Fakultas Ilmu Komputer
Pengujian Website Bursa Kerja Khusus SMK Negeri 1 Surabaya
Menggunakan Web Based Application Quality Model
Ardina Fitri Haryono1, Bayu Priyambadha2, Fajar Pradana3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
SMK Negeri 1 Surabaya merupakan salah satu sekolah yang memiliki bursa kerja khusus yang bertujuan untuk memberikan informasi pasar kerja, pendaftaran pencari kerja, memberi penyuluhan dan bimbingan jabatan serta penyaluran dan penempatan pencari kerja melalui website. Pada penggunaannya, sistem harus memiliki kualitas yang baik agar dapat mendukung visi dan misi BKK SMK Negeri 1 Surabaya. Penelitian ini membahas pengujian kualitas website BKK menggunakan Web Based Application Quality Model (WBAQM)yang memiliki faktor disetiap perspektif, yaitu perspektif developer memiliki faktor maintainability yang diuji dengan mencri nilai Maintainability Index (MI), faktor portability yang diuji kompatibilitas website di tujuh browser desktop dan lima browser mobile. Perspektif visitor memiliki faktor usability, accessibility, content diuji menggunakan Website Questionnaire Usability (WQU), faktor credibility diuji menggunakan kuesioner dari BJ Fogg, faktor functionality diuji dengan menggunakan pengujian validasi terhadap seluruh kebutuhan fungsional, faktor security diuji menggunakan tool Acunetix Website Vulnerability. Perspektif owner memiliki faktor differentiation dan popularity yang diuji dengan meninjau kembali kesuksesan credibility dan accessibility website. Berdasarkan hasil pengujian, faktor yang telah memenuhi harapan adalah maintainability, portability, dan functionality. Faktor usability, accessibility, content, credibility, security, differentiation, dan popularity masih memerlukan perbaikan lebih lanjut.
Kata kunci:BKK, Pengujian Website, Model Kualitas, WBAQM
Abstract
SMK Negeri 1 Surabaya is one of school which has Its own job market that aim to inform such as apply a job, counseling about positioning and distribution to job market through website. System should have good quality to achieve vision and mision of Job Market of SMK Negeri 1 Surabaya. The purpose of this research is how to evaluate Job Market website of SMK Negeri 1 Surabaya using Web Based Application Quality Model (WBAQM) which has factors on three perspective. Developer perspective has maintainability factor which tested using Maintainability Index (MI), portability factor focused on compatibility website on seven desktop browser and five mobile browser. Visitor perspective has usability, accessibility, and content which tested using WQU (Website Questionnaire Usability). Credibility factor tested using questionnaire by BJ Fogg. Functionality factor tested using validation testing to all existing functionality requirement. Security factor tested using Acunetix Website Vulnerability tool. Owner perspective has differentiation and popularity factors tested by review how good credibility and accessibility website are. The result known that maintainability, portability, and functionality has achieve the expected result. While usability, accessibility, content, credibility, popularity, and differentiation needs some improvement.
Keywords: Job Market, Evaluate Website, Quality Model, WBAQM
1. PENDAHULUAN
Pada Februari 2016 Badan Pusat Statistik mengungkap tingkat pengangguran SMK mencapai satu juta tiga ratus ribu orang. Tingkat pengangguran seharusnya menjadi kepedulian
sarana untuk memudahkan alumni mencari kerja, dan juga memberikan penyuluhan dan bimbingan terkait pencarian kerja.
Dalam penerapannya, website BKK memiliki beberapa masalah yang terjadi pada pihak BKK, developer, dan alumni. Masalah yang terjadi pada pihak BKK adalah banyaknya lowongan kerja yang tersedia namun minim pelamar, pihak BKK menginginkan website ini dapat diterapkan secara sempurna baik untuk alumni maupun DU/DI. Hal tersebut dikarenakan website BKK belum memiliki popularitas di kalangan alumni. Sedangkan banyak alumni menyatakan masih menggunakan website pencarian kerja jobstreet, jobsdb, dan linkedin dikarenakan alumni merasa pencarian kerja tersebut memiliki banyak jaringan. Selain itu, banyak fitur yang tidak dapat bekerja yang membuat alumni enggan menggunakan website BKK.
Permasalahan juga dirasakan oleh developer untuk menentukan fitur baru terhadap website BKK, pihak BKK memberikan batas waktu yang sedikit ditambah pula dengan adanya pergantian developer, maka diperlukan waktu untuk memahami syntax yang ditulis oleh developer sebelumnya. Permasalahan yang disebutkan diatas menimbulkan pertanyaan apakah pihak BKK SMK Negeri 1 Surabaya sudah mengetahui permasalahan yang muncul dari alumni, apakah pihak BKK dan developer sudah memiliki strategi yang tepat supaya website tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah tersebut adalah dengan melakukan pengukuran kualitas dari website. Salah satu metode pengukuran kualitas adalah menggunakan Web Based Application Quality Model (WBAQM). Pemilihan WBAQM sebagai dasar kualitas website dikarenakan, WBAQM merupakan metode yang mengadaptasi standar kualitas ISO 9126 yang ditulis oleh Doaa Nabil (2011). Faktor-faktor yang dimiliki oleh WBAQM sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh BKK SMK Negeri 1 Surabaya. Pengujian website BKK dilakukan untuk mengetahui tercapainya tujuan pembuatan website terhadap visi-misi BKK, dan diharapkan menghasilkan solusi yang dapat digunakan oleh BKK
2. LANDASAN KEPUSTAKAAN
2.1 Web Based Application Quality Model
(WBAQM)
Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Doaa Nabil yang dimuat pada jurnal Egyptian Informatics Journal (2011) dengan judul Web-Based Appliactions quality factors : A survey and a proposed conceptual model dengan permasalahan perkembangan aplikasi website sangat pesat, kualitas pembangunan aplikasi website juga cepat berubah dan sulit untuk diorganisasikan. Untuk mengukur kualitas website perlu banyak parameter yang digunakan. Penelitian tersebut melakukan analisis terhadap faktor-faktor kualitas website yang sudah diterapkan. Dari analisis tersebut dihasilkan suatu metode baru bernama Web Based Application Quality Model (WBAQM) dimana metode tersebut masih merujuk kepada metode pengujian perangkat lunak Dormey’s Framework, McCall (1970), dan ISO 9126.
WBAQM memiliki tiga perspektif yang masing-masing perspektif memiliki faktor-faktor penilaian perangkat lunak. Perspektif pertama adalah developer yang memiliki faktor maintainabiility dan portability . Perspektif visitor memiliki faktor usability, accessiblity, content, credibility, functionality, dan security. Perspektif owner memiliki faktor differentiation dan popularity
3. METODOLOGI PENELITIAN
Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
3.1. Pengujian WBAQM dan Analisis
Pada bagian ini akan dibahas proses pengujian dan analisis website BKK SMK Negeri 1 Surabaya. Pengujian WBAQM dibagi menjadi tiga, yaitu dari perspektif visitor,
developer, dan owner. Masing-masing
perspektif memiliki faktor yang menjadi parameter uji. Gambar 1 menunjukan alur penelitian.
a. Maintainability
Faktor maintainability dinilai menggunakan nilai Maintainability Index (MI) dengan cara menganalisis source code sistem menggunakan tool PhpMetrics untuk mengetahui nilai Maintainability Index (MI). Sistem dapat memenuhi faktor maintainability apabila memiliki nilai MI di atas 65 yaitu pada kategori Medium MI dan high MI (Coleman, et al., 1994). Standar MI dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Standar Maintainability Index (MI)
Nilai MI Kategori Sifat
≥85 High MI Highly Maintainable
65 – 84,99 Medium MI Moderate Maintainable
< 65 Low MI Difficult to Maintain
b. Portability
Menurut Salonen (2012) pengujian portability dapat dinilai melalui kompabilitas. Website dinyatakan kompatibel apabila telah lolos uji terhadap 80% desktop browser dan 80% mobile browser. Untuk memenuhi pengujian terhadap 80% desktop browser, harus dilakukan pengujian terhadap tujuh browser yang sama, sedangkan untuk mobile browser pengujian akan dilakukan terhadap lima mobile browser berbeda. Jika dari tujuh desktop browser, dan lima mobile browser tidak memiliki perbedaan dan pesan error maka website tersebut telah memenuhi faktor portability.
c. Usability
Faktor usability diuji menggunakan Website Questionnaire Usability (WQU). Menurut Aziz (2015), WQU memiliki sembilan kriteria yang dipilih untuk menguji usabilitas website. Kriteria tersebut adalah effectiveness (EV), efficiency (EY), satisfaction (S), learnability (L), accessability (AC), navigation (N), content (C), interface/design (ID), dan intention of use (ITU). Kriteria tersebut merupakan komponen usability sehingga untuk menguji faktor usability, harus memenuhi sembilan kriteria tersebut.
Perhitungan nilai usability pada kuesioner WQU menggunakan skala Likert. Skala likert memiliki lima opsi jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Menurut Sugiyono (2011), untuk melakukan analisis kuantitatif menggunakan skala likert, maka jawaban harus diberi skor: SS (5); S (4); N (3); TS (2); STS (1). Kemudian berdasarkan skor yang telah ditetapkan, dapat dihitung menggunakan persamaan (1).
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 = ∑(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 × 𝑠𝑘𝑜𝑟) (1) Setelah total skor usability diketahui, kemudian menghitung presentase kelayakan yang dijelaskan pada persamaan 2
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑥 100% (2)
Presentase kelayakan akan dikonversikan kedalam predikat skala likert yang dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Tabel Intepretasi Skala Likert
No Presentase Intepretasi
2 21%-40% Tidak Layak 3 41%-60% Cukup Layak 4 61%-80% Layak 5 81%-100% Sangat Layak
d. Accessibility
Faktor accessibility diuji menggunakan Website Questionnaire Usability (WQU) faktor accessibility. Perhitungan nilai accessibility pada kuesioner WQU menggunakan skala likert memiliki lima opsi jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju) yang memiliki skor: SS (5); S (4); N (3); TS (2); STS (1). Kemudian berdasarkan skor yang telah ditetapkan, dapat dihitung menggunakan persamaan (3).
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 = ∑(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 × 𝑠𝑘𝑜𝑟) (3) Setelah total skor accessibility diketahui, kemudian menghitung presentase kelayakan yang dijelaskan pada persamaan 4
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑥 100% (4)
Presentase kelayakan akan dikonversikan kedalam predikat skala likert yang dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Tabel Intepretasi Skala Likert
No Presentase Intepretasi
1 0%-20% Sangat Tidak Layak 2 21%-40% Tidak Layak 3 41%-60% Cukup Layak 4 61%-80% Layak 5 81%-100% Sangat Layak
e. Content
Faktor accessibility diuji menggunakan Website Questionnaire Usability (WQU) faktor content. Perhitungan nilai content pada kuesioner WQU menggunakan skala likert memiliki lima opsi jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju) yang masing-masing memiliki skor: SS (5); S (4); N (3); TS (2); STS (1). Kemudian berdasarkan skor yang telah ditetapkan, dapat dihitung menggunakan persamaan (5).
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 = ∑(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 × 𝑠𝑘𝑜𝑟) (5)
Setelah total skor content diketahui, kemudian menghitung presentase kelayakan yang dijelaskan pada persamaan 6
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑥 100% (6)
Presentase kelayakan akan dikonversikan kedalam predikat skala likert yang dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Tabel Intepretasi Skala Likert
No Presentase Intepretasi 1 0%-20% Sangat Tidak Layak
2 21%-40% Tidak Layak
3 41%-60% Cukup Layak
4 61%-80% Layak
5 81%-100% Sangat Layak
f. Credibility
Faktor credibility diuji menggunakan model kuesioner yang terdiri dari dua kriteria yaitu real world feel dan trustworthiness. Kuesioner credibility ini diambil dari jurnal penelitian yang berjudul “What Makes Web Sites Credible? A Report on a Large Quantitative
Study” oleh BJ Fogg pada tahun 2001. Perhitungan nilai kuesioner credibility menggunakan skala likert memiliki lima opsi jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju) yang memiliki skor: SS (5); S (4); N (3); TS (2); STS (1). Kemudian berdasarkan skor yang telah ditetapkan, dapat dihitung menggunakan persamaan (7).
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑜𝑟 = ∑(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 × 𝑠𝑘𝑜𝑟) (7) Setelah total skor credibility diketahui, kemudian menghitung presentase kelayakan yang dijelaskan pada persamaan 8.
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑥 100% (8)
Presentase kelayakan akan dikonversikan kedalam predikat skala likert yang dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Tabel Intepretasi Skala Likert
No Presentase Intepretasi 1 0%-20% Sangat Tidak Layak
2 21%-40% Tidak Layak
3 41%-60% Cukup Layak
5 81%-100% Sangat Layak
g. Functionality
Pengujian faktor functionality dilakukan dengan melakukan pengujian validitas pada semua implementasi dari spesifikasi kebutuhan perangkat lunak. Untuk melakukan analisis
functionality dilakukan menggunakan
persamaan 9.
𝑋 = 1 − 𝐴𝐵 (9)
Dengan :
X = Tingkat Functionality
A = Jumlah fungsi yang bermasalah B = Jumlah fungsi yang diuji keseluruhan
Jika hasil persamaan mendekati 1, dapat diartikan bahwa website BKK SMK Negeri 1 Surabaya memenui faktor functionality.
h. Security
Pengujian faktor security pada sistem akan diuji menggunakan tool acunetix untuk mengetahui celah keamanan sistem. Penulis akan melakukan pengujian security dengan cara memilih tipe pengujian scan single website pada tool acunetix. Analisis yang dilakukan terhadap pengujian security adalah membandingkan hasil scan website dengan celah keamanan yang paling berisiko menurut OWASP. Hasil scan tersebut berupa laporan yang berisi web alert sehingga dapat dilihat celah keamanan apa saja yang terdapat pada sistem. Keamanan website dapat dikategorikan menjadi empat level, yaitu high risk alert level 3, medium risk level 2, low risk level 1.
i. Differentiation
Pengujian differentiation dilakukan untuk mengukur sejauh mana identitas dan keunggulan dari owner secara jelas didemonstrasikan (Nabil, 2011). Untuk mengetahui tercapainya hal tersebut dapat dilihat dari perspektif visitor menggunakan kuesioner credibility. Analisis yang dilakukan terhadap faktor differentiation yaitu dengan meninjau kembali hasil pengujian credibility. Jika credibility website dinyatakan layak, maka telah memenuhi faktor differentiation.
j. Popularity
Pengujian popularity dilakukan untuk mengukur sejauh mana website go public. Pencapaian popularitas berkaitan erat dengan pengunjung terutama aksesibilitas dan
pencapaian diferensiasi (Nabil, 2011). Website yang memiliki popularitas adalah website yang memiliki informasi yang bermanfaat, menarik, dan mudah diakses bagi pengunjungnya (Chu, et al., 2004). Untuk mengetahui website BKK sudah memenuhi faktor popularity, website tersebut harus lolos uji terhadap faktor accessability. Pengujian popularity dilakukan menggunakan WQU kriteria accessibility. Analisis yang dilakukan terhadap faktor popularity yaitu dengan meninjau kembali hasil pengujian accessibility. Jika accessibility website dinyatakan layak, maka telah memenuhi faktor popularity
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini akan membahas proses pengujian website menggunakan WBAQM. Pada proses pengujian terdapat tiga perspektif yaitu developer,visitor, dan owner yang masing-masing memiliki faktor pengujian.
a. Maintainability
Hasil pengujian maintainability menggunakan tool phpmetrics diketahui nilai rata-rata MI setiap kelas sebesar 107,08 yang dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Hasil Pengujian Maintainability
16 App\Http\Middleware\Auth
19 App\Store_gallerie 82,51 20 App\Support\Temp 69,95 21 App\User 123,08 29 App\Competence 71,59 30 App\Console\Commands\M
odifyAlumniPassword
100,08
31 App\Console\Kernel 120,92 32 App\Document 82,51 33 App\Entrepreneur 82,51 34 App\Exceptions\Handler 105,51 35 App\Gallerie 85,76 45 DatabaseSeeder 214,43 Rata-rata 107.08
Berdasarkan hasil pengujian maintainability, didapatkan nilai MI (Maintainability Index) sebesar 107,08 sehingga masuk ke dalam kategori highly maintainable. Dan untuk dapat memenuhi standar maintainability, dibutuhkan nilai MI di atas 65.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa sistem telah memenuhi karakteristik maintainability. Namun, terdapat class yang memiliki nilai MI rendah. Untuk mengetahui masalah tersebut, tool phpmetric telah menyediakan fasilitas untuk mengetahui mengapa class tersebut memiliki nilai MI rendah. Pada kasus ini, class Company, RoleAuthController, RoleAuthGuest memiliki nilai MI paling rendah. Dikarenakan class tersebut memiliki kode program yang terlalu komplek yang dapat menyebabkan bug.
b. Portability
Pengujian portability dilakukan dengan menguji kompatibilitas website terhadap tujuh browser dekstop dan lima broser mobile dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Hasil Pengujian Poratbility
No Nama Browser Hasil 11 Microsoft Lumia 950 Sukses 12 Galaxy S III Sukses
Dengan tidak dimilikinya perbedaan unit, error, dan warning terhadap tujuh browser dekstop dan mobile maka dapat disimpulkan bahwa website BKK telah lolos uji faktor portability.
c. Usability
Pengujian usability yang dilakukan dengan menyebar WQU dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 8. Hasil Pengujian Usability
N 2 50 79 68 18 C 3 45 68 58 12 ID 3 44 70 57 12 ITU 1 25 32 24 11 Jumlah
Jawaban
0 32 51 30 11
Skor 16 604 1548 1604 645 Jumlah Skor 4232
Jumlah Responden (n)
31
Jumlah Pertanyaan 42
Jumlah Skor Ideal 5*42*31 = 6510
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 42326510 𝑥 100%
= 65%
Berdasarkan hasil pengujian usability, didapatkan presentase kelayakan usability sebesar 65%. Sehingga jika hasil tersebut dimasukkan ke dalam interval Skala Likert maka sistem masuk ke dalam kategori layak.
d. Accessibility
Pengujian accessibility yang dilakukan dengan menyebar WQU faktor accessibility dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9. Hasil Pengujian Accessibility
Kriteria STS TS N S SS
Accessibility 5 49 81 56 26 Skor 5 98 243 224 130 Jumlah Skor 515
Jumlah Responden (n) 31 Jumlah Pertanyaan 5 Jumlah Skor
Ideal
5*5*31 = 775
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 515775 𝑥 100%
= 66%
Berdasarkan hasil pengujian accessibility, didapatkan presentase kelayakan accessibility sebesar 65%. Sehingga jika hasil tersebut dimasukkan ke dalam interval Skala Likert maka sistem masuk ke dalam kategori layak.
e. Content
Pengujian content yang dilakukan dengan menyebar WQU faktor content dapat dilihat pada tabel 10.
Tabel 10. Hasil Pengujian Content
Kriteria STS TS N S SS
Content 3 45 68 58 12 Skor 5 90 204 232 60 Jumlah Bobot 589
Jumlah Responden (n) 31 Jumlah Pertanyaan 6
Jumlah Skor Ideal 5*6*31 = 930
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 589930 𝑥 100%
= 63%
Berdasarkan hasil pengujian content, didapatkan presentase kelayakan content sebesar 63%. Sehingga jika hasil tersebut dimasukkan ke dalam interval Skala Likert maka sistem masuk ke dalam kategori layak.
f. Credibility
Pengujian credibility yang dilakukan dengan menyebar kuesioner credibility dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11. Hasil Pengujian Credibility
Kriteria STS TS N S SS
Real-world Feel 3 37 40 29 15 Trustworthines
s
0 39 56 40 20
Jumlah Jawaban
3 76 68 69 35
Skor 3 152 288 276 175 Jumlah Skor 894
Jumlah Responden (n) 31 Jumlah Pertanyaan 9
Jumlah Skor Ideal 5*9*31 = 1395
𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛(%) = 894
1395 𝑥 100% = 64%
Berdasarkan hasil pengujian credibility, didapatkan presentase kelayakan credibility sebesar 63%. Sehingga jika hasil tersebut dimasukkan ke dalam interval Skala Likert maka sistem masuk ke dalam kategori layak.
g. Functionality
𝑋 = 1 − 10 = 1 − 0,4 = 0.64
Berdasarkan hasil pengujian functionality, didapatkan tingkat functionality sebesar 0,6. Dan untuk dapat memenuhi standar functionality, diperlukan tingkat functionality yang mendekati atau bernilai 1. Sehingga dari hasil pengujian tersebut maka sistem telah memenuhi standar untuk karakteristik functionality.
h. Security
Pengujian security menghasilkan 306 web alert. Tingkat keamanan website BKK SMK Negeri 1 Surabaya pada level 2 yaitu medium. Pada gambar 1 menunjukan bahwa terdapat 51 alert dalam level 2 low, 94 alert dalam level 3 low, dan 161 alert dalam level 4 informational. Gambar 2 menunjukan hasil pengujian security terhadap website BKK.
Gambar 2. Hasil Pengujian Security
Analisis yang dilakukan pada pengujian security adalah membandingkan hasil analisis tools acunetix dengan literatur. Secara menyeluruh, keamanan website BKK SMK Negeri 1 Surabaya terdapat pada level medium. Hal tersebut menunjukan bahwa masih terdapat celah-celah yang memungkinkan terjadinya ancaman dan akses illegal yang berpotensi merusak sistem
i. Differentiation
Hasil skor yang didapatkan dari presentase kelayakan credibility adalah 64%. Berdasarkan tabel intepretasi skala likert, kelayakan credibility website BKK SMK Negeri 1 Surabaya terdapat pada kategori layak. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini yaitu tingkat kelayakan credibility seharusnya pada tingkat sangat layak. Website BKK SMK Negeri 1 Surabaya memiliki perbedaan dengan pencarian kerja lainnya. Hal tersebut dikarenakan pengguna kurang percaya terhadap website BKK SMK Negeri 1 Surabaya. Untuk meningkatkan
kelayakan faktor differentiation perlu dilakukan tinjauan kembali pada faktor credibility sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan faktor differentiation.
j. Popularity
Hasil skor yang didapatkan dari presentase kelayakan accessibility adalah 65 %. Berdasarkan tabel intepretasi skala likert, kelayakan accessibility website BKK SMK Negeri 1 Surabaya terdapat pada kategori layak. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini yaitu tingkat kelayakan accessibility seharusnya pada tingkat sangat layak. Sehingga untuk meningkatkan kelayakan faktor popularity perlu dilakukan tinjauan kembali pada faktor accessibilty. Dengan mudahnya akses website BKK SMK Negeri 1 Surabaya, maka semakin banyak diakses oleh pengguna yang berakibat pada populernya website tersebut
k. Hasil Keseluruhan
Kesimpulan terhadap pengujian dan analisis WBAQM dapat dilihat pada tabel 12.
Tabel 12. Kesimpulan Pengujian Kualitas Website
Faktor
Kualitas Tools Nilai Hasil
Maintainability PhpMetrics 197,8 Sangat Layak
Portability Web
Browser 100%
Sangat Layak
Usability
Kuesioner
Website Quality Usability
(WQU)
65% Layak
Accessibility
Kuesioner WQU faktor
accessibility
66% Layak
Content
Kuesioner WQU faktor
content
63% Layak
Credibility Kuesioner
oleh BJ Fogg 64% Layak
Functionality Uji Validitas 0.6 Sangat Layak
Security Acunetix
Tool Medium Medium
Differentiation Kuesioner
oleh BJ Fogg 64% Layak
Popularity
Kuesioner WQU faktor
accessibility
5. KESIMPULAN
1. Penelitian ini berhasil menerapkan Web Based Application Quality Model (WBAQM) untuk melakukan pengujian website Bursa Kerja Khusus SMK Negeri 1 Surabaya. Faktor-faktor WBAQM diterapkan berdasarkan perspektif model. Faktor maintainability menggunakan tool phpmetrics untuk mengetahui nilai Maintainability Index. Faktor portability diuji menggunakan uji kompatibilitas pada tujuh desktop browser dan lima browser mobile. Faktor usability diuji menggunakan website questionnaire usability (WQU). Faktor accessibility diuji menggunakan WQU kriteria accessibility. Faktor content diuji menggunakan WQU kriteria content. Faktor credibility diuji menggunakan kuesioner BJ Fogg. Faktor functionality diuji menggunakan uji validitas. Faktor security diuji menggunakan tool acunetix untuk mengetahui celah keamanan. Faktor differentiation diuji dengan meninjau kembali hasil pengujian faktor credibility. Faktor popularity diuji dengan meninjau kembali hasil pengujian faktor accessibility. 2. Berdasarkan analisis pengujian terdapat
tiga faktor pengujian berhasil lolos sesuai harapan sedangkan enam lainnya tidak sesuai harapan.
3. Website BKK memiliki beberapa faktor yang tidak sesuai harapan. Faktor tersebut adalah usability, accessibility, content, credibility dan security. Rekomendasi yang sesuai untuk menunjang kualitas faktor usability, accessibility, content, dan credibility harus dilakukan perbaikan sistem dengan cara melakukan evaluasi tingkat kepuasan pengguna dan membuat interface design dari evaluasi tersebut. Dengan memperbaiki interface design maka akan memperbaiki tingkat kepuasan pengguna terhadap kriteria-kriteria pengujian faktor usability. Sedangkan untuk faktor security, sebaiknya BKK menerapkan standar keamanan yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur dengan mengacu pada The Open Web Application Security Project (OWASP) dan melakukan pengujian keamanan secara rutin dan berkala, baik dengan berkonsultasi kepada bidang terkait ataupun konsultan yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Coleman, D., Ash, D. & Oman, P. 1994. Using Metrics to Evaluate Software System Maintainability. pp. 44-49.
Fogg, B. et al. 2001. What Makes Web Sites Credible? A report on a large quantitative study. Computer Human Interaction 3, pp. 61-68
Nabil, D., 2011. Web-Based Applications quality factors: A survey. Egyptian Informatics Journal, pp. 211-217.
Aziz, N. S. & Kamaludin, A. 2015. Using Pre-Test to Validate the Questionnaire for Website Usability (QWU). International Conference on Software Engineering and Computer System (ICSECS), Volume 4th, pp. 19-21.
Salonen, V. 2012. Automatic Portability Testing.
Master’s Thesis in Information Technology,
17 Oktober.pp. 17 - 48.
Chu, K. K., sen, T. C. & Yen, T. H. 2004. Measuring Website Popularity and Raising Designers' Effort. IEEE International Conference on Systems, Man and Cybernetics.