• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL SERDADU KUMBANG KARYA RAIN CHUDORI-SOERJOATMODJO DAN NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL SERDADU KUMBANG KARYA RAIN CHUDORI-SOERJOATMODJO DAN NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL SERDADU

KUMBANG KARYA RAIN CHUDORI-SOERJOATMODJO

DAN NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA

E-Journal

diajukan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

oleh

HERMANTINO NIM: 120388201156

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Hermantino, 2017. Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pembimbing 1: Riau Wati, M.Hum., Pembimbing 2: Tessa Dwi Leoni, M.Pd.

Kata kunci : Nilai Pendidikan, Novel Serdadu Kumbang, Novel Sang Pemimpi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud nilai-nilai pendidikan kultural (sosial) yang terkandung padanovel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, untuk mengetahui wujud nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung padanovel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, untuk mengetahui wujud nilai-nilai pendidikan religius yang terkandung padanovel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu analisis konten atau analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang menjadi masalah, kemudian menganalisis dan menafsirkan data yang ada. Metode analisis isi digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen, dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Objek penelitian adalah novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata layak untuk dibaca, karena setelah dianalisis, di dalam novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata terdapat nilai-nilai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi penikmat sastra. Nilai pendidikan merupakan segala sesuatu yang baik maupun buruk yang berguna bagi kehidupan manusia yang diperoleh melalui proses pengubahan sikap dan prilaku dalam upaya mendewasakan diri manusia melalui upaya pengajaran.

(5)

ABSTRACT

Hermantino, 2017. Analysis Values Education Novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Thesis. Indonesian Studies Program. Faculty of Teacher Education, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Supervisor 1: Riau Wati, M.Hum., Pembimbing 2: Tessa Dwi Leoni, M.Pd.

Keywords: Values Education, Novel Serdadu Kumbang, Novel Sang Pemimpi This research is to determine the form of the social values of education embodied in novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, to find a form of moral education values contained in the novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, to determine the form of values religious education contained in the novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. This research is qualitative. The method used is descriptive method, namely content analysis. This study describes what the problem is, and then analyze and interpret the data. Methods of content analysis or content analysis is used to examine the contents of a document, the document used in this study is novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Object of research is novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Data collection techniques used are documentation. Analyzing the data, researchers used flow analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions.

The results of this study it can be concluded that the novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata worth reading, because once analyzed, in the novel Serdadu Kumbang Karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata educational values are very useful for lovers of literature. Value education is everything good and bad that are useful for human life gained through the process of changing attitudes and behaviors in an effort to grow mature human being through the efforts of the teaching.

(6)

1. Pendahuluan

Dalam novel Serdadu Kumbang karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, banyak sekali mengandung nilai-nilai pendidikan. Nilai pendidikan yang terkandung di dalam kedua novel tersebut bisa kita contoh, dan terapkan dalam kehidupan nyata. Kisah-kisah yang diangkat kedua novel diatas` bisa membuat pembaca untuk termotivasi dan terus maju walaupun banyak kesulitan utuk mencapai cita-cita serta menjalani kehidupan sehari-hari, baik dari sisi pendidikan hedonik, nilain pendidikan kultural, nilai pendidikan artistik, nilai pendidikan etis-moral-religius, dan nilai praktis.

Hal yang membuat penulis tertarik untuk menganalisis novel Serdadu Kumbang karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata selain ketenaran novel ini adalah keunikan judul yang membuat penulis banyak menyimpan pertanyaan pada isi kedua novel tersebut. Karya kedua novel ini bergaya realis dan penuh dengan motifasi, tak biasa, tak terduga, terkadang tidak senonoh namun sangat memikat. Selain itu keduanovel ini menggunakan lebih dari satu bahasa, yakni bahasa melayu, bahasa daerah, bahasa Indonsia dan bahasa inggris. Tidak kalah pentingnya penulis tertarik dengan nilai pendidikan apa saja yang ada didalam kedua novel ini. Oleh karena itu penulis menganalis nilai-nilai pendidikan dalamkedua novel ini, sebab dengan menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya khususnya nilai pendidikan yang dapat membangun sebuah kepribadian menjadi lebih baik lagi.

2. Metodologi Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuandan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam pencarian fakta sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang dengan interprestasi yang tepat (Sedarmiyanti, 2011:33). Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian neturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnyaMetode penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan peneliti (Sugiyono, 2014:6). Jadi metode ini bertujuan untuk memberikan atau mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel Serdadu Kumbangkarya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

(7)

3. HasildanPembahasanPenelitian

Dalam kehidupan ini, manusia harus banyak mempelajari keadaan yang ada di sekeliling.Agar kehidupan yang dijalani terasa lebih bermakna.Karena pendidikan sangat diperlukan. Nilai-nilai pendidikan tidak hanya didapatkan di kehidupan nyata, namun bisa juga didapatkan dari dalam novel. Dalam novel Serdadu Kumbang terdapat 23 nilai Kultural (sosial), 18 nilai moral, dan 8 nilai religius, sedangkan dalam novel Sang Pemimpi terdapat 14 nilai Kultural (sosial), 8 nilai moral, dan 6 nilai religius.

1. Nilai Kultural (Sosial) Novel Serdadu Kumbang

“Ibu Amek, Inak Siti yang buta huruf segera saja berlari ke sekolah

Amek untuk meminta tolong anakya untuk membacakan surat dari ayahnya. Di belakang sekolah, Amek tersendat membaca surat

ayahnya”. (SK:11)

Kutipan diatas menunjukkan bahwa Amek adalah anak yang bertanggung jawab. Amek berusaha untuk membantu ibunya dengan membacakan surat dari ayahnya karena keterbatasan ibunya yang tidak bisa membaca. Seperti teori yang mengatakan nilai sosial adalah nilai yang di sengaja di dalam lingkungan sosial supaya individu menjadi bebas dan bertanggung jawab.

2. Nilai Pendidikan Moral Novel Serdadu Kumbang Pasal tujuh bait pertama

“Enam pemilik kepala-terdiri dari Amek, Acan, Lani, Imah dan Beda-yang rambutnya diusap matahari berlindung di bawah baBeda-yang-baBeda-yang dahan bersorak dan bertepuk tangan setiapkali sehelai kertas

cita-cita dibacakan dengan lantang”. (SK:6)

Kutipan di atas menunjukkan bahwa ke enam anak-anak itu mempunyai moral yang baik, karena mereka saling mengapresiasi cita-cita satu sama lain. Walaupun dengan pendidikan yang minim di daerahnya, mereka tidak merasa rendah dengan anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang sangat sempurna. Sehingga mereka bisa meraih cita-cita itu bisa menjadi sebuah kenyataan.

3. Nilai Pendidikan Religius Novel Serdadu Kumbang

“Saya mau jadi Kiai, bu...” kata Acan tak kalah semangat dengan Umbe. Kepala Acan yang selalu berpeci putih itu menunjukkan betapa dia serius dengan cita-citanya itu”. (SK:8)

(8)

Kutipan di atas menunjukan bahwa acan dalam novel serdadu kumbang ini benar-benar ingin mencapai cita-citanya walaupun dengan keadaan yang terbatas, sekolah yang serba kekurangan tetapi semangat acan tak kalah dengan anak-anak yang mendapat pendidikan yang lebih sempurna. Acan yang yang selalu menggunakan peci menunjukan bahwa dia benar-benar ingin menjadi seorang kiai yang bisa menjadi berguna untuk orang banyak dan dirinya sendiri.

4. Nilai Pendidikan Sosial Novel Sang Pemimpi

“Aku ingin menyelamatkan Jimbron walaupun benci setengah mati pada Arai. Aku dan Arai menopang Jimbron dan beruntung kami berada dalam labirin gang yang membingungkan”. (SP:15)

Kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa walaupun Ikal sangat benci kepada Arai, tapi Ikal masih sangat mempunyai jiwa sosial yang ditunjukkan dengan pertolongnya kepada Jimbron masih tetap ada dalam dirinya.Karena dia merasa walau bagaimanapun mereka adalah bersaudara.

5. Nilai Pendidikan Moral Novel Sang Pemimpi

“Senin pagi ini kuanggap hari yang sial. Setengah jam sebelum jam masuk, Pak Mustar mengunci pagar sekolah. Beliau berdiri di podium menjadi inspektur apel rutin. Celakanya banyak siswa yang terlambat, termasuk aku, Jimbron dan Arai. Lebih celaka lagi beberapa siswa

yang terlambat justru mengejek Pak Mustar. Dengan sengaja mereka

meniru- nirukan pidatonya. Pemimpin para siswa yang berkelakuan seperti monyet sirkus itu tak lain Arai!! Pak Mustar ngamuk. Ia meloncat dari podium dan mengajak dua orang penjaga sekolah mengejar kami”. (SP:10)

Kutipan di atas mengajarkan bahwa kesalahan sedikitpun oleh seorang siswa pasti akan mendapat sanksi, karena perbuatan yang melanggar aturan memang harus diberi sanksi untuk memberi pelajaran, apalagi ada beberapa siswa udah tahu terlambat malah mengejek Pak Mustar lagi dan contoh yang seperti ini tidak boleh dijadikan contoh maupun panutan bagi siswa yang lain.

6. Nilai Pendidikan Religius Novel Sang Pemimpi

““Mengingat masa lalunya yang pilu, aku kagum pada kepribadian dan daya hidupnya. Kesedihan hanya tampak

padanya ketika ia mengaji Al- Quran”. (SP:33)

Pada kutipan di atas terdapat nilai agama pada diri Arai, Arai seorang yang tegar dan tak mudah ditebak itu hanya memperlihatkan kesedihannya di saat dia membaca kitab suci Al-Quran.

(9)

7. Simpulan dan Saran

Berdasarkan pembahasan Bab V, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga nilai pendidikan di dalam novel Serdadu Kumbang karya Rain Chudori-Soerjoatmodjo dan Sang Pemimpikarya Andrea Hirata. Nilai-nilai tersebut sebagai berikut:

1. Nilai pendidikan kultural (sosial), yaitu nilai yang berhubungan dengan etika kehidupan bermasyarakat, termasuk rasa sayang, kasihan, tolong-menolong, maaf-memaafkan, dll. dengan orang-orang di sekitar.

2. Nilai pendidikan moral, yaitu nilai yang berhubungan dengan kelakuan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia.

3. Nilai religi, yaitu nilai yang berhubungan dengan keyakinan seseorang terhadap Tuhan dan agamanya.

8. Saran

Berdasarkan hasil analisis dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: Terkait dengan eksistensinovel sudah sepatutnya novel maupun karya sastra yang lainnya, mempertimbangkan sisi pendidikanya yang bisa di sumbangkan ke masyarakat luas dan bukan hanya mempertimbangkan selera pasar, ataupun trend. Karena ahkir-ahkir ini banyak muncul karya sastra yang jauh dari unsur mendidik, sebab bagaimanapun karya sastra terutama novel adalah yang paling banyak diminati oleh semua lapisan masyarakat. Hendaknya kritik yang datang dari manapun, asalkan itu rasional dan bisadipertanggung jawabkan kebenaranya, haruslah di terima dengan lapang dada. Bagi peneliti, diharapkan cermat dalam menganalisa sehingga analisa dalam suatu penelitian lebih tajam.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Ruslan.2014. Pengantar Pendidikan. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Atminingsih, Ririh Yuli. 2010.“Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel

Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata”.Skripsi (tidak diterbitkan). Budiyanto. 2004. Kewarganegaraan untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.

Endraswara, Suhardi. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: PT Buku Seru.

Hasbullah. 1997. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hasbullah. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Herimanto. 2010. Ilmu Sosial& Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

KBBI. 2012. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) (Cetakan ketiga Edisi IV). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Marhainy. 2010. “Analisis nila-nilai pendidikan dalam novel Hafalan Sholat Delisa karya Tere-Liye”.Skripsi (tidak diterbitkan).

Maswardi, H Muhammad Amin. 2011. Pendidika Karakter Anak Bangsa. Jakarta: Baduose Media Jakarta.

Nurgiantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Priyatni, Endah Tri. 2010. Membaca Sastra Dengan Ancaman Literasi Kritis. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sabarani. 2013. Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Tanjungpinang: UMRAH.

Sedarmiyanti, Hidayar Syarifudin. 2011. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: ALFABETA.

Tarigan, Henry Guntur. 2011.Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: ANGKASA.

(11)

Toha-Sarumpaet, Risis K. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Wellek, Rene., dkk. 2014. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Zakaria. 2013. “Analisis Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy”.Skripsi (tidak diterbitkan).

https://m.merdeka.com/propil/indonesia/a/andrea-hirata/, 14 Januari 2017 pukul 12:10 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

Serupa dengan elektron, kita bisa berbicara tentang fungsi gelombang – yang masih jauh lebih rumit, karena kita tidak hanya harus sekarang menetapkan setiap situs nomor, tapi

[r]

An Introduction to Fiction,   Kinoian’s Monarch Notes and Study Guides: Henry James the Ambassadors, etc. It is also needed books on psychology as secondary sources since

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attractiveness (daya tarik fisik) terhadap minat beli konsumen pada produk yang diiklankan melalui twitter, untuk

Effisiensi PLTD sangat dipengaruhi oleh pemakaian bahan bakar, hal ini disebabkan biaya yang terbesar dalam pengoperasian PLTD adalah biaya bahan bakar (±70%

Dilihat dari definisi tersebut diatas angka kematian Balita adalah jumlah kematian bayi dan anak balita dalam kurun waktu 1 tahun yang dinyatakan sebagai angka

[r]

Jasa Asuransi Kesehatan pada Satker Komisi Pengawas Persaingan Usaha, dengan ini kami mengundang Saudara untuk melaksanakan pembuktian kualifikasi, dengan jadwal