BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Anak yang Mengakibatkan

Teks penuh

(1)

27 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Anak yang Mengakibatkan Tindakan Kriminal di Kota Gorontalo

Sebagai instrumen untuk mengatur dan menjadi pedoman secara khusus dalam memberikan perlindungan anak khususnya di Kota Gorontalo yang didasari Undang–Undang No 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak. Undang–Undang ini lahir untuk memberikan pemenuhan hak-hak anak serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi, sehingga anak mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial dan berakhlak mulia. Selain itu juga peraturan ini lahir sebagai bentuk dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya.

Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 1 butir ke-2 menjelaskan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berparsitipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Sedangkan dalam Pasal 1 butir ke-15 dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juga menyebutkan tentang perlindungan khusus bagi anak adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat seperti anak yang dalam kondisi pola pikirnya masih terkontaminasi

(2)

dengan pemahaman terhadap suatu perbuatan kejahatan yang sering dilakukan dengan menganggap perbuatan kejahatan adalah halal menurut anak tersebut karena sudah terbiasa sehingganya oleh pemerintah pusat lebih khusus lagi di Kota Gorontalo patut dijadikan sebagai perhatian yang serius guna masa depan anak-anak tersebut bisa lebih cerah berdasarkan amanat undang-undang, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan, perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, anak yang menyandang cacat, dan anak korban perlakuan salah dari penelantaran.

Perkembangan kejiwaan anak, karena anak tidak sama dengan orang dewasa, anak memiliki sistem penilaian kanak-kanak yang menampilkan martabat anak itu sendiri dan kriteria norma tersendiri, sebab sejak lahir anak sudah menampakan ciri-ciri dan tingkah laku karakteristik yang mandiri, memiliki kepribadian yang khas dan unik hal ini disebabkan oleh karena tahap perkembangan anak itu memang selalu berlainan dengan sifat-sifat dan ciri-cirinya, dimulai pada usia bayi, remaja, dewasa dan usia lanjut, akan berlainan fisik psikis maupun jasmaninya. Seorang bayi misalnya, berlainan sifatnya dengan pemain kecil, sibuyung atau siupik yang masih sangat kecil berbeda ciri dan ulahnya dengan anak sekolah kehidupan psikis anak usia sekolah berbeda dengan anak berjiwa puber, sedangkan anak puber berbeda jasmaniah dan kehidupan psikisnya dengan orang dewasa setengah tua.

(3)

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polres Gorontalo Kota terdapat 7 (tujuh) kasus yang masuk dan 5 (lima) kasus yang diproses seperti tergambar dalam tabel berikut :

Tabel I

Jumlah Kasus Kenakalan anak yang ada di Polresta Gorontalo Tahun 2010-2012 NO TAHUN KASUS KENAKALAN ANAK PRESENTASE 1 2010 1 14,29 % 2 2011 2 28,57% 3 2012 4 57,14% JUMLAH 7 100% Tabel II

Jumlah Kasus Kenakalan anak yang sudah dilimpahkan di Kejaksaan Tahun 2010-2012

NO TAHUN KASUS KENAKALAN ANAK PRESENTASE

1 2010 1 20%

2 2011 1 20%

3 2012 3 60%

JUMLAH 5 100%

(4)

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yaitu periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 tercatat kenakalan anak yang diterima oleh Polres Gorontalo Kota sebanyak 5 (lima) kasus yang diproses atau diserahkan di Kejaksaan Gorontalo dan dilakukan penyelidikan dan penyidikan, Sedikitnya kasus kenakalan anak yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Gorontalo untuk dilakukan proses dan kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

Tabel III

Rincian Kasus Kenakalan anak yang sudah dilimpahkan di Kejaksaan dan diproses di Polres Gorontalo Kota Tahun 2010-2012

No Tahun Inisial Umur L/P Kasus Pasal

1 2010 HA 15 L Pencurian Pasal 363 ke 3 KUHP 2 2011 DI 11 L Pencabulan Pasal 82 UU RI No. 23 Tahun 2002 3 2012 NI 16 P Pemalsuan Berkas Pasal 362 KUHP 4 2012 ZR 13 L Pemerkosaan Pasal 82 UU RI No. 23 Tahun 2002 5 2012 RI 14 L Pencurian Pasal 363 ke 3 KUHP

(5)

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ke 5 (lima) orang terdakwa, Peneliti merumuskan faktor-faktor penyebab tindakan kriminal anak sebagai berikut1 :

1. Faktor Ekonomi Keluarga

Ekonomi keluaga merupakan pondasi utama dalam membangun dan mengembangkan hubungan maupun potensi anak. Banyak hal yang bisa mempengaruhi hubungan dalam keluarga apabila keluarga tersebut berekonomi lemah atau kurang mampu. Misalnya orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya yang mengakibatkan anaknya kurang terdidik hingga menjadi nakal. Terdapat contoh lain misalnya orang tua yang tak mampu mengabulkan permintaan anaknya sehingga anak tersebut berupaya memiliki keinginannya walaupun dengan cara yang tidak halal. Kasus yang terjadi di Kota Gorontalo dari faktor ini yaitu Pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Terdakwa berinisial “RI” di tahun 2012. Anak ini melakukan pencurian diakibatkan karena kurangnya pendidikan (tidak sekolah) dan keinginan anak tersebut untuk membeli kendaraan bermotor sebagai alat transportasi pribadi.

2. Faktor Pendidikan Orang tua

Orang tua sangatlah berperan penting dalam mendidik dan membina anaknya, agar anak tersebut tidak terjerumus dalam hal-hal yang kurang baik. Apabila orang tua salah mendidik atau hanya mengabaikan anaknya maka besar kemungkinan anak tersebut merasa haus akan kasih sayang sehingga

(6)

membuatnya frustasi dan melakukan hal-hal yang jauh diluar pengawasan orang tua. Faktor inilah yang sangat krusial dan paling mempengaruhi anak untuk melakukan tindakan kriminal. Terhitung 4 dari 5 orang anak mengakui melakukan tindakan kriminal diakibatkan karena frustasi yang diakibatkan oleh hubungan orangtua dan anak yang kurang harmonis atau anak yang tidak mendapatkan perhatian dan pendidikan dari orangtua.

3. Faktor Kebiasaan Orang tua

Kebiasaan orang tua juga merupakan faktor penting dalam membina potensi maupun perilaku anak. Anak-anak yang biasa dimanjakan oleh orang tua cenderung lebih nakal daripada anak yang tidak sering dimanja. Hal ini disebabkan karena anak yang melakukan kesalahan tetapi orang tua tidak memarahi anaknya dan akan menimbulkan tanda tanya pada anak, apakah yang dilakukannya salah atau benar, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, dan sebagainya. Kebiasaan orang tua yang tidak nampak ini jika tidak segera diluruskan maka akan menjadi kebiasaan yang salah dan sulit untuk dihapuskan. Terdapat kasus pemalsuan berkas yang dilakukan oleh seorang anak berinisial “NI” yang diakibatkan karena terlalu dimanjakan orangtuanya sehingga tidak mengetahui yang dilakukannya salah atau benar. Anak tersebut memalsukan berkas-berkas sekolah dan tempat Kerja praktek yang dilakukannya pada saat itu.

4. Faktor Lingkungan Masyarakat

Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau bisa dikatakan rawan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kenakalan anak, karena

(7)

jika anak hidup dalam lingkungan yang rawan bisa membuat anak mengikuti lingkungan sekitar hingga berbuat tindakan kriminal. Misalnya dilingkungan sekitar terdapat anak sebaya yang putus sekolah atau anak jalanan. Hal ini dapat menyebabkan pergaulan anak menjadi bebas dan mengikuti gaya hidup anak jalanan tersebut. Kasus yang terjadi akibat faktor ini yakni pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang anak yang berinisial “ZR”. Terdakwa mengaku melakukan pemerkosaan dikarenakan sering bergaul dengan orang dewasa, dan melakukan tindakan kriminal akibat pengalaman orang dewasa yang salah dan diajarkan pada anak tersebut.

5. Faktor Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan tempat anak untuk menuntut dan menimba ilmu. Sekolah juga dapat diartikan sebagai tempat belajar segala pengetahuan baik pengetahuan umum, beretika maupun berperilaku. Guru sebagai kunci utama di sekolah memegang tanggung jawab besar sebagai tenaga pendidik setiap anak-anak di sekolah. Guru yang bertugas sebagai orang tua di sekolah ini jika mengabaikan atau salah mendidik siswanya, maka akan membuat siswa tersebut bersifat memberontak dan menjadi nakal. Contohnya guru yang memarahi anak didik tanpa alasan, teknik mengajar guru yang membosankan sehingga siswa tidak tertarik untuk belajar, Guru yang pilih kasih atau guru yang salah memberikan pengertian dalam pengajaran. Kasus yang dilakukan oleh terdakwa berinisial “HA” dipengaruhi oleh faktor ini. Terdakwa mengaku bosan mengikuti pelajaran dan mulai bergabung dengan anak-anak nakal disekolah. Akibat kurangnya pendidikan sehingga membuat anak tersebut

(8)

melakukan tindakan kriminal yaitu mencuri dan merusak properti milik orang lain.

6. Faktor Media Massa

Perkembangan teknologi dewasa ini khususnya internet berkembang dengan pesat. Internet memudahkan masyarakat untuk mengakses semua informasi yang ada di dunia, baik itu informasi berupa data kumpulan kata, data suara, data gambar dan data video. Kemudahan ini bisa berdampak baik dan buruk bagi orang yang mengaksesnya. Anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi bisa menyalahgunakan kemudahan internet dan menambah wawasan negatif yang belum siap anak tersebut hadapi. Akibat dari dampak buruk teknologi ini terdapat 1 kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang anak berinisial “DI”. Anak tersebut kecanduan dengan video porno yang sering dia dapatkan melalui internet dan penjual disk porno hingga membuatnya melakukan tindakan kriminal

B. Upaya yang harus dilakukan Pemerintah dalam Mencegah Kenakalan anak yang Mengakibatkan Tindakan Kriminal di Kota Gorontalo

Menurut data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Bapak Waskito selaku Wakil Pemberdayaan Sosial di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Gorontalo 02/01/2014, dalam beberapa tahun ini Pemerintah sudah berupaya untuk mencegah kenakalan anak yang menyebabkan tindakan kriminal, yaitu2 :

2 Hasil Wawancara dengan Bapak Waskito selaku Wakil Pemberdayaan sosial Dinas Tenaga kerjadan sosial Kota Gorontalo 03/01/2014

(9)

1. Sosialisasi Anti Narkoba

Sosialisasi ini dikhususkan untuk kalangan siswa dimana peran siswa sebagai generasi penerus bangsa sangat berpengaruh untuk kemajuan daerah Kota Gorontalo. Sosialisasi ini ditujukan untuk memeberikan wawasan lebih kepada siswa tentang definisi narkoba, pengenalan jenis-jenis narkoba dan dampak buruk yang dihasilkan oleh bahan berbahaya ini.

2. Sosialisasi tentang dampak buruk Seks bebas

Seks merupakan suatu hal yang tidak lagi tabu untuk dibicarakan pada jaman kini dari anak kecil hingga orang tua tahu apa itu seks. Begitu juga remaja masa kini, mereka tahu apa itu seks. Tetapi para remaja hanya sebatas tahu tentang seks, namun tidak memahami apa seks tersebut sebenarnya. Mereka tidak mengerti akan dampak seks tersebut. Apa beda antara aktivitas seks dan hubungan seks mungkin mereka juga tidak mengerti. Perlu diketahui berpelukan dan berciuman dengan pasangan kita pun itu sudah termasuk aktivitas seks. Untuk itu alangkah pentingnya sosialisasi tentang seks dari dini agar kita memahami sisi positif dan negatif yang ditimbulkan oleh seks tersebut. Sosialisasi ini juga sudah termasuk dengan dampak buruk yang ditimbulkan yakni kehamilan diluar perkawinan bahkan yang lebih parah lagi penyakit menular seksual. Upaya pemerintah ini sering dibantu oleh beberapa organisasi masyarakat lainnya yang peduli terhadap dampak buruk seks bebas.

(10)

3. Melakukan Operasi Rutin

Pemerintah menugaskan petugas kepolisian yang dibantu oleh Satpol PP ini untuk tu run dalam melakukan operasi rutin mengecek apakah ada siswa yang bolos atau berkeliaran saat jam sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kenakalan anak dan tindak pidana yang dilakukan oleh anak.

4. Rehabilitasi

Anak yang melakukan tindak pidana setelah diproses, dilakukan rehabilitasi sebagai pembinaan dalam upaya pencegahan anak tersebut mengulangi kenakalannya yang mengakibatkan tindakan kriminal.

Setelah peneliti merumuskan faktor-faktor penyebab kenakalan anak di Kota Gorontalo, peneliti menemukan bahwa masih banyak upaya-upaya lainnya dalam membantu Pemerintah untuk mencegah timbulnya kenakalan anak yang mengakibatkan tindakan kriminal. Berikut upaya-upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah Kota Gorontalo untuk mencegah kenakalan anak yang mengakibatkan tindak kriminal :

1. Sosialisasi kepada masyarakat atau para orangtua

Orangtua merupakan pendidik pertama dan sebagai pembina utama tingkah laku dan cara hidup anak. Oleh karena itu upaya ini sangat penting dalam membangun penerus bangsa yang lebih baik. Tak hanya sekedar sosialisasi biasa, namun sosialisasi ini harus lebih mengingatkan orangtua terhadap buruknya tindakan kriminal yang

(11)

dilakukan oleh anak. Maka dalam sosialisasi ini materi yang diberikan kepada orangtua harus singkat, tegas, dan padat. seperti :

a) Menanamkan rasa disiplin dari ayah terhadap anak.

b) Memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu c) Pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak d) Menjaga agar tetap terdapat suatu hubungan yang bersifat intim

dalam satu ikatan keluarga.

Disamping materi yang wajib diatas, terdapat pula materi lain untuk menjadikan orang tua sebagai pendidik anak yang lebih berkualitas : a) Pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan

berguna.

b) Penyaluran bakat si anak ke arah pekerjaan yang berguna dan produktif, supaya kepribadian dan kreatifitas anak terasah.

c) Rekreasi yang sehat sesuai dengan kebutuhan jiwa anak. d) Pengawasan atas lingkungan pergaulan anak sebaik-baiknya. Dijelaskan lebih detail lagi tentang materinya yakni pihak orang tua hendaknya ikut serta secara aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk menanggulangi masalah kenakalan anak seperti menjadi anggota badan kesejahteraan keluarga dan anak, ikut serta dalam diskusi yang khusus mengenai masalah perlindungan anak-anak. Selain itu pihak orang tua terhadap anak yang bersangkutan dalam perkara kenakalan hendaknya mengambil sikap sebagai berikut :

(12)

a) Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan anak;

b) Memahami sepenuhnya akan latar belakang daripada masalah kenakalan yang menimpa anaknya;

c) Meminta bantuan para ahli (psikolog atau petugas sosial) di dalam mengawasi perkembangan kehidupan anak, apabila dipandang perlu;

d) Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari. 2. Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

Ekonomi keluarga juga termasuk salah satu faktor timbulnya kenakalan anak yang mengakibatkan tindakan kriminal. Alangkah baiknya pemerintah membantu masyarakat Kota Gorontalo pada

khususnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan

memberantas kemiskinan. Upaya yang dapat dilakukan dapat berupa: a) Memperbesar peluang pencari kerja bagi rakyat domisili Kota

Gorontalo dengan membuka lowongan-lowongan pekerjaan. b) Membantu masyarakat yang kurang mampu seperti pemberian

modal Rp. 5.000.000,- tetapi dalam bentuk peralatan agar memudahkan masyarakat membangun usaha skala kecil.

c) Mengganti pola pikir masyarakat kota Gorontalo yang selalu berpatokan mencari pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemikiran seperti ini membuat masyarakat Kota

(13)

Gorontalo lebih berusaha mendapatkan pekerjaan ini ketimbang menjadi seorang pengusaha.

d) Pendanaan kepada remaja untuk membangun mental menjadi seorang pengusaha agar remaja Kota Gorontalo menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi persoalan ekonomi.

3. Merubah suasana setiap sekolah di Kota Gorontalo menjadi lebih Intelektual tapi menyenangkan

Sekolah yang pada dasarnya tempat menuntut ilmu dan mengembangkan bakat sebenarnya belum tentu menjadi tempat yang diinginkan setiap anak. Alangkah baiknya jika pemerintah berupaya untuk merubah suasana sekolah menjadi lebih menyenangkan namun tetap tertuju pada kurikulum nasional. Dalam mewujudkan upaya ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah, yakni memberikan pengarahan terhadap guru-guru yang dapat berupa sosialisasi. Sosialisasi ini bertujuan untuk merubah cara pengajaran guru yang membosankan dan tidak terlalu disukai oleh siswa. Materi dalam sosialisasi pengarahan guru-guru ini materinya harus sesuai dengan kurikulum nasional dan diberi sedikit penekanan pada kemampuan mereka menyalurkan pendidikan. Berikut contoh materi sosialisasi untuk menjadikan guru sebagai orangtua atau pendidik yang berkualitas :

(14)

a) Bentuklah pengalaman belajar sesuai rasa ingin tahu alamiah anak, dengan menghadapkan masalah-masalah yang relevan dengan kebutuhan, tujuan dan minat anak.

b) Perkenankanlah anak untuk ikut serta dalam menyusun dan merencanakan kegiatan belajar.

c) Berikanlah pengalaman dari kehidupan nyata yang menuntut peran serta secara aktif pada anak dan kembangkanlah kemampuan yang perlu untuk itu

d) Usahakan agar program belajar cukup luwes untuk mendorong

siswa atau anak didik melakukan penyelidikan,

percobaan (eksperimental) dan penemuan sendiri.

e) Bertindaklah lebih sebagai sumber belajar dari pada sebagai penyampai informasi, serta jangan paksakan pengetahuan yang belum siap diterima anak.

f) Dorong dan hargailah inisiatif dan rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu.

g) Biarkan anak belajar dari kesalahannya dan menerima akibatnya. Tentu saja selama tidak berbahaya dan membahayakan.

h) Hendaklah tidak lupa menghargai dan memuji usaha-usaha baik dari anak.

Penerapan cara-cara dari materi tersebut tentu saja akan dirasakan sangat penting, apabila kita dapat memahami dunia anak yang diwujudkan oleh anak melalui kenakalan anak pada dasarnya hanya

(15)

untuk menunjukkan kepribadian dan pengembangan kreativitas anak sebagai bentuk perhatian dan imajinasinya. Berdasarkan hal tersebut tentunya dapat di lihat bahwa dengan pengarahan kepada guru dapat menghindari hal-hal berdampak pada kenakalan anak seperti

a) Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya sehingga anak tersebut menyendiri. Sehingga menyebabkan emosi anak tersebut naik atau marah.

b) Anak-anak yang sering menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau di sekolah.

c) Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya.

d) Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anal-anak normal.

e) Anak-anak yang suka berbohong.

f) Anak-anak yang suka menyakiti atau mengganggu teman-temannya di sekolah.

4. Memperbaiki dan Menertibkan Lingkungan Masyarakat Kota Gorontalo

Lingkungan yang sehat dapat menjadikan anak yang tinggal dalam lingkungan tersebut menjadi sehat pula. Begitu juga sebaliknya Jika anak tinggal di lingkungan yang buruk atau bisa dikatakan rawan dapat membuat tingkah laku anak menjadi buruk dan cenderung lebih

(16)

mudah bertindak nakal. Berikut langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan upaya ini :

a) Mengurangi polusi udara dan menggerakkan masyarakat untuk sadar dengan dampak polusi dan kebersihan lingkungan. Dan juga mewajibkan setiap rumah memiliki Ruang Terbuka Hijau.

b) Mengurangi tindak kriminal yang terjadi di daerah pemukiman seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan sebagainya.. c) Pembangunan sarana panti rehabilitasi

d) Pendataan anak-anak terlantar, anak jalanan dan anak yang melakukan tindakan kriminal.

e) Mengadakan Program Kerja Sosial Anak (PKSA) dibawah lindungan Lembaga Kerja Sosial Anak (LKSA) untuk anak yang putus sekolah atau kurang mampu.

5. Mengontrol dampak buruk teknologi

Pada masa perkembangan dunia teknologi, internet semakin menjadi jawaban dari segala rasa ingin tahu. Terutama pada anak, internet menjadi penambah wawasan postif dan wawasan negatif yang belum siap anak tersebut hadapi. Oleh karena itu, untuk menghadapi dampak buruk teknologi ini pemerintah dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a) Meminta penyedia Internet Service Provider (ISP) atau bisa juga disebut dengan penyedia layanan internet contohnya telkom

(17)

speedy untuk membatasi akses ke situs-situs yang tidak membangun anak seperti situs porno, judi online, dan sebagainya b) Mengeluarkan peraturan untuk membatasi akses jaringan hotspot

gratis di semua titik di Kota Gorontalo

c) Mengeluarkan aturan untuk memasang penyaring web di tiap warnet untuk membatasi pengguna anak yang menelusur web yang tidak baik.

d) Memberikan pengertian kepada orangtua terhadap bahaya internet dan memberikan akses terbatas kepada anak-anak dalam penggunaan komputer di rumah.

e) Melakukan razia terhadap penjual video porno yang marak di kota Gorontalo.

(18)

INSTRUMEN WAWANCARA Objek Penelitian : Polres Gorontalo Kota Nama Informan : Emil, S.H

Jabatan : Kepala Unit PPA

Tanggal, Waktu : 27 /11/2013, Pukul 11.00 WITA Tempat : Ruangan PPA Polres Gorontalo Kota Topik : “Kenakalan anak yang Mengakibatkan

Tindakan Kriminal di Kota Gorontalo”

1. Apakah faktor –faktor penyebab kenakalan anak yang mengakibatkan tindakan kriminal di kota gorontalo ?

Menurut saya faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan anak tersebut seperti terjadinya faktor keluarga di sini kan juga sangat berpengaruh bagi anak-anak tersebut. Di mana keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun dan mengembangkan potensi anak, ada juga faktor lain seperti, ekonomi keluarga, kebiasaan orang tua, masyarakat, lingkungan sekolah, dan media massa.

2. Dari tahun 2010 – 2012, berapa jumlah tindakan kriminal anak . ?

Itu kan sudah ada datanya sama adek, jadi kalau mau lebih rinci kami ada buku pendataan tentang perempuan dan anak jadi adek bisa liat di buku tersebut berapa banyak anak-anak melakukan tindakan kriminal pada tahun tersebut.

(19)

3. Apa saja kenakalan anak yang menyebabkan tindakan kriminal di kota Gorontalo ?

Nah di sini kenakalan anak yang bisa menyebabkan tindakan kriminal seperti penganiayaan, pembunuhan, pencabulan, mengkonsumsi narkoba, mencuri … iya kan ? sudah banyak yang kami tangani dalam kasus seperti itu

4. Pada usia berapa yang sangat rentan terjadinya kriminal anak ?

Usia yang rentan terjadinya kriminal anak tersebut pada usia 12 sampai 16 tahun. Ini terjadi banyak pada anak-anak SMP karena pada masa-masa inilah pemikiran mereka itu masih polos sukanya ikut-ikutan apa yang terjadi di sekitarnya.

5. Bagaimana proses-proses penyelesaian kasus tindak kriminal anak ? Di pertanyaan ini dek kami punya slide sedikit bagaimana menyelesaikan kasus tindakan kriminal, sini dek coba di liat atau di copy filenya, begini penjelasannya Keadilan restoratif penyelesaian perkara TP dg melibatkan pelaku, korban, kel. pelaku/korban, dan pihak lain yg terkait utk bersama-sama mencari penyelesaian yg adil dg menekankan pemulihan kembali. Misalnya ada contoh anak yang berumur 14 tahun tersangka kami

serahkan ke orang tua untuk di awasi apabila anak itu lebih dari 14 tahun maka perkara kita selesaikan di pengadilan.

6. Apa saja upaya pemerintah dalam mencegah kenakalan anak yang menyebabkan tindakan kriminal ?

(20)

Upaya-upaya pemerintah itu seperti melakukan sosialisasi kepada anak-anak bahaya dari kenakalan anak-anak seperti dalam masalah seks maupun masalah-masalah yang bisa membahayakan diri mereka sendiri kan? Terus ada juga upaya yang lain misalnya melaksanakan operasi rutin di sini pemerintah sudah bekerja sama dengan kepolisian untuk menangani atau melaksanakan operasi rutin pada siswa-siswa atau anak yang masih di bawah umur

7. Bagaimana peran polresta dalam mewujudkan upaya pemerintah dalam mencegah kenakalan anak yang menyebabkan tindakan kriminal ? Seperti yang saya jelaskan tadi dek pemerintah itu sudah bekerja sama dengan kepolisian dalam menangani hal tersebut. Sekarang kan sudah banyak pihak kepolisian sudah turun ke sekolah-sekolah untuk

memberikan penyuluhan kepada siswa-siswa tapi pihak kepolisian itu tidak hanya turun ke sekolah tapi mereka juga turun ke desa-desa. Terima kasih ..

(21)

INSTRUMEN WAWANCARA

Objek Penelitian : Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Nama Informan : Waskito

Jabatan : Wakil Pemberdayaan Sosial Tanggal : 02 /01/2014,

Tempat : Ruangan Pemberdayaan Sosial

Topik : “Kenakalan anak yang Mengakibatkan Tindakan Kriminal di Kota

Gorontalo”

1. Apa saja upaya-upaya yang sudah di lakukan oleh pemerintah untuk mencegah timbulnya tindakan kriminal anak?

Untuk saat ini pemerintah sudah melakukan beberapa upaya seperti sosialisasi-sosialisasi narkoba dan seks bebas. Ada juga upaya lainnya seperti rehabilitasi dan razia bagi anak-anak yang bolos sekolah 2. Apakah upaya yang dilakukan sudah baik ?

Terhitung sudah cukup baik yah, namun masih banyak sih kekurangan yang harus diperbaiki

3. Menurut bapak apa saja upaya tambahan yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah kenakalan anak yang mengakibatkan tindakan kriminal ? Kalo menurut saya sih masih ada upaya yang harus dilakukan contohnya seperti sosialisasi langsung ke masyarakat, membuat Perda/Pergub,

(22)

Membangun panti rehabilitasi, membuat program usaha ekonomi produktif, dan program kerja sosial anak.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :