Laju ekonomi AS direvisi naik 2,1% kuartal IV 2016.
ASSA torehkan laba 2016 naik 82%.
LEAD incar bisnis pengangkutan LNG.
Mark Dynamics incar dana Rp 40 miliar dari IPO.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
erdagangan saham ke‐
marin didominasi aksi am‐
bil untung temporer pelaku
pasar. IHSG hampir sepanjang
perdagangan bergerak di teri‐
tori negatif, namun di akhir sesi
aksi beli balik berhasil men‐
gangkat IHSG sehingga kembali
tutup stagnan di 5592,952.
Penguatan sejumlah saham big
‐caps perbankan dan saham
tambang berhasil mengimbangi
koreksi di saham otomotif dan
konsumsi. Nilai transaksi di
Pasar Reguler kemarin menca‐
pai Rp6,11 triliun dan pemodal
asing mencatatkan pembelian
bersih Rp153,04 miliar.
Sementara Wall Street berhasil melanjutkan penguatannya
tadi malam. Indeks Nasdaq tutup di level tertinggi baru di 5914,34
atau menguat 0,3%. Sedangkan indeks DJIA dan S&P masing‐masing
menguat 0,3% ditutup di 20728,49 dan 2368,06. Saham sektor
keuangan dan energi menjadi penopang penguatan indeks S&P.
Harga minyak mentah tadi malam menguat hingga 1,7% di USD50,35/
barel. Data ekonomi AS, angka final GDP 4Q16 tumbuh 2,1% (qoq) di
atas perkiraan 2% dan angka sebelumnya 1,9% turut menopang sen‐
timen positif pasar. Pasar saham Wall Street bergerak bullish, pen‐
guatan tadi malam menandai penguatan untuk enam kuartal bertu‐
rut‐turut.
Pada perdagangan di akhir pekan ini sekaligus menandai
akhir 1Q17, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi namun cenderung
di teritori positif. Kenaikan harga komoditas energy dan logam, isu
individual emiten seperti rilis laba emiten sektoral dan antisipasi
pembagian dividen emiten akan menjadi katalis positif pergerakan
IHSG. Dari kawasan Asia, pasar akan menanti data aktivitas manufak‐
tur China Maret 2017 yang diperkirakan naik di 51,7 di atas bulan
sebelumnya 51,6. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran
support 5550 dan resisten di 5600.
S1 5550 S2 5530 R1 5600 R2 5620
IHSG 5,592.95 Change 0.44 Change (%) 0.01 Change (%/ytd) 5.59 Total Value (IDR triliun) 8.632 Total Volume (miliar saham) 13.654 Net Foreign Buy (IDR miliar) 153.000Up: 159 Down: 317 Unchange: 103
Index Last Chg % DJIA 20728.49 69.17 0.33 S&P 500 2368.06 6.93 0.29 FTSE 100 7369.52 (4.20) (0.06) CAC 40 5089.64 20.60 0.41 DAX 12256.43 53.43 0.44 NIKKEI 225 19169.99 (14.97) (0.08) HANGSENG 24301.09 (90.96) (0.37) STI 3173.24 (11.56) (0.36) SHENZHEN 1979.58 (39.80) (1.97) SHANGHAI 3210.24 (31.08) (0.96) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 50.21 0.66 1.33 CPO (RM/M.T) 2659.00 (62.00) (2.28) Gold (USD/T.oz) 1244.70 (6.80) (0.54) Nikel (USD/M.T 9970.00 190.00 1.94 Timah (USD/M.T) 19975.00 125.00 0.63 Coal (USD/M.T) 82.00 0.50 0.61 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13317.00 2.00 0.02 USD/EUR 1.068 (0.01) (0.74) JPY/USD 112.05 0.69 0.62 IDR/SGD 9532.01 (13.49) (0.14) IDR/AUD 10185.30 (35.90) (0.35) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 31.14 4147 0.09 0.29
Top Gainers IDR % Chg
AIMS 175 25.90 36 BCIP 202 24.70 40 HDFA 310 24.00 60 INRU 318 22.30 58 SPMA 230 21.10 40
Top Losers IDR % Chg
MKNT 280 (22.20) (80) STAR 70 (20.50) (18) BABP‐W 4 (20.00) (1) MGNA‐W 4 (20.00) (1) TRIS‐W 10 (16.70) (2)
Top Value IDR % (miliar)
SRIL 342 (10.50) 2,411 B BBCA 16,825 0.70 648 B
ASII 8,675 (0.60) 648 B MYRX 136 0.00 612 B BBNI 6,375 (3.40) 611 B
Top Volume IDR % (juta)
SRIL 342 (10.50) 6,901.984 MYRX 136 0.00 4,333.847 BKSL 95 (1.00) 836.525 BWPT 316 (1.90) 431.738 RIMO 91 (4.20) 402.080
News Update
2
Laju ekonomi AS direvisi naik 2,1% kuartal IV 2016. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat tahun lalu direvisi naik menjadi 2,1 % dari sebelumnya 1,9 %, karena pengeluaran pribadi meningkat lebih besar dari perkiraan sebelumnya, menurut estimasi ketiga Departemen Perdagangan, Kamis (30/3). Belanja konsumen, yang menyumbang sekitar 70 % dari ekonomi AS, meningkat 3,5 % pada kuartal tersebut, direvisi naik dari 3,0 % pada perkiraan kedua dan juga lebih tinggi dari pertumbuhan 3,0 % pada kuartal kedua. Namun, kontribusi positif konsumsi terhadap pertumbuhan PDB di Amerika Serikat sebagian diimbangi oleh kontribusi negatif dari ekspor, Departemen Perdagangan mengatakan. Akibat apresiasi dollar AS dalam beberapa bulan terakhir 2016, ekspor turun 4,5 % pada kuartal keempat, penurunan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya, sedangkan impor naik 9,0 %. Ekspor bersih berkurang 1,82 %tase poin dari pertumbuhan PDB pada kuartal keempat, lebih besar dari 1,7 %tase poin yang dilaporkan dalam perkiraan sebelumnya. Untuk seluruh 2016, ekonomi AS tumbuh 1,6 %, ekspansi paling lambat sejak 2011, setelah meningkat 2,6 % pada 2015. Menurut perkiraan yang dibuat oleh para pejabat Federal Reserve AS, perekonomian AS diperkirakan akan tumbuh 2,1 % pada 2017 dan 2018. Dengan pertumbuhan ekonomi yang moderat, bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua kali untuk sisa tahun ini setelah kenaikan suku bunga pada bulan ini. Wakil Gubernur Fed Stanley Fischer mengatakan baru-baru ini bahwa risiko terhadap perekonomian AS, kurang lebih seimbang, dan estimasi median Komite Pasar Terbuka Federal untuk dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini "tampak tepat." (Kontan)
ASSA torehkan laba 2016 naik 82%. Emiten penyewaan mobil PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membukukan laba senilai Rp 62,15 miliar pada akhir 2016. Pencapaian itu naik 82% dibandingkan laba tahun sebelumnya senilai Rp 34,17 miliar. ASSA berhasil menunjukkan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang belum stabil. Peningkatan laba didorong oleh naiknya pendapatan usaha perseroan sebesar Rp 1,57 triliun atau meningkat 12,8% year on year (yoy). "Mayoritas pendapatan paling besar disumbang dari jasa penyewaan kendaraan dan juru mudi sebesar Rp 1,07 triliun," ujar Hindra Tanujaya, Corporate Secretary PT Adi Sarana Armada Tbk. Kenaikan pendapatan juga disumbang dari bidang usaha logistik yang naik 11,8% menjadi Rp 286 miliar. Kemudian diikuti dengan penjualan mobil bekas yang menyumbang Rp 201 miliar. Selebihnya berasal dari balai lelang kendaraan bekas (BIDWIN) sebesar Rp 13,8 miliar. "Dari laba bersih tersebut, rencananya sebesar 40% akan dibagikan sebagai dividen tunai sedangkan sisanya akan disisihkan sebagai dana cadangan dan dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan," ujar Hindra. Di 2017, ASSA membidik kenaikan pendapatan usaha di kisaran 17%. Target capital expenditure dianggarkan sebesar Rp 1 triliun akan digunakan untuk pembelian kendaraan, infrastruktur dan pengembangan usaha. (Kontan)
LEAD incar bisnis pengangkutan LNG. Kinerja perusahaan pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk masih tertekan. Bisnis utama mereka di bidang jasa kapal penunjang angkutan lepas pantai industri minyak dan gas bumi lesu. Hal itu, membuat emiten berkode saham LEAD ini mencari cara lain. Salah satunya, dengan mengambil peran dalam proses pengangkutan LNG (Liquefied Natural Gas). Untuk mendapatkan peran tersebut LEAD akan menjadi bagian dalam rangkaian fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Hanya saja, emiten ini perlu mengikuti tender terlebih dahulu. Untuk terlibat, LEAD akan mengikuti tender terlebih dahulu. Manajemen mengatakan, jika tidak aral melintang, prosesnya bisa terlaksana pada semester II-2017.Hanya saja, untuk bisa masuk ke bisnis itu membutuhkan investasi yang besar. Untuk kapalnya, setidaknya bisa menelan investasi US$ 20 juta - US$ 40 juta, tergantung dari ukuran kapal tersebut. "Kapalnya juga langka di pasaran, jadi butuh waktu," terang Sundap Carulli, Chief Financial Officer LEAD dalam kesempatan yang sama. Sundap menyatakan, LEAD akan mensponsori proyek-proyek PLN itu. Pemasoknya bisa dari PGN, dan Pertagas. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan kapal khusus gas itu, bisa membutuhkan waktu 18-24 bulan sampai kedatangan kapal. "Biasanya mitra sudah mengerti (butuh waktu untuk pesan kapal)," ungkapnya. Saat ini, LEAD belum akan menganggarkan kebutuhan kapal pengangkut gas. Sebab, LEAD ingin memastikan mendapat tender terlebih dahulu."Kapal ini belum punya. Begitu menang tender, kami pesan. Kami ingin ikut small and medium scale untuk 33 FSRU," tambahnya. Sebagai pemain lama di jasa pengangkutan, LEAD optimistis bisa mendapat peran itu. Pihaknya menyatakan, jika berhasil menggenggam bisnis ini bisa menjadi bisnis jangka panjang bisa 10-20 tahun. "Ini bisa konsorsium bentuknya. Prosesnya bertahap, bukan langsung 33 FSRU," ungkapnya. Selain mengincar proyek tersebut, LEAD juga sedang melego 15 kapal tua yang umumnya berumur 15-20 tahun. Harga buku kapal-kapal tua tersebut bisa mencapai US$ 6,3 juta. Hanya saja, harga kapal-kapal yang dilego itu nantinya bisa lebih rendah. Kinerja keuangan Logindo sendiri juga makin gesit setelah perusahaan merestrukturisasi utang mereka pada semester II 2016. Atas aksi ini, cicilan pokok bisa berkurang sebesar US$ 1,4 juta per bulan. Dari sisi liabilitas, total pinjaman bank menurun US$ 21,7 juta, sementara ekuitas berkurang US$ 19,9 juta dikarenakan perusahaan rugi. Dari catatan KONTAN, LEAD juga menggelar right issue untuk mencari dana sebesar Rp 134,9 miliar-Rp 149,6 miliar. Dana ini rencananya untuk mendukung operasional kapal-kapal milik LEAD. Hanya saja, proses ini akan mengalami penundaan lantaran manajemen ingin melengkapi dokumen terlebih dahulu. Rencananya, aksi ini bisa dicatatkan di BEI pada 6 Maret. "Sedang kami siapkan update prospektus laporan auditnya. Rencananya akan kami masukkan pada 6 April," ungkapnya. (Kontan)
Mark Dynamics incar dana Rp 40 miliar dari IPO. Perusahaan manufaktur, PT Mark Dynamics Indonesia membidik bisa meraih dana segar sebesar Rp 40 miliar. Rencananya, Mark Dynamics akan melakukan aksi initial public offering (IPO) Mark Dynamics berencana melakukan IPO tahun ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan underwriting dari PT Panin Sekuritas Tbk. Nantinya, Mark Dynamics berencana menggunakan 30% atau berkisar Rp 12 miliar dana right issue untuk proses ekspansi perusahaan. Bentuknya yakni dengan membeli lahan dan gedung. "Ini penting sekali bagi ekspansi produksi kami," ujar Yeoh Sek Boon, Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia. Yeoh menambahkan, sementara 70% dana right issue atau sekitar Rp 28 miliar, akan digunakan untuk pembayaran utang kepada pihak bank-bank. Paling besar pembayaran tersebut akan ditujukan kepada Bank Permata. Pihaknya optimistis, dengan aksi IPO tersebut bisa membuat Mark Dynamics makin ekspansif. Untuk itu, Yeoh mengatakan pihaknya juga meningkatkan kapasitas produksi pabrik yang dimiliki. Mark Dynamics merupakan perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kawasan Industri Medan Star Tanjung Morowa, Sumatera Utara. Perusahaan memproduksi beragam produk sarung tangan, keperluan rumah tangga, rumah sakit, laboratorium, agrobisnis dan sebagainya. Baik untuk pasar ekspor maupun domestik. (Kontan)Stock Picks
3SMGR 8800‐9400.
Harga saham emiten Semen Indonesia Tbk (SMGR), kemarin bergerak konsolidasi
ditutup terkoreksi di Rp8850. Saat ini secara technical support di Rp8800 dan resisten di Rp9400. Posisi
harganya saat ini berada di area oversold. Pergerakan harga sahamnya sejak akhir Februari lalu bearish
seiring lemahnya prospek pertumbuhan industri semen di tengah meningkatnya suplai menyusul sejumlah
pabrik baru akan beroperasi tahun ini. Musim penghujan yang berkepanjangan di 1Q17 juga turut
menekan pertumbuhan konsumsi semen nasional. Konsumsi semen nasional sepanjang dua bulan pertama
2017 turun 1% mencapai 9,73 juta ton dibandingkan periode yang sama 2016 9,83 juta ton. Namun
penjualan produk SMGR di pasar domestik dua bulan pertama 2017 naik 1,8% (yoy) mencapai 4,04 juta ton
dari periode yang sama 2015 3,97 juta ton. Perseroan menguasai pangsa pasar 41,52% di bisnis semen
domestik sepanjang dua bulan pertama tahun ini, naik dari periode yang sama di 2015 sebesar 40,39%.
Tahun 2016 lalu, volume penjualan perseroan di pasar domestik turun 1,1% (yoy) mencapai 25,68 juta ton
dari 2015 sebanyak 25,97 juta ton. Pangsa pasar perseroan di industri semen nasional tahun lalu mencapai
41,42% turun dari 2015 sebesar 41,89%. Penjualan bersih perseroan 2016 lalu turun 3% mencapai Rp26,13
triliun dari Rp26,95 triliun di 2015. Sedangkan laba bersih tahun 2016 lalu di Rp4,52 triliun, relatif sama
dengan pencapaian di 2015 sebesar Rp4,52 triliun. EPS 2016 lalu Rp762. Tahun ini perseroan menargetkan
volume penjualan semen naik 4% sesuai dengan pertumbuhan industri atau mencapai 27,33 juta ton dari
tahun lalu 26,28 juta ton. Saat ini total kapasitas produksi perseroan 29 juta ton per tahun. Dengan harga
rata‐rata jual per ton semen mencapai Rp933752 tahun ini atau diperkirakan naik sekitar 1% dari tahun lalu
maka pendapatan dari penjualan semen diperkirakan mencapai Rp25,52 triliun. Total pendapatan bersih
tahun ini ditambah dengan pendapatan dari unit bisnis lainnya seperti beton siap pakai, kantong semen,
terak, persewaan tanah kawasan industri maka diperkirakan tahun ini pendapatan bisa tumbuh 4,8%
mencapai Rp27,39 triliun. Dengan marjin laba 17,5% sama dengan tahun 2016 lalu, maka laba bersih tahun
ini diperkirakan mencapai Rp4,79 triliun atau tumbuh 6% dari tahun lalu. EPS proyeksi tahun ini
diperkirakan Rp808,23. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 13x atau sesuai dengan
industrinya maka harga sahamnya diperkirakan mencapai Rp10500 untuk jangka waktu hingga akhir tahun
ini. Dari harga saat ini di Rp8850 punya ruang penguatan 18,6%. Perseroan juga berpeluang membagikan
dividen tunai tahun buku 2016 sebesar 40% laba bersih atau sebesar Rp305/saham. Dari harga saat ini
pemodal berpeluang memperoleh dividen yield sebesar 3,4%. Maintain Buy, SL 8500
4
Stock Picks
LSIP 1450‐1550.
Harga saham emiten perkebunan, PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), kemarin ter‐
tahan penguatannya seiring melemahnya kembali harga CPO. Kemarin harga sahamnya tutup di Rp1465
terkoreksi. Sepanjang 2016 lalu kinerja perseroan berhasil tumbuh lebih baik dari tahun sebelumnya,
meskipun masih mengalami penurunan penjualan dan laba bersih. Penjualan turun 8,16% mencapai Rp3,85
triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,19 triliun. Sedangkan laba bersih tahun lalu turun 4,73% men‐
capai Rp593,83 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp623,31 miliar. EPS 2016 lalu Rp87
berbanding Rp91. Peningkatan kinerja tercemin dari naiknya marjin laba. Marjin kotor naik menjadi 28,87%
dari 26,63%. Marjin usaha naik menjadi 21,07% dari 19,95%. Sedangkan marjin bersih naik menjadi 15,43%
dari 14,87%. Tahun ini diperkirakan penjualan berpeluang tumbuh 5% mencapai Rp4,04 triliun dan laba
bersih diperkirakan berpeluang tumbuh 41% mencapai Rp837,12 miliar dengan dukungan kenaikan harga
komoditasnya. EPS 2017 diperkirakan mencapai Rp122,69. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan
dengan rata‐rata PE tertinggi 17x dalam kondisi pasar bullish. Ini mencerminkan target harga di Rp2086
atau punya ruang penguatan 42,4% dari harga saat ini di Rp1465. Secara technical peluang rebound dito‐
pang posisi harganya yang berada di area oversold. Katalis positif lainnya adalah rencana pembagian divi‐
den tunai tahun buku 2016 yang bisa mencapai 40% laba bersih merujuk pada tahun buku sebelumnya. Ini
mencerminkan potensi dividen sebesar Rp34,8/saham. Dari harga saat ini potensi dividen yield mencapai
2,4%. Di sisi lain fluktuasi harga sahamnya akan sangat dipengaruhi fluktuasi pergerakan harga komoditas
CPO. Maintain Buy, SL 1400
Jumat, 31 Maret 2017
5
Stock Picks
PTBA 12500‐13700.
Harga saham emiten batubara, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), kemarin
melanjutkan tren bullish berpeluang menembus Rp13000. Secara technical pergerakan harganya saat ini
berada di area overbought dan rawan aksi ambil untung jangka pendek. Sentimen positif pasar saat ini
selain harga komoditas batubara yang cenderung menguat juga ditopang isu individual terkait rencana
pembagian dividen tunai tahun buku 2016. Perseroan berpeluang membagikan dividen tunai 30% laba
bersih atau mencapai sekitar Rp285,6/saham. Dari harga saat ini di Rp12925 ada potensi yield sebesar
2,2%. Sepanjang 2016 lalu perseroan mencatatkan laba bersih Rp2,02 triliun relatif stagnan dibandingkan
2015 sebesar Rp2,04 triliun. Pendapatan naik tipis 1,5% di Rp14,06 triliun dari 2015 sebesar Rp13,85
triliun. Pencapaian pendapatan dan laba bersih di atas perkiraan sebelumnya masing‐masing Rp13,39
triliun dan Rp1,45 triliun. Bila dilihat secara kuartalan (qoq), kinerja perseroan di 4Q16 tumbuh signifikan.
Pendapatan tumbuh 22,56% (qoq) mencapai Rp4,02 triliun vs Rp3,28 triliun (3Q16). Laba bersih di 4Q16
tumbuh 185,29% (qoq) mencapai Rp970 miliar dibandingkan 3Q16 Rp340 miliar. Untuk proyeksi tahun ini
diperkirakan pendapatan berpeluang tumbuh 10,5% mencapai Rp15,53 triliun dengan dukungan
penguatan harga batubara dunia dan peningkatan volume penjualan. Sedangkan laba bersih diperkirakan
tumbuh 15,3% mencapai Rp2,33 triliun dengan EPS proyeksi 2017 sebesar Rp1011,22. Harga saham
perseroan dalam kondisi pasar bullish berpeluang ditransaksikan dengan PE tertinggi sekitar 14‐15x.
Dengan PE 14x peluang harga sahamnya diperkirakan ke Rp14157. Maintain Buy, SL 11500
Jumat, 31 Maret 2017
Saham Pilihan
ASII 8500-8850 Buy, SL 8100
TLKM 4080-4200 Buy, SL 3900
PGAS 2500-2600 Buy, SL 2370
JSMR 4550-4750 Buy, SL 4400
AALI 14600-15400 Buy, SL 14200
TINS 950-1050 Buy, SL 900
ICBP 8150-8600 Buy, SL 8000
Stock View
6
Jumat, 31 Maret 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5592.95 5605.48 5618.01 5567.90 5542.84
PERKEBUNAN AALI 15150 15,225.00 15,300.00 15,050.00 14,950.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 316 329.33 342.67 299.33 282.67 LSIP 1465 1,496.67 1,528.33 1,441.67 1,418.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2040 2,053.33 2,066.67 2,013.33 1,986.67 SIMP 625 638.33 651.67 613.33 601.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 310 316.67 323.33 306.67 303.33PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1820 1,833.33 1,846.67 1,803.33 1,786.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 328 337.33 346.67 323.33 318.67 DEWA 65 67.67 70.33 63.67 62.33 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2600 2,660.00 2,720.00 2,560.00 2,520.00 ITMG 19925 20,325.00 20,725.00 19,700.00 19,475.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 12925 13,150.00 13,375.00 12,500.00 12,075.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 960 998.33 1,036.67 903.33 846.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 110 112.00 114.00 108.00 106.00
ELSA 390 404.67 419.33 382.67 375.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17 ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2000 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 MEDC 3540 3,623.33 3,706.67 3,393.33 3,246.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 725 741.67 758.33 716.67 708.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2300 2,330.00 2,360.00 2,280.00 2,260.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 975 993.33 1,011.67 948.33 921.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 16650 16,800.00 16,950.00 16,500.00 16,350.00 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 900 910.00 920.00 895.00 890.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 8850 9,066.67 9,283.33 8,716.67 8,583.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 100 102.33 104.67 97.33 94.67 JPRS 136 137.33 138.67 135.33 134.67 KRAS 625 640.00 655.00 615.00 605.00 PAKAN TERNAK CPIN 3300 3,313.33 3,326.67 3,273.33 3,246.67 JPFA 1535 1,546.67 1,558.33 1,521.67 1,508.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8675 8,766.67 8,858.33 8,541.67 8,408.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1120 1,163.33 1,206.67 1,098.33 1,076.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8250 8,383.33 8,516.67 8,183.33 8,116.67 INDF 8000 8,050.00 8,100.00 7,950.00 7,900.00 MYOR 2090 2,133.33 2,176.67 2,063.33 2,036.67 ROTI 1535 1,568.33 1,601.67 1,493.33 1,451.67 GGRM 66700 67,241.67 67,783.34 65,616.67 64,533.34 INAF 3770 3,863.33 3,956.67 3,653.33 3,536.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 1795 1,840.00 1,885.00 1,770.00 1,745.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1550 1,556.67 1,563.33 1,536.67 1,523.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 220 223.33 226.67 217.33 214.67 ASRI 364 368.00 372.00 362.00 360.00 BKSL 95 98.67 102.33 92.67 90.33 BSDE 1860 1,873.33 1,886.67 1,833.33 1,806.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1205 1,228.33 1,251.67 1,193.33 1,181.67 CTRA 1215 1,243.33 1,271.67 1,198.33 1,181.67 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 328 329.33 330.67 325.33 322.67 MDLN 288 293.33 298.67 283.33 278.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2360 2,400.00 2,440.00 2,340.00 2,320.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 130 136.00 142.00 124.00 118.00 PTPP 3310 3,330.00 3,350.00 3,290.00 3,270.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 685 693.33 701.67 673.33 661.67 TOTL 790 796.67 803.33 786.67 783.33 WIKA 2430 2,446.67 2,463.33 2,406.67 2,383.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2550 2,570.00 2,590.00 2,520.00 2,490.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1445 1,456.67 1,468.33 1,436.67 1,428.33 JSMR 4630 4,663.33 4,696.67 4,563.33 4,496.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3220 3,246.67 3,273.33 3,176.67 3,133.33 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6975 7,033.33 7,091.67 6,883.33 6,791.67 TLKM 4140 4,170.00 4,200.00 4,110.00 4,080.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 344 346.00 348.00 342.00 340.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 378 383.33 388.67 375.33 372.67 WINS 254 258.67 263.33 244.67 235.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 700 708.33 716.67 693.33 686.67 BANK BBCA 16825 16,900.00 16,975.00 16,725.00 16,625.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 625 633.33 641.67 618.33 611.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6375 6,550.00 6,725.00 6,275.00 6,175.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12950 13,075.00 13,200.00 12,700.00 12,450.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2280 2,316.67 2,353.33 2,236.67 2,193.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4900 4,960.00 5,020.00 4,830.00 4,760.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2080 2,100.00 2,120.00 2,060.00 2,040.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11775 11,875.00 11,975.00 11,650.00 11,525.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1020 1,036.67 1,053.33 991.67 963.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6300 6,375.00 6,450.00 6,250.00 6,200.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 386 390.00 394.00 380.00 374.00 UNTR 27850 28,183.33 28,516.67 27,433.33 27,016.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5675 5,791.67 5,908.33 5,616.67 5,558.33 RALS 1125 1,135.00 1,145.00 1,120.00 1,115.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1810 1,836.67 1,863.33 1,756.67 1,703.33 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 79 80.67 82.33 77.67 76.33 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950
NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.