• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEVEL ADVANCE : HR STRATEGIC AS BUSINESS PARTNER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEVEL ADVANCE : HR STRATEGIC AS BUSINESS PARTNER"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

EXECUTIVE DEVELOPMENT PROGRAM

LEVEL ADVANCE : HR STRATEGIC AS BUSINESS PARTNER

PENJELASAN

PENJELASAN

SERTIFIKASI 

SERTIFIKASI NASIONAL PROFESI MANAJER SDM

NASIONAL PROFESI MANAJER SDM

PPM Manajemen PPM Manajemen Jl. 

Jl. MentengMenteng Raya 9, Jakarta 10340  Raya 9, Jakarta 10340  TelpTelp. (021) 2300313   Fax : (021) 2302051. (021) 2300313   Fax : (021) 2302051 www.ppm

(2)

PROGRAM SERTIFIKASI

PROGRAM SERTIFIKASI NASIONAL PROFESI

NASIONAL PROFESI

MANAJER

MANAJER SDM

SDM

MENGAPA

MENGAPA PENTING

PENTING??

Standar kompetensi kerja merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dengan adanya

globalisasi yang membentuk terjadinya dunia tanpa batas. Aliran tenaga kerja bebas mengalir

dari satu Negara ke Negara lain. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan kompetensi

profesi yang berstandar nasional maupun internasional. 

Oleh karena itu Praktisi Manajemen SDM di Indonesia sudah harus memiliki kompetensi

Oleh karena itu Praktisi Manajemen SDM di Indonesia sudah harus memiliki kompetensi

tersebut, mengingat standar kompetensi kerja yang berlaku secara nasional telah ditetapkan

melalui SK Menakertrans nomor 307 tahun 2014 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional

Indonesia (SKKNI) bidang MSDM dan SK Menaker nomor 435 tahun 2015 tentang Kualifikasi

(

)

g

g

(3)

RPJPN

2005‐2025

RPJMN 

2010‐2014

RPJMN

2005‐

2009

RPJMN

2015‐2019

RPJMN

2020‐2025

MP3EI

SDM : Berdaya Saing

MP3EI

SDM : Berdaya Saing

‐ Lembaga Pendidikan

g

Di setiap

‐ Pengalaman di tempat 

Kerja

‐ Lembaga Pelatihan

set ap

wilayah/ 

koridor

Nilai tambah ↑

Lembaga Pelatihan

(4)

3 STRATEGI UTAMA MP3EI

3 STRATEGI UTAMA MP3EI

PENYIAPAN 

TENAGA KERJA 

KOMPETEN 

DAN 

(5)

KEBUTUHAN KOMPETENSI T

KEBUTUHAN KOMPETENSI TENAGA KERJA

ENAGA KERJA

“Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi  dan Lumbung Energi  Nasional” "Pusat Produksi dan  Pengolahan Hasil Tambang  & Lumbung Energi 

''Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan,

Perikanan, MIGAS dan

PADA SETIAP KORIDOR EKONOMI

PADA SETIAP KORIDOR EKONOMI

g g Nasional" , Pertambangan Nasional''

Koridor Kalimantan

Koridor Sulawesi

Koridor

Koridor Kalimantan

Koridor

Sumatera

"Pendorong Industri dan “Pusat Pengembangan 

Koridor Jawa

Koridor Bali - Nusa

Tenggara

Koridor Papua - Maluku

''Pintu Gerbang  Pariwisata Nasional dan 

Pendukung Pangan  Nasional'' Pendorong Industri dan 

(6)

HARMONISASI

REGULASI

PENYIAPAN

PENYIAPAN

PENGEMBANGAN 

STANDAR

TENAGA KERJA

TENAGA KERJA

YANG KOMPETEN

YANG KOMPETEN

STANDAR 

KOMPETENSI

YANG KOMPETEN

YANG KOMPETEN

PERKUATAN 

LEMBAGA DIKLAT

PERKUATAN 

LEMBAGA 

SERTIFIKASI

(7)

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM

BERBASIS KOMPETENSI

INDUSTRI & ASOSIASI PROFESI MSDM

KKNI

SKKNI

KKNI (Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia)

SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)

SKKNI

LEMBAGA

DIKLAT

PROFESI

LEMBAGA

SERTIFIKASI

PROFESI

PROFESI

MSDM

PROFESI

MSDM

(8)

STANDAR KOMPETENSI PROFESI

ASPEK

STANDAR KOMPETENSI PROFESI

PENGETAHUAN

ASPEK  KRITIS

Rumusan kemampuan kerja yang 

mencakup aspek pengetahuan, 

/

KOMPETENSI KERJA

keterampilan dan/atau keahlian 

serta sikap kerja yang relevan 

dengan pelaksanaan tugas dan 

syarat jabatan yang ditetapkan 

KEAHLIAN

SIKAP KERJA

sesuai dengan ketentuan 

peraturan perundang‐undangan

ASPEK  KRITIS ASPEK  KRITIS ASPEK KRITIS

=

INDIKATOR KUAT UNTUK DAPAT MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN AGAR BERHASIL

(9)

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL

INDONESIA

INDONESIA

9

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang 

selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka

7

8

penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat

menyandingkan

menyetarakan

dan

mengintegrasikan

antara bidang

pendidikan

dan

5

6

mengintegrasikan

antara bidang

pendidikan

dan

bidang

pelatihan kerja

serta

pengalaman kerja

dalam

rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja

3

4

g

p

p

g

p

j

sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor

1

2

3

1

(10)
(11)

Summary

Summary Jenjang

yy

Jenjang Kualifikasi

j

j

g

g

Kualifikasi Profesi

Profesi MSDM

MSDM

Jenjang

Kualifikasi

Jabatan

Stratifikasi Tanggung

Jawab

Peran Kerja

Sikap Kerja

(Berdasarkan SKKNI 

MSDM))

7

Director/GM/VP

Strategis Puncak

Membuat

Strategi

Puncak

6

Head/Senior

Strategis

Membuat

Utama

6

Head/Senior

Manager/Ahli/ 

Konsultan

Strategis

Membuat

Kebijakan

Utama

5

Manajer

Taktis

Membuat Sistem

Madya

4

Supervisor/Officer/K

oordinator/ 

S

i

d

/

Operasioal

Menjalan SOP

Muda

Superintendent/ 

Spesialis/Analis

3

Staf/Assisstant/ 

Clerk

Administratif

Melaksanakan

Instruksi Kerja

Muda

(12)

SKKNI Manajemen SDM

SKKNI Manajemen SDM

Sumber: Kepmenakertrans No. 307 Tahun 2014

(13)

KUK

PEMETAAN KOMPETENSI RMCS

PEMETAAN KOMPETENSI RMCS

Fungsi Dasar 

(J d l Unit

ELEMEN

KUK KUK BA TA SA N  VA R PE N SUMBER 

((

Regional Model Competency Standards

Regional Model Competency Standards

))

(Judul Unit

Kompetensi)

ELEMEN

KUK KUK KUK IABEL  +  PA N D U A N ILAIAN   40 QUESTIONS ON LABOUR  COMPETENCIES

Tujuan 

Utama

Fungsi 

Kunci

Fungsi 

Utama

ELEMEN

KUK KUK A N   KUK

Fungsi Dasar 

(Judul Unit

ELEMEN

KUK KUK BA TA SA N  VA R I PE N

WHAT FOR

(Judul Unit

Kompetensi)

ELEMEN

KUK KUK KUK IABEL  +  PA N D U A N ILAIAN  

WHAT NEEDS TO BE DONE

13

ELEMEN

KUK A N  

WHAT NEEDS TO BE DONE,  

HOW

(14)

SKKNI

SKKNI

SKKNI

SKKNI

BIDANG MSDM

BIDANG MSDM

104 Unit Kompetensi untuk Profesi Bidang Manajemen SDM

31 Unit Kompetensi untuk Manajer SDM

21 Unit Kompetensi untuk Supervisor SDM

21 Unit Kompetensi untuk Supervisor SDM

(15)

KLASTER DAN UNIT KOMPETENSI MANAJEMEN

KLASTER

FUNGSI UTAMA SDM

JUMLAH UNIT 

KOMPETENSI

SDM – ALL

KOMPETENSI

Strategi dan

Membuat Strategi dan Kebijakan Pengelolaan SDM yang sesuai dengan asas

kepatutan yang berlaku untuk mendukung Strategi Organisasi

Perencanaan

Pengelolaan SDM

7

Membuat Kebijakan dan Rancangan Organisasi untuk mendukung Strategi SDM

Membuat Perencanaan Kebutuhan akan Pekerja

Men s n Rencana Pengadaan Pekerja

Pengadaan SDM

Menyusun Rencana Pengadaan Pekerja 

8

Mengadakan Seleksi calon Pekerja 

Mengatur Penempatan Pekerja

b

Pengembangan

O

i

i

Menyusun Perencanaan Intervensi Pengembangan Organisasi

16

Menyusun Program Intervensi Pengembangan Organisasi

Melaksanakan Proses Intervensi Pengembangan Organisasi

Organisasi

Melakukan Evaluasi Intervensi Pengembangan Organisasi

Merancang Standar Kompetensi Kerja

Membangun Budaya Organisasi

(16)

KLASTER DAN UNIT KOMPETENSI MANAJEMEN

UNIT

SDM – ALL

KLASTER

FUNGSI UTAMA SDM

UNIT 

KOMPETENSI

Melakukan Analisis Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan

Pembelajaran dan

Pengembangan SDM

8

Merancang Program Pengembangan dan Evaluasi Pelatihan

Melakukan Aktivitas Kegiatan dan Evaluasi Pembelajaran dan Pengembangan SDM

Manajemen Talenta

Menyusun Kerangka Strategi Manajemen Talenta

9

Menyusun Program Manajemen Talenta

Manajemen Talenta

9

Melaksanakan Manajemen Talenta

Melakukan Evaluasi Penerapan Manajemen Talenta

16

Manajemen Karir

Menyusun Strategi dan Sistem Pengelolaan Karir

6

Melaksanakan Pengelolaan Karir

(17)

KLASTER DAN UNIT KOMPETENSI MANAJEMEN

KLASTER

FUNGSI UTAMA SDM

UNIT 

KOMPETENSI

SDM – ALL

KOMPETENSI

Mengelola Kinerja dan

Menyusun Sistem Pengelolaan Kinerja

Melaksanakan Sistem Pengelolaan Kinerja

Mengelola Kinerja dan

Pemberian

Penghargaan

18

Mengembangkan tindak lanjut hasil penilaian kinerja

Menyusun Sistem Remunerasi

Mengembangkan Sistem Remunerasi

Mengembangkan Sistem Remunerasi

H b

P k j d

Membangun kepuasan kerja guna mendorong keterlekatan pekerja pada organisasi

Membangun komunikasi pekerja secara efektif

Hubungan Pekerja dan

Hubungan Industrial 

Menyusun Strategi Hubungan Industrial

23

Melaksanakan norma ketenagakerjaan umum berdasarkan ketentuan peraturan

perundangan

Melaksanakan hubungan industrial melalui sarana hubungan industrial

17

Melaksanakan hubungan industrial melalui sarana hubungan industrial

Layanan Administrasi

dan Sistem Informasi

Manajemen SDM

Membangun Sistem Informasi SDM guna memenuhi tuntutan kebutuhan organisasi

9

Melaksanakan pelayanan administrasi pekerja secara efektif dan efisien

(18)

31

31

UNIT KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI

SYARAT

SYARAT SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

MANAJER

MANAJER SDM

SDM

Kluster

No.

Kode Unit

Judul Unit Kompetensi

Strategi dan Perencanaan SDM

3 UK

1 M.701001.003.01 Merumuskan Kebijakan Organisasi yang selaras dengan Strategi Pengelolaan SDM

2 M.701001.004.01 Membuat Rancangan Model/Struktur Organisasi 3 UK

3 M.701001.006.01 Menetapkan Kebutuhan akan Pekerja 4 M.701001.017.01 Merumuskan Permasalahan Organisasi 5 M 701001 018 01 Menyusun Intervensi Interpersonal

Pengembangan Organisasi 7 UK 5 M.701001.018.01 Menyusun Intervensi Interpersonal 6 M.701001.019.01 Menyusun Intervensi Teknologi 7 M.701001.021.01 Menyusun Intervensi Manajemen Pekerja 8 M.701001.023.01 Melakukan Intervensi Perubahan dalam Organisasi 9 M.701001.026.01 Merancang Model Kompetensi

(19)

31

31

UNIT KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI

Kluster

No.

Kode Unit

Judul Unit Kompetensi

SYARAT

SYARAT SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

MANAJER

MANAJER SDM

SDM

Pembelajaran dan Pengembangan

2 UK

11 M.701001.032.01 Menyelaraskan Strategi Pembelajaran dan Pengembangan sesuai dengan Strategi Organisasi

12 M 701001 035 01 Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan 12 M.701001.035.01 Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan Manajemen Talenta 3 UK 13 M.701001.042.01 Menentukan Pekerja Bertalenta 14 M.701001.044.01 Mengembangkan Manajemen Suksesi di Organisasi 3 UK 15 M.701001.045.01 Melaksanakan Program Manajemen Suksesi Manajemen Kinerja 16 M.701001.055.01 Menyusun Strategi Pengelolaan Kinerja 3 UK

17 M.701001.058.01 Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja 18 M.701001.062.01 Merancang Tindak Lanjut Hasil Penilaian Kinerja

(20)

31

31

UNIT KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI

Kluster

No.

Kode Unit

Judul Unit Kompetensi

19 M.701001.064.01 Merancang Kebijakan Remunerasi di Tingkat Organisasi

SYARAT

SYARAT SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

SERTIFIKASI UNTUK LEVEL

MANAJER

MANAJER SDM

SDM

Remunerasi 5 UK

20 M.701001.068.01 Menyusun Struktur dan Skala Upah di Tingkat Organisasi

21 M.701001.069.01 Menyusun Sistem Penentuan Upah Pekerja di Tingkat Organisasi 22 M.701001.070.01 Menyusun Sistem Tunjangan dan Benefit di Tingkat Organisasi 23 M.701001.071.01 Menyusun Program Insentif di Tingkat Organisasi

24 M.701001.076.01 Membangun Komunikasi yang Harmonis dengan Pekerja di Tingkat Organisasi

Hubungan Industrial

25 M.701001.078.01 Mengembangkan Peranan Pemangku Jabatan Lini dalam Menjalankan Fungsi  MSDM

26 M.701001.082.01 Membuat Peraturan Perusahaan/Kepegawaian di Tingkat Organisasi 27 M.701001.083.01 Membuat Perjanjian Kerja Bersama di Tingkat Organisasi

7 UK

28 M.701001.085.01 Melaksanakan Proses Pemutusan Hubungan Kerja di Tingkat Organisasi

29 M.701001.086.01 Melaksanakan Mekanisme Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang  efektif

30 M.701001.089.01 Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis dengan Wakil Pekerja atau  Serikat Pekerja/ Serikat Buruh

(21)

INFORMASI

INFORMASI

UNIT KOMPETENSI M 701001 003 01

UNIT KOMPETENSI M 701001 003 01

UNIT KOMPETENSI M.701001.003.01

UNIT KOMPETENSI M.701001.003.01

Kluster No Kode Unit Fungsi Utama Judul Unit Kompetensi Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

Strategi dan Perencanaan SDM 1 M.701001.0 03.01 Membuat kebijakan dan rancangan Merumuskan Kebijakan Organisasi yang selaras dengan Strategi 1. Mengidentifikasi sasaran organisasi yang terkait dengan

1.1 Sasaran organisasi diidentifikasi sesuai dengan isi strategi organisasi.

1 2 Sasaran organisasi yang sudah diidentifikasi g organisasi untuk mendukung strategi SDM g g Pengelolaan SDM y g g Strategi pengelolaan SDM 1.2 Sasaran organisasi yang sudah diidentifikasi  dianalisis kesesuaiannya dengan strategi  pengelolaan SDM. 2. Merumuskan kebijakan organisasi

2.1 Pendekatan analisis kebijakan organisasi ditetapkan sesuai dengan format yang telah ditetapkan.

ditetapkan.

2.2 Sasaran organisasi, strategi bisnis, strategi pengelolaan SDM dan kebijakan yang ada dianalisis mengikuti metodologi yang telah ditetapkan.

2 3 Kebijakan organisasi ditentukan sesuai 2.3 Kebijakan organisasi ditentukan sesuai

dengan strategi pengelolaan SDM. 3. Mendapatkan 

persetujuan 

mengenai kebijakan  organisasi dari

3.1 Setiap kebijakan organisasi disiapkan sesuai format yang telah ditetapkan.

3.2 Proposal konsep kebijakan organisasi dipresentasikan ke pimpinan organisasi organisasi dari 

pimpinan organisasi dipresentasikan ke pimpinan organisasi. 3.3 Proposal konsep kebijakan organisasi

disempurnakan setelah mendapatkan masukan dan atau perubahan dari pimpinan organisasi hingga mendapatkan

persetujuan persetujuan.

3.4 Naskah kebijakan organisasi yang sudah disetujui pimpinan organisasi

didokumentasikan sesuai format yang  berlaku.

(22)

INFORMASI

INFORMASI

UNIT KOMPETENSI M 701001 004 01

UNIT KOMPETENSI M 701001 004 01

Kluster No Kode Unit Fungsi Utama Judul Unit 

Kompetensi Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

Strategi dan Perenca‐ naan SDM 2 M.701001.0 04.01 Membuat kebijakan dan rancangan organisasi untuk Membuat Rancangan Model/Struktur 1. Mengidentifikasi model organisasi

1.1 Dasar pertimbangan penyusunan organisasi diidentifikasi sesuai dengan strategi pengelolaan SDM

UNIT KOMPETENSI M.701001.004.01

UNIT KOMPETENSI M.701001.004.01

naan SDM organisasi untuk mendukung strategi SDM

Model/Struktur Organisasi

SDM.

1.2 Hal‐hal yang mendasari keberhasilan organisasi didefinisikan sesuai metode analisa yang telah ditetapkan.

1.3 Model perancangan organisasi (organization design)  diidentifikasi sesuai dengan strategi pengelolaang g p g SDM.

2. Menganalisis model  organisasi

2.1 Dampak perubahan organisasi dianalisis sesuai arah bisnis (business direction).

2.2 Analisa dampak Perancangan Organisasi

(organization design) dicatat dengan menampilkan kelebihan dan kekurangannya.

2.3 Model organisasi ditetapkan sejalan dengan strategi bisnis dan strategi pengelolaan SDM.

3. Menyusun rancangan organisasi

3.1 Rancangan organisasi dibuat sesuai dengan model  organisasi yang sesuai dengan kebutuhan

organisasi organisasi.

3.2 Posisi beserta pertanggung‐jawabannya dirancang sesuai kebutuhan organisasi.

4. Mendapatkan  persetujuan 

mengenai rancangan 

4.1 Proposal konsep rancangan organisasi

dipresentasikan ke pimpinan organisasi hingga mendapatkan persetujuan.

g g

organisasi dari  pimpinan organisasi

p p j

4.2 Hasil rancangan organisasi disempurnakan sesuai dengan masukan dan atau perubahan dari pimpinan organisasi.

4.3 Naskah rancangan organisasi didokumentasikan sesuai format yang berlaku.

(23)

INFORMASI

INFORMASI

UNIT KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI M 701001 006 01

M 701001 006 01

UNIT KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI M.701001.006.01

M.701001.006.01

Kluster No Kode Unit Fungsi Utama KompetensiJudul Unit  Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

Strategi dan Perencanaan 3 M.701001. 006.01 Membuat  perencanaan  Menetapkan  Kebutuhan akan  1. Mengidentifikasi  kebutuhan 

1.1 Sasaran organisasi yang terkini diidentifikasi sesuai format yang telah ditentukan.

SDM kebutuhan akan 

Pekerja

Pekerja organisasi terhadap 

perencanaan SDM 1.2 Kondisi perencanaan kebutuhan SDM (manpower  planning) diidentifikasi sesuai dengan fungsi dan tujuan organisasi.

1.3 Data kondisi eksternal termasuk benchmarking  perencanaan SDM dengan organisasi sejenis

diidentifikasi mencakup aspek‐aspek organisasi terkait dengan kebutuhan SDM.

2. Menganalisis kebutuhan SDM

2.1 Metode analisis ditentukan sesuai dengan kondisi organisasi dan strategi pengelolaan SDM.g g p g

2.2 Kebutuhan organisasi terhadap perencanaan SDM  dianalisis sesuai dengan sasaran organisasi dan beban kerja.

2.3 Kebutuhan organisasi terhadap SDM ditetapkan di  masing masing unit sesuai format yang telah masing‐masing unit sesuai format yang telah ditetapkan.

2.4 Kebutuhan organisasi terhadap SDM didokumentasikan sesuai format yang telah ditetapkan dan mengikuti sistem kearsipan yang berlaku.

(24)

STANDARD KOMPETENSI KERJA

STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL

NASIONAL INDONESIA

INDONESIA

1

(SKKNI) MANAJEMEN SDM

(SKKNI) MANAJEMEN SDM

1. 

Strategi dan

Kebijakan SDM

3. 

Pengembangan

O

i

i

2.

Pengadaan SDM

STRATEGI 

BISNIS

SASARAN 

BISNIS

4. Pembelajaran

Pengembangan

6. Pengelolaan

i

Organisasi

5. 

Manajemen

7. 

Manajemen

Kinerja dan

Remunerasi

9. 

Layanan

Karir

8. 

H b

j

Talenta

Mewujudkan Sumberdaya Manusia (SDM) yang kompeten, kompetitif, beretika dan

Administrasi & 

Sistem Informasi

SDM

Hubungan

Industrial

patuh pada ketentuan yang berlaku, melalui pengelolaan yang efektif dan efisien untuk

mencapai tujuan organisasi.

(25)

Visi, Misi, Nilai‐nilai Organisasi

Visi, Misi, Nilai‐nilai Organisasi

KERANGKA PBK MSDM UNTUK MANAJER

St t i & K bij k

MSDM (003)

St t i & K bij k

MSDM (003)

Strategi & Kebijakan Organisasi

Strategi & Kebijakan Organisasi

CORPORATE

CORPORATE

DIRECTION

DIRECTION

Struktur Organisasi (004)

Struktur Organisasi (004)

Strategi & Kebijakan MSDM  (003)

Strategi & Kebijakan MSDM  (003)

M

  (092)

017,018,019,021,023

OD

OD

Model Kompetensi (026 & 029)

Model Kompetensi (026 & 029)

o

rmasi

SD

M

032 035 042 044 045

055 058 062 064 068 069

PROSES MSDM

PROSES MSDM

Sis

te

m

In

fo

MPP

Manajemen

Kinerja

Pembelajaran & 

Pengembangan

Manajemen Karir

032,035,042,044,045

055,058,062,064,068,069,

070,071

S

Pengadaan SDM

Manajemen Karir

Manajemen

Talenta

Manajemen Suksesi

006

Remunerasi

HI (076,078,082,083,085,086,089)

Kumala &  Wina (2016)

(26)

PENJELASAN SERTIFIKASI NASIONAL

PENJELASAN SERTIFIKASI NASIONAL

J

J

S

S

S

S

S

S

S O

S O

PROFESI MANAJER SDM

PROFESI MANAJER SDM

(27)

SERTIFIKASI KOMPETENSI

SERTIFIKASI KOMPETENSI

Sertifikasi kompetensi kerja adalah proses 

p

j

p

pemberian sertifikasi kompetensi yang 

dilakukan secara sistematis dan obyektif 

melalui uji kompetensi yang mengacu 

kepada standar kompetensi kerja nasional

kepada standar kompetensi kerja nasional 

Indonesia/dan atau internasional. 

KOMPETEN / 

BELUM

KOMPETEN

LDP

LDP: Lembaga Diklat Profesi

(28)

SERTIFIKASI PROFESI

SERTIFIKASI PROFESI

Sertifikasi terhadap kompetensi

Sertifikasi terhadap kompetensi 

profesi: dilakukan oleh Lembaga

Sertifikasi Personil/Profesi, berlaku

apabila masih kompeten.

Sertifikasi untuk mendapat status 

profesi: dilakukan organisasi profesi, 

biasa disebut juga lisensi/registrasi

j g

/ g

profesi.

Sertifikat pelatihan: oleh lembaga

l ih

bi

di b

j

pelatihan, biasa disebut juga 

Certificate of Attainment, berlaku

selamanya.

(29)

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI

Kualifikasi Kerja Nasional 

Indonesia (KKNI)

Okupasi Nasional

Paket Kompetensi (Cluster)

Paket Kompetensi (Cluster)

Unit Kompetensi

Profisiensi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah yang akan dikemukakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Efektivitas Iklan simPATI

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis penjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat

3.2 Melakukan penentuan mood/karakter visual yang sesuai dengan karakter/kebutuhan klien, beserta dengan penjabaran kaitan mood visual dengan kebutuhan klien 3.3 Mengidentifikasi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam- putih) maupun berwarna.

baru yang diperoleh dari Yordania di samping Ekonomi Syariah adalah adanya Lembaga Pengelolaan Harta Anak Yatim yang dikelola oleh Negara. Pengadilan Agama dalam

Analisis pola pita isozim peroksidase menunjukkan kultivar Beta 1, Beta 2 dan Papua Solossa memiliki pola pita yang berbeda (baik secara kualitatif maupun

Sedangkan data spasial yang terdiri dari titik contoh lokasi TPS di Kecamatan Menteng, peta jaringan jalan, peta administrasi, peta penggunaan lahan, dan peta RTRW wilayah Jakarta

Tugas akhir yang berjudul “Rekondisi Mesin, Sistem Starting, Charging dan Lighting pada mobil Caddy” bertujuan untuk mengembalikan fungsi dari mobil Caddy sehingga