BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data
Sebelum peneliti melakukan penelitian peneliti berkonsultasi kepada bapak Totok Waspramono selaku guru pelajaran matematika di kelas XI SMKN 5 Jember untuk menentukan kelas mana yang akan dijadikan objek penelitian. Peneliti mendapatkan rekomendasi dari beliau yakni kelas XI AHP 1 untuk dijadikan lokasi penelitian. Beliau merekomendasikan kelas itu dikarenakan siswa nya yang terlihat mumpuni untuk dilakukan penelitian yang sudah disiapkan peneliti. Setelah dilakukan proses uji normalitas ternyata kelas XI AHP 1 dapat dilaksanakan penelitian. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Tabel 4.1
Hasil uji normalitas kelas XI AHP 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 36
Normal Parametersa,b
Mean .0000000
Std.
Deviation
20.36044994
Most Extreme
Differences
Absolute .219 Positive .219 Negative -.142
Kolmogorov-Smirnov Z 1.316
Asymp. Sig. (2-tailed) .063 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Uji Normalitas kali ini menggunakan Uji normalitas Kolmogrov Smirnov. Yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah data data hasil penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Sampel berdistribusi normal jika Sig (2-tailed)> 0,05. Pada tabel diatas menggunakan perhitungan computer dengan program SPSS diketahui nilai signifikasi (sig) > 0,05, maka dapat dikatakan data berdistribusi normal.
Ringkasan hasil tes pre-test dan post-test dapat dilihat melalui ringkasan pada tabel berikut
Tabel 4.2
hasil pre-test kelas XI AHP 1
Statistik Pre Test
Jumlah Siswa Jumlah Soal Jumlah Nilai Rata – Rata Standar Deviasi Nilai Minimum Nilai Maksimum
36 3 1.630 45.2778 16.56263 33 67
34
Tabel diatas menunjukkan bahwa kelas XI AHP 1 sebelum diberi perlakuan model pembelajaran, data menunjukkan jumlah nilai sebesar1.630, dan rata rata yang didapat 45,2778 dengan standar deviasi 16,56263 . Hasil nilai siswa dapat dilihat pada lampiran 5.
Tabel 4.3
Hasil data nilai post-test kelas XI AHP 1
Statistik Post Test
Jumlah Siswa Jumlah Soal Jumlah Nilai Rata – rata Standar Deviasi Nilai Minimum Nilai Maksimum
36 3 2.672 74.2222 21.25641 33 100
Tabel diatas menunjukkan bahwa kelas XI AHP 1 setelah diberi perlakuan model pembelajaran, data menunjukkan jumlah nilai sebesar 2.672, dan rata rata yang didapat 74.2222 dengan standar deviasi 21.25641. Hasil nilai post-test dapat dilihat di lampiran 5.
Jika ditinjau dari hasil pekerjaan siswa mampu diketahui pada tabel berikut :
Tabel 4.4
hasil pekerjaan pre-test siswa kelas XI AHP 1 Jumlah soal yang berhasil dikerjakan Banyak siswa
1 23
2 13
3 0
Jumlah Siswa 36
Gambar 4.1 diagram hasil pre-test
Tabel 4.5 hasil pekerjaan post-test siswa XI AHP 1 Jumlah soal yang berhasil dikerjakan Banyak siswa
1 4
2 20
3 12
Jumlah siswa 36
Gambar 4.2 Diagram pie hasil post test
Setelah terbukti data berdistribusi normal dan bisa dilanjut menggunakan statistik parametrik yaitu uji paired sample T test untuk melakukan analysis penelitian.
2. Paired Sample T test
Uji Paired Sample Test adalah pengujian yang digunakan untuk membandingkan selisih 2 sampel yang berpasangan dengan asumsi data berdistribusi normal. Sampel berpasangan berasal dari dari Subjek yang
64%
36%
0%
Bayak soal yang pre test bisa diselesaikan
1 soal 2 soal 3soal
11%
56%
33%
banyak soal post test yang bisa diselesaikan
1 soal 2 soal 3 soal
36
sama setiap variable diambil saat situasi dan keadaan yang berbeda. Hasil Paired Sampel T-Test dapat dilihat poada tabel 4.4, dan 4.6.
Tabel 4.6 deskriptif statistik dari data yang diperoleh Paired Samples Statistics
Mean N Std.
Deviation
Std. Error Mean Pair 1
prete st
45.2778 36 16.56263 2.76044
postt est
74.2222 36 21.25641 3.54273
Tabel diatas merupakan tabel paired statistic yang berisikan deskriptif statistik dari 2 data yang dikelola. Dengan melihat tabel diatas kita dapat melihat adanya perubahan dari siswa sebelum dan sudah diberikan model perlakuan. Nilai mean post-test (74.2222) > pre-test (45.2778) dapat dikatakan bahwa perlakuan model pembelajaran RME berbasis multi disiplin itu efektif. Untuk mengetahui sangat efektif tidak nya disini peneliti mengacu pada tolak ukur kemampuan yang diterapkan di SMKN 5 Jember. Dikarenakan di SMKN 5 Jember menggunakan kurikulum merdeka belajar jadi tidak berpacu dengan KKM namun ada ukuran sendiri yang ditetapkan yakni
Tabel 4.7 pengukuran kemampuan sisa SMKN 5 Jember
Nilai Kriteria
0 < x < 70 Perlu dampingan
70 ≤ x < 75 Cukup mampu
75 ≤ x < 85 Mampu
85 ≤ x < 100 Sangat mampu
Dari hasil rata – rata sebelum nya (pre test) 45.2778 menjadi (post test)74.2222 terbukti bahwa model pembelajaran efektif ditinjau dari tolak ukur SMKN 5 yang awalnya (Mean pre test) hanya mampu menjadi kategori perlu dampingan menjadi (Mean post test) Cukup mampu. Hal itu mampu membuktikan bahwa model pembelajaran RME berbasis multi disiplin merupakan model pembelajaran efektif.
Tabel 4.8 Hasil Paired Sampel T-Test.
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig.
(2- tailed) Mean Std.
Deviatio n
Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair 1
pretest - posttest
- 28.9444 4
22.8884 8
3.81475 -36.68879 -21.20010 - 7.588
35 .000
Tabel diatas membuktikan bahwa ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran. Dari tabel diatas peneliti mampu memberikan komentar bahwa model pembelajaran RME berbasis multidisiplin memiliki pengaruh yang signifikan hal ini bisa terjadi karena :
a. Selisih nilai Mean. Seperti yang diketahui pada tabel diatas pada kolom mean yang berisikan -28.94444 itu adalah hasil dari nilai pre- test – post-test. Untuk mengetahui selisih nilai mean pre test dan post test perlu dilakukan pengurangan antara nilai post-test - pre test. Pada tabel diatas karena itu terbalik pre-test – post-test maka hasil selisih nilai mean post-test dan pre-test adalah 28.94444
38
b. Besar nya nilai Std. Deviation. Pada tabel 4.6 diketahui nilai std.
Deviation sebesar 22.88848 menunjukkan besarnya simpangan dari nilai rata-rata. Dari angka tersebut terbukti bahwa ada perubahan yang besar.
c. Nilai sig(2-tailed) < 0,05. Untuk mengetahui sig / tidak nya pengaruh model pembelajaran ditinjau dari nilai sig(2-tailed). Jika nilai sig(2- tailed) < 0, 05 maka dapat dipastikan bahwa model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh yang signifikan. Dari tabel diatas diketahui nilai sig(2-tailed) sebesar 0.00 <0,05 maka model pembelajaran tersebut memiliki pengaruh signifikan.
Dari hasil penelitian diatas terbukti bahwa model pembelajaran RME berbasis multi disiplin terbilang efektif ditinjau dari naiknya satu grade rata – rata siswa yang awal nya dalam kategori perlu dampingan me jadi kategori cukup mampu. Pembelajaran RME berbasis multidisiplin terbukti memiliki pengaruh yag signifikan ditinjau dari selisih nilai mean, besarnya nilai Std. Deviation, dan Nilai sig(2-tailed) < 0,05. Setelah diketahui beberapa fakta tersebut penelitian dilanjutkan dengan menganalysis jawaban siswa untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa. Dan membaginya menjadi 3 kategori yakni tinggi, sedang, dan rendah.
a. Subjek S1 kemampuan literasi matematis tinggi
Gambar 4.3 Hasil pemecahan S1 pada soal 1
Berdasarkan gambar tersebut menunjukkan bahwa S1 mampu menentukan rumus ( ) ( ) untuk menyelesaikan masalah dalam soal. S1 mengetahui yang ditanyakan yaitu berapa gaji yang didapat oleh pekerja pabrik. Dan diketahui juga gaji pekerja pabrik berasal dari gaji bersih selama sebulan dan mendapat bonus 5% dari hasil pendapatan pabrik. Maka S1 mengetahui untuk menentukan gaji pekerja pabrik tersebut didapat dari hasil gaji bersih + 5% hasil pendapatan pabrik. Jadi S1 mendapatkan rumus (Gaji pekerja pabrik = Gaji bersih (y) dalam setahun + 5% hasil pendapatan pabrik(x).
Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1= saya mencari pertanyaan terlebih dahulu dan mencari alur pendapatan gaji pekerja didapat dari mana. Setelah mengetahui pendapatan pabrik dari hasil gaji bersih + 5% hasil pendapatan pabrik, saya melambangkan abjad pada unsur untuk mendapatkan rumus. Hasil pendapatan ( )= Gaji bersih (y) + hasil pendapatan pabrik (x). Dengan pernyataan tersebut S1 menerapkan
40
seperti saat proses pembelajaran dan mendapatkan rumus ( ) ( ).
Setelah didapatkan rumus ( ) ( ) dimana y melambangkan hasil gaji bersih pekerja pabrik perbulan dan x melambangkan banyak hasil pendapatan pabrik. Diketahui gaji bersih pekerja Rp.1.000.000, dan hasil pendapatan pabrik pada bulan itu sebesar Rp. 50.000.000, disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) ( ). Pernyataan tersebut sesuai dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1 = S1 menuliskan yang diketahui hasil gaji bersih perbulan Rp. 1.000.000, dan hasil pendapatan pabrik bulan itu Rp. 2.500.000. S1 mensubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) ( ). Dengan hasil tersebut, S1 mampu menafsirkan rumus dengan apa yang diketahui secara jelas seperti saat perlakuan model pembelajaran. Setelah melakukan penafsiran S1 mensubstitusikan dan menghasilkan operasi ( ) ( ).
Tahap selanjutnya dengan mengoperasikan ( ) ( ). Pengoperasian dimulai dari 5% hasil pendsapstan pabrik di substitusikan terhadap operasi sebelumnya ( ) menjadi ( ) Jadi gaji pekerja pabrik pada bulan itu 3.500.000.
Hasil tersebut diperkuat dengan pernyataan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.1.1 setelah saya mendapatkan operasi ( ) ( ) Pengoperasiandimulai dari menentukan 5% hasil pendapatan terlebih dahulu ( ) mendapatkan hasil 2.500.000 dan dijumlahkan dengan gaji bersih 1.000.000 mendapatkan hasil 3.500.000. Jadi gaji yang diterima pekerja pabrik tersebut adalah 3.500.000. Setelah mendapatkan operasi ( ) ( ) S3 mengoperasikan dari perkalian 5% dari 50.000.000 berlanjut dengan menjumlah kan hasil tersebut dengan gaji bersih menghasilkan 3.500.000 jawaban S1 terbukti benar.
Gambar 4.4 Hasil pemecahan S1 pada soal 2
Berdasarkan gambar tersebut S1 mengamati terdapat 2 kejadian berbeda yang memicu S2 membuat 2 fungsi untuk menjawab pertanyaan. S2 membuat ( ) dan ( ). ( ) kejadian dimana toko
42
larisso memborong 1.000 topi, dan ( ) 100 topi dikembalikan dikarenaka rusak. ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Jadi untuk menemukan berapa harga yang harus dibayar didapatkan dari harga borong awal – harga barang dikembalikan ( ) ( ) ( )
Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.2.1 cara S1 menemukan rumus yakni dengan terfokus kepada kejadian waktu memborong topi. Terdapat 2 kejadian jadi saya membuat 2 fungsi ( ) dan ( ) untuk mencari harga yang harus dibayar oleh toko larisso. Kejadian pertama ( ) harga awal pemborongan meliputi banyak topi, harga topi, dan beban garansi. Saya melambangkan setiap unsur agar mendapatkan rumus fungsi ( ) dimana x melambang kan total topi yang diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali. Karena untuk menemukan hasil yang akan dibayar oleh toko larisso didapat dari kejadian pertama – kejadian kedua maka mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ) Berdasarkan pernyataan tersebut S1 berfokus terhadap 2 kejadian yang berbeda yang berakhir menciptakan 2 fungsi yakni ( ) dan ( ) sedangkan ( ) dimana x melambang kan total topi yang
diborong, a sebagai harga topi dan c adalah beban garansi, dan ( ) dimana y adalah topi yang rusak, a adalah harga topi, dan d adalah biaya pengiriman kembali.
Setelah S1 mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ).S1 menentukan terlebih dahulu total ( ) yakni menggunakan rumus yang sudah ditentukan ( ) diketahui banyak nya topi yang dibeli 1000 topi, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 di substitusikan terhadap rumus menjadi ( ) . S1 berlanjut mencari operasi ( ) dengan rumus yang sudah ditentukan yakni ( ) diketahui jumlah topi yang rusak diketahui sebanyak 100, harga topi 12.000, dan biaya return 500 disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( )
Hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.2.1 = Setelah mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ). Saya menentukan ( ) terlebih dahulu ( ) diketahui banyak nya topi yang dibeli 1000 topi, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 di substitusikan terhadap rumus menjadi ( ) . Berlajut dengan mencari operasi ( ) diketahui jumlah topi yang rusak diketahui sebanyak 100, harga topi 12.000, dan biaya return 500 disubstitusikan terhadap rumus menjadi ( ) . Menurut pernuyataan tersebut setelah mendapatkan rumus ( ) ( ) ( ) S3 mencari apa yang diketahui pada ( ) terlebih dahulu dan
44
mendapatlan operasi ( ) dan berlanjut mencari operasi ( ) setelah dicari dari apa yang diketahui pada ( ) didapatkan operasi ( )
Penerapan rumus dimulai dengan pengoperasian ( ) terlebih dahulu. 1.000 12.000 = 12.000.000, dijumlah dengan 1.500 mendapatkan hasil 12.001.500. dilanjutkan dengan mencari ( ) . 100 12.000 = 1.200.000 dijumlah dengan 500 mendapatkan hasil 1.200.500 disubstitusikan ke rumus ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menghasilkan ( ) . Argumentasi tersebut dikuatkan dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.2.1 = Langkah pertama saya mencari ( ) terlebih dahulu. Saya mengerjakan perkalian terlebih dahulu baru penjumlahan 1.000 12.000 = 12.000.000 ditambah 1.500 menjadi 12.001.500. Dilanjutkan ( ) seperti sebelumnya dimulai dengan perkalian terlebih dahulu 100 12.000 = 1.200.000 dijumlah dengan 500 menjadi 1.200.500. Setelah ditemukan harga setiap kejadian di masukkan terhadap rumus ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) di temukan ( ) Berlandaskan pernyataan tersebut S3 setelah mendapatkan operasi ( ) dan ( ) Operasi dimulai dengan mengerjakan perkalian terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan penjumlahan sehingga mendapatkan ( ) dan ( ) dimasukkan kepada rumus awal ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) di temukan ( ) .
Gambar 4.5 Hasil pemecahan S1 pada soal 3
Berdasarkan gambar tersebut S1 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan terlebih dahulu, dikarenakan pada soal terdapat 2 perintah yakni disuruh menentukan invers fungsi terlebih dahulu kemudia disuruh mencari nilai x. S1 mendapatkan ( ) untuk menemukan rumus S1 mengganti angka menjadi abjad untuk mendapatkan rumus harga tiket diganti menjadi a, dan hasil penyewaan tempat untuk calo diganti dengan c dan mendapatkan rumus ( ) . Setelah mendapatkan itu S1 berlanjut dengan mencari invers dari rumus tersebut dipindah ruaskan semuanya kecuali x dan mendapatkan invers
46
Hal tersebut diperkuat oleh hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.3.1 = Saya terfokus melihat perintah pertanyaan disuruh mencari invers jadi untuk mencari rumus fungsi dijadikan invers terlebih dahulu. Didapatkan ( ) setiap angka nya dijadikan abjad untuk menentukan rumus. 50.000 harga tiket dilambangkan a, 20.000 harga pnyewaan tempat bagi calo 20.000 dilambangkan c. S1 mendapatkan rumus fungsi ( ) dijadikan rumus invers semua abjad dipindah tempatkan selain x maka mendapatkan rumus invers
S1 terfokus terhadap apa yang ditanyakan karena terdapat pertanyaan menentukan invers maka S1 menentukan invers terlebih dahulu diketahui fungsi ( ) maka S1 merubah fungsi tersebut menjadi invers dan mendapatkan
Setelah didapatkan rumus invers fungsi
diketahui
harga per tiket (a) 50.000, harga penyewaan tempat bagi calo (c) 20.000, dan hasil pendapatan pada pertandingan tersebut ( ) 55.570.000. Disubstitusikan oleh S1 terhadap rumus dan mendapatkan operasi
untuk mencari nilai x. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode = S1.3.1 setelah didapatkan invers
diketahui hargaper tiket 50.000, penyewaan tempat untuk calo 20.000, dan pendapatan pada saat itu 55.570.000. Setelah diketahui per abjad nya untuk mencari
berapa tiket yang terjual (x) dengan mensubstitusikan menjadi
. Setelah diketahui invers S1 menafsirkan setiap kode dan mensubtitusikan dan menghasilkan operasi
.
Proses dilanjutkan dengan pengoperasian diawali dari mengurangi 55.570.000 – 20.000 = 55.550.000 dilanjutkan dengan . Jadi diketahui bahwa banyak tiket yang terjual pada saat itu sebanyak 1.111. Menurut hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S1.3.1 = setelah mendapatkan pengoperasian
S1 mengoperasikan dari 55.570.000 – 20.000 = 55.550.000. Operasi dilanjutkan dengan
untuk menemukan berapa banyak tiket yang terjual (x). Jadi banyak tiket yang terjual pada pertandingan tersebut sebanyak 1.111. Berdasarkan pernyataan tersebut setelah mendapatkan operasi
S1 melakukan operasi dari mengurangi 20.000 dan berlanjut dengan membagi 50.000 yang mengahsilkan 1.111.
Jawaban tersebut terbukti benar dan S1 melakukan penerapan seperti saat perlakuan model pembelajaran.
Ringkasan analysis kemampuan literasi matematis siswa (tinggi) dapat dilihat pada tabel berikut.
48
Tabel 4.9 Hasil Ringkasan analysis S1
Indikator Hasil Tes Hasil Wawancara
Merumuskan
Subjek 1 mampu menentukan langkah langkah penyelesaian 3 soal secara tepat
Subjek 1 bisa memahami isi soal dengan baik dan
menentukan rumus
penyelesaian Menafsirkan
Subjek 1 mampu menafsirkan 3 dari 3 soal denganlangkah yan tepat dan jelas
Subjek 1 menafsirkan dengan detail langkah dari operasi rumus yang sudah ditemukan
Menerapkan
Subjek 1 mampu menjawab benar 3 dari 3 soal yang sudah disediakan oleh peneliti dan menerapkan seperti yang diajarkan oleh guru pada saat proses perlakuan model pembelajaran
Subjek 1 mampu menjawab dengan benar pada setiap langkah nya dan menerapkan seperti oada saat perlakuan model pembelajaran
Kesimpulan: Secara keseluruhan melihat hasil tes tulis dan hasil wawancara subjek 1 menunjukkan sudah memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematis hingga S1 termasuk kemampuan literasi matematis tinggi.
b. Subjek 2 kemampuan literasi matematis Sedang
Gambar 4.5 Hasil Pemecahan S2 Pada Soal 1
Menurut gambar tersebut S2 mengetahui alur penerimaan gaji pekerja tersebut didapat dari gaji bersih bulanan dan 5% dari hasil pendapatan pabrik. S1 melambangkan setiap tahap dengan lambang abjad untuk dimasukkan terhadap rumus fungsi. Hasil pendapatan ( )= gaji bersih bulanan ( ) + 5% Hasil pendapatan pabrik ( ). Jadi
S2 setelah melakukan pemisahan mendapatkan rumus ( ) ( )
Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.1.1= mula mula saya terfokus terhadap mencari alur pendapatan gaji terlebih dahulu. Saya mengetahui bahwa gaji pekerja didapat dari gaji bersih bulanan dan 5% hasil pendapatan pabrik. Pada setiap unsur pendapatan gaji pekerja untuk dijadikan rumus dan mendapatkan ( ) ( ) dimana a adalah gaji bersih, dan x adalah hasil pendapatan pabrik.
Setelah didapatkan rumus ( ) ( ) diketahui gaji bersih pekerja pabrik Rp. 1.000.000, dan hasil penapatan pabrik pada bulan tersebut 50.000.000. Disubstitusikan terhadap rumus ( ) ( ) menjadi ( ) ( ) Berdasarkant hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.1.1 = diketahui bahwa gaji bersih pekerja Rp. 1.000.000 dan hasil pendapatan pabrik Rp. 50.000.000. S2 mensubstitusikan yang diketahui kepada rumus dan mendapat pengoperasian ( ) ( )
Tahap selanjutnya dilakukan pengoperasian ( ) ( ) S2 melakukan operasi dimulai dari mencari 5% dari hasil pendapatan pabrik di substitusikan terhadap rumus ( ) dilanjut dengan menjumlahkan operasi tersebut menjadi ( ) Jadi gaji pekerja pada bulan tersebut 3.500.000. Hal ini
50
dikuatkan dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S.2.1.1= setelah mendapatkan ( ) ( ) operasi dimulai dengan mencari persentase terlebih dahulu
dan dilanjut dengan menjumlah operasi sebelumnya ( ) . Jadi gaji pekerja tersebut pada bulan itu 3.500.000.
Gambar 4.6 Hasil pemecahan S2 pada soal 2
Berdasarkan gambar tersebut menunjukkan bahwa S2 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan ( ) dan ( ) terlebih dahulu.dikarenakan ada 2 kejadian yakni kejadian ketika toko larisso ambulu memborong topi ( ) dan kejadian topi rusak memborong topi dan harus dikembalikan ( ). Maka langkah pertama untuk menentukan ( )adalah dengan mengetahui kejadian. Toko larisso memborong sejumlah 1000 topi dengan harga per topi 12.000 dan beban garansi 2.500 maka S2 merumuskan ( ) dimana x adalah banyak topi yang dibeli, a adalah herga per topi, dan c adalah beban garansi. Setelah merumuskan ( ) dilanjutkan dengan menentukan ( ) kejadian saat ketika diketahui ada beberapa topi yang
rusak dan harus dikembalikan. Topi yang rusak 100 harga per topi 12.000 dan biaya pengembalian 500. Jadi S2 merumuskan ( ) dimana y adalah banyak topi yang rusak, a adalah harga topi dan b adalah biaya pengembalian. Dan nantinya S2 mendapatkan ( ) ( ) ( ) untuk menentukan harga yang harus dibayarkan oleh toko larisso.
Menurut hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.2.1 mula mula S2 mengetahui terdapat 2 peristiwa pada kejadian itu maka aka nada 2 fungsi yang akan terlibat. Jika yang ditanyakan berapa yang harus dibayar? Maka S2v membuat fungsi yakni ( ) yang terjawab dari 2 peristiwa yang menjadi 2 fungsi yakni ( ) dan ( ).
Fungsi ( ) didapat dari harga awal yang harus dibayarkan toko larisso terdiri dari berapa topi yang dibeli(x), harga per topi(a),dan beban garansi(c) yang akhirnya membuat ( ) . Kejadian ke 2 ( ) di dapat dari berapa harga untuk mengembalikan barang yang rusak terdiri dari banyak topi yang rusak(y), harga topi(a), dan biaya pengiriman(b) yang pada akhir nya membuat ( ) . Total pengeluaran di dapat dari ( ) ( ) ( ).
Setelah diketahui rumus ( ) ( ) ( ) untuk mencari ( ) sebelumnya sudah diketahui ( ) jika banyak topi yang diborong 1000, harga per topi 12.000, dan beban garansi 1.500 maka S2 mendapatkan pengoperasian ( ) . Dilanjut dengan mencari ( ) sebelumnya diketahui bahwa ( )
52
diketahui bahwa banyak topi yang rusak 100, harga per topi 12.000, dan biaya pengembalian 500, jika dioperasikan terhadap rumus menjadi ( ) .
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.2.1 = setelah S2 mendapat rumus ( ) ( ) ( ) langkah pertama S2 menentukan total ( ) terlebih dahulu ( ) diketahui banyak topi yang diborong 1000, harga topi 12.000, dan beban garansi 1.500 jika dioperasikan menjadi ( ) . Dilanjut dengan mencari ( ) diketahui ( ) diketahui banyak topi yang rusak 100, harga topi 12.000, dan biaya pengiriman 500 dika disubstitusikan menjadi ( ) .
Langkah selanjutnya mengoperasikan pengoperasian yang sudah diketahui ( ) , dimulai dari 1.000 12.000 = 12.000.000 dijumlah dengan 1.500 menghasilkan ( ) . Berlanjut ( ) operasi dimulai dari 100 . 12.000 = 1.200.000 dijumlah dengan 500 menghasilkan 1.200.500 dan dimasukkan terhadap rumus awal ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menciptakan ( ) . Jadi total yang harus dibayar toko larisso ambulu adalah 10.801.000.
Pernyataan diatas didukung dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.2.1= S2 setelah mendapatkan 2
pengoperasian ( ) dan ( ) S2 mengoperasikan dari ( ) terlebih dahulu ( ) S2 mengerjakan perkalian terlebih dahulu barubpenjumlahan menciptakan ( ) . Operasi dilanjutkan dengan mencari ( ) dengan cara yang sama saat operasi ( ) perkalian dulu baru pembagian menghasilkan ( ) . Ketika masing masing fungsi sudah diketahui dimasukkan terhadap rumus utama ( ) ( ) ( ) menjadi ( ) menciptakan ( ) . Jadi total yang harus dibayar toko larisso ambulu adalah 10.801.000.
Gambar 4.7 Hasil pemecahan S2 pada soal 3
Berdasarkan gambar tersebut S2 menentukan rumus ( ) dengan cara menemukan terlebih dahulu, dikarenakan pada soal terdapat 2 perintah yakni disuruh menentukan invers fungsi terlebih dahulu kemudia disuruh mencari nilai x. S1 mendapatkan ( ) untuk menemukan rumus S2 mengganti angka menjadi abjad untuk mendapatkan rumus harga tiket diganti menjadi a,
54
dan hasil penyewaan tempat untuk calo diganti dengan c dan mendapatkan rumus ( ) . Setelah mendapatkan itu S2 berlanjut dengan mencari invers dari rumus tersebut dipindah ruaskan semuanya kecuali x dan mendapatkan invers
.
Menurut hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.3.1.= karena terdapat 2 perintah yakni disuruh mencari invers dan nilai x pastinya langkah yang tepat adalah mencari invers terlebih dahulu, langkah awalnya yakni mencari tahu fungsi yang diketahui dahulu yakni ( ) di rubah menjadi abjad terlebih dahulu agar mendapatkan rumus menjadi ( ) dimana a adalah harga per tiket yakni, x adalah banyak penonton yang membeli tiket, dan b adalah hasil sewa tempat bagi calo.setelah didapatkan rumus berlanjut dengan merubah rumus tersebut menjadi invers. S2 merubah posisi selain x untuk menemukan invers fungsi x menghasilkan
Setelah mendapat kan invers
diketahui pendapatan pada pertandingan tersebut ( ) 55.570.000, harga per tiket (a) 50.000, dan hasil penyewaan tempat bagi calo(c) 20.000 disubstitusikan terhadap rumus menjadi
. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode = 2.3.1 setelah didapatkan invers
diketahui pendapatan pada pertandingan tersebut ( ) 55.570.000, harga per tiket (a) 50.000, dan
hasil penyewaan tempat bagi calo(c) 20.000 dimasukkan terhadap rumus yang telah diketahui menghasilkan operasi
Tahap selanjutnya dengan mengoperasikan operasi yang sudah didapatkan
proses diawali dengan pengurangan langkah selanjutnya terdapat kesalahan dipicu daru kurang telitinya S2 terhadap jumlah 0. Sehingga terjawab banyak tiket yang terjual yang harusnya 1.111 menjadi 1.111.000 tiket terjual. Pernyataan tersebut di dukung oleh hasil wawancara pada lampiran 6 dengan kode S2.3.1 = setelah mendapat rumus tinggal dioperasikan saja
proses awal dikurangi terlebih dahulu setelah itu dimasukkan terhadap rumus menjadi tahap selanjutnya tinggal dibagi S2 baru menyadari bahwa terdapat kesalahan akibat kurang teliti
Tabel 4.10 Hasil Ringkasan Analysis S2
Indikator Hasil Tes Hasil Wawancara
Merumuskan Subjek 2 mampu merumuskan dengan benar 3 dari 3 soal yang disediakan peneliti
Dia menggunakan rumus yang sudah diajarkan fungsi seperti yang sudah diajarkan Menafsirkan Penafsiran yang dilakukan ada
tapi terlalu singkat dan kurang mendetail. Subjek 2 hanya menafsirkan 2 dari 3 soal
Subjek hanya tau menggunakan rumus ini jadi untuk penafsiran kurang detail karena kurang faham nya subjek 2 terhadap rumus Menerapkan Untuk penerapan masih kurang
karena tidak semua soal bisa diterapkan dengan sempurna dan menimbulkan hasil yang salah. Seperti pada gambar
Dari sudut pandang dia menggunakan
pemahamannya sendiri yang secara ringkas dan padat, dan kadang kurang faham nya