• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Tujuan dari laporan keuangan menurut IAI (2017:6) adalah untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan entitas pelapor, yang merupakan informasi mengenai sumber daya ekonomik entitas dan klaim terhadap entitas pelapor. Laporan keuangan juga menyediakan informasi mengenai dampak dari transaksi dan peristiwa lainnya yang mengubah sumber daya ekonomik dan klaim entitas. Informasi-informasi tersebut menyediakan input yang berguna untuk pengambilan keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas.

(2)

ketepatwaktuan merupakan salah satu karakteristik kualitatif yang meningkatkan kegunaan informasi yang relevan dan direpresentasikan secara tepat, dengan kata lain ketepatwaktuan merupakan salah satu karakteristik penting agar laporan keuangan yang disajikan dikatakan relevan.

Ketepatwaktuan adalah tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada saat yang dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan kekuatannya dalam mempengaruhi pembuatan keputusan (Suwardjono, 2013:170). Informasi dikatakan tidak relevan kalau penyampaian informasi tersebut tidak tepat waktu. Ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan, dikarenakan di dalam laporan keuangan terdapat banyak sekali informasi tentang gambaran perusahaan serta kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan yang menyampaianslaporanskeuangan secara tepat waktu akan dapat mempengaruhi citra positif dari para pengambil keputusan, karena informasi yang ada di dalam laporan keuangan tersebut dinilai relevan. Laporan keuangan yang disajikan secara tepat waktu akan memberikan keunggulan kompetitif bagi keberhasilan perusahaan dalam menarik para investor, hal tersebut akan membawa kepercayaan publik terhadap kualitas informasi yang disampaikan oleh perusahaan (Dewi dan Jusia, 2013).

(3)

publik akan menyebabkan semakin tinggi pula resiko informasi tersebut bocor kepada investor tertentu, yang akan menyebabkan timbulnya asimetri informasi,

insider trading, dan rumor-rumor lain di bursa saham (Setiawan dan Widyawati,

2014). Laporan keuangan harus disampaikan dengan tepat waktu agar tidak kehilangan nilai relevanya, selain itu dengan dilaporkannya laporan keuangan secara tepat waktu maka pengambilan keputusan oleh para investor juga dapat diputuskan sesegera mungkin (Harnida, 2015).

Ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan sangat penting bagi sebuah perusahaan sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan Nomor X.K.2 mengenai Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik. Peraturan tersebut terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-346/BL/2011. Peraturan X.K.2 menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan wajib disampaikan ke Bursa selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tahun buku berakhir, dengan demikian batas waktu paling lambat untuk menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember kepada bursa yaitu pada akhir bulan ketiga atau tanggal 31 Maret pada tahun berikutnya setelah akhir tahun fiskal. Apabila tanggal 31 Maret jatuh pada tanggal merah, maka tanggal pelaporan keuangan akan diajukan dihari kerja berikutnya.

(4)

PT Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-307/BEJ/07-2004 yang memberlakukan denda maupun sanksi bagi perusahaan-perusahaan yang tidak tepat waktu dalam melaporkan laporan keuangannya. Perusahaan yang tidak melaporkan laporan keuangan sampai dengan 30 hari sejak batas akhir penyampaian akan diberikan Peringatan Tertulis I, sedangkan untuk keterlambatan dalam hari ke-31 hingga hari ke-60 akan diberikan Peringatan Tertuis II dan denda sebesar Rp. 50.000.000, sedangkan bagi perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangan dalam hari ke-61 hingga hari ke-90 akan diberikan Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp. 150.000.000, serta bagi perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangannya mulai hari ke-91 akan diberikan sanksi berupa suspensi.

Penelitian ini dilatar belakangi karena meskipun sudah diberlakukannya peraturan, sanksi ataupun denda, tetapi dari tahun-ketahun masih ada beberapa perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan laporan keuangannya dengan tepat waktu. Fenomena keterlambatan dalam penelitian ini didapatkan dari data yang diambil pada www.idx.co.id. Selama tahun 2012 hingga tahun 2016 terdapat beberapa perusahaan yang tercatat tidak menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu yang akan ditampilakan melalui grafik berikut.

Gambar 1.1

(5)

Gambar 1.1 memperlihatkan bahwa grafik tren keterlambatan penyampaian laporan keuangan dari seluruh perusahaan sektor manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia cukup fluktuatif, untuk periode laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, hingga tanggal 1 April 2013 tercatat sebanyak 14 perusahaan sektor manufaktur belum menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu. Pada periode laporan keuangan per 31 Desember 2013, hingga pada 1 April 2014 tercatat sebanyak 10 perusahaan sektor manufaktur yang tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya. Pada periode laporan keuangan per 31 Desember 2014 hingga pada tanggal 1 April 2015 naik kembali menjadi 13 perusahan sektor manufaktur yang tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya. Pada periode laporan keuangan per 31 Desember 2015 hingga pada tangga 1 April 2016 tercatat melonjak naik sebanyak 17 perusahaan yang tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya, serta untuk periode laporan keuangan per 31 Desember 2016 hingga tanggal 1 April 2017 sedikit turun dan tercatat sebanyak 15 perusahaan yang tidak melaporkan laporan keuangannya secara tepat waktu.

(6)

padat karya seperti tekstil dan alas kaki (http://industri.bisnis.com). Menguatnya tren investasi pada suatu sektor perusahaan membuat semakin penting pula ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan pada sebuah perusahaan agar menjaga kerelevanan keputusan yang diambil oleh para investor.

Fenomena yang telah disebutkan sebelumnya memberikan gambaran tentang adanya permasalahan mengenai ketepatwaktuan dalam penyampaian laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya pada sektor manufaktur. Keterlambatan tersebut tentunya akan memberikan dampak buruk baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna laporan keuangan. Perusahaan yang tidak melaporkan laporan keuangannya secara tepat waktu dapat dikenakan sanksi tertulis, denda hingga ratusan juta rupiah bahkan dapat dikenakan sanksi berupa suspensi. Efek keterlambatan bagi para pengguna laporan keuangan akan berpengaruh pada tidak relevannya keputusan yang diambil, sehingga perlu diperhatikan lebih jauh faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan.

(7)

Widyawati (2014), Dewi dan Jusia (2013), Iyoha F.O. (2012), serta Amelia (2012) dari penelitian tersebut didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan antara lain: kepemilikan publik, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, audit tenure, profitabilitas, leverage, dan kkuran perusahaan.

Faktor-faktor non-finasial yang dapat mempengaruhi ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan antara lain kepemilikan publik, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, serta audit tenure. Kepemilikan publik adalah kepemilikan masyarakat umum atau bukan institusi yang signifikan terhadap saham perusahaan (Setiawan dan Widyawati, 2014). Kepemilikan publik dapat mengubah pengelolaan perusahan yang semula berjalan sesuai kehendak pihak internal menjadi perusahaan yang beroprasi dengan pengawasan. Pengawasan dari publik akan dapat menuntut sebuah perusahaan agar menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu.

(8)

Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusi (Harnida, 2015). Struktur kepemilikan institusional dapat digunakan untuk memonitor manajemen perusahaan dan dapat digunakan untuk mengawasi serta membatasi perilaku para manajer sehingga keselarasan kepentingan dan tujuan perusahaan dapat tercapai. Monitoring yang dilakukan oleh pihak institusi akan lebih efektif dibandingkan oleh pihak individu karena institusi memiliki sumber daya yang lebih besar sehingga mempunyai kekuatan untuk menuntut dan mewajibkan pihak manajemen agar menyampaikan informasi dalam laporan keuangan dengan segera.

Terdapat beberapa gap mengenai pengaruh kepemilikan institusional terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Penelitian yang mendukung bahwa kepemilikan institusional berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Fujianti (2015) dan Harnida (2015). Penelitian yang tidak mendukung pengaruh antara kepemilikan institusional terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu pada penelitian Amelia (2012).

(9)

puncak dari sistem pengelolaan internal perusahaan. Fungsi dari dewan komisaris independen yaitu melakukan monitoring terhadap keefektifan paraktek pengelolaan korporasi yang baik. Besarnya proporsi dewan komisaris independen dalam sebuah perusahaan akan membuat semakin kuat monitoring agar perusahaan bekerja lebih baik dengan memperbaiki dan meningkatkan kualitas informasi yang disajikan, termasuk menjamin sebuah perusahaan melaporkan laporan keuangannya dengan tepat waktu.

Terdapat beberapa gap penelitian mengenai pengaruh dewan komisaris independen terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Penelitian yang mendukung bahwa dewan komisaris independen berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu pada penelitian yang dilakukan Fujianti (2015) dan Amelia (2012). Penelitian yang tidak mendukung pengaruh dewan komisaris independen terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu penelitian Ohaka dan Akani (2017) serta Harnida (2015).

Audit tenure merupakan lamanya sebuah klien percaya atas jasa audit

(10)

proses audit yang cepat efisien akan membuat perusahaan dapat menyampaikan laporan keuangannya lebih tepat waktu.

Terdapat beberapa gap penelitian mengenai pengaruh audit tenure terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Penelitian yang mendukung pengaruh audit tenure terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Kristiantini dan Sujana (2017) serta Anggreni dan Latrini (2016). Penelitian yang tidak mendukung pengaruh

audit tenure terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu

penelitian yang dilakukan oleh Krisnanda dan Ratnadi (2017).

Ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor finansial seperti tingkat profitabilitas, leverage, serta ukuran perusahaan. Tingkat profitabilitas digunakan sebagai ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset, ataupun modal saham (Hanafi dan Halim, 2014:81). Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi, seharusnya lebih mampu menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu bila dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas rendah (Ferdina dan Wirama, 2017). Perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung akan cepat dalam menyampaikan laporan keuangan karena hal tersebut merupakan good news yang sangat berguna dalam menarik investor.

(11)

ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu pada penelitian yang dilakukan oleh Ferdina dan Wirama (2017) serta Dewi dan Jusia (2013). Penelitian yang tidak mendukung dan menyatakan bahwa tingkat profitabilitas tidak mempunyai pengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu pada penelitian yang dilakukan Utami dan Yennisa (2017), Budiyanto dan Aditya (2015), serta Setiawan dan Widyawati (2014).

Leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa besar perusahaan

dibiayai dengan utang (Fahmi, 2014:75). Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi diindikasikan bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan (Dewi dan Jusia, 2013). Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan bagi perusahaan karena perusahaan akan terjebak dalam tingkat utang yang tinggi, dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut yang akan cenderung membuat perusahaan menunda untuk menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu.

(12)

Ukuran perusahaan merupakan tolok ukur yang menggambarkan besar kecilnya skala perusahaan. Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada nilai dari item-item antara lain total asset, total penjualan, dan kapitalisasi pasar (Setiawan dan Widyawati, 2014). Salah satu item untuk mengukur ukuran perusahaan yaitu dengan menggunakan nilai dari total aset. Tingginya aset yang dimiliki perusahaan dapat menjadi faktor pendorong perusahaan untuk segera menyampaikan laporan keuangannya ke publik. Tingkat aset yang tinggi menunjukkan bahwa secara operasional perusahaan mampu menunjukkan kondisi yang baik. Kondisi tersebut dapat dianggap sebagai good news yang harus disampaikan ke publik bahwa perusahaan mampu mengelola aset.

Terdapat beberapa gap penelitian mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Penelitian yang mendukung bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Utami dan Yennisa (2017), Ferdina dan Wirama (2017), Ohaka dan Akani (2017), serta Setiawan dan Widyawati (2014). Penelitian yang tidak mendukung adanya pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Budiyanto dan Aditya (2015), Dewi dan Jusia (2013), serta Iyoha F.O. (2012).

(13)

sesuai dengan kebutuhan investor sebelum informasi tersebut kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi keputusan. Penelitian ini juga penting dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan, sehingga berdasarkan fenomena dan ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu penulis ingin meneliti kembali variabel-variabel seperti kepemilikan publik, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, audit tenure, profitabilitas, leverage serta ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Faktor-Fator Non Finansial dan Finansial Terhadap Ketepatwaktuan Penyampaian Laporan Keuangan”

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas dapat diketahui permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Apakah kepemilikan publik berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

2. Apakah kepemilikan institusional berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

3. Apakah dewan komisaris independen berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

(14)

5. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

6. Apakah leverage berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

7. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Mengetahui pengaruh kepemilikan publik terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

2. Mengetahui pengaruh kepemilikan institusional terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

3. Mengetahui pengaruh dewan komisaris independen terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

4. Mengetahui pengaruh audit tenure terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

5. Mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

(15)

7. Mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang sudah disampaikan sebelumnya, maka didapatkan manfaat penelitian untuk beberapa pihak yaitu sebagai berikut: 1. ManfaatsTeoritis

Hasil darispenelitian inisdiharapkan dapatsmenjadi bahanspengetahuan dalamsmengetahui pengaruh kepemilikan publik, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, audit tenure, profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan.

2. Manfaat Praktis

Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan khususnya oleh para manajer sebagai bahan evaluasi agar dapat meningkatkan ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan, agar terhindar dari sanksi dan denda dari pihak regulator.

1.5 Sistematika Penulisan Skripsi

(16)

BAB I : PENDAHULUANnn

Pada bab ini dijelaskan gambaran singkat mengenai isi dari penelitian, yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUANSPUSTAKA

Pada bab ini dijelaskan mengenai penelitiansterdahulu, landasan teori, kerangkaspemikiran, sertashipotesisspenelitian.

BAB III: METODESPENELITIANnn

Pada bab ini dijelaskan mengenai tata cara untuk mengetahui masalah-masalah dalam penelitian dengansmenggunakan langkah-langkahsyang sistematis. Bab ini terdiri dari rancanganspenelitian, batasanspenelitian, identifikasisvariabel, definisisoperasional dan pengukuransvariabel, populasi, sertassampel dan pengambilan sampel.

BAB IV : GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Bab ini berisi tentang gambaran subyek dan populasi penelitian serta aspek-aspek dan sampel yang nantinya akan dianalisis. Selain itu bab ini juga berisi tentang analisis data dan pembahasan hasil analisis yang dapat memecahkan masalah.

BAB V : PENUTUP

Gambar

Gambar 1.1 Grafik Keterlambatan Penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Sektor
Gambar 1.1 memperlihatkan bahwa grafik tren keterlambatan

Referensi

Dokumen terkait

7.4.1 Laksana pelepasan, rujuk buku Panduan Ternakan Ikan Air Tawar (OPR/TPU/BP/TERNAKAN/Ikan Air Tawar) atau Modul AFS2001 Siri 6 – Penternakan Hidupan Akuatik dan rekodkan

Berikut merupakan salah satu contoh pengujian yang dilakukan pada aplikasi ARMIPA yaitu pengujian ketepatan titik lokasi pada peta dan kamera dengan markerless

Komunikasi dan Informatika, yang mencakup audit kinerja atas pengelolaan keuangan negara dan audit kinerja atas pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Komunikasi dan

Pada Ruang Baca Pascasarjan perlu dilakukan pemebersihan debu baik pada koleksi yang sering dipakai pengguna maupun

Menurut teori hukum Perdata Internasional, untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua, perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan laju perubahan tata guna lahan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut ditandai dengan laju deforestrasi baik disebabkan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Penyusunan LBP Kementerian Keuangan Tahunan Tahun Angggaran 2020 (Audited), mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan