Filsafat Pendidikan Matematika
Review dari Beberapa Preposisi di dalam Ethics Book oleh Spinoza Berdasarkan Perspektif Penulis
Naufal Ishartono, M.Pd. [email protected]
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Berawal dari penolakan Spinoza tentang pemikiran Rene Descartes yaitu res cogitan (hal yang ada di dalam rasio) dan res extensa (hal yang berada di luar rasio). Rene Descartes berpendapat bahwa tuhan berada diluar rasio manusia.hal itulah yang ditlak oleh Spinoza karena dia berfikir bahwa Tuhan berada dalam diri kita. Hal itulah yang membuat Spinoza di kucilkan dari gereja, karena dengan pemahaman itu, dia mengembangkan pemikirannya dan berpendapat bahwa agama yang mapan seperti Yahudi dan Kristen hanya dihidupkan oleh dogmatis dan ritual lahiriah.
Ada beberapa poin menurut saya menarik dan sangat mudah saya pahami yaitu:
1. Salah satu pilar Spinoza sesungguhnya adalah melihat segala sesuatu dari perspektif keabadian (sub speciaeternitas) . Maksudya adalah kita hanya menjalani kehidupan yang sangat kecil dari begitu besarnya kehidupan itu sendiri (keabadian waktu). Jika saya artikan menurut kemampuan saya adalah, kita diharapkan dapat melihat suatu permaslaahan dalam kehidupan dari pembagian dimensi waktu yaitu pra, proses, dan pasca. Sehingga hal itu akan mendidik kita untuk lebih bijak dalam mensikapi permasalah itu.
2. Tuhan adalah segalanya, segalanya ada pada diri Tuhan. Bagi Spinoza, Tuhan tidak menciptakan dunia agar dapat berdiri diluar dunia itu sendiri, melainkan Tuhan adalah dunia itu sendiri. Atau dengan kata lain, dunia itu ada “dalam” diri Tuhan itu sendiri.
3. Alam bukan hanya segala bentuk alam yang berwujud materi, tetapi segala hal yang bertautan dan ada di alam itu sendiri, bahkan termasuk ruhaniah kita.
Spinoza mengatakan bahwa “Yang Tak Berhingga” (Tuhan dan Alam) merupakan yang