NANDA NEVRILINA SAFITRI 33 100
26 NUR MILA HIDAYAH 33 67
27 PUTRI MELANI 33 67
28 REVALINA DINDA LESTARI 33 33
29 RIRIS MARGARETA 33 100
30 SAFIRA AYUNINGTYAS 33 67
31 SAMROTUL HABIBAH 67 67
32 SEPTI TRI RAHAYU 67 100
33 SINDIATUL AULIYAH 33 67
34 TANTI DWI AGUSTIN 33 67
35 VIOLITA FAZA AISYAH 67 100
36 YEHEZKIELLY VINI VIDI VICI F. R 33 67
Setelah didapatkan data tersebut dilanjutkan dengan melakukan uji normalitas untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak untuk dilakukan penelitian Dari hasil uji normalitas Kolmogrov Smirnov diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0.063yang berarti > 0.05 data berdistribusi normal dan dapat dilakukan proses penelitian. Pada tahap ini untuk mengetahui memiliki pengaruh signifikan atau tidak nya model pembelajaran.
Langkah pertama ditinjau dari hasil rata rata, hasil rata rata pre test mendapatkan point sebesar 45.2778 dengan standard deviasi 16.56263 dan pada saat post test mendapatkan 74.2222 dengan standard deviasi 21.25641.
Ditinjau dari jumlah rata – rata 45.2778 menjadi74.2222 dan standard deviasi mula –mula 16.56263 dapat dikatakan terdapat pengaruh ditinjau dari pengukuran kemampuan siswa yang terdapat di SMKN 5 Jember yang bisa
66
dilihat pada tabel 4.5. Awalnya masuk dalam kategori Perlu dampingan menjadi dalam kategori Cukup mampu.
Langkah kedua ditinjau dari hasil uji T test terbukti dari tabel 4.8 terdapat pengaruh yang signifikan yang dilihat dari:
1. Selisih nilai Mean. Seperti yang diketahui pada tabel diatas pada kolom mean yang berisikan -28.94444 itu adalah hasil dari nilai pre-test – post- test. Untuk mengetahui selisih nilai mean pre test dan post test perlu dilakukan pengurangan antara nilai post-test - pre test. Pada tabel diatas karena itu terbalik pre-test – post-test maka hasil selisih nilai mean post- test dan pre-test adalah 28.94444.
2. Besar nya nilai Std. Deviation. Pada tabel 4.6 diketahui nilai std.
Deviation sebesar 22.88848 menunjukkan besarnya simpangan dari nilai rata-rata. Dari angka tersebut terbukti bahwa ada perubahan yang besar.
3. Nilai sig(2-tailed) < 0,05. Untuk mengetahui sig / tidak nya pengaruh model pembelajaran ditinjau dari nilai sig(2-tailed). Jika nilai sig(2-tailed)
< 0, 05 maka dapat dipastikan bahwa model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh yang signifikan. Dari tabel diatas diketahui nilai sig(2- tailed) sebesar 0.00 <0,05 maka model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh signifikan.
Jadi, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap kemampuan literasi matematis siswa pendapat tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marita dkk (2020) yang berjudul pengaruh RME terhadap kemampuan literasi matematis siswa “ pada penelitian tersebut
menghasilkan bahwa hasil kemampuan literasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RME lebih baik dari pada saat diajarkan menggunakan model pembelajaran TPS. Mengartikan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi saat sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajarn RME.
1. Siswa kemampuan literasi matematis tinggi
Subjek kemampuan literasi matematis tinggi yang diambil dalam penelitian kali ini adalah S1. Berdasarkan hasil analysis S1 mampu memenuhi 3 indikator pada setiap soal. Dengan terpenuhinya semua indikator maka S1 termasuk dalam kategori kemampuan literasi matematis tinggi.
Pada soal nomor 1 S1 berfokus kepada pertanyaan terlebih dahulu dan mencari alur pendapatan gaji pekerja didapat dari mana. Setelah mengetahui pendapatan pabrik dari hasil gaji bersih + 5% hasil pendapatan pabrik, saya melambangkan abjad pada unsur untuk mendapatkan rumus.
Hasil pendapatan ( )= Gaji bersih (y) + hasil pendapatan pabrik (x).
Dengan pernyataan tersebut S1 menerapkan seperti saat proses pembelajaran dan mendapatkan rumus ( ) . Setelah didapatkan rumus tersebut S1 menafsirkan dari setiap lambang untuk mendapatkan pengoperasian. Diketahui gaji bersih pekerja tersebut 1.000.000 dan hasil oendapatan pada bulan itu 50.000.000 dan mendapatkan operasi ( ) ( ). Tahap selanjutnya dengan mengoperasikan ( ) ( ).
68
Pengoperasian dimulai dari 5% hasil pendsapstan pabrik
di substitusikan.
terhadap operasi sebelumnya ( ) menjadi ( ) Jadi gaji pekerja pabrik pada bulan itu 3.500.000.
Pada soal nomor 2 S1 menemukan rumus yakni dengan terfokus kepada kejadian waktu memborong topi. Terdapat 2 kejadian jadi saya membuat 2 fungsi ( ) dan ( ) untuk mencari harga yang harus dibayar oleh toko larisso. Kejadian pertama ( ) harga awal pemborongan meliputi banyak topi, harga topi, dan beban garansi. Saya melambangkan setiap unsur agar mendapatkan rumus fungsi ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Karena untuk menemukan hasil yang akan dibayar oleh toko larisso didapat dari kejadian pertama – kejadian kedua maka mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ) Berdasarkan pernyataan tersebut S1 berfokus terhadap 2 kejadian yang berbeda yang berakhir menciptakan 2 fungsi yakni ( ) dan ( ) sedangkan ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Setelah S1 mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ).S1 menentukan terlebih dahulu total ( ) yakni
menggunakan rumus yang sudah ditentukan ( ) diketahui banyak nya topi yang dibeli 1000 topi, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 di substitusikan terhadap rumus menjadi ( ) . S1 berlanjut mencari operasi ( ) dengan rumus yang sudah ditentukan yakni ( ) diketahui jumlah topi yang rusak diketahui sebanyak 100, harga topi 12.000, dan biaya return 500 disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) Penerapan rumus dimulai dengan pengoperasian ( ) terlebih dahulu. 1.000 . 12.000 = 12.000.000, dijumlah dengan 1.500 mendapatkan hasil 12.001.500. dilanjutkan dengan mencari ( ) . 100 . 12.000 = 1.200.000 dijumlah dengan 500 mendapatkan hasil 1.200.500 disubstitusikan ke rumus ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menghasilkan ( ) .
Pada soal nomor 3 S1 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan terlebih dahulu, dikarenakan pada soal terdapat 2 perintah yakni disuruh menentukan invers fungsi terlebih dahulu kemudia disuruh mencari nilai x. S1 mendapatkan ( ) untuk menemukan rumus S1 mengganti angka menjadi abjad untuk mendapatkan rumus harga tiket diganti menjadi a, dan hasil penyewaan tempat untuk calo diganti dengan c dan mendapatkan rumus ( ) . Setelah mendapatkan itu S1 berlanjut dengan mencari invers dari rumus tersebut dipindah ruaskan semuanya kecuali x dan mendapatkan invers
70
Setelah didapatkan rumus invers fungsi diketahui harga per tiket (a) 50.000, harga penyewaan tempat bagi calo (c) 20.000, dan hasil pendapatan pada pertandingan tersebut ( ) 55.570.000.
Disubstitusikan oleh S1 terhadap rumus dan mendapatkan operasi
untuk mencari nilai x. Proses dilanjutkan dengan pengoperasian
diawali dari mengurangi 55.570.000 – 20.000 = 55.550.000 dilanjutkan dengan . Jadi diketahui bahwa banyak tiket yang terjual pada saat itu sebanyak 1.111.
2. Siswa kemampuan literasi matematis sedang
Subjek kemampuan literasi matematis tinggi yang diambil dalam penelitian kali ini adalah S2. Berdasarkan hasil analysis S2 tidak mampu memenuhi selutuh indikator pada setiap soal, terdapat kesalahan penerapan pada soal nomor 3 karena kurang telitinya S2 yang berujung kesalahan sedangkan soal lainnya sudah terbilang benar dan memenuhi indicator
Pada soal nomor 1 S2 mengetahui alur penerimaan gaji pekerja tersebut didapat dari gaji bersih bulanan dan 5% dari hasil pendapatan pabrik. S1 melambangkan setiap tahap dengan lambang abjad untuk dimasukkan terhadap rumus fungsi. Hasil pendapatan ( )= gaji bersih bulanan ( ) + 5% Hasil pendapatan pabrik ( ). Jadi S2 setelah melakukan pemisahan mendapatkan rumus ( ) Setelah didapatkan rumus ( ) diketahui gaji bersih pekerja pabrik Rp. 1.000.000, dan hasil penapatan pabrik pada bulan tersebut 50.000.000.
Disubstitusikan terhadap rumus ( ) menjadi ( ) ( ) Berdasarkant hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.1.1 = diketahui bahwa gaji bersih pekerja Rp.
1.000.000 dan hasil pendapatan pabrik Rp. 50.000.000. S2 mensubstitusikan yang diketahui kepada rumus dan mendapat pengoperasian ( ) ( ) Tahap selanjutnya dilakukan pengoperasian ( ) ( ) S2 melakukan operasi dimulai dari mencari 5% dari hasil pendapatan pabrik
di substitusikan terhadap rumus ( ) dilanjut dengan menjumlahkan operasi tersebut menjadi ( ) Jadi gaji pekerja pada bulan tersebut 3.500.000.
Pada soal nomor 2 bahwa S2 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan ( ) dan ( ) terlebih dahulu.dikarenakan ada 2 kejadian yakni kejadian ketika toko larisso ambulu memborong topi ( ) dan kejadian topi rusak memborong topi dan harus dikembalikan ( ).
Maka langkah pertama untuk menentukan ( )adalah dengan mengetahui kejadian. Toko larisso memborong sejumlah 1000 topi dengan harga per topi 12.000 dan beban garansi 2.500 maka S2 merumuskan ( ) dimana x adalah banyak topi yang dibeli, a adalah herga per topi, dan c adalah beban garansi. Setelah merumuskan ( ) dilanjutkan dengan menentukan ( ) kejadian saat ketika diketahui ada beberapa topi yang rusak dan harus dikembalikan. Topi yang rusak 100 harga per topi 12.000
72
dan biaya pengembalian 500. Jadi S2 merumuskan ( ) dimana y adalah banyak topi yang rusak, a adalah harga topi dan b adalah biaya pengembalian. Dan nantinya S2 mendapatkan ( ) ( ) ( ) untuk menentukan harga yang harus dibayarkan oleh toko larisso.
Setelah diketahui rumus ( ) ( ) ( ) untuk mencari ( ) sebelumnya sudah diketahui ( ) jika banyak topi yang diborong 1000, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 maka S2 mendapatkan pengperasian ( ) . Dilanjut dengan mencari ( ) sebelumnya diketahui bahwa ( ) diketahui bahwa banyak topi yang rusak 100, harga per topi12.000, dan biaya pengembalian 500, jika dioperasikan terhadap rumus menjadi ( ) . Langkah selanjutnya mengoperasikan pengoperasian yang sudah diketahui ( ) , dimulai dari 1.000 . 12.000 = 12.000.000 dijumlah dengan 1.500 menghasilkan ( ) . Berlanjut ( ) operasi dimulai dari 100 . 12.000 = 1.200.000 dijumlah dengan 500 menghasilkan 1.200.500 dan dimasukkan terhadap rumus awal ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menciptakan ( ) . Jadi total yang harus dibayar toko larisso ambulu adalah 10.801.000.
Pada soal nomor 3 S2 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan terlebih dahulu, dikarenakan pada soal terdapat 2 perintah yakni disuruh menentukan invers fungsi terlebih dahulu kemudia
disuruh mencari nilai x. S1 mendapatkan ( ) untuk menemukan rumus S2 mengganti angka menjadi abjad untuk mendapatkan rumus harga tiket diganti menjadi a, dan hasil penyewaan tempat untuk calo diganti dengan c dan mendapatkan rumus ( ) . Setelah mendapatkan itu S2 berlanjut dengan mencari invers dari rumus tersebut dipindah ruaskan semuanya kecuali x dan mendapatkan invers
. Setelah mendapat kan invers diketahui pendapatan pada pertandingan tersebut ( ) 55.570.000, harga per tiket (a) 50.000, dan hasil penyewaan tempat bagi calo(c) 20.000 disubstitusikan terhadap rumus menjadi
. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode = 2.3.1 setelah didapatkan invers
diketahui pendapatan pada pertandingan tersebut ( )
55.570.000, harga per tiket (a) 50.000, dan hasil penyewaan tempat bagi calo(c) 20.000 dimasukkan terhadap rumus yang telah diketahui menghasilkan operasi
Tahap selanjutnya dengan mengoperasikan operasi yang sudah didapatkan
proses diawali dengan pengurangan langkah selanjutnya terdapat kesalahan dipicu daru kurang telitinya S2 terhadap jumlah 0. Sehingga terjawab banyak tiket yang terjual yang harusnya 1.111 menjadi 1.111.000 tiket terjual.
Pernyataan tersebut di dukung oleh hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.3.1 = setelah mendapat rumus tinggal dioperasikan saja
74
proses awal dikurangi terlebih dahulu setelah itu dimasukkan terhadap rumus menjadi
tahap selanjutnya tinggal dibagi S2 baru menyadari bahwa terdapat kesalahan akibat kurang teliti.
3. Siswa kemampuan literasi matematis rendah
Subjek kemampuan literasi matematis tinggi yang diambil dalam penelitian kali ini adalah S2. Berdasarkan hasil analysis S2 tidak mampu memenuhi selutuh indikator pada setiap soal, terdapat kesalahan penerapan pada soal nomor 1 dan kurang faham nya S3 terhadap definisi invers yang ber efek terhadap rumus dan penerapan soal nomor . Karena terdapat beberapa kekurangan pada indikator soal nomor 1 dan 3 maka S3 termasuk siswa kemampuan literasi matematis rendah.
Pada soal nomor 1 S3 melambangkan abjad terhadap setiap unsur dalam penerimaan gaji pekerja. Gaji pekerja didapat dari gaji bersih pekerja setiap bulan dan 5% hasil pendapatan pabrik.Gaji pekerja ( )=
5% hasil pendapatan pabrik (x) + Gaji bersih pekerja (a). Jadi setelah melakukan pembagian di dapatkan rumus ( ) Setelah mendapatkan rumus ( ) diketahui bahwa hasil pendapatan pabrik pada bulan itu adalah Rp. 50.000.000, dan gaji bersih pekerja pabrik Rp. 1.000.000. Disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) ( ) ( ). Jadi setelah melakukan penafsiran S3 mendapatkan pengoperasian ( ) ( ) ( ) Langkah selanjutnya seusai mendapatkan operasi
( ) ( ) ( ) S3 melakukan operasi terlebih dahulu terhadap hasil pendapatan pabrik ini yang menjadi focus karena kurang telitinya S3 5% dari 50.000.000 harusnya menghasilkan 2.500.000 S3 melakukan kesalahan yang menghasilkan 25.000.000, dan dilanjutkan dengan menjumlahkan gaji bersih dan menghasilkan ( ) harusnya 2.500.000.
Pada soal nomor 2 S3 melihat adanya 2 kejadian berbeda untuk menyelesaikan suatu masalah, dikarenakan ada 2 masalah maka dalam penyelesaian masalah menggunakan 2 fungsi yakni ( ) dan ( ) untuk mencari solusi pertanyaan. Yang menjadi pertanyaan adalah berapa harga yang harus dibayarkan oleh toko larisso ambulu jika memborong topi. Di dalam peristiwa itu terdapat 2 kejadian berbeda yang menentukan harga barang yang harus dibayarkan maka S3 menggunkan rumus ( ) ( ) ( ) dimana ( ) adalah kejadian pertama dimana toko larisso ambulu memborong topi karena diketahu banyak topi yang diborong 1000 dan harga per topi 12.000 dan beban garansi 1.500 maka S3 mendapatkan rumus ( ) dimana a adalah banyak jumlah topi, x adalah harga topi dan c adalah beban garansi. Dan fungsi ( ) adalah kejadian kedua dimana ada topi rusak setelah barang datang diketahui banyak topi yang rusak sebanyak 100 dan harga per topi 12.000 dan jika dikembalikan memerlukan biaya 500 maka S3 menentukan ( ) dimana b adalah banyak topi yang rusak saat pengiriman, x adalah harga topi dan d adalah biaya pengiriman. Setelah diketahui rumus ( ) ( )
76
( ) langkah yang dilakukan S3 adalah mencari ( ) terlebih dahulu diketahui banyak topi yang diborong 1.000, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 maka jika di operasikan terhadap rumus ( ) menjadi ( ) . Setelah diketahui harga awal setelah memborong topi dilanjutkan dengan mencari nilai ( ) diketahui bahwa banyak topi yang rusak 100, harga per topi 12.000 dan biaya return 500 jika disubstitusikan terhadap ( ) menjadi ( ) Tahap selanjutnya selepas ditemukan operasi ( ) dan ( ) S3 melakukan operasi dari ( ) terlebih dahulu S3 melakukan operasi perkalian terlebih dahulu dijumlahkan dengan 1.500 menghasilkan 12.001.500. Setelah nilai ( ) diketahui berlanjut dengan ( ) sama seperti sebelumnya S3 mengerjakan dari pekalian terlebih dahulu dijumlahkan 500 menciptakan 1.200.500.
Ketika masing – masing nilai fungsi sudah diketahui berlanjut dengan mensubstitusikan dengan rumus awal ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menciptakan ( ) . Jadi total yang harus dibayar toko larisso ambulu adalah 10.801.000.
Pada soal nomor 3 Berdasarkan gambar tersebut S1 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan terlebih dahulu. Fungsi awal yang diketahui ( ) setiap angka dijadikan abjad
terlebih dahulu agar memudahkan pengerjaan. Harga tiket (50.000) diganti dengan abjad (a), harga penyewaan tempat calo (20.000) diganti (c) mendapatkan rumus ( ) . Dipindahkan ruas untuk mendapatkan invers. Terdapat kesalahan dalam mendapatkan invers dikarenakan S3 kurang memahami definisi invers fungsi sehingga tidak mendapatkan invers fungus yang benar S3 memindahkan a dan c tidak kepada tempat ( ) sehingga ,mendapatkan ( ) di substitusikan angka sebelumnya sehingga menjadi . Sebelumnya diketahui bahwa fungsi ( ) ditemukan pendapatan klub sebesar 55.570.000 di substitusikan terhadap rumus tersebut menjadi ( ) S3 melakukan perpindahan ruas untuk mencari nilai x yang menghasilkan
. Langkah selanjutnya pengoperasian operasi yang sudah didapatkan pada tahap sebelumnya didapatkan operasi
S3 melakukan pengurangan terlebih dahulu berlanjut dengan . Jadi benyak nya tiket yang terjual adalah 1.111 tiket. Dikarenakan kurang faham nya S3 terhadap definisi invers yang memulai adanya kesalahan, meskipun jawaban akhir terbilang benar namun karena S3 menyontek jawaban dari temannya terbilang salah.
78 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
1. Model pembelajaran RME berbasis multi disiplin memiliki pengaruh terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Ditinjau dari. Nilai sig(2- tailed) < 0,05. Untuk mengetahui sig / tidak nya pengaruh model pembelajaran ditinjau dari point sig(2-tailed). Jika nilai sig(2-tailed) < 0, 05 jadi bisa dibuktikan bahwa model pembelajaran RME mempunyai pengaruh yang signifikan. Dari tabel 4.8 diketahui nilai sig(2-tailed) sebesar 0.00 < 0,05 maka model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh signifikan.
2. Siswa dengan kategori kemampuan literasi matematika tinggi mampu menyelesaikan 9 indikator dari 3 soal yang berbeda dan setiap soal memiliki 3 indikator, sedamgkan yang berkemampuan sedang mampu menyelesaikan 5≤ ≤ 8 indikator dari 3 soal yang berbeda, sedangkan kategori rendah hanya mampu memenuhi 0 ≤ ≤ 4 dari 3 soal yang berbeda
B. Saran
Hendaknya guru menggunakan bermacam macam model pembelajaran agar siswa meraa tertarik untuk belajar matematika karena dengan adanya macam macam model pembelajaran yang bisa diterapkan mampu menjadikan pembelajaran yang sebelumnya membosankan menjadi menyenangkan
DAFTAR PUSTAKA
Abdussakir. (2018). Makalah disampaikan dalam Seminar Pendidikan Matematika “Menanamkan Pendidikan Karakter (Akhlaqul Karimah) dan Kesadaran Literasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Matematika”
oleh Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumenep, 3 Maret 2018.
Achmad Ali Fikri, Syamsul Arifin, M. F. F. (2022). No Titleיכה השק תוארל תא המ תמאבש דגנל םיניעה. ץראה, 2(8.5.2017), 2003–2005.
Research : Fundamentals for The Consumer 5th ed. BostomPearson Education, 2008.
Megawati. (2014). PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION ( RME ) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELAKUKAN OPERASI BILANGAN BULAT PADA MURID KELAS V SD NEGERI MINASA UPA KECAMATAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pa.
Muzakki, A., Yaya S.K., & Jozua S. (2017Annizar, A. M., Masrurotullaily, Jakaria, M. H. D., Mukhlis, M., & Apriyono, F. (2020). Problem solving analysis of rational inequality based on IDEAL model. Journal of Physics:
Conference Series, 1465(1), 0–14. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/1465/1/012033.
Annizar, A. M., Sisworo, & Sudirman. (2018). Pemecahan Masalah menggunakan Model IDEAL pada Siswa Kelas X Berkategori Fast-Accurate. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(5), 634–640.
Ardiyanti, S. A., & Farihah, U. (2019). Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Pemecahan Masalah Polya. In Electronic Thesis and Dissertations Universitas Muhammadiyah Surakarta (pp. 389–398).
Branen, Julia. Memadu Metode Penelitian Kualitatif& Kuantitatif. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1997.
Creswell, John W &Vicki L.Piano Clark. Designingand Conductin: Mixed Methods Research London: Sage Publications, 2007.
Darmawan, F. (2020). Bab ii kajian pustaka bab ii kajian pustaka 2.1. Bab Ii Kajian Pustaka 2.1, 12(2004), 6–25.
Dumairy, Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi, ed. Kedua.
Yogyakarta: BPFE.. 2003.
80
Falah, I. F. (2014). MODEL PEMBELAJARAN TUTORIAL SEBAYA:
TELAAH TEORITIK Oleh: Irfan Fajrul Falah. Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta’lim, 12(2), 175–186.
Faradina, A., & Mukhlis, M. (2020). Analisis Berpikir Logis Siswa Dalam Menyelesaikan Matematika Realistik Ditinjau Dari Kecerdasan Interpersonal. Alifmatika: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran
Matematika, 2(2), 129–151.
https://doi.org/10.35316/alifmatika.2020.v2i2.129-151.
Freeman-Green, S. M., O'Brien. C., Wood, C.L., & Hitt, S. B. (2015). Effects of the SOLVE strategy on the mathematical problem solving skills of secondary students with learning disabilities. Learning Disabilities Research and Practice, 30(2), 76-90.
Indrawati, Fiqi Annisa, & Wardono. (2019). Pengaruh self efficacy Terhadap kemampuan literasi matematika dan pembentukan kemampuan 4C. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2, 247–267.
Ismail, et al. (1998). Kapita Selekta Pembelajaran Matematika. 2, 14.
Isjoni. 2012. "Efektivitas Model Kooperatif dalam pelajaran sejarah di Sekolah"
Dalam Isjoni dan M. A. Hj. Ismail, Model-Model Pembelajaran Mutakhir:
Perpaduan Indonesia-Malaysia (pp. 145-170). Yogyakarta: Putsaka Pelajar.
Istiana, M. E., Satianingsih, R., & Yustitia, V. (2020). Pengaruh Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa.
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 8(3), 423–430.
https://doi.org/10.30738/union.v8i3.8446.
Masjaya & Wardono. 2018. Pentingnya Kemampua LIterasi Matematika untuk MenumbuhkanKemampuan Koneksi Matematika dalam meningkatkan SDM.
Prisma, 1(1). 568-574.
Masrurotullaily, Hobri, & Suharto. (2013). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Keuangan Berdasarkan Model Polya Siswa SMK Negeri 6 Jember. Kadikma, 4(2), 129–138.
McMillan, James H. Educational). Learning with Abductive-Pictorial Strategy for Improving Mathematical Prooving Ability of Prosfective Mathematics Teacher. IJSACS. Vol. 7. 2017
Nasriwandi, Aprinawati, I., & Astuti. (2021). Kajian Literatur Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Educations di Sekolah Dasar. Journal on Teacher Education, 2, 42–48.
Salamah, E., & Kelana, J. B. (2020). Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dasar Matematika Materi Bangun Ruang Pada Siswa Kelas I Sd Menggunakan Model Realistic Mathematic Education (Rme). Journal of
Elementary Education, 3(6), 319–326.
https://www.journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/collase/article/view/5163.
Sanjaya, Wina. Kurikulum dan Pembelajaran. Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Cet. 1; Jakarta:
Kencana,2008.
Sari R. H. N (2015). Literasi Matematis: Apa, Mengapa dan Bagaimana ? Disajikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY.
Sugianto, H., Suyitno, A., & Asih, T. S. N. (2022). Pengaruh Metode Pembelajaran Discovery Menggunakan E-learning Terhadap Kemampuan Literasi Matematis MTs. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 6(1), 145. https://doi.org/10.33603/jnpm.v6i1.6264.
Susanti, S. W. (2015). Eksperimentasi Model Pembelajaran RME, NHT Dan MPL Terhadap Hasil Belajar Siswa SMPN 3 Balikpapan. 733–740.
Stacey, K. (2012). The International Assesment of Mathematical Literacy: PISA 2012 Framework and Items. Journal 12th International Congress on Mathematical Education Program.
Wayan, S. (2018). Model-model Pembelajaran InovatifWayan, S. (2018). Model- model Pembelajaran Inovatif. Revista Espanola de Anestesiologia y
Reanimacion, 27(3), 220–230.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7465931. Revista Espanola de Anestesiologia y Reanimacion, 27(3), 220–230.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7465931.
Wulandari, A., Rahman, F., Pujianti, N., Sari, A. R., Laily, N., Anggraini, L., Muddin, F. I., Ridwan, A. M., Anhar, V. Y., Azmiyannoor, M., & Prasetio, D. B. (2020). Hubungan Karakteristik Individu dengan Pengetahuan tentang Pencegahan Coronavirus Disease 2019 pada Masyarakat di Kalimantan Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 42.
https://doi.org/10.26714/jkmi.15.1.2020.42-46.
82
Pernyataan keaslian tulisan Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : M. Iqbal Maulana Halisna NIM : T20197056
Program Studi : Tadris Matematika
Fakultas : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institusi : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa dalam hasil penelitian ini tidak terdapat unsur –unsur penjiplakan karya ilmiah yang pernah dilakukan atau dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.
Apabila dikemudian hari hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur penjiplakan da nada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk di proses sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar benanrnya dan tanpa paksaan dari siapapun.
Jember, 17 Februari 2023 Saya yang menyatakan
M. Iqbal Maulana H NIM T20197056
83
Lampiran - Lampiran
84
Matriks Penelitian
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RME BERBASIS MULTIDISIPLIN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MATERI FUNGSI DI SMA KELAS X
Judul Rumusan
Masalah Variabel Indikator Sumber Data Hipotesis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARA
N RME BERBASIS MULTIDISIPLIN
TERHADAP KEMAMPUAN
LITERASI MATEMATIKA SISWA MATERI FUNGSI DI SMA
KELAS X
3. Adakah pengaruh model
pembelajaran multidisiplin terhadap kemampuan literasi matematika siswa ?
1. Model
Pembelajaran RME
2. Multi Disiplin
3. Kemampuan literasi matematis
Individual
Memilih model yang tepat
Menyelesaikan masalah
Membandingkan penyelesaian
Mengasosiasikan hasil
Merumuskan masalah
Menyatukan beberapa disiplin ilmu
Merumuskan
Menafsirkan
Menerapkan
1. Responden (siswa kelas x SMA
2. Tes berupa pre test dan post test 3. Papan
wawancara
Model pembelajaran Multi disiplin memiliki pengaruh terhadap
kemampuan literasi matematika siswa.
Lampiran 1 Matriks Penelitian