• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter

Komitmen merupakan langkah awal jika ingin memiliki karakter yang baik, tetapi komitmen seperti apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Kali ini kita akan membahas dari sudut pandang sekolah.

Suatu ketika saya sempat mempresentasikan tentang pendidikan karakter dan dampaknya terhadap guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting agar lingkungan sekolah menjadi padu dengan isu pendidikan karakter yang akan didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan. Saat saya menjelaskan tentang peraturan sekolah dan peraturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter.

Dan ditengah-tengah acara saya menjelaskan agar sekolah tidak perlu terburu-buru melakukan perombakan besar dalam aturan sekolah. Saya sangat memahami beban guru dalam mengajar dan kegiatan administrasinya, lakukan step by step yang penting ada komitmen dalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan karakter itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.

(2)

dibandingkan dengan mereka yang hidup di empat musim. Karena salah satu faktor inilah kita perlu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin sangat erat dengan kesuksesan, bahkan disiplin ada dalam satu paket dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai dalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya. Bahkan ukuran disiplin sudah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam kedisiplinan untuk menjadi master dalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melewati proses 10.000 jam. Dan anda tahu siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan? Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang bisa disebut master di bidangnya masing-masing.

Pendidikan karakter cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan. Dewasa ini di media cetak, elektronik dan media internet banyak memberitakan tentang kasus jual beli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, bahkan kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu semua menunjukan bahwa nilai realisasi karakter bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini muncul akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Faktor yang mempengaruhi antara lain :

1. Rendahnya sarana fisik

2. Rendahnya kualitas guru

3. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan

4. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan

5. Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah

6. Mahalnya biaya pendidikan Memang menjadi masalah serius di negeri ini

Anggaran pendidikan yang sudah tinggi tidak menjamin sarana fisik yang baik dan biaya pendidikan yang terjangkau, penyebabnya jelas moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan pribadi dan mendapat keadaan yang tepat.

Keenam halangan ini hanya bisa hilang jika nilai luhur dan pendidikan karakter benar-benar terealisasikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berkaitan dengan permasalah diatas kiranya diperlukan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi. Untuk mencapai itu diperlukan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari setiap perangkat sekolah agar pendidikan karakter bisa terus berjalan. Dampak dari pendidikan karakter dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan mampu menetapkan tujuan pendidikannya.

(3)

karakter yang berpendidikan yaitu membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif mengingat budaya itu bersifat kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara). Perhatikan kata-kata Ki Hajar Dewantara berikut “membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri, dan semua ini dapat dimulai dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen terhadap hal ini?

Sebagai informasi tambahan, kami memberikan E-book Gratis 6 Cara Mendisiplinkan Anak yang dapat anda pelajari agar kita semua dapat memaksimalkan pendidikan karakter di negara kita dan ikut menciptakan kehidupan yang lebih baik serta mewarisikan hal terindah bagi anak cucu kita.

Salam

Timothy Wibowo

Referensi

Dokumen terkait

Relevansi konsep pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara sejalan dengan kurikulum 2013 yang sama-sama menitikberatkan pada pengembangan karakter Peserta didik dalam

Pentingnya pendidkan keluarga bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di kemukakan lebih lanjut oleh Ki-Hajar Dewantara (1961) bahwa alam keluarga, adalah: (a)

Di Indonesia pendidikan karakter sudah lama di tekankan oleh penggagas pertama kali yaitu Ki Hajar Dewantara yang mengemukakan konsep pendidikan karakter dengan

Hasil penelitian ini menemukan bahwa konsep pendidikan karakter Thomas Lickona dan Ki Hajar Dewantara adalah bagaimana seluruh elemen sosial memiliki peranan kuat pada proses

ini adalah tugas merangkum pemikiran pemikiran ki hajar dewantara, khususnya mengenai pemikiran beliau tentang pembelajaran berpihak pada

Penelitian yang dilakukan Fanani fokus mengkaji konsep pendidikan humanis oleh Ibnu Khaldun dan Ki Hajar Dewantara beserta relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam, sedangkan

Cukup banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membahas pendidikan karakter, seperti Gibbs, Foester, Nashih ulwan, Ki Hajar Dewantara, Peter Son, Simon Philips, dan Doni Kusuma, namun

Penggolongan ini dilihat dari tempat berlangsungnya pendidikan, sehingga Ki Hajar Dewantara, membedakan menjadi tiga dengan sebutan Tri Pusat Pendidikan.15 Jadi, tripusat pendidikan