1. Jelaskan Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis!
Terdapat beberapa bentuk perusahaan atau badan usaha, yaitu : a) Perusahaan Perseorangan
Usaha ini dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Dalam hal ini izin usaha secara relatif dapat dikatakan lebih ringan dan lebih sederhana persyaratannya dibandingkan dengan jenis perusahaan lainnya. Pemisahan modal dari kekayaan pribadi pada perusahaan perseorangan dalam likuidasi tidak ada artinya, sebab semua harta kekayaan menjadi jaminan dari semua hutang perusahaan.
b) Firma (Fa)
Firma merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan laba yang akan diperoleh dari usaha tersebut akan dibagi bersama-sama, demikian pula dengan kerugian akan ditanggung bersama-sama.
c) Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer atau disebut commanditaire vennotschaap (CV) dinyatakan menurut pasal 9 KUHD, ialah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uang mereka untuk dipakai dalam persekutuan. Perseroan komanditer dapat dianggap sebagai perluasan bentuk badan usaha perseorangan. Para anggota persekutuan menyerahkan uangnya sebagai modal perseroan dengan jumlah yang tidak perlu sama sebagai tanda keikutsertaan didalam persekutuan.
d) Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas atau sering pula disebut dengan Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik. Perseroan Terbatas mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham, dimana tiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham. Para pemegang saham bertanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal yang disetorkan.
PERSERO ini sebelumnya dikenal sebagai Perusahaan Negara (PN). Terjadinya karena PN mengadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak swasta.
Tujuan PERSERO adalah mencari laba atau keuntungan maksimum dengan menggunakan faktor-faktor produksi secara efisien. Dasar hukum yang mengubah Perusahaan Negara menjadi PERSERO adalah :
– Instruksi Presiden RI No. 17 tanggal 28 Desember 1967
– Peraturan Pemerintah Pengganti Udang-Undang No 1 Tahun 1969 – Peraturan Pemerintah RI No. 12 Tahun 1969
f) Perusahaan Negara Umum (PERUM)
Tujuan dari PERUM juga mencari keuntungan, tetapi kesejahteraan masyarakat tidak diabaikan. PERUM diatur dalam Instruksi Presiden RI No. 17 tanggal 28 Desember 1967, yang menyatakan bahwa kegiatan usaha dari PERUM terutama ditujukan untuk melayani kepentingan umum; bidang usahanya biasanya jasa-jasa vital bagi masyarakat.
Pihak swasta diperbolehkan menanam modalnya meskipun seluruh modal PERUM dimiliki oleh negara. PERUM dipimpin oleh suatu direksi yan bertanggung jawab atas segala hubungan hukum dengan pihak lain dan diatur menurut hukum perdata.
g) Perusahaan Negara Jawatan (PERJAN)
Kegiatan usaha PERJAN ditujukan terutama untuk pelayanan kepada masyarakat atau untuk kesejahteraan umum (public service) dengan memperhatikan segi efisiensinya. PERJAN dapat memiliki fasilitas-fasilitas negara, sebab merupakan bagian dari Departemen/Direktorat Jenderal.
h) Perusahaan Daerah (PD)
Perusahaan Daerah asalah perusahaan yang modal atau sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah, dimana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan negara. Tujuan Perusahaan Daerah adalah mencari keuntungan yang nantinya akan digunakan untuk membangun daerah itu sendiri.
i) Koperasi
Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar bagi anggotanya, dengan bekerjasama secara kekeluargaan, menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
2. Jelaskan apa itu Kewirausahaan!
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. (Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995).
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi,1994).
Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.
3. Jelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi Kewirausahaan!
Factor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan adalah karakteristik bisnis wirausaha ( usia, gender, dan tingkat pendidikan; legalitas usaha; permodalan; tujuan pemasaran; dan tenaga kerja ); serta budaya. Dan ada beberapa factor-faktor lain yang mempengaruhi kewirausahaan yaitu;
1. Faktor keberhasilan
diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain. c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin d. Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran
e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik
h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
2. Factor kegagalan
Penyebab kegagalan dalam usaha pada umumnya disebabkan oleh 4 faktor utama, antara lain:
a) Kurangnya dana untuk modal
b) Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis
d) Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
3. Karakteristik wirausaha
Seorang wirausaha yang sukses harus mempunyai karakteristik yang baik dan menarik, Karakteristik seorang wirausaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu pengetahuan, pengalaman yang diperoleh dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Jadi karakteristik adalah sesuatu yang berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat, sikap orang terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Karakteristik seorang wirausaha yang baik, akan membawa kea rah kebenaran, keselamatan serta menaikan derajat dan martabatnya. Karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:
a. Berwatak luhur
b. Bekerja keras dan disiplin
c. Mandiri dan realistis
d. Prestatif dan komitmen tinggi
e. Berfikir positif dan bertanggungjawab f. Dapat mengendalikan emosi
g. Tidak ingkar janji, menepati janji dan waktu h. Belajar dari pengalaman
i. Memperhitungkn resiko
j. Merasaan kebutuhan orang lain
k. Bekerjasama dengan orang lain
l. Menghasilkan sesuatu untuk orang lain
m. Memberi semangat kepada orang lain
n. Mencari jalan keluar bagi setiap permasalahan
o. Merencanakan sesutau sebelum bertindak.
4. Jelaskan hambatan/kendala yang akan dihadapi dalam berwirausaha!
Kesulitan Modal
Mencari Pemasok dan Menjual Produk
Kendala selanjutnya adalah berkaitan dengan proses produksi dan pemasaran produk. Terkadang kita terlalu sibuk dengan pemikiran sendiri akan susahnya mencari pemasok bahan baku atau supplier untuk mendukung usaha. Sebenarnya mencari pemasok bahan baku tidak sesulit yang dibayangkan, saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian pemasok bahan baku apapun yang Anda butuhkan untuk usaha Anda.
Takut Gagal dan Enggan Mengambil Resiko
Akibat terlalu banyak pikiran mengakibatkan ketakutan akan kegagalan dan akhirnya Anda jadi takut mengambil resiko untuk berwirausaha. Sebenarnya apapun yang Anda lakukan selalu memiliki resikonya tersendiri.
Salah Perencanaan dan Analisis
Sebelum memulai usaha, sangat dianjutkan untuk melakukan perencanaan sebelumnya dan analisa usaha secara matang terlebih dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula menganggap remeh hal ini sehingga banyak yang terlewatkan dan akhirnya malah kewalahan ketika sesuatu buruk terjadi dalam proses.
Bisnis Yang Tidak Sesuai Dengan Diri Sendiri
Seringkali terjadi bagi beberapa pengusaha yang cenderung ikut-ikutan tren tanpa mencari tahu dan memperhatikan keahlian yang dimiliki masing-masing pribadi. Biasanya jika melihat beberapa pengusaha di bidang tertentu sukses lantas yang lainnya saling beradu membuka usaha di bidang yang sama dengan asumsi akan meraup kesuksesan seperti yang lain, kenyataannya adalah Anda harus melihat dulu apakah bidang tersebut sesuai dengan diri Anda.
Rasa Malas, Kurang Semangat dan Kurang Percaya Diri
Inilah yang akan membahayakan bisnis dan diri Anda sendiri karena apapun yang Anda rintis nantinya akan kandas juga jika tidak disertai dengan kegigihan dan semangat juang yang tinggi. Jika mengalami kegagalan, buatlah diri Anda semakin tertantang untuk belajar dan menemukan celah strategi-strategi yang pas untuk menuju kesuksesan Anda.
5. Jelaskan tentang pengembangan bisnis internasional!
aspek-aspek kehidupan nasional negara tersebut sangat diperlakukan dalam perumusan strategi perusahaan.
Keberhasilan perusahaan Jepang dalam memeroleh akses ke pasaran internasional kiranya juga tidak lepas dari strategi mereka untuk berorientasi pada ekspor. Strategi ini diterapkan sesuai dengan strategi industri dan ekonomi nasional negara tersebut. Sebaliknya mayoritas perusahaan AS memusatkan kegiatan penjualan di dalam negeri, terutama karena konsisten dengan kebijaksanaan pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada konsumsi dalam negeri
(supply side economy).
Sumber daya manusia yang lemah menunjukkan betapa lemahnya bisnis dan industri nasional. Negara-negara industri maju, seperti AS yang memiliki keunggulan kompetitif jauh di atas negara berkembang, masih berusaha memberi keterampilan bagi tenaga kerjanya.
Pendidikan atau sosialisasi menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya produktif dan berketerampilan tetapi juga inovatif. Bagi perusahaan multinasional negara berkembang, kegiatan di bidang ini mendesak sekali. Dalam mengefektifkan proses teknologi produksi, tenaga kerja yang tersedia perlu dilengkapi keterampilan agar mampu memanfaatkan teknologi atau perangkat teknologi impor. Tanpa sistem pelatihan dan pendidikan, sulit bagi perusahaan untuk memanfaatkan teknologi produksi secara efisien. Di samping itu, di masa mendatang keberhasilan strategi pertumbuhan melalui ekspor memerlukan kemampuan akan pengembangan produk baru-inovasi-akibat semakin insentifnya persaingan ekspor yang terbatas, yang menjadi pusat perhatian negara-negara sedang berkembang dan negara industri baru (Wortzel 1988: 3).
Tersedianya sumber daya manusia yang terampil merupakan hasil sistem pendidikan dan latihan. Sifat mobile dari sumber daya manusia terutama yang berpendidikan memungkinkan arus tenaga kerja natarnegara. Mobilitas ini kiranya semakin tinggi akibat kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam bidang komunikasi internasional.
Pengalaman negara maju dalam memperkuat industri melalui pemanfaatan sumber daya manusia menggambarkan keterbukaan sistem ketenagakerjaan antarnegara maju. Demi tercapainya keunggulan kompetitif industri, mereka bersedia memperkerjakan tenaga kerja asing. Pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan negara berkembang untuk mempertimbangkan pemanfaatan tenaga kerja asing yang terampil.
Berkaitan dengan mobilsasi sumber daya manusia, negara-negara berkembang mungkin sekali telah dan bisa memanfaatkan tenaga-tenaga kerja asing terampil dalam rangka proses alih teknologi. Ini lebih berfaedah daripada sekedar mengutamakan keuntungan dari kerja sama patungan dan membiarkan tenaga kerja murah dimanfaatkan oleh perusahaan asing. Sejauh mana pemanfaatan proses alih teknologi yang telah dicapai negara berkembang tentu bisa diukur dari tingkat produksi dan prosuktivitas perusahaan internasional mereka.
6. Jelaskan metode-metode memasuki Bisnis Internasional!
1. Ekspor insidentil
Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian ada yang membeli barang-barang kemudian kita harus
mengirimkannya ke negeri asing itu. 2. Ekspor aktif
Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu.
3. Penjualan Lisensi
Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya.
4. Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisesnsi atau merek dagangannya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses
produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya.
5. Pemasaran di Luar Negeri
Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar Negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang harus aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing.
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
7. Jelaskan tentang hambatan-hambatan negara dalam Perdagangan Internasional!
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda – beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional. c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarnya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan resiko yang tinggi, seperti perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin hasil produksinya tersaingi oleh hasil peoduksi dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara yang sedang berperang tersebut juga akan mengalami kelesuan. Hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi – Organisasi Ekonomi Regional