• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Struktur dermaga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perencanaan Struktur dermaga"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Perencanaan Struktur Dermaga

1. Perhitungan Struktur Dermaga

Fasilitas dermaga yang akan didesain direncanakan untuk menerima beban sandar kapal dengan bobot maksimum 10000 DWT, dengan kriteria perencanaan sebagai berikut.

1.1. Data Kapal Terbesar

Tonnage : 10000 DWT (maksimum)

Draft penuh : 8,2 m

Panjang (LOA) : 137 m

Breadth : 19,9 m

Berthing velocity : 0,2 m/det

Sudut berthing maksimum : 20°

Bollard tractive force : 70 ton (Technical Standard OCDI) 1.2. Kriteria Perencanaan Struktur

Dimensi : (20 x 50) m2

Mutu Beton : Beton f’c 33,20 Mpa

Tiang Pancang : Pipa Baja Ø 711,2 mm, t=12 mm

Elevasi Lantai : + 5,9 m LWS

Design kedalaman : - 5,00 m LWS

1.3. Mutu Bahan

Beberapa kriteria kekuatan bahan yang akan digunakan untuk perencanaan struktur adalah sebagai berikut :

1. Berat Jenis Material

- Beton Bertulang : 2,40 t/m3 - Beton Rabat : 2,30 t/m3 - Aspal : 2,20 t/m3 - Batuan Masif : 2,60 t/m3 - Kayu : 1,03 t/m3 - Baja : 7,85 t/m3

- Tanah : Disesuaikan dengan hasil Pekerjaan Penyelidikan Tanah 2. Mutu Bahan

- Beton : K 400

- Baja Tulangan : BJTP24 dan BJTD39 - Tiang Pancang

Baja : JIS A5525 SKK400 atau setara dengan nominal tensilestrength 4,000 kg/cm2. Atau ASTM A252 atau setara dengan yield strength of 2,400 kg/cm2.

(2)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 2 3. Modulus Elastisitas

- Baja, Es : 2,1 × 106 kg/cm2

- Beton, Ec :

4700

f '

c

= 27081,14 kg/cm2

1.4. Fixity Point

Perhitungan Fixity Point Tiang

N = Nilai SPT tanah ; N = 3

Kh = 0.15*N (kg/cm3) ; Kh = 0.45 kg/cm3

EI = Kekakuan ; E = 2000000.00 kg/cm2

; I 161000.00 cm4

Ddpile = Diameter tiang pancang (pile) ; Ddpile = 71.12 cm2

β = ((Kh*Ddpile)/EI)^ 1/4 ; β = 0.003157 cm' SF = Safety factor ; SF = 1.5 Ld = (1/β)*SF ; Ld = 475.07 cm' = 4.75 m'

Perhitungan panjang tiang vertikal pada model struktur

Tlump = Tebal lapisan lumpur (N<2) = 500.00 cm'

Elevasi Lantai Dermaga = 590.00 cm'

Tebal lantai + Balok Dermaga = 80.00 cm'

Tpile = Tebal pile head dari dasar balok = 120.00 cm'

Elvpile = Elevasi atas pile head = 440.00 cm'

Elvdl = Kedalaman dasar laut = 500.00 cm'

Hv = Panjang tiang vertikal pada model struktur

= Tlump + Elvpile + Ddpile + Elvdl + Ld = 1915.07 cm'

= 19.15 m'

1.5. Model Struktur

(3)

1.6. Pembebanan 1.6.1. Beban Mati

Berat sendiri pelat lantai : dihitung secara otomatis oleh software. Berat sendiri balok : dihitung secara otomatis oleh software.

Gambar 2. Model Pembebanan Mati Pelat

1.6.2. Beban Hidup

Beban merata 3 Ton/m2 : diperhitungkan sebagai uniform load pada balok Beban kendaraan T40 : diperhitungkan sebagai beban titik di balok dan pelat

(4)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 4 1.6.3. Beban Tumbukan Kapal

Rumus:

Ef = ((W1+W2).V2/2g).(1/(1+(d/r)2))

Dimana,

Ef = Energi sandar kapal (ton.meter) g = Percepatan gravitasi (m/det2) W1 = Actual vessel weight

W2 = Additional weight = ρLH2.π/4 LW = Light weight = 0,18.W1

V = kecepatan sandar kapal (m/det) B = Moulded breadth dari kapal (m) D = Draft kapal (m)

L = Panjang kapal (m) wo = Berat jenis air laut (t/m3)

d = Jarak dari contant point ke titik berat dari kapal, diukur sejajar dengan fasilitas sandar (m)

r = Radius of gyration about vertical axis through the center of gravity of the ship in a horizontal plane, (=L/4)

Beban tumbukan kapal dihitung berdasarkan data kapal terbesar kapal yang akan dilayani oleh dermaga rencana. Reaksi fender akibat beban tumbukan ditunjukkan pada perhitungan sebagai berikut:

Jenis Kapal Cargo

W1 = 10,000.00 W1 + LW = 11,800.00 W2 = 7,415.87 L (m) = 137.00 D (m) = 8.20 B (m) = 19.90 V (m/det) = 0.20 l = 34.25 r = 34.25 wo = 1.03 g = 9.81 Ef = 19.59

Digunakan safety factor 1.5, maka Ef = 29.38 Digunakan fender SV-800 L2.5M dengan karakteristik sbb:

Rated reaction force 113.00 ton

(5)

Selanjutnya beban tumbukan kapal dimasukkan ke dalam analisis struktur sebagai berikut:

Gambar 4. Beban Tumbukan Kapal

1.6.4. Beban Tambat Kapal

Berdasarkan desain kriteria, gaya tambat maksimum ditetapkan sebesar 70 ton.

(6)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 6 1.6.5. Beban Gempa

Respon struktur terhadap gempa dihitung dengan analisis dinamik respon spektra. Menurut peraturan SNI-03-1726-2012 “Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung“ grafik respon spektrum lokasi Merauke, Papua adalah:

Gambar 6. Grafik Respon Spektra Lokasi Merauke, Papua

Load factor beban gempa dipakai 9.81 dengan percepatan diterapkan sebagai berikut:

1. 100% dalam arah sumbu –X + 30% dalam arah sumbu X 2. 100% dalam arah sumbu –Y + 30% dalam arah sumbu Y

(7)

1.7. Beban Gelombang

Gelombang rencana diaplikasi dalam arah 90º. Perhitungan dilakukan secara otomatis di dalam software SAP2000.

Gambar 7. Beban Gelombang

1.8. Kombinasi Pembebanan 1.8.1. Perencanaan Struktur Beton

ACI 318-96 Metode Ultimate Limit State

Combo Simbol Case

DL LL Fdr Bld Wv Wll Qx Qy 1 1.40 2 1.20 1.60 3 1.20 1.00 1.30 1.30 4 1.20 1.00 1.30 1.30 5 1.20 1.00 1.30 1.30 6 1.20 1.00 1.00 0.30 7 1.20 1.00 0.30 1.00 8 0.90 1.00 0.30 9 0.90 0.30 1.00 Dimana,

DL = Beban Mati Struktur Dermaga (dihitung oleh software)

LL = Beban Hidup Pelat

Fdr = Berthing Load satu Fender

BLR = Beban bollard pada dolphin

Wv = Beban Gelombang

Wll = Beban Kendaraan

EQx = Beban Gempa Arah Sb X

(8)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 8 1.8.2. Perencanaan Struktur Baja

Metode Pembebanan menggunakan AISC-LRFD

Combo Simbol Case

DL LL Fdr Bld Wv Wll Qx Qy 1 1.40 2 1.20 1.60 3 1.20 1.00 1.30 1.30 4 1.20 1.00 1.30 1.30 5 1.20 1.00 1.30 1.30 6 1.20 1.00 1.00 0.30 7 1.20 1.00 0.30 1.00 8 0.90 1.00 0.30 9 0.90 0.30 1.00 Dimana,

DL = Beban Mati Struktur Dermaga (dihitung oleh software)

LL = Beban Hidup Pelat

Fdr = Berthing Load satu Fender

BLR = Beban bollard pada dolphin

Wv = Beban Gelombang

Wll = Beban Kendaraan

EQx = Beban Gempa Arah Sb X

EQy = Beban Gempa Arah Sb Y

1.9. Hasil Analisa

1.9.1. Kekuatan Tiang Pancang

Tiang pancang direncanakan dari pipa baja diameter 609,6 mm tebal 14 mm. Analisis tegangan pada tiang menurut AISC-LRFD93 menghasilkan Stress Ratio pada tiang-tiang pancang sbb:

(9)

TABLE: Steel Design 1 - Summary Data - AISC-LRFD93

Frame DesignSect DesignType Status Ratio RatioType Combo Location

Text Text Text Text Unitless Text Text m

138 SPP711-12 Column No Messages 0.896403 PMM COMB4 19.13975

107 SPP711-12 Column No Messages 0.785898 PMM COMB4 0

116 SPP711-12 Column No Messages 0.700704 PMM COMB5 19.13975

143 SPP711-12 Column No Messages 0.648897 PMM COMB5 19.14811

139 SPP711-12 Column No Messages 0.600577 PMM COMB4 19.13975

Dari analisa SAP2000 didapatkan bahwa stress ratio maksimum pada tiang pancang adalah sebesar 0.896 < 1.0 ... OK. Jadi dermaga dapat direncanakan dengan menggunakan tiang pancang diamater 711,2 mm tebal 12 mm.

1.9.2. Gaya Maksimum pada Elemen Struktur

Analisa SAP2000 menghasilkan gaya-gaya dalam maksimum sbb: Balok Memanjang Tumpuan 70/90

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

5.300 COMB2 Min -31575.91 -41430.07 -8307.91 -12284.02 -5989.66 -49857.89

2.409 COMB3 Max 38214.88 41433.34 9622.68 10902.07 4870.72 41654.05

Balok Memanjang Lapangan 70/90

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

2.891 COMB3 Min -20412.00 -10122.21 -165.47 -10778.74 -1057.96 -4414.04

2.409 COMB3 Max 25093.71 7752.33 614.73 7929.54 417.66 41654.05

Balok Memanjang Tumpuan 70/90

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

0 COMB2 Min -113642.04 -41490.10 -9869.57 -12062.82 -2779.24 -54687.07

3.042 COMB3 Max 43044.44 41451.64 6760.86 13129.92 5479.01 40019.73

Balok Memanjang Lapangan 70/90

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

2.173 COMB3 Min -48568.94 -11932.74 -557.63 -12062.82 -245.83 -5769.23

2.608 COMB3 Max 25265.04 2509.86 230.96 13129.92 473.06 39925.40

SPP Dia. 711,2 mm T=12mm

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

0 COMB4 Min -250534.2 -2651.6 -2939.99 -2628.41 -33446.14 -23971.53

19.1481 COMB4 Max 76942.35 2568.19 3527.5 1074.73 33576.42 21729.55

Displacement maksimum

OutputCase StepType U1 U2 U3 R1 R2 R3

Text Text m m m Radians Radians Radians

COMB5 Min -0.0206 -0.0359 -0.0086 -0.0015 -0.0022 -0.0021

(10)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 10 1.9.3. Perencanaan Tulangan Pelat

Perencanaan Pelat Lantai

Tipe 1 (beban merata) Tipe 2 (beban terpusat)

ly/lx (=l) 1.1 1.1

ly (=b) 5.6 5.6

lx (=a) 5.3 5.3

Mtx=Mlx 63 x 0.001 q lx2 63

Mty=Mly 54 x 0.001 q lx2 54

Perencanaan Dimensi Pelat

Perencanaan dimensi tebal pelat beton berdasarkan persyaratan minimum untuk pelat dengan 2 ujung menerus (SKSNI T-15)

= 252 mm

Direncanakan tebal pelat = 300 mm Beban

Pelat Lantai = 0.30 x 2.4 = 0.72 ton/m2 Finishing Pelat = 0.07 x 2 = 0.14 ton/m2 Total = 0.86 ton/m2 Beban merata LL (3000 kg/m2) = 3.0 ton/m2

qu = 1.2 qDL + 1.6 qLL = 5.83 ton/m2 (tipe 1)

Beban Terpusat Roda Beban Mati 275 175 12.5 50 50 700 cm clearance 0.4 W 400 12.5 100 175 275 cm clearance 200 20 20 50 50 0.4 W 0.1 W 0.1 W W=20 tonf [units in centimeters] T-40 21   h

(11)

Beban terpusat roda 16ton = 87.5 ton/m2

Dimensi (a1 x b1) 0.2 x 0.5

Koefisien Kejut :

; dimana l = bentang terkecil = 4.5 m i =

a1/a = b1/a =

M.f.=q.a1.b1 =

l Tab *) *) Tables for the Analysis of Plates, Slabs and Mxs 1.1 0.162 Diaphragms; Richard Bares

1.2 1-58c 0.167 1.5 1-58f 0.176 Mys 1.1 0.147 1.2 1-58c 0.145 1.5 1-58f 0.142 Mxvs 1.1 0.115 1.2 1-58c 0.118 1.5 1-58f 0.124 Myvs 1.1 0.090 1.2 1-58c 0.072 1.5 1-58f 0.033 0.162 0.15 Mx My Tipe 1 : Mux = t.m Tipe 2 : Mux = t.m Tipe 1 : Muy = t.m Tipe 2 : Muy = t.m 8.846 3.621 Jepit 8.749 1.3670 0.038 0.089 10.321 4.098 275 175 12.5 50 50 700 cm clearance 0.4 W 400 12.5 100 175 275 cm clearance 200 20 20 50 50 0.4 W 0.1 W 0.1 W W=20 tonf [units in centimeters]     50 20 1 i

(12)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 12

Perhitungan Tulangan Pelat Arah X Memanjang

Perhitungan tulangan pelat dilakukan sbb:

Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33.20 MPa Penampang b 1 m h 0.35 m Cover 0.08 m d 0.27 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 10.321 = 0.103 MN.m = 1.770 = 0.469% As, perlu = (cm2) = 16.414 As, min = (cm2) = 9.406 As, max = (cm2) = 62.821 As dipasang = (cm2) = 16.414 Tulangan dipasang 6 D 19 @ 160 As, ada = 17.01

Jadi dipasang tulangan D19 - 150 mm 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(13)

Perhitungan Tulangan Pelat Arah Y Melintang

Perhitungan tulangan pelat dilakukan sbb:

Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33 MPa Penampang b 1 m h 0.35 m Cover 0.08 m d 0.27 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 8.846 = 0.088 MN.m = 1.517 = 0.400% As, perlu = (cm2) = 14.000 As, min = (cm2) = 9.406 As, max = (cm2) = 62.821 As dipasang = (cm2) = 14.000 Tulangan dipasang 5 D 19 @ 200 As, ada = 14.18

Jadi dipasang tulangan D19 - 200 mm 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(14)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 14 1.9.4. Perencanaan Tulangan Balok

Perhitungan Tulangan Balok Memanjang Tumpuan

Perhitungan tulangan balok dilakukan sbb:

Momen balok hasil analisis SAP2000 = 49.858 t.m Tulangan Lentur Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33.20 MPa Penampang b 0.70 m h 0.90 m Cover 0.08 m d 0.80 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 49.858 = 0.499 MN.m = 1.396 = 0.367% As, perlu = (cm2) = 23.144 As, min = (cm2) = 22.615 As, max = (cm2) = 113.077 As dipasang = (cm2) = 23.144

Tulangan tarik atas dipasang 9 D 19 @ 70

As, ada = 25.52

Tulangan tekan bawah dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan Geser

V hasil SAP 41.433 ton

Vu 41.433 ton 0.414 MN f 0.75 fy = 240 Mpa Vc 0.537 MN Vs 0.016 MN Av/s perlu 0.000 m2/m 0.082 cm2/cm Kaki 2 D - 12 s 150 Av/s ada 1.508 cm2/cm OK 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(15)

Perhitungan Tulangan Balok Memanjang Lapangan

Perhitungan tulangan balok dilakukan sbb:

Momen balok hasil analisis SAP2000 = 41.654 t.m Tulangan Lentur Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33.20 MPa Penampang b 0.70 m h 0.90 m Cover 0.08 m d 0.80 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 41.654 = 0.425 MN.m = 1.190 = 0.312% As, perlu = (cm2) = 19.653 As, min = (cm2) = 22.615 As, max = (cm2) = 113.077 As dipasang = (cm2) = 22.615

Tulangan bawah dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan atas dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan Geser

V hasil SAP 10.122 ton

Vu 10.122 ton 0.101 MN f 0.75 fy = 240 Mpa Vc 0.537 MN Vs -0.402 MN Av/s perlu -0.002 m2/m -2.097 cm2/cm Kaki 2 D - 12 s 250 Av/s ada 0.905 cm2/cm OK 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(16)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 16

Perhitungan Tulangan Balok Melintang Tumpuan

Perhitungan tulangan balok dilakukan sbb:

Momen balok hasil analisis SAP2000 = 54.687 t.m Tulangan Lentur Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33.20 MPa Penampang b 0.70 m h 0.90 m Cover 0.08 m d 0.80 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 54.687 = 0.558 MN.m = 2.084 = 0.556% As, perlu = (cm2) = 35.006 As, min = (cm2) = 22.615 As, max = (cm2) = 113.077 As dipasang = (cm2) = 35.006

Tulangan tarik atas dipasang 13 D 19 @ 50

As, ada = 36.86

Tulangan tekan bawah dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan Geser

V hasil SAP 41.49 ton

Vu 41.490 ton 0.415 MN f 0.75 fy = 240 Mpa Vc 0.537 MN Vs 0.016 MN Av/s perlu 0.000 m2/m 0.086 cm2/cm Kaki 2 D - 12 s 150 Av/s ada 1.5080 cm2/cm OK 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(17)

Perhitungan Tulangan Balok Melintang Lapangan

Perhitungan tulangan balok dilakukan sbb:

Momen balok hasil analisis SAP2000 = 39.925 t.m Tulangan Lentur Baja U - 39 fy = 390 MPa Beton K - 400 fc' = 33 MPa Penampang b 0.70 m h 0.90 m Cover 0.08 m d 0.80 m = 0.27% ( 1.4 / fy = 0.36% ) = 4.39% rmaks = 0.75 x rb = 3.29% ( 7 / fy = 1.79% ) Mu (ton-m) 39.925 = 0.407 MN.m = 1.141 = 0.299% As, perlu = (cm2) = 18.820 As, min = (cm2) = 22.615 As, max = (cm2) = 113.077 As dipasang = (cm2) = 22.615

Tulangan bawah dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan atas dipasang 8 D 19 @ 80

As, ada = 22.68

Tulangan Geser

V hasil SAP 11.932 ton

Vu 11.932 ton 0.119 MN f 0.75 fy = 240 Mpa Vc 0.537 MN Vs -0.378 MN Av/s perlu -0.002 m2/m -1.971 cm2/cm Kaki 2 D - 12 s 250 Av/s ada 0.9048 cm2/cm OK 2 bd M R u u

           ' 85 . 0 2 1 1 ' 85 . 0 c u y c f R f f

r

80 . 0  lentur

          y y c b f f f 600 600 ' 1

r

y c f f ' 1819 . 0 min  r

(18)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 18 1.9.4.1. Check Kontrol Lebar Retak Balok

Kontrol Lebar Retak Balok

Untuk struktur luar, syarat yang harus dipenuhi:

w = 11*β*fs*(dc*A)1/3 0,30 mm (untuk balok) z = fs*(dc*A)1/3 25 MN/mm

β = 1.2 perbandingan lebar retak pada penampang

fs = 0,6*fy tegangan pada tulangan

dc = cc+Φsengkang+0,5Φutama jarak titikk berat tul. Utama ke serat tarik terluar

A = 2dc*b/n penampang potongan tarik terluar

cc = 80 mm selimut beton

Φutama = 19 mm diameter tul. utama

Φsengkang = 12 mm diameter tul. sengkang

fy = 305 Mpa tegangan baja tulangan

b = 700 mm lebar balok

n = 8 buah jumlah tulangan utama

dc = 101.5 mm A = 17762.5 mm2 fs = 183 MPa z = 22.273 MN/mm w = 0.294 mm Balok memanjang Balok melntang Pile head Tiang pancang 1.9.4.2. Check Lendutan pada Balok

Lendutan yang terjadi adalah < L/360, dimana, L = bentang balok. Lendutan maksimum dari struktur rangka balok hasil analisa SAP

Dari hasil analisa SAP didapatkan lendutan maksimum pada balok adalah sebesar U3 = 0.00306 m < L/360 = 0.0125 m...OK

(19)

1.9.4.3. Check Rasio Tulangan Terhadap Penampang Balok

Dari hasil perhitungan pada perhitungan kebutuhan tulangan, diperoleh rasio tulangan yang dibutuhkan sebesar 0.556 % < rasio tulangan max (=7/fy = 1.79%) ...OK

Dari hasil perhitungan check, dimensi balok 70/90 cm untuk balok memanjang dan 70/90 cm untuk balok melintang adalah dapat digunakan.

1.9.5. Perencanaan Tulangan Pile Cap

Hasil analisa menghasilkan gaya dalam pada tiang adalah:

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

0 COMB4 Min -250534.2 -2651.6 -2939.99 -2628.41 -33446.14 -23971.53

19.1481 COMB4 Max 76942.35 2568.19 3527.5 1074.73 33576.42 21729.55

Perhitungan punching shear pada Pile Cap

Akr = p (c+ht) ht = p (0.7112+1.00)1.00 = 5.38 m2 Nmaks 250.534 Akr 5.38 = 46.603 t/m2 = 0.466 Mpa Menurut SK.SNI.T-15-1991-03 : Untk fc' = 33.20 Mpa fVc = 0.6 x 1/6 x (fc)(1/2) = 0.576 Mpa makat < fVc , jadi kepala tiang aman terhadap punching shear.

0.30 1.00

Tiang pipa diam. 711.2 mm, T.12 mm

Pmax = 250.534 ton

Penampang kritis geser pons

(20)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 20

Perhitungan tulangan lentur pada Pile Cap Tiang Tunggal

Baja U - 39 fy = 390 Mpa Beton K - 400 fc = 33.20 Mpa B = 130 cm H = 130 cm Cover = 8 cm d = 122 cm = 0.003 Multimate 33.58 ton-m Multimate 0.8 = Mn fyx0.9xd a1 x fy 0.85xfc'xb Mn fy(d-a2/2) Asmin = (cm2) 45.42 cm2 As, dipasang (cm2) 45.42 cm2 Tulangan dipasang 12 D 22 @ 100 Tulangan dipasang ----> As = (cm2) --> OK As = 1.04 = = (cm) Mn = a1 = a2 = 9.80 (ton-m) 45.62 D25 @ 10 cm = 41.97 cm2 14.28 = cm (HWS) (MSL) (LWS) 5,900 (Atas Dermaga) SEA BED Mu y c f f ' 1819 . 0 min  r

(21)

Perhitungan tulangan lentur pada Pile Cap Tiang 2 Baja U - 39 fy = 390 Mpa Beton K - 400 fc = 33.20 Mpa B = 260 cm H = 130 cm Cover = 8 cm d = 122 cm = 0.003 Multimate 33.58 ton-m Multimate 0.8 = Mn fyx0.9xd a1 x fy 0.85xfc'xb Mn fy(d-a2/2) Asmin = (cm2) 90.84 cm2 As, dipasang (cm2) 90.84 cm2 Tulangan dipasang 24 D 22 @ 100 Tulangan dipasang D22 @ 10 cm ----> As = 91.23 (cm2) --> OK a2 = = 0.46 cm As = = 12.66 cm2 Mn = = 37.31 (ton-m) a1 = = 8.71 (cm) (HWS) (MSL) (LWS) 5,900 (Atas Dermaga) SEA BED Mu y c f f ' 1819 . 0 min  r

(22)

Pengembangan Pelabuhan Merauke, Papua 22 1.10. Daya Dukung Tanah

Daya dukung pondasi tiang pancang dihitung berdasarkan jumlah dari daya dukung ujung tiang (end bearing) dan tahanan geser pada tiang (friction). Semua perhitungan analisa daya dukung untuk tiang berdasarkan parameter dari hasil pengujian N-SPT, dikarenakan hasil dari pengujian sondir dan laboratorium kurang cukup memenuhi kwantitas sebagai paramater perhitungan.

Dari hasil boring tanah di lokasi, didapat hasil SPT tanah, yang kemudian dihitung dengan metode Meyerhof, didapat daya dukung tanah sebagai berikut:

Daya Dukung Tiang Pancang Dia. 711,2 mm

End Bearing Skin Friction End Bearing Skin Friction Tekan Tarik

2 134.02 6.70 53.61 1.91 55.52 20.35 4 625.43 37.97 250.17 10.85 261.02 47.72 6 938.14 69.24 375.26 19.78 395.04 75.08 8 1270.51 104.98 508.21 30.00 538.20 103.73 10 1588.14 149.66 635.26 42.76 678.02 134.93 12 1588.14 194.33 635.26 55.52 690.78 166.12 14 2064.58 252.40 825.83 72.12 897.95 201.15 16 2382.21 319.42 952.88 91.26 1044.15 238.73 18 2858.65 399.83 1143.46 114.24 1257.70 280.14 20 3176.28 489.17 1270.51 139.76 1410.28 324.10 22 2858.65 569.59 1143.46 162.74 1306.20 365.50 24 3493.91 667.87 1397.56 190.82 1588.38 412.02 26 3176.28 757.21 1270.51 216.35 1486.86 455.98 28 3652.72 859.96 1461.09 245.70 1706.79 503.77 30 3493.91 958.25 1397.56 273.78 1671.35 550.28 32 3335.10 1052.06 1334.04 300.59 1634.63 595.52 34 4764.42 1186.08 1905.77 338.88 2244.65 652.25 36 5558.49 1342.44 2223.40 383.55 2606.95 715.35 38 5558.49 1498.79 2223.40 428.23 2651.62 778.46 40 6034.94 1668.55 2413.97 476.73 2890.70 845.39 42 9528.85 1936.59 3811.54 553.31 4364.85 940.41 44 9528.85 2204.63 3811.54 629.90 4441.43 1035.43 46 9528.85 2472.68 3811.54 706.48 4518.02 1130.44 Depth

Daya Dukung Total (kN) Daya Dukung Total (kN)

Berdasarkan analisa SAP, didapat beban aksial dan tarik maksimum pada pada pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut:

SPP Dia. 711,2 mm T=12 mm

Station OutputCase StepType P V2 V3 T M2 M3

m Text Text Kgf Kgf Kgf Kgf-m Kgf-m Kgf-m

0 COMB4 Min -250534.2 -2651.6 -2939.99 -2628.41 -33446.14 -23971.53

19.1481 COMB4 Max 76942.35 2568.19 3527.5 1074.73 33576.42 21729.55

Ptekan =250,534 Ton; Ptarik = 76,942 Ton (Pembebanan Sementara)

Sehingga kedalaman pondasi disarankan dipancang dengan kedalaman rencana minimum 38m dari seabed.

Gambar

Gambar 1.   Model Struktur Dermaga pada Analisa SAP2000
Gambar 3. Model Pembebanan Hidup Pelat
Gambar 4. Beban Tumbukan Kapal
Gambar 6. Grafik Respon Spektra Lokasi Merauke, Papua
+2

Referensi

Dokumen terkait

Daya dukung tiang pancang dapat dihitung menggunakan metode yang disarankan para ahli berdasarkan data-data penyelidikan tanah yang diperoleh di lapangan yaitu data

Daya dukung tiang pancang dapat dihitung menggunakan metode yang disarankan para ahli berdasarkan data-data penyelidikan tanah yang diperoleh di lapangan yaitu data

Kapasitas dukung tiang pancang tunggal yang didapat ini akan digunakan pada perhitungan kapasitas daya dukung tiang pancang kelompok dengan memperhatikan

Dari hasil perhitungan daya dukung tanah, letak kedalaman tanah dengan daya dukung yang lebih besar dari gaya aksial terbesar, baik konfigurasi 6 (enam) tiang maupun 5 (lima)

Pada data hasil penyelidikan tanah ini akan digunakan sebagai perhitungan daya dukung tanah tiang pancang, pengolahan tersebut akan didapatkan sebagai berikut : Hasil

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis nilai daya dukung fondasi tiang pancang tunggal berdasarkan hasil N-SPT menggunakan beberapa metode empiris yaitu, Meyerhof

Tujuan dari studi ini untuk menganalisis dan membandingkan daya dukung tiang bor dari data sondir memakai metode Meyerhof, data SPT memakai metode Reese dan

Dari hasil perhitungan daya dukung ultimit dengan menggunakan metode Meyerhof dan Tomlinson dengan bertambahnya kedalaman tiang ( mendekati tanah keras ) semakin besar kapasitas