• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Permainan TTS dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kela

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Permainan TTS dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kela"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian

3.1.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, yaitu jenis Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Quasi-Experimental design digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian. (Sugiyono, 2010:114).

Dengan membandingkan antara kelas eksperimen, yaitu kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS dan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan/ peningkatan yang terjadi terhadap hasil belajar IPS pada kelas setelah mendapat perlakuan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS dan yang mendapat perlakuan penerapan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS. Model ekperimen ini melalui tiga langkah yaitu : 1. Memberikan pre-test untuk mengetahui kondisi awal sebelum treatment

dilakukan.

2. Memberikan perlakuan eksperimen kepada subyek yaitu berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS pada mata pelajaran IPS kelas 5 SD N Mangunsari 07 Salatiga.

3. Memberikan post-test untuk mengetahui perbedaan efektivitas setelah perlakuan. Sebelum penelitian dilaksanakan ada rancangan penelitian, rancangan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 3

(2)

Tabel 3

Rancangan Penelitian di Kelas 5 SD N Mangunsari 07 Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015

Sampel Kondisi Awal

Perlakuan Kondisi Akhir Kelompok

Eksperimen

T1 X T2

Kelompok

Kontrol

T1 Y T2

Keterangan :

X : Kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS

Y : Kelas dengan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS T1 : Pre test

T2 : Post test

3.1.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD N Mangunsari 07 dan SD N Mangunsari 03 pada kelas 5 semester II tahun pelajaran 2014/2015.

Waktu Penelitian

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan April 2015 dan dilakukan secara bertahap. Adapun tahapannya meliputi :

a. Tahap persiapan

Tahap ini mencakup judul, pembuatan proposal, pembuatan instrumen, permohonan izin serta survey disekolah yang direncanakan sebagai tempat penelitian. b. Tahap pelaksanaan

(3)

c. Tahap penyusunan

Yaitu tahap pengelolaan data dan konsultasi yang diikuti penyusunan laporan serta persiapan ujian.

3.2 Variabel Penelitian

Sugiyono (2003: 2) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun obyek yang mempunyai variasi tertentu.

Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain yang sifatnya berdiri sendiri (Duwi Prayitno, 2008: 9). Variabel bebas dilambangkan dengan huruf X adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain yang sifatnya berdiri sendiri (Duwi Prayitno, 2008: 9). Variabel terikat dilambangkan dengan huruf Y yaitu Hasil belajar.

3.3 Definisi Operasional

3.3.1 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Permainan TTS (x)

Model pembeajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS adalah

model pembelajaran dengan KD 2.1 mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang

pada penjajahan Belanda dan Jepang melalui langkah-langkah pembentukan 5

kelompok asal, pemberian 5 materi yang berbeda dan lembar TTS pada kelompok

asal, membentuk kelompok ahli, kelompok ahli diskusi tentang materi yang sudah

diberikan, kelompok ahli kembali ke kelompok asal, berdiskusi mengerjakan TTS,

presentasi, membuat kesimpulan, tes formatif, penilaian hasil dan penilaian proses

(presentasi dan diskusi) sehingga hasil belajar siswa meningkat.

3.3.2 Hasil Belajar (y)

(4)

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seserang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi (Arikunto, 2006:130). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD N Mangunsari 07 dan 03 Salatiga. Jumlah populasi dari dalam penelitian ini adalah 57 (lima puluh tujuh) siswa.

3.4.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2007:62). Sebagai pedoman mengambilan sampel menurut Arikunto (2006:134) adalah apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subyeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25%. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Siswa kelas 5 SD Negeri Mangunsari 07

Merupakan kelompok eksperimen yang akan diberikan treatment atau perlakuan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS dengan jumlah 26 (dua puluh enam) siswa.

b. Siswa kelas 5 SD Negeri Mangunsari 03

Merupakan kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment atau perlakuan apapun. Model pembelajaran yang digunakan adalah dengan menggunakan model konvensional ceramah bervariasi yang dilakukan oleh guru kelas dengan jumlah 31 (tiga puluh satu) siswa.

3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yaitu cara yang digunakan untuk mengumpulkan atau memperoleh data dalam suatu penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut :

(5)

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes formatif hasil belajar dalam bentuk pretest dan posttest.keduanya menggunakan soal pilihan ganda. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas 5 pokok bahasan penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Sebelum dibuat instrumennya maka sebelumnya disusun kisi-kisi soal dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4

Kisi-Kisi Pengukuran Butir Soal Standar

Kompetensi

Kompetensi

Dasar Indikator Item Soal

Jumlah

1.Mengidentifikasi tokoh

tokoh pejuang

3.Menjelaskan anggota dalam penyususnan

4.Menjelaskan peranan perjuangan

tokoh-6.Mengidentifikasi ikrar sumpah pemuda

5, 8, 20 2

7.Menjelaskan peranan perjuangan tokoh-tokoh Indonesia melawan Jepang

6, 7, 8, 23 3

2. Non tes

(6)

Tabel 5

Kisi Kisi Observasi Aktivitas Guru Kelas Eksperimen Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Permainan TTS

No. Langkah

kegiatan Aspek- Aspek yang Diobservasi

1. Pra

pembelajaran

1. Memeriksa kesiapan siswa dan ruang kelas.

2. Kegiatan awal

pembelajaran

2. Membuka pelajaran dengan salam. 3. Absensi siswa.

4. Melakukan apersepsi dan motivasi. 5. Menginformasikan tujuan pembelajaran.

6. Menginformasikan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permaianan TTS.

3. Kegiatan inti pembelajaran

7. Memberikan materi masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia dan lembar TTS.

8. Membimbing siswa mengidentifikasi nama- nama pahlawan. 9. Membimbing siswa menuliskan nama pahlawan pada LKS. 10. Membimbing siswa dalam pembentukan kelompok ahli dan

kelompok asal.

11. Membagikan materi dan lembar TTS pada kelompok asal. 12. Membimbing siswa berdiskusi dalam mengisi TTS.

13. Membimbing kelompok ahli mengajarkan materi kepada kelompok asal.

14. Membimbing siswa dalam melaporkan hasil diskusi/presentasi.

15. Membimbing siswa tanya jawab atau memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi.

16. Menentukan pemenang dari pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS.

17. Manilai siswa yang aktif bertanya dan member pendapat. 18. Memberikan hadiah kepada kelompok yang terbaik dalam

permainan TTS.

4. Kegiatan akhir

pembelajaran

19. Membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.

20. Memberi refleksi pada siswa tentang materi yang belum dipahami.

21. Melaksanakan tes evaluasi untuk mengukur keberhasilan siswa dalam pembelajaran.

(7)

Selanjutnya akan dibuat kisi- kisi observasi kelas kontrol yaitu penerapan model konvensional ceramah bervariasi dengan permianan TTS yang disajikan pada tabel 7 sebagai berikut.

Tabel 6

Kisi Kisi Observasi Aktivitas Guru Kelas Kontrol Penerapan Model Konvensional Ceramah Bervariasi dengan Permainan TTS

No. Langkah

kegiatan Aspek- Aspek yang Diobservasi

1. Pra

pembelajaran

1. Memeriksa kesiapan siswa dan ruang kelas.

2. Kegiatan pendahuluan

2. Membuka pelajaran dengan salam. 3. Melakukan apersepsi dan motivasi. 4. Menginformasikan tujuan pembelajaran.

5. Menginformasikan langkah- langkah pembelajaran dengan menggunakan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS.

3. Kegiatan inti pembelajaran

6. Memberi materi masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia dan lembar TTS

7. Menyampaikan materi dengan ceramah.

8. Memberikan pertanyaan- pertanyaan pada siswa. 9. Membimbing siswa untuk menjawab pertanyaan. 10. Membimbing siswa dalam pembentukan kelompok. 11. Membagikan materi dan lembar TTS pada kelompok. 12. Membimbing siswa berdiskusi dalam mengisi TTS.

13. Membimbing siswa dalam melaporkan hasil diskusi/presentasi. 14. Membimbing siswa tanya jawab atau memberikan tanggapan

terhadap hasil presentasi.

15. Menentukan pemenang dari pembelajaran permainan TTS. 16. Memberikan hadiah kepada kelompok yang terbaik dalam

permainan TTS.

4. Kegiatan akhir

pembelajaran

17. Membimbing siswa untuk membuat rangkuman.

18. Melakukan refleksi tentang materi yang belum dipahami siswa. 19. Melaksanakan tes evaluasi untuk mengukur keberhasilan siswa

dalam pembelajaran.

20. Guru menutup pelajaran dengan doa

b. Observasi kegiatan siswa

(8)

adalah lembar observasi kegiatan siswa berikut ini disajikan kisi – kisi observasi aktivitas siswa sebagai berikut.

Tabel 7

Kisi Kisi Observasi Aktivitas Siswa Kelas Eksperimen Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Permainan TTS

No. Langkah

Kegiatan Aspek yang diamati

1. Kegiatan Awal

Pembelajaran

1. Kesiapan dalam pembelajaran (mempersiapkan buku catatan dan buku pelajaran).

2. Memperhatikan penjelasan mengenai pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.

Kegiatan inti pembelajaran

3. Siswa menyimak materi masa penejajahan Belanda dan Jepang yang akan dibuat permainan TTS.

4. Siswa aktif dalam diskusi kelompok dalam merangkaikan jawaban TTS.

5. Siswa disiplin dalam pembelajaran.

6. Siswa aktif dalam melaporkan hasil diskusi/presentasi. Kegiatan akhir

pembelajaran

7. Siswa aktif membuat rangkuman materi yang dipelajari ke dalam buku catatan.

8. Siswa aktif melakukan kegiatan refleksi dan remidi.

Langkah selanjutnya yaitu pembuatan kisi-kisi observasi siswa pada kelas kontrol dalam penerapan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS. Dapat dilihat dalam tabel 8 Sebagai berikut:

Tabel 8

Kisi Kisi Observasi Aktivitas Siswa Kelas Kontrol Penerapan Model Konvensional Ceramah Bervariasi dengan Permainan TTS

No. Langkah

Kegiatan Aspek yang diamati

1. Kegiatan Awal Pembelajaran

1. Kesiapan dalam pembelajaran (mempersiapkan buku catatan dan buku pelajaran)

2. Memperhatikan penjelasan mengenai pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan

Kegiatan inti pembelajaran

3. Siswa menyimak materi masa penejajahan Belanda dan Jepang yang akan dibuat permainan TTS

4. Siswa aktif dalam diskusi kelompok dalam merangkaikan jawaban TTS

5. Siswa disiplin dalam pembelajaran

(9)

Kegiatan akhir

pembelajaran

7. Siswa aktif membuat rangkuman materi yang dipelajari ke dalam buku catatan

8. Siswa aktif melakukan kegiatan refleksi c. Penilaian Hasil Pembelajaran

Penilaian ini dilakukan pada kelompok eksperimen yaitu kelas 5 SD NMangunsari 07 Salatiga. Instrumen yang digunakan dalam penilaian proses pembelajaran siswa diantaranya kegiatan diskusi dan presentasi. Instrumen terlampir bersama RPP pada lampiran 5.

3.6 UJI INSTRUMEN PENELITIAN Uji Validitas Instrumen

Menurut Suharsimi Arikunto (2006 : 168) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen. Sebuah instrumen dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diukur dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas dilakukan oleh bantuan SPSS 22,0 dengan cara klik Analyze– Correlate– Bivariate. Dasar pengambilan keputusan item yang valid berdasarkan kriteria Singgih Santoso (Wahyuningsih, 2009:28) bahwa suatu item instrumen penelitian dianggap valid jika memiliki koefisien corrected item to total correlation ≥ 0,1. Kategori inilah yang digunakan untuk menentukan apakah item valid atau tidak.

Uji Reliabilitas Instrumen

Menurut Ghozali (2004:111) reliabilitas adalah ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah variabel bentukan yang menunjukkan derajad sampai dimana masing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah variabel bentukan yang umum. Uji reliabilitas dimaksudkan untuk melihat konsistensi instrumen. Uji reliabilitas dilakukan oleh bantuan SPSS 22,0 dengan langkah-langkah klik Analyze– Scale– Reliability Analysis.

(10)

rentang 0 hingga 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00, maka semakin tinggi reliabilitasnya (Azwar, 2007).

Kaidah untuk menentukan tingkat reliabilitas menurut Gulford & Frucker, sebagai berikut:

Tabel 9 Koefisien Reabilitas

Nilai Reabilitas

0,90 ≤ Sangat Reliabel

0,71 – 0,89 Reliabel 0,41 – 0,70 Cukup Reliabel 0,21 – 0,40 Kurang Reliabel

≤ 0,20 Tidak Reliabel

Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel-sampel penelitian merupakan kelas sampel yang homogen. Hal ini sangat penting dilakukan, karena penelitian ini menggunakan penelitian sampel. Hasil penelitian sampel akan digeneralisasikan pada populasi penelitian. Maka sebelum memilih dua kelas eksperimen dilakukan dulu uji homogenitas menggunakan SPSS 22,0 dengan langkah- langkah klik Analyze– Compare Means– One Way Anova – Dependen Lis t– Factor List– Options– Homogeneity of variance.

Data yang digunakan untuk menguji homogenitas sampel penelitian ini adalah nilai pretes mata pelajaran IPS dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan materi koperasi. Uji homogenitas menggunakan uji t-tes. Dalam penelitian ini yang digunakan untuk uji homogenitas adalah nilai pre tes kelas eksperimen dan kelas kontrol . Dengan F hitung levene test dan ketentuan probabilitas jika signifikan > 0,05 maka kedua kelas tersebut memiliki varience sama atau dengan kata lain kedua kelas tersebut homogen.

Uji Normalitas

(11)

dari subjek penelitian. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov kriterianya adalah signifikansi untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti berdistribusi normal dengan menggunakan program komputer SPSS 22,0 dengan langkah- langkah klik Analyze– Regression– Linear– Linear Regression– Dependent– Independent (s) – Save.

Uji Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis sejumlah data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan suatu variabel yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya (Sugiyono, 2010: 207). Analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui gambaran mengenai hasil pengukuran variabel pretest-postest pada kelas kontrol dan eksperimen dan hasil belajar dengan menggunakan program komputer SPSS 22,0 dengan langkah- langkah klik analyze– statistic descriptives– windows descriptives– option– continue– ok. Ukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah modus, median, mean, standar deviasi, rentang skor, frekuensi dan prosentase. Sebagai standar pengukuran masing-masing variabel dilakukan dengan menggunakan rumus interval sebagai berikut

Interval = –

Hasil perhitungan dari data diperoleh jumlah interval yang kemudian disusun dalam kategori seperti : sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. 3.7 TEKNIK ANALISIS DATA

Data yang terkumpul dari hasil tes akhir pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan pengujian rata – rata (T- test). Untuk menguji perbedaan rata – rata dipakai Uji t ragam sama yang dilakukan dengan bantuan SPSS 22,0. Sebelum meakukan uji t dipastikan nilai dalam kondisi berdistribusi normal.

Uji Beda (T-test)

(12)

berbeda. Gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi (signifikansi hasil penelitian yang berupa perbandingan dua rata-rata sampel).

Uji beda atau t-test yang digunakan adalah paired sample t test. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara pretes dan postes kelas 5 SD Negeri Mangunsari 07 Salatiga dengan menggunakan program komputer SPSS 22,0 dengan langkah- langkah klik Analyze – Compare Means – Independent –Samples T test. Melalui uji t untuk mengetahui adakah perbedaan sebelum dan sesudah penelitian menggunakan –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka ada perbedaan sebelum dan sesudah penelitian, jika –t hitung < -t tabel > t tabel berarti tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah penelitian. Cara yang selanjutnya yaitu berdasar nilai t hitung selanjutnya dilihat dengan signifikansi. Jika diperoleh signifikasi > 0,05 (α) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berarti tidak ada perbedaan pre-test dan post-test penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS pada pelajaran IPS. Akan tetapi, jika signifikansinya <0,05 (α) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada perbedaan pre -test dan post -test model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS pada pembelajaran IPS.

Uji hipotesis dengan uji perbedaan dua rata-rata dilakukan pada nilai post-test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji hipotesis dilakukan setelah data nilai post-test dari kelompok yang telah dilakukan uji pra syarat penelitian yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata (mean) antara kelompok kontrol dan kelompok eksperirnen yang signifikan setelah dilakukan tindakan berupa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS pada kelompok eksperimen, adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut:

(13)

Ha: Nilai rata-rata kelompok eksperimen > Nilai rata-rata kelompok kontrol. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan permainan TTS dan menggunakan model konvensional ceramah bervariasi dengan permainan TTS terhadap hasil belajar IPS.

Jika data yang diperoleh terdistribusi normal dan homogen, maka pengujian menggunakan uji statistik parametik, yaitu menggurukan uji-t atau T-test Independent. Menurut Priyatno (2010:99) bahwa menganalis hasil output pada Independent Sample Test adalah sebagai berikut:

a. Pengujian dilakukan sebelum Independent Sample Test yakni uji asumsi varian (uji Levene's) untuk mengetahui apakah varian sama atau berbeda, jika varian sama maka uji-t menggunakan Equal Variance Assumed (diasumsikan varian sama) dan jika varian berbeda menggunakan Equal Variance Not Assumed (diasumsikan varian berbeda). Jika signifikansi > 0,05 maka memiliki varian yang sama. Jika signifikansi < 0,05 maka memiliki varian yang berbeda.

Gambar

Tabel 3
Tabel 4 Kisi-Kisi Pengukuran Butir Soal
Tabel 5
Tabel 6
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dapat peneliti paparkan bahwa pada penelitian ini, untuk memperoleh data mengenai profile pesantren yang meliputi sejarah, visi, misi, jumlah santri dan pengajar, jumlah

Pada tingkat kepercayaan diri mahasiswa terhadap teknik penjahitan jaringan, ditemukan bahwa penggunaan bahan sintetik memberikan tingkat kepercayaan diri yang

We offer you lots of varieties of link to get guide Battlemage (Age Of Darkness) By Stephen Aryan On is as you require this Battlemage (Age Of Darkness) By Stephen Aryan You can

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan multimedia interaktif pada pembelajaran integral kelas XII MAN

2 Dokumentasi PT. Bank Riau Syariah.. mayoritas penduduk di kedua provinsi tersebut beragama Islam. Ketiga, aspek syariah, masih banyak kalangan umat Islam yang enggan

Pernyataan Ibn Atsir tersebut juga dikuatkan oleh pendapat al-Qutaiby - yang dikutip oleh Yaqub (2003:22) - yang memberikan komentar terhadap hadis tersebut: &#34;Kata miskin dalam

Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sbb.. Upah langsung untuk

Dengan ini saya menyatakan bahwa judul skripsi “ Pengaruh Struktur Kepemilikan, Komisaris Independen, Komite Audit Dan Corporate Social Responsibility Terhadap