Teori Organisasi Kajian Lingkungan Organ

14 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Lingkungan Organisasi

Disusun

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Organisasi

Oleh

Deki Zulkarnain 130910202062

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

(2)

PENDAHULUAN

Tema umum dalam teori organisasi adalah bahwa organisasi harus mampuh menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar merreka dapat mempertahankan atau meningkatkan keefektifannya. Dalam pengertian system terbuka, kita dapat membayangkan organisasi sebagai pengembang mekanisme pemantauan dan umpan balik untuk mengidentifikasi dan mengetahui lingkungan mereka, menginderai lingkungan perubahan tersebut, dan membuat penyesuaian yang tepat jika dibutuhkan. Pada Procter & Gamble, manajemen menyadari bahwa lingkungannya telah berubah, pesaing agresif, sehingga menuntut P&G untuk menyesuaikan diri jika ingin tetap menjadi kekuatan yang dominan dalam industry tersebut.

(3)

BAB I

PEMBAHASAN

A. Definisi Lingkungan Organisasi

Lingkungan tidak pernah kekurangan definisi. Benang merah yang menghubungkannya adalah pertimbangan atas factor di luar organisasi itu sendiri. Misalnya, definisi yang paling popular, mengidentifikasi lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada di luar batas organisasi (Robbins, 226: 1994). Disamping itu, Lingkungan organisasi adalah semua elemen di dalam maupun di luar organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan suatu organisasi (http://maydhiputra.blogspot.com). Secara luas, lingkungan mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Selanjutnya Stoner dan Freeman (1996) memberikan pengertian lingkungan organisasi sebagai lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung terhadap organisasi. Lingkungan organisasi tidaklah statis namun bersifat dinamis dan kompleks.

Sedangkan lingkungan perusahaan menurut Basu Swastha (1991) adalah keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.

B. Jenis lingkungan Organisasi

Dalam sebuah organisasi, lingkungan terbagi atas dua, yakni, lingkungan umum dan lingkungan khusus. Atau dapat juga dikatakan sebagai lingkungan internal dan ekternal.

(4)

lingkup luas dan factor-factor luas dan factor-factor tersebut pada dasarnya berada diluar dan terlepas dari operasi perusahaan

Gambar. 1

Orgnisasi dan Lingkungan Umum

(5)

Gambar. 2

Organisasi dan lingkungan khususnya

Lingkungan khusus sebuah organisasi berbeda-beda, tergantung pada daerah yang dipilihnya. Dominan merujuk pada pilihan yang dibuat orgnisasi bagi dirinya sendiri yang menyangkut rangkaian produk atau jasa yang ditawarkan dan pasar yang dilayaninya. Dominan mengidentifikasi ceruk organisasi itu. Konsep dominan sebuah organisasi itu penting karena menentukan titik ketergantungan organisasi kepada lingkungan khususnya, mngubah dominan menggamti lingkungan khusus.

(6)

Ada dua pandangan terkait lingkungan pengaruhnya terhadap organisasi, pandangan pertama bahwa organisasi mengkonstruksikan atau menciptakan lingkungan dan lingkungan yang diciptakan tersebut tergantung pada persepsi (lingkungan sebagai hal yang statis), sebagian organisasi menghadapi lingkungan yang statis hanya sedikit kekuatan dalamlingkungan khusus mereka yang berubah, tidka terdapat pesaing, tidak ada dobrakan baru di bidang teknologi dari para pesaing, sedikit aktivitas-aktivitas dari kelompok-kelompok yang berpengaruh dimasyarakat untuk memengaruhi organisasi dan sebagainya. Pandangan kedua adalah menyatakan bahwa lingkungan akan membentuk organisasi (lingkungan sebagai hal yang dinamis), perubahan,peraturan pemerintah yang cepat dan memengaruhi usaha mereka, pesaing baru, kesukaran dalam memeroleh bahan baku, preferensi yang berubah-ubah dari masyarakat dan sebagainya. Hal diatas erat kaitannya dengan ketidakpastian lingkungan, dimana,lingkungan statis menciptakan ketidakpastian lebih sedikit bagi para manager dari pada lingkungan yang dinamis. Dan karena ketidakpastian merupakan ancaman terhadap efektifitas organisasi, manajemen mencoba untuk meminimalkannya.

C. Penemuan – penemuan terpenting

1. Burns dan stalker

Tom Burns dan G.M Stalker telah mempelajari 20 perusahaan industry Inggris dan scotlandia, hasl temuannya adalah jenis struktur organisasi yang ada dalam lingkungan yang berubah secara cepat dan dinamis, cukup berbeda dari struktur yang terdapat pada organisasi dengan lingkungan yang stabil. Mereka menarik kesimpulan bahwa kedua struktur tersebut sebagai organis dan mekanis.

(7)

Struktur organis relative lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan menekankan pada komunikasi lateral ketimbang vertical, pengaruh yang didasarkan pada keahlian dan pengetahuan ketimbang pada wewenang jabatan, tanggung jawab ditetapkan secara bebas ketimbang definisi kerja yang kaku, penekanan pada pertukaran informasi ketimbang pada pemberian pengarahan.

Table 1.

Membangkitkan struktur mekanistik dan organis

KARAKTERISTIK MEKANISTIK ORGANIS

Definisi tugas Kaku Fleksibel

Komunikasi Vertical Lateral

Formalisasi Tinggi Rendah

Pengaruh Wewenang Keahlian

Kontrol Disentralisasi Bermacam-macam

2. Emery dan Trist

Model dalam mengidentifikasi lingkungan yang mungkin akan dihadapi oleh organsasi:

1. Lingkungan tenang acak (placid randomized)

2. Lingkungan tenang mengelompok (placid classtered) 3. Lingkungan diganggu bereaksi (disturbed reactive) 4. Lingkungan kacau (turbulen vile)

Penjelasan:

1. Lingkungan tenang acak (placid randomized)

(8)

organisasi. Jika terjadi perubahan, maka ia tidak dapat diramalkan. Sehingga ketidak pastian semakin rendah karna perubahan semakin lambat dan acak, pengambilan keputusan manajerial kemungkinan besar tidak dapat memperhatikan lingkungan.

2. Lingkungan tenang mengelompok (placid classtered)

Ancaman relative bersifat kelompok ketimbang acak, perubahan terjadi secara perlahan, ini berarti kekuatan dalam lingkungan dikaitkan satu sama lain. Lingkungan placid-clustered menggambarkan lembaga-lembaga kebutuhan masyarakat yang mempunyai pabrik tenaga listrik nuklir. Organisasi dalam lingkungan placid clustered dimotivasi untuk melakukan perencanaan jangka panjang dan struktur mereka cenderung disentralisasi.

3. Lingkungan diganggu bereaksi (disturbed reactive)

Lingkungan in lebih kompleks dari dua yang terdahulu, terdapat banyak pesaing yang mencari tujuan yang sama. Organsasi yang menghadapi lingkungan disturbed reactive mengembangkan serangkaian inisiatif taktis, memperhitungkan reaksi yang lain dan menyusun strategi tindakan balik. Persaingan ini membutuhkan fleksibilitas agar dapat bertahan hidup dan struktur organsasi tersebu cenderung ke arah desentralisasi.

4. Lingkungan turbulent-field

Merupakan lingkungan yang paling dinamis dan mempunyai ketidakpastian paling besar. Dalam lingkungan ini, orgnasasi dituntut untuk mengembangkan produk atau jasa secara terus menerus untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, juga harus sering mengevaluasi hubungan dengan lembaga pemerintahan, pelanggan dan para pemasok secara terus menerus.

3. Lawrence dan Lorsch

(9)

penelitiannya, lingkungan internal sebuah organisasi di dalamnya melihat dua dimensi yang terpisahkan, yakni differensiasi dan intergrasi.

Istilah differensiasi seperti yang digunakan oleh Lawrence dan Lorsch sama halnya dengan difensiasi horizontal, namun tingkat differensiasi menjadi suautu ukuran mengenai kompleksitas dan menunjukkan komplikasi yang lebih besar dan perubahan yang cepat. Dimensi yang kedua, adalah integrasi, yaitu kualitas kerjasama yang terjadi antara unit-unit atau departemen yang saling tergantung satu sama lain, yang dibutuhkan untuk mencapai kesatuan usaha. Alat integrasi secara khas yang digunakan oleh organisasi adalah peraturan dan prosedur rencana yang formal, wewenang hierarki, dan komite pengambilan keputusan.

D. Lingkungan dan Ketidakpastian Lingkungan

ada tiga dimensi kunci yang terdapat pada setiap lingkungan organsasi, ketiga dimensi itu adalah sebagai berikut: capacity (kapasitas), volatility (dinamis) dan complexity(komplesitas).

Gambar. 3

Model tiga dimensi lingkungan

Stabil

Sederhana

berlebihan

langkah

kompleks

(10)

Pengaruh lingkungan terhadap organisasi dapat dianalisis melalui dua dimensi yaitu kompleksitas lingkungan dan stabilitas lingkungan.

1. Kompleksitas lingkungan (keragaman lingkungan) menunjukkan banyaknya elemen-elemen eksternal yang berpengaruh terhadap berfungsinya suatu organisasi.

2. Stabilitas lingkungan (menggambarkan kecepatan perubahan yang terjadi pada elemen-elemen lingkungan

Bagan. 1

Ketergantungan struktur organsasis terhadap ketidakpastian lingkungan

KETIDAKPASTIAN RENDAH Mekanistik, struktur formal, sentralisasi tinggi, sedikit bagian organisasi, tidak ada integrator, orientasi pada operasi

Organik, struktur tidak formal, desentralisasi, sedikit bagian organisasi, sedikit integrator, orientasi pada perencanaan

KETIDAKPASTIAN TINGGI

Organik, struktur tidak formal, desentralisasi, banyak bagian organisasi, diferensiasi tinggi, banyak integrator, perencanaan dan peramalan masa depen secara ekstensi.

E. Hubungan Lingkungan dan Struktur

Setiap organisasi bergantung pada lingkungannya sampai batas tertentu, tetapi kita tidak mengabaikan yang nyata , yaitu bahwa organisasi lebih tergantung pada lingkungan dan sub lingkungannya dibandingkan yang lainnya. Oleh karena itu efek

Stabil

Tdk Stabil

Stabilitas Lingkungan

Sederhana

Kompleks

Kompleks

(11)

lingkungan terhadap organsiasi merupakan fungsi dari kerentanannya. Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa lingkungan yang dinamis mempunyai lebih banyak pengaruh terhadap struktur struktur daripada lingkungan yang statis. Lingkungan yang dinamai akan mendorong organisasi kearah bentuk yang organis, meskipun besaran atau teknologi rutinnya menunjukkan kepada struktur yang mekanistis. Tetapi lingkungan yang statis tidak akan menghilangkan pengaruh besaran dan teknologi. F. Lingkungan dan kompleksitas

Ketidakpastian lingkungan berkaitan dengan kompleksitas artinya ketidakpastian lingkungan yang tinggi cenderung mengakibatkan kompleksitas yang lebih besar. Agar dapat menghadapi lingkungan yang lebih dinamis dan kompleks organisasi menjadi lebih diferensiasi. Organsiasi yang menghadapi ketidakpastian lingkungan perlu memantau lingkungan secara lebih ketat dibandingkan lingkungan yang stabil. Biasanya hal tersebut dilaksanakan dengan menciptakan unit-unit diferensiasi. Sama halnya lingkungan yang kompleks mengharuskan organsasi tersebut membentengi dirinya dengan sejumlah department dan spesialis yang lebih besar.

G. Lingkungan dan formalisasi

Lingkungan yang stabil seharusnya mengakibatkan formalisasi yang tinggi karena lingkungan yang stabil menciptakan kebutuhan minimal untuk memberi tanggapan yang cepatdan memungkinkan organisasi melakukan penghematan dengan jalan menstandarisasi aktivitas mereka. Tetapi perlu jug aberhati-hati bahwa lingkungan yang dinamis pasti mengakibatkan formalisasi yang rendah bagi seluruh organsasi.

H. Lingkungan dan Sentralisasi

(12)
(13)

BAB II

KESIMPULAN

Berbagai macam organsasi menghadapi berbagai tingka ketidakpastian lingkungan dan bahwa desain structural merupakan alat penting yang dapat digunakan para manager untuk menghilangkan atau untuk meminimalkan dampak ketidakpastian lingkungan. Lingkungan didefinisikan sebagai apasaja yang berada diluar batas organisasi. Namun dalam pembahasan makalah ini, lingkungan yang lebih spesfik adalah yang paling relevan bagi organisasi. Pihak manajemen berkehendak mengurangi ketidakpastian yang diciptakan dari lingkungan spesifik tersebut.

Hubungan lingkungan dengan struktur begitu rumit, namun dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Dampak lingkungan terhadap organisasi adalah fungsi dari ketergantungan; 2. Lingkungan yang dinamis mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan

yang statis;

3. Kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan mempunya kaitan langsung; 4. Formalisasi dan ketidakpastian lingkungan mempunyai kaitan yang terbalik; 5. Makin kompleks lingkungan, makin besar desentralisasi;

(14)

Daftar Pustaka

Robbins, Stephen P. 1994. Teori organsasi: struktur, desain, dan aplikasi. Alih bahasa: Udaya, Yusuf. Penerbit Arcan. Jakarta.

Figur

Gambar. 1
Gambar 1 . View in document p.4
Gambar. 2
Gambar 2 . View in document p.5
Gambar. 3
Gambar 3 . View in document p.9

Referensi

Memperbarui...