INDONESIA PADA MASA REFORMASI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pancasila
Dosen pengampu : Selly Rahmawati, M. Pd
Disusun Oleh :
Mega Ayu Setyana(14144600211) M.Ristyo Nugroho(14144600204) Nurul Fitria Febrianti(14144600175)
Sutarni(14144600185) Widya Susila(14144600190) Zafira Syajarotun(14144600196)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2014/2015
DESKRIPSI UUD 1945
CIRI-CIRI PRESIDENSIAL
Dipilih melalui pemilu langsung Presiden dipilih rakyat Masa jabatan tetap
Tidak ada status tumpang tinding antara legislatif dan eksekutif Presiden tidak dapat dijatuhkan
Presiden pengkhianatan negara dan kriminal bisa di jatuhkan Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan
Masa jabatan 2 kali periode Presiden milikihak preogratif
Eksekutif tnggung jawab ke[ada legislatif
Menteri-menteri bertanggung jawab kepada eksekutif (pasal 17 bab V kementrian negara)
1) Pasal 1 ayat 2 (kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuh nya dengan MPR)
2) Bab IV pasal ayat 1 tentang kekuasaan pemerintahan negara
Presiden RI memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD pasal 7 tentang kekuasaan pemerintahan negara.
Presiden memegang jabatan 5 tahun dan dapat dipilih lagi. 3) Bab VI Kementrian Negara
Pasal 17 ayat 1 (presiden dibantu oleh wakil presiden) Mentri diangkat dan diberhentikan oleh presiden
KEWENANGAN ANTAR LEMBAGA
1. LEGISLATIF
Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, menurut aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 2 ayat 1)
Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibu kota negara. (pasal 2 ayat 2)
Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar dari pada haluan negara. (pasal 3)
Susunan Dewan Perwakilan Rakyat ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 19 ayat 1)
Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. (pasal 19 ayat 2)
Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. (pasal 20 ayat 1)
Jika sesuatu rancangan undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. (pasal 20 ayat 2)
Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak memajukan rancangan undang-undang. (pasal 21 ayat 1)
Jika rancangan itu, meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tidak disahkan oleh Presiden, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. (pasal 21 ayat 2)
Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu. (pasal 23 ayat 1)
Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang. (pasal 23 ayat 2)
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 23 ayat 3)
Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang. (pasal 23 ayat4)
Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan rakyat. (pasal 23 ayat 5)
2. EKSEKUTIF
Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. (pasal 4 ayat 1)
Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. (pasal 4 ayat 2)
Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. (pasal 5 ayat 1)
Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya. (pasal 5 ayat 2)
Presiden ialah orang Indonesia asli. (pasal 6 ayat 1)
Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan suara yang terbanyak. (pasal 6 ayat 2)
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali. (pasal 7)
Jika Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya. (pasal 8)
Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden) :
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”.
Janji Presiden (Wakil Presiden) :
“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”. (pasal 9)
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. (pasal 10)
Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. (pasal 11)
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 12)
Presiden mengangkat duta dan konsul. (pasal 13 ayat 1)
Presiden menerima duta negara lain. (pasal 13 ayat 2)
Presiden memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi. (pasal 14)
Presiden memberi gelaran, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan. (pasal 15)
Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 16 ayat1)
Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada pemerintah. (pasal 16 ayat 2)
Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. (pasal 17 ayat 1)
Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan oleh Presiden. (pasal 17 ayat 2)
Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintah. (pasal 17 ayat 3)
Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang. (pasal 22 ayat 1)
Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut. (pasal 22 ayat 2)
Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut. (pasal 22 ayat 3)
3. YUDIKATIF
Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang. (pasal 24 ayat 1)
Susunan dan kekuasaan badan-badan kehakiman itu diatur dengan undang-undang. (pasal 24 ayat 2)
Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diperhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang. (pasal 25)
HUBUNGAN ANTARA WARGA NEGARA DENGAN NEGARA
1. Hak sebagai warga negara
a) Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat (pasal 1 ayat 2)
b) Majelis permusyawaratan rakyat bersidang sedikit nya sekali dalam lima tahun di ibu kota negara.segala utusan majelis permusyawaratan rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak (pasal 2 ayat 2)
c) Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang(pasal 26 ayat 2)
d) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2)
e) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang (pasal 28)
f) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu (pasal 29 ayat 2)
g) Tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara (pasal 30 ayat 1)
i) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (pasal 32 ayat 3)
j) Fakir miskin dan anak –anak yang terlantar dipelihara oleh negara (pasal 34) 2. Kewajiban sebagai warga negara
a) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1)
b) Tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara (pasal 30 ayat 1)
3. Pengakuan sebagai warga negara
a) Yang menjadi warga negara ialah orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lainyang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara (pasal 26 ayat 1)
b) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan (pasal 32 ayat 1)
c) Cabang –cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajad hidup orang banyak dikuasai oleh negara (pasal 32 ayat 2)
KETENTUAN LAIN
1. Bendera di Indonesia menurut UUD 1945 adalah merah putih.hal tersebut dapat dilihat dari (pasal 35) yang menyatakan “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih”
2. Bahasa di Indonesia menurut UUD 1945 adalah Bahasa Indonesia,hal tersebut dapat dilihat dari (pasal 36) yang menyatakan “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia” 3. Lambang negara Indonesia menurut UUD 1945 adalah Garuda Pancasila, hal tersebut
dapat dilihat dari (pasal 36A) yang menyatakan “Lambang negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika”
4. Lagu kebangsaan Indonesia menurut UUD 1945 adalah Indonesia Raya, hal tersebut dapat dilihat dari (pasal 36B) yang menyatakan “Lagu kebangsaan ialah Indonesia Raya”.
PENYIMPANGAN PASAL-PASAL PADA ERA REFORMASI
Bab III pasal 6 ayat 1 tentang pemerintahan negara
Calon presiden dan calon wakil presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri,
tidak pernah menghianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.
Pelanggaran :
Presiden RI yang ketiga, yaitu B.J. Habibie sebelum menjadi presiden, beliau telah menerima kewarganegaraan lain yaitu Jerman.
Presiden RI yang keempat, yaitu Abdurrahman Wahid secara jasmani beliau tidak memenuhi syarat untuk menjadi Presiden.
Bab VIIB pasal 22E ayat 1tentang pemilihan umum
Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali
Pelanggaran
Pemilu 2009 banyak kesalahan-kesalahan dalam perhitungan suara dan masih banyak rakyat Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih tetapi namanya belum terdaftar dalam pemilihan.
Bab XA tentang hak asasi manusia Pasal 28C ayat 1
Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Pelanggaran
Masih banyak anak-anak Indonesia yang terlantar di pinggir-pinggir jalan, terutama di kota-kota besar, contohnya Jakarta, mereka belum mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah, sehingga mereka belum memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dan tidak dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Pasal 28D ayat 1
Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
Pelanggaran
Masih banyak kasus-kasus pembunuhan, mutilasi dan kejahatan-kejahatan lainnya, misalnya saja di daerah jawa timur, seorang laki-laki membunuh pacarnya dan tubuhnya di potong-potong, itu merupakan pelanggaran HAM, dan belum dapat perlindungan.
Kasus pencurian yang dilakukan oleh rakyat kecil di hukum dengan seadil-adilnya, misalnya saja kasus pencurian semangka di Jawa timur. Sedangkan kasus korupsi yang dilakukan oleh
para pejabat, ditutup-tutupi dan hukumanya pun di minimalisir. Hal tersebut sudah jelas bahwa rakyat Indonesia belum mendapat kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
Pasal 28H ayat 1
Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Pelanggaran
Rakyat indonesia sekarang ini masih banyak kurang hidup sejahtera, hal tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor ekonomi,
Rakyat indonesia banyak yang belum mendapatkan tempat tinggal yang layak, hal tersebut terbukti masih banyak di kota-kota besar rakyat indonesia hidup tinggal di trotoar, membuat rumah di pinggir jalan dan kadang rumah tersebut di gusur oleh pihak polisi. Rakyat indonesia juga masih kurang untuk mendapatkan jaminan kesehatan, hal tersebut terbukti bahwa masih banyak rakyat indonesia yang menderita sakit, dan apabila akan di periksakan biayanya sangat mahal.
Bab XII pasal 30 ayat 4tentang pertahanan dan keamanan negara
Kepolisian negara republik indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
Pelanggaran
Kapolri pada bulan september 2009 melakukan kesalahan yang sangat besar, mereka melakukan fitnah kepada pihak kpk, sehingga banyak masyarakat yang pro maupun kontra atas perbuatan kapolri tersebut. Sehingga kapolri tidak lagi melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum, tetapi kapolri malahan berbuat kejahatan.
Bab XIII pasal 31 ayat 4 tentang pendidikan dan kebudayaan
Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
Saat ini anggaran pendidikan masih kurang dari dua puluh persen sehingga bertentangan dengan ayat tersebut di atas.
SARAN ATAS PENYIMPANGAN
Mewajibkan seorang warga negara harus mempunyai satu kewarganegaraan saja karena setiap warga negara wajib mengabdi, dan mempertahankan negaranya.
Seorang pemimpin harus atau mampu secara jasmani dan rohani sehingga tugas-tugas negara bisa dijalankan dengan sebaik mungkin.
2.
Pasal 22 E Ayat 1 bab 7B tentang Pemilu
Melakukan pendataan ulang secara teliti,cermat,mendetail,oleh pihak yangbersangkutan.
Agar tidak terjadi kesalahan pada surat pendataan sehingga masyarakat yang mempunyai hak pilih terdaftar di dalam pemilu.
3. Bab XI A Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 28 C ayat 1
Menciptakan lapangan kerja
Pendidikan merupakan alat suatu bangsa karena maju mundur nya sebuah negara dengan pendidik sebagai pemerintahan harus melakukan upaya-upaya:
1. Bendirikan sekolah
2. Biaya terjangkau agar warga negara bisa mengenyam dunia pendidikan.
Pasal 28 D ayat 1
Penegakkan hukum
Hukum harus ditegakkan secara merata oleh pemerintahan yang bertanggung jawab agar semua warga negara mendapatkan perlakuan yang sama di muka hukum.
Pasal 28 ayat 1
Mendirikan rumah susun.
Menciptakan lapangan kerja,jaminan kesehatan,jaminan sosial
4. Pasal 30 ayat 1 tentang Pertahanan dan keamanan negara
Menindak tegaskan aparat kepolisian yang melanggar agar pertahanan dan keamnan negara terjamin.5. BAB XIII Pasal 31 ayat 4 tentang Pendidikan dan
k
ebudayaan
Menaikkan anggaran APBN untuk pendidikan. Meminimalisir belanja negara agar dana-dana yang lain dapat dialokasikan untuk anggaran pendidikan hingga mencapai angka minimal (20%) sehingga penyelenggaraan pendidikan nasional dapat tercapai.
KESIMPULAN
Pemerintahan orde baru jatuh dan muncul era reformasi. Namun reformasi dan
ekonomi masyarakat. Konflik antar kelompok etnis bermunculan di berbagai daerah seperti Kalimantan Barat. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh masalah-masalah sosial, ekonomi dan agama.
Rakyat sulit membedakan apakah sang pejabat bertindak sebagai eksekutif atau pimpinan partai politik karena adanya perangkapan jabatan yang membuat pejabat bersangkutan tidak dapat berkonsentrasi penuh pada jabatan publik yang diembannya.
Banyak kasus muncul ke permukaan yang berkaitan dengan pemberian batas yang tegas pada teritorial masing-masing wilayah, seperti penerapan otonomi pengelolaan wilayah pengairan. Pemerintah tidak lagi otoriter dan terjadi demokratisasi di bidang politik (misalnya:
munculnya parpol-parpol baru), ekonomi (misalnya: munculnya badan-badan umum milik swasta, tidak lagi melulu milik negara), dan sosial (misalnya: rakyat berhak memberikan tanggapan dan kritik terhadap pemerintah).
Peranan militer di dalam bidang politik pemerintahan terus dikurangi (sejak 2004, wakil militer di MPR/DPR dihapus). Reformasi merupakan gerakan moral untuk menjawab ketidak puasan dan keprihatinan atas kehidupan politik, ekonomi, hukum, dan sosial:
a. Reformasi bertujuan untuk menata kembali kehidupan berma-sayarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
b. Dengan demikian, hakikat gerakan reformasi bukan untuk menjatuhkan
pemerintahan orde baru, apalagi untuk menurunkan Suharto dari kursi kepresidenan. c. Namun, karena pemerintahan orde baru pimpinan Suharto dipandang sudah tidak
mampu mengatasi persoalan bangsa dan negara, maka Suharto diminta untuk mengundurkan secara legawa dan ikhlas demi perbaikan kehidupan bangsa dan negara Indonesia di masa yang akan datang
Gerakan reformasi merupakan sebuah perjuangan karena hasil-hasilnya tidak dapat dinikmati dalam waktu yang singkat.Hal ini dapat dimaklumi karena gerakan reformasi memiliki agenda pembaruan dalam segala aspek kehidupan.
Oleh karena itu, semua agenda reformasi tidak mungkin dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan dan dalam waktu yang singkat. Agar agenda reformasi dapat dilaksanakan dan berhasil dengan baik, maka diperlukan strategi yang tepat, seperti:
1. Menetapkan prioritas, yaitu menentukan aspek mana yang harus direformasi lebih dahulu dan aspek mana yang direformasi kemudian.
2. Melaksanakan kontrol agar pelaksanaan reformasi dapat mencapai tujuan dan sasaran secara tepat.