Nama : Ria Resta Tamara
NPM : 2014130029
Mata kuliah : Teori-teori Politik Kontemporer UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
TEORI GLOBALISASI
Globalisasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “globalization”,
gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses. Jadi, globalisasi adalah Proses perubahan tatanan kehidupan masyarakat yang mendunia tanpa dibatasi oleh batas negara.
Mengambil pernyataan dari Thomas L. Friedman, bahwa
globalisasi memiliki dimensi ideologi dan tekhnologi. Dimensi ideologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia.
Pada dasarnya, globalisasi lebih banyak diawali dengan proses hubungan perdagangan antar bangsa, karena tidak ada satupun bangsa yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Terjadinya globalisasi berawal pada revolusi industri di kawasan Eropa mendorong negara-negara barat untuk mencari bahan baku industri dan pemasaran hasil produksi industrialis.
Persoalan inilah yang mendorong timbulnya kolonialisasi barat di negara dunia ketiga.
informasi ini mempermudah seseorang mengetahui dunia luar dalam itungan detik. Teknologi berperan penting dalam penyebab globalisasi ia menyebabkan pembaharuan di bidang ekonomi,sosial,politik.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek kehidupan diantaranya aspek sosial, politik, ekonomi maupun budaya. Dalam globalisasi politik, menyebabkan jalannya pemerintahan yang terbuka dan demokratis. Rakyat dapat memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat, berkumpul dan berserikat. Penegakan dan pengawasan Hak Asasi Manusia (HAM) semakin meningkat.
Di dalam Globalisasi ekonomi, Dengan terbukanya pasar internasional maka kesempatan kerja akan meningkat dan devisa negara juga meningkat. Salah satu faktor devisa meningkat,Kemudahan akses teknologi dan internet juga mempermudah perdagangan lintas negara. Dengan kemajuan teknologi, perdagangan menggunakan internet tidak harus bertatap muka sehingga menimbulkan efesiensi waktu dan pemasaran produk dapat meluas.
Di dalam Globalisasi Sosial-Budaya, Meningkatkan etos
secara perlahan berperan dalam menentukan dan mempercepat jalannya budaya konsumtif dalam masyarakat.
TEORI HAGEMONI
Hagemoni berasal dari bahasa yunani yaitu kata egemonia atau hegeisthai berarti pemimpin,memimpin, kepemimpinan, kekuasaan yang melebihi kekuasaan lain. Jadi, hagemoni adalah kemampuan suatu negara untuk memaksukkan negara lain yang lebih lemah ke dalam pengaruhnya dan kemampuan tersebut bersumber pada kekuatan militer, ekonomi, politik, ideologi yang dimiliki.
Konsep hagemoni merupakan gagasan dari Antonio Gramsci yang bersumber dari buku Selection from Prison Notebooks. Buku ini adalah catatan Gramsci selama dipenjara antara tahun 1929-1935. Teori hegemoni Antonio Gramsci menganalisa berbagai relasi kekuasaan dan penindasan di masyarakat. Gramsci membangun sebuah teori menekankan bagaimana penerimaan kelompok yang di dominasi terhadap kehadiran kelompok dominan berlangsung dalam proses yang damai tanpa adanya tindakan kekerasan.
biasanya bernuansa negatif. Sementara itu hegemoni menurut Gramsci, adalah hegemoni dengan kepemimpinan intelektual dan moral, biasanya bernuansa positif.
Hegemoni menekankan pada bentuk ekspresi, cara penerapan, mekanisme yang dijalankan untuk mempertahankan, dan mengembangkan diri melalui kepatuhan para minoritas, sehingga upaya itu berhasil mempengaruhi dan
membentuk pikiran mereka. Proses itu terjadi dan berlangsung melalui pengaruh budaya yang disebarkan secara sadar dan dapat meresap, serta berperan dalam menjelaskan pengalaman tentang kenyataan.
Supaya masyarakat tidak merasa di hegemoni, perlu adanya pengarahan konsep pemikiran oleh suatu kesepakatan bersama. Kesepakatan dapat
dilaksanakan melalui lembaga sosial, atau dapat juga konsensus dilaksanakan melalui penanaman ideologi. Menurut Gramsci, ideologi tidak otomatis tersebar dalam masyarakat, melainkan harus melalui lembaga-lembaga sosial tertentu yang menjadi pusatnya. Gramscian approach melihat hagemoni sebagai proses