• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan (1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Reformasi Birokrasi

Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Pusat Pembinaan Akuntan dan

Jasa Penilai Kementerian Keuangan

Haris Prasetiyo *)

ABSTRAK

Sistem Pengendalian Intern mempunyai dimensi lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantuan. Reformasi Birokrasi mempunyai dimensi penataan kelembagaan, penataan ketatalaksanaan, penataan sumberdaya manusia aparatur, akuntabilitas, dan pelayanan dan kualitas pelayanan.

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi baik secara sendiri maupun secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan pada Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP).

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan paradigma positivisme. Penelitian dilakukan PPAJP Kementerian Keuangan dimulai bulan Nopember 2012 sampai dengan Februari 2013..

Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Kontribusi variabel sistem pengendalian intern secara bersama-sama dengan variabel reformasi birokrasi terhadap kualitas pelayanan menunjukkan angka yang sangat signifikan yaitu sebesar 92,3%. Artinya 7,7% sisanya adalah kualitas pelayanan yang disebabkan oleh faktor-faktor lain.

Kata kunci: Sistem Pengendalian Intern, Reformasi Birokrasi dan Kualitas

Pelayanan.

Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) merupakan salah satu Satuan Kerja di Lingkungan Kementerian Keuangan yang tugas dan fungsinya diatur dalam Peraturan

Menteri Keuangan Nomor

184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.

Berdasarkan ketentuan pasal 2109 PMK Nomor 184/PMK.01/2010 disebutkan PPAJP mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan di bidang pembinaan profesi akuntan publik dan penilai publik, pengembangan dan pengawasan jasa akuntan publik

dan jasa penilai publik, serta penyajian informasi akuntan dan penilai publik.

Penyusunan SOP Layanan Unggulan berpedoman pada PMK Nomor 139/PMK.01/2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Prosedur Operasi (Standard Operating Procedures) di Lingkungan Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 55/PMK.01/2007, yang di dalam SOP tersebut memperhatikan risiko utama (key risk) yang mungkin timbul Identifikasi risiko dimaksud termasuk salah satu unsur sistem pengendalian intern.

*)

(2)

2 SOP Pelayanan Penyelesaian

Perizinan Akuntan Publik dan Penilai Publik merupakan tata cara pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik, yang diselesaikan dalam jangka waktu 20 hari kerja, tidak ada biaya atas jasa pelayanan, dengan melengkapai berbagai syarat administrasi.

Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan belum optimal kualitas pelayanan publik yang dilakukan Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai terhadap pemenuhan kepentingan pemangku kepentingan, antara lain: 1. Terdapat 7 pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik yang jangka waktu penyelesaiannya melebihi 20 hari kerja,

2. Terdapat 33 kasus dengan menggunaka pemalsuan hasil audit akuntan publik pada beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP) yang resmi terdaftar pada PPAJP.

3. Tata laksana proses pemeriksaan terhadap Akuntan Publik, belum efektif, terjadi kasus pembatalan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 126/KM.1/2009, tertanggal 22 Februari 2010 tentang Pembekuan izin Akuntan Publik LP berdasarkan amar keputusan Mahkamah Agung nomor 67/G/2010/PTUN-JKT.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Reformasi Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini lebih mengandalkan angka-angka berupa skor sebagai kerangka dasar analisis. Skor tersebut diperoleh dengan metode survei. Metode ini, menurut Kerlinger & Lee (2000:599), lazimnya digunakan pada populasi besar maupun kecil,

tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antarvariabel.

Dalam hal ini, survei dimaksudkan untuk mempelajari sikap, keyakinan, nilai-nilai, demografi, tingkah laku, opini, kebiasaan, keinginan, ide-ide, dan tipe informasi lain (McMillan & Schumacher, 2006: 233) yang diperlukan untuk kepentingan penelitian. Dari data, fakta atau informasi yang diperoleh melalui survei tersebut dapat digambarkan kondisi masing-masing variabel yang diteliti sehingga memungkinkan untuk diketahui Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Reformasi Birokrasi terhadap Kualitas Pelayanan pada Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai.

Operasionalisasi Variabel

Dalam Penelitian ini menggunakan variabel bebas yakni sistem pengendalian intern (X1) dan reformasi birokrasi (X2) serta variabel terikat yakni kualitas pelayanan (Y) pada Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai.

Untuk memperjelas batasan masing-masing variabel, maka dijabarkan ke dalam definisi operasional variabel sebagai berikut:

1. Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajamen

2. Reformasi Birokrasi adalah pembaharuan mind-set (pola pikir) dan

culture set (budaya kerja) serta reformasi dalam sistem manajemen pemerintah.

(3)

3

Gambar Model Penelitian

Populasi dan Sampel

Penelitian ini dilaksanakan pada Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai yang berjumlah 93 pegawai dan pemegang izin Akuntan Publik dan Penilai Publik yang berjumlah 86 AP/PP yang diberikan pada kurun waktu tahun 2011-2012. Jadi, jumlah populasi secara keseluruhan adalah 179.

Jumlah sampel untuk penelitian dengan margin of error sebesar 5% adalah sebanyak 119 orang responden terdiri dari 60 orang respoden dari karyawan PPAJP dan 59 orang responden dari Akuntan Publik/Penilai Publik dengan asumsi bahwa sampel sudah cukup terwakili dan data cukup heterogen, sehingga dengan pengambilan sampel sebanyak ini dapat dianggap telah memenuhi persyaratan dan mewakili populasi dari penelitian ini.

Teknik Penarikan Sampel

Teknik penarikan sampel representatif dari populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Teknik Analisis Data

Uji Kualitas Data terdiri dari Pengujian Validitas dan Pengujian Realibilitas sedangkan teknis analisa data berupa Analisis Statistik Deskriptif dan Analisis Statistik Inferensial

Uji Persyaratan Analisis dan

Pengujian Kriteria Statistik

Uji ini terdiri dari Uji Normalitas , Uji Linearitas dan Uji Homogenitas sedangkan Pengujian Kriteria Statistik berupa Pengujian Koefisien Regresi Parsial (uji t), Pengujian Koefisien Regresi Secara Simultan (uji F)

Sistem Pengendalian Intern (Mulyadi, 2002:175)

Dimensi:

 Lingkungan pengendalian  Penilaian risiko

 Kegiatan Pengendalian  Informasi dan komunikasi  Pemantauan pengendalian intern

Reformasi Birokrasi (Sedarmayanti,

2009:75)

Dimensi:

 Penataan kelembagaan  Penataan ketatalaksanaan  Penataan SDM

 akuntabilitas

 pelayanan dan kualitas pelayanan

Kualitas Pelayanan (Zeithaml, 1990:56)

Dimensi:

(4)

4

Pengujian Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi dipergunakan untuk mengetahui prosentase perubahan variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X), dengan melakukan

1. Pengujian Hipotesis 1

Dilakukan uji parsial bertujuan untuk membuat kesimpulan mengenai pengaruh variabel independen X1 (sistem pengendalian intern) terhadap variabel dependen Y (kualitas pelayanan).

2. Pengujian Hipotesis 2

Dilakukan uji parsial bertujuan untuk membuat kesimpulan (inference) mengenai pengaruh variabel independen X2 (reformasi birokrasi) terhadap variabel dependen Y (kualitas pelayanan).

3. Pengujian Hipotesis 3

Pengujian secara simultan terhadap persamaan regresi estimasi perlu dilakukan untuk memastikan apakah persamaan regresi tersebut dapat digunakan untuk menaksir nilai variabel dependen pada nilai variabel

independen tertentu. Pengujian terhadap pengaruh-pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap perubahan nilai variabel dependen.

HASIL PENELITIAN

Hasil uji validitas dengan menggunakan metode Corrected Item-Toral Correlationadalah setiap item indikator pada variabel Sistem Pengendalian Intern (X1), variabel Reformasi Birokrasi, dan variabel Kualitas Pelayanan (Y) semua nilai korelasi diatas r tabel, jadi semua item indikator adalah valid.

Analisis Statistik Deskriptif

Dari hasil analisis statistik deskriptif dapat diketahui deskripsi data variabel Sistem Pengendalian Intern (X1), variabel Reformasi Birokrasi (X2), dan Variabel Kualitas Pelayanan (Y), dengan data sebagai berikut:

Tabel 1 Statistik Deskriptif

Total Sistem

Sumber: Penelitian SPSS Versi 20.

Uji Normalitas Data

Uji Normalisasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah nilai residual tersebar normal atau tidak. Prosedur uji dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov, dengan ketentuan sebagai berikut :

(5)

5

Tabel 2 Uji Normalitas Data

Studentized Residual N

Normal Parameters a,b Mean

Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive

Negative Kolmogorov-Smirnov Z

Asymp. Sig. (2-tailed)

80 .0053377 1.010225415 .065 .050 -.095 .710 .751 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Dari hasil perhitungan didapat nilai sig. sebesar 0.751 atau lebih besar dari 0.05; maka ketentuan H0 diterima yaitu bahwa asumsi normalitas terpenuhi.Dengan terpenuhi seluruh asumsi klasik regresi di atas maka dapat dikatakan model regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sudah layak atau tepat.Sehingga dapat diambil interpretasi dari hasil analisis regresi berganda yang telah dilakukan.

Uji Linearitas

Hasil uji Linearitas dapat dilihat pada output Tabel Anova, dengan hasil sebagai berikut:

1. Nilai signifikansi variabel Sistem Pengendalian Intern dan variabel Kualitas Pelayanan sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Sistem Pengendalian Intern dan variabel Kualitas Pelayanan terdapat hubungan yang linier karena nilai signifikasinya kurang dari 0,05.

2. Nilai signifikansi variabel Reformasi Birokrasi dan variabel Kualitas Pelayanan

sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Reformasi Birokrasi dan variabel Kualitas Pelayanan terdapat hubungan yang linier karena nilai signifikasinya kurang dari 0,05. Dengan demikian asumsi Linieritas terpenuhi.

Uji Homogenitas

Tujuan uji homogenitas untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain, jika tetap maka disebut homogenitas dan jika berbeda disebut homogenitas.Model regresi yang baik adalah homogenitas atau tidak terjadi homogenitas.

(6)

6

Tabel 3 Uji Homogenitas

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Sistem pengendalian intern

Reformasi Birokrasi Kualitas pelayanan

-.010 .012 .013 -.011

1.347 .127 .107 .155

.007 .008 -.005

-.019 .051 .056 -.062

.933 .907 .921 .931

a. Dependent Variable: Studentized Residual Sumber: Data Primer Diolah, 2013

Dengan melihat Tabel 3 berikut hasil uji homogenitas untuk masing-masing variabel :

1. Nilai sig. untuk sistem pengendalian intern adalah 0.907

2. Nilai sig. untuk Reformasi Birokrasi adalah 0.921

3. Nilai sig. untuk menutup penjualan adalah 0.931

Dari hasil pengujian tersebut didapat bahwa nilai p seluruh variabel adalah > α (α = 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi tidak nyata maka terdapat hubungan yang penting secara statistik di antara peubah sehingga dapat disimpulkan bahwa sisaan mempunyai ragam homogeny (konstan) atau dengan kata lain tidak terdapat gejala homogenitas.

Hasil Analisis Regresi

Teknik analisis ini meliputi deskripsi data dan teknik pengujian hipotesis dalam perhitungan regresi. Deskripsi data digunakan untuk mengetahui nilai tertinggi, nilai terendah, simpangan baku (Standar Deviasi).

Kemudian uji hipotesis digunakan Regresi Linear dinyatakan berarti apabila Fhitung< Ftabel diuji pada taraf signifikansi 0,05.

Sedangkan teknik analisis yang relevan untuk menguji hipotesis 1 dan 2 adalah dengan teknik regresi uji t. Seluruh analisis data statistic digunakan alat bantu komputer dengan Statistic Program for Social Science (SPSS)

forWindows versi 20.

Berdasarkan hasil perhitungan data dengan bantuan Statistic Program for Social Science (SPSS) for windows versi 20 diperoleh hasil Ringkasan Anova untuk uji signifikansi serta hasil analisis regresi ganda X1 dan X2 terhadap Y terlihat pada tabel berikut :

1. Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap Kualitas Pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan

(7)

7

Tabel 4 Pengaruh Sistem pengendalian intern Terhadap Kualitas pelayanan Coefficient (a)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Sistem pengendalian intern

5.388 .014

3.105

.254 .012

1.719 .056

.091 .956

a. Dependent Variable: Kualitas pelayanan

Pengaruh variabel sistem pengendalian intern (X1) terhadap variabel kualitas pelayanan (Y) terlihat pada table 4. yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = a + bX1 = 5.388 + 0,014X1 Dimana :

X1 = Sistem pengendalian intern Y = Kualitas pelayanan

Koefesien regresi sebesar 0,014 menyatakan bahwa setiap penambahan

satu satuan atau nilai kualitas pelayanan akan memberikan peningkatan skor sebesar 0,014 satuan.

2. Pengaruh reformasi birokrasi terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan Hasil analisis pengaruh Reformasi Birokrasi terhadap kualitas pelayanan adalah sebagai berikut :

Tabel 5 Pengaruh Reformasi Birokrasi Terhadap Kualitas pelayanan Coefficient (a)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Reformasi Birokrasi

5.338 1.114

3.105

.246 .949

1.719 4.520

.091 .000

a. Dependent Variabel (Kualitas pelayanan)

Pengaruh variabel Reformasi Birokrasi (X2) terhadap variable kualitas pelayanan (Y) terlihat pada tabel 5 yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = a + bX2 = 5,338 + 1,114 X2 Dimana : X2 = Reformasi Birokrasi

Y = Kualitas pelayanan

Koefesien regresi sebesar 1,114 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan atau nilai kualitas pelayanan

akan memberikan peningkatan skor sebesar 1,114 satuan

3. Pengaruh sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan.

(8)

8

Tabel 6 Pengaruh Sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi Terhadap Kualitas pelayanan Coefficient (a)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Sistem pengendalian intern

Reformasi Birokrasi

5.335 .014 1.114

3.105 .254 .246

.012 .949

1.719 .056 4.520

.091 .956 .000

a. Dependent Variabel (Kualitas pelayanan)

Pengaruh variabel sistem pengendalian intern (X1) Reformasi Birokrasi (X2) terhadap variabel kualitas pelayanan (Y) terlihat pada tabel 6 yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = a + b1X1+b2X2 = 5,335 + 0,014X1+ 1,114X2

Keterangan :

X1 = Sistem pengendalian intern X2 = Reformasi Birokrasi

Y = Kualitas pelayanan

Koefesien regresi sebesar 0,014 dan 1,114 menyatakan bahwa setiap

penambahan satu satuan atau nilai kualitas pelayanan akan memberikan peningkatan skor sebesar 1,128 satuan

Hasil Uji Hipotesis

1. Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan.

Ringkasan hasil uji signifikansi (uji-t) adalah sebagai berikut :

Tabel 7 Pengaruh Sistem pengendalian intern Terhadap Kualitas pelayanan Coefficient (a)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Sistem pengendalian intern

5.338 .014

3.105

.254 .012

1.719 0.056

.091 .956

a. Dependent Variabel (Kualitas pelayanan)

Nilai thitung berdasarkan tabel 7 yaitu thitung untuk variabel sistem pengendalian intern (X1) = 0,056 Sedangkan nilai ttabel dapat dicari dengan cara sebagai berikut :

a. Tingkat signifikansi (α) = 0,05

b. Dk (derajat kebebasan) = n-k-1=60-2-1=57

c. Uji dilakukan dua sisi, sehingga nilai ttabel = 2,002

Keputusan :

(9)

9 2. Pengaruh reformasi birokrasi terhadap

kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan

Ringkasan hasil uji signifikansi (uji-t) adalah sebagai berikut :

Tabel 8 Pengaruh Reformasi Birokrasi Terhadap Kualitas pelayanan Coefficient (a)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1. (Constant) Reformasi Birokrasi

5,338 1,114

3,105

.246 .949

1.719 4.520

.091 .000

a = Dependent Variabel (Kualitas pelayanan)

Nilai thitung berdasarkan table 8 yaitu thitung untuk variabel Reformasi Birokrasi (X2) = 4,520. Sedangkan nilai ttabel dapat dicari dengan cara sebagai berikut :

a. Tingkat signifikansi (α) = 0,05

b. Dk (derajat kebebasan) = n-k-1=60-2-1=57

c. Uji dilakukan dua sisi, sehingga nilai ttabel = 2,002

Keputusan :

Karena thitung> nilai ttabel yaitu 4,520 > 2,002 maka H0 ditolak.Terlihat pada

kolom sig (signifikansi) pada tabel 4.9 terdapat nilai 0,000 atau probabilitas jauh di bawah 0,05. Karena nilai thitung> nilai ttabel yaitu 4,520 > 2,002 maka Ho ditolak. Artinya secara parsial Reformasi Birokrasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan.

3. Pengaruh sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan

Ringkasan hasil uji signifikansi (uji – F) adalah sebagai berikut :

Tabel 9 Pengaruh Sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2)

Terhadap Kualitas pelayanan (Y)

Model Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

1. Regression Residual Total

7088.871 595.062 7683.933

2 57 59

3544.435 10.440

339.515 .000a

a. Predictor (Constant) : Sistem pengendalian intern, Reformasi

Birokrasi

b. Dependent Variabel : Kualitas pelayanan

Nilai Fhitung berdasarkan tabel 9 yaitu Fhitung (X12) = 339,515. Sedangkan nilai Ftabel dapat dicari dengan cara sebagai berikut :

a. Tingkat signifikansi (α) = 0,05

b. Dk (derajat kebebasan) = n-k-1=60-2-1=57

c. Uji dilakukan dua sisi, sehingga nilai Ftabel = 3,156

Keputusan :

(10)

10

Tabel 10 Koefisien Korelasi dan Determinasi

Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error of the Estimate

1 .960a .923 .920 3.23105

a. Predictors: (Constant), Sistem pengendalian intern, Reformasi Birokrasi

Untuk mengetahui kekuatan pengaruh atau koefisien determinasi sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2) secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan (Y) dapat dilihat pada nilai R square adalah 0.923 (adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi 0,960 atau 0,9602) berarti 92,3% kontribusi variabel sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y), sisanya 7,7% dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang lain.

Dari beberapa pengujian hipotesis di atas, selanjutnya peneliti melakukan pengujian faktor dengan menghubungkan kedua faktor tersebut (sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi) dengan variabel dependent (kualitas pelayanan).

Pembahasan

1. Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan

Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial sistem pengendalian intern

tidak perpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan pada PPAJP Kementerian Keuangan. Namun berdasarkan uji regresi masih menunjukkan koefisien regresi positif.

Koefisien regresi sebesar 0,014 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan atas nilai sistem pengendalian intern akan memberikan peningkatan sebesar 0,014 satuan

Hasil analisis terlihat bahwa pada kolom sig (signifikansi) terdapat nilai 0,956 atau probabilitas jauh diatas 0,05. Karena nilai thitung< nilai ttabel yaitu 0.056 < 2,002 maka Ho diterima yang artinya koefisien regresi tidak signifikan atau secara parsial tidak pengaruh positif sistem pengendalian intern terhadap kualitas pelayanan.

Hal tersebut disebabkan karena variabel sistem pengendalian intern mempunyai korelasi dengan variabel reformasi birokrasi berdasarkan hasil uji Multikolinearitas, dinyatakan bahwa Inflaton Factor (VIF) lebih dari 10 dan Tolarance lebih dari 0,1 yang artinya terjadi korelasi diantara variabel bebasnya, seperti terlampir dalam tabel 11

Tabel 11 Hasil Uji Multikolinearitas

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients Collinearity Tolerance

2. Pengaruh reformasi birokrasi terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan

(11)

11 Pengaruh variabel Reformasi

Birokrasi (X2) terhadap variabel kualitas pelayanan (Y) ditunjukkan dengan persamaan regresi

Ŷ = a + b2X2 = 5,338 + 1,114 X2

Koefisien regresi sebesar 1,114 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan atas nilai Reformasi Birokrasi akan memberikan peningkatan sebesar 1,114 satuan

Hasil analisis terlihat bahwa pada kolom sig (signifikansi) terdapat nilai 0,000 atau probabilitas jauh dibawah 0,05. Karena nilai thitung> nilai ttabel yaitu 4,520 > 2,002 maka Ho ditolak yang artinya koefisien regresi signifikan atau terdapat pengaruh positif Reformasi Birokrasi terhadap kualitas pelayanan.

Terbukti koefisien korelasi antara X2 dengan Y sebesar 4,520 tergolong cukup kuat. Dengan demikian terdapat pengaruh positif Reformasi Birokrasi terhadap kualitas pelayanan.

3. Pengaruh sistem pengendalian intern dan reformasi birokrasi secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan PPAJP Kementerian Keuangan.

Koefisien determinasi faktor sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2) secara bersama-sama terhadap variabel kualitas pelayanan (Y) adalah 0,923

Ada pengaruh positif antara sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi secara simultan terhadap kualitas pelayanan pada PPAJP Kementerian Keuangan. Pengaruh variabel sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2) terhadap variabel kualitas pelayanan (Y) ditunjukkan dengan persamaan regresi Ŷ + a + b1X1 + b2X2 = 5,338 + 0,014X1+ 1,114X2

Koefisien regresi sebesar 0,014 dan 1,114 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan atas

kualitas pelayanan akan memberikan peningkatan sebesar 1,128 satuan

Pengaruh terbentuk oleh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y dapat diperoleh koefisien determinasi diperoleh hasil rx1x2y = 0,923 (adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi 0,960 atau 0,9602) yang berarti 92 % konstribusi variabel sistem pengendalian intern (X1) dan Reformasi Birokrasi (X2) secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan (Y), sisanya 7,7% dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang lain. Dengan demikian terdapat pengaruh positif sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan.

Berdasarkan hasil analisis secara parsial maupun simultan di atas, dapat disimpulkan bahwa antara sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi sama-sama memiliki pengaruh yang signifikan. Hal tersebut berarti pengaruh sistem pengendalian intern dan Reformasi Birokrasi secara bersama-sama terhadap kualitas pelayanan pada PPAJP Kementerian Keuangan.dapat dinyatakan berhasil.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulan yang penulis berikan adalah sebagai berikut:

1. Secara parsial sistem pengendalian intern (X1) tidak berpengarh signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y). 2. Secara parsial reformasi birokrasi (X2)

berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y).

3. Secara simultan sistem pengendalian intern (X1) dan reformasi birokrasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y).

Saran

(12)

12 a. menyempurnaan ketatalaksanaan

seperti Standar Operating Prosedure (SOP) supaya tidak ditemukan lagi pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik yang melebihi janji layanan dan adanya praktik Akuntan Publik dan Penilai Publik palsu.

b. meningkatkan responsiveness dan

credibility melalui kegiatan internalisasi nilai-nilai Kementerian

Keuangan (integritas,

profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kempurnaan).

c. meningkatkan competence melalui kegiatan inhouse traning terkait aspek teknis.

d. meningkatkan security melalui kegiatan penguatan bisnis proses

untuk menjamin kepastian hukum bagi kepentingan publik.

2. Akuntan Publik dan Penilai Publik yang akan menerima jasa pelayanan dari PPAJP Kementerian Keuangan. a. mengisi dan menyampaikan lembar

evaluasi pelayanan pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik. b. Menolak permintaan pegawai PPAJP

yang bermaksud akan memberikan bantuan untuk mempermudah pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik.

c. Melaporkan kepada Ombusman apabila didapati pemberian izin Akuntan Publik dan Penilai Publik melebihi janji layanan.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat

Mulyadi. 2002. Auditing. Jakarta:Penerbit Salemba Empat

Sedarmayanti. 2009. Reformasi Administrasi Publik, Reformasi Birokrasi, dan Kepemimpinan Masa Depan (mewujudkan

Pelayanan Prima dan

Kepemimpinan yang Baik). Bandung: Refika Aditama

Kerlinger, F. N. & Lee, H. B. (2000).

Foundation of Behavioral

Research. 4th Edition. Forth Worth: Harcourt Coledge Publisher.

McMillan, James H., and Sally Schumacher. Research in

Gambar

Gambar Model Penelitian
Tabel 1 Statistik Deskriptif
Tabel 2 Uji Normalitas Data
Tabel 3 Uji Homogenitas
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan judul skripsi yang telah dikemukakan di atas yaitu “ Analisis Sistem Pengendalian Intern dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan

Adapun judul yang penulis ambil dalam penyusunan skripsi ini adalah “PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATOR TERHADAP

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai sistem akuntansi yang pembahasannya dikaitkan dengan sistem pengendalian intern,

Berdasarkan uraian diatas terlihat jelas begitu besar peran pengawasan intern atas kas suatu organisasi/instansi, maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam tugas akhir

Berdasarkan uraian diatas terlihat jelas begitu besar peran pengawasan intern atas kas suatu organisasi/instansi, maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam tugas akhir

Berdasarkan uraian diatas penulis akan meneliti dengan judul penelitian Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Dana Bantuan

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Penerapan Elemen Pengendalian Intern perbankan Terhadap

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk membahas dan melakukan penelitian yang hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul “ Analisis Sistem Pengendalian Internal