1
BIRO ADMINISTRASI PEREKONOMIAN
DAN SUMBER DAYA ALAM
SEKRETARIAT DAERAH DIY
Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta
Telp. : (0274) 562811 psw 1302
Website : http://biroperekonomian.jogjaprov.go.id
LAPORAN KINERJA INSTANSI
PEMERINTAH
3
Ikhtisar Eksekutif
Capaian kinerja Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY tahun 2020 dalam mewujudkan sasaran strategis dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan SDA”:
- Diukur dengan indikator persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 (persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1).
- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 3 (tiga) Program, yakni Program Pengelolaan Kebijakan Stabilitas Perekonomian Daerah, Program Pengelolaan Kebijakan Rekayasa Pertumbuhan Perekonomian Berkeadilan dan Program Pengelolaan Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Perekonomian.
- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 sebesar 90%; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisasi 105%. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 116,67%.
- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 100% terjadi peningkatan sebesar 5%.
Terhadap capaian kinerja sebagaimana tersebut di atas terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian bagi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY ke depan, sebagai berikut:
1) Ketimpangan pembangunan antar wilayah 2) Daya saing daerah relatif masih rendah 3) Daya dukung lingkungan semakin menurun 4) Kontribusi sektor dominan belum maksimal
Sehingga perlu adanya kebijakan yang implementatif dan berdampak langsung kepada masyarakat sehingga keempat masalah besar di bidang perekonomian tersebut dapat terselesaikan pada akhir RPJMD 2017-2022.
Dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada, maka disusun suatu arah kebijakan yang terfokus pada Pengembangan Pusat Pertumbuhan, Pengembangan sektor Dominan di DIY, dan Tata Kelola Lingkungan Hidup. Sebagai kerangka implementasi arah kebijakan yang telah ditentukan tersebut, maka Pemda DIY akan mendukung kegiatan-kegiatan yang memajukan wilayah pinggiran dan terpencil serta melaksanakan program besar yang memberikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
5
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ... 2 IKHTISAR EKSEKUTIF ... 3 DAFTAR ISI ... 5 DAFTAR TABEL ... 6 DAFTAR GAMBAR ... 7 BAB I PENDAHULUAN ... 81.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ... 8
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY ... 9
1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan ... 11
1.4 Isu-isu Strategis ... 12
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran ... 12
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP 2019 ... 15
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 16
2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD ... 16
2.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 17
2.3 Struktur Program dan kegiatan 2020 ... 17
2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 19
2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja... 19
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 21
3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 21
3.2. Analisis Ketercapaian Kinerja Tahun 2020 ... 26
3.3. Realisasi Anggaran ... 30
BAB IV PENUTUP ... 32
Daftar Tabel
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikas Jabatan, Jenis Kelamin dan
Kompetensi ... 13
Tabel I.2 Sarana-Prasarana ... 14
Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2018 dan 2019 ... 15
Tabel II.1 Sasaran Strategis Biro Administrasi perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah DIY, 2017-2022 ... 17
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 17
Tabel II.3.1 Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020 ... 18
Tabel II.3.2 Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020 ... 18
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Tahun 2020 ... 19
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 21
Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 22
Tabel III.3 Pengukuran Capaian Sasaran 1 ... 24
Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja ... 25
7
Daftar Gambar
Gambar I.1. Cascading Kinerja ... 9 Gambar I.2. Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Biro Administrasi
Perekonomian dan SDA Setda DIY ... 10 Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Biro Administrasi
Perekonomian dan SDA Setda DIY ... 25 Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK,Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP ... 20
BAB I
Pendahuluan
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan bentuk pertanggung-jawaban setiap instansi Pemerintah/Pemerintah Daerah yang menyusun Perjanjian Kinerja, atas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD dan/atau APBN. Dasar hukum penyusunan meliputi: 1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 2. Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun tujuan penyusunan LKjIP sebagai berikut:
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja instansi.
1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Selaras dengan paradigma Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based
Organization) yang diterapkan Pemerintah Daerah DIY, setiap Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dibentuk untuk memberikan kontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY tahun 2017 – 2022. Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY dibentuk dengan skema kinerja sebagai berikut:
Bab I berisi : 1. Cascading Kinerja 2. Mandat Kinerja, Peta
Proses Bisnis dan Struktur Organisasi 3. Tugas, Fungsi dan Peta
Jabatan 4. Isu-Isu Strategis 5. Dukungan SDM,
Sarana-Prasarana dan Anggaran 6. Tindak Lanjut atas Rekomendasi LHE SAKIP Tahun 2019
9
1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi
Hubungan antara mandat kinerja, peta proses bisnis dan desain struktur organisasi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY sebagaimana tersaji dalam gambar berikut:
Gambar I.2 Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY
11 1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan
Dalam upaya mewujudkan kinerja sebagaimana telah dimandatkan dalam RPJMD, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY memiliki tugas dan fungsi yang kemudian menjadi dasar penempatan personil dalam jabatan sebagaimana gambar berikut:
Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Biro Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY
Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 15 Tahun 2020 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2018 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi dan tata kerja sekretariat daerah, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY mempunyai tugas melaksanakan fungsi pendukung perumusan kebijakan strategis bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam. Adapun fungsi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam sebagai berikut:
1. Penyusunan program kerja Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam; 2. Penyusunan bahan perumusan kebijakan pengelolaan stabilitas perekonomian, rekayasa
perekonomian, dan pengelolaaan sumber daya perekonomian;
3. Koordinasi perumusan kebijakan pengelolaan stabilitas perekonomian, rekayasa perekonomian, dan pengelolaaan sumber daya perekonomian;
4. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan stabilitas perekonomian, rekayasa perekonomian, dan pengelolaaan sumber daya perekonomian;
5. Penyusunan laporan pelaksanaan tugas Biro; 6. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;
1.4 Isu-Isu Strategis
Isu strategis pembangunan bidang perekonomian menjadi bagian penting di dalam perencanaan pembangunan. Isu strategis dalam hal ini dibangun pada beberapa sektor pembangunan, meliputi aspek industri dan perdagangan, koperasi dan UMKM, perizinan dan penanaman modal, tenaga kerja dan transmigrasi, pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan, serta kelautan dan perikanan.
Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi. Oleh karena itu, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam melakukan analisis terhadap isu-isu strategis agar dapat menghasilkan bahan rumusan kebijakan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui percepatan berusaha, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan wilayah menuju masyarakat mandiri, adil, maju dan sejahtera.
Program prioritas yang menjadi pendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama Biro Administrasi Perekonomian dan SDA adalah Program Pengelolaan Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam dibagi habis ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2018 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:
Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana
1. Kepala Biro
2. Kabag Pengelolaan Stabilitas Perekonomian Daerah: 1) Kasubbag Pengendalian
Inflasi Daerah
2) Kasubbag Analisis Kebijakan Percepatan Pemerataan
Pembangunan Ekonomi
Wilayah
3. Kabag Pengelolaan Sumber Daya Perekonomian:
1) Kasubbag Analisis Kebijakan Ekonomi Hijau
2) Kasubbag Analisis Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam
4. Kabag Rekayasa Perekonomian: 1) Kasubbag Analisis Kebijakan
Pengembangan Ekonomi
Daerah
2) Kasubbag Tata Usaha
1. Dibawah Kasubbag Pengendalian Infasi Daerah: 1) Analis Perekonomian
2. Dibawah Kasubbag Analisis Kebijakan Percepatan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Wilayah:
1) Analis Pembangunan
3. Dibawah Kasubbag Analisis Kebijakan Ekonomi Hijau 1) Analis Program/ Kegiatan Pembangunan Pertanian 2) Pengadministrasi Umum
4. Dibawah Kasubbag Analisis Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam
1) Analisis Kelautan dan Perikanan
5. Dibawah Kasubbag Analisis Kebijakan Pengembangan Ekonomi Daerah
1) Analis Pengembangan Potensi Daerah 2) Pengadministrasi Umum
6. Dibawah Kasubbag Tata Usaha:
1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan; 2)Pengelola Akuntansi; 3) Pengadministrasi Kepegawaian; 4)Pengelola Gaji; 5)Pengadministrasi Keuangan; 6)Pengelola Barang Milik Negara; 7)Pranata Kearsipan; 8)Verifikator Data Laporan Keuangan; 9)Pengadministrasi Persuratan; 10)Bendahara
13 Kebijakan Stabilitas Perekonomian Daerah, Program Pengelolaan Kebijakan Rekayasa Pertumbuhan Perekonomian berkeadilan, dan Program Pengelolaan Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Perekonomian. Program prioritas tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh Biro Administrasi Perekonomian Dan Sumber Daya Alam Setda DIY ataupun bersama instansi terkait lainnya maupun dengan masyarakat guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menghasilkan bahan rumusan kebijakan bidang perekonomian dan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas.
1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran
Dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana dan anggaran pada tahun 2020 sebagaimana tabel berikut:
Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikasi Jabatan, Jenis Kelamin dan Kompetensi
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
A. Jabatan Struktural
1. Kepala Biro 1 S2, S1 1 S2 √
2. Kabag Pengelolaan Stabilitas
Perekonomian Daerah
1 S1 1 S2 √
3. Kabag Pengelolaan Sumber Daya
Perekonomian
1 S1 1 S1 √
4. Kabag Rekayasa Perekonomian 1 S1 1 S1 √
5. Kasubbag Pengendalian Inflasi Daerah 1 S1 1 S1 √
6. Kasubbag Analisis Kebijakan Percepatan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Wilayah
1 S1 1 S1 √
7. Kasubbag Analisis Kebijakan Ekonomi Hijau
1 S1 1 S2 √
8. Kasubbag Analisis Kebiijakan
Perlindungan Sumber Daya Alam
1 S1 1 S2 √
9. Kasubbag Analisis Kebijakan
Pengembangan Ekonomi Daerah
1 S1 1 S2 √
10. Kasubbag Tata Usaha 1 S1 1 S2 √
B. Jabatan Pelaksana Substantif
11. Analis Perekonomian 3 S1 2 S2, D3 √ √
12. Analis Pembangunan 3 S1 2 S2 √ √
13. Analis Program/ Kegiatan Pembangunan Pertanian
3 S1 1 S2 √
14. Analis Kelautan dan Perikanan 2 S1 1 S2 √
15. Analis Pengembangan Potensi Daerah 3 S1 1 S2 √
16. Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan
2 S1 1 S2 √
Sumber: Data Kepegawaian Biro Desember 2020 2019Organisasi, 2019
No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin
Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp
1 2 3 4 5 6 7 8
C. Jabatan Pelaksana Pendukung/ Administratif
17. Bendahara 1 S1 1 S1 √
18. Verifikator Data Laporan Keuangan 1 D3 1 SLTA √
19. Pengelola Akuntansi 1 D3 1 S2 √
20. Pengelola Barang Milik Negara 2 D3 2 SLTA √
21. Pengelola Gaji 1 D3 1 S1 √
22. Pengadministrasi Keuangan 3 D3 2 SLTA √ √
23. Pengadministrasi Kepegawaian 1 D3 1 S2 √
24. Pengadministrasi Umum 3 D3 2 SLTA √ √
25. Pengadministrasi Persuratan 1 D3 1 SLTA √
26. Pranata Kearsipan 1 D3 1 SLTA √
Jumlah 41 31 16 15
Berdasarkan data pada tabel I.1, tingkat pendidikan SDM Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY relatif tinggi dan merata antara laki-laki dan perempuan, didominasi oleh jenjang pendidikan S2 sebanyak 15 orang (48,39%) , disusul oleh jenjang pendidikan SLTA sebanyak 9 orang (29,03%), S1 sebanyak 6 orang (19,35%), D3 sebanyak 1 orang (3,23%). Komposisi pegawai laki-laki sedikit lebih banyak dibanding pegawai perempuan, sedangkan untuk jabatan struktural merata antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan adanya sistem merit dan kesetaraan gender dalam manajemen SDM aparatur.
Masih terdapat kekurangan pegawai sebanyak 10 orang, terdiri dari 8 orang pejabat pelaksana substantif dan 2 pejabat pelaksana administratif. Jika dilihat dari aspek kualifikasi pendidikan, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA mempunyai SDM dengan kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi daripada yang dipersyaratkan dalam Peraturan Gubernur DIY nomor 104 tahun 2018 tentang kualifikasi Jabatan Pelaksana dan Perkiraan Kebutuhan Pegawai. Dari aspek kualifikasi pendidikan terdapat 16 pegawai yang mempunyai kualifikasi pendidikan lebih tinggi dari yang dipersyaratkan. Namun masih terdapat 10 pegawai yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan akan tetapi karena faktor pengalaman kerja mereka memiliki kompetensi dalam jabatan yang diduduki.
15
Tabel I.2 Sarana-Prasarana
No Klasifikasi Jumlah Barang Nilai Aset (Rp)* 1
2 3
Aset Tetap Alat-alat Angkutan
Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga
Alat-alat Studio dan Komunikasi
6 unit 277 unit 8 unit 848.525.314 1.234.276.369 50.310.000 1
Aset Tetap Lainnya
Buku Perpustakaan 396 buku 22.139.000 Jumlah 2.155.250.683
*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2020
Kendaraan dinas terdiri dari yakni 1 (satu) unit kendaraan dinas jabatan, 3 (tiga) unit kendaraan operasional, dan 2 (dua) unit kendaraan roda dua. Kebutuhan ruangan kantor umum relatif sudah tersedia meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang gudang, ruang tunggu, dan toilet. Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lain-lain sudah tersedia dalam kondisi baik. Rasio personal computer/laptop dibanding jumlah pegawai mendekati 1 : 1. Dengan demikian ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai.
Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020
Tahun Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Jumlah
2019 Rp. 2.538.174.487,00 Rp. 3.121.404.840,00 Rp. 5.659.579.327,00 2020 Rp. 2.413.679.115,00 Rp. 1.453.941.840,00 Rp. 3.867.620.955,00
Dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam berasal dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta. Terlihat pada tabel I.3, untuk tahun 2020 dibanding tahun 2019 terdapat penurunan anggaran belanja langsung yang cukup signifikan sebesar Rp.1.667.463.000. Hal ini karena pada tahun 2020 terjadi pandemi covid-19 sehingga ada refocusing dan redesain anggaran.
1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2019
No Saran/Rekomendasi Tindak lanjut 1. Surat Inspektur DIY Nomor : 700/00875
tanggal 13 Maret 2020, perihal Laporan Hasil Evaluasi Implementasi Sistem AKIP Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah DIY. Rekomendasi: a. Melakukan review terhadap
dokumen rencana strategis SKPD agar selaras dengan Dokumen RPJMD
b. Menetapkan pedoman atau SOP tentang mekanisme pengumpulan data kinerja
c. Meningkatkan kualitas pelaporan kinerja dengan menginformasikan daya dukung capaian kinerja pada LKJiP dan analisis efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya
Sudah dilakukan review terhadap dokumen rencana strategis SKPD agar selaras dengan Dokumen RPJMD dan dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala di tingkat internal Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY dalam hal evaluasi kinerja secara menyeluruh. Diharapkan ke depan hasil atas implementasi SAKIP di biro dapat lebih meningkat.
17
BAB 2
Perencanaan
dan Perjanjian Kinerja
Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2020 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak
pandemic COVID-19. Hal ini membawa dampak pada
perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal
menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.
Renstra Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2018.
2.1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD
Sesuai cascade kinerja, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya aktivitas perekonomian berkelanjutan yang didukung oleh Program Pengembangan sektor Dominan (Pertanian, Industri Pengolahan, Jasa). Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY selama lima tahun adalah :
Bab 2 Berisi :
1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah
Kebijakan
3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020 4. Perjanjian Kinerja Tahun
2020
5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja OPD
“Menghasilkan bahan rumusan kebijakan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui percepatan berusaha, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan wilayah menuju masyarakat mandiri, adil, maju dan sejahtera
”
Adapun sasaran Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:
Tabel II.1 Sasaran Strategis Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah DIY, 2017-2022
NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
KINERJA SATUAN
Baseline 2017
TARGET TAHUNAN Target Akhir Renstra 2018 2019 2020 2021 2022 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 % 54,71 80 85 90 95 100 100
2.2. Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan
NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
1. Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Peningkatan kualitas rumusan bahan kebijakan dan evaluasi kebijakan bidang
perekonomian dan SDA melalui ekonomi inklusif yang
berkelanjutan
Merumuskan arah kebijakan perekonomian dan pengelolaan sumber daya alam hayati berwawasan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat
19 2.3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020
Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY tahun 2020 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:
Tabel II.3.1. Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020
Sasaran Program/Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp) Setelah Perubahan (Rp) Bertambah/ Berkurang (Rp) Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan valuasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam 1.1. Program Pengelolaan Kebijakan Stabilitas Perekonomian Daerah 857.854.340,00 341.754.340,00 (516.100.000,00) 1.1.1. Penyusunan Kebijakan Pengendalian Inflasi Daerah 476.907.340,00 251.407.340,00 (225.500.000,00) 1.1.2. Penyusunan Kebijakan Percepatan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Wilayah 380.947.000,00 90.347.000,00 (290.600.000,00) 1.2. Program Pengelolaan Kebijakan Rekayasa Pertumbuhan Perekonomian Berkeadilan 1.078.700.340,00 388.296.500,00 (690.403.840,00) 1.2.1. Penyusunan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Daerah 1.078.700.340,00 388.296.500,00 (690.403.840,00) 1.3. Program Pengelolaan Kebijakan Perlindungan Sumberdaya 598.560.000,00 37.105.000,00 (561.455.000,00)
Sasaran Program/Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp) Setelah Perubahan (Rp) Bertambah/ Berkurang (Rp) Daerah Perekonomian 1.3.1. Penyusunan Kebijakan Green Economic 326.600.000,00 20.982.000,00 (305.618.000,00) 1.3.2. Penyusunan Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam Berkelanjutan 271.960.000,00 16.123.000,00 (255.837.000,00)
Total Anggaran yang Berkaitan Langsung dengan Pencapaian Sasaran
2.535.114.680,00 767.155.840,00 1.767.958.840,00
Tabel II.3.2. Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020
No. Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah Perubahan (Rp) Bertambah/ Berkurang (Rp) 1 2 3 4 5
1. 1. Program Administrasi Perkantoran 489.699.000,00 391.920.000,00 (97.779.000,00)
1.1. Penyediaan Jasa, Peralatan dan Perlengkapan Kantor
84.528.000,00 110.528.000,00 26.000.000,00 1.2. Penyediaan Jasa Pengelola Pelayanan
Perkantoran
42.000.000,00 42.000.000,00 0,00 1.3. Penyediaan Rapat-rapat Koordinasi
dan Konsultasi
363.171.000,00 239.392.000,00 (123.779.000,00) 2. 2. Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
299.587.000,00 253.456.000,00 (46.131.000,00)
2.1. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan
191.892.000,00 145.761.000,00 (46.131.000,00) 2.2. Pemeliharaan Kendaraan
Dinas/Operasional
89.695.000,00 89.695.000,00 0,00 2.4. Pemeliharaan Peralatan dan
Perlengkapan
18.000.000,00 18.000.000,00 0,00 3. 3. Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian KInerja dan Pelaporan Keuangan
159.160.000,00 41.410.000,00 (117.750.000,00)
21
No. Program/Kegiatan Sebelum
Perubahan (Rp) Setelah Perubahan (Rp) Bertambah/ Berkurang (Rp) 1 2 3 4 5
3.2. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD 3.984.000,00 3.984.000,00 0,00 3.3. Penyusunan Rencana Program
Kegiatan SKPD serta Pengembangan Data dan Informasi
149.412.000,00 31.662.000,00 (117.750.000,00)
3.4. Monitoring dan Evakuasi Pelaksanaan
Program/Kegiatan SKPD 3.904.000,00 3.904.000,00 0,00
Total Anggaran Pendukung 948.446.000,00 686.786.000,00 261.660.000,00
2.5. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:
Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Tahun 2020
Pada tahun 2020, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY melaksanakan reviu Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Reviu dilakukan karena adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target
1. Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan valuasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 % 90 Triwulan I 6 Triwulan II 40 Triwulan III 60 Triwulan IV 90
penangangan pandemi COVID-19 serta telah ditetapkannya Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Tahun 2020. Perjanjian Kinerja (Reviu) Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Tahun 2020
Keterangan Tambahan:
1. Indikator kinerja dan target kinerja tidak berubah, tetapi volume anggaran berkurang 58,26% sehubungan adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk penangangan pandemi COVID-19.
2. Data capaian kinerja tersedia pada triwulan IV. 3. Tidak mengelola anggaran Belanja Tidak Terduga. 4. Tidak mengelola anggaran dekonsentrasi.
2.6. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja
Instrumen pendukung penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY adalah aplikasi sengguh.jogjaprov.go.id yang mengintegrasikan perencanaan termasuk Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran kas, monitoring dan evaluasi capaian kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan OPD.
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
Tahunan Triwulan Target 1. Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan valuasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 % 90 Triwulan I 6 Triwulan II 40 Triwulan III 60 Triwulan IV 90
23
Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP
BAB 3
Akuntabilitas Kinerja
3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020Biro Administrasi perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Biro dministrasi perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2020. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:
Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja
Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 No. Interval Nilai Realisasi
Kinerja
Kriteria Penilaian Realisasi
Kinerja Kode
1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua
2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda
3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua
4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda
5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah
Bab 3 Berisi :
1. Capaian Kinerja Tahun 2020
2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi
25 Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR/META
INDIKATOR SATUAN BASE LINE 2017 CAPAIAN 2019 TAHUN 2020 TARGET AKHIR RPJMD TAR GET REALI SASI PERSEN TASE KRITERIA / KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Indikator:
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 Meta Indikator: persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 % 54,71 100 90 105 116,67 Sangat Baik 100
Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:
3.1.1. Sasaran 1: Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
Kinerja sasaran meningkatnya kualitas rumusan bahan kebijakan dan evaluasi kebijakan bidang perekonomian dan sumber daya alam diukur dengan persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1. Capaian kinerja fasilitasi perekonomian dan Sumber Daya Alam tahun 2020 dengan indikator Persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 yang ditindaklanjuti terealisasi sebesar 105% dari target 90% atau dengan persentase capaian sebesar 116,67%. Angka tersebut diperoleh dari enam dokumen rumusan kebijakan yang ditargetkan, sebanyak tujuh dokumen kebijakan yang ditindaklanjuti. Tujuh dokumen kebijakan yang ditindaklanjuti tersebut terdiri dari enam dokumen rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan satu dokumen nota kesepakatan dan perjanjian kerjasama terkait pengembangan ekonomi daerah.
Enam dokumen tersebut yaitu Rekomendasi Kebijakan Pengendalian Inflasi Daerah, Rekomendasi Kebijakan Percepatan Pemerataan Pembangunan Ekonomi
Wilayah, Rekomendasi Analisis strategi pemasaran produk desa melalui bumdes, Rekomendasi kebijakan pengembangan ekonomi daerah, Rekomendasi Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam Berkelanjutan dan rekomendasi green economic. Dari enam rumusan tersebut yang ditindaklanjuti menjadi kebijakan yaitu:
1. Rekomendasi Kebijakan Pengendalian Inflasi Daerah
a. Peraturan Gubernur DIY nomor 71 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Tata Niaga Pangan Lokal
b. SE Gubernur DIY nomor 500/6349 tanggal 14 April 2020 tentang Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Arus Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Lainnya Serta Penggunaan Produk UMKM DIY c. Instruksi Gubernur DIY tentang Penyerapan dan Pemanfaatan Komoditas
Pangan Lokal Nomor: 5/INSTR/2020 tanggal 4 Desember 2020
2. Rekomendasi Kebijakan Percepatan Pemerataan Pembangunan Ekonomi Wilayah
a. SE Gubernur DIY tentang GREAT SALE JOGJA HEBOH 2020 Nomor 510/1113 tanggal 22 Januari 2020
b. SK Penugasan Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Nomor 267/KEP/2020 tanggal 10 September 2020
c. Keputusan Gubernur DIY tentang Pembentukan Tim Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia Nomor: 13/TIM/2020 tanggal 30 Januari 2020
3. Rekomendasi Analisis strategi pemasaran produk desa melalui bumdes
a. Nota Dinas Laporan Hasil Penyusunan Kajian Analisis Strategi Pemasaran Produk Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nomor 593/02079 tanggal 6 November 2020
b. Keputusan Gubernur DIY tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Nomor: 69/TIM/2020 tanggal 22 Mei 2020
c. Surat Edaran Sekretaris Daerah DIY Nomor 900/14090 Tanggal 15 September 2020 tentang Optimalisasi Program One Student One Account
(OSOA)
4. Rekomendasi kebijakan pengembangan ekonomi daerah
a. Peraturan Gubernur DIY Nomor 93 tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
27 b. Peraturan Gubernur DIY Nomor 48 tahun 2020 tentang Pedoman
Penyusunan Panduan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Publik dan Perekonomian Masyarakat di Lingkungan Pemda DIY Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkup Perekonomian dan Pembangunan
c. Keputusan Gubernur DIY Nomor 364/KEP/2020 Tentang Penetapan Desa/kalurahan Mandiri Budaya
d. Keputusan Gubernur DIY Nomor 129/TIM/2020 tentang Pembentukan Tim Penilai dan Monitoring Evaluasi Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
e. Keputusan Gubernur DIY Nomor 310/KEP/2020 tentang Pencabutan Atas Keputusan Gubernur DIY Nomor 25/KEP/2018 Tentang Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Gubernur DIY Nomor 86/KEP/2019 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur DIY Nomor 25/KEP/2018 Tentang satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha
f. Keputusan Gubernur DIY Nomor 1/TIM/2020 tentang Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan
g. Keputusan Gubernur DIY Nomor 12/TIM/2020 tentang Project
Management Unit Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan
h. SE Gubernur DIY Nomor 443/7130 tanggal 29 April 2020 tentang Pemberian Insentif/Stimulus Berupa Pengurangan atau Penghapusan Pajak dan Retribusi Daerah Bagi Pelaku Usaha
5. Rekomendasi Kebijakan Perlindungan Sumber Daya Alam Berkelanjutan
a. Surat Edaran Sekretaris Daerah DIY Nomor 530/187681 tanggal 26 November 2020 tentang Roadmap Pengembangan Usaha Garam Rakyat di DIY
b. Surat Sekretaris Daerah DIY Nomor 541/18518 tanggal 23 November 2020 tentang Usulan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Tahun 2021
6. Rekomendasi green economic
a. Surat Sekretaris Daerah DIY Nomor 520/17798 tanggal 10 November 2020 tentang Laporan Hasil Monev Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Hijau di DIY di Era Adaptasi Kebiasaan Baru
Satu Dokumen Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama terkait pengembangan ekonomi daerah:
a. Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang Penerbitan dan Pemanfaatan Kartu Tani di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/01204/2020 --- B.683-DIR/BPM/04/2020 tanggal 29 April 2020
b. Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dengan
UGM dan KADIN DIY Nomor 119/8154/2020,
Nomor1938/UNI/DUI/DIT/PUI/HK/2020 dan Nomor 314/KS/KADIN/DIY/2020 tentang Kerjasama Pengembangan SDM, Teknologi dan Pemasaran Produk UKM Siap Ekspor tanggal 28 Mei 2020
c. Perjanjian Kerja Sama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta tentang Penebusan Pupuk Bersubsidi Dengan Menggunakan Kartu Tani di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/8404/2020 --- B.13/KW-VII/KKI/06/2020 tanggal 4 Juni 2020
d. Rencana Kerja antara Komisi Pengawasan Persaingan Usaha dan Pemerintah Daerah DIY tentang Dukungan Pencegahan dan Penegakan Hukum Persaingan Usaha, serta Koordinasi Pengawasan Kemitraan di Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 16/SJ/PKS/VII/2020---119/10315 tanggal 9 Juli 2020
e. Nota Kesepakatan Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Dan Peningkatan Daya Saing Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/14053/2020 --- 22/1/Yk/NK/B tanggal 14 September 2020
f. Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta tentang Kerja Sama Pengembangan Dan Peningkatan Ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/14056/2020 --- WYK/1/0021/R tanggal 14 September 2020
g. Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta Tentang Kerja Sama Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/14055/2020 --- 22/KW-VII/KKI/09/2020 tanggal 14 September 2020
29 h. Kesepakatan Bersama antara PT. Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dengan
Pemda DIY Nomor 92/FKN/MOU/XI/2020 dan nomor 119/17623/2020 tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian daerah melalui Inovasi Teknologi Digital tanggal 8 November 2020
Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan
No Sasaran Indikator Meta Indikator
1 2 3 4
1 Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1
persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1
Kinerja sasaran terwujudnya kapasitas kelembagaan perangkat daerah yang sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah pada tahun 2020 dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 3.4 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020
No Indikator Sasaran Capaia n 2019 2020 Target Akhir Renstr a (2022) Capaian s/d 2020 terhadap target 2022 (%) Target Realisasi % Realisasi*
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang
Perekonomian dan Sumber Daya Alam
100 90 105
(7/6*100)
116,67
(105/90*100)
100 105
Keterangan kolom (6) adalah: Angka realisasi 2020 dilengkapi dengan cara menghitung untuk mendapatkan hasil capaian kinerja
Analisis Ketercapaian Sasaran 1: Meningkatnya Kualitas Rumusan Bahan Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam adalah sebagai berikut:
a. Tercapai 105%, dengan demikian prosentase realisasi terhadap target sebesar 116,67% (terlampaui).
b. Dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 100%, maka terjadi kenaikan sebesar 5%.
c. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai.
Keberhasilan capaian Indikator Prosentase peningkatan capaian tersebut didukung dari :
a. Capaian Rumusan kebijakan stabilitas perekonomian daerah yang menjadi dasar kebijakan teknokratis dalam dokumen perencanaan (%)
Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui inisiasi dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi di DIY pada tahun 2020 sebesar 1,40 persen (year on year) dan inflasi pada bulan Desember 2020 sebesar 0,48 persen (month to month). Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY selaku sekretariat TPID selalu berupaya berinovasi dalam kegiatan pengendalian inflasi daerah. Hal ini terbukti dengan dicapainya penghargaan berupa nominasi 2 TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Jawa-Bali yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tahun 2020.
31 Selain menjaga stabilisasi harga, TPID DIY saat ini juga menitikberatkan pada menjaga kestabilan produksi dan pasokan komoditi pangan sehingga menginisiasi tersusunnya Peraturan Gubernur DIY nomor 71 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Tata Niaga Pangan Lokal. Dengan adanya Peraturan Gubernur ini, diharapkan antara lain:
a. Menjaga kestabilan produksi dan pasokan komoditi pangan b. Meningkatkan produktifitas dan kestabilan harga komoditi pangan c. Memudahkan pengawasan distribusi pangan dari produsen sampai ke
konsumen
d. Adanya ketersediaan Sistem Informasi Tata Niaga Pangan yang akurat berkaitan dengan produktifitas, pola distribusi, jumlah pasokan dan harga di DIY sebagai instrumen system peringatan dini dalam pengendalian inflasi.
Dalam menjaga ketahanan ekonomi lokal sebagai upaya pengendalian inflasi di DIY diperlukan adanya pengawasan iklim persaingan usaha yang sehat secara lebih intensif sebagai langkah optimalisasi pengelolaan potensi dan sumber daya daerah secara efektif dan efisien guna meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemda DIY menginisiasi adanya kerja sama dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) untuk bersama-sama menciptakan iklim persaingan usaha melalui pengawasan secara terintegrasi.
Optimalisasi peran TPKAD dalam upaya peningkatan inklusi keuangan di daerah dengan sinergi program kerja yang lebih luas melibatkan lintas Perangkat Daerah di lingkup Pemda DIY. Beberapa program kerja TPAKD pada tahun 2020 antara lain yaitu program perluasan akses pelayanan keuangan melalui Program rekening pelajar (kejar), Program Melawan Rentenir melalui Optimalisasi Penyaluran Kredit Pembangunan Daerah (pede), dan Program
Gambar 3.2 Penyerahan Simbolisasi 3 Program Tim Percepatan Keuangan Akses Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (TPAKD)
Sumber: Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY
Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan daya saing daerah, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY menginisiasi kesepakatan bersama dengan Bank-bank seperti BNI, BRI, BPD terkait pengembangan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, akselerasi implementasi transaksi Non-Tunai dan Sinergitas program dan kegiatan dalam upaya melakukan pembinaan yang mendukung pengembangan dan peningkatan ekonomi.
Rumusan kebijakan stabilitas perekonomian daerah yang dihasilkan antara lain:
1. Peraturan Gubernur DIY nomor 71 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Tata Niaga Pangan Lokal
2. SE Gubernur DIY nomor 500/6349 tanggal 14 April 2020 tentang Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Arus Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Lainnya Serta Penggunaan Produk UMKM DIY
3. Instruksi Gubernur DIY tentang Penyerapan dan Pemanfaatan Komoditas Pangan Lokal Nomor: 5/INSTR/2020 tanggal 4 Desember 2020
4. SK Gubernur DIY tentang Pembentukan Tim Yogyakarta sebagai kota Batik dunia Nomor: 13/TIM/2020 tanggal 30 Januari 2020
5. SE Gubernur DIY tentang GREAT SALE JOGJA HEBOH 2020 Nomor 510/1113 tanggal 22 Januari 2020
33 6. SK Gubernur DIY tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan
Daerah Nomor: 69/TIM/2020 tanggal 22 Mei 2020
7. Surat Edaran Optimalisasi Program One Student One Account (OSOA) Nomor 900/14090 Tanggal 15 September 2020
8. Rencana Kerja antara Komisi Pengawasan Persaingan Usaha dan Pemerintah Daerah DIY tentang Dukungan Pencegahan Dan Penegakan Hukum Persaingan Usaha, Serta Koordinasi Pengawasan Kemitraan Di Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 16/SJ/PKS/VII/2020 ---119/10315 tanggal 9 Juli 2020
9. Nota Kesepakatan Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Dan Peningkatan Daya Saing Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/14053/2020---22/1/Yk/NK/B tanggal 14 September 2020
10. Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta Tentang Kerja Sama Pengembangan Dan Peningkatan Ekonomi Di Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 119/14056/2020---WYK/1/0021/R tanggal 14 September 2020
11. Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta Tentang Kerja Sama Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/14055/2020 --- 22/KW-VII/KKI/09/2020 tanggal 14 September 2020
12. SK Penugasan Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah nomor 267/KEP/2020 tanggal 10 September 2020
b. Capaian Rumusan kebijakan rekayasa pertumbuhan perekonomian berkeadilan yang menjadi dasar kebijakan teknokratis dalam dokumen perencanaan (%)
Sebagai tindak lanjut dukungan terhadap program Pemda, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY menginisiasi terbitnya Peraturan Gubernur DIY Nomor 93 tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya. Desa/Kalurahan Mandiri Budaya merupakan sinergi dan harmonisasi dari program/kegiatan Desa/Kalurahan Budaya, Desa Wisata, Desa Prima dan Desa Preneur. Ruang lingkup Peraturan Gubernur ini meliputi: a. pembentukan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
b. pengelolaan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
Dalam mendukung terbentuknya Desa/Kalurahan Mandiri Budaya ditetapkan pula Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 129/TIM/2020 tentang Pembentukan Tim Penilai dan Monitoring Evaluasi Desa/Kalurahan Mandiri Budaya dan Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 364/KEP/2020 Tentang Penetapan Desa/kalurahan Mandiri Budaya.
Sebagai upaya mengurangi dampak covid-19 dan dalam rangka pemulihan ekonomi, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY menginisiasi terbitnya SE Gubernur DIY Nomor 443/7130 tanggal 29 April 2020 tentang Pemberian Insentif/Stimulus Berupa Pengurangan atau Penghapusan Pajak dan Retribusi Daerah Bagi Pelaku Usaha. Dengan adanya Surat Edaran ini diharapkan dapat mengurangi beban perusahaan/pelaku usaha dengan kebijakan pemberian stimulus/insentif baik berupa pengurangan atau penghapusan pajak dan retribusi daerah yang merupakan kewenangan Pemda, Kabupaten/Kota berupa pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak air tanah serta pajak penerangan jalan. Pemberlakuan kebijakan pemberian stimulus /insentif dapat disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan dampak covid-19 yang terjadi.
Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY juga menginisiasi Kesepakatan Bersama antara PT. Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dengan Pemda DIY. Dengan adanya Kesepakatan Bersama ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui pemanfaatan inovasi teknologi digital termasuk di dalamnya pengembangan digitalisasi ekosistem syariah dan pemanfaatan data serta informasi hasil inovasi teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Gambar 3.3 Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara PT. Fintek Karya Nusantara (LinkAja) dengan Pemda DIY
35 Rumusan kebijakan rekayasa pertumbuhan perekonomian berkeadilan yang dihasilkan antara lain:
1. Peraturan Gubernur DIY Nomor 93 tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
2. Peraturan Gubenur DIY Nomor 48 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Panduan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Publik dan Perekonomian Masyarakat di Lingkungan Pemda DIY Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkup Perekonomian dan Pembangunan
3. Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 129/TIM/2020 tentang Pembentukan Tim Penilai dan Monitoring Evaluasi Desa/Kalurahan Mandiri Budaya
4. Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 364/KEP/2020 Tentang Penetapan Desa/kalurahan Mandiri Budaya
5. SK Gubernur DIY Nomor 310/KEP/2020 tentang Pencabutan Atas Keputusan Gubernur DIY Nomor 25/KEP/2018 Tentang Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Gubernur DIY Nomor 86/KEP/2019 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur DIY Nomor 25/KEP/2018 Tentang satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha
6. SE Gubernur DIY Nomor 443/7130 tanggal 29 April 2020 tentang Pemberian Insentif/Stimulus Berupa Pengurangan atau Penghapusan Pajak dan Retribusi Daerah Bagi Pelaku Usaha
7. Kesepakatan Bersama Antara PT. Fintek Karya Nusantara (LinAja) dengan Pemda DIY Nomor 92/FKN/MOU/XI/2020 dan nomor 119/17623/2020 tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian daerah melalui Inovasi Teknologi Digital tanggal 8 November 2020
8. Perjanjian Kerja Sama Antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dengan UGM dan KADIN DIY Nomor 119/8154/2020,
Nomor1938/UNI/DUI/DIT/PUI/HK/2020 dan Nomor
314/KS/KADIN/DIY/2020 tentang Kerjasama Pengembangan SDM, Teknologi dan Pemasaran Produk UKM Siap Ekspor tanggal 28 Mei 2020 9. Nota Dinas Nomor 556/00450 tanggal 25 Februari 2020 tentang Koordinasi Pembahasan Laporan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Kegiatan Selasa Wage di Malioboro.
10. Nota Dinas Nomor 556/00449 tanggal 25 Februari 2020 tentang Hasil Koordinasi Pengembangan Objek Wisata Kaliurang
11. Nota Dinas Nomor 556/00492 tanggal 28 Februari 2020 tentang Hasil Koordinasi Kerjasama Rencana Investasi dari Consortium for Yogyakarta Smart City dan Rapat Tindak Lanjut dengan Wakil Tim Konsorsium.
12. Nota Dinas Nomor 119/00561 tanggal 11 Maret 2020 tentang Hasil Koordinasi Pembahasan Penyatuan Aset Pelabuhan Tanjung Adikarto. 13. Nota Dinas Nomor 556/00613 tanggal 19 Maret 2020 tentang Hasil
Koordinasi Pelaksanaan Program Kegiatan di kawasan Lereng Merapi dan sekitarnya.
14. Telaah Staf Nomor 443/00761 tanggal 16 April 2020 tentang Rekomendasi dan Pernyataan Sikap Bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh kepada Pemda DIY tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di DIY.
15. Nota Dinas Nomor 560/01183 tanggal 6 Juli 2020 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Kebijakan Pada Sektor Ketenagakerjaan di Kabupaten/Kota.
16. Nota Dinas Nomor 556/02009 tanggal 2 November 2020 tentang Koordinasi terkait Integrasi Data Aplikasi Visiting Jogja melalui Aplication Programming Interface (API).
17. Nota Dinas Nomor 050/02234 tanggal 30 November 2020 tentang Hasil Koordinasi Pembahasan Progress Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan DIY.
c. Capaian Rumusan kebijakan perlindungan sumber daya perekonomian yang menjadi dasar kebijakan teknokratis dalam dokumen perencanaan (%)
Dalam rangka penyusunan kebijakan perlindungan sumberdaya perekonomian, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY menyusun kebijakan pengaturan pola tanam komoditas strategis mendukung ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi DIY. Beberapa tantangan yang dihadapi yaitu kepemilikan lahan yang sempit, keterbatasan sumberdaya air, harga komoditas pangan yang fluktuatif, keterbatasan SDM pertanian milenial dan perlunya kesiapan Pemerintah Daerah/Kabupaten terhadap rancangan pengaturan pola tanam off season untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian harga. Oleh karena itu strategi yang dilakukan dalam menjawab tantangan tersebut antara lain:
a. Pemetaan infrastuktur pemerintah terkait sektor pertanian dan sektor terkait lainnya
b. Penetapan kawasan Sentra Produksi Komoditas Strategis berdasarkan ketersediaan infrastruktur pertanian
c. Penetapan Pola Tanam Sesuai Potensi
37 e. Optimalisasi potensi SDM, Pelatihan, Mekanisasi pertanian, Penggunaan
IT di semua lini
Rumusan kebijakan perlindungan sumber daya perekonomian yang dihasilkan antara lain:
1. Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tentang Penerbitan dan Pemanfaatan Kartu Tani di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/01204/2020 --- B.683-DIR/BPM/04/2020 tanggal 29 April 2020
2. Perjanjian Kerja Sama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Yogyakarta Tentang Penebusan Pupuk Bersubsidi Dengan Menggunakan Kartu Tani di Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 119/8404/2020 --- B.13/KW-VII/KKI/06/2020 tanggal 4 Juni 2020
3. Surat Sekretaris Daerah DIY Nomor 520/17798 tanggal 10 November 2020 tentang Laporan Hasil Monev Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Hijau di DIY di Era AKB
4. Surat Edaran Sekretaris Daerah DIY Nomor 530/187681 tanggal 26 November 2020 tentang Roadmap Pengembangan Usaha Garam Rakyat di DIY
5. Surat Sekretaris Daerah DIY Nomor 541/18518 tanggal 23 November 2020 tentang Usulan Kuota Jenis BBM Tertentu JBT dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Tahun 2021
Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY menginisiasi Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tentang Penerbitan dan Pemanfaatan Kartu Tani di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan adanya Kesepakatan Bersama ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses penyediaan sarana produksi khususnya pupuk bersubsidi yang dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan. Salah satu kebijakan akses pupuk ini dilakukan dengan penyediaan dan rencana implementasi kartu tani.
Dengan penerapan kartu tani ini diharapkan juga memberikan manfaat bagi petani, kios pupuk, pemerintah, penyedia pupuk maupun puhak perbankan. Manfaat bagi petani : mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi; kemudahan penyerapan hasil panen petani oleh offtaker; petani bisa menggunakannya sebagai tabungan; kemudahan petani dalam
akses pembiayaan; kemudahan dalam mendapatkan bantuan sosial maupun subsidi; kemudahan petani mengakses program pemerintah; peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Manfaat bagi kios pupuk : memudahkan pelayanan karena sesuai dengan kuota yang ada; dana hasil pembelian pupuk dari petani dapat langsung masuk ke rekening simpanan; mendapatkan penghasilan tambahan sebagi agen BRILink. Manfaat bagi pemerintah : ketersediaan data petani by name by addres yang valid; ketepatsasaran penyaluran pupuk bersubsidi; mendorong penyerapan hasil panen petani oleh offtaker; kemudahan monitoring dan evaluasi pertanian. Manfaat bagi penyedia pupuk : ketersediaan informasi kebutuhan pupuk beserta sebaran wilayahnya; distribusi pupuk lebih akurat dan tepat sasaran; mempermudah manajemen stok dan perkiraan produksi pupuk. Manfaat bagi pihak bank : bisa memiliki database calon nasabah prospektif; perbankan (BRI).
Salah satu kebijakan perlindungan sumberdaya perekonomian yang disusun adalah roadmap pengembangan usaha garam rakyat yang dilakukan dalam upaya mengembangkan alternatif usaha rakyat dalam rangka melindungi penghidupan masyarakat, terutama masyarakat di daerah pesisir. Pengembangan usaha garam rakyat melibatkan lintas sektor dan dukungan dari berbagai pihak. Pada tahun 2020, dalam upaya pengembangan usaha garam rakyat di DIY dilakukan Sinkronisasi kebijakan garam di DIY baik Program Pusat, Program Pemda, Program Pemkab dan program kelompok masyarakat (pokmas). Selain itu, integrasi program/kegiatan untuk percepatan usaha garam rakyat sebagai kebijakan strategis gubernur serta peningkatan pemahaman dan peran serta masyarakat atas usaha garam.
39 Faktor Pendukung keberhasilan
a. Kerjasama yang baik dari stakeholder yang terkait dalam pelaksanaan program kegiatan lintas sektor dalam rangka penyusunan kebijakan bidang perekonomian dan sumber daya alam
b. Komitmen dari para stakeholder terkait pembangunan dan pengembangan perekonomian di DIY
1.2. Realisasi Anggaran
Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2020 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran disajikan pada tabel berikut:
Tabel III.5 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2020
No Sasaran Indikator
Kinerja Anggaran
Target Realisasi %
Realisasi Target (Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Meningkatnya kualitas rumusan bahan kebijakan dan evaluasi kebijakan bidang perekonomian dan SDA
Persentase rumusan kebijakan menjadi kebijakan dan hasil evaluasi menjadi rekomendasi yang ditindaklanjuti dalam perencanaan tahun n+1 90 % 90 % 100% 767.155.840 730.597.500 95,23 Jumlah 767.155.840 730.597.500 95,23 Program pendukung 686.786.000 489.199.225 71,23
Total Belanja Langsung 1.453.941.840 1.219.796.725 83,89
Berdasarkan tabel III.5 di atas dari total belanja langsung program/kegiatan yang terkait langsung pencapaian sasaran sebesar Rp. 767.155.840 terealisasi Rp.730.597.500 atau 95,23 %. Sisa anggaran sebesar Rp 36.558.340 atau 16,10 % antara lain bersumber dari:
- Sisa pengadaan barang dan jasa
- Belanja honor narasumber yang tidak direalisasikan karena pembatasan pertemuan tatap muka
Meskipun belanja tidak terserap 100% namun keseluruhan sasaran strategis OPD tercapai 100%, sehingga dengan demikian terdapat efisiensi belanja sebesar Rp. 36.558.340 (4,765%).
1.3. Inovasi
Tantangan global penyelenggaraan pemerintahan menuntut aparatur untuk bergerak dinamis dan kreatif. Permasalahan dan Keterbatasan sumber daya harus dipandang sebagai pemicu gagasan dan ide kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka inovasi yang telah dikembangkan dalam pencapaian sasaran kinerja antara lain :
a. Pemanfaatan media sosial dan google (misalnya layanan unduhan via google drive) untuk percepatan komunikasi, informasi dan edukasi.
b. Pemanfaatan zoom meeting dalam pelaksanaan rapat
c. Penyusunan Rencana Kerja antara Komisi Pengawasan Persaingan Usaha dan Pemerintah Daerah DIY tentang Dukungan Pencegahan Dan Penegakan Hukum Persaingan Usaha, Serta Koordinasi Pengawasan Kemitraan Di Daerah Istimewa Yogyakarta.
d. Inisiasi Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian daerah melalui Inovasi Teknologi Digital
e. Pengaturan Pola Tanam Komoditas Strategis Mendukung Ketersediaan Pangan dan Pengendalian Inflasi di DIY
41
BAB 4
Penutup
Hasil laporan kinerja Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY tahun 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi. Oleh karena itu, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam melakukan analisis terhadap isu-isu strategis agar dapat menghasilkan bahan rumusan kebijakan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui percepatan berusaha, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan wilayah menuju masyarakat mandiri, adil, maju dan sejahtera.
2. Didalam pelaksanaan analisis untuk membuat rumusan kebijakan agar dapat menghasilkan kebijakan perlu diwaspadai faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan karena belum memadainya kemampuan dan profesionalisme SDM/aparat untuk mengatasi perubahan sosial budaya masyarakat yang tidak terkendali, pasar global/pasar bebas, perubahan iklim dan global warming. Adanya pandemi covid-19 berpengaruh pada perencanaan dan penganggaran pada tahun 2020 dengan adanya refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.
3. Penyerapan atas belanja langsung sebagai pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OPD adalah sebesar 95,23 % dan capaian fisik sebesar 100% serta menghasilkan capaian kinerja OPD sebesar 100% yang diperoleh dari ditindaklanjutinya seluruh bahan kebijakan yang disusun oleh Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam untuk menjadi kebijakan pada tahun berikutnya.
Bab 4 Berisi :
1. Kesimpulan 2. Rekomendasi
Adapun rekomendasi langkah-langkah perbaikan ke depan sebagai berikut:
1. Memerlukan adanya masukan berupa Faktor Lingkungan Internal dan faktor Lingkungan Eksternal. Faktor-faktor ini bersifat obyektif, oleh sebab itu penentuannya harus didasarkan analisis yang tidak memihak dan atas dasar kesepakatan bersama dari anggota kelompok analisis.
2. Memanfaatkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah;
3. Memanfaatkan anggaran yang cukup untuk memfasilitasi peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
43