PETA KOGNITIF KETRAMPILAN DASAR KONSELING
ATTENDING, OPENING, ACCEPTANCE
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Attending attending adalah
keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja ynag ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya. Teknik Attending meliputi:
a. Posisi badan b. Kontak mata c. Mendengarkan
a. Meningkatkan harga diri klien, sebab sikap dan perilaku attending memungkinkan konselor meghargai konseli.
b. Dengan perilaku attending menciptakan suasana aman bagi klien, karena klien merasa ada oarang yang bisa dipercayai, teman untuk berbicara, dan merasa terlindungi secara
emosional.
c. Perilaku attending memberikan keyakinan kepada klien bahwa
konselor adalah tempat dia
Tidak ada modalita khusus dalam keterampilan attending, karena kebanyakan dari keterampilan
attending berupa non verbal.
Konseli : “Assalamualaikum bu…”
Konselor : “Waalaikum salam, silahkan masuk mba… (dengan tersenyum menghampiri konseli dan berjabat tangan)”
Konseli : “owh iya bu..” Konselor : “Silahkan duduk mba.. (mengantarkan konseli ketempat duduk dan tidak duduk sebelum konseli duduk)”
Konseli : “terimakasih bu, sebelumnya maaf kalau saya mengganggu waktu ibu”
Konselor : “iya mba, ini ibu lagi nggak sibuk kog mba.
mudah untuk mencurahkan segala isi hati dan
perasaannya.
habis dari mana? (sembari tersenyum)”
Opening opening (pembukaan) adalah keterampilan untuk
membuka atau memulai, atau mengkomunikasi hubungan konseling. Teknik Opening dapat dilakukan : a. Penyambutan
1. Verbal 2. Non Verbal
b. Pembicaraan topik netral c. Pemindahan topik netral
ke pemantulan konseling
d. Membina hubungan baik antara klien dan konselor e. Memperoleh kepercayaan
dari klien.
f. Memberikan penghargaan kepada klien.
g. Klien dapat bebas dan nyaman serta terbuka dalam mengungkapkan masalah.
Tidak ada modalita khusus dalam
keterampilan opening
Konseli :”Assalamualaikum, selamat siang bu..”
Konselor : “Waalaikum salam mba Ani, silahkan masuk mba silahkan duduk..(Dengan tersenyum konselor menghampiri konseli dan berjabat tangan serta mengantarkan konseli ketempat duduk)
Konseli : ”terimakasih bu, maaf sebelumnya kalau saya sudah mengganggu waktu ibu..” Konselor : ”enggak papa kog mba, ibu lagi nggak sibuk kog.. (sembari tersenyum)”
menggunakan topic netral untuk permulaan konseling
Konselor : “Setelah kita membicarakan mengenai kegiatan mba Ani barangkali ada sesuatu hal yang perlu kita bicarakan bersama dalam konseling kali ini”
Acceptance acceptance (penerimaan) dalah teknik yang digunakan konselor untuk menunjukkan minat dan pemahaman terhadap hal - hal yang dikemukakan klien. Bentuk acceptance meliputi:
a. Verbal
1. Bentuk pendek 2. Bentuk panjang b. Non Verbal
Tujuan dari teknik acceptence ini adalah:
a. Menunjukkan kedekatan daripada sikap dan menunjukkan tingkat keterbukaan dan ketulusan hati konselor
b. Klien merasa dihargai dan diterima keberadaannya.
Verbal
1. Bentuk pendek a. Oh…ya.. b. Lalu/kemudian, c. ya..ya..
d. Hemm..hemm 2. Bentuk panjang
a. Saya memahami.. b. Saya
menghayati… c. Saya dapat
merasakan.. d. Saya dapat
Konseli : “Bu, saya merasa marah dan kecewa dengan sikap ayah saya yang selalu kasar dengan ibu saya”
Konselor : “Saya dapat
mengerti apa yang dirasakan mba Ani”
Konseli : “Bagaimana tak akan marah kalau melihat ayah saya menampar ibu saya, padahal ibu saya tidak melakukan kesalahan kepada ayah saya bu”
Konselor : “(Konselor
mengerti… sambil menjawab lalu….)”
RESTATEMENT DAN PARAPRASHING
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Restatement Teknik yang digunakan konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali pernyataan klien ( sebagian atau seluruhnya) yang dianggap penting.
a. Untuk mengecek persepsi konselor itu sendiri
b. Menemukan inti dari masalah
c. Memudahkan konselor memberikan alternatif solusi atau arahan
Tidak ada modalita khusus. Pengulangan kembali apa yang diungkapkan konseli dengan utuh
Konseli : “Sudah 3 tahun saya bepacaran dengan dia bu, tapi ibu saya tidak merestui hubungan kami bu” Konselor : “Ibu tidak merestui..”
Paraprashing Teknik untuk menyatakan kembali esensi atau inti dari ucapan-ucapan klien
a. Menyatakan kembali ungkapan klien b. Memberikan arahan
jalannya wawancara konseling
c. Pengecekkan kembali persepsi konselor tentang apa yang diungkapkan oleh konseli. Menurut anda....? Nampaknya yang anda katakan...? Jadi anda berfikiran bahwa...? Anda mengatakan bahwa...
Konseli : “Ayah saya selalu tidak mengijinkan saya untuk pergi keluar rumah bu, padahal saya ingin bermain dengan teman-teman saya di kompleks rumah namun ayah saya selalu melarang saya, sebenarnya ayah hanya tidak ingin saya kenapa-kenapa bu”
takut kalau anda terluka ?
REFLECTION OF FEELING
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Reflection of
feeling Reflection of feeling (pemantulan perasaan) adalah teknik yang digunkan konselor untuk memantulkan
perasaan/sikap yang terkandung dibalik pernyataan klien
a. Agar konseli merasa diperhatikan
b. Memperjelas apa yang sebenarnya dirasakan konseli
c. Mendoronh konseli agar lebih terbuka
d. Agar konseli merasa percaya diri
e. Menunjukan bahwa konselor benar-benar memahami konseli Sepertinya.. Kedengarannya.. Rupa-rupanya.. Kelihatannya.. Nampaknya… Nada-nadanya.. Rasa-rasannya..
Konseli : “Bu, saya merasa bahwa saya sudah menjadi pacar yang baik buat dia dan saya juga suadah percaya dengan dia bu namun kemarin saya melihat dia jalan dengan cewek lain bu” Konselor : “Nampaknya anda merasa kecewa dengan pacar anda “
STRUCTURING
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Structuring Menurut Supriyo dan Mulawarman,2006:
27,Tehnik yang digunakan
a. Agar terjalin kesamaan pandangan
b. Agar proses konseling
a. Menurut
pemahaman saya tantang konseling…
a. Time Limit (klien)
konselor untuk memberikan batasan – batasan agar proses konseling berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling. Jenis structuring:
a. Time Limit (pembatasan waktu)
b. Role Limit (pembatasan peran)
c. Problem Limit (pembatasan masalah) d. Action Limit
(pembatasan tindakan)
berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai c. Klien akan menjadi siap
dalam proses konseling d. Memberikan penegasan
dalam proses konseling baik dari waktu, peran, masalah maupun tindakan
b. Untuk
memperlancar proses konseling… c. Perlu diketahui
bahwa … d. Dalam
permasalahan yang anda kemukakan tadi setidaknya ada … masalah…
ingin menemui ibu, namun baru hari ini saya dapat bertemu dengan ibu. Dan hari saya hanya bisa bertemu dengan ibu dari pukul 11.00 sampai pukul 11.45, karena nanti pada pukul 11.45 saya ada acara bertemu dengan pak dekan di audit bu”. Konselor : “Untuk memperlancar proses konseling ini, marilah kita manfaatkan waktu selama 45 menit ini dengan sebaik-baiknya”.
saya, sampai dengan tugas saya yang terbengkalai bu, maka dari itu saya kemari untuk membincangkan masalah tersebut dengan ibu”.
Konselor : “Bagus, anda kemari untuk membahas masalah yang anda hadapi dengan saya, namun perlu diketahui bahwa pukul 11.00 nanti ibu ada acara untuk sosialisasi di SMA dan kita hanya memiliki waktu 40 menit untuk membicarakan masalah anda. Oleh karena itu marilah kita
manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya”.
b. Role Limit
lalu saya selalu bertengkar dengan pacar saya bu padahal pertengkaran itu terjadi hanya karena hal sepele bu, karena itu saya datang kemari untu meminta nasihat dari ibu”
Konselor : “Anda meminta nasihat dari saya? perlu anda ketahui bahwa saya disini tidak dapat memberikan nasihat sebagaimana yang anda minta, namun marilah kita bicarakan bersama masalah yang sedang anda hadapi untuk dicarikan jalan kelurnya”.
c. Problem Limit
saya sudah belajar dengan giat, belum lagi saya dan pacar saya yang akhir-akir ini sering bertengkar dan yang terakhir mengenai teman dekat saya yang tiba-tiba menjauhi saya”
Konselor : “Dalam masalah yang anda kemukakan tadi setidaknya ada 3 masalah yang anda hadapi yakni hasil ulangan yang jelek, bertengkar dengan pacar anda, dan teman dekat anda yang menjauhi anda. Nah dari ketiga masalah tadi manakah yang menurut anda paling mendesak untuk terlebih dulu kita bicarakan?” d. Action Limit
mengutarakan kemarahanya ) Konselor : “Tenang-tenang,.. Anda boleh mengutarakan apa saja disini, namun perlu anda ketahui bahwa diruang sebelah masih ada rapat guru jadi dimohon untuk tidak berisik”
LEADING DAN SILENCE
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Leading Teknik/keterampilan yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung (keterampilan bertanya).
Tergugahnya konseli untuk memulai diskusi isu penting
Terhindarnya konseli dari pembeberan detail yang kurang relevan
Ditemukannya pembicaraan menurut proses dan alur konseling Terfokusnya pembicaraan
menurut proses dan alur
a. Lead umum Coba jelaskan..? Coba ceritakan..? Bagaimanakah…? b. Lead khusus
Apa..? Apakah…? Siapa…? Dimana…? Kapan…?
a. Lead Umum
Konseli : “Bu, kemarin sesaat saya pulang sekolah saya sempat dimintai uang sama preman”
Konselor : “Coba ceritakan kepada ibu bagaimana kejadian pada saat itu” b. Lead Khusus
konseling
Mendorong klien untuk dapat merespon
pembicaraan terutama pada awal pembicaraan.
akhir-akhir ini”
Konselor : “Apa yang dilakukan Ani kepada anda?”
Silence Suasana hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dengan klien dalam proses konseling.
Memberikan kesempatan kepada klien untuk istirahat atau
mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
Mendorong klien atau memotivasi klien mencapai tujuan dari konseling.
Teredakannya sejumlah perasaan atau emosi negative konseli atas dampak peristiwa yang baru diungkapkannya.
a. Silence dari Konselor
Konseli : “Bu, saya masih merasa sedih dan kesal dengan sikap ayah saya yang selalu memukul ibu saya padahal ibu saya tak pernah membuat kesalahan pada ayah. Sebenarnya apa yang menyebabkan ayah berubah menjadi kasar terhadap ibu saya?”
Konselor : “……….(diam untuk memberikan
menjadi keras” b. Silence dari koseli
Konseli : “Saya selalu bersama Rina bu, kemanapun dia pergi saya pasti selalu ikut dan kita selalu menghabiskan waktu bermain bersama bu. Rina memanglah teman dekat saya yang baik bu, namun setelah dia meninggal saya benar-benar merasa kehilangan karena kepergian Rina terkesan mendadak dan saya sangat sedih sekali….(klien diam)
REASSURANCE
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Reassurance Reassurance adalah keterampilan/teknik yang digunakan untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap pernyataan positif klien agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri.
Ketrampilan/teknik ini juga dapat digunakan untuk mendorong diri klien agar dirinya dapat lebih tabah dan tegar dalam menghadapi situasi atau hal – hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
Bentuk-bentuk reassurance adalah: 1. Approval
2. postdiction 3. prediction
1. Terbangkitkannya semangat konseli ke arah rencana yang positif
2. Teredakannya keraguan, kecemasan, dan
ketegangan konseli untuk melaksanakan perilaku baru
3. Semakin menguatnya perilaku baru
4. Terdorongnya konseli untuk memperluas perilaku baru yang berhasil
5. Terbebaskannya konseli dari emosi yang
menyakitkan,
memalukan, ataupun
1. “setelah ... maka ...”
2. “dengan upaya ... ternyata ...”
3. pasti, hampir pasti, sangat mungkin, ada kemungkinan, besar harapan, ada harapan,
1. bentuk approval:
konseli: “Saya merasa senang dengan lomba kemarin bu karena saya berkesempatan untuk menjadi juara 1” konselor: “Luar biasa, usaha anda berbuah hasil yang bagus. Pertahankan prestasi yang anda dapat sekarang” 2. bentuk postdiction
4. factual reassurance menekan harus mengerjakan suatu hal dalam satu waktu. Namun setelah saya membuat jadwa kegiatan saya sekarang sudah bisa membagi waktu saya dan tidak kurang tidur lagi bu”
Konselor : “Bagus sekali, setelah anda membuat jadwal kegiatan kini anda dapat mengatur waktu anda dengan baik dan tidak ada tumbukan waktu lagi”
3. Bentuk prediction
Konseli: “Bu, perlombaan kali ini bagi saya adalah perlombaan yang sangat
memalukan dan
perlombaan selanjutnya saya akan terus berlatih dan berusaha agar saya bisa menjadi juaranya”
Konselor: “Bagus sekali, jika anda terus berlatih dan berusaha besar harapan anda akan menjadi juara dalam perlombaan selanjutnya” 4. Factual Reassurance
Konseli: “Bu, saya tidak mengira semuanya bakal terjadi dengan begitu cepatnya, apa yang keluarga kami miliki setika hilang saat api membara begitu besar dan membakar rumah saya bu, kejadian ini sangat membuat saya dan keluarga saya sedih bu”
miliki sekarang akan diminta sewaktu-waktu oleh yang Maha punya, jadi apa yang anda rasakan saat ini hal yang wajar.
REJECTION DAN ADVICE Keter
ampil an
Pengertian Tujuan Modalit
a
Contoh Aplikasi
Rejec tion
Rejection atau penolakan adalah ketrampilan konselor melarang konseli menlanjutkan atau melaksanakan rencana tindakan yang patut diduga besar kemungkinannya membahayakan atau merugikan pihak laian dan atau dirinya sendiri. Jenis rejection ada dua yakni penolakan tersamar dan penolakan langsung.
Konselor dapat merencana tindakan yang patut diduga besar
anak-lagi …
b. Peno lakan secar a langs ung Jang an,.. janga n lakuk an.. Saya tidak setuj u deng an….
ut” b. Penol
dapat merug ikan anda denga n ibu anda” Advi
ce
Advice adalah respons verbal konselor yang menunjukkan atau mengisyaratkan adannya pilihan , rencana, atau perubahan yang memiliki peluangg behasl paling besar bagi konseli, dan palin efektif untuk dilakukan sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi konseli. Jenis advice antara lain:
a. Advice langsung b. Advice persuasive c. Advice alternatif
Diharapkan dari advice ini adalah jika advice diterapkan secara efektif dan bekerjasama, konseli akan menggunakan informasi baru untuk memikirkan perbuatan dengan cara-cara baru pula
a… b. Advi
ce persu asive Ber das ark an alas an and a ma ka … Ses
uai per nya taan
and a… c. Advi
ce alter nativ e Mar
i kita bica ra bers ama .. Mar
i kita disk usik an
bers ama ..
SULA ”
a merep otkan orang tua anda maka alang kah baikn ya jika renca na anda dilaks anaka n”.
”
CONFRONTATION
Keterampilan Pengertian Tujuan Modalita Contoh Aplikasi
Confrontation Konfrontasi yaitu teknik yang menantang konseli untuk melihat adanya inkonsistensi antara
perkataan dengan perbuatan atau bahasa badan, ide awal dengan ide berikutnya, senyum dengan kepedihan, dan sebagainya. Jenis confrontasi yakni: a. Antara 2 pernyataan b. Antara pernyataan
dengan tingkah laku c. Antara pernyataan
dengan tingkah laku non verbal
d. Antara 2 tingkah laku non verbal
Agar klien menyadari dan menghadapi berbagai pikiran, perasaan dan kenyataan yang terjadi pada dirinya, yang ingin disembunyikan atau
diingkarinya.
a. Tadi anda mengatakan bahwa… sementara… b. Tadi anda berkata
bahwa… tetapi.. c. Semula anda
berkata… belakangnya… d. Awalnya anda mengatakan… akhirnya…
a. Antara 2 pernyataan
Konseli : “Menurut saya Ani orangnya sangat baik bu, saya sangat suka dengan sikap dan tingkah lakunya bu karena dia orangnya santun namun terkadang saya tidak suka dengan sikap ani yang selalu berlebihan bu..”
Konselor : “Tadi anda mengatakan bahwa anda sangat suka dengan sikap dan tingkah laku ani sementara anda mengatakan bahwa anda tidak suka dengan sikap Ani?”
Konseli : “Saya sekarang selalu berusaha untuk menabung bu dan tidak shoping terus, tiap hari saya menyisihkan uang saku saya bu. Kemarin saat saya pergi ke mall saya sempat membeli beberapa barang bu mulai dari tas, sepatu dan baju bu..” Konselor : “ Semula anda berkata anda selalu menabung akan tetapi anda mengatakan kemarin masih belanja beberapa barang di mall?”
c. Antara pernyataan dengan tingkah laku non verbal Konseli : “Saya senang kog bu bisa satu kamar dengan Rina” (dengan nada datar dan kepala menunduk)
mengatakan bahwa anda senang tetapi wajah anda mengatakan tidak seperti apa yang anda katakan”
d. Antara 2 tingkah laku non verbal
Konseli : “Saya sedih sekali bu dengan musibah yang menimpa keluarga saya bu (dengan menangis) dan saya juga senang bu karena ibu tiri saya akhirnya bisa pergi dari rumah saya bu (sembari tertawa)
Konselor : “ Tadi anda mengatakan anda sedih akan tetapi anda juga mengatakan bahwa anda senang?”
CLARIFICATION DAN INTERPRETASI
Clarification Klarifikasi yakni teknik yang digunakan konselor untuk menanggapi konseli dengan cara memperjelas dengan menggunkan kata-kata baru dengan acuan inti kalimat yang diucapkan klien atau menggunakan pertanyaan yang dapat memperjelas jawaban klien atas ucapannya.
1. Mendorong klien untuk melakukan elaborasi 2. Memeriksa ketepatan apa
yang didengar konselor terhadap pesan-pesan klien.
3. Memperjelas pesan-pesan yang samar atau
membingungkan.
4. Diperoleh kejelasan inti isi pembicaraan konseli. 5. Konseli terbantu
mendiskriminasikan perbuatan ataupun situasi yang dihadapi.
6. Mengarahkan pembicaraan lebih lanjut kearah uraian situasi ataupun perbuatan yang lebih luas dan dalam.
Pada dasarnya
Pada pokoknya
Pada intinya
Singkat kata
Dengan kata lain
Konseli : “Saya merasa sedih dan kecewa karena telah
mengambil keputusan untu putus dengan andi, padahal saya masih sayang dan cinta dengannya bu. Dia selalu buat saya senang tapi sekarang kesengan itu tak lagi muncul setelah kami putus padahal saya masih masih ingin bersama dia bu”
Konselor : “Pada dasarnya, anda ingin balikan lagi dengan pacar anda”
Interpretasi Interpretasi yakni keterampilan yang
1. Mengembangkan hubungan menyehatkan
“Apakah yang anda katakan
a. Pengecekan Informasi
digunakan konselor dalam proses konseling untuk menafsirkan makna dari pesan yang di ungkapkan konseli, baik itu perasaan, ide-ide, pikiran, perilaku maupun sikap dari konseli.
melalui dorongan pengungkapan diri konseli, peningkatan kredibilitas konselor dan pengkomunikasian sikap-sikap menyehatkan kepada konseli. 2. Mengenali hubungan
sebab akibat diantara pesan dan perilaku eksplisit dan implisit konseli.
3. Membantu konseli mengkaji tingkah laku, pemikiran-pemikiran, dari sudut tinjauan lain dengan penjelasan lain
4. Memotivasi konseli menggantikan pemikiran merusak diri atau tingkah laku tidak efektif.
adalah...?” “ Nampaknya
yang anda katakan adalah...”
“ Jadi anda berpikir bahwa...” “Sepertinya
yang anda katakan....” “menurut anda....”
pacar saya sering marah-marah sama saya bu padahal tidak ada masalah diantara kami bu. Saya bingung setiap awal bulan pacarnya sering sentiment dan sensitive bu” Konselor : “Dari
pernyataan anda tadi apakah anda bermaksud bahwa pacar anda sedang dalam masa menstruasi ?” b. Interpretasi Tunggal
Konseli : “Saya selama ini merasa malu dengan berat tubuh saya yang berlebihan bu, padahal selama ini saya sudah mengurangi makan dan selalu olah raga namun berat badan saya tak kunjung turun bu”
diet? Perlu anda ketahui program diet juga membutuhkan waktu dan tidak bisa langsung instan seperti yang anda inginkan’ c. Interpretasi Ganda
Konseli : “Besok saya harus mengadapi ujian nasional bu, saya sudah berusaha dengan belajar setiap malam bu tapi saya ragu dengan hasil nantinya (dengan wajah menunduk dan tangan meremas-remas)
Konselor : “Dilihat dari perkataan dan perilaku anda sepertinya anda merasa takut menghadapi ujian nasional besok?”
SUMMARY DAN TERMINATION
Summary Teknik yang digunakan konselor untuk
menyimpulkan atau ringkasan mengenai berbagai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling
a. Menyatukan berbagai unsur-unsur dalam pesan klien. b. Mengidentifikasi tema-tema
umum, yang baru jelas setelah beberapa pesan dikemukakan atau setelah beberapa kali proses konseling.
c. Untuk mengarahkan pembicaraan klien. d. Mencegah langkah yang
terburu-buru dalam suatu sesi konseling.
e. Mereview kemajuan yang diperoeh selama satu ata beberapa kali wawancara.
a. Summary Bagian: - Sementara ini… - Sampai saat ini… - Sejauh ini… - Selama ini…, dsb. b. Summary Akhir: - Sebagai kesimpulan akhir…
- Sebagai puncak- pembicaraan… - Sebagai penutup
pembicaraan kita… - Dari awal hingga
akhir pembicaraan kita…
- Jadi, pada akhirnya ... - Setalah diskusi panjang akhirnya ..., dsb.
a. Summary bagian
Konselor : “Sementara ini dari pembicaraan kita dapat simpulkan bahwa kita telah membahas masalah anda mengenai pertengkaran dengan ibu anda serta penyebab pertengkarang tersebut. Sekarang marilah kita cari bagaimana cara yang dapay membantu anda mengatasi peretengkarang tersebut”
meminta maaf kepada teman dekat anda agar masalah anda dapat terselesaikan seperti yang telah tadi kita bicarakan”
Termination Ketrampilan / teknik yang digunakan konselor untuk mengakhiri komunikasi berikutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling betul-betul telah “berakhir”.
a. Memiliki peta kognitif perjalanan konseling.
b. Mencapai pemahaman antara konselor dan konseli
mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling. c. Mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai konseling.
d. Memelihara persepsi pantas konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor.
1. Verbal:
- kita menyudahi ...., - kita akhiri ...., - Baiklah, sekarang
waktu telah menunjukkan pukul…. sesuai dengan kesepakatan kita di awal
pertemuan tadi bahwa pertemuan kita ini hanya sampai pukul……… - Membuat summary 2. Non verbal:
- Melihat jam.