• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekayasa Lalu Lintas Kapasitas jalan (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rekayasa Lalu Lintas Kapasitas jalan (1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Rekayasa Lalu Lintas/Kapasitas jalan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

< Rekayasa Lalu Lintas

Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan

bertambahnya kepemilikan kendaraan, meningkatnya kegiatan ekonomi, terbatasnya sumberdaya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di Indonesia seperti halnya banyak negara lainnya di dunia. Langkah yang didorong salah satunya adalah dengan penambahan kapasitas, dimana akan diperlukan metode efektif yang sesuai dengan karakteristik lalu lintas di Indonesia untuk perancangan dan perencanaan agar didapat nilai terbaik bagi suatu pembiayaan dengan mempertimbangkan biaya langsung maupun keselamatan dan dampak lingkungan.

Kapasitas jalan adalah arus maksimum

Kapasitas didalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia didefinisikan[1] sebagai arus maksimum yang melewati suatu titik pada jalan bebas hambatan yang dapat dipertahankan persatuan jam dalam kondisi yang berlaku. Untuk jalan bebas hambatan takterbagi, kapasitas adalah arus maksimum dua-arah (kombinasi kedua arah), untuk jalan bebas hambatan terbagi kapasitas adalah arus maksimum perlajur.

Pada saat arus rendah kecepatan lalu lintas kendaraan bebas tidak ada gangguan dari kendaraan lain, semakin banyak kendaraan yang melewati ruas jalan, kecepatan akan semakin turun sampai suatu saat tidak bisa lagi arus/volume lalu lintas bertambah, di sinilah kapasitas terjadi. Setelah itu arus akan berkurang terus dalam kondisi arus yang dipaksakan sampai suatu saat kondisi macet total, arus tidak bergerak dan kepadatan tinggi.

Daftar isi

(2)

 1.1.1 Kapasitas dasar

 1.1.2 Faktor penyesuaian lebar jalan

 1.1.3 Faktor penyesuaian pemisahan arah

 1.1.4 Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kereb

 1.1.5 Faktor penyesuaian ukuran kota o 1.2 Kapasitas jalan antar kota

 1.2.1 Kapasitas dasar

 1.2.2 Faktor penyesuaian lebar jalan

 1.2.3 Faktor penyesuaian arah lalu lintas

 1.2.4 Faktor penyesuaian hambatan samping

 2 Tingkat pelayanan

o 2.1 Tingkat pelayanan A

o 2.2 Tingkat pelayanan B

o 2.3 Tingkat pelayanan C

o 2.4 Tingkat pelayanan D

o 2.5 Tingkat pelayanan E

o 2.6 Tingkat pelayanan F

 3 Referensi

Faktor yang memengaruhi kapasitas jalan

Kapasitas jalan kota

(3)

Dimana:

C = Kapasitas (smp/jam)

Co = Kapasitas dasar (smp/jam), biasanya digunakan angka 2300 smp/jam = Faktor penyesuaian lebar jalan

= Faktor penyesuaian pemisahan arah

= Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kereb = Faktor penyesuaian ukuran kota

Kapasitas dasar

Kapasitas dasar yang digunakan sebagai acuan adalah sebagai berikut:

Jenis Jalan Kapasitas jalan (smp/jam) Keterangan

Jalan empat lajur terbagi atau Jalan satu arah 1650 Perlajur

Jalan empat lajur tidak terbagi 1500 Per lajur

Jalan dua lajur tidak terbagi 2900 Total untuk kedua arah

Faktor penyesuaian lebar jalan

(4)

Faktor penyesuaian pemisahan arah

Untuk jalan tak berbagi, peluang terjadinya kecelakaan depan lawan depan atau lebih dikenal dengan laga kambing lebih tinggi sehingga menambah kehati-hatian pengemudi sehingga dapat mengurangi kapasitas seperti ditunjukkan dalam tabel berikut:

(5)

Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kereb

(6)

Faktor penyesuaian ukuran kota

Berdasakan kajian yang dilakukan oleh Swee Road dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia, semakin besar ukuran kota semakin besar kapasitas jalannya seperti ditunjukkan dalam tabel berikut:

Ukuran kota, jt penduduk Faktor penyesuaian

<0,1 0,9

0,1-0,5 0,93

0,5-1,0 0,95

1,0-3,0 1,00

>3.0 1,03

Kapasitas jalan antar kota

Kapasitas jalan antar kota dipengaruhi oleh lebar jalan, arah lalu lintas dan gesekan samping.

(7)

= Kapasitas (smp/jam) = Kapasitas Dasar

= Faktor penyesuaian lebar jalan = Faktor penyesuaian arah lalu lintas = Faktor penyesuaian hambatan samping

Kapasitas dasar

Kapasitas dasar jalan atar kota berbeda dari jalan kota, karena jalan antar kota akses bangunan dan akses jalan terbatas sehingga bia diperoleh kapasitas yang lebih besar, untuk jalan dua lajur dua arah tanpa berpemisah ditunjukkan dalam tabel berikut:

Sedang untuk jalan 4 lajur dua arah tidak berpemisah dan berpemisah ditunjukkan dalam tabel berikut:

(8)

Faktor penyesuaian lebar seperti halnya di jalan kota juga berlaku dijalan antar kota, pada tabel berikut ditunjukkan faktor penyesuaian lebar jalan/lajur jalan antar kota:

Faktor penyesuaian arah lalu lintas

(9)

Faktor penyesuaian hambatan samping

Semakin jauh hambatan samping semakin tinggi kapasitas jalan, berikut disampaikan tabel faktor penyesuaian gesekan samping untuk jalan antar kota:

Tingkat pelayanan

(10)

Tingkat pelayanan berdasarkan KM 14 Tahun 2006 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan diklasifikasikan atas:

Tingkat pelayanan A

dengan kondisi:

(11)

2. kepadatan lalu lintas sangat rendah dengan kecepatan yang dapat dikendalikan oleh pengemudi berdasarkan batasan kecepatan maksimum/minimum dan kondisi fisik jalan;

3. pengemudi dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkannya tanpa atau dengan sedikit tundaan.

Tingkat pelayanan B

dengan kondisi:

1. arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas;

2. kepadatan lalu lintas rendah hambatan internal lalu lintas belum memengaruhi kecepatan;

3. pengemudi masih punya cukup kebebasan untuk memilih kecepatannya dan lajur jalan yang digunakan.

Tingkat pelayanan C

dengan kondisi:

1. arus stabil tetapi kecepatan dan pergerakan kendaraan dikendalikan oleh volume lalu lintas yang lebih tinggi;

2. kepadatan lalu lintas sedang karena hambatan internal lalu lintas meningkat;

3. pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindah lajur atau mendahului.

Tingkat pelayanan D

dengan kondisi:

1. arus mendekati tidak stabil dengan volume lalu lintas tinggi dan kecepatan masih ditolerir namun sangat terpengaruh oleh perubahan kondisi arus;

2. kepadatan lalu lintas sedang namun fluktuasi volume lalu lintas dan hambatan temporer dapat menyebabkan penurunan kecepatan yang besar;

3. pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan, kenyamanan rendah, tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang singkat.

Tingkat pelayanan

(12)

dengan kondisi:

1. arus lebih rendah daripada tingkat pelayanan D dengan volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan sangat rendah;

2. kepadatan lalu lintas tinggi karena hambatan internal lalu lintas tinggi;

3. pengemudi mulai merasakan kemacetan-kemacetan durasi pendek.

Tingkat pelayanan F

dengan kondisi:

1. arus tertahan dan terjadi antrian kendaraan yang panjang;

2. kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan volume sama dengan kapasitas jalan serta terjadi kemacetan untuk durasi yang cukup lama;

3. dalam keadaan antrian, kecepatan maupun arus turun sampai 0.

Referensi

1.

 Departemen Pekerjaan Umum, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Jakarta 1997

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengamatan penulis, masih terdapat kendala yang berkaitan dengan pemantauan jumlah siswa yang kursus di LKP VIVA College, direktur tidak dapat mengetahui jumlah

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada Akademi Kebidanan Mutiara Mahakam dengan dirancangnya sistem penunjang pendidikan

150 mg/kgbb memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 75 mg/kgbb dilihat dari kemampuannya dalam menghambat perkembangan edema pada

Weltanschuung, membantu dalam pelaporan keuangan pada Akuntansi Laporan karena dapat membantu dalam permasalahan pencatatan faktur pengadaan barang yang berulang dan

Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mendapatkan gelar Ahli Madya pada Program Studi Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tujuan utama dari dilaksanakannya pemeriksaan pajak adalah untuk menumbuhkan perilaku kepatuhan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan (tax compliance)

Adapun bentuk kepercayaan diatas dapat diartikan sebagai bentuk saling percaya antara anggota kelompok yang didasari dengan pengharapan melalui interaksi sosial dimana antara

Hasil penelitian menunjukan bahwa orangtua dan warga sekolah memiliki aspirasi positif pada mutu pendidikan serta sekolah yang bermutu adalah yang berprestasi,