• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MANAGEMENT COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PT. MANDIRI PRATAMA PUTRA MAKASSAR DIKABUPATEN GOWA SKRIPSI. Oleh MARDIANTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN MANAGEMENT COMMUNITY DEVELOPMENT PADA PT. MANDIRI PRATAMA PUTRA MAKASSAR DIKABUPATEN GOWA SKRIPSI. Oleh MARDIANTI"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENERAPAN MANAGEMENT COMMUNITY DEVELOPMENT

PADA PT. MANDIRI PRATAMA PUTRA MAKASSAR

DIKABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Oleh

MARDIANTI

105721109416

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020

▸ Baca selengkapnya: pt.putra perdana selaras produksi apa

(2)

ii

PENERAPAN MANAGEMENT COMMUNITY DEVELOPMENT

PADA PT. MANDIRI PRATAMA PUTRA MAKASSAR

DIKABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Manajemen pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Muhammadiyah Makassar

Mardianti

105721109416

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020

(3)

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah serta karunianya. Sehingga penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Karya ilmia sederhana yang jauh dari kata sempurna. Namun penulis bangga telah mencapai titik sekarang ini. Dan pada akhirnya skripsi ini dapat diselesaikaan

Skripsi dan tugas akhir ini saya persembahkan untuk

1. Terimahkasih kepada kedua orang tua saya H. Syamsuddin dan ibu saya Hj. Nurbaya yang telah mengisih dunia saya dengan begitu banyak kebahagian, memberikan saya semangat dan mendoakan sehinga saya bisa meneyelesaikan skripsi ini

2. Terimahkasih untuk saudara kandung saya Eva dwi anti yang paling cantik dan manis, yang selalu bertanya “kapan wisuda?” terimahkasih telah menjadi penyemangat dalam mengerjakan skripsi ini.

3. Untuk Riswan(kacang) orang spesial dalam hidup saya terimahkasih banyak untuk suka dukanya, support, nasehat-nasehatnya dan terimahkasih juga untuk 5 tahun terakhir ini, berkat bantuan dan dukungannya saya bisa menyelesaikan skripsi ini hingga memperoleh gelar serjana.

4. Bapak dan Ibu Dosen, terkhusus kepada kedua dosen pembimbing yang selama ini telah meluangkan banyak waktunya untuk membimbing, menuntun dan mengarahkan saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Semua keluarga besar saya yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimahkasih untuk doa dan masukannya selama ini.

(4)

iv

6. Terimahkasih untuk diriku sendiri karna telah berjuang sejauh ini dengan melawan ego serta mood yang tidak tentu selama penulisan skripsi ini.

7. Sahabat tercinta Nanda Bonita Putri S.M terimahkasih sudah meluangkan waktu untuk saling menguatkan, saling memberi masukan, semangat serta bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Saudara-saudaraku, Tuti, Hasma, Hesti terimahkasih sudah menjadi teman tidur, teman makan, teman jalan, terimah kasih untuk masukan dan semangatnya. Jagan lupakan masa-sulit ketika kita berada dalam satu atap. 9. Sobat sobatku OTW serjana Dilla, Nurul, Itto, Emha, Vivin, Cita, Devi

terimakasih atas supportnya selama ini

10. Untuk sahabat-sahabat saya seluruh mahasiswa Manajemen16c terimahkasih banyak untuk kerja samanya terimakasih juga untuk perjalanan 4 tahun kuliah bersama kalian semua luar biasa. Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan dengan kesuksesan masing-masing.

11. Terimahkasih untuk kaka-kaka PT. Mandiri Pratama Putra Makassar kak ina, kak irna, kak wilda dan kak amel yang membantu dan memotivasi saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

MOTTO HIDUP

“Tidak ada seseorang yang lebih sayang ke kamu kecuali dirimu sendiri untuk itu kejarlah apa yang kamu inginkan sebab hanya kamu sendiri yang mampu

(5)

v

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

JL. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Tel. (0411) 866 972

HALAMAN PERSETUJUAN

Judul Penelitian :” Penerapan Management Community Development Pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar DiKabupaten Gowa”

Nama Mahasiswa : Mardianti No. Stambuk/NIM : 105721109416 Program Studi : Manajemen

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar

Menyatakan bahwa skripsi ini telah diteliti, diperiksa dan diujikan didepan panitia penguji skripsi strata satu (S1) pada tanggal 05 Desember 2020 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Desember 2020 Menyetujui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Agus Salim HR, S.E ., M.M Muh. Nur Rasyid, S.E., MM

NIDN : 0911115703 NIDN : 0927078201

Mengetahui,

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ketua Program Studi

Ismail Rasulong, SE., MM Muh. Nur Rasyid, SE., MM NBM : 903078 NBM : 1085576

(6)

vi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Tel. (0411) 866 972 Makassar

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi atas Nama :Mardianti, NIM : 105721109416, diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor : 0010/SK-Y/61201/091004/2020 M, Tanggal 20 Rabiul Akhir 1442 H / 05 Desember 2020 M, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Manajemen pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

20 Rabiul Akhir 1442 H Makassar,:

05 Desember 2020 M PANITIA UJIAN

1. Pengawas Umum : Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag (...) (Rektor Unismuh Makassar)

2. Ketua : Ismail Rasulong, SE., MM (...) (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis )

3. Sekretaris : Dr. Agus Salim HR, SE., MM (...) (WD 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis)

4. Penguji : 1.Moh Aris Pasigai, S.E, M.M (...) 2.Faidul Adziem, S.E., M. Si (...) 3.Nasrullah, S.E., M.M (...) 4.Syafaruddin, S.E., M.M (...)

Disahkan Oleh,

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

Ismail Rasulong, SE., MM NBM : 903078

(7)

vii

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Tel. (0411) 866 972 Makassar

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Mardianti

Stambuk : 105721109416 Program Studi : Manajemen

Dengan Judul :“Penerapan Management Community Development Pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Di Kabupaten Gowa”.

Dengan ini menyatakan bahwa :

Skripsi yang saya ajukan di depan Tim Penguji adalah ASLI hasi Karya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuat oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Desember 2020 Yang Membuat Pernyataan,

MARDIANTI

Diketahui Oleh

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ketua Program Studi,

Ismail Rasulong, SE., MM Muh. Nur R, SE., MM NBM: 903 078 NBM: 108557

Materai 60000 6

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Penerapan Management Community Development Pada PT. Mandiri Prtam Putra Dikabupaten Gowa”.

Skripsi ini penulis buat untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewah dan terutama penulis sampaikan ucapan Terimah Kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang Tua penulis Bapak H. Syamsuddin dan Ibu HJ. Nurbaya yang senantiasa mendoakan, mengarahkan, dan memberi semangat tanpa kenal kata lelah. Dan saudara-saudaraku yang senantiasa memberi dukungan dan semangat hingga akhir studi ini. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan dunia dan akhirat nanti.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Begitu juga penghargaan yang setinggi-tingginya dan terimah kasih banyak penulis sampaikan dengan hormat kepada :

1. Bapak Prof Dr. Ambo Asse, M.Ag. Rektor Universitas Muammadiyah Makassar.

2. Bapak Ismail Rasullong, S.E., MM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

(9)

ix

3. Bapak Nur Rasyid S.E., MM., Selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Dr. Agus Salim HR, S.E ., M.M Selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing, mengarahkan dan memberi semangat kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Bapak Nur Rasyid S.E., MM., Selaku Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan dan memberi semanagat kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

6. Bapak/ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Para staf karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen angkatan 2016 utamanya kelas Manajemen C angkatan 2016 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

9. Teman-Temanku yang tersayang Emha, Nanda, Hesti, Itto, tuti, hasma, dilla, terimah kasih atas semangat dan dukungan yang selalu diberikan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

10. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

(10)

x

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Desember 2020

(11)

xi ABSTRAK

Mardianti, 2020 “Penerapan Management Community Development Pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Dikabupaten Gowa” Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh pembimbing I Agus Salim HR dan Pembimbing II Muh. Nur Rasyid

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan management community development pada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Dikabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif (mengambarkan) dengan melakukan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dikantor PT. Mandiri Pratama Putra Jl. Andi Tonro No. 20 Sungguminasa Kabupaten Gowa waktu penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai dari bulan September sampai Oktober tahun 2020.

Informan dalam penelitian sebanyak tiga narasumber mereka adalah orang-orang yang berperan penting dan bekerja diperusahaan tersebut. Tehnik analisis data yang digunakan ada empat yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan community development sudah diterapkan diperusahaan ini namun masih perlu ditingkatkan.

(12)

xii ABSTRACT

Mardianti, 2020 “Implementation Of Management Community Development At PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Gowa Regency”.

Thesis, Management Study Program, Faculty Of Economics And Business, Muhammadiyah University Of Makassar. Supervised by superviso I Agus Salim

HR and supervisor II Muh. Nur Rasyid.

This study aims to determine how the implementation of management community development on employees of PT. Mandiri Pratama Putra Makassar, Gowa Regency. This type of research used in this research is a descriptive approach (describing) by using a qualitative approach. This research was conducted at the office of PT. Mandiri Pratama Putra Jl. Andi Tonro No. 20 Sungguminasa Gowa Regency, when the research was carried out for two months, starting from September to October 2020.

The informants in the study were three sources, they were people who played an important role and worked in the company. There are four data analysis techniques used, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification (drawing conclusions). The results showed that the implementation of community development has been implemented in this company but still needs to be improved.

(13)

xiii

DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... v

HALAMAN PENGESAHAAN ... vi

SURAT PERNYATAAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... xi

ABSTRACT ... xii

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

(14)

xiv

B. Tinjauan Empiris ... 23

C. Kerangka Konsep ... 29

BAB III METODE PENELITIAN ... 32

A. Jenis Penelitian ... 32

B. Fokus Penelitian ... 33

C. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 33

D. Jenis Data... 33

E. Inforaman Penelitian ... 34

F. Teknik Pengumpulan Data ... 34

G. Instrumen Penelitian ... 38

H. Metode Analisis Data ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 41

A. Gambaran umum objek penelitian ... 41

B. Hasil penelitian ... 50 C. Pembahasan ... 56 BAB V PENUTUP ... 59 A. Kesimpulan ... 59 B. Saran ... 60 DAFTAR PUSTAKA ... 61 DAFTAR LAMPIRAN ... 63

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 PenelitianTerdahulu ... 23

Tabel 3.1 Informan Penelitian ... 34

Tabel 4.1 Cabang-cabang PT. Mandiri Pratama Putra Makassar ... 42

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Kerangka Konsep ... 31

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran .1 : Transkip Wawancara ... 63 Lampiran 2 : Dokumentasi ... 75 Lampiran 3 : Surat Penelitian ... 77

(18)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam era globalisasi sekarang ini terdapat banyak persaingan dalam dunia usaha yang semakin berkembang. Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu bersaing maka tidak akan dapat bertahan dan bahkan bisa tersingkir dari dunia usaha. Hal ini disebabkan dengan laju perkembangan perekonomian bangsa. Banyak perusahaan yang didirikan diindonesia salah satu contohnya yaitu perusahaan nasional yang modalnya berasal dari negara dan perusahaan swasta yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta atau perorangan. Perusahaan tersebut telah membantu dalam menunjang perekonomian dinegara ini. Dalam organisasi baik swasta maupun organisasi pemerintah terdapat unsur-unsur yang diharapkan untuk mencapai tujuan yang baik.

Dalam usaha untuk meningkatkan perusahaan dibutuhkan strategi yang matang untuk bisa ikut bersaing dalam era globalisasi saat ini selain itu dibutuhkan sebuah penerapan dari perusahaan, penerapan diartikan sebagai pelaksana hasil kerja yang diperoleh melalui sebuah cara agar dapat dipraktekkan kedalam masayarakat atau kedalam sebuah perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan adalah cara yang dilakukan dalam kegiatan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Salah satu cara yang harus dilakukan yaitu dibutuhkan sebuah ilmu serta pengalaman untuk mengembangkan perusahaan.

Dalam hal ini dibutuhkan (SDM) sumber daya manusia dan, sumber daya manusia (SDM) merupakan dasar yang paling penting dalam membangun

(19)

perusahaan. Karena sumber daya manusia merupakan faktor penggerak utama berjalannya sebuah organisasi atau perusahaan. Adapun Strategi yang harus dilakukan untuk mengembangkan karyawan (Community Development) yaitu dengan cara berusaha untuk memberdayakan setiap individu maupun kelompok dengan cara mereka harus memiliki keterampilan dari masing-masing individu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bisa sama-sama memberi keuntungan baik terhadap kelompok maupun perorangan.

Selain SDM (sumber daya manusia) manajemen juga menjadi dasar perusahaan seperti yang kita ketahui manajemen adalah suatu proses dimana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen perlu dilakukan guna untuk mencapai tujuan atau target dari individu atau kelompok tersebut secara kooperatif digunakan sumber daya yang tersedia. Selain itu manajemen dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mengatur sesuatu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Dengan menetapkan ilmu manajemen diharapkan agar penerapan management

community development dapat berjalan dengan baik dalam suatu perusahaan.

Menerapkan ilmu manajemen dalam kehidupan bukan hal yang mudah. Oleh karena itu manajemen menjadi salah satu pendukung terpenting dalam sebuah perusahaan, adapun beberapa pandangan ahli yang berkaitan dengan pengertian manajemen yaitu manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan tugas melalui perantara. Dalam hal ini, manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manager untuk mengarahkan bawahannya atau orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya sebuah tujuan menurut mary Parker.

(20)

Bukan hanya manajemen yang berperan melainkan juga Pengembangan masyarakat, pengembangan masyarakat merupakan proses penguatan masyarakat yang secara aktif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan sosial, partisipasi dan kerjasama. Dalam pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan masyarakat menuntun masyarakat harus aktif dalam menjalankan tujuan untuk mencapai prinsip sosial. Proses terpenting dalam pengembangan masyarakat yaitu harus melibatkan masyarakat itu sendiri. Semua itu tidak akan tercapai apabila tanpa partisipasi yang penuh, selain itu proses pengembangan masyarakat tidak boleh dipaksakan dan tidak dapat ditentukan oleh orang lain termasuk pemerintah. Setiap masyarakat memiliki karakter yang berbedah bedah yang dapat dilihat dari sisi sosial, politik budaya dan ekonomi. Pada umumnya tujuan didirikan sebuah perusahaan adalah untuk mendapatkan pelanggan mendapatkan pelanggan harus menciptakan sebuah strategi yang matang.

Keberadaan PT. Mandiri Pratama Putra dikota Makassar Membawah perubahaan yang cukup signifikan dari daerah lainnya. PT Mandiri Pratama putra Makassar merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang

developer. Dalam pasal 5 ayat 1 peraturan pemerintah dalam negeri nomor 5

tahun 1074 developer adalah suatu perusahaan yang berusaha dalam bidang pembangunan perumahan dari berbagai jenis dan jumlah yang besar diatas suatu kesatuan lingkungan permukiman yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial yang diperluka penghuninya. Developer terbagi atas 2 yaitu

developer perumahan subsidi dan developer perumahan biasa.

Salah satu dampak sosial dengan adanya pengembangan masayrakat khusunya pada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra adalah meningkatkan

(21)

pemberdayaan masyarakat bagi karyawan, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu penentu utama dalam pertumbuhan ekonomi sehingga diharapkan dengan berjalannya proses management community development dapat meningkatkan kualitas kerja bagi setiap karyawan. Seperti yang kita ketahui penduduk kota makassar pada tahun ini mencapai 1,5 juta jiwa yang tercatat lulus kartu prakerja sebanyak 23.740 orang. Banyaknya jumlah penduduk saat ini membawah berbagai macam pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat menurunkan kualitas hidup manusia. Apa bila hal ini dibiarkan terus menerus akan berakibat pada masalah-masalah yang semakin kompleks dan sulit penanganannya.

Dengan pelaksanaan program penerapaan management community

development diharapkan agar yang baik akan menciptakan hubungan yang

harmonis dengan masyarakat ataupun karyawan. Dimana terjadi keselarasan anatara kebutuhan karyawan dan perusahaan untuk tumbuh bersama. Untuk itu perlu kolaborasi antara karyawan dan perusahaan untuk mendapatkan sebuah hasil dan program yang bernilai tinggi.

management community development salah satunya diterapkan pada

karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar sebagai salah satu bentuk dari sebuah penerapan. Dikaitkan dengan pelaksanaan program community

development karena dengan pelaksanaan community development yang baik

akan menciptakan hubungan yang harmonis. Dengan menggunakan metode

community development sebagai pendekatan atau strategi dalam tanggun jawab

sosial perusahaan corporate social responsibility (susanto 2006 dalam Rinaldy Dkk).

(22)

Community development ini bertujuan untuk meberdayakan setiap

karyawan yang dilakukan melalui sebuah penerapan untuk menciptakan suatu tujuan perusahaan dan untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat khusunya untuk karyawan-karyawan perusahaan, serta meningkatkan kemampuan karyawan melalui integritas dan kemandirian sehingga lebih bernuansa pembangunan berkelanjutan (Duhan dalam Rinaldy Dkk).

Management community development adalah sebuah seni dalam

menyelesaikan tugas melalui perantara untuk mengembangkan suatu kondisi masyarakat secara aktif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip sosial dan saling menghargai. Fungsi management community development yaitu upaya pengembangan masyarakat untuk mencapai kondisi sosial, ekonomi, budaya yang lebih baik, membantu meningkatkan kemandirian baik secara material maupun spiritual. Community development memiliki tiga karakter utama yaitu

1. community based (berbasis sumber daya setempat) 2. (local resource based)

3. Sustainable (berkelanjutan).

Manfaat management community development dapat dirasakan baik oleh masyarakat maupun oleh perusahaan. Manfaat tersebut antara lain:

1. terbuangnya citra positif perusahaan melalui peningkatan program komunikasi dengan masyarakat

2. memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat sekitar sehingga menjadi masyarakat mandiri secara ekonomi.

3. Terpenuhinya kebutuhan masyarakat sesuai dengan program yang direncanakan.

(23)

Ada beberapa permasalahan dalam perusahaan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar yang bergerak dalam bidang developer yaitu kurangnya pasokan rumah dengan harga terjangkau yang bisa dibeli oleh masyarakat dan lemahnya permintaan terhadap perumahan akibat mahalnya harga rumah dan bunga pembiayaan perumahaan. Hal ini yang menjadi landasan sehingga peneliti melakukan penelitian pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar yang dimana permasalahan tersebut untuk mengetahui bagaimana proses penerapan

community development kepada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra

Makassar sehingga PT. Mandiri Pratama Putra Makassar masih mampu bertahan dan bisa menjual rumah dengan jumlah yang besar walaupun harga pasokan rumah tergolong lumayan tinggi.

Penelitian ini mengkaji tahapan management community development sebagai bagian dari penerapan perusahaan terhadap karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi dasar pertimbangan penulis untuk meneliti masalah yang berhubungan dengan penerapang management community development pada karyawan dalam sebuah judul “ Penerapan Management Community Development Pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Dikabupaten Gowa “.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka rumusan masalah yang diangkat dari penelitian ini yaitu bagaimana penerapan community

development pada Karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar

(24)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang dituliskan, maka tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan community

development pada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra makassar

Dikabupaten Gowa. D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Diharapkan dengan adanya penelitan ini maka dapat memberikan masukan terhadap berbagai pihak khususnya bagi pembaca atau karyawan mengenai penerapan community development kepada perusahaan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar, sehingga dapat dijadikan referensi untuk melihat bagaimana penerapan community

development dijalankan.

2. Manfaat Praktis a. Bagi penulis

Penelitian ini merupakan suatu sarana untuk mengaplikasikan teori-teori manajemen sumber daya manusia yang dipelajari selama kuliah dalam dunia bisnis dan manajemen yang sesungguhnya. Serta diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan lebih dalam tentang bagaimana penerapan management community development kepada karyawan.

b. Bagi Perusahaan

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memeberikan informasi kepada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar mengenai penerapan

(25)

terhadap kinerja karyawan. Dan hasil ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada pada perusahaan. Serta sebagai bahan masukan, dan saran yang berguna bagi perusahaan agar bisa terus berkembang.

c. Bagi Universitas

Sebagai salah satu masukan yang dapat menjadi sebuah karya yang dapat melengkapi pengetahuan dan wawasan bagi pengembang untuk memperkaya pengetahuan serta sebagai bahan dalam penelitian selanjutnya .

(26)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Pengertian Sumberdaya manusia

Dalam suatu organisasi hal yang paling penting yang perlu dilakukan adalah sumber daya manusia yang menjadi pendukung utama tercapainya tujuan organisasi. Sumber daya manusia menempati posisi strategis dalam suatu organisasi, maka dari itu sumber daya manusia harus digerakan secara efektif dan efisien sehingga mempunyai tingkat hasil daya guna yang tinggi (Setiawan 2016).

Menurut Dessler dalam (Setiawan 2016) mendefinisikan manajemen sumber daya manusia sebagai kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberi penghargaan dan penilaian. Sedangkan menurut Andrew dalam Mengkunegara (Setiawan 2016) berpendapat bahwa perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana organisasi.

Sumber daya manusia (SDM) adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu didalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Selain itu sumber daya manusia atau (SDM) merupakan hal yang sangat penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia

(27)

merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain.

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan disebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencanaan untuk mencapai tujuan organisasi itu.

Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro, pegertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan bisa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian SDM makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum kerja maupun yang sudah bekerja.

Wilson (2015) dalam ibrahim menyatakan manajemen adalah rangkaian aktifitas aktifitas yang dikerjakan oleh angota-angota organisasi untuk mencapai tujuannya. Selanjutnya menurut Koontz (2015) menyatakan bahwa manajemen adalah seni yang paling produktif selalu didasarkan pada pemahaman terhadap ilmu mendasarinya. Namun ruang lingkup manajemen terbatas hanya pada leader. Karena kepemimpinan hanya bagian dari manajemen. Sebagai mana yang telah disebutkan bahwa manajemen itu adalah seni dalam mengelola. Sebuah seni tentunya tidak hanya mengunakan satu metode semata. Metode yang digunakan haruslah banyak

(28)

untuk kemudian menjadikanya sebagai seni bernilai tinggi begitu pula dengan manajemen. Untuk menata sebuah sistem harus memiliki manajemen yang baik dan handal agar sistem tersebut bisa berjalan sebagai mana mestinya.

Terry (2015) menyatakan bahwa manajemen merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan Perencanaan, Pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. Pengertian dari manajemen sering kali berbeda penjelasan dan mempunyai sudut pandang berbeda dari para ahli. Namun dalam hal visi dan tujuannya kesemua pengertian tersebut akan mengcakup pada satu hal yaitu pengambilan keputusan. Didalam keseharian kita sering mendengar tentang manajemen sejatinya bermakna seni dalam mengelola dan mengatur. Seni tersebut menjadi kristal dalam rangka menjaga kestabilan sebuah entitas bisnis atau perusahaan dan organisasi.

Para ahli masing masing mempunyai pandangan yang berbeda-beda dalam mendefinisikan sumber daya manusia kesimpulan dari masing-masing pengertian sumber daya manusia sebenarnya sama namun inti dari maasing masing pengertian tersebut sama–sama memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan sumber daya manusia sebagai aset sebuah perusahaan.

(29)

2. Penerapan

Kata penerapan berasal dari kata dasar terap yang berarti menjalankan atau melakukan sesuatu kegiatan, kemudian menjadi berarti. Suatu proses, cara atau perbuatan menjalankan atau melakukan sesuatu, baik yang abstrak atau sesuatu yang kongkrit. Penerapan merupakan sebuah tindakan maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah di rumuskan. Secara sederhana penerapan bisa diartikan pelaksana atau implementasi. Metode dari Wildavsky dalam bukunya syafruddin Nurdin mengemukakakan penerapan sebagai evaluasi Browne, selain itu penerapan adalah peluasan aktifitas yang saling menyusuaikan bahwa penerapan merupakan sistem rekayasa.

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) penerapan adalah perbuatan menerapkan, sedangkan menurut beberapa ahli penerapan adalah suatu perbutan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya. (Nursrilfa 2013)

Menurut Munir Yusuf (Priyadana 2016), penerapan (implementasi) bukan sekedar aktifitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Sedangkan Menurut Suwarno, (Priyadana 2016) penerapan (implementasi) adalah suatu proses penerapan ide, konsep kebijakan dalam suatu tindakan praktis akan menjadi aktual melalui proses pembelajaran. Menurut J.S Badudu dan Sutan Mohammad Zaid (Nurjaya, Riyanto 2018) penerapan adalah hal,

(30)

cara atau hasil (Badudu & Zain). Adapun menurut Lukman Ali (Andrilla 2014), penerapan adalah mempraktekkan, mamasangkan (Ali).

Penerapan adalah proses, cara, perbuatan menerapkan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekan teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.

Berdasarkan pengertian penerapan tersebut dapat disimpulkan bahwa kata penerapan (implementasi) bermuara pada aktifitas adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Ungkapan mekanisme tersebut mengandung arti bahwa penerapan bukan sekedar aktifitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dilakukan secara sungguh–sungguh untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut. Atau lebih tepatnya merupakan sebuah tindakan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

Menurut Wahab (2008:45) dalam Ulisshofa penerapan merupakan sebuah kegiatan yang memiliki 3 unsur penting dan mutlak dalam menjalankanya. Adapun unsur–unsur penerapan meliputi :

a. Ada program yang dilaksanakan

b. Ada kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan masyarakat tersebut akan menerima manfaat dari program tersebut.

c. Adanya pelaksanaan, baik organisasi atau perorangan yang bertanggun jawab dalam pengelolaan, pelaksanaan dan pengawasan dari proses penerapan tersebut.

(31)

Penjelasan unsur-unsur tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan dapat terlaksana apabila adanya program–program yang memiliki sasaran serta dapat memberi manfaat pada target yang ingin dicapai dan dapat dipertangunjawabkan dengan baik oleh target.

3. Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa inggris management dengan kata kerja to manage. Diartikan secara umum sebagai mengurusi. Selanjutnya definisi manajemen berkembang lebih lengkap. Lauren A. Aply seperti yang dikutip Tanthowi menerjemahkan manajemen sebagai “The art of

getting done though people” atau seni dalam menyelesaikan pekerjaan

melalui orang lain.

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu oleh Luther Gulick karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

Selain manajemen dipandang sebagai ilmu dan seni, manajemen dikatakan sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai prestasi manajer yang diikat dengan kode etik dan dituntut untuk bekerja secara profesional.

Setelah menelah berbagai pengertian tentang manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen

(32)

adalah kegiatan seorang dalam mengatur pekerjaan dan organisasi yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, perusahaan dapat tercapai secara efisien dan efektif

4. Community Development a. Secara umun

Secara umum community development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mancapai kondisi sosial, ekonomi, budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan.

Sebelum mendefinisikan pengertian community development, kita harus mengetahui arti dari community development. Community secara konvensional adalah sekelompok orang yang hidup berdekatan secara geografis. Development adalah proses untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial untuk seluruh masyarakat dengan peran serta aktif dan mendasarkan inisiatif masyarakat seoptimal mungkin.

Sehubungan dengan hal tersebut, community development ternyata mempunyai banyak definisi bahkan dapat dikatakan sangat berfariasi. Salah satu diantaranya menurut Christenson dan Robinson dalam (Suraji 2012) community development sebagai suatu proses dimana masyarakat yang tingal pada lokasi tertentu mengembangkan prakarsa untuk melaksanakan suatu tindakan sosial untuk mengubah situasi ekonomi, sosial, kultural dan lingkungan mereka. Dari rumusan tersebut terlihat kesan bahwa definisi Christenson dan Robinson menyatakan dalam community development bukanlah merupakan hal yang mutlak,

(33)

justru yang lebih penting adalah prakarsa dan partisipasi masyarakat dalam proses yang berlangsung.

Disinilah menjadi hal yang penting dalam membicarakan community

development sebagai wujud social responsibility perusahaan. Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa perusahaan melakukan kegiatan community development antara lain:

1. Izin lokal untuk beroperasinya perusahaan dalam mengembangkan hubungan dengan masyarakat lokal

2. Mengetahui sosial budaya masyarakat lokal.

3. Mengatur dan menciptakan strategi kedepan melalui program

community development. Reputasi community development baik

antara perusahaan dengan masyarakat lokal dan community

development dapat menciptakan kesempatan usaha yang baru.

Istilah pengembangan masyarakat sesunggunya bersumber pada istilah community development. Yang kemudian oleh Jack Rothman (1979), disamakan pula dengan locality development. Yang demikian istilah tersebut sama.

Pengembangan masyarakat secara umum adalah satu kegagalan pada pelaksanaan pembangunan titik berat pembangunan (termasuk investasi) pada pertumbuhan ekonomi yang tidak diimbangi dengan pemerataan keadilan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak diimbangi oleh pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya telah menciptakan kesenjangan yang amat lebar antara segelitir orang yang sangat kaya dibandingkan dengan besarnya jumlah orang-orang yang kuran sejahtra, dan bahkan sebagian tergolong kedalam orang-orang yang

(34)

sangat miskin. Besarnya jumlah masyarakat miskin pada akhirnya akan menimbulkan berbagai bentuk permasalahaan sosial yang bermuara pada instabilitas politik dan keamanan (Supancana 2005).

Pengembangan masyarakat adalah proses penguatan masyarakat secara berkelanjutan dan aktif berlandaskan kepada prinsip kerjasama, partisipasi dan keadilan sosial yang setara. Pengembangan masyarakat mengekspresikan nilai proses belajar berkelanjutan, kejasama, partisipasi, pilihan, kesempatan, kesetaraan, akuntabilitas, dan keadilan. Suharto (Kurniawan 2019)

Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai sebuah model pengembangan masyarakat yang menekankan pada partisipasi penuh seluruh warga masyarakat. PBB (1955) mendefinisikan pengembangan masyrakat sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyrakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri.

Tropman, dkk (1993) mengemukakan bahwa locality development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyrakat dan untuk mendidik mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan sendiri untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka sendiri pula. Sehingga dapat dikatakan bahwa masalah utama dari community development dan

locality development adalah sosial ekonomi.

Agar keadaan tidak terjadi dalam perusahaan yang bergerak pada bidang developer, maka diperlukan pertimbangan yang matang untuk

(35)

mencari alternatif solusinya. Salah satu bentuk alternatif solusinya adalah dengan menetapkan kebijakan dan regulasi yang lebih mendekatkan antara dunia usaha (termasuk bidang developer) dengan masyarakat melalui berbagai program dan inisiatif, temasuk melalui program pembangunan masyarakat (community development). Melalui program pengembangan masyarakat maka akan tercipta suatu sinergi yang saling menguntungkan antara dunia usaha dan masyarakat (Supancana 2005).

b. Pengertian Community Development

Community development diartikan sebagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk memperbesar akses karyawan untuk mencapai kondisi sosial, ekonomi, budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya. Secara hakikat, community development merupakan suatu proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan oleh industri, pemerintah pusat dan daerah terhadap kegiatan community lokal.

Community development adalah upaya mengembangkan sebuah

kondisi masyarakat secara berkelanjutan dan aktif berdasarkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan saling menghargai. Pengembangan masyarakat menerjemahkan nilai keterbukaan, persamaan, pertanggun jawaban kesempatan dan pembelajaran secara terus menerus. Inti dari pegembangan masyarakat adalah mendidik, membuat angota masyarakat mampu mengerjakan suatu dengan memberikan kekuatan atau saran yang diperlukan dan memberdayakan mereka (FDCL, dalam Silaen 2016).

(36)

Budimanta menjelaskan bahwa community development adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang diselengarakan secara sistematis, terencana, dan diarahkan untuk memperbesar askes masyarakat guna untuk mencapai kondisi sosial, ekonomi dan kualitas kehidupan yang lebih baik. Sedangkan menurut Rahman, dalam (Triyono 2014). Pada hakikatnya community development adalah upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan, pemerintah dan masyarakat lokal.

Pelaksanaan program community development menurut AB Susanto dalam (Triyono 2014) dapat dilakukan dengan siklus pengembangan komunitas yang dimulai dengan prinsip devlopment, yaitu pengembangan konsep, tujuan, dan sasaran program berdasar

community need analysis atau analisa kebutuhan komunitas.

Konsep community development merupakan istilah yang dimaksudkan untuk mewakili pemikiran tentang pengembangan masyarakat dalam konteks pembangunan sumber daya manusia kearah kemandirian karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemandirian perusahaan ditengah kehidupan masyarakaat dengan berbagai kegiatannya menimbulkan ketidaksejahtraan sosial ekonomi anggota masyarakat lokal dengan perusahaan ataupun pendatang lainnya, sehingga diperlukan suatu kebijakan untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat lokal. Hal ini dikemukakan Rudito dan Arif Budimanta (2003).

Dunham seorang pakar community development dalam Suharto (1997) merumuskan community development adalah usaha yang

(37)

terorganisasi yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat, dan memeberdayakan masyarakat untuk mampu bersatu dan mengarahkan diri sendiri. Selain itu Community development merupakan suatu proses pembangunan yang berkesinambungan. Artinya kegiatan itu dilaksanakan secara terorganisir dan dilaksanakan tahap demi tahap dimulai dari tahap permulaan sampai pada tahap kegiatan tindak lanjut dan evaluasi.

Menurut Brett dalam (Andani 2009) telah diartikulasi oleh sebagian besar negara-negara sedang berkembang sebagai salah satu model pembangunan yang paling relevan untuk diadopsi, diyakini dapat mengurangi regreditas birokrasi dan intervensi pemerintah dalam pembangunan, tetapi juga secara konseptual didasari oleh prinsip bottom-up planning. Dalam mengaplikasikan konsep community

development tersebut, maka koprasi dan lembaga-lembaga tersebut

ditengarai lebih memiliki akuntabilitas, dan lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat dibandingkan dengaan lembaga-lembaga pemerintah yang ada (Hidayat, 2001)

Tahap selanjutnya adalah sosialisasi program keseluruh karyawan. Sehingga sebagai sasaran kegiatan, komunitas karyawan merasa memiliki dan bertanggun jawab terhadap pelaksanaan serta keberhasilan program. Dalam proses sosialisasi tersebut harus dilakukan melalui media dengan pesan komunikasi yang tepat. Program sosialisasi ini merupakan bagian dari aktifitas public relations, termasuk menciptakan strategi komunikasi untuk menjalin relaksi dengan

(38)

komunitasnya. Selain itu, kegiatan community development

menggandung upayah untuk meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki (participating and belonging together) terhadap program pemberdayaan yang dilaksanakan.

Partisipasi karyawan diungkapkan oleh jim Ife dan Frank Tesoriero, sebagai suatu konsep dalam community development merupakan sebuah konsep sentral dan prinsip dasar dari community

development. Peningkatan partisipasi karyawan merupakan salah satu

bentuk pemberdayaan karyawan yang berorientasi pada pencapaian hasil pelaksanaan yang dilakukan karyawan (Jim Ife,dalam Triyono 2014)

Hadi (2001) dalam Sumardiyono menyatakan empat pendekatan untuk memahami pengertian community development yaitu:

1. Community development sebagai suatu proses 2. Community development sebagai suatu metode 3. Community development sebagai suatu program 4. Community development sebagai suatu penggerak

Community development adalah suatu kegiatan untuk membantu

masyarakat yang miskin, kelompok perempuan dan kelompok terabaikan lainnya, didukung agar mampu meningktkan kesejahtraan secara mandiri. Aspek penting dalam suatu program community

development adalah program yang disusun sendiri oleh karyawan

dalam menjawab kebutuhan dasar karyawan, mendukung keterlibatan kaum miskin, perempuan, dan kelompok terabaikan lainnya. Dengan

(39)

demikian community development adalah proses aktifitas sosial dimana karyawan mengorganisasikan dirinya untuk dapat:

1. Mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang ada.

2. Menganalisis keadaan karyawan, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

3. Memilih alternatif kebijakan

4. Mengimplementasi alternatif yang mengantungkan pada sumberdaya karyawan itu sendiri.

Dalam community development terdapat metode community

organization. Community organization adalah suatu proses untuk

melahirkan keseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan sosial dengan sumber-sumber kesejahtraan sosial dari suatu masyarakat tertentu . Adapun Model-model pendekatan intervensi penerapan community

development Menurut Rothman dan Tropman dalam (Indrawati dan

hidayat) sebagai berikut:

1. Model pengembangan masyarakat lokal (Locality Development) model ini disebut juga community development. Model ini memandang bahwa perubahan atau pengembangan masyarakat dapat dilakukan dengan baik melalui suatu partisipasi aktif dari masyarakat lokal.

2. Model perencanaan sosial (Social Planning) model ini menekankan suatu proses teknik dalam memecahkan masalah. 3. Model aksi sosial (Social Action) model ini memiliki pandangan

(40)

bagian/kelompok yang kurang beruntung (tertindas) yang perlu dibantu, diorganisasikan dalam rangka menekan struktur kekuasaan yang menindasinya.

c. Ruang Lingkup Community Development

Secara umun ruang lingkup program community development menurut Supancana (2005) dapat dibagi berdasrkan kategori berikut:

a. Community services, merupakan pelayanan korporat untuk memenuhi kepentingan karyawan atau pun kepentingan umum. b. Community empowering, adalah program yang berkaitan dengan memberikan akses yang lebih luas kepada karyawan untuk menunjang kemandiriannya.

c. Community relation, yaitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.

B. Tinjauan Empiris

Penelitian terdahulu digunakan sebagai tolak ukur dan acuan untuk menyelesaikan suatu penelitian. Selain itu penelitian terdahulu memudahkan penulis dalam menentukan langkah-langkah yang sistematis untuk penyusunan penelitian dari segi teori maupun konsep. Adapun yang menjadi landasan penelitian terdahulu dalam penelitian ini adalah :

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti dan Tahun Judul Penelitian Metode Penelitian Hasil penelitian 1 Agus Triyoni (2014 Pemberdayaan Masyrakat Melalui Community Metode penelitian ini menggunakan metode Hsil dari penelitian sebelumnya menurut

(41)

Development Program Pos Daya (Pos Pemberdayaan Keluarga) PT. Holcim Indonesia TBK Pabrik Cilacap kualitatif Tustiana, 2012. Penelitian tersebut mengenai strategi komunikasi public relation terhadap citra perusahaan. Penelitian tersebut mengambarkan sosialisai community development yang dilakukan oleh Public Relations dalam program

tress for life.

Penanaman pohon trembesi sepanjang jalan Semarang-Kudus terhadap citra perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sosialisasi yang digunakan perusahaan dalam community development

tress for life

penanaman

pohon

trembesi

sepanjang

jalan

Semaran

Kudus efektif

dan

sesuai

(42)

karakteristik

stakeholders

serta berhasil

menciptakan

citra

positif

bagi

PT.

Djarum.

2 Asep Kurniawan (2019) Pengembangan Masyarakat Dibidang Ekonomi Melalui Migrasi (Studi Pola Migrasi Pedagang Burjo Asal Sidangagung D Dan Garawangi Kuningan Di Yogyakarta) Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil Penelitian Ini menunjukkan sosial ekonomi pedagang burjo diDusun papringan mempunyai liku-liku tersendiri yang berbeda dengan pedagang lainnya. Mereka pada umumnya membuka kios burjo selama 24 jam dengan dibantu sampai tiga orang pembantu. Ada dua tujuan yang telah ditentukan para pedagang burjo didusun penghidupan dan mencari pengalaman. Dari sini dapat dimengerti bahwa ternyata pada pedagang itu mempunyai persepsi tersendiri terhadap

(43)

migrasi, yaitu sebagai upaya pengembangan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup didaerah rantau melalui sitem jaringan relasi kelompok. 3 Dwi Pratiwi Kurniawati, Bambang Supriyono, Imam Hanafi (2013) Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang ekonomi (Studi Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) Pada penelitian ini menggunakann metode penelitian kualitatif Hasil dari penelitani sebelumnya menurut Nugroho (2008) dalam penelitian yang berjudul “pemberdayaan masyarakat melalui program pemanfaatan teknologi tepapt guna mesin pemecah kedelai. Menyatakan bahwa faktor pendukung pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program pemanfaatan teknologi tepat guna mesin pemecah kedelai adalah keadaan alam dan lingkungan yang sesuai

(44)

potensi daerah serta dukungan dari pihak pemerintah kabupaten malang dalam mengatasi kemiskinan. 4 Sutiyono, Cristmas Astriani Sutiyono (2017) Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Community Development Berbasis Karakter Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat malui community development yang berbasis karakter pancasila akan menjadi terobosan penerapan community development dan terobosan dalam percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia indonesia. Hal ini menjadi penting karena kelompok ini dibentuk didasarkan atas kebutuhan masyarakat indonesia. Komonitas ini juga dapat menjadi pengontrol kebijakan proyek,

(45)

program, dan kebijakan dengan peran individu dalam masyarakat tertentu. 5 Rachmawati Intan Karuniasari,(2019) Quality Of Work Life Pada Karyawan PT. Dan Liris Unit Spinning I Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif informasi yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh subjek. Dalam penelitian ini faktor yang mempengaruhi setiap variable yang ada adalah kebersamaan yang terjadi dilingkungan kerja memberikan dampak berupa kepuasan dengan lingkungan kerjanya yang berpengaruh pada lama kerja karyawan. Quality Of work Life dapat menciptakan rasa aman dan nyaman

kepada karyawan

(46)

dengan apa yang diberikan perusahaan dengan memberikan kompensasi, K3, dan membangun komunikasi yang baik dilingkungan perusahaan. Penelitian ini memiliki kelemahan pada pengembangan karyawan karena keterbatasan jenjang pendidikan yang dimiliki oleh karyawan pada perusahaan tersebut. C. Kerangka Konsep

Pengembangan karyawan sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan maupun sebuah organisasi karena berperan penting dalam mengatur SDM, Teknologi dan struktur organisasi. Tanpa adanya manajemen maka sebuah perusahaan maupun organisasi tidak akan berjalan dengan baik karena tidak memiliki tujuan ataupun visi dan misi.

Penerapan itu sendiri memerlukan sebuah community development, karena penerapan tidak akan berjalan dengan baik tanpa ilmu manajemen

(47)

yang memumpuni. Maka perusahaan harus menguasai management

community development untuk keberhasilan perusahaan.

Judul penelitian adalah ”Penerapan Management Community Development pada PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Dikabupaten

Gowa”, untuk mengetahui seberapa penting penerapan management

community development yang diterapkan pada karyawan. Maka saya akan

memfokuskan satu study kasus penerapan management community

development yang berupa usaha developer pada PT. Mandiri Pratama Putra

Makassar, untuk mendukung penelitian ini maka sumber data yang akan saya telitipun berupa wawancara.

Hal yang didapat dari penelitian ini dapat menjadi bukti bahwa betapa pentingnya penerapan community development kepada karyawan. Penelitian ini juga dapat menjadi kritikan maupun saran saya sebagai peneliti kepada usaha developer yang saya teliti sebagai feedback

(48)

Teori-Teori 1.supancana (2005) 2.Triyono (2014) 3. Andani (2009) 4. Hidayat (2001) Study Management Community Development

Gambar 2.1 Kerangka Konsep

Penerapan Manajemen Community Development Pada PT. Mandiri Pratama Putra Di Kabupaten Gowa

Rumusan Masalah Bagaimana Penerapan management Community Development diterapkan pada Karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Di Kabupaten Gowa

Tinjauan Empiris 1. Agus Triyono (2014) 2. Asep Kurniawan (2019) 3. Sutiyono Cristmas (2017) 4.Racmawati Intan Kurniasari (2019) Metode Analisis 1. Pengumpulan data 2.Reduksi data 3. penyajian Data 4. Verivikasi Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui penerapan community development kepada karyawan PT. Mandiri

(49)

BAB III

Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian

Berkaitan dengan tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai Penerapan management community development pada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar. Maka penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif (mengambarkan) dengan melakukan pendekatan kualitatif. Menurt Bodgan dan Taylor menyebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriktif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati.

Dalam penelitian kualitatif perlu menekankan pada pentingnya kedekatan dengan orang-orang dan situasi penelitian. Agar peneliti meperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi kehidupan nyatah. Penerapan metode penelitian kualitatif menggunakan pertanyaan yang rincih, seperti halnya metode kuantitatif. Pertanyaan bisa dimulai dengan umum kemudian meruncing dan mendetail. Bersifat umum karena peneliti memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada partisipasi mengungkapkan fikiran dan pendapatnya tanpa pembatasan oleh peneliti. Informasi partisipasi yang kaya tersebut kemudian diperuncing oleh peneliti sehingga terpusat. Hal tersebut disebabkan oleh penekanan pada pentingnya informasi dari partisipasi yang adalah sumber data utamahnya.

(50)

B. Fokus Penelitian

Fokus penulisan dalam penelitian kualitatif ini adalah lebih memfokuskan untuk mengetahui “bagaimana proses penerepan management community

development diterapkan pada karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut”

sekaligus memilih data yang relevan dan mana yang tidak relevan. Pembatasan pada penelitian ini lebih didasarkan pada masalah yang dihadapi dalam penelitian ini.

C. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Dalam penyusunan proposal ini, pengumpulan data dilakukan diperusahaan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar Jl. Andi Tonro No. 20 Sunguminasa Kabupaten Gowa . Alasan peneliti memilih lokasi ini yaitu sebelumnya telah dilaksanakan KKP selama 2 bulan ditempat ini, mudah dijangkau sehingga dapat memudahkan proses penelitian, selain itu penelitian diperusahaan PT. Mandiri pratama putra dilakukan karena peneliti ingin mengetahui bagaimanakah sebenarnya proses penerapan commmunity

developmnet dijalanka kepada seorang karyawan yang diterapkan didalam

perusahaan tersebut. Waktu penelitian yang dibutuhkan selama dua bulan dimulai dari bulan September sampai Oktober tahun 2020.

D. Jenis Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini data yang diperlukan ada dua macam meliputi data primer dan data skunder.

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber lokasi penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode

(51)

observasi. Pada penelitian ini peneliti melakukan observasi langsung dengan mengamati dan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh PT. Mandiri Pratama Putra Makassar.

2. Data Skunder

Data sekunder yaitu data yang didapat dari bahan keperpustakaan dan refrensi-refrensi dari buka yang berkaitan dengan penelitian. Untuk melengkapi data, peneliti mengumpulkan data berupa data dari media massa yang berkaitan dengan penerapan management

community development maupun jurnal-jurnal ilmiah penelitian, dan

buku-buku yang berkaitan dengan management community

development

E. Informan Penelitian

Adapun beberapa yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Informan Penelitian

Informan Jumlah Direktur Utama 1 Manager 1 Karyawan 1 Jumlah Informan 3

F. Tehnik Pengumpulan Data 1. Pedoman Observasi

Ada beberapa alasan mengapa tehnik observasi atau pengamatan digunakan dalam penelitian ini. Pertama, pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua, pengamatan memungkinkan

(52)

peneliti untuk melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Observasi biasanya dapat digunakan untuk mengamati tingkah laku yang aktual, dengan melakukan pengamatan langsung terhadap gejalah-gejalah yang ada dilapangan, meliputi :

a) Tujuan

Untuk Memperoleh informasi dan data baik mengenai kondisi fisik maupun non fisik pada penerapan management community development pada karyawan PT. Mandiri Pratama Putra Makassar

b) Apek Yang Diamati 1) Alamat/Lokasi Kantor 2) Unit kantor/ruangan kerja 3) Suasana/aktifitas sehari-hari 4) Proses Kegiatan yang dilakukan 2. Pedoman Wawancara

Wawancara yaitu tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan tanya jawab langsung kepada informan atau objek penelitian yang terkait dengan topik penelitian ini. Melalui wawancara diharapkan peneliti mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipasi dalam menginterprtasikan situasi atau fenomena yang terjadi. Kemudian metode interview atau wawancara yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu berupa wawancara langsung dengan 3 devisi yang berada dalam perusahaan yaitu direktur, bagian manager, dan bagian karyawan.

1. Pertanyaan Panduan

(53)

a. Nama : H. Badris b. Jabatan : Ditektur Utama

c. Agama : Islam

d. Alamat :Citraland Red Burgundy blok A1 No. 6

e. Pendidikan Terakhir : S1 2) Pertanyaan Peneliti

a. Sejak kapan Community development mulai dikenal ?

b. Apa saja tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menerapkan community development kepada karyawan ? c. Menurut bapak, cara apa yang dapat dilakukan untuk

menerapkan community development kepada karyawan ? d. Strategi apa yang pernah bapak lakukan untuk meningkatkan

minat karyawan agar bisa menerapkan community development ?

1) Identitas Manager

a. Nama : Muhammad Akbar SE

b. Jabatan : Manager Pengawasan

c. Agama : Islam

d. Alamat : Mangga 3 daya e. Pendidikan Terakhir : S1

2) Pertanyaan Peneliti

a. menurut bapak apa itu manajemen ?

(54)

c. Menurut bapak, bagaimana respon karyawan tentang tindakan sosialisasi yang lakukan oleh bapak H. Bdris ?

d. Apa saja faktor yang mendorong perusahaan melaksanakan program community development ?

e. Bagaimana pendapat bapak tentang tindakan yang dilakukan bapak H. Badris dalam meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya management community development ? 1) Identitas Karyawan

a. Nama : Irna Karti

b. Jabatan : Karyawan

c. Agama : Islam

d. Alamat : Moncolloe Perumahan Bumi Findaria Mas Blok D 104

e. Pendidikan Terakhir : S1 2) Pertanyaan Peneliti

a. Bagaimana pendapat ibu tentang community development ? b. Adakah kendala yang dihadapi dalam menerapkan

community development ?

c. Apakah ibu pernah mengikuti sebuah kegiatan/sosialisasi yang berkaitan dengan community development ?

3. Dokumentasi yaitu tehnik yang digunakan untuk melengkapi sekaligus menambah keakuratan, mengumpulkan data-data terkait penelitian ini, baik dalam bentuk lembaran data maupun dalam bentuk foto-foto dokumentasi.

(55)

G. Instrumen Penelitian

Dalam instrumen penulis sendiri yang bertindak sebagai instrumen, ini didasari oleh adanya potensi manusia yang memiliki sifat dinamis dan kemampuan untuk mengamati, menilai, memutuskan dan menyimpulkan secara objektif.

penelitian ini akan dilakukan dengan berbagai metode-metode penelitian seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang valid memerlukan alat bantu seperti kamera, telepon genggam untuk recorder, pensi, pulpen, dan buku. Kamera digunakan untuk merekam kejadian yang penting pada suatu peristiwa baik dalam bentuk foto maupun vidio, telepon genggam digunakan untuk merekam suara ketika melakukan wawancara, observasi dan sebagainya, sedangkan pinsil, pulpen dan buku digunakan untuk menuliskan atau mencatat informasi data yang didapat dari narasumber.

Sedangkan melalui wawancara/interview peneliti mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk dijadikan bahan data atau sumber yang relevan dalam penelitian tersebut.

Adapun yang menjadi instrumen wawancara dalam penelitian ini yaitu : 1. Sejak kapan community development mulai dikenal ?

2. Apa saja tindakan yang pernah dilakukan perusahaan untuk menerapkan

community development kepada karyawan ?

3. Menurut bapak, cara apakah yang dapat dilakukan untuk menerapkan

community development kepada karyawan ?

4. Stratgi apa saja yang bapak lakukan untuk meningkatkan minat karyawan agar bisa menerapkan community development ?

(56)

5. Menurut bapak apa itu ilmu manajemen ?

6. Apakah manajemen diterapkan diperusahaan ini ?

7. Menurut bapak, bagaimana respon karyawan tentang tindakan sosialisasi yang dilakukan bapak H. Badris ?

8. Apa saja faktor yang mendorong perusahaan melaksanakan program

community development ?

9. Bagimana pendapat bapak tentang tindakan yang dilakukan bapak H. Badris dalam meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya

management community development ?

10. Bagaimana pendapat ibu tentang community development ?

11. Adakah kendala yang dihadapi dalam menerapkan community

development ?

12. Apakah ibu pernah mengikuti sebuah kegiatan/sosialisasi yang berkaitan dengan community development ?

H. Metode Analisis data

Menurut Miles dan Huberman dalam Sutopo (2006:128), terdepat beberapa komponen dalam tehnik analisis data bersifat kualitatif, yaitu : 1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data didapat dari wawancara (tanya jawab) dengan Direktur, manager PT. Mandiri Pratama Putra Makassar dan karyawan untuk mendapatkan data dan fakta tentang penerapan community

development untuk menggali topik-topik yang terkait dengan penelitian

(57)

Setelah semua data atau informasi ini terkumpul lengkap, peneliti melakukan proses penelitian, memusatkan penelitian pada satu fokus, membuang hal-hal yang tidak diperlukan untuk mengatur data yang sedemikian rupa sehingga kesimpulan penelitian dapat dilakukan

3. Penyajian Data

Penyajian data dapat diketahui apa yang terjadi dan kemungkinan untuk mengerjakan sesuatu pada analisa ataupun tindakan penyajian data itu sendiri dapat berupa kalimat-kalimat, cerita-cerita maupun tabel-tabel.

4. Verivikasi (Penarikan Kesimpulan)

Merupakan sebagian dari suatu kegiatan dan konfigurasi penelitian yang utuh. Penelitian meberikan makna penuh dari data yang terkumpul dan telah diolah tadi sehingga membentuk satu sinopsis utuh seluruh rangkaian penunjang penelitian ini (Sutopo: 2000)

Gambar

Gambar 2.1 : Kerangka Konsep ..........................................................................
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Tabel 3.1 Informan Penelitian
+4

Referensi

Dokumen terkait