• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN INDIKATOR RENCANA AKSI KEGIATAN UPT BTKLPP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN INDIKATOR RENCANA AKSI KEGIATAN UPT BTKLPP"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN INDIKATOR RENCANA AKSI

KEGIATAN

(2)

RENCANA AKSI PROGRAM (RAP)

RANCANGAN INDIKATOR RAK BTKLPP

SISTEMATIKA RAK

PERJANJIAN KINERJA

MONITORING CAPAIAN RAK

RENCANA TINDAK LANJUT

(3)

Rencana Aksi

Program

(4)

RPJP

NASIONAL

RPJPK

RPJMN

RENSTRA

RKP

RENJA-KL

Nasional

Kementerian Eselon I Satker

RAP

Keterkaitan RPJMN-Renstra-RAP-RAK-RKA KL

RAK

RKA KL

Satker

Penetapan IKP,IKK,Target,

Arah Kebijakan dan Sasaran

Operasionalisasi

pencapaian Target

IKU,IKK nasional

Pencapaian

target IKU IKK

melalui output

(5)

Dirjen

Sesditjen

Kabag

Direktur

Direktur

Kasi

Kasubdit

Kasubag

- Provinsi

- UPT

JFU

JFT

RAP

(IKP &

IKK)

RA

K

RA

K

RA

K

Pencapaian Target dan Indikator

dilaksanakan secara berjenjang dari

level Eselon I Eselon II , Eselon III,

Eselon IV hingga level kelompok JFU

dan JFT

Target dan

Indikator

Kinerja

Eselon I

diturunkan ke

Provinsi dan

UPT sesuai

dengan

kewenangan

nya

RAK

(6)

NO INDIKATOR RPJMN INDIKATOR RENSTRA AWAL INDIKATOR RENSTRA REVISI

1 Persentase kabupaten/kota yang mencapai 80 persen imunisasi dasar lengkap pada bayi

Penurunan kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) tertentu

Persentase penurunan kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) tertentu

2 Jumlah kab/kota dg eliminasi malaria Jumlah kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria

3 Jumlah kab/kota endemis filariasis berhasil menurunkan angka

mikrofilaria <1 persen

Jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi filariasis

4 Jumlah prov dg eliminasi kusta Jumlah provinsi dengan eliminasi kusta

5 Prevalensi TB per 100.000 penduduk Persentase Cakupan Keberhasilan pengobatan TB / Success Rate

6 Prevalensi HIV (persen) Prevalensi HIV 7 % Kab/Kota yang mempunyai

Kebijakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang berpotensi wabah

Persentase Kabupaten/Kota yang mempunyai kebijakan kesiapsiagaan dalam

penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang berpotensi wabah

8 Prevalensi merokok pada penduduk usia ≤ 18 tahun

penurunan prevalensi merokok pada usia ≤ 18 tahun *)

Persentase kab/kota yang melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) minimal 50 persen sekolah

9 Jumlah kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas yang menyelenggarakan upaya kesehatan jiwa dan / atau NAPZA.

(7)

NO INDIKATOR RPJMN INDIKATOR RENSTRA AWAL INDIKATOR RENSTRA REVISI

10 --- --- Persentase respon terhadap signal SKD KLB

dan bencana di wilayah layanan BTKL

11 --- --- Persentase teknologi tepat guna P2P yang dihasilkan BBTKLPP meningkat 50% dari jumlah TTG tahun 2014

12 --- --- Persentase pelabuhan/bandara/PLBD yang melaksanakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat

(8)

NO

PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR

BASELIN

E (2014)

TARGET

2015

2016

2017

2018

2019

1.

P2P

1

Prevalensi

cakupan

keberhasilan

pengobatan TB/Success Rate

--

84

85

87

89

90

2

Prevalensi HIV

--

<0,5

<0,5

<0,5

<0,5

<0,5

3

Jumlah

kabupaten/kota

mencapai

eliminasi malaria

--

225

245

265

285

300

4

Jumlah provinsi dengan eliminasi kusta

--

21

23

25

26

34

5

Jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi

filariasis

--

9

12

15

24

35

6

Persentase Penurunan kasus Penyakit

yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

(PD3I) tertentu

--

7

10

20

30

40

7

Persentase Kabupaten/Kota yang

mempunyai kebijakan kesiapsiagaan

dalam penanggulangan kedaruratan

kesehatan masyarakat yang berpotensi

wabah

11

29

46

64

82

100

8

Persentase

Kab/Kota

yang

memiliki

kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

minimal 50% sekolah

3

10

20

30

40

50

9

Jumlah

kabupaten/kota

yang

memiliki

Puskesmas

yang

menyelenggarakan

upaya kesehatan jiwa dan / atau NAPZA

50

80

130

180

230

280

(9)

NO

PROGRAM/K

EGIATAN

INDIKATOR

BASELINE

(2014)

TARGET

2015

2016

2017

2018

2019

1.

P2P

10

Persentase respon terhadap signal SKD KLB dan bencana di wilayah layanan BTKL

---

50

60

70

80

90

11

Persentase teknologi tepat guna P2P yang dihasilkan BBTKLPP meningkat 50% dari jumlah TTG tahun 2014

---

30

35

40

45

50

12

Persentase pelabuhan/bandara/PLBD yang melaksanakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat

---

60

70

80

90

100

(10)

Rancangan

Indikator RAK

(11)

Penetapan target dan Indikator disusun berdasarkan:

1. Sinkron/inline dengan perencanaan diatasnya

2. Bisa diukur baik bulanan, triwulanan atau tahunan

3. Indikator RAK mengacu pada IKK

4. Anggaran tersedia

5. Sesuai dengan tupoksi

(12)

SASARAN KEGIATAN IKK INDIKATOR RAK BTKLPP

Kabupaten/kota yang melakukan pemantauan kasus penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB) dan

melakukan respon penanggulangan terhadap sinyal KLB untuk mencegah terjadinya KLB

Persentase respon sinyal SKD dan KLB, di wilayah layanan B/BTKLPP sebesar 90%

Persentase respon Sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan bencana di wilayah layanan BTKL

Jumlah sertifikat hasil uji laboratorium dan kalibrasi

Persentase rekomendasi kajian surveilans dan faktor risiko penyakit sebesar 50 % dari jumlah rekomendasi tahun 2014

Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium Persentase teknologi tepat guna pengendalian

penyakit bersumber binatang sebesar 50 % dari jumlah TTG tahun 2014

Jumlah Teknologi Tepat Guna bidang P2P yang dihasilkan

Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit tular vector dan zoonotic

Persentase rekomendasi kajian pengendalian penyakit bersumber binatang sebesar 50 % dari jumlah rekomendasi tahun 2014

Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium

Menurunnya penyakit menular langsung Persentase rekomendasi kajian pengendalian penyakit menular langsung sebesar 50 % dari jumlah rekomendasi tahun 2014

Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium

(13)

SASARAN KEGIATAN IKK INDIKATOR RAK BTKLPP

Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular; Meningkatnya pencegahan dan

penanggulangan penyakit tidak menular

Jumlah BBTKLPP yang melaksanakan penilaian KTR diwilayahnya

Jumlah laporan penilaian implementasi KTR oleh B/BTKLPP

Meningkatnya Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Persentase Satker program P2P yang memperoleh penilaian SAKIP dengan hasil minimal AA

Jumlah dokumen dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya

Jumlah peningkatan kapasitas SDM bidang P2P

Persentase Satker Pusat dan Daerah yang ditingkatkan sarana/prasarananya untuk memenuhi standar

Jumlah pengadaan sarana prasarana

(14)

NO INDIKATOR DEFENISI OPERASIONAL CARA PERHITUNGAN

1 Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium

Jumlah rekomendasi hasil kegiatan surveilans atau kajian faktor risiko kesehatan yang berbasis laboratorium baik analisis dampak kesehatan lingkungan, surveilans epidemiologi, kajian pengembangan pengujian dan kendali mutu laboratorium dalam 1 tahun

Jumlah rekomendasi hasil kegiatan surveilans atau kajian faktor risiko kesehatan yang berbasis laboratorium baik analisis dampak kesehatan lingkungan, surveilans epidemiologi, kajian pengembangan pengujian dan kendali mutu laboratorium dalam 1 tahun

2 Persentase respon Sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan bencana di wilayah layanan BTKL

Jumlah sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam berdasarkan permintaan stakeholder dibandingkan dengan jumlah laporan sinyal yang diterima dalam periode satu tahun

Jumlah sinyal SKD KLB dan bencana yang direspon kurang dari 24 jam dibagi dengan jumlah seluruh laporan sinyal yang diterima dikali 100%

Catatan : PHEOC sebagai informasi 3 Jumlah sertifikat hasil uji

laboratorium dan kalibrasi

Jumlah hasil pemeriksaan uji laboratorium dan kalibrasi dalam rangka pengendalian faktor risiko lingkungan dan faktor risiko penyakit berpotensi wabah, penyakit menular, tidak menular dalam kurun waktu 1 tahun

Jumlah hasil pemeriksaan uji laboratorium dan kalibrasi dalam rangka pengendalian faktor risiko lingkungan dan faktor risiko penyakit berpotensi wabah, penyakit menular, tidak menular dalam kurun waktu 1 tahun

4 Jumlah Teknologi Tepat Guna bidang P2P yang dihasilkan

Jumlah teknologi tepat guna yang dihasilkan selama satu tahun

Jumlah teknologi tepat guna yang dihasilkan selama satu tahun

(15)

NO

INDIKATOR

DEFENISI OPERASIONAL

5

Jumlah laporan penilaian implementasi KTR

oleh B/BTKLPP

Jumlah laporan penilaian implementasi KTR oleh B/BTKLPP

6

Jumlah dokumen dukungan manajemen

dan tugas teknis lainnya

Dokumen Dukungan Manajemen pada Program Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit sebanyak 11 Dokumen antara lain

RKAKL/DIPA, Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, Laporan BMN,

Lakip, Profil, Proposal PNBP, Dokumen Kepegawaian, e monev DJA,

e monev Bappenas, LEB

7

Jumlah pengadaan sarana prasarana

Jumlah pengadaan tanah, gedung, alat kesehatan, fasilitas

penunjang perkantoran, kendaraan dalam 1 tahun

8

Jumlah peningkatan kapasitas SDM bidang

P2P

Jumlah jenis peningkatan kapasitas bidang P2P yang diikuti oleh

SDM B/BTKLPP dalam kurun waktu satu tahun

(16)

• Capaian kinerja harus dimonitoring setiap bulan

• Bentuknya checklist/notulen rapat/format isian/laporan monitoring.

• Bila pertemuan harus dilengkapi dengan surat undangan, daftar hadir,

dokumentasi

(17)

NO INDIKATOR

JAN FEB MARET

PERMASALAHAN SOLUSI PJ TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN

1 Persentase respon Sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan bencana di wilayah layanan BTKL

a Jumlah sinyal SKD KLB dan Bencana yang direspon kurang dari 24 jam

b Jumlah laporan sinyal yang diterima

2 Jumlah sertifikat hasil uji laboratorium dan kalibrasi

3 Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan

berbasis laboratorium

4 Jumlah Teknologi Tepat Guna bidang P2P yang dihasilkan

5 Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan

berbasis laboratorium pengendalian penyakit tular vector dan zoonotic

6 Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium pengendalian penyakit menular langsung

7 Jumlah laporan penilaian implementasi KTR oleh B/BTKLPP

(18)

NO INDIKATOR

JAN FEB MARET

PERMASALAHAN SOLUSI PJ TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN

8 Jumlah dokumen dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya a RKAKL / DIPA b Laptah c Laporan Keuangan d Laporan BMN e Lakip f Profil g Proposal PNBP h Dokumen Kepegawaian i E-monev Bappenas (PP 39) j Laporan Eksekutif Bulanan (LEB) k Emonev DJA

9 Jumlah peningkatan kapasitas SDM bidang P2P 10 Jumlah pengadaan sarana prasarana

a tanah b gedung

c alat kesehatan

d fasilitas penunjang perkantoran e kendaraan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk reaksi grafting akrilamida pada pati singkong menggunakan inisiator KMnO 4 memberikan nilai % add-on yang paling tinggi jika dibandingkan dengan dua

Dari data tersebut maka dapat diketahui kemampuan awal siswa dalam melakukan pembelajaran PJOK pada materi lompat jauh, sehingga pada nantinya dapat dijadikan untuk

a. Tahapan permasalahan pertama, para guru akan diberikan materi kesiapsiagaan oleh narasumber dari Tim Pengabdi dan MDMC Kota metro. Materi yang diberikan bersifat

Patroli pengawasan sangat dibutuhkan pada masa-masa larangan penangkapan ikan terubuk untuk memberikan efek jera terhadap nelayan yang masih melakukan kegiatan

Dalam melaksanakan kinerja Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium pengendalian penyakit

Firmanın toplam gelir eğrisini grafik yardımıyla göstermek mümkündür. Yani firmanın talep eğrisinin esnekliği sonsuz, eğimi sıfırdır... Malın fiyatının 10 lira

“ Jika suatu potensi bahaya telah diidentifikasi pada suatu tahapan dimana pengendalian diperlukan untuk menjamin keamanan produk, dan tidak ada upaya pengendalian

Untuk lebih memberikan hasil dan daya guna yang optimal, efektif dan efesien sesuai dengan target, sasaran dan tujuan program bantuan, akan dilakukan pengawasan