I. Peter L. Berger
Peter L. Berger merupakan sosiolog yang menggunakan fenomenologi sebagai alat untuk mengembangkan dasar-dasar teorinya agar dapat menangani data empiris yang dihadapi sosiologi secara lebih menyeluruh dan memuaskan. Ia dalam penerapan ilmunya, banyak menggunakan istilah fenomenologi klasik, di mana pemikirannya tersebut banyak dipengaruhi oleh Weber dan tradisi Jerman.
Berger menempatkan karyanya dengan mengikuti suatu tradisi intelektual yang luas, terutama dari wacana neo-weberian dan fenomenologis, juga tradisi humanistik Jerman. Karya-karyanya antara lain adalah Invitation to Sociology (1963), The Social Construction of Reality (1966), The Sacred Canopy (1967), A Rumor of Angels (1969), The Homeless Mind (1973), The Capitalist Revolution (1986), dan lainnya. Dari karya-karya tersebut, Berger memperoleh pemahaman dasar metode dan pendekatan sosiologis, perspektif dasar mengenai masyarakat modern, dan terutama perhatian intelektualnya mengenai masalah, Berger lebih menekankan masalahnya, pemaknaan dalam suatu budaya yang sedang mengalami transformasi oleh kekuatan modernisasi.
Karya Berger tentang kebudayaan didasarkan pemahaman mengenai aspek biologi dan lingkungan, yang termuat dalam kehidupan masyarakat. Ia mengasumsikan bahwa manusia berbeda dari hewan, manusia tidak mempunyai dorongan-dorongan naluriah, tetapi pada dasarnya tidak terarah dan tidak terurus dengan baik, jauh di bawah kemampuan naluriah binatang. Tubuh manusia masih berkembang secara biologis setelah ke luar rahim dari ibu selama tahuan pertama, padahal mamalia relatif telah sempurna.
pada tema-tema yang luas mengenai sifat dan fungsi bahasa di dalam budaya sebagai perantara pemaknaan manusia.
Konstruksi sosial menurut Berger, dasar dunia manusia ialah fakultas manusia yang ada dalam dirinya yaitu kesanggupan berbahasa dan berbicara. Lewat rasa itulah manusia menciptakan kenyataan. Dalam teori ini Berger sangat diwarnai oleh Weber dan Durkheim. Berger juga menyatakan bahwa manusia menciptakan dirinya sendiri, penciptaan itu sendiri dibagi 2: individu dan sosial. Dari situ, Berger mengembangkan keterbukaan.
Menurut Berger pembentukan sosial dari identitas-seperti dikemukakan di atas- adalah lewat pengenalan individu-individu itu pada batasan-batasan realitas, dan pola-pola prilaku. Tetapi di sini seorang individu juga dapat mengadakan pilihan-pilihan, penciptaan, pembaharuan di latar belakangi lembaga-lembaga yang memberi batasan-batasan realitas itu sebagai hal yang objektif.
II. Alfred Vierkandt
Alferd Vierkandt awalnya menitikberatkan kepada mempelajari sebuah kebudayaan. Setelah menekuni secara intens tentang sosiologi, ia merubah anggapannya dan menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu mempelajari interaksi antar manusia dan hasil interaksi tersebut.
Keberadaan setiap masyarakat, menurutnya, terbentuk dari adanya suatu kebulatan di mana masing-masing unsur saling mempengaruhi. Ikatan emosional menjadi dasar semua struktur social. Ikatan emosional terwujud dengan tidak adanya konflik antara kesadaran individual dengan kelompok, kepentingan individu tunduk kepada tujuan kelompoknya. Hubungan antar individu sebagai suatu mata rantai bisa timbul dan hilang, akan tetapi stuktur dan tujuan kelompok social tetap bertahan.
Karya-karya dari Alferd Vierkandt sebagai berikut: 1. Primitive and Civilized Peoples (1896). 2. Inertia in Culture Change (1908).
3. Theory of Society; Main Problems of Philosophical Sociology (1922, diperbaiki pada 1928 dan 1949).
4. Dictionary of Sociology (1931).
5. Family, People and State in their Social Life (1936).
Seperti yang kita ketahui bahwa menurut Berger bahasa itu penting, dengan adanya bahsa yang berada di suatu masyarakat dapat membuat hubungan itu terkait. Seperti halnya kasus yang dialami oleh Ahok Basuki Tjahaja Purnama yang salah menyebutkan makna yang terkandung dalam surat Al-Maidah, sehingga menimbulkan salah persepsi di kalangan khalayak umum dan menimbulkan konflik sosial.
Alferd Vierkandt:
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soejono, Sosiologi: Suatu Pengantar, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012.