Analisa Klorida
Analisa Kesadahan
Latar Belakang
Tropis basah Air bersihAir kotor limbah
Air tercemar Pencegahan yang serius
Agar tidak berdampak buruk bagi kelangsungan hidup semua
Prinsip analisis
• Klorida diendapkan dengan AgNO
3• Bahan-bahan protein dirusak dengan cara
mendidihkan dengan NHO
3pekat
• Kelebihan AgNO
3ditentukan dengan titrasi
menggunakan kalium tiosianat
Reaksi
• NaCl + AgNO
3→ AgCl↓ + NaNO
3• AgNO
3+ KCNS → AgCNS + KNO
3Bahan
• Larutan AgNO
3• Larutan HNO
3pekat
• Larutan kalium tiosianat 0,1 N
• Indikator ferric alum : 10 gram
FeNH
4(SO
4)
2.12H
2O dilarutkan dalam 92,5
mL air panas dan ditambah dengan 7,5 mL
HNO
3pekat
Cara Kerja (1)
• Sampel disaring
• Diambil 10-25 mL ditambah 25 mL AgNO
30,1 N
• Ditambah 10 mL HNO
3pekat
• Campuran dididihkan selama 10 menit
• Didinginkan dan ditambah 50 mL aquades
• Disaring
• Kelebihan peraknitrat selanjutnya dititrasi
dengan kalium tiosianat 0,1 N dengan 1 mL
indikator. Titik akhir titrasi ditujukkan dengan
warna merah kecoklatan yang tetap
Cara Kerja (2)
• Pembakuan Titran AgNo3
Tambah Indikator K2CrO4 5 % 1ml,campur
Pipet 10 ml NaCl 0,0141 N dan masukkan dalam Erlenmeyer
Titrasi dengan AgNO3 hingga terbentuk warna kuning kemerahan
(x ml ) N AgNO3 = 10 x 0,0141 N
X ml
• Pemeriksaan:
Ambil 10 ml sampel,masukkan dalam Erlenmeyer
Tambah 1 ml indikator K2CrO4 5 % 1 ml,campur Titrasi dengan AgNO3hingga
terbentuk warna kuning kemerahan
• Perhitungan:
Perhitungan
• 1 mL AgNO
30,1 N setara dengan 0,00585
gram NaCl
Pengertian
Kesadahan berasal dari kata sadah yang berarti mengandung kapur, jadi
kalau kesadahan air adalah adanya kandungan kapur yang berlebih yang terdapat dalam air yang disebabkan oleh lapisan tanah kapur yang dilaluinya. Jenis sumber air yang banyak mengandung sadah adalah air tanah khususnya air tanah dalam.
Kesadahan
Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air.
Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+,
atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil.
Analisis kesadahan air
Analisis Kesadahan Air :
Baik kalsium atau magnesium dapat bereaksi dengan EDTA membentuk senyawa kompleks. Apabila dalam suatu sampel air terdapat ion-ion magnesium saja kemudian ditambahkan indikator EBT maka ion magnesium(II) akan mengikat indikator EBT. (H3In) menghasilkan kompleks berwarna merah (Mg-In), apabila larutan magnesium dititrasi dengan EDTA maka kompleks Mg-In akan
terputus dan membentuk kompleks Mg-EDTA yang lebih stabil daripada kompleks Mg-In, sedangkan In berada dalam keadaan bebas berwarna biru. Titrasi dihentikan ketika warna biru jelas telah terbentuk.
Mg2+ + HIn2-(biru) → MgIn-(merah) + H+ MgIn-(merah) + H
Ion kalsium(II) juga dapat bereaksi dengan EBT menghasilkan kompleks Ca-In, tetapi kompleks ini kurang stabil jika
dibandingkan dengan kompleks Mg-In. Sebaliknya kompleks Ca EDTA lebih stabil jika dibandingkan dengan kompleks
Mg-EDTA.
Ini berarti bahwa jika dalam larutan hanya terdapat ion kalsium(II), dan kemudian dititrasi dengan EDTA maka perubahan warna akan terjadi jauh sebelum titik akhir tercapai. Untuk mengatasi
kekurangan ini maka pada analisis kalsium ditambahkan sedikit magnesium yang akan mengikat indikator lebih stabil.
Jenis kesadahan air
Pembagian Jenis Kesadahan Air sadah digolongkan menjadi dua jenis, berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+), yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap.
Berdasarkan sifatnya, kesadahan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Air sadah sementara
adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO3-), atau
boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat (Ca(HCO3)2) dan atau magnesium bikarbonat (Mg(HCO3)2). Air yang mengandung ion atau senyawa-senyawa tersebut disebut air
2. Air sadah tetap
adalah air sadah yang mengadung anion selain ion bikarbonat, misalnya dapat berupa ion Cl-, NO3-dan SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), kalsium sulfat (CaSO4), magnesium klorida (MgCl2), magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4). Air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan.
Dampak kesadahan
•
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah.•
Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral,yang menyumbat saluran pipa dan kran.
•
Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun dirumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah
membentuk gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+ menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan membentuk endapan padat (sampah sabun tersebut).
•
Komponen utama dari sampah tersebut adalahkalsium stearat, yang muncul dari stearat natrium, komponen utama dari sabun:
• Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Pada industri yang menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari kesadahan.
• Hal ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap pada permukaan pipa dan permukaan penukar panas. • Presipitasi (pembentukan padatan tak larut) ini terutama disebabkan
oleh dekomposisi termal ion bikarbonat, tetapi bisa juga terjadi sampai batas tertentu walaupun tanpa adanya ion tersebut.
• Penumpukan endapan ini dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air di dalam pipa. Dalam ketel uap, endapan mengganggu aliran panas ke dalam air, mengurangi efisiensi pemanasan dan memungkinkan komponen logam ketel uap terlalu panas. Dalam sistem bertekanan, panas berlebih ini dapat menyebabkan kegagalan ketel uap.
• Kerusakan yang disebabkan oleh endapan kalsium karbonat bervariasi tergantung pada bentuk kristal, misalnya, kalsit atau aragonit.
Cara Menanggulangi
1. Pemanasan
Kesadahan Sementara dapat dihilangkan dengan
jalan pemanasan. Dengan jalan pemanasan
senyawa-senyawa yang mengandung ion
bikarbonat (HCO
3-)akan mengendap pada dasar
ketel. Reaksi yang terjadi adalah :
Ca(HCO
3)
2(aq) –> CaCO
3(s) + H
2O (l) + CO
2(g)
Mg(HCO
)
(aq) –> MgCO
(s) + H
O (l) + CO
(g)
2. Dengan Cara Kimia
Untuk membebaskan air dari kesadahan tetap, tidak dapat dengan jalan pemanasan melainkan harus dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na2CO3(aq) atau
K2CO3(aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+dan atau Mg2+.
CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) –> CaCO3(s) + 2NaCl (aq) Mg(NO3)2(aq) + K2CO3(aq) –> MgCO3(s) + 2KNO3(aq) Dengan terbentuknya endapan CaCO3atau MgCO3berarti air tersebut telah terbebas dari ion Ca2+atau Mg2+atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas
dari kesadahan.
3. Pengenceran
Pengenceran dengan menggunakan air destilasi (air suling/aquadest) dapat pula dilakukan untuk
menurunkan kesadahan. Air yang memiliki tingkat
kesadahan yang tinggi, dapat diencerkan dengan air
yang bebas sadah.
4. Reverse osmosis (RO) atau deioniser (DI)
Cara yang paling baik untuk menurunkan kesadahan adalah dengan menggunakan reverse osmosis (RO) atau deioniser (DI). Celakanya metode ini termasuk dalam metode yang mahal. Hasil reverse osmosis akan memilikikesadahan = 0, oleh karena itu air ini perlu dicampur dengan air keran sedemikian rupa
5. Penggunaan asam-asam organik
• Penurunan secara alamiah dapat pula dilakukan dengan menggunakan jasa asam-asam organik (humik/fulvik) , asam ini berfungsi persis seperti halnya yang terjadi pada proses deionisasi yaitu dengan menangkap ion-ion dari air pada gugus-gusus karbonil yang terdapat pada asam organik (tanian). Beberapa media yang banyak mengandung asam-asam organik ini diantaranya adalah gambut yang berasal dari Spagnum (peat moss), daun ketapang, kulit pohon Oak, dll.
6. Penggunaan resin pelunak air (penukar ion) 7. Penggunaan Zeolit