• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kawal Evaluasi Izin Siar Televisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kawal Evaluasi Izin Siar Televisi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Kawal Evaluasi Izin Siar Televisi

Tak banyak yang tahu bahwa izin siar sepuluh stasiun televisi swasta nasional akan berakhir tahun ini. Agar bisa bersiar an selama 10 tahun mendatang, mereka harus melalui serangkaian proses perpanjangan izin. Salah satu tahap penting dalam pro ses tersebut adalah eva luasi dengar pendapat (EDP) yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Hasil EDP itu akan di rumuskan men jadi re ko mendasi kelayak an. Reko mendasi inilah yang menjadi dasar per tim bangan Kemen te rian Komunikasi dan Informatika untuk me mu tuskan apakah stasiun televisi tertentu layak di perpanjang izin siarnya atau tidak.

Sepanjang 2015, KPI telah melayangkan 266 sanksi kepada lembaga penyiaran. Semuanya berkaitan dengan isi program siaran, seperti kekerasan, pelanggaran terhadap perlindungan anak, pelanggaran kesopanan dan kesusilaan, serta pelanggaran jurnalistik. Ini ironis. Pasalnya, lembaga penyiaran seharusnya berfungsi sebagai media pendidikan, kontrol, dan perekat sosial, selain untuk informasi dan hiburan. Sepuluh stasiun TV dengan sanksi terbanyak berturut-turut adalah Trans TV, RCTI, ANTV, Global TV, Metro TV, Trans7, Indosiar, MNC TV, SCTV, dan TV One. Layakkah stasiun TV ini terus bersiaran?

Itu bergantung pada hasil EDP nanti. Sayangnya, KPI mirip macan ompong dalam EDP yang digelar pada Mei lalu. Langkah KPI menggelar rapat tertutup dengan stasiun-stasiun TV pada 2 Juni lalu justru membuat kredibilitasnya makin turun. Ada sejumlah masalah yang mengganduli KPI.

Pertama, KPI gagal mem beri gambaran komprehensif tentang kinerja 10 stasiun TV tersebut dalam kurun satu dekade terakhir. Jangankan 10 tahun, rekapitulasi pelanggaran dan sanksi yang diterima seluruh stasiun TV sepanjang 2012–2015 saja tidak dipublikasi di situs KPI. Bagaimana KPI bisa mengevaluasi kinerja masing-masing stasiun TV tanpa basis data yang memadai?

Kedua, KPI tidak menyediakan kriteria yang jelas mengenai stasiun TV macam apa yang layak diperpanjang izin siarnya. Dalam rilis KPI hanya tertulis bahwa dalam proses EDP ini KPI akan memberi penilaian terhadap aspek program siaran yang direncanakan pengelola televisi dalam proposalnya. Tidak disebutkan aspek apa saja yang dinilai dan bagaimana penilaiannya. Akibatnya, pertanyaan yang diajukan KPI saat EDP cenderung tak terarah dan tidak tajam. Tak mengherankan, karena mereka tak tahu apa yang harus dikejar.

Televisi merupakan media dengan penetrasi tertinggi di Indonesia. Se banyak 91,55 persen warga Indonesia berumur di atas 10 tahun menonton TV (BPS, 2012). Ironisnya, penonton cenderung dieksploitasi untuk ke pentingan industri, alih-alih diperlakukan sebagai warga negara yang punya hak atas frekuensi. Persis di sinilah peran vital KPI.

Se bagai lembaga negara independen yang diberi mandat dan wewenang meng awasi penyiaran, KPI selayaknya menjadi benteng kepentingan publik. Untuk itu, KPI harus berani bersikap transparan, apalagi KPI juga sudah meminta uji publik pada Januari lalu. Transparansi bisa dimulai dengan membuka rapor kinerja 10 stasiun TV swasta kepada publik.

(2)

Aspek lain adalah soal kepemilikan. Konsentrasi kepemilikan media jelas dibatasi dalam Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Tapi, pada prakteknya, perusahaan media melakukan akuisisi dan merger dengan memindahtangankan frekuensi—yang sejatinya adalah milik publik—layaknya entitas bisnis biasa. Akibatnya, satu pemilik bisa punya lebih dari satu stasiun TV dalam satu wilayah siaran. Hal ini rentan penyalahgunaan.

Pengalaman Pemilihan Umum 2014 menunjukkan bahwa partai politik yang berafiliasi dengan televisi tertentu memasang iklan secara masif di kelompok media tertentu: Golkar di TV One dan ANTV, NasDem di Metro TV. Kini, iklan Partai Perindo tampil leluasa di MNC Grup (MNC TV, Global TV, dan RCTI). KPI bersama dengan Kominfo semestinya bersikap tegas menegakkan mandat UU Penyiaran.

Perpanjangan izin siar 10 stasiun TV swasta ini adalah momentum perbaikan tata kelola penyiaran Indonesia. Selayaknya KPI dan Kominfo bersikap transparan dengan membuka berbagai informasi mengenai prosedur perpanjangan izin siar, kinerja stasiun TV yang memohon perpanjangan izin siar, serta kriteria stasiun TV yang layak mendapat perpanjangan izin siar. Dengan begitu, publik bisa turut mengawal prosesnya. Inilah penghormatan bagi publik selaku pemangku kepentingan utama

penyiaran: pemilik frekuensi. ●

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan penelitian Donney dan Cannon (1997) menunjukkan bahwa persepsi retail terhadap tenaga penjual akan mempengaruhi hubungan jangka yang berkelanjutan dari retailer,

Biasanya sebagian besar agen tersebut merupakan mitra bagi perusahaan asuransi artinya mereka bukan merupakan pegawai tetap yang setiap bulan harus digaji oleh perusahaan,

Pada edema serebri dapat terjadi gangguan fungsi otak, baik oleh edema serebri sendiri sehingga neuron-neuron tidak berfungsi sepenuhnya maupun oleh kenaikan TIK akibat

[r]

Tanaman Bambu Air tidak dapat digunakan untuk menurunkan kadar Phospat limbah, namun dapat menurunkan derajat keasaman (pH) sebesar 3,7 satuan pada limbah laundry

Ini berarti semakin tinggi motivasi belajar siswa, didukung dengan semakin efektif pembelajaran dan latar belakang keluarga yang baik, maka kesiapan

Sebagai tambahan informasi mengenai pengaruh Net Profit Margin, Return On Assets, dan Return On Equity terhadap Harga Saham pada perusahaan manufaktur yang

Usulan Teknis dinyatakan memenuhi syarat (lulus) apabila mendapat nilai minimal 70 (tujuh puluh), peserta yang dinyatakan lulus akan dilanjutkan pada