Produk Kreatif dan
Kewirausahaan
(Kimia Industri)
(C3) KELAS XI
Penulis :
Sujiartiningsih, ST
Jumi Sumarni, SE
PRODUK KREATIF DAN
KEWIRAUSAHAAN (KIMIA INDUSTRI)
SMK/MAK Kelas XI
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Pasal 72 Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran. 1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan; memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
© Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.
Dilarang menyebarluaskan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis
Tata letak buku ini menggunakan program Adobe InDesign CS3, Adobe IIustrator CS3, dan Adobe Photoshop CS3.
Font isi menggunakan Myriad Pro (10 pt) B5 (17,6 × 25) cm
vi + 105 halaman
Penulis : Sujiartiningsih, ST Jumi Sumarni, SE Editor : Tim Quantum Book Perancang sampul : Tim Quantum Book Perancang letak isi : Tim Quantum Book Penata letak : Tim Quantum Book Ilustrator : Tim Quantum Book Tahun terbit : 2019
ISBN : 978-623-7216-12-4
Kata Pengantar
Puji syukur Alhamdulillahi Rabbil Alamin kami panjatkan kepada Allah SWT dengan pertolongan-Nya penulis bisa menyelesaikan buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan ini disusun sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) berdasar kurikulum 2013, dengan harapan mampu memperkuat karakter peserta didik dari sisi spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Sekolah merupakan salah satu jalur pendidikan formal yang bisa memperkuat karakter peserta didik untuk bisa menghadapi Dunia Usaha dan Dunia Industri. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan diharapkan peserta didik mampu menyongsong masa depan dengan baik. Buku produk kreatif dan kewirausahaan ini dilengkapi dengan peta konsep, latihan soal, dan langkah-langkah pembuatan produk sederhana yang bisa menjadi salah satu cara untuk mengasah kemampuan dan karakter peserta didik. Penulis sangat berharap buku produk kreatif dan kewirausahaan ini mampu mempersiapkan peserta didik yang memiliki jiwa mandiri dan bisa hidup di era milenial.
Penulis sangat menyadari kekurangan pada buku ini, sehingga perbaikan dan penyempurnaan akan kami lakukan. Kritik, saran, dan masukan dari semua pihak kami harapkan dari semua pihak agar buku ini menjadi lebih sempurna.
Malang, Februari 2019
iv
Daftar Isi
Bab 1 Sikap Dan Karakter Kewirausahaan ... 1
A. Pengertian Kewirausahaan ... 3
B. Tujuan Kewirausahaan ... 3
C. Sasaran, Manfaat, dan Asas Kewirausahaan ... 3
D. Sikap dan Perilaku Wirausaha ... 4
E. Karakteristik Wirausahawan ... 5
F. Mengidentifikasi Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan ... 12
Uji Kompetensi ... 14
Bab 2 Analisis Peluang Usaha ... 19
A. Peluang Usaha ... 21
B. Sumber-Sumber Peluang Usaha ... 22
C. Ciri-Ciri Peluang Usaha ... 24
D. Memetakan Peluang Usaha ... 25
E. Faktor- Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha ... 25
Uji Kompetensi ... 27
Bab 3 Hak Atas Kekayaan Intelektual ... 31
A. Pengertian Hak Atas Kekayaan Intelektual ... 33
B. Prinsip-Prinsip Hak Atas Kekayaan Intelektual ... 33
C. Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia ... 34
D. Klasifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ... 35
Uji Kompetensi ... 40
Bab 4 Menganalisis Konsep Desain Atau Contoh Dan Kemasan Produk Barang/Jasa ... 43
A. Konsep Prototipe ... 45
B. Tujuan Desain Kemasan ... 47
C. Jenis dan Bentuk Desain Kemasan... 47
D. Standar Desain dan Kemasan Produk yang Berlaku (SNI) ... 48
Uji Kompetensi ... 50
Bab 5 Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 53
A. Tahapan Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 55
B. Keunggulan dan Kelemahan Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 58
C. Skema Alur Kerja ... 59
D. Alur Dan Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 64
Bab 6 Menganalisis Lembar Kerja/Gambar Kerja UntukPembuatan
Contoh Produk Barang/Jasa ... 69
A. Konsep Lembar/Gambar Kerja ... 71
B. Tujuan Lembar/Gambar Kerja Produk ... 72
Uji Kompetensi ... 74
Bab 7 Menganalisis Biaya Produksi Contoh Produk Barang/Jasa ... 77
A. Tahapan Proses Produksi ... 79
B. Tahapan Proses Produksi ... 80
C. Jenis-Jenis Biaya Produksi ... 81
D. Metode Penghitungan Biaya Produksi ... 82
E. Jenis-Jenis Biaya Produksi ... 82
Uji Kompetensi ... 87
Bab 8 Menerapkan Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 91
A. Konsep Tahapan Produksi ... 93
B. Sistem Kerja Pembuatan Produk ... 97
Uji Kompetensi ... 101
Daftar Pustaka ... 104
vi
Daftar Gambar
Bab 4 Menganalisis Konsep Desain Atau Contoh Dan Kemasan Produk
Barang/Jasa ... 43
Gambar 4.1 Botol VCO ... 47
Gambar 4.2 Kemasan Sabun Carbon Black... 48
Gambar 4.3 Kontainer ... 48
Bab 5 Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 53
Gambar 5.1 Macam Prototipe ... 55
Gambar 5.2 Struktur Prototipe ... 56
Gambar 5.3 Proses Konversi dari 3D-CAD Menjadi Produk Akhir Menggunakan Technologi Layer Manufacturing (LMT) ... 57
Gambar 5.4 Diagram Alur Pembuatan Sabun ... 59
Gambar 5.5 Check Sheet ... 61
Gambar 5.6 Histogram ... 62
Gambar 5.7 Diagram Pareto ... 62
Gambar 5.8 Diagram Sebab Akibat ... 63
Gambar 5.9 Diagram Scatter ... 63
Gambar 5.10 Diagram Alir Proses Pembuatan VCO ... 64
Gambar 5.11 Diagram Alir Proses Pembuatan Sabun Mandi Cair ... 65
Bab 6 Menganalisis Lembar Kerja/Gambar Kerja UntukPembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 69
Gambar 6.1 Blok Diagram Proses Pembuatan Soygurt Dari Susu Kedelai ... 71
Gambar 6.2 Diagram Alir Pembersih Porselen ... 71
Bab 7 Menganalisis Biaya Produksi Contoh Produk Barang/Jasa ... 77
Gambar 7.1 Siklus Kegiatan Ekonomi Perusahaan ... 79
Gambar 7.2 Grafik Struktur Biaya Berdasar Produknya ... 84
Bab 8 Menerapkan Proses Kerja Pembuatan Contoh Produk Barang/Jasa ... 91
Gambar 8.1 Bagan Organisasi Bagian Produksi ... 94
3.1 Memahami sikap dan perilaku wirausahawan. 4.1 Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan.
Kompetensi Dasar
1
BA
B
Sikap dan Karakter
Kewirausahaan
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
2
Peta Konsep
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. Memahami pengertian dan tujuan kewirausahaan. 2. Memahami sasaran, manfaat, dan asas kewirausahaan. 3. Memahami sikap, perilaku, dan karakter wirausahawan. 4. Mempresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan.
Tujuan Pembelajaran
Pengertian kewirausahaan
Tujuan Kewirausahaan
Sasaran, Manfaat, dan Azas Kewirausahaan
Sikap dan Perilaku Wirausahawan
Karakter Wirausahawan
Mengidentifikasi Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan
Sikap dan Karakter Kewirausahaan
A. Pengertian Kewirausahaan
Materi Pembelajaran
Inpres No. 4 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah kepada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperloleh keuntungan yang lebih besar.
Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996). Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam berusaha atau melakuka usaha.
B. Tujuan Kewirausahaan
a. Meningkatkan jumlah wirausahawan yang berkualitas.
b. Membudayakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan kewirusahaan di kalangan masyarakat yang mampu, andal, dan unggul.
c. Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.
d. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
C. Sasaran, Manfaat, dan Asas Kewirausahaan
a) Sasaran Kewirausahaaan
Sasaran dari Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) adalah:
1) Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha (BUMN), organisasi profesi, dan kelompok masyarakat.
2) Para pelaku ekonomi terdiri atas, penguasaha kecil dan koperasi.
3) Para generasi muda, pada umumnya anak-anak putus sekolah dan para calon wirausahawan.
b) Manfaat Kewirausahaan
1) Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
2) Dapat memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai kemampuannya.
3) Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. 4) Dapat medidik masyarakat hidup efisien dan tidak boros.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
4
c) Asas Kewirausahaan
1) Kemampuan untuk berkarya dalam kebersamaan berlandaskan etika bisnis yang sehat.
2) Kemauan bekerja secara tekun, teliti, dan produktif.
3) Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis termasuk keberanian mengambil risiko bisnis.
4) Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian. 5) Kemampuan berpikir serta bertindak kreatif dan inovatif.
D. Sikap dan Perilaku Wirausaha
a) Sikap seorang wirausaha yang baik antara lain:
1) Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif. 2) Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat. 3) Mampu bekerja tekun teliti dan produktif.
4) Mampu berkarya dengan semangat kemandirian.
5) Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis serta berani mengambil risiko.
b) Perilaku wirausaha yang baik adalah:
a. Mempunyai rasa percaya diri yang berupa: 1) Teguh pendirian
2) Tidak tergantung pada orang lain 3) Berkepribadian yang baik 4) Optimis terhadap pekerjaan
b. Berorientasi pada tugas dan hasil meliputi: 1) Haus akan prestasi
2) Ketekunan dan ketabahan 3) Berorientasi pada hasil/laba
4) Mempunyai motivasi yang tinggi, dorongan yang kuat untuk bekerja keras c. Kepemimpinan, meliputi:
1) Bertingkah laku sebagai pemimpin 2) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik 3) Dapat bergaul dengan orang lain
d. Keorisinalan, meliputi:
1) Inovatif, kreatif, dan fleksibel
2) Serba bisa dan mengetahui banyak hal 3) Mempunyai banyak sumber kemampuan e. Pengambil risiko
1) Energi dan berinisiatif
2) Kemampuan mengambil resko 3) Suka pada tantangan
f. Berorientasi masa depan
1) Memiliki padangan ke depan 2) Optimis memandang masa depan
E. Karakteristik Wirausahawan
Seorang wirausaha merupakan individu-individu yang berorientasi pada tindakan dan memiliki motivasi yang tinggi yang berisiko dalam mencapai tujuan maka diperlukan sikap dan perilaku yang dapat mendukung diri seorang wirausaha. Sikap dan perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki seseorang. Sifat dan watak yang baik berorientasi pada kemajuan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha agar wirausaha dapat maju dan sukses.
Karakteristik wirausahawan menurut beberapa tokoh antara lain:
a. Pendapat Mc. Celland
Menurut pendapat Mc. Celland antara lain: 1) Keinginan untuk berprestasi
2) Keinginan untuk bertanggung jawab 3) Preferensi kepada risiko-risiko menengah
4) Persepsi untuk kemungkinan berhasil, rangsangan oleh balikan (feedback) 5) Kegiatan energik
6) Ketrampilan dalam organisasi dan sikap terhadap uang b. Pendapat Bygrave
1) Dream
Seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2) Decisiveness
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja terlambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam bisnisnya.
3) Doers
Seorang wirausaha akan langsung menindaklanjuti keputusan uang diambilnya. Mereka merasa melaksanakan kegiatan secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
4) Determination
Seorang wirausaha melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin diatasi.
5) Dedication
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara.
6) Devotion
Wirausaha dalam melaksanakan bisnisnya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
7) Details
Seorang wirausaha memperhatikan faktor-faktor kristis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghabat kegiatan usahanya. 8) Destiny
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya merupakan orang yang bebas dan tidak tergantung pada orang lain.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
6
9) Dollars
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan karena uang. Uang dianggap sebagai ukuran sukses bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapatkan laba, bonus, atau hadiah. 10) Distribute
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bisnis.
c. Pendapat Fadel Muhammad
Menurut pendapat tokoh ini, ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausahawan, yaitu:
1) Kepemimpinan 2) Inovasi
3) Sikap tanggap terhadap perubahan 4) Bekerja ekonomis dan efisien 5) Visi masa depan
6) Sikap terhadap risiko
d. Pendapat Zimmerer dan Scarborough, karakter wirausahawan sukses sebagai berikut: 1) Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya.
Boleh dikata setiap pikiran tidak lepas dari perusahaannya. 2) Mau bertanggung jawab.
Apa saja tindakan yang ia lakukan selalu diikuti dengan rasa penuh tanggung jawab, ia tidak takut rugi.
3) Keinginan untuk bertanggung jawab ini erat kaitannya dengan mempertahankan
interlocus of control, yaitu minat kewirausahaan dalam dirinya. 4) Peluang merupakan obsesi.
Seorang wirausaha mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi yang tinggi dan ini bisa diciptakan.
5) Toleransi menghadapi risiko kebimbangan dan ketidakpastian. 6) Mempunyai keyakinan dalam dirinya.
7) Kreatif dan fleksibel.
8) Ingin memperlolah balikan segera.
Ia memiliki kemauan yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna memperbaiki penampilannya.
9) Energik tinggi.
Seorang wirausaha lebih baik energik jika dibanding dengan rata-rata orang lain. 10) Motivasi untuk lebih unggul dari apa yang sudah dikerjakan.
11) Berorientasi ke masa depan. 12) Mau belajar dari kegagalan.
Seorang wirausaha tidak takut gagal, ia memusatkan perhatian pada suksesnya di masa depan dan menggunakan kegagalan ini sebagai guru yang berharga. 13) Kemampuan memimpin.
Seorang wirausaha harus mampu menjadi pendamping yang baik, ia mempunyai sumber daya manusia, dengan berbagai macam karakteristiknya, memimpin sumber daya manusia yang harus dikelola sebaik-baiknya.
e. Pendapat Drs. Wasty Soemanto, M.Pd.
Tanda manusia wiraswasta adalah memiliki kepribadian yang kuat dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Memiliki moral yang tinggi 2) Sikap mental wiraswasta 3) Kepekaan terhadap lingkungan 4) Ketrampilan wirausaha
Karakter wirausaha diperlukan tidak hanya oleh mereka yang memiliki usaha bisnis saja, tetapi berlaku untuk setiap manusia yang ingin memiliki peningkatan kualitas hidupnya. Maksudnya yang dapat disebut sebagai wirausaha tidak hanya mereka yang memiliki toko, pabrik, dan lainnya. Namun mereka yang mempunyai ciri-ciri pribadi dan karakter wirausaha juga dapat dikatakan sebagai wirausaha sebagai wirausaha, apapun profesi dan pekerjaannya. Dari beberapa pendapat tentang karakteristik wirausahawan dapat diketahui bahwa ada enam karakter utama yang harus dimiliki wirausahawan sebagai berikut:
1) Disiplin
Sikap dan perilaku disiplin merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang dalam melakaksanakan kegiatan wirausaha. Menurut Murphy dan Peck, guna mencapai sukses dalam karir seseorang harus mulai dengan kerja keras, penampilan yang baik, keyakinan diri, membuat keputusan, pendidikan, dorongan ambisi, dan pintar berkomunikasi. Displin merupakan ketepatan komitmen wirausaha terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, dan sebagainya.
Disiplin berasal dari bahasa Inggris disciple yang berarti pengikut. Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan ketaatan kepada aturan. Menurut Pendapat S. Nasution (1972:63), disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai, dilarang, atau diharuskan.
Upaya yang dilakukan untuk menerapkan disiplin sebagai berikut: a. Mau belajar bekerja keras
b. Rasa syukur, berdoa, dan berusaha c. Menanamkan kejujuran
d. Untuk selalu bersikap ikhlas
e. Menanamkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Pentingya sikap disiplin, antara lain:
a. Menciptakan iklim belajar berkarya dan berpartisipasi yang menyenangkan. b. Meningkatkan prestasi belajar, bekerja, dan berkarya.
c. Menghargai usaha-usaha secara aktif dan produktif. d. Adanya saling menghormati semua pihak.
e. Suasana yang menyenangkan.
f. Konsep disiplin dapat diterima semua pihak.
Sikap disiplin harus dimiliki oleh wirausaha termasuk juga oleh siswa yang ingin berwirausaha. Disiplin dipupuk kepada siswa tentunya diarahkan pada disiplin yang timbul karena kesadaran. Pembentukan sikap disiplin antara lain:
a. Pemusatan pikiran (konsisten) b. Membangkitkan perhatian
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
8
d. Memberitahukan tujuan e. Memperagakan
Disiplin bersifat dinamis, positif yang merupakan disiplin sebagai penyesuaian tingkah laku dan keharusan. Disiplin sendiri memberikan kekuatan antara lain:
a. Menolong kita untuk memperbaiki sikap mental b. Menguasai keadaan kehidupan
c. Mengatasi kegagalan, kemelaratan, dan nasib buruk d. Membentuk pola pikir logis
e. Mengamankan diri dari perasaan takut f. Mengontrol batin mengarahkan pada tujuan
g. Mengembangkan kebiasaan melalui rencana dan tujuan h. Menentukan keberhasilan dalam hal memimpin
2) Komitmen Tinggi
Seorang wirausaha harus memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya. Artinya seorang wirausaha itu setiap saat pikiran tidak lepas dari bisnisnya. Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seorang baik terhadap dirinya maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas terarah dan bersifat progrestif (berorientasi pada kemajuan).
Komitmen tinggi adalah fokus yang diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil maksimal. Seorang wirausahawan yang mempunyai komitmen yang tinggi adalah orang yang menaati dan memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil sekaligus berhasil mempertahankan dan menciptakan kepercayaan diri orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. Faktor faktor yang terkait dengan komitmen tinggi antara lain:
a. Konsisten Tegas dan Adil
Wirausahawan jika sudah mengambil keputusan tertentu dilaksanakan sesuai dengan komitmen yang dibangun, tidak berubah-ubah sehingga membingungkan pelaksana agar tidak menimbulkan masalah. Konsisten, tegas, dan adil terhadap saran dan kritikan yang membangun (fair).
b. Suri Tauladan
Wirausahawan tidak hanya memimpin dan memeriksa atau memberi petunjuk arah dari jauh, tetapi mempraktikkan apa yang dibicarakan dan disampaikan dengan memberi contoh teladan bagi karyawan. Misalnya dengan kehadiran yang tidak pernah terlambat, konsisten terhadap keputusan, serta bijaksana tetapi tegas dan memliki kemauan untuk menerima kritik dan saran dari bawahannya, sepanjang diarahkan demi kemajuan dan keberhasilan pengembangan usaha.
c. Konsentrasi pada Manusia
Seorang wirausahawan harus fokus pada manusia, dengan mau memperhatikan masalah keinginan dan perkembangan bawahannya. Dengan demikian, karyawan akan bergairah dan senang mendapatkan tugas kecil apapun serta berusaha untuk menyelesaikan tugas tersebut sebaik-baiknya.
Pentingnya komitmen tinggi bagi seorang wirausahawan sebagai berikut: a. Meningkatkan rasa percaya diri dalam berwirausaha
b. Mendapatkan kepercayaan dari konsumen c. Memperoleh hasil yang maksimal
e. Meningkatkan dan memajukan perusahaannya f. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha
Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan dan memahami bisnis dengan baik, sehingga mereka mampu membuat komitmen yang lebih tinggi dari orang lain. Kemampuan pikiran dan kerja keras akan bermanfaat jika wirausahawan dapat memanfaatkan waktu yang tepat untuk meraih tujuan. Seorang wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang menaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. Wirausahawan harus memiliki kemampuan menggunakan sumber daya baik berupa keahlian, ide-ide, bakat, keterampilan, serta sumber daya lain yang tersedia. Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dalam usahanya diharapkan:
a. Pantang menyerah terhadap keadaan dalam situasi apa pun juga.
b. Memiliki semangat serta tahan uji dari setiap tantangan dan penderitaan lahir batin.
c. Memiliki kesabaran di dalam berusaha.
d. Selalu bekerja, berjuang, dan berkorban untuk menuju keberhasilan.
Seorang wirausaha harus mempunyai kekuatan pribadi sebagai modal utama untuk belajar, bekerja, dan berusaha keras sehingga memiliki kemerdekaan batin yaitu keselarasan antara keinginan dan pandangan. Seorang wirausaha semestinya memiliki tujuh kekuatan, yaitu:
a. Keyakinan yang kuat untuk maju b. Kemauan keras
c. Konstruktif dan kreatif d. Tekun dan ulet e. Sabar dan tabah f. Tahan fisik dan mental g. Jujur dan tanggung jawab
Adapun komitmen yang harus dimiliki bagi wirausahawan adalah: a. Mengerti akan tujuan wirausaha
b. Memiliki motivasi yang tinggi
c. Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas d. Bekerja dan berusaha dengan teliti dan cermat e. Tidak suka menunda tugas dan pekerjaannya f. Percaya pada diri sendiri dalam menghadapi tugas g. Rajin, tekun, ulet, dan tabah
h. Mampu mendayagunakan waktu
Dengan komitmen tinggi dipadukan dengan tepat waktu, tepat janji, peduli terhadap kualitas, memiliki motivasi, disiplin, tabah, sabar, tekun, ulet, serta berjuang untuk prestasi akan cenderung memengaruhi produktivitas dan meningkatkan kinerja sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
3) Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam perilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai layanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
10
mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan. Akibat yang akan diterima apabila seseorang berlaku tidak jujur dalam kegiatan wirausaha di antaranya:
a. Tidak dipercaya oleh masyarakat konsumen b. Menjadi rendah diri dan rasa malu
c. Mudah tersinggung atau emosi d. Cepat iri dan dengki
e. Suka dendam
f. Prasangka buruk dan dusta
g. Tidak memiliki teman (partner bisnis) h. Kehancuran usahanya
Kejujuran akan mendorong rasa optimis, karena kejujuran akan mendorong orang berlaku amanah, artinya bila diberi kepercayaan akan berpegang teguh, tidak berkhianat, dan berkata benar sebagaimana adanya. Penerapan sikap jujur ini dapat ditempuh melalui pembinaan sikap mental dan tanggung jawab pribadi. Pembinaan keimanan dan tanggung jawab pribadi antara lain melalui:
a. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Menanamkan sikap jujur.
c. Menanamkan rasa syukur, berdoa, belajar, berusaha, dan bekerja. d. Menanamkan rasa percaya diri.
e. Memelihara rasa kepercayaan orang lain. f. Menanamkan jiwa inisiatif, kreatif, dan disiplin. g. Meningkatkan rasa tanggung jawab.
Sedangkan pembinaan mental dapat dilakukan dengan cara: a. Menanamkan sikap mental untuk maju.
b. Menanamkan keuletan dan ketekunan untuk maju berusaha. c. Pandai bergaul dengan semua pihak.
d. Berani menolak pada hal-hal yang mengarah kepada perbuatan dan pikiran negatif. e. Menanamkan keinginan untuk maju bersama.
4) Mandiri
Pribadi yang mandiri merupakan pribadi yang tahu siapa dirinya dan apa yang harus dilakukan karena sadar dengan apa yang menjadi tujuannya. Seorang yang bersifat mandiri akan menerima dengan baik kelemahan dan kelebihannya. Ia akan menggunakan kemampuannya secara penuh dan pantang menyerah. Pembentukan sikap pribadi yang mandiri memiliki enam kekuatan mental yang dapat membangun kepribadian yang kuat antara lain
a. berkemauan keras,
b. berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi, c. kejujuran dan tanggung jawab,
d. ketahanan fisik dan mental,
e. ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras, dan f. pemikiran yang konstruktif.
Wirausaha yang mandiri dalam menjalankan usahanya didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
a. Bakat yang dimiliki
c. Penuh keyakinan dan sungguh-sungguh bekerja
d. Tidak mudah terpengaruh orang lain/pekerjaan orang lain e. Bekerja dengan penuh keyakinan diri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melaksanakan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan, atau bertindak termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Dalam kegiatan wirausaha diperlukan pendayagunaan sumber tenaga yang dinamis dan kreatif, sehingga memperoleh kemajuan prestasi dan produktif. Oleh karena itu, memerlukan pendayagunaan potensi-potensi pribadi yang dinamis dan kreatif, terorganisir, terencana, dan produktif.
Memulai usaha dengan usaha kecil-kecilan dahulu untuk memperkecil risiko yang mungkin timbul sekaligus memantapkan strategi, dari pengalaman yang didapatkan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan usaha sehingga dapat meningkatkan perkembangan usaha. Dalam memilih bidang usaha perlu memperhitungkan hal-hal sebagai berikut:
a. Kecakapan usaha yang kita miliki belum tentu berguna bagi masyarakat sekitar kita.
b. Bidang usaha yang mencapai sukses di masa lalu belum tentu demikian di waktu yang akan datang.
c. Bidang usaha yang berhasil pada orang lain belum tentu berhasil apabila kita yang menanganinya.
d. Bidang usaha yang berkembang di suatu tempat belum tentu berkembang di tempat lain.
5) Realistis
Realistis berarti kenyataan. Berpikir secara realistis merupakan cara berpikir yang sesuai dengan akal sehat. Pola pikir yang realistis akan mengembangkan seseorang menuju kesuksesan. Dengan memiliki kenyataan yang ada, seseorang akan berpikir lebih maju, baik untuk memecahkan suatu masalah, berusaha untuk selalu lebih baik, instrospeksi diri untuk menutupi kekuarangan sehingga menimbulkan sikap optimis dan mandiri. Pola pikir realistis mempunyai sifat-sifat tolerasi, fleksibel, kreatif, dan mampu berhubungan dengan lingkungan masyarakat.
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realitas sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan atau perbuatannya. Banyak calon wirausaha yang berpotensi tinggi namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena tidak realistis, objektif, dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan–masukan atau sumbang saran yang ada kaitannya dengan tingkat keberhasilan usaha yang dirintis. Realistis seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya diperlukan hal-hal sebagai berikut:
a. Percaya pada diri sendiri b. Percaya pada usaha sendiri c. Percaya pada kekuatan sendiri d. Percaya pada nasib sendiri
Dengan pola pikir yang realistis seseorang dapat menerima kekurangan, menyelaraskan dengan kelebihan yang dimiliki. Seseorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga bisa menimbulkan inisiatif dan kreativitas.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
12
6) Kreatif dan Inovatif
Kreatif adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan sebelumnya. Berdasarkan penelitian kreatif dapat dibedakan menjadi tiga tipe yang berbeda yaitu menciptakan, memodifikasi, dan mengombinasikan.
Menurut pendapat S.C Utami Munandar, ciri-ciri orang berpikir kreatif sebagai berikut: a. Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
b. Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
c. Sering banyak gagasan yang muncul dan usul terhadap suatu masalah. d. Bebas dalam menyatakan pendapat.
Kreativitas yang harus dimiliki seorang wirausahawan sebagai berikut: a. Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
b. Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara yang asli dan tidak klise. c. Kemampuan mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan
terhadap masalah.
d. Kemampuan menguraikan sesuatu secara rinci.
Suatu kreativitas yang tinggi tetap memerlukan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang diperlukan adalah kemampuan wirausaha dalam menambahkan nilai guna/ manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku di pasar. Sedangkan inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Inovatif merupakan suatu terobosan baru yang tercipta karena ada kreativitas yang tinggi. Ciri-ciri wirausaha yang memiliki inovasi sebagai berikut:
a. Mengembangkan teknologi baru b. Menemukan pengetahuan baru
c. Menemukan cara-cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih efisien d. Dapat menciptakan hal baru dengan mengobinasikan sumber-sumber yang ada e. Memperbaiki produk yang sudah ada
Ciri-ciri berpikir inovatif sebagai berikut: a. Perkaya sumber ide
b. Tumbuhkan sikap empati c. Biasakanlah memiliki mimpi
d. Biasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
F. Mengidentifikasi Keberhasilan dan Kegagalan Wirausahawan
a) Keberhasilan wirausahawan
Agar usaha berhasil, selain harus bekerja keras sesuai urgensinya, wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitra usahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Adapun faktor keberhasilan wirausahawan sebagai berikut:
1. Jujur
a. Jujur terhadap diri sendiri b. Jujur terhadap orang lain
c. Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai 2. Disiplin dan berani
Disiplin dan berani berbuat karena memiliki potensi bakat, pengalaman, dan pengetahuan pada bidang bisnis yang dipilihnya. Disiplin dan berani berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas.
3. Menguasai bidang yang digeluti
Kompetensi seorang wirausahawan memiliki peran penting dalam meraih keberhasilan usaha, karena dengan kemampuan khusus yang dimiliki tetapi yang tidak dimiliki sebagian yang lain menjadi peluang sukses bagi yang kompeten. 4. Dapat melaksanakan prinsip-prinsip manajemen dengan baik
Manajemen yang baik selalu diperlukan dalam setiap usaha manusia, demikian pula oleh wirausahawan untuk menunjang keberhasilannya manajemen yang baik bisa dilatih dan pelajari oleh wirausahawan sebagai sumber sistem manajemen usaha yang baik akan menunjang kemajuan usaha yang akhirnya menunjang kesuksesan seorang wirausahawan.
b) Kegagalan wirausahawan
Beberapa hal yang menyebabkan kegagalan wirausahawan, di antaranya: 1. Tidak adanya perencanaan usaha yang matang
Adanya perencanaan usaha yang matang/rinci sangat diperlukan dalam setiap kegiatan wirausaha. Perencanaan bagai petunjuk arah dalam melangkah untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tidak adanya perencanaan yang matang dapat menyebabkan kegagalan wirausahawan.
2. Bakat yang tidak cocok
Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki manusia sebagai bawaan lahir. Kadang seseorang menekuni bidang yang tidak sesuai dengan bakat sehingga mengalami kegagalan.
3. Kurang pengalaman
Ada istilah pengalaman adalah guru yang paling baik. Melakukan kegiatan usaha memerlukan pengalaman untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan dalam bidang tertentu, pengalaman bisa didapat dari membaca, bertanya pada ahlinya, mencari pengalaman sendiri dengan berusaha langsung, apabila seseorang kurang memiliki pengalaman yang cukup bisa mendapatkan kegagalan dalam berwirausaha.
4. Tidak mempunyai semangat berwirausaha
Seseorang yang menekuni bidang tertentu dalam berwirausaha hampir sama dengan berspekulasi atau untung-untungan sehingga dapat mengalami kegagalan karena patah semangat.
5. Kurangnya modal
Kurangnya modal dialami akibat usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun, hal tersebut berakibat kegagalan dalam menjalankan kegiatan usaha.
6. Lemahnya pemasaran
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
14
bersaing di pasar menyebabkan produk menumpuk tidak terjual dan menjadi produk yang rusak sehingga menimbulkan kerugian serta dapat menimbulkan kegagalan dalam berwirausaha
7. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
Budaya kerja akan menunjang keberhasilan wirausaha. Apabila budaya kerja ini diabaikan maka produktivitas sulit diukur dan rendah sehingga kegiatan usaha mengalami kemunduran, yang lambat laun akan mengalami kegagalan dalam berwirausaha.
Rangkuman
1) Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah kepada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperloleh keuntungan yang lebih besar.
2) Sikap seorang wirausaha yang baik antara lain (1) mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif, (2) mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat, (3) mampu bekerja tekun teliti dan produktif, (4) mampu berkarya dengan semangat kemandirian, (5) mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis serta berani mengambil risiko.
3) Perilaku wirausaha yang baik adalah mempunyai rasa percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, kepemimpinan, keorisinalan, pengambil risiko, dan berorientasi masa depan.
4) Karakter wirausahawan disiplin, mandiri, jujur, komitmen tinggi, realistis, serta kreatif dan inovatif.
Uji Kompetensi
A. Pilihlah jawaban yang paling benar!
1. Sikap tidak tergantung pada orang lain adalah… a. Mandiri
b. Komitmen tinggi c. Mau bekerja keras d. Disiplin
e. Percaya diri
2. Sikap berdedikasi pada nilai yang tinggi adalah… a. Mandiri
b. Komitmen tinggi c. Mau bekerja keras d. Disiplin
3. Pada hakikatnya suatu paksaan untuk menaati norma yang telah ditetapkan… a. Mandiri d. Disiplin
b. Komitmen tinggi e. Percaya diri c. Mau bekerja keras
4. Menurut pendapat Wasty Soemanto, ciri-ciri kepribadian kuat berikut ini kecuali… a. Memiliki moral yang tinggi
b. Sikap mental wirausaha c. Sikap terhadap risiko
d. Kepekaan terhadap arti lingkungan e. Keterampilan berwirausaha
5. Ciri-ciri wirausaha adalah kepemimpinan, inovasi, cara pengambilan keputusan, tanggap terhadap perubahan, visi masa depan, dan sikap terhadap risiko. Hal ini pendapat… a. Drs. Wasty Soemanto, M.Pd.
b. Fadel Muhammad c. Bygrave
d. Mc. Celland e. Hanif Susanto
6. Sikap terhadap risiko wirausaha adalah…
a. Penentu risiko d. Berusaha memperkecil risiko b. Penanggung risiko e. Akibat risiko
c. Menghadapi risiko
7. Menurut pendapat Bygrave, uang bukanlah sebagai tujuan seorang wirausaha, tetapi dianggap sebagai…
a. Sasaran usaha
b. Motivasi dalam berbisnis c. Sesuatu yang harus dapatkan d. Ukuran kesuksesan bisnisnya e. Bayaran atas usaha yang dilakukan
8. Seorang wirausahawan bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai disebut…
a. Responsibility d. Devotion b. Dream e. Destiny c. Dedication
9. Karakter wirausahawan menurut Mc. Celland di antaranya sebagai berikut… a. Keinginan untuk berprestasi
b. Keinginan untuk bertanggung jawab c. Preferensi kepada risiko-risiko menengah d. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Sikap tanggap kepada perubahan
10. Rasa percaya diri dapat menumbuhkan sikap… a. Sombong dan angkuh
b. Keberanian yang terlalu tinggi c. Kemandirian
d. Menganggap dirinya selalu benar e. Tidak mau menerima bantuan orang lain
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK
16
11. Pengaruh adanya kepercayaan diri mengakibatkan hal sebagai berikut… a. Optimisme
b. Kemandirian c. Realistis
d. Keberanian mengambil risiko e. Cepat merasa puas
12. Pengertian komitmen di antaranya adalah… a. Memegang teguh nilai yang diyakini b. Dapat berubah pikiran sewaktu-waktu c. Mengatasi permasalahan sendiri d. Mempunyai keinginan untuk maju e. Dapat mengedalikan diri
13. Berikut merupakan karakter yang dimiliki wirausahawan kecuali… a. Optmisme d. Konsumtif
b. Displin e. Prestatif c. Mandiri
14. Kedisiplinan dapat dilatih dengan cara berikut ini… a. Banyak bergaul d. Ramah tamah b. Permisif e. Membatasi keinginan c. Berpikir kritis
15. Salah satu karakter wirausahawan menurut pendapat Mc. Celland adalah… a. Menomorsatukan uang
b. Aktivitas energik c. Kurang energik d. Banyak pertimbangan e. Mengutamakan keluarga
B. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Pelaku ekonomi yang menjadi sasaran kewirausahaan adalah…
2. Kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru adalah…
3. Fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya, selalu berupaya memperoleh hasil yang maksimal adalah…
4. Hilangnya kepercayaan masyarakat akibat tidak bersikap…
5. Usaha mengatur atau mengontrol kelakuan untuk mencapai tujuan adalah… 6. Tidak tergantung pada orang lain adalah ciri-ciri…
7. Melaksanakan dengan memodifikasi adalah… 8. Melihat kenyataan seperti apa adanya adalah… 9. Enam karakter wirausahawan yaitu…
10. Kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang baik terhadap dirinya maupun orang lain adalah…
C. Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Bagaimana pengertian kewirausahaan menurut inpres no. 4 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan?
2. Apakah yang dimaksud dengan komitmen?
3. Sebutkan akibat yang diterima jika seseorang tidak jujur? 4. Jelaskan karakter yang harus dimiliki oleh wirausahawan!
5. Jelaskan faktor yang menyebabkan keberhasilan dan kegagalan dalam kegiatan wirausaha!
D. Lembar Kerja Siswa
No Kegiatan Usaha Faktor Keberhasilan Faktor Kegagalan
1. Amatilah kegiatan usaha di sekitar Anda.
2. Sebutkan kegiatan produksi yang Anda temukan. 3. Lakukan wawancara pada pemilik usaha.
4. Tulislah faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam kegiatan wirausaha.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI untuk SMK/MAK