TUGAS PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MEDIA TELEVISI (MATA NAJWA)
TEMA : “LAKON POLITIK REPUBLIK”
DI SUSUN OLEH : Arif Budi Prasetio
Mohamad Reyhan (1413010022) Muhammad fauzan
Sofyan Hidayat (1413010032)
MATA NAJWA TEMA LAKON POLITIK REPUBLIK
Acara dibuka oleh Najwa Shihab dalam acaranya Mata Najwa di Surabaya., Percakapan yang terjadi selama acara berlangsung.
#MataNajwaOnStageSurabaya
Selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa.
#MataNajwa
Inilah Mata Najwa. Lakon Politik Republik. #MataNajwa
Mata Najwa kerap mengundang petinggi negeri ini. Tp yg blm pernah hadir adlh rombongan kepresidenan Republik Sentilan Sentilun. #MataNajwa
Kua Etnika menyambut rombongan Kepresidenan Republik Sentilan Sentilun; Slamet Rahardjo, @masbutet, @C_lontong, @akbar___ #MataNajwa
“Ndoro tahu ndak, tahun 2050 ini nanti di antara mereka yg di sini akan ada yang jadi Presiden Republik Indonesia,” @masbutet #MataNajwa
“Ngomong2 Surabaya, apa benar Surabaya byk istimewanya?” Slamet Rahardjo, Ndoro Sentilan. #MataNajwa
“Dari negara kita, negara Republik Sentilan Sentilun, Indonesia ini memang negara asing, negara tetangga,” Ndoro Sentilan. #MataNajwa
“Tapi di sini demokrasinya memang bagus,” @akbar___, Menteri Junior Republik Sentilan Sentilun #MataNajwa
“Namanya juga Demokrasi. Yang gede diemong, yang kecil dikerasi,”
@akbar___, Menteri Junior Republik Sentilan Sentilun #MataNajwa
“Meskipun berisik, di Republik Indonesia ini, masih ada pemimpin-pemimpin yang baik,” @masbutet, Juru Bicara Sentilun #MataNajwa
Seperti apa keberisikan di Indonesia? Mata Najwa menampilkan berbagai cuplikan tentang gaduh parlemen dan gaduh kabinet. #MataNajwa
Najwa Shihab menanyakan mengapa Republik Sentilan Sentilun memilih Republik Indonesia untuk tujuan studi banding. #MataNajwa
“Stlh 4 tahun rapat, akhirnya menentukan utk mengunjungi sini dgn byk pertimbangan,” @C_Lontong #MataNajwa
“Melihat demokrasi di Indonesia, semua rebutan kursi. Ga heran. Di Mata Najwa aja rebutan kursi smp duduk di bwh ini,” @C_Lontong #MataNajwa
“Di Indonesia itu memang paling pandai mengatasi masalah, Saking pandai dan sopan terhormatnya smp ga jelas,” Ndoro Sentilan. #MataNajwa
“Seperti waktu masalah yg dipersidangkan di Mahkamah Kehormatan Dagelan. Eh, Kehormatan Dewan,” @masbutet #MataNajwa
Telah hadir di Airlangga Convention Center, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. #MataNajwa
Ndoro Sentilan, Slamet Rahardjo, memerintahkan para menterinya untuk membeli makan di luar. #MataNajwa
Soekarwo, yg akrab disapa Pakde Karwo (@pakdekarwo1950) mulai bercerita tentang pengalamannya kuliah di Universitas Airlangga. #MataNajwa
“Dulu org tua saya itu pas-pasan. Pas-pasan itu pendapatnya banyak tapi pendapatannya sedikit,” @pakdekarwo1950 #MataNajwa
“Tp ada keberanian yg luar biasa. Sy berani pacaran. Tp tdk pny uang nonton bioskop, sy ajak ke perpustakaan,” Soekarwo #MataNajwa
“Krn sering ke perpustakaan, sy jd dpt beasiswa. Nah mantan pacar sy juga dpt beasiswa. Ada manfaatnya,” @pakdekarwo1950
Fadli Zon juga bercerita ttg manfaat menjadi mahasiswa Sastra Rusia, Universitas Indonesia. #MataNajwa
“Bermanfaat krn sy byk mengkaji sejarah Rusia, politik Rusia,” @fadlizon #MataNajwa
“Sampeyan dikenal sbg penggemar cabe rawit. Pantesan ‘panas’. Aku cuma blg panas lho, ga berani blg cangkemmu panas,” @masbutet #MataNajwa
“Tugas kita kan bicara. Parle. Parle itu bicara. Menyuarakan siapa? Ya menyuarakan rakyat,” @fadlizon. #MataNajwa
“DPR itu perwakilan yang milih jelas. Jadi yang milih ada rakyatnya jelas,” Fadli Zon. #MataNajwa
“Mslhnya, di DPR itu orgnya macam2. Dari berbagai latar belakang, jd tergantung pd individu pertanggungjawabannya,” @fadlizon#MataNajwa
“Kl kawan benar ya kita bela. Salah pun, kl kita tdk bs membela ya lbh bagus kita diam saja,” @fadlizon. #MataNajwa
“Yg paling penting itu ikut aturan. Kan kita hidup ini cuma sebentar. Apa sih yg mau dipertaruhkan?” Fadi Zon. #MataNajwa
“Kata Schiller, dikutip jg oleh Bung Hatta, hidup yg tak dipertaruhkan, tak pantas dimenangkan,” @fadlizon #MataNajwa
“Demokrasi itu dari rakyat untuk rakyat. Kl ‘untuk’-nya tdk jelas, maka berisik,”
@pakdekarwo1950#MataNajwa
“Maka ketidaksabaran kita, dari dan untuknya diperpendek. Suara terbanyak yang menang,” Soekarwo #MataNajwa
“Demokrasi itu nilai. Etika, sopan santun, tenggang rasa. Ribut itu bukan etika, sopan santun, dan tenggang rasa,” Soekarwo. #MataNajwa
Juru Bicara Sentilun (@masbutet), bercerita ttg menteri-menteri di republiknya.
#MataNajwa
Menteri Senior @C_Lontong dan Menteri Junior @akbar___ Republik Sentilan Sentilun dtg melaporkan mereka tdk membeli makanan. #MataNajwa
Menanggapi isu maju sbg calon DKI-1 2017 dari Partai Demokrat, Soekarwo mjwb,”Sy ndak kerasan di Jkt, sy kerasan di Jawa Timur.” #MataNajwa
“Orang yg berkumis itu orang yg senang menyapa orang lain. Namanya kumisraan,” @pakdekarwo1950#MataNajwa
“Tapi kadang juga memprihatinkan. Kumiskinan,” Ndoro Sentilan (Slamet Rahardjo) #MataNajwa
Mata Najwa menayangkan pernyataan Presiden Jokowi berikut, “DPR ga usahlah produksi UU terlalu byk. Kualitasnya yg hrs baik.” #MataNajwa
“Membuat undang2 itu tdk hny DPR, tp jg pemerintah,” Fadli Zon. #MataNajwa
“Usulan pemerintah saja ada 13. Bagaimana Pak Jokowi bilang hanya 4 atau 5. Logikanya di mana?” @fadlizon #MataNajwa
“Pembicaraan itu ada delegasi pemerintah, ada delegasi DPR duduk bersama membicarakan mana UU yg mau dibahas,” @fadizon #MataNajwa
“Saya sependapat dgn Pak Jokowi mmg UU hrs berkualitas, dan UU yg blm ada hrs diadakan,” Fadli Zon. #MataNajwa
Fadli Zon menjelaskan tentang ketidakkompakan DPR dalam permasalahan UU mengenai tax amnesty. #MataNajwa
“Jd jgn apa-apa yg dtg dari pemerintah dilayani dgn cepat. Kita hrs kaji dulu,” Fadli Zon. #MataNajwa
Telah hadir di Airlangga Convention Center, Akbar Faizal, Anggota DPR dari Partai Nasdem. #MataNajwa
“Hrs ada yg spt Pak Fadli Zon krn kt Rendra, sesekali keluarlah dr rmhmu utk lihat lubang2 yg tak kau lihat dr rmhmu,” A Faizal. #MataNajwa
“Ketika bicara ttg DPR, byk bagian tdk logis dari apa yang diperdebatkan di DPR,”
@akbarfaizal68#MataNajwa
“Mengakui sesuatu yang memang hrs diperbaiki bukanlah suatu kehinaan,”
@akbarfaizal68#MataNajwa
“Keren kalau ada wakil rakyat yang berani membaca dirinya dgn jujur itu,” Jubir Sentilun @masbutet #MataNajwa
Fadli Zon ditanya, apa yang paling dikritik dari Presiden Jokowi? #MataNajwa
“Kl kita percaya janji politik itu harus dipenuhi. Saya sdh membaca ada kurang lebih 100 janji Pak Jokowi,” @fadlizon#MataNajwa
“Misal, mau membangun 50.000 puskesmas dlm lima tahun. Sampai hari ini saya blm membangun satu puskesmas pun,” Fadli Zon. #MataNajwa
“Akan membuat Pertamina lbh hebat dari Petronas. Bagaimana caranya?” Fadli Zon. #MataNajwa
“Kita ingin presiden menapti janjinya krn kl ditepati pasti yg bahagia kan rakyat, kita juga senang,” Fadli Zon. #MataNajwa
“Kemudian kami hrs menunggu merancang program2 yg kita janjikan, mengikuti struktur keuangan kita,” @akbarfaizal86#MataNajwa
“Jgn kami dipaksa utk bicara apa yg tdk ingin kami katakan. Biarkan kami menyelesaikan apa yg hrs kami lakukan,” @akbarfaizal86#MataNajwa
“Saya kan bukan org yg suka menyalahkan pemerintahan yg lalu bgmn jalan tol hny 1,6 km tdk bs diselesaikan,” @akbarfaizal86#MataNajwa
“Janji Pak Jokowi tdk dilupakan, sambil kami menyelesaikan apa yg hrs diselesaikan dari yg lalu-lalu,” Akbar Faizal. #MataNajwa
“Byk hal yg hrs kita selesaikan bahkan sebelum Pak SBY berkuasa, bahkan sebelum Pak Habibie berkuasa,” @akbarfaizal86 #MataNajwa
“Kayaknya Menteri Junior ini yg mirip Pak Fadli Zon. Makanya saya ga pernah akur sama dia,” @C_Lontong#MataNajwa
“Sering kritikan dtg kepada kami, dan kami minta maaf kl blm bisa kami selesaikan,” @akbarfaizal68 #MataNajwa
“Tetapi begini, persiapkan diri Anda untuk bisa masuk ke parlemen,”
@akbarfaizal68#MataNajwa
“Jgn hanya kritik, turun ke jalan, tp tak mau ikut kerja dgn kami utk perbaiki kualitas partai politik kita,” @akbarfaizal68#MataNajwa
“Bagus atau jeleknya partai politik tergantung juga orangnya,” @fadlizon #MataNajwa
“Semakin byk org bagus msk partai politik maka politik kita semakin baik,”
@fadlizon #MataNajwa
“Semakin byk org jahat msk partai politik maka politik kita juga semakin jahat,”
“Menilainya itu sebenarnya mudah. Yg di Senayan itu kan terpilih krn terbanyak, bukan krn terbaik,” Ndoro Sentilan. #MataNajwa
“Jadi kita hrs jujur kl janji itu tdk bs dipenuhi krn ada perubahan di luar kita trs disampaikan ke masyarakat,” @pakdekarwo1950#MataNajwa
“Itulah rakyat hrs dilibatkan dalam keputusan, jgn dibiarkan,” Soekarwo
#MataNajwa
“Di Jatim kl ada demo hrs ditemui gubernur atau wakilnya. Itu janji kita,”
@pakdekarwo1950#MataNajwa
“Krn prinsip demokrasi, dia adalah entitas sosial yg hrs diterima dan dikembalikan utk memecahkan permasalahan,” @pakdekarwo1950#MataNajwa
“Kalau Pakde Karwo ini jadi Gubernur Jakarta, pasti tidak ada penggusuran,”
@fadlizon #MataNajwa
“Soalnya Gubernur Jakarta yang skrg ini bukan menggusur kemiskinan tp menggusur rakyat miskin,” @fadlizon#MataNajwa
“Saya punya keyakinan, dlm kasus Sumber Waras itu ybs hrs
mempertanggungjawabkannya sbg tindakan korupsi,” Fadli Zon #MataNajwa
“Saya tidak mendoakan. Dia memang sudah seharusnya memakai rompi oranye,” Fadli Zon #MataNajwa
“Katanya org beragama itu mendoakan org yg baik2. Lha kok sampeyan itu mendoakan orang yg buruk2?” Jubir Sentilun @masbutet #MataNajwa
“Kutipan yg benar, kita mendoakan supaya semua berumur panjang, gitu sebenarnya,” Fadli Zon #MataNajwa
“Kalau mendoakan orang lain tidak baik mungkin sadar kalau saya sendiri belum baik,” Menteri Senior @C_Lontong#MataNajwa
“Rektor yang lalu kampus ini ada masalah dgn KPK tapi menurut saya diperlakukan tdk adil, tdk seperti yg lain,” @fadlizon#MataNajwa
“Saya yakin Pak Fadli Zon sahabatku pasti slip of the tongue,” Akbar Faizal.
#MataNajwa
“Kita boleh berpendapat dan kita tentu mempertanggungjawabkan apa pendapat kita,” @fadlizon #MataNajwa
“Pak Ahok tidak akan menggunakan rompi itu sebab dia benar dalam kasus ini,”
@akbarfaizal68#MataNajwa
“Yg dibutuhkan politik kita hari ini adalah demokrasi yang logis. Partai politik yang pandangannya logis,” @akbarfaizal68#MataNajwa
“Kami menyadari bahwa kepercayaan publik pada partai politik sedang berada pada titik nadir,” @akbarfaizal68#MataNajwa
“Kl kami hrs melukai diri agar luka itu jd serum utk memperbaiki kepercayaan publik thd partai politik, knp tdk?” @akbarfaizal68 #MataNajwa
“Jgn lupa, yg mendukung Pak Jokowi dgn Ahok itu adalah kami, Partai Gerindra,” Fadli Zon. #MataNajwa
“Kalau berbeda pendapat ya itulah demokrasi. Kl tidak mau berbeda pendapat ya jgn berdemokrasi,” @fadlizon #MataNajwa
"Tidak ada demokrasi tanpa partai politik, itu yang digarisbawahi," @fadlizon #MataNajwa
"Semua proses baik itu politik letakkan hukum jadi bagian solusi,"
Soekarwo meneteskan air mata saat menceritakan kasus korupsi mantan Rektor Universitas Airlangga, Fasichul Lisan. #MataNajwa
"Beliau tidak ada niat utk itu. Pidana itu harus ada niat, beliau tdk ada. Beliau orang jujur," @pakdekarwo1950#MataNajwa
"Partai politik membela yg jelas. Hukum adalah panglima menyelesaikan berbagai persoalan yg ada," Soekarwo. #MataNajwa
"Semangat revisi UU KPK parlemen itu utk menghindari kemungkinan yg tidak perlu, seperti yg menimpa Pak Fasich," @akbarfaizal68. #MataNajwa
"Kalau sampai 1-2 bulan ke depan kasusnya Pak Fasich tdk dibawa ke pengadilan, ada apa sebenarnya?" @akbarfaizal68. #MataNajwa
"Makanya kita dulu mau mengusulkan ada SP3, jgn sampai ada org ditersangkakan kemudian tdk terbukti," @akbarfaizal68. #MataNajwa
"Saya ingin menjelaskan revisi UU KPK bukan utk mencederai pemberantasan korupsi," @akbarfaizal68. #MataNajwa
"Hukum itu harus punya standar. Yg terjadi pd Pak Fasich itu ketidakadilan. Hukum tdk boleh double standard," @fadlizon. #MataNajwa
"Di negeri saya, hukum itu tdk berdiri sendiri. Harus punya asas keadilan dan manfaat," Ndoro Sentilan, Slamet Rahardjo. #MataNajwa
"Hukum harus punya perasaan untuk keadilan. Dan harus perasaan, manfaatnya apa?" Ndoro Sentilan, Slamet Rahardjo. #MataNajwa
Cak Lontong menceritakan kesannya studi banding ke negeri tetangga di Mata Najwa. @C_lontong#MataNajwa
"Kita datang ke negara berpenduduk 200 juta dan masalahnya lebih banyak dari jumlah penduduknya," @C_lontong#MataNajwa
"Ibarat rumah, Bang Fadli Zon bisa melihat bolong2nya rumah kita gimana,"
@C_lontong. #MataNajwa
"Saya sependapat keributan tdk membawa manfaat bagi masyarakat. Keributan menimbulkan ketidakpastian," @pakdekarwo1950. #MataNajwa
"Perlu sering dilakukan komunikasi dan itikad baik (agar kita tetap optimis),"
@pakdekarwo1950#MataNajwa
"Kita bekerja utk kepentingan bangsa. Kalau pemerintah mempunyai program baik tentu didukung. Yg salah kita koreksi," @fadlizon. #MataNajwa
"Perdebatan adalah sebuah proses menuju sebuah titik mencapai puncak2 kebudayaan," @akabarfaizal68. #MataNajwa
"Mereka memberikan mandat kepada DPR. Kalau kami menggunakan secara berlebihan, mereka akan mencabut mandatnya," @akbarfaizal68. #MataNajwa
OPINI MUTIARA YANG DITEMUKAN
Walau politik mensyaratkan ada yang kalah dan menang, demokrasi akan tetap menjaga
semua kepentingan. Demokrasi bisa terlihat lamban dan menjengkelkan, ketika politik penuh
keributan dan pertengkaran. Saat kebebasan dipakai untuk mengeruk keuntungan. Saat
kemerdekaan tak lekas menjelma kesejahteraan. Ketika hak berbicara dipakai menghujat sesama.
Ketika hak berserikat dipakai untuk menggilas yang berbeda. Kejahatan dan pembiaran jelas ada
di mana-mana, tapi orang baik tak pernah habis di tanah air kita. Kebaikan akan selalu
memancarkan inspirasi. Selalu ada orang hebat yang bekerja tanpa henti. Demokrasi memang
bukan sistem yang sempurna, karena kesempurnaan hanya ada di surga. Demokrasi adalah ruang
terbuka yang hidup dan dihidupkan oleh warga. Dan itu adalah usaha anda, ikhtiar saya, dan
Demokrasi memiliki banyak kelebihan , Demokrasi merupakan sistem yang melindungi
kepentingan rakyat. Kekuasaan yang sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang
mewakili rakyat banyak. Demokrasi didasarkan pada prinsip kesetaraan. Semua warga negara
memiliki kedudukan sama di mata hukum namun pada prakteknya dewasa ini begitu banyak
hakim yang tidak adil, namum kebenaran dan kejujuran akan terungkap seiring dengan
berjalannya waktu. Demokrasi dikenal sebagai sistem yang stabilitas dan efisien. Pemerintahan
berjalan stabil karena didasarkan pada dukungan publik. Dalam demokrasi perwakilan, wakil
rakyat mendiskusikan masalah negara secara menyeluruh dan mengambil keputusan berdasarkan
aspirasi rakyat. Di bawah sistem monarki, elit kerajaan mengambil keputusan sesuai
keinginannya sendiri. Sedangkan di bawah kediktatoran, diktator tidak melibatkan rakyat sama
sekali dalam pengambilan keputusan.
Demokrasi bisa berfungsi sebagai sekolah pendidikan politik bagi rakyat. Rakyat akan
ikut terdorong untuk mengambil bagian dalam urusan negara. Karena demokrasi didasarkan pada
kehendak publik, terdapat kemungkinan kecil terjadi pemberontakan rakyat. Para wakil dipilih
oleh rakyat untuk melakukan urusan negara dengan dukungan rakyat.
Demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga penyelenggaraan negara berjalan
didasarkan atas dukungan rakyat. Demokrasi bisa saja dijalankan oleh orang-orang yang tidak
kompeten. Dalam demokrasi, setiap warga negara diperbolehkan untuk mengambil bagian,
sedangkan tidak semua orang cocok dengan peran itu. Segerombolan manipulator yang dapat
mengumpulkan suara bisa mendapatkan kekuasaan dalam demokrasi. Hasilnya, demokrasi
dijalankan oleh orang bodoh dan tidak kompeten. Satu-satunya tujuan kandidat adalah
lainnya agar terpilih. Kekuatan otot dan uang bekerja bahu-membahu untuk memastikan
kemenangan seorang kandidat. Dengan demikian, moralitas adalah korban pertama dalam
pemilu. Apa yang bisa diharapkan setelah moralitas dikorbankan?
Demokrasi modern pada kenyataannya adalah kapitalistik. Pemilu dilakukan dengan
uang. Para calon kaya membeli suara. Pada akhirnya, rakyat mendapatkan pemerintahan
plutokrasi yang berbaju demokrasi. Pada kondisi ini, orang kaya menguasai media untuk
keuntungan mereka sendiri. Kepentingan pemilik modal bisa saja mempengaruhi keputusan
politik yang diambil pemerintah. Namun kembali ke opini awal Kebaikan akan selalu
memancarkan inspirasi. Selalu ada orang hebat yang bekerja tanpa henti. Demokrasi adalah
ruang terbuka yang hidup dan dihidupkan oleh warga. Dan itu adalah usaha anda, ikhtiar saya,