Unsur-Unsur
Kebudayaan
Aspek Budaya
Eugene McKenna (2006)
Budaya organisasi dipersepsikan oleh Trice dan
Beyer (1984) terdiri dari empat aspek penting:
Ritus dan upacara
Cerita-cerita
Simbol-simbol dan
Bentuk Budaya
Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge
(2007)
Budaya diturunkan kepada pegawai
Karakter Budaya
Fred Luthans (2008)
Budaya organisasi mempunyai sejumlah
karakteristik penting. Sebagian dari yang
disepakati adalah :
Keteraturan perilaku yang diamati
. Ketika
Karakter Budaya
Filosofi. Ada kebijakan yang menetapkan keyakinan
organisasi mengenai bagaimana para pegawai dan/atau para pelanggan diperlakukan.
Aturan-aturan. Terdapat pedoman yang ketat yang
berhubungan dengan bergaul di dalam organisasi. Pendatang baru harus mempelajari “seluk beluk
organisasi” guna diterima sebagai anggota penuh dari kelompok.
Iklim organisasi. Ini merupakan “perasaan” secara
Level Budaya
Laurie J. Mullins (2005)
Schein menyarankan suatu pandangan
mengenai budaya organisasi berdasarkan
atas pembedaan terhadap tiga level
Level Budaya
Joseph E. Champoux (2006)
Level Budaya organisasi
Artefak/karakteri stik fisik
Nilai-nilai yang digunakan
Level Budaya
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Tiga level budaya
Artefak:
•Kinerja pribadi
Upacara dan ritus
Cerita-cerita
Ritual
Simbol-simbol
Bisa dilihat tapi tidak bisa
Level Budaya
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Nilai-nilai
•Bisa diuji di dalam lingkungan fisik
Bisa diuji hanya dengan konsensus sosial
Level kesadaran yang lebih besar
Asumsi-asumsi dasar
•Hubungan dengan lingkungan
Sifat realitas, waktu dan ruang
Sifat manusia
Sifat hubungan manusia
Diterima begitu saja Tidak terlihat
Nilai
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Nilai-nilai organisasi
: hal-hal yang
mempunyai nilai pribadi atau organisasi
bagi para pendiri atau manajemen senior.
Nilai-nilai biasanya berdasarkan atas
ajaran-ajaran moral, masyarakat atau
agama yang dipelajari di masa
Nilai
Joseph E. Champoux (2006)
Nilai-nilai (values) menjelaskan kepada
anggota organisasi apa yang
“seharusnya” mereka lakukan dalam
berbagai situasi. Nilai-nilai sulit untuk
Nilai
Andrew J.DuBrin (2007)
Landasan dari setiap budaya organisasi adalah
nilai-nilai. Filosofi perusahaan yang diekspresikan melalui
nilai-nilai, dan nilai-nilai membimbing perilaku setiap hari. Nilai-nilai juga memberi kontribusi langsung terhadap
suasana etis di dalam sebuah perusahaan.
Sebuah studi menunjukkan, misalnya bahwa ketika top
Nilai
Michael A. Hitt, C. Chet Miller and Adrienne Colella (2006)
Nilai-nilai adalah kecenderungan secara luas untuk
merujuk pada situasi tertentu daripada yang lainnya. Nilai-nilai adalah perasaan-perasaan dan nilai-nilai tersebut mempunyai sisi plus dan minus. Nilai-nilai ini berhubungan dengan:
jahat vs baik; kotor vs bersih; jelek vs cantik, tidak alami vs alami; abnormal vs normal; paradoksal vs logis;
Nilai
Michael A. Hitt, C. Chet Miller and Adrienne Colella (2006)
Nilai-nilai merupakan hal pertama yang dipelajari
anak-anak – secara tidak sadar, tetapi secara implisit. Ahli
psikologi perkembangan percaya bahwa menjelang usia 10 tahun, kebanyakan anak-anak telah mempunyai
sistem nilai dasar mereka dengan kuat, dan setelah usia tersebut, perubahan sulit untuk dilakukan. Karena nilai-nilai tersebut diperoleh demikian dini di dalam kehidupan kita, banyak nilai-nilai tersebut tetap tidak disadari oleh mereka yang memilikinya. Oleh karena itu nilai-nilai
tersebut tidak bisa dibahas, dan juga tidak bisa diamati secara langsung oleh orang luar. Nilai-nilai tersebut
Nilai
Gareth R.Jones (2004)
Nilai-nilai
adalah kriteria, standar, atau
prinsip-prinsip yang membimbing yang
Nilai
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Nilai-nilai mencerminkan keyakinan seseorang yang melandasi apa
yang seharusnya dan tidak seharusnya. Nilai-nilai seringkali
diartikulasikan secara sadar, baik di dalam percakapan dan di dalam pernyataan misi perusahaan atau laporan tahunan.
Charles S. Schwab Corporation, sebuah perusahaan keuangan,
merupakan model bisnis yang digerakkan oleh nilai-nilai. Nilai-nilai organisasi intinya adalah sebagai berikut:
Jujurlah, berempati, dan tanggap di dalam melayani para
pelanggan
Hormati dan perkuat sesama pegawai dan berdayakan teamwork Terus menerus berupaya untuk melakukan inovasi terhadap apa
yang anda lakukan dan bagaimana anda melakukannya
Nilai
Fred Luthans (2008)
Terdapat nilai-nilai penting yang dibela organisasi dan
mengharapkan anggota organisasi sama-sama memilikinya. Contoh-contoh yang khas adalah kwalitas produk yang tinggi, rendahnya kemangkiran, dan tingginya efisiensi.
Laurie J. Mullins (2005)
Pembelajaran budaya mencerminkan nilai-nilai asli seseorang.
Solusi mengenai bagaimana menangani tugas baru, atau
permasalahan baru adalah berdasarkan atas keyakinan mengenai realitas. Jika solusi tersebut bisa efektif maka nilai tersebut bisa merubah suatu keyakinan. Nilai-nilai dan keyakinan menjadi bagian dari proses konseptual bagaimana anggota-anggota kelompok
Ritual
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Ritual
merupakan pola-pola kegiatan yang
berulang-ulang yang terjadi pada kondisi
tertentu atau pada waktu tertentu dalam
suatu organisasi. Ritual ini dimaksudkan
untuk membantu para pegawai untuk
Ritual
Michael A. Hitt, C. Chet Miller and Adrienne Colella (2006)
Ritual adalah kegiatan kolektif yang secara teknis
luarbiasa di dalam menjangkau tujuan-tujuan yang diinginkan, tetapi di dalam suatu budaya, dianggap penting secara sosial; oleh karena itu ritual tersebut dilakukan karena ritual itu sendiri. Cara-cara
Ritual
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Praktek-praktek organisasi sehari-hari yang
berulang-ulang merupakan ritual. Biasanya ritual
ini tidak tertulis
Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge (2007)
Ritual merupakan sekuen kegiatan yang
berulang-ulang yang mengekspresikan dan
Ritus
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Ritus-ritus
adalah sejumlah kegiatan yang
relatif rinci dan dramatis yang
mengkonsolidasikan berbagai bentuk
Ritus
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Rites of passage menunjukkan bahwa status individu telah
berubah. Makan malam bagi pensiunan merupakan suatu contoh.
Rites of enhancement memperkuat pencapaian individu. Suatu
contoh adalah pemberian sertifikat kepada pemenang perlombaan penjualan.
Rites of renewal menekankan perubahan di dalam organisasi dan
komitmen terhadap pembelajaran dan pertumbuhan. Suatu contoh adalah pembukaan pusat pelatihan perusahaan baru.
Rites of integration menyatukan berbagai kelompok atau tim di
dalam organisasi dan memperbarui komitmen terhadap
Ritus
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Rites of conflict reduction memfokuskan pada penanganan
konflik atau pertikaian yang biasanya muncul di dalam
organisasi. Contohnya mendengar keluhan dan negosiasi kontrak serikat buruh.
Rites of degradation digunakan oleh sebagian organisasi
untuk menghukum orang yang gagal mematuhi nilai-nilai dan norma-norma perilaku. Sebagian CEO, misalnya digantikan di depan publik karena perilaku yang tidak etis atau gagal
mencapai tujuan-tujuan organisasi. Di beberapa organisasi Jepang, para pegawai yang mempunyai kinerja buruk
Ritus dan Upacara
Eugene McKenna (2006)
Ritus dan upacara membantu para pegawai
mengidentifikasi diri dengan organisasi dan
keberhasilannya dan memberikan penjelasan yang hidup mengenai nilai-nilai sebuah perusahaan. Ritus dan
upacara bisa dianggap sebagai kejadian khusus dan
memperkuat nilai-nilai khusus, yang menciptakan ikatan antara orang-orang untuk mempertahankan pemahaman bersama, dan menghormati orang yang membela
Ritus dan Upacara
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Sejumlah kegiatan yang relatif rinci yang
dilakukan berulang-ulang pada acara penting
dikenal sebagai upacara dan ritual organisasi.
Derek Rollinson (2005)
Upacara formal dan informal banyak terdapat di
Upacara
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Upacara
adalah sistem ritual yang dilakukan
dalam suatu acara.
Loyality Group di Kanada mengadakan acara
“Fun Day”, dimana 700 orang pegawainya hadir
disitu. Unsur-unsur Fun Day termasuk piknik,
Asumsi
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Asumsi-asumsi dasar: pemahaman yang tidak terlihat,
sudah diterima begitu saja, tidak disadari yang dimiliki oleh orang-orang berkaitan dengan aspek-aspek perilaku manusia, sifat realitas dan hubungan organisasi dengan
lingkungannya.
Laurie J. Mullins (2005)
Asumsi-asumsi dasar yang melandasi. Ketika
asumsi-asumsi dasar diulang-ulangi secara tidak sadar maka dia menjadi diterima tanpa bertanya lagi. Asumsi-asumsi dasar secara tidak sadar mempunyai respon yang dipelajari. Ini merupakan asumsi-asumsi implisit yang benar-benar
anggota-Asumsi
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Asumsi
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Budaya organisasi merupakan pola asumsi-asumsi
dasar bagaimana suatu kelompok menemukan,
membentuk atau berkembang di dalam pembelajaran
untuk menghadapi permasalahan adaptasi eksternal dan integrasinya, yang telah berfungsi dengan cukup baik
untuk dianggap valid, dan oleh karena itu cukup baik untuk diajarkan kepada anggota baru sebagai cara mempersepsikan, berpikir dan merasa dalam
hubungannya dengan berbagai permasalahan
Pandangan Schein yang mendasar adalah bahwa
Asumsi
Joseph E. Champoux (2006)
Artefak
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Artefak merupakan benda-benda yang diciptakan oleh
tangan-tangan manusia untuk memudahkan kegiatan ekspresi budaya. Ini mencakup alat-alat, mebel,
perabotan dan pakaian (pakaian kerja).
Kantor dengan pengaturan terbuka, yang tidak
Artefak
Joseph E. Champoux (2006)
Artefak merupakan bagian yang paling
bisa dilihat dari budaya organisasi. Artefak
ini merupakan ciri-ciri yang jelas dari
sebuah organisasi yang segera terlihat
bagi pegawai baru. Artefak termasuk
bunyi, arsitektur, bau, perilaku, pakaian,
Artefak
Laurie J. Mullins (2005)
Level yang paling terlihat dari budaya
adalah artefak dan ciptaan – yaitu
lingkungan fisik dan sosial yang dibentuk.
Ini mencakup ruang fisik dan tata letak,
hasil terknologi, bahasa tulisan dan bicara
dan perilaku yang terlihat dari
Artefak
Derek Rollinson (2005)
Ini merupakan manifestasi yang paling
nyata dari suatu budaya. Ini mencakup
segala sesuatu mulai dari tata letak fisik
suatu bangunan sampai cara orang
berpakaian, cara mereka berbicara satu
sama lain dan seringkali hal-hal yang
Cerita
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Cerita-cerita merupakan narasi sederhana yang
menggambarkan bagaimana individu bertindak dan keputusan penting yang mereka ambil yang mempengaruhi masa depan perusahaan. Cerita-cerita biasanya berdasarkan atas
peristiwa sebenarnya tetapi bisa juga merupakan campuran kebenaran dan fiksi (Feldman, 1991; Weick 1995).
Cerita Procter and Gambler: seorang pegawai memperhatikan
bahwa label pada suatu produk di supermarket setempat terpasang miring. Dia membeli seluruh stok dengan
Cerita
Andrew J.DuBrin (2007)
Cerita-cerita organisasi dengan makna yang di
baliknya. Cerita-cerita yang beredar di banyak organisasi untuk memperkuat prinsip-prinsip yang dianggap penting oleh top management. Cerita yang sering diulang-ulangi adalah bagaimana para pejabat perusahaan atau pekerja lain bersusah payah
memuaskan kebutuhan seorang pelanggan atau klien, seperti berburu suku cadang di tempat pembuangan mobil bekas untuk mendapatkan pengganti suku
Cerita
Eugene McKenna (2006)
Ini merupakan suatu bentuk komunikasi yang
memfokuskan terutama pada vignettes (gambar)
dan anekdot mengenai dedikasi dan komitmen
pahlawan perusahaan dan para manajer, atau
pengabdian para pegawai biasa. Cerita-cerita ini
diceritakan kepada para pegawai baru untuk
Cerita
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Sebagian peneliti telah berpendapat bahwa cara
paling efektif untuk memperkuat nilai-nilai
organisasi adalah melalui cerita-cerita. Ketika
cerita-cerita tersebut diceritakan berulang-ulang,
cerita-cerita memberikan makna dan identitas
Cerita
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Cerita-cerita mengenai bos. Cerita-cerita ini mungkin
mencerminkan apakah bos tersebut “manusiawi” atau bagaimana bos tersebut bereaksi terhadap kesalahan
Cerita-cerita mengenai orang yang dipecat. Kejadian-kejadian
yang membawa kepada pemecatan diceritakan kembali.
Cerita-cerita mengenai bagaimana perusahaan menangani
para pegawai yang harus direlokasikan. Cerita-cerita ini
berhubungan dengan tindakan-tindakan perusahaan terhadap para pegawai yang harus pindah – apakah perusahaan
Cerita
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Cerita-cerita mengenai apakah para pegawai tingkat
rendahan bisa naik ke atas. Seringkali, cerita-cerita ini menggambarkan seseorang yang mulai dari bawah dan pada akhirnya menjadi seorang CEO.
Cerita-cerita mengenai bagaimana perusahaan berhubungan
dengan situasi krisis. Contoh dari krisis klien di IBM
menunjukkan bagaimana perusahaan mengatasi hambatan.
Cerita-cerita mengenai bagaimana pertimbangan status
berfungsi ketika aturan-aturan dilanggar. Ketika Tom Watson, Sr. menjadi CEO IBM, dia pernah berhadapan dengan
Jokes
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Jokes
adalah cerita-cerita humor yang
dimaksudkan untuk menghibur tetapi
tema-tema dasarnya bisa menyampaikan
pesan mengenai suatu perilaku atau
nilai-nilai yang diharapkan dari anggota
Mistik
Derek Rollinson (2005)
Ini seringkali merupakan cara
Mitos
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Mitos acara cerita dramatis mengenai kejadian yang
dibayangkan, biasanya untuk menjelaskan asal usul sesuatu. Mitos ini memberikan dasar yang tidak perlu dipertanyakan lagi bagi suatu perilaku atau teknik-teknik yang tidak didukung oleh fakta yang bisa ditunjukkan.
Seorang staf di Disneyland Paris yang berpakaian
sebagai Mickey Mouse dituntut oleh perusahaan
Mitos
Andrew J.DuBrin (2007)
Mitos adalah cerita dramatis atau kejadian yang
dibayangkan mengenai sejarah perusahaan. (Mitos lebih dibesar-besarkan daripada cerita organisasi). Mitos memberi kontribusi pada legenda perusahaan, membantu menyatukan kelompok, dan bisa
Tabu
Derek Rollinson (2005)
Taboo
Bahasa
Eugene McKenna (2006)
Organisasi mengembangkan istilah yang
khas (ucapan, slogan, atau perumpamaan
tertentu) untuk menggambarkan
Bahasa
Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge
(2007)
Banyak organisasi dan unit di dalam organisasi
menggunakan bahasa sebagai cara untuk
mengidentifikasi anggota-anggota budaya atau
sub-budaya. Dengan mempelajari bahasa,
anggota-anggota menunjukkan penerimaan
Bahasa
Derek Rollinson (2005)
Bahasa yang digunakan orang-orang bisa
merupakan indikasi yang berharga bagi
Simbol
Michael A. Hitt, C. Chet Miller and Adrienne Colella (2006)
Simbol-simbol adalah kata-kata, gambar, atau objek
yang mempunyai makna tertentu yang hanya diakui oleh mereka yang sama-sama mempunyai budaya tersebut. Kata dalam suatu bahasa atau jargon termasuk ke
dalam kategori ini, sebagaimana pakaian, gaya rambut, Coca-cola, bendera, dan simbol status. Simbol-simbol baru dikembangkan dengan mudah dan yang lama
Simbol
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Simbol-simbol merujuk pada suatu tindakan, kejadian,
benda, kualitas atau hubungan yang berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan makna.
Logo Coca Cola dan IBM, simbol Nike, G untuk Gucci
dan x untuk Coco Channel; “Golden Arches” (Lengkungan Emas dari McDonald).
Simbol Palang Merah adalah palang atau salib merah
dengan latar belakang putih, yang merupakan kebalikan dari bendera Swiss dan berarti netralitas.
Simbol
Eugene McKenna (2006)
Simbol adalah sesuatu yang menggambarkan
sesuatu yang lainnya. Misalnya, ritus, upacara
dan slogan semuanya merupakan
simbol-simbol; simbol-simbol ini menyimbolkan
nilai-nilai yang lebih dalam dari organisasi.
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Simbol-simbol mengkomunikasikan budaya
Simbol
Derek Rollinson (2005)
Norma
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Norma-norma
adalah cara berperilaku yang
diharapkan yang diterima sebagai cara
perusahaan melakukan segala sesuatu, dengan
demikian memberikan panduan bagi perilaku
pegawai.
Di mess pejabat Tentara Inggris, seseorang
Norma
Fred Luthans (2008)
Terdapat Standar perilaku, termasuk pedoman
mengenai berapa banyak pekerjaan yang harus
dilakukan, yang mana di dalam organisasi yang
mengatakan “Jangan lakukan terlalu banyak;
jangan lakukan terlalu sedikit”.
Derek Rollinson (2005)
Ini merupakan kode perilaku yang ditimbulkan
Kursus
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Kursus adalah sejumlah instruksi untuk memperkenalkan,
melakukan orientasi dan pelatihan yang digunakan untuk mendidik anggota baru.
McDonald (rantai restoran cepat saji AS) mendirikan
pusat pelatihannya pada tahun 1961. Pusat pelatihan yang disebut Universitas Hamburger ini memberikan “gelar” dalam “hamburgerologi”.
Perusahaan penerbangan mengadakan kursus selama
Gestures
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Gestures
adalah gerakan bagian-bagian
tubuh yang digunakan untuk
mengekspresikan makna.
Di dalam organisasi militer, prajurit yunior
memberi hormat prajurit senior dengan
gesture yang mengakui kedudukan
Pahlawan
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Pahlawan merupakan karakter, apakah hidup atau mati,
yang mempersonifikasi nilai-nilai dan keyakinan; yang disebutkan di dalam cerita-cerita perusahaan, legenda, saga, mitos dan lelucon; dan yang mewakili model peran yang harus ditiru oleh pegawai yang ada sekarang.
Di B & Q (pengecer untuk perbaikan rumah di Inggris),
Mr Block dan Mr Quale dikatakan mempunyai visi yang masih diikuti sampai sekarang.
Bill Harley dan John Davidson masih menggambarkan
Pahlawan
Michael A. Hitt, C. Chet Miller and Adrienne Colella (2006)
Para pahlawan, apakah hidup atau mati, nyata atau
khayalan, yang memiliki karakteristik yang sangat dihargai di dalam suatu budaya, sehingga berfungsi sebagai model perilaku. Bahkan fantasi atau gambar kartun seperti Batman, atau sebaliknya Snoopy, di AS, Asterisk di Perancis, atau Ollie B. Bommel (Mr Bumble) di Belanda, bisa berfungsi sebagai pahlawan budaya. Di zaman televisi ini, penampilan luar telah menjadi
Legenda
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Legenda
adalah cerita turun temurun
mengenai peristiwa luarbiasa berdasarkan
sejarah, tetapi dibumbui dengan rincian
Motto
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Motto
adalah peribahasa yang digunakan sebagai
aturan berperilaku. Tidak seperti slogan, motto
jarang berubah.
John Lewis Partnership (kelompok departemen
store Inggris): “Never knowingly undersold”.
Special Air Services (SAS) (militer Inggris):
Tata Letak
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Tata letak secara fisik menyangkut segala sesuatu yang
mengelilingi orang, yang memberikan kepada mereka
rangsangan sensoris langsung ketika mereka melakukan kegiatan yang ekspresif secara budaya.
Kantor pusat di Nike (pabrik alas kaki) mempunyai Hall
of Fame (Ruang bagi orang-orang terkenal) dari
Saga
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Saga
adalah cerita-cerita sejarah yang
menggambarkan prestasi yang unik dari suatu
kelompok dan para pemimpinnya. Saga ini
biasanya menggambarkan sejumlah kejadian
yang dikatakan terjadi dengan berjalannya
Slogan
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Slogan
adalah ungkapan singkat dan gampang
diingat yang berubah secara teratur. Slogan ini
digunakan untuk menarik pelanggan dan juga
untuk memotivasi para pegawai.
Nike: “Just do it”
Tentara Inggris “Be the best”
Asda “Asda price jingle”
Sosialisasi
David Buchanan, Andrej Huczynski (2004)
Sosialisasi organisasi:
proses bagaimana
pola-pola perilaku individual dan nilai-nilai
serta sikap dan motif-motif mereka
Keyakinan
Andrew J.DuBrin (2007)
Keyakinan pada tujuan yang lebih tinggi. Karakteristik yang dominan dari banyak perusahaan yang dinilai
sebagai 100 Perusahaan Terbaik adalah bahwa pegawai mempunyai tujuan. Pegawai memperoleh kepuasan
yang lebih tinggi dari perasaan bahwa apa yang mereka kerjakan adalah baik dan benar. Keyakinan pada tujuan yang lebih tinggi adalah mudah memahaminya jika
seseorang bekerja untuk perusahaan farmasi. Tetapi
pegawai dari perusahaan jasa keuangan percaya bahwa mereka menempati tempat yang berguna di dalam
Semangat
Andrew J.DuBrin (2007)
Semangat Inovasi. Dimensi budaya yang penting
pada kebanyakan bidang adalah semangat inovasi tenaga kerja. Lingkungan yang mendorong innovasi memberi kontribusi pada kreatifitas individual. Bill Ford mengatakan pada tahun 2006 bahwa daya dorong
Kinerja
Debra L. Nelson, James Campbell Quick (2006)
Budaya bisa dipahami sebagiannya
melalui penyelidikan terhadap perilaku
anggota organisasi. Kinerja pribadi
Stabilitas
Andrew J.DuBrin (2007)
Tingkat stabilitas
. Perusahaan yang cepat,
dinamis mempunyai budaya yang berbeda
dengan perusahaan yang lambat dan stabil.
Manajer top level mengirimkan sinyal dengan
posisi tubuh yang enerjik atau loyo mengenai
seberapa senang mereka menyambut baik
Alokasi
Andrew J.DuBrin (2007)