• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN KOOPERATIF YANG DIMODIFIKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMBELAJARAN KOOPERATIF YANG DIMODIFIKASI"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

Disampaikan Oleh:

Budi Usodo

(2)

Pengertian:

Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada

penggunaan kelompok kecil untuk bekerja

sama dalam

memaksimalkan kondisi belajar

dalam mencapai tujuan belajar.

Pendekatan pembelajaran yang memberi

kesempatan kepada anak didik untuk bekerja

sama dengan temannya dalam tugas-tugas

terstruktur (Lie, A., 1995).

(3)

Pembelajaran Kooperatif yang

Dimodifikasi

Pengertian:

Pembelajaran kooperatif yang

dimodifikasi adalah memodifikasi sintaks

atau beberapan bagian dari suatu

langkah

yang

bertujuan

untuk

(4)
(5)
(6)

Langkah-langkah :

1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 atau 5 orang

secara heterogen (menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll) 2. Guru menyajikan pelajaran

3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu

(7)

Modifikasi STAD

Alasan:

Pada langkah ke-2 di STAD, yaitu

presentasi guru, kurang relevan

dengan prinsip pembelajaran kooperatif

yang

mengacu

pada

paham

(8)

Modifikasinya

Pada langkah kedua STAD, diganti dengan kegiatan yang lebih mengarahkan untuk siswa/mahasiswa

menjadi lebih aktif. Misalnya diganti dengan

(9)

modifikasinya

Modul : Dosen menyiapkan materi

(10)

Langkah-langkah STAD

modifikasi

Langkah-langkah :

 Membentuk kelompok yang anggotanya 4 atau 5 orang

secara heterogen (menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)

Kegiatan tugas membaca / belajar modul/

 Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan

oleh kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

 Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa.

Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu

 Memberikan penghargaan kelompok

(11)

k

Metode pembelajaran kooperatif dimana siswa ditempatkan ke dalam tim beranggotakan empat sampai enam siswa untuk mempelajari materi akademik yang telah dipecah menjadi bagian-bagian untuk tiap anggota

Kelompok Asal

a b c a b c a b c a b c a b c d e d e d e d e d e

a a a b b b c c c d d d e e e a a b b c c d d e e

(12)

Langkah-langkah :

1. Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri 4 atau 5 siswa secara heterogen.

2. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan setiap anggota siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.

3. Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama.

Kumpulan siswa semacam itu disebut’kelompok pakar’(expert group). 4. Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali

ke kelompok semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar .

5. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam ‘‘home teams’’, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah

dipelajari.

(13)

Jigsaw Modifikasi

Alasan:

Penentuan ahli biasanya kurang tepat,

misalnya mahasiswa yang kurang mampu

pada topik A tetapi mendapat tugas sebagai

ahli A. Sehingga yang terjadi pada saat diskusi

di kelompok ahli menjadi kurang optimal.

Pada kegiatan di kelompok asal, terkadang

(14)

Modifikasinya

Agar penentuan ahlinya lebih tepat,

Sebelum langkah-2, perlu dilakukan tes

penempatan untuk pembagian sebagi

ahli. Tes yang dilakukan adalah pre tes

materi ahli

Sebelum

kegiatan

kelompok

ahli

berakhir,

dilakukan

tes

untuk

(15)

Langkah-langkah :

1. Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri 4 atau 5 siswa secara heterogen.

2. Pre tes untuk penempatan ahli

3. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan setiap anggota siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.

4. Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama. Kumpulan siswa semacam itu disebut’kelompok ahli’(expert group) dan diakhiri dengan post tes dan tindak lanjut

5. Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok ahli kembali ke kelompok semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar .

6. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam ‘‘home teams’’, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari.

(16)

TEAM ASSISTED

INDIVIDUALIZATION (TAI)

Pengertian

TAI adalah penggabungan pembelajaran

kooperatif

dengan

teknik-teknik

pembelajaran tertentu yang bertujuan

untuk

mengatasi

permasalahan

pembelajaran

individual

dan

(17)

TEAM ASSISTED

INDIVIDUALIZATION (TAI)

Dasar pemikirannya

 Pembelajaran hendaknya memenuhi kebutuhan

individual masing-masing siswa

Kenyataan kebutuhan individual siswa tidak sama

Pembelajaran individual sangat sulit dilaksanakan di

kelas, karena faktor waktu, tenaga dan biaya.

 Dengan mendesain perangkat pembelajaran dan

(18)

Komponen TAI

Team: Para siswa dalam TAI dibagi kedalam tim-tim

yang beranggotakan 4 sampai 5 orang, seperti pada STAD dan TGT.

Tes Penempatan: untuk menempatkan siswa dalam

kelompok heterogen

Perangkat pembelajaran:

 Halaman panduan yang berupa pengulangan konsep –

konsep yang telah diperkenalkan oleh guru dalam kelompok pengajaran

 Beberapa halaman untuk latihan kemampuan

 Tes formatif – dua set yang paralel

 Soal tes unit.

 Halaman jawaban untuk halaman latihan kemampuan dan

(19)

Komponen TAI

Pembelajaran kelompok: Guru menjelaskan

beberapa materi pokok untuk setiap kelompok sekitar 10 – 15 menit.

Team Study

 Para siswa membentuk kelompok terdiri dari 2 atau 3 orang

dalam tim mereka untuk melakukan pengecekan .

 Para siswa membaca halaman panduan mereka dan

meminta teman satu tim atau guru untuk membantu bila diperlukan.

 Tiap siswa mengerjakan soal pertama dalam latihan

(20)

Komponen TAI

Team study (lanjutan)

 Apabila siswa sudah dapat menyelesaikan soal dengan benar

dalam latihan kemampuan, dia akan mengerjakan tes formatif A, yaitu kuis yang mirip dengan latihan kemapuan (10 soal). Pada saat mengerjakan tes formatif, siswa harus bekerja sendiri sampai selesai.

 Seorang teman satu timnya akan menghitung skor tesnya.

Apabila siswa tersebut dapat mengerjakan delapan atau lebih soal dengan benar, teman satu tim tersebut akan menandatangani hasil tes itu untuk menunjukan bahwa siswa tersebut telah dinyatakan sah oleh teman satu timnya untuk mengikuti tes unit.

 Bila siswa tersebut tak bisa mengerjakan delapan soal

dengan benar, guru akan dipanggil untuk membantu

(21)

Komponen TAI

Team study (lanjutan)

Setelah menyelesaikan tes formatif, saatnya

siswa melaksanakan tes unit. Hasil dari tes

unit tersebut diperiksa oleh anggota dari tim

lain secara bergantian.

Hasil tes unit digunakan sebagai skor

(22)

Komponen TAI

Penghargaan kelompok

: Penghargaan

kelompok

didasarkan

pada

skor

(23)

Langkah-Langkah TAI

 Tes penempatan

 Pembentukan Tim dan kelompok  Pembelajaran kelompok

Meminta siswa membaca halaman panduan

 Meminta setiap siswa mengerjakan soal latihan dalam

kelompok dan saling mengecek jawaban siswa

 Mengerjakan tes formatif secara individual  Mengerjakan tes unit

 Menentukan skor kelompok

(24)

Modifikasi TAI

Alasan:

Tidak ada kegiatan kelompok yang

bertujuan untuk mempelajari materi

secara bersama

Pada kegiatan team study ada kegiatan

(25)

Modifikasinya

Diperlukan kegiatan kelompok (disebut

pra kegiatan kelompok) yang membahas

permasalahan / belajar secara bersama

Diperlukan peran siswa yang pandai

(26)

Langkah-Langkah TAI Modifikasi

Tes penempatan

Pembentukan Tim dan kelompokPra pembelajaran kelompokPembelajaran kelompok

Meminta siswa membaca halaman panduan

Meminta setiap siswa mengerjakan soal latihan dalam

kelompok dan saling mengecek jawaban siswa

Mengerjakan tes formatif secara individualAsistensi

Mengerjakan tes unit

Menentukan skor kelompok

(27)
(28)

Prinsip model TGT ini pada

dasarnya sama dengan model

tipe

STAD,

yang

berbeda

hanyalah

cara

mengetahui

kemampuan siswanya saja. Kalau

didalam TGT diakhiri dengan

permainan / turnamen yang

pesertanya

perwakilan

dari

(29)

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model TGT dapat diilustrasikan sebagai berikut:

1 Guru menyampaikan materi pembelajaran ke siswa secara klasikal (paling sering

(30)

2 GURU MEMBAGI SISWA KE DALAM

(31)
(32)

4 Guru meminta masing-masing kelompok untuk mengirimkan wakil-wakilnya duduk dalam setiap meja turnamen guna bertanding melawan anggota kelompok lainnya.

(33)

KOMPOSISI SETIAP MEJA TURNAMEN

KOMPOSISI SETIAP MEJA TURNAMEN

DAPAT DIILUSTRASIKAN SEBAGAI

DAPAT DIILUSTRASIKAN SEBAGAI

(34)

Tournament

Perangkat tournamen:

– Satu set lembar tournament (soal dan

jawaban)

– Satu set skor tournamet

(35)

Pelaksanaan tournament

a. Melakukan drawing kartu untuk menentukan pembaca pertama (pembaca pertama adalah yang memperoleh nomor terbesar)

b. Pembaca pertama mengocok kartu-kartu dan mengambil kartu teratas

c. Pembaca membaca dengan keras soal sesuai dengan nomor yang terambil

d. Kesempatan pertama menjawab soal kuis turnamen diberikan kepada pembaca, selanjutnya giliran

menjawab bagi anggota kelompok yang lain searah putaran jarum jam. siswa yang ada di sebelah kiri atau kanannya(penantang pertama) punya opsi untuk

(36)

Pelaksanaan tournament

e. Penantang kedua boleh menantang kalau mempunyai jawaban yang berbeda, kalau tidak menantang boleh

melewatinya. Akan tetapi, penantang harus hati-hati karena mereka harus mengembalikan kartu yang telah dimenangkan ke dalam kotak (jika ada) apabila jawaban mereka salah.

f. Jika semua penantang telah lewat penantang kedua mengecek jawaban dan membacanya dengan keras.

Pembaca atau penantang yang memperoleh jawaban yang benar dapat menyimpan kartunya.

g. Putaran berikutnya, posisinya berubah, penatang pertama menjadi pembaca, penantang kedua, menjadi penantang kedua.

h. Kegiatan ini dilakukan sampai kartu di meja habis

(37)
(38)

Modifikasi TGT

Modifikasi TGT sama dengan STAD,

(39)

Metode Struktural

Metode ini menekankan pada

struktur-struktur khusus yang dirancang untuk

mempengaruhi pola-pola interaksi siswa.

Berbagai struktur tersebut dikembangkan

oleh Kagan dengan maksud menjadi altenatif

dari berbagai struktur kelas tradisional.

Struktur-struktur Kagan menghendaki agar

(40)

Teknik-teknik Pendekatan

Struktural

1.

Mencari Pasangan

Pengertian

Teknik belajar mengajar mencari

pasangan (

Make a Match

) adalah siswa

mencari pasangan sambil belajar

(41)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

1. Mencari Pasangan

Langkah-langkah:

a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep

atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

b. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

d. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok

dengan kartunya (soal jawaban)

e. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas

waktu diberi poin

f. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat

kartu yang berbeda dari sebelumnya

g. Demikian seterusnya

(42)

Modifikasi Mencari pasangan

Alasan:

Kelemahan dari metode ini adalah akan

terjadi kegaduhan luar biasa akibat

kegiatan mencari pasangan

Upaya:

(43)

Langkah modifikasi mencari pasangan

Langkah-langkah:

a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep

atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

b. Membagi kelas menjadi 4 atau 5 kelompok besar yang berisimaksimal 10 siswa

c. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

d. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

e. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok

dengan kartunya (soal jawaban)

f. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas

waktu diberi poin

g. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat

kartu yang berbeda dari sebelumnya

h. Demikian seterusnya

(44)
(45)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

2. Bertukar Pasangan

Teknik belajar mengajar Bertukar

Pasangan memberi siswa kesempatan

untuk bekerja sama dengan orang lain.

Teknik ini bisa digunakan dalam semua

(46)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

2. Bertukar Pasangan

Langkah-langkah :

1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa

menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).

2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas

dengan pasangannya.

3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan

satu pasangan yang lain.

4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian

pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.

5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan

(47)

Modifikasi bertukar pasangan

Alasan:

Pada langkah ke-4, kemungkinan diperoleh

jawaban yang berbeda dengan jawaban

pasangannya, sehingga kemungkinan timbul

keraguan, mana jawaban yang benar.

Upaya:

(48)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

2. Bertukar Pasangan

Langkah-langkah :

1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk

pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).

2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan

pasangannya.

3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan

yang lain.

4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan

yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.

5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian

dibagikan kepada pasangan semula.

(49)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

3. Berkirim Salam dan Soal

Siswa membuat pertanyaan sendiri

sehingga akan merasa lebih

terdorong untuk belajar dan

menjawab pertanyaan yang dibuat

oleh teman-teman sekelasnya.

Kegiatan berkirim salam dan soal

(50)

Teknik-teknik Pendekatan Struktural

3. Berkirim Salam dan Soal

Langkah-langkah:

 Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan

setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain.

Kemudian, masing-masing kelompok mengirimkan satu

orang utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya

 Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari

kelompok lain

 Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok

(51)

Referensi

Dokumen terkait

b. Untuk mencapai struktur atom yang stabil, maka ada atom yang cenderung melepaskan elektron dan ada yang cenderung menangkap elektron.. 3) Unsur gas mulia tdk dpt

Peran civil society cenderung diabaikan oleh eksekutif dan legislatif yang ditandai: (1) aspirasi masyarakat tidak dijadikan sebagai muatan atau isi kebijakan anggaran

- Siswa bersama guru semangat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. - Siswa dapat mengerjakan LKS tersebut. - Siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, siswa dapat

Tes KGS berbentuk tes objektif (pilihan ganda) mencakup ketiga materi percobaan, yaitu: 1) sintesis dan karakterisasi natrium tiosulfat pentahidrat, 2)

mendamaikan kedua belah pihak dengan cara mempertemukan para pihak untuk mediasi. Ketua Pengadilan Agama Rengat Bapak Drs. Muhdi Kholil, SH., M.A., M.M juga menyampaikan

Sebagaimana diketahui pula bahwa beban angin yang bekerja saat ini sesuai informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dijumpai bahwa kondisi besarnya kecepatan angin

Sedangkan hasil perhitungan ANP untuk infrastruktur pendukung pariwisata didapatkan Penginapan/Akomodasi memiliki nilai bobot terbesar dengan nilai 0,1787, dimana nilai

Hal ini penting dan sangat menarik untuk diteliti, untuk mengetahui bentuk pemerolehan bahasa anak usia lima tahun dalam tataran fonetik (kajian fonologi) pada anak