• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PENANGGULANGAN SARS

PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… i

DAFTAR ISI ………. ii

BAB I PENDAHULUAN……… 1

BAB II PENGERTIAN..………. 2

BAB III TUJUAN UMUM………. 4

BAB IV PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS………... 5

A. Tujuan .………. 5

B. Sasaran .………. 5

C. Langkah-langkah .………. 5

1. Penatalaksanaan kasus suspect SARS……….. 5

2. Penatalaksanaan kasus Probable………... 6

3. Indikasi Rawat ………..……….. 6

4. Isolasi Diri/Home Isolation ………. 6

5. Indikasi Keluar Rumah Sakit ……….. 7

6. Nasehat Pada Pasien Pulang Dari Rumah Sakit ………. 7

7. Penatalaksanaan Terapi Kasus SARS………. 7

8. Penatalaksanaan Kontak ……… 9

9. Follow up penderita ……… 9

BAB V PENUTUP ……… 12

(3)

BAB I PENDAHULUAN

WHO (Maret 2003) menyatakan perlunya kewaspadaan global suatu penyakit SARS, yang belum teridentifikasi jelas etiologi dan pengobatannya. WHO memberi nama penyakit ini sebagai “Severe Acute Respiratory Syndrome” (SARS) atau penyakit pernapasan akut berat.

Kejadian SARS diberbagai negara periode November – 9 April 2003, WHO melaporkan negara-negara terjangkit SARS yaitu : Australia, Belgia, Brazil, China, Hongkong, Taiwan, Perancis, Jerman, Italia, Irlandia, Rumania, Spanyol, Switzerland, United Kingdom, Amerika Serikat, Thailand, Singapore, Malaysia, Vietnam dan lan-lain. Total penderita 2.671 dengan 103 kematian (CFR = 3,9 %). WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam panas mendadak untuk menunda perjalanannya sampai sehat kembali dari negara terjangkit “affectiv area “ seperti Kanada (Toronto), Singapura, Cina (Beijing, Guangdong, Hongkong, Shaxi dan Taiwan) serta Vietnam.

WHO melaporkan bahwa 30 % kasus SARS terjadi pada petugas kesehatan. Penularan SARS terjadi karena kontak pada saat merawat penderita Di samping itu risiko penularan dapat terjadi pada penderita lain yang sedang dirawat di rumah sakit, anggota keluarga serumah, orang yang menjaga penderita maupun tamu penderita.

Dalam mengantisipasi penyakit SARS di Indonesia, Departemen Kesehatan telah menyusun pedoman penanggulangannya. Pedoman Penatalaksanaan Kasus ini, merupakan salah satu dan bagian yang tak

(4)

BAB II PENGERTIAN

A. DEFINISI

Adalah Syndrome pernafasan akut berat yang merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru manusia yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya.

B. DEFINISI KASUS

Secara proposional ada 2 definisi kasus SARS, yaitu “suspect” dan “probable” sesuai kriteria WHO.

1. Suspect SARS

a. Adalah seseorang yang menderita sakit dengan gejala : § Demam Tinggi (>380

C), dengan

§ Disertai batuk, sesak nafas / kesulitan bernafas § Satu atau lebih keadaan berikut :

- Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit, mempunyai riwayat kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosis sebagai penderita SARS *)

- Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit, melakukan perjalanan ke tempat terjangkit SARS **)

- Penduduk dari daerah terjangkit. Keterangan:

*) Kontak erat adalah orang yang merawat, tinggal serumah atau berhubungan langsung dengan cairan saluran pernafasan maupun atau jaringan tubuh seseorang penderita SARS

**) Tempat yang dilaporkan terjangkit SARS adalah sesuai dengan ketetapan WHO sebagai negara terjangkit yang pada tanggal 1 April Canada (Toronto), Singapura, China (Guangdong, Hongkong , Shanxi, Taiwan) dan Vietnam (Hanoi)

b. Adalah seseorang yang meninggal dunia sesudah tanggal 1 Nopember 2002 karena mengalami gagal nafas akut yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya. Pada 10 hari sebelum meninggal, orang tersebut mengalami salah satu atau lebih kondisi dibawah ini, yaitu :

(5)

1) Kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosa suspect atau probable SARS

2) Riwayat berkunjung ke tempat /negara yang terkena wabah SARS 3) Bertempat tinggal /pernah tinggal di tempat/negara yang terjangkit

wabah SARS.

2. Probable SARS

Adalah kasus Suspect ditambah dengan gambaran foto toraks menunjukkan tanda-tanda pneumonia atau respiratory distress syndrome,

atau seseorang yang meninggal karena penyakit saluran pernafasan yang

tidak jelas penyebabnya, dan pada pemeriksaan autopsi ditemukan tanda patologis berupa respiratory distress syndrome yang tidak jelas penyebabnya.

C. PENGAMATAN KONTAK

Adalah orang yang dalam 10 hari terakhir :

1. Kontak yang jelas (definite contact) dengan penderita SARS suspect atau probable (kontak erat)

2. Kontak yang tak jelas atau mengadakan

perjalanan ke negara terjangkit tanpa menunjukkan gejala sakit, atau menderita sakit dengan salah satu gejala demam atau batuk.

Terhadap mereka dilakukan pengamatan pengamatan pasif atau aktif.

D. ETIOLOGI

Penyebab SARS adalah Corona virus atau Paramoxyviridae virus. Etiologi ini sebagai temuan awal yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut para ahli.

E. MASA INKUBASI

(6)

F. CARA PENULARAN

Cara penularan penyakit melalui kontak langsung dengan penderita SARS baik karena berbicara, terkena percikan batuk atau bersin (“Droplet Infection”).

Penularan melalui udara, misalnya penyebaran udara, ventilasi, dalam satu kendaraan atau dalam satu gedung diperkirakan tidak terjadi, asal tidak kontak langsung berhadapan dengan penderita SARS.

Masa penularan dari orang ke orang belum teridentifikasi dengan jelas. Untuk sementara, masa menular adalah mulai saat terdapat demam atau tanda-tanda gangguan pernafasan hingga penyakitnya dinyatakan sembuh. Periode aman dari kemungkinan terjadinya penularan pada unit pelayanan atau pada kelompok masyarakat yang terjangkit KLB SARS adalah setelah lebih dari 14 hari sejak kasus terakhir dinyatakan sembuh.

BAB III TUJUAN UMUM

Adapun tujuan umum penanggulangan SARS, yaitu:

1. Dapat ditemukan kasus sedini mungkin. 2. Dapat dilakukan tatalaksana kasus.

(7)

BAB IV

PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS

A. Tujuan

a. Agar dapat dilakukan penanganan penderita secara baik dan terarah sesuai dengan kaidah –kaidah ilmiah.

b. Agar dapat dilakukan pengobatan penderita secara baik dan terarah sesuai dengan kaidah –kaidah ilmiah.

c. Agar dapat dilakukan penanganan jenazah secara baik dan aman bagi petugas dan keluarga.

B. Sasaran

Penderita yang menunjukkan gejala SARS yang ditetapkan sebagai suspect atau probable.

C. Langkah-Langkah

1. Penatalaksanaan kasus suspect SARS

a. Kasus dengan gejala SARS melewati triase ( petugas sudah memakai masker N95 ).Untuk segera dikirim ke ruangan pemeriksaan atau bangsal yang sudah disiapkan

b. Berikan masker bedah pada penderita

c. Petugas yang masuk keruang pemeriksaan sudah memakai penggunaan alat proteksi perorangan ( PAPP )

d. Catat dan dapatkan keterangan rinci mengenai tanda klinis, riwayat perjalanan, riwayat kontak termasuk riwayat munculnya gangguan pernapasan pada kontak sepuluh hari sebelumnya

e. Pemeriksaan fisik

f. Lakukan pemeriksaan foto toraks dan darah tepi lengkap

g. Bila foto toraks normal lihat indikasi rawat atau tetap dirumah, anjurkan untuk melakukan kebersihan diri, tidak masuk kantor / sekolah dan hindari menggunakan angkutan umum selama belum sembuh

h. Pengobatan di rumah ; simtomatik, antibiotik bila ada indikasi, vitamin dan makanan bergizi

i. Apabila keadaan memburuk segera hubungi dokter

j. Bila foto toraks menunjukkan gambaran infiltrat satu sisi atau dua sisi paru dengan atau tanpa infiltrat interstial lihat penatalaksanaan kasus probable

(8)

2. Penatalaksanaan kasus probable

a. Rawat di Rumah Sakit dalam ruang isolasi dengan kasus sejenis

b. Pegambilan darah untuk ; darah tepi lengkap, fungsi hati, kreatin fosfokinase, urea, elektrolit, C reaktif protein

c. Pengambilan sampel untuk membedakan dari kasus pneumonia tipikal/ atipikal lainnya; - pemeriksaan usap hidung dan tenggorokan, - biakan darah, serologi

- urine

d. Pemantauan darah 2 hari sekali

e. Foto toraks diulang sesuai indikasi klinis

f. Pemberian pengobatan lihat penatalaksanaan terapi kasus SARS

3. Indikasi Rawat

Penderita SARS yang di rawat inap adalah : a. Suspect SARS dengan riwayat kontak erat (+) b. Suspect SARS dengan gejala klinis berat, yaitu:

- Sesak nafas dengan frekuensi nafas 30 kali / menit. - Nadi lebih 100 kali/menit.

- Ada gangguan kesadaran - Kondisi umum lemah

- Indikasi rawat inap lain ditentukan oleh dokter yang memeriksa penderita

c. Probable SARS

Perlu diperhatikan dalam perawatan di rumah sakit terhadap SARS adalah : Ruang perawatan penderita suspect SARS harus dibedakan dengan ruang penderita probable SARS. Saat memeriksa dan merawat penderita SARS, petugas medis harus memakai penggunaan alat proteksi perorangan (PAPP).

d. Isolasi Diri/Home Isolation

Penderita suspect SARS dengan riwayat traveling (+) tetapi tanpa riwayat kontak dan gejala klinis ringan tidak dirawat inap di rumah sakit, akan tetapi dirawat dirumah (home isolation)

Tindakan yang harus dilakukan selama home isolation atau isolasi dirumah adalah :

- Penderita harus dirumah sampai demam hilang dan selalu menggunakan masker sampai 14 hari sesudah dua hari bebas panas. - Alat makan dan minumnya dipisahkan dari alat makan dan minum

anggauta keluarga yang lain.

- Penderita harus diukur suhu tubuhnya setiap 8 jam sekali. Bila dalam dua kali pengukuran terjadi kenaikan suhu tubuh mencapai 38oC, maka penderita harus segera dikirim ke rumah sakit.

(9)

- Anggota keluarga yang merawat penderita dan tinggal serumah , harus memakai masker.

- Anggota keluarga yang merawat penderita harus mencuci tangan setelah merawat penderita

- Apabila ada anggota keluarga lain yang menderita demam selama penderita masih sakit sampai dengan 10 hari setelah penderita dinyatakan sembuh maka harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit dan selalu menggunakan masker.

e. Indikasi Keluar Rumah Sakit 1) Tidak panas selama 48 jam 2) Tidak batuk

3) Leukosit kembali normal 4) Trombosit kembali normal 5) CPK kembali normal

6) Uji fungsi hati kembali normal 7) Sodium plasma kembali normal 8) Perbaikan X-foto toraks

f. Nasehat Pada Pasien Pulang Dari Rumah Sakit

a. Setelah kembali dirumah dinasehatkan tetap harus Home Isolation (lihat point tindakan yang harus dilakukan selama isolasi diri/Home Isolation )

b. Tujuh hari setelah pulang ke rumah penderita diharuskan kontrol ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan darah lengkap, X-foto toraks dan uji lain yang abnormal

c. Minimum 14 hari setelah pulang, pasien baru diperbolehkan masuk kerja/sekolah.

g. Penatalaksanaan Terapi Kasus SARS a. Suspek SARS yang dirawat

1) Isolasi

2) Perhatikan :

- Keadaan umum - Kesadaran

- Tanda vital (tensi, nadi, frekuensi napas, suhu)

3) Terapi suportif

4) Antibiotik : β laktam atau β

laktam + Anti β laktamase oral ditambah makrolid generasi baru oral (roksitromisin, klaritromisin, azitromisin)

(10)

b. Probable SARS

1) Ringan / sedang

- Terapi suportif - Antibiotik

Golongan β laktam + anti β laktamase ( intravena ) ditambah makrolid generasi baru oral

ATAU

Sefalosporin G2, G3 (intravena), ditambah makrolid generasi baru oral

ATAU

Fluorokuinolon respirasi (intravena) : Moxifloxacin, Levofloxacin, Gatifloxacin

2) Berat

- Terapi suportif - Antibiotik

Tidak ada faktor risiko infeksi pseudomonas :

sefalosporin G3 non pseudomonas ( intravena ) ditambah makrolid generasi baru oral

ATAU

fluorokuinolon respirasi (intravena)

Ada faktor risiko infeksi pseudomonas :

sefalosporin anti pseudomonas (seftazidim, sefoperazon, sefipim) / karbapenem (intravena) ditambah luorokuinolon anti

pseudomonas (siprofloksasin, levofloksasin) intravena/ aminoglikosida intravena ditambah makrolid generasi baru oral

- Kortikosteroid

Hidrokortison ( intravena ) 4 mg / kg BB tiap 8 jam, tapering atau metilprednisolon ( intravena ) 240 – 320 mg tiap hari

- Ribavirin

1,2 gr oral tiap 8 jam atau 8 mg / kg BB intravena tiap 8 jam

Keterangan :

Kriteria pneumonia berat salah satu diantara ini :

§ Frekuensi napas > 30 x /menit

§ PaO2 / FiO2 < 250 mmHg

§ Foto toraks paru kelainan bilateral

§ Foto toraks paru melibatkan lebih dari dua lobus

§ Tekanan sistolik < 90 mmHg

(11)

Risiko infeksi pseudomonas

§ Bronkiektasis

§ Pengobatan kortikosteroid lebih dari 10 mg/hari

§ Pengobatan antibiotik spektrum luas lebih dari 7 hari pada § bulan terakhir

§ Gizi kurang

Indikasi pemberian kortikosteroid dan anti virus (Ribavirin)

§ Pneumonia SARS berat

§ Setelah 24 jam diberikan antibiotik tidak respon § Terdapat komorbid

8. Penatalaksanaan Kontak

a. Kontak Dengan Kasus Suspek

- Berikan informasi mengenai SARS pada kontak - Passive Surveillance selama sepuluh hari

- Aktifitas kontak tak terbatas

- Jika timbul gejala klinis, segera menghubungi fasilitas - kesehatan

- Gejala yang timbul pertama : panas b. Kontak Dengan Kasus Probable

- Berikan informasi mengenai SARS pada kontak - Active Surveillance selama sepuluh hari

- Telepon atau kunjungi oleh tim surveillance - Catat suhu tubuh setiap hari

- Aktifitas kontak tak terbatas

- Jika timbul gejala klinis, segera menghubungi fasilitas kesehatan - Gejala yang timbul pertama : panas

9. Follow up penderita

Istirahat dirumah selama 7 hari , selama itu tinggal dalam kamar, usahakan seminimal mungkin kontak dengan orang

Dipantau & dicatat suhu tubuh 2 X/ hari, jika suhu tubuh 38 0 C atau lebih atau ada gejala saluran napas maka segera kontrol

Kontrol kembali ke RS tempat dirawat 7 hari setelah pulang; foto toraks, hitung darah lengkap dan pemeriksaan darah lainnya jika ada riwayat abnormal

Pemeriksaan serologi diulang 3 minggu setelah sakit

Dokter yang menentukan apakah pasien sudah tidak perlu isolasi

10. Penatalaksanaan Jenazah Kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

(12)

Beberapa pedoman untuk perawatan jenazah kasus SARS adalah sebagai berikut:

a. Tindakan Di ruangan

1) Luruskan tubuh, tutup mata, telinga dan mulut dengan kapas

2) Lepaskan alat kesehatan yang terpasang 3) Setiap luka harus diplester rapat

4) Tutup semua lubang tubuh dengan plester kedap air

5) Membersihkan jenazah perhatikan beberapa hal : § Petugas yang membersihkan sudah mengetahui cara

membersihkan sudah mengetahui mayat yang infeksius. § Petugas menggunakan pelindung :

- Sebaiknya menggunakan masker penutup mulut. - Harus menggunakan sarung tangan karet.

- Sebaiknya menggunakan apron / untuk melindungi tubuh dalam keadaan tertentu.

§ Menggunakan air pencuci yang telah dibubuhi bahan desinfektan

§ Mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan jenazah (sebelum sarung tangan dilepaskan dan sesudah sarung tangan dilepaskan).

6) Pasang label identitas jenazah pada kaki.

7) Keluarga/teman diberi kesempatan untuk melihat jenazah

8) Memberitahukan kepada petugas kamar jenazah bahwa jenazah adalah penderita penyakit “menular”

9) Jenazah dikirimkan ke kamar jenazah.

b. Tindakan Di kamar Jenazah

1) Jenazah dimandikan oleh petugas kamar jenazah yang telah mengetahui cara memandikan jenazah yang infeksius.

§ Petugas yang memandikan sudah memahami cara membersihkan/memandikan mayat yang infeksius.

§ Petugas sebaiknya menggunakan pelindung : - sebaiknya menggunakan masker penutup mulut - sebaiknya kaca mata pelindung mata

- harus menggunakan sarung tangan karet

- sebaiknya menggunakan apron/baju khusus untuk melindungi tubuh dalam keadaan tertentu

- sebaiknya memakai sepatu lars sampai lutut (sepatu boot) § Menggunakan air pencuci yang telah dibubuhi desinfektan,

antara lain kaporit.

§ Mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan jenazah (sebelum dan sesudah sarung tangan dilepaskan)

(13)

§ Selanjutnya jenazah dibungkus dengan kain kafan atau kain pembungkus lain sesuai dengan kepercayaan/agamanya. 2) Segera mencuci kulit dan permukaan lain dengan air bila terkena

darah atau cairan tubuh lain.

3) Dilarang menutup atau memanipulasi jarum suntik, buang dalam wadah khusus alat tajam

4) Sampah dan bahan terkontaminasi lainnya ditempatkan dalam tas plastik

5) Pembuangan sampah dan bahan terkontaminasi dilakukan sesuai dengan tujuan mencegah infeksi

6) Setiap percikan atau tumpahan darah di permukaan segera dibersihkan dengan larutan desinfektans, misalnya klorin 0.5 %

7) Peralatan yang akan digunakan kembali harus diproses dengan urutan: dekontaminasi, pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi.

8) Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka

9) Jenazah tidak boleh dibalsam, disuntik untuk pengawetan dan diautopsi kecuali oleh petugas khusus.

10) Dalam hal tertentu, autopsi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pimpinan RS

(14)

BAB V PENUTUP

Demikianlah telah dijabarkan panduan penanggulangan SARS di Indonesia.

Pedoman Penatalaksanaan Kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi

seluruh jajaran kesehatan baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam penaggulangan penyakit SARS. Semoga bermanfaat adanya. Amin

(15)

DAFTAR PUSTAKA

1. Kepmenkes Nomor 424/MENKES/SK/IV/2003, tentang Penetapan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pedoman penanggulangannya, 2003.

2. WHO Western Pacific Regional Office, Interim guidelines for national SARS preparedness, 2003

3. Website : WHO int, “SARS”, 2003 4. Website : CDC ‘s int, “SARS”, 2003

(16)

1. Laporan Hasil Pelacakan

Laporan Hasil Pelacakan

Hasil Investigasi dilaporkan secepatnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Propinsi dan Subdit. Surveilans Epidemiologi, Ditjen PPM&PL , Departemen Kesehatan.

Hasil investigasi disertai dengan rekomendasi tindakan penanggulangan yang harus dilakukan di rumah keluarga penderita dan masyarakat, di rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan dan tindakan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Identitas anggota Tim, beserta nomor telepon dan email yang dapat dihubungi tercantum dalam laporan.

Format laporan investigasi meliputi :

1. Pendahuluan, Tujuan,Hasil Investigasi a. Penyelidikan di Masyarakat

§ Lokasi kejadian dengan menunjukkan dalam peta Kabupaten/Kota

§ Klasifikasi SARS (terkontak, diduga, sangat diduga atau sangat kuat diduga)

§ Lokasi kasus dan hubungan antara satu kasus dengan kasus lain.

§ Data epidemiologi diskriptif

§ Pembahasan perkembangan KLB SARS dan kemungkinan terjadinya penyebarannya. § Rekomendasi terhadap penderita dan keluarga § Rekomendasi upaya penanggulangan oleh Dinas

Kesehatan

§ Lampirkan format pelacakan yang telah diisi. b. Penyelidikan di Unit Pelayanan

§ Lokasi kejadian dengan menunjukkan dalam peta Kabupaten/Kota

§ Lokasi tempat tinggal kasus dan hubungannya antara satu kasus dengan kasus lain serta klasifikasi SARS (terkontak, diduga, sangat diduga atau sangat kuat diduga)

§ Pembahasan perkembangan KLB SARS dan kemungkinan terjadinya penyebarannya.

§ Rekomendasi, baik terhadap penderita, keluarga, maupun rekomendasi upaya penanggulangan oleh Dinas

(17)

2. Lampiran : formulir isian kasus SARS dan foto kopi dokumen medik Rumah Sakit atau pemeriksaan lain, sebagai bahan pembahasan tim verifikasi Pusat.

Investigasi dapat dilakukan berulangkali atau secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Investigasi lebih intensif dengan melibatkan tenaga ahli yang lebih besar bila diperlukan.

(18)

a.

Jeraring Informasi Surveilans

Epidemiologi Nasional Penanggulangan

SARS

JEJARING INFORMASI

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI NASIONAL

PENANGGULANGAN

SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME (SARS)

MENKES DITJEN

PPM&PL

K K P INDUK DINKES KAB/ KOTA

DINKES

PROPINSI

RS PROPINSI/

(SK MENKES 424) A. KAB/KOTA

WILKER

KKP PUSKESMAS

MASYAR

AKAT

ALUR UMPAN BALIK ALUR PELAPORAN ALUR RUJUKAN KASUS

(19)

3. Rumah Sakit Rujuan

RUMAH SAKIT RUJUKAN SARS

LOKASI RUMAH SAKIT NO. TELPON

Medan RS. Pirngadi/Adam

Malik

081561759578

Batam RS. Otorita Batam 0811776260

Tanjung Balai Karimun RS. RSUD

Dumai RSUD Dumai 0761-44995

Tembilahan RSUD

Tanjung Pinang RSUD

Jakarta RSPI Sulianti Saroso

Solo RS Muwardi 0247-628791

Surabaya RS Soetomo 031-8293632

Pontianak RS Sudarso

Tarakan RSUD Tarakan 0541-203509

Balikpapan RSU

Makasar RS Dr Wahidin Sudiri

Husodo

Manado RS Malalayang

(20)

4. Formulir Kasus SARS

Formulir Kasus

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) D.

E. Tanggal membuat laporan : ______________________

(21)

A. Identitas Unit Pelayanan

Nama Dokter Pemeriksa :

_______________________________________

________________

Nomor Telp, HP dan email :

______________, ______________,

_________________________

Nama Unit Pelayanan

:

_______________________________________

________________

Nomor telp dan Faks Unit Pelayanan :

___________________________,

_____________________

Alamat Unit Pelayanan :

_______________________________________

________________

Kabupaten/Kota dan Propinsi :

__________________________________,

____________________

Tanggal dan Jam Pemeriksaan : ___________, _______

B. Identitas Penderita

Nama Penderita, Orang Tua : __________________________________,

____________________

Nomor telepon yang dapat dihubungi : ______________________,

_________________________

Alamat (ditulis dengan teliti) :

(22)

RT/RW, Kelurahan, Kecamatan : ___/___/_______________, __________________________ Kabupaten/Kota : _____________________ Propinsi :_______________________________ C. Data Demografi 1. Jenis Kelamin

2. Tanggal Lahir (hari/bulan/tahun) ____/____/____ atau umur (tahun) _____

3. Negara tempat tinggal

____________________________________________ 4. Warga Negara ____________________________________________ 5. Suku Bangsa ____________________________________________ 6. Pekerjaan :

a. Tenaga Kesehatan Ya Tidak Tidak diketahui bila tidak, pekerjaan

____________________________________________

D. Gejala-Gejala

1. Tanggal timbul gejala (hari/bulan/tahun) ____/____/_______

2. Suhu Badan > 38°C Ya Tidak Tidak

diketahui

3. Batuk Ya Tidak Tidak

diketahui

4. Sukar Bernafas Ya Tidak Tidak

diketahui

5. Respiratory Distress Syndrome Ya Tidak Tidak diketahui

E. Hasil Rontgen Thorax

1. Adakah tanda-tanda Pneumoni atau Ya Tidak Tidak diketahui

Respiratory Distress Syndrome

2. Adakah respon terhadap pengobatan antimikroba Ya Tidak Tidak diketahui

(23)

F. Riwayat Perawatan Rumah Sakit

Apakah pernah ke Fasilitas Kesehatan Ya Tidak Tidak diketahui

pada saat timbul gejala-gejala

Bila ya, Nama Rumah Sakit/Puskesmas : _________________ Kota : ____________________

Tanggal Masuk Rumah Sakit/Puskesmas (hari/bulan/tahun) : ____/____/_______

Apakah Penderita diisolasi Ya Tidak Tidak diketahui

Apakah ruang perawatan Penderita Ya Tidak Tidak diketahui menggunakan sistem Ventilasi Udara

Bila Ya, apakah penderita saat ini masih Ya Tidak Tidak diketahui

menggunakan sistem Ventilasi Udara

Apakah penderita dirawat di Ya Tidak Tidak diketahui

Intensive Care Unit (ICU)

Apabila penderita tidak dirawat, Ya Tidak Tidak diketahui

apakah diisolasi di rumah

(Apabila lebih dari satu unit pelayanan yang merawat, maka dibuat tambahan dalam lembar terpisah)

G. Riwayat Terpapar

1. Sebelum timbul gejala penyakit, apakah penderita Ya Tidak Tidak diketahui

pernah kontak dengan penderita SARS,

baik probable atau suspek

Bila ya, Kab/kota, Provinsi dan Negara :

__________________,_____________,__________

Tanggal kontak pertama (hari/bulan/tahun) : ____/____/_______

Tanggal kontak terakhir (hari/bulan/tahun) : ____/____/_______

2. Apakah dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, Ya Tidak Tidak diketahui

berkunjung di suatu “affected area”

(24)

Bila ya, nama negara :

_______________________________________________________ Nama Hotel atau tempat tinggal lain :

__________________________________________

Tanggal tiba ____/____/______ tanggal pulang ____/____/______ Alamat Hotel atau tempat tinggal lain :

__________________________________________

Nama, nomor dan tanggal transportasi ke Indonesia : ______________________________

3. Apakah dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, Ya Tidak Tidak diketahui

berkunjung keluar negeri selain negara yang di atas Bila ya, sebutkan negara-negara tersebut :

1. ______________________tanggal tiba ____/____/____tanggal pulang ____/____/____ 2. ______________________tanggal tiba ____/____/____ tanggal pulang ____/____/____ 3. ______________________tanggal tiba ____/____/____ tanggal pulang ____/____/____

H. Khusus Penderita Meninggal

1. Tidak ada penjelasan bahwa penyebab kematian Ya Tidak Tidak diketahui

karena penyakit pernafasan

2. Apakah ada otopsi Ya Tidak Tidak diketahui

Bila ya, apakah hasil pemeriksaan otopsi menunjukkan Ya Tidak Tidak diketahui

Respiratory Distress Syndrome Yang tidak diketahui

(25)

I. Pelacakan Kontak

Apakah dilakukan pelacakan Kontak Ya Tidak Tidak diketahui

Bila ya, apakah Kontak tersebut berada di wilayah lain Ya Tidak Tidak diketahui Bila ya, apakah petugas kesehatan di tempat tinggal

Ya Tidak Tidak diketahui

Kontak sudah diberitahu

J. Klasifikasi Kasus (saat pertama ditemukan)

Suspek Probable

K. Klasifikasi Kasus Saat Laporan Dibuat

Suspek Probable Bukan SARS Tanggal Klasifikasi ____/____/____

L. Klasifikasi Kasus Final (Keluar Rumah Sakit)

Suspek Probable Bukan SARS Tanggal Klasifikasi ____/____/____

M. Status Final

Sembuh, jika penderita dirawat di rumah sakit Tanggal keluar RS ____/____/____

Meninggal Tanggal

____/____/____

Pindah ketempat lain sementara penderita masih sakit : Evakuasi Medis Ya Tidak

Tanggal pindah ____/____/____

Jenis dan nomor kendaraan _____________

Tempat Pindah _____________

Pindah Tanpa keterangan Tanggal ____/____/____

Tembusan : Subdit Surveilans Epidemiologi, Ditjen PPM & PL, Departemen

Kesehatan RI,

(26)

Tanggal Timbulnya Gejala SARS Gejala

Sakit Kepala Nyeri Otot/mialgia Pusing/pening Kaku otot (Rigors) Batuk

Sakit tenggorokan Demam panas Nafas pendek-pendek Tidak enak badan Hilang nafsu makan Bercak kemerahan Muntah Diare

Gejala lain : ……… Gejala lain : ……….

Hasil pemeriksaan (Tanda)

Denyut nadi Suhu Tekanan darah Frekuensi Pernafasan oxygen saturation Pemeriksaan lain : ……….. Peemriksaan lain : ……… Temuan Radiologi : ……… Temuan Radiologi : ………..

(27)

Tanggal Pemeriksaan Laboratorium Dilakuakan Hasil Pemeriksaan Laboratorium

(Disertai dengan catatan nilai pada kondisi normal dan tidak normal)

Jumlah sel darah putih (leukosit) Jumlah sel limfosit

prothrombin time platelet count ALT (SGPT) LDH GGT (SGOT) APPT CPK CRP

Pemeriksaan lain (tulis)

“Diagnostic specimens” yang dilakukan (tulis) Hasil “Diagnostic specimen” yang Positive (tulis)

Pengobatan Antiviral :

(tulis dosis dan cara pemberian)

Ribavarin Tamiflu Lain-lain (tulis) Antimikroba: Tulis : steroid

Pengobatan lain : misal Oksigen, ventilasi, inotropes

Keadaan Penderita

(28)

Formulir Surveilans Kontak SARS

Nama Kasus SARS (indeks) : _______________________________________ Kabupaten/Kota : Tanggal Mulai Timbul gejala : ____/ ____, _______ Propinsi : ___________________________

Tanggal Monitoring Kontak

No Nama Status

Kontak *)

Tanggal

Kontak Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Kolom 3, status kontak adalah keluarga, sekolah, tempat kerja, atau lainnya

Kolom 4, tanggal kontak adalah tanggal dimana Kontak terkontak dengan penderita SARS indeks pada waktu penderita sudah timbul gejala

Kolom 5 – 16 diisi tanggal dan hasil monitoring terhadap kondisi kontak sejak kontak terakhir dengan penderita SARS sampai 14 hari kemudian, hasil monitoring diisikan

(29)
(30)

Referensi

Dokumen terkait

Judi Pat#l#gis ditandai dengan judi maladaptif yang erulang dan menetap dan menimulkan masalah ek#n#mi serta gangguan yang signifikan di dalam fungsi  priadi,

Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the

M eteorologi mengenal sistem skala dalam melakukan sebuah analisis. Skala global merupakan skala meteorologi yang paling luas. Skala global dapat mempengaruhi fenomena meteorologi

Meskipun demikian, interval waktu yang singkat atau memberi jarak juru las dengan berhati-hati, seperti pada pengelasan pipa dengan SMAW, dapat memberi panas

Lengkuas merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat panu, kadas dan kurap oleh masyarakat Gerokgak .Organ yang digunakan berupa rimpang.. Masyarakat

● Disampaikan kepada seluruh jemaat bahwa Minggu, 23 Juli 2017 akan menggunakan Tata Ibadah dari Majelis Sinode GPIB dalam rangka Hari Ulang Tahun ke – 67 Pelkat GP.. SEKTOR

Peserta tes diwajibkan hadir 60 Menit sebelum ujian untuk melakukan registrasi.

Kearifan ekologi yang terkandung dalam pelestarian hutan setra ari-ari mencakup vegetasi dan fauna dalam hutan yang menjelaskan kompleksitas hutan, manfaat