PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROS

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES BELAJAR

MENGAJAR SERTA NILAI DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN

BAB I

PENDAHULUAN

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’ ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab media adalah perantara (لءاسو) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan,atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien(siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar ebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada umumnya.

(2)

BAB II

PEMBAHASAN

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SERTA NILAI DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN A. Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar

Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

2. Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indera, seperti:

a. Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar,film bingkai,film,atau model;

b. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar;

c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photo-grafy;

d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bias di tampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal;

e. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram,dan lain-lain;

f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai,gambar, dan lain-lain.

3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:

a. Menimbulkan kegairahan belajar;

b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan;

(3)

4. Dengan sifat unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pembelajaran ditetukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana senuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar-belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran, yaitu:

a. Memberikan perangsang yang sama b. Mempersamakan pengalamam

c. Menimbulkan presepsi yang sama. [2]

Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar perorangan dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.[3]

Media pembelajaran mengikuti taksonomi Leshin, dan kawan-kawan (1992) yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, dan lain-lain), media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas), media berbasis visual (buku, charts, grasfik, peta, figure/gambar, transparansi, film bingkai, atau slide), media berbasis audio-visual (video,film, slide bersama tape, televisi), dan media berbasik komputer (pengajaran dengan bantuan komputer.[4]

1. Media Berbasis Manusia.

(4)

melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar.[5]

Langkah-langkah rancangan jenis pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan masalah yang relevan;

b. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memecahkan masalah;

c. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah;

d. Tuntun eksploarasi siswa;

e. Berikan umpan balik mengenai benar atau salahnya jalan pikiran dan jalur pemecahan masalah;

f. Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam dengan tahap tingkat kerumitan;

g. Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru untuk dipecahkan.[6]

Salah satu faktor penting dalam pembelajaran dengan media berbasis manusia ialah rancangan pembelajaran yang interaktif. Dengan adanya manusia sebagai pemeran utama dalam proses belajar maka kesempatan interaksi semakin terbuka lebar. Pelajaran interaktif yang terstruktur dengan baik bukan hanya lebih menarik tetapi juga memberikan kesempatan untuk percobaan mental dan pemecahan masalah yang kreatif.disamping itu, pelajaran interaktif mendorong partisipasi siswa dan jika digunakan dengan baik dapat mempertinggi hasil belajar dan pengalihan pengetahuan. Sebagai penuntun untuk mengembangkan pelajaran interaktif dikemukakan langkah-langkah berikut:

a. Mengidentifiksi pokok bahasan pelajaran

b. Mengembangkan kajian pembelajaran yang mencakup semua informasi yang diharapkan siswa harus dikuasi

(5)

d. Menetapkan jenis informasi yang diinginkan dari siswa; dikembangkan pertanyaan atau strategi lain yang memerlukan keikutsertaan siswa menganalis, mensitesis, mengevaluasi, atau membuat keputusan

e. Menentukan pesan-pesan apa yang ingin disampaikan dengan kegiatan interaktif

f. Menetapkan butir-butir diskusi penting; butir-butir penting ini dapat disajikan setelah melibatkan siswa dalam diskusi atau kegiatan strategis lainnya.[7]

Pembelajaran interaktif dapat direalisasikan dalam beberapa bentuk, yaitu:

1. Pembelajaran Partisipatori yaitu jenis pembelajaran yang dimulai dengan sesi curah pendapat dari seluruh siswa.

2. Pembelajaran main peran yaitu dimulai dengan main peran yang diberi tahapan dengan pelaku yang terdiri atas siswa dengan suka rela.

3. Pembelajaran kuis tim yaitu dimulai dengan mengumumkan bahwa akan ada kuis pada akhir pelajaran

4. Pembelajaran kooperatif yaitu menciptakan tim-tim atau kelompok-kelompok yang bertanggung jawab untuk saling mengajar pengetahuan atau keterampilan khusus.

5. Debat struktur amat bermanfaat apabila ada butir-butir informasi penting atau pandangan yang berlawanan.

6. Pembelajran 99 detik merupakan rancangan pembelajran yang membantu siswa meproses informasi dengan meminta siswa mengorganisasikan secara singkat informasi kedalam penyajian yang tidak lebih dari 99 detik.[8]

2. Media Berbasis Cetakan.

Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun,jurnal,dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu koensistensi, format,organisasi,daya tarik,ukuran huruf dan penggunaan spasi kosong.[9]

(6)

a. Gunakan konsistensi format dari halaman ke halaman. Usahakan agar tidak menggabungkan cetakan huruf dan ukuran huruf.

b. Usahakan untuk konsisten dalam jarak spasi. Jarak antara judul dan baris pertama serta garis samping supaya sama, dan antara judul dan teks utama. [10]

Format

a. Jika paragrap panjang sering digunakan, wajah satu kolom lebih sesuai; sebaliknya, jika paragraph pendek-pendek, wajah dua kolom akan sesuai. b. Isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual.

c. Taktik dan strategi pembelajaran yang berbedasebaiknya dipisahkan dan dilabel secara visual.[11]

Organisasi

a. Upayakan untuk selalu menginformasikan siswa/pembaca mengenai dimana mereka atau sejauh mana mereka dalam teks itu. Siswa harus mampu melihat sepintas bagian atau bab berapa meraka baca.

b. Susunlah teks sedemikian rupa sehingga informasi mudah diperoleh.

c. Kotak-kotak dapat digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dari teks. [12]

Daya tarik

Perkenalkan setiap bab dengan cara yang berbeda. Ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk membaca terus.

Ukuran Huruf

a. Pilihlah ukuran huruf yang sesuai dnegan siswa, pesan, dan lingkungannya. Ukuran huruf biasanya dalam poin per inci. Misalnya, ukuran 24 poin per inci. Ukuran huruf yang baik untuk teks ( buku teks atau buku penuntun ) adalah 12 poin.

b. Hindari penggunaan huruf capital untuk seluruh teks karena dapat membuat proses membaca itu sulit.[13]

Ruang (spasi kosong)

(7)

b. Menyesuaikan spasi antar baris untuk meningkatkan tampilan dan tingkat keterbacaan.

c. Tambahkan spasi antar paragraph untuk meningkatkan tingkat keterbacaan.

3. Media Berbasis Visual Dua dimensi.

Ada beberapa jenis media visual dua dimensi ini, antara lain: a. Overhead Proyektor ( OHP)

OHP ini telah ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP. Negara Eropa yang mula-mula menggunakan OHP ini adalah Skandinavia.[14]

Pengguanaan OHP dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain :

1. Bersifat konkrit. OHP dapat merangsang indera mata siswa disamping indera telinga melalui kata-kata guru, sehingga materi yang disampaikan lebih kongkrit.

2. Mengatasi batas ruang dan waktu, benda-benda yang sulit dibawa kedalam kelas dan kejadian-kejadian masa lampau dapat diperagakan melalui OHP. 3. Mengatasi kelemahan-kelemahan panca indera, gerakan suatu objek yang

terlalu cepat atau terlalu lambat yang tidak dapat diamati dengan sempurna, maka dengan membuat gambar diatas transparan dapat diatasi dengan baik.

4. Transparansi dapat ditulis saat OHP digunakan dan pengontrolan siswa-siswa dengan mudah dapat dilakukan, karena guru dan siswa-siswa selalu berhadapan.

5. Dapat digunakan pada cahaya yang terang karena OHP menghasilkan cahaya yang kuat.

6. Lebih efektif karena informasi yang disampaikan lebih banyak dalam waktu yang relative singkat karena telat dipersiapkan terlebih dahulu dan dapat digunakan dengan tekhnik berlapis.

7. Tidak terlalu menggunakan gerak fisik OHP dapat dihidup matikan dan bagian yang belum diterangkan dapat ditutup dengan kertas.

8. Dapat dipergunakan berulang-ulang atau dapat disimpan dan diambil bila akan dipergunakan kembali.

(8)

10. Dapat dipindah-pindah dari satu kelas ke kelas lainnya.

11. Dapat disorotkan kedinding yang berwarna terang bila tidak ada lanyang. 12. Dapat menggunakan warna jika diperlukan.[15]

b. Slide.

Slide dan filmstrip merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa. Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya (schining light) melalui proyektor.

Slide ini hanya mempertunjukkan satu gambar saja, teknisnya juga satu per satu. Ada juga yang berupa sound slide atau rupa rungu. Sound slide merupakan perpaduan antara gambar diam dan suara.

Menurut Andre Rinanto (1982:49-50) media pembelajaran bahwa sound Slide mempunyai keistimewaan sebagai berikut :

1. Mampu menarik perhatian dari anak-anak. Dengan munculnya gambar di dinding serta mendengar suara yang keluar dari kaset,perasaan siswa menjadi tergugah dan berminat untuk memperhatikannya,apalagi kalau gambar yang dimunculkan tersebut bersifat ekspresi – ekspresi dan mengena pada kehidupan mereka.

2. Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir,dapat menghindarkan pengertian –pengertian yang abstrak.materi yang disampaikan akan mudah di tangkap dan dicerna oleh anak-anak sehingga energy otak tidak banyak terbuang.

3. Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata kepada anak didik,sehingga dapat menumbuhkan self actifity.sesuatu yang hanya divisualisasikan untuk pengalaman-pengalaman yang nyata,bukan pengalaman –pengalaman yang abstrak.

4. Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir,didalam sound slide ada beberapa sequence,dan tiap sequence tersebut ada message yang akan diungkapkan.

(9)

6. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar anak,sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama menetap di dalam diri anak.[16]

c. Film Strip

Filmstrip disebut juga film slide, strimfilm, dan still film yang arti dan fungsinya sama. Oemar Hamalik (1980: 90) menjelaskan sebagai berikut : “filmstrip is aroll in 35 mm positive, film which has sprocket holes in both margins and contains a sequence of ficture”. Filmstrip itu biasanya berisi 50 sampai 75 buah gambar.[17]

Ukuran filmstrip ada dua jenis yaitu: a). Single frame, dan b) double frame.Kedua-duanya menggunakan film yang berukuran 35 mm. Berikut ini akan diperlukan contoh bentuk proyektor filmstrip.

Slide dan filmstrip memberikan keuntungan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Oemar Hamalik (1985- 91) mengemukakan bahwa slide dan filmstrip mengandung nilai-nilai sebagai berikut :

1. Penyajiannya berupa satu unit atau satu kesatuan yang bulat. 2. Menimbulkan dan mempertinggi minat murid

3. Setiap system dalam kelas melihat gambar yang sama dan dalam waktu yang sama.

4. Merangsang diskusi kelas

5. Dapat mempertunjukkan pada ruang setengah gelap,tidak seperti halnya gambar hidup (film)

6. Lebih efesien

7. Dapat digunakan untuk semua bidang pengajaran dan juga untuk semua tingkat usia.[18]

4. Media Berbasis Audio-Visual.

Media audiovisual dapat berupa : film besuara atau gambar hidup dan televisi.berikut ini akan dibahas jenis-jenis media tersebut.

a) Film Bersuara

(10)

lengkap,karena suara dan rupa berada terpisah,oleh sebab itu slide atau filmstrip termasuk media audio visual saja atau media visual diam plus suara.[19]

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dalam penggunaan film sebagai media untuk menyampaikan pelajaran terhadap anak didik. Di antara keuntungan atau manfaat film sebagai media pengajaran antara lain: 1. Film dapat mengambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu

keterampilan tangan dan sebagainya.

2. Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu 3. Pengambarannya bersifat 3 dimensional

4. Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni.

5. Dapat menyampaikan suara seseorang ahli sekaligus melihat penampilannya

6. Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.

7. Dapat mengambarkan teori sain dan animasi.[20]

Disamping keuntungan-keuntungan yang dikemukakan di atas, film juga mempunyai beberapa kekurangan-kekurangan sebagai berikut:

1. Film bersuara tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.

2. Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu capat.

3. Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.

4. Biaya pembuatan dan peralatannya cukup tinggi dan mahal.[21]

b) Televise (TV)

(11)

yang meliputi gambar dan suara. Maka televise sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai dengan komentar penyiarnya. Kedua aspek tersebut secara simultan dapat didengar dan dilihat oleh para pemirsa. Peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian tersebut langsung disiarkan dari stasiun pemancar TV tertentu.[22]

Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain :

1. Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.

2. Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau betrbagai Negara.

3. Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.

4. Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam. 5. Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.

6. Menarik minat anak.

7. Dapat melatih guru, baik dalam pre-service maupun dalam incervice training.

8. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.[23]

c) Poster

Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau du aide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas.[24]

Ciri-ciri poster yang baik adalah: 1. Sederhana

2. Menyajikan satu ide

3. Dengan slogan yang ringkas

4. Gambar dan tulisan yang jelas, dan

(12)

Poster yang baik dapat merangsang orang untuk membeli suatu barang, merangsang untuk menggunakan jasa angkutan tertentu, seperti yang dilakukan oleh beberapa perusahaan penerbangan dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dapat pula poster itu mendorong orang untuk mengunjungi suatu tempat seperti yang dilakukan oleh biro jasa parawisata. Tidak kalah pentingnya poster itu digunakan untuk penerangan dan penyuluhan serta untuk menyeberluaskan program pemerintah. Poster dapat pula sebagai alat yang efektif bagi para kontestan pemilu.

5. Media Berbasis komputer.

Penggunaan computer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut:

a. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran;

b. Mengevaluasi siswa (tes)

c. Mengumpulkan data mengenai siswa

d. Melakukan analisis statistic mengenai data pembelajaran;

e. Membuat catatan perkembangan pembelajaran ( kelompok atau perseorangan)

Konsep interaktif dalam pembelajaran paling erat kaitannya dengan media berbasis computer. Interaksi dalam lingkungan pembelajaran berbasis komputer pada umumnya mengikuti tiga unsur, yaitu:

1. Urut-urutan instruksional yang dapat disesuaikan 2. Jawaban/ respons atau pekerjaan siswa

3. Umpan balik yang dapat disesuaikan

(13)

B. Nilai Dan Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Encyclopedia of educational research, dalam buku Oemar Hamalik , Media Pendidikan (1985) bahwa nilai dan manfaat media pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berpikir untuk “verbalisme” 2. Memperbesar perhatian para siswa

3. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar dan oleh karena itu membuat pelajaran lebih menetap.

4. Membarikan pengalaman yang nyata, yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.

5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu, hal ini terutama terdapat dalam gambar hidup

6. Membantu tumbuhnya pengertian dan dengan demikian membantu perkembangan kemampuan berbahasa

7. Memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efisiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih dalam belajar.[26]

Selain dari itu juga terdapat sejumlah nilai praktis dari media pendidikan, sebagai berikut:

1. Media pendidikan melampaui batas pengalaman pribadi siswa 2. Media pendidikan melampaui batas-batas ruangan kelas

3. Media pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dan lingkungannya

4. Media pendidikan memberikan uniformitas/kesamaan dalam pengamatan 5. Media pendidikan akan memberikan pengertian/konsep yang sebenaranya

secara realistis dan teliti

6. Media pendidikan membangkitkan keinginan dan minat-minat yang baru 7. Media pendidikan membangkitkan motivasi dan perangsang kegiatan

belajar

8. Media pendidikan akan memberikan pengalaman yang menyeluruh.[27] Sedangkan dalam buku Azhar Arsyad, Media pengajaran (2009) bahwa manfaat dari media pembelajaran sebagai berikut:

1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapar memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar 2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak

(14)

antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya.

3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu

4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masayarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke meseum atau kebun binatang.[28]

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Media pengajaran memiliki peranan penting dalam melancarkan proses belajar mengajar, karena dengan adanya media para siswa bisa memahami materi yang akan disampaikan. Penggunaan media bisa berupa media yaitu:

1. Berbasis manusia

(15)

4. Media berbasis audio-visual 5. Media berbasis komputer.

Media pembelajaran juga memiliki nilai dan manfaat yang besar dalam melancarkan proses pembelajaran siswa, adapun nilai dan manfaat yang paling penting dari media pembelajaran ialah dapat memperjelas penyajian informasi kepada siswa.

B.Kritik dan Saran

Demikianlah isi makalah kami, semoga bisa memberikan manfaat dan menambah pengetahuan kita pada penggunaan media pembelajaran serta nilai dan manfaatnya dalam proses belajar mengajar. Kami sadar isi makalah kami jauh dari sempurna oleh karena itu diharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan.

DAFTAR PUSTAKA

S.Sadiman Arif...[dkk],Media Pendidikan,Jakarta:Rajawali,1990. Arsyad Azhar ,Media Pembelajaran, Jakarta:Rajawali,2009.

Usman, M.Basyiruddin-Asnawir,Media Pembelajaran,Jakarta:Ciputat Pers,2002.

Hamalik Oemar, Media Pendidikan,Bandung:Penerbit Alumni,1985.

[1] Arif S.Sadiman...[dkk],Media Pendidikan,(Jakarta:Rajawali,1990),h.16-17.

[2]Ibid

[3]Azhar Arsyad,Media Pembelajaran, (Jakarta:Rajawali,2009),hl 81.

[4]Ibid

(16)

[6]Ibid,h. 83-84.

[7]Ibid,h. 85-86 . [8]Ibid,h. 86-87

[9]Ibid,h.87-88.

[10]Ibid

[11]Ibid

[12]Ibid,h.88-89.

[13]Ibid,h.89.

[14] Usman, M.Basyiruddin-Asnawir,Media Pembelajaran,(Jakarta:Ciputat Pers,2002),h. 57.

[15]Ibid,h.57-58.

[16]Ibid,h.72-73. [17]Ibid,h.77.

[18]Ibid,h.79-80.

[19]Ibid,h.95.

[20]Ibid,h.96.

[21]Ibid

[22]Ibid,h.101.

[23]Ibid,h.102.

[24]Ibid,h.44

[25] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran,h.96-101.

[26]Hamalik Oemar,Media Pendidikan,(Bandung:Penerbit Alumni,1985),h.27. [27]Ibid,h. 27-31.

[28] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran,h.26-27. Diposkan oleh satriyo sukemi di 09.51

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...