• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pres PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pres PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

"Apabila manusia mati maka terputuslah

"Apabila manusia mati maka terputuslah

amalannya kecuali dari tiga perkara:

amalannya kecuali dari tiga perkara:

sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau

sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau

anak shaleh yan

anak shaleh yan

g

g

mendo'akannya." (HR.

mendo'akannya." (HR.

Muslim, dari Abu Hurairah)

(3)

PERANAN

KELUARGA

DALAM ISLAM

keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak

keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak

yang

yang

pertama

pertama

di mana dia mendapatkan

di mana dia mendapatkan

pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa

pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa

yang amat penting dan paling kritis dalam

yang amat penting dan paling kritis dalam

pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama

pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama

dalam kehidupanya (usia pra-sekolah)

dalam kehidupanya (usia pra-sekolah)

Keluarga mempunyai peranan besar dalam

Keluarga mempunyai peranan besar dalam

pembangunan masyarakat. Karena keluarga

pembangunan masyarakat. Karena keluarga

merupakan batu pondasi bangunan masyarakat

merupakan batu pondasi bangunan masyarakat

dan tempat pembinaan

dan tempat pembinaan

pertama

pertama

untuk mencetak

untuk mencetak

dan mempersiapkan personil-personilnya.

(4)

ENAM TAHUN PERTAMA

1.

Kasih sayang dari pihak kedua orangtua, terutama

ibu

PENTING

Agar anak belajar mencintai orang

lain

2.

Membiasakan anak berdisiplin mulai dari

bulan-bulan pertama dari awal kehidupannya MISALNYA

membiasakan anak untuk menyusu dan buang

hajat pada waktu-waktu tertentu dan tetap

3.

Jadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan

kehidupannya.

4.

Biasakan dengan etiket umum yang mesti

(5)

USIA SETELAH

ENAM TAHUN

1.

Kenalkan Allah dengan cara yang sederhana sesuai

dengan tingkat pemikirannya

2.

Jelaskan tentang hukum yang jelas dan tentang

halal-haram MISALNYA tentang kewajiban

menutup aurat, berwudhu, shalat, mencuri dan

melihat kepada yang diharamkan

3.

Ajarkan dan biasakan membaca Al Qur'an dengan

benar

4.

Ajarkan tentang hak2 orang tua

5.

Kenalkan tokoh2 teladan (sahabat dll)

6.

Ajarkan tentang norma2 yang berlaku dalam

masyarakat

(6)

MASA REMAJA

1.

Perlakukan anak sebagai orang dewasa

2.

Ajarkan kepada anak hukum-hukum akil

baligh dan ceritakan kepadanya kisah-kisah

yang dapat mengembangkan dalam dirinya

sikap takwa dan menjauhkan diri dari hal

yang haram.

3.

Berikan dorongan untuk ikut serta

melaksanakan tugas-tugas rumah tangga,

seperti melakukan pekerjaan yang

membuatnya merasa bahwa dia sudah besar.

4.

Mengawasi dan menyibukkan waktunya

dengan kegiatan yang bermanfaat

(7)

KESALAHAN DALAM

PENGASUHAN ANAK

1.

Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan (

"Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu

mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat

besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu

mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan." (Ash

Shaf : 2-3).)

2.

Kedua orangtua tidak sepakat atas cara tertentu

dalam pendidikan anak.

3.

Membiarkan anak jadi korban televisi

(8)

KESALAHAN

DALAM PENGASUHAN ANAK

1.

Pendidik menampakkan

kelemahannya dalam mendidik anak.

2.

Berlebihan dalam memberi hukuman

dan balasan

3.

Berusaha mengekang anak secara

berlebihan

(9)

DEFINISI ANAK MENURUT

ISLAM

Kategori Anak Menurut Islam Berdasarkan

kedudukan

hukumnya

BALIGH/DEWASA

PRA

BALIGH/ANAK-ANAK

-

Datangnya haid pada

Datangnya haid pada

anak

anak

wanita

wanita

-

Datangnya mimpi

Datangnya mimpi

basah

basah

pada anak laki-laki,

pada anak laki-laki,

sudah mendapatkan taklif

(pembebanan) hukum syara’,

HARUS

HARUS

mempertanggungjawabkan

setiap ucapan, sikap, dan

tindakan yang mereka

lakukan, baik di hadapan Allah

maupun di hadapan aparat

(10)

HAK ANAK DALAM ISLAM

1. Hak

untuk

hidup

Firman Allah dalam QS Al-Isra’ ayat 31:

Artinya:

" Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut

kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rezeki kepada mereka dan juga

kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.“

Demikian juga untuk menjaga keselamatan janin, Islam telah mensyari’atkan

agar pelaksanaan hukuman (had) terhadap wanita hamil ditangguhkan sampai

ia melahirkan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

"

Apabila ada seorang di antara wanita membunuh secara sengaja, ia tidak

boleh dijatuhi hukuman mati sampai ia melahirkan anaknya, jika ia memang

sedang hamil. Dan bilamana seorang wanita berzina, ia tidak boleh dirajam

sampai ia melahirkan anaknya jika ia sedang hamil dan sampai ia selesai

merawatnya." (HR Ibnu Majah).

Demi keselamatan janin Islam juga telah memberi keringanan bagi wanita

hamil dalam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ia diperkenankan

berbuka apabila ia tidak mampu atau apabila puasanya mengganggu

(11)

2. Hak mendapatkan nama yang

baik

Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya

kepada Nabi Muhammad saw:

"Ya Rasulullah, apakah hak anakkku

dariku?"

Nabi menjawab:

"Engkau baguskan nama dan

pendidikannya, kemudian engkau tempatkan ia di tampat yang

baik."

Sabda Rasulullah saw yang lain:

"Baguskanlah namamu, karena

dengan nama itu kamu akan dipanggil pada hari kiamat nanti."

(HR

Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Nama anak adalah penting, karena nama dapat menunjukkan

identitas keluarga, bangsa, bahkan aqidah. Ngatinem sudah pasti

orang Jawa, Simorangkir jelas dari keluarga Batak, Cecep tentu dari

keluarga Sunda dan Alhabsyi menunjukkan keluarga Arab.

Islam menganjurkan agar orangtua memberikan nama anak yang

menunjukkan identitas Islam, suatu identitas yang melintasi

batas-batas rasial, geografs, etnis, dan kekerabatan.

(12)

3. Hak penyusuan dan pengasuhan (hadlonah)

"Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin

menyempurnakan penyusuan. (QS Al Baqoroh 233)

Penelitian medis dan psikologis menyatakan bahwa masa dua tahun pertama

sangat penting bagi pertumbuhan anak agar tumbuh sehat secara fsik dan psikis.

Selama masa penyusuan anak mendapatkan dua hal yang sangat berarti bagi

pertumbuhan fsik dan nalurinya. Yang pertama: anak mendapatkan makanan

berkualitas prima yang tiada bandingannya. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan anak untuk pertumbuhannya, sekaligus mengandung antibodi yang membuat anak tahan terhadap serangan penyakit.

Yang kedua : anak mendapatkan dekapan kehangatan, kasih sayang dan

ketentraman yang kelak akan mempengaruhi suasana kejiwaannya di masa mendatang. Perasaan mesra, hangat, dan penuh cinta kasih yang dialami anak ketika menyusu pada ibunya akan menumbuhkan rasa kasih sayang yang tinggi kepada ibunya.\

Islam pun telah menetapkkan bahwa orang yang lebih berhak terhadap

pengasuhan ini adalah orang yang paling dekat kekerabatannya dan paling terampil (ahli) dalam pengasuhan.

Hadist yang diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari kakeknya bahwa Rasulullah

(13)

3. Hak penyusuan dan pengasuhan

(hadlonah)

Islam menetapkan bahwa pihak wanita (ibu) lebih utama dalam pengasuhan Fuqoha menetapkan urutan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap

pengasuhan adalah:

i. Ibu, nenek dari pihak ibu dan seterusnya jalur ke atas (jika masih hidup). Dalam hal

ini didahulukan yang paling dekat hubungannya dengan anak.

 i. Ayah, nenek dari ayah dan seterusnya jalur ke atas (jika masih hidup), kakek, ibunya kakek dan seterusnya jalur ke atas, kakeknya ayah dan para ibunya.

iii. Saudara perempuan, diutamakan yang seibu seayah, baru seayah, kemudian

anak-anak mereka.

iv. Saudara laki-laki, diutamakan yang seibu seayah, baru seayah, kemudian

anak-anak mereka.

 v. Saudara perempuan ibu (kholah)

vi. Saudara perempuan ayah (‘ammah)

vii. Saudara laki-laki ayah (paman) yang seibu seayah, dan seayah saja.viii. Saudara perempuan nenek dari ibu

ix. Saudara perempuan nenek dari ayah  x. Saudara perempuan kakek dari ayah

Apabila semua pihak dari kalangan ini tidak mampu, maka negara berkewajiban

(14)

4. Hak mendapatkan kasih sayang

Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk menyangi

keluarga, termasuk anak di dalamnya. Ini berarti Beliau saw

mengajarkan kepada kita untuk memenuhi hak anak

terhadap kasih sayang. Sabda Rasulullah saw:

"Orang yang

paling baik di antara kamu adalah yang paling penyayang

kepada keluarganya."

Rasulullah mengajarkan untuk mengungkapkan kasih

sayang tidak hanya secara verbal, tetapi juga dengan

perbuatan.

Pada suatu hari Umar menemukan beliau saw

merangkak di atas tanah, sementara dua orang anak kecil

berada di atas punggungnya. Umar berkata:

"Hai anak,

alangkah baiknya rupa tungganganmu itu."

Yang

ditunggangi menjawab:

"Alangkah baiknya rupa para

penunggangnya".

Betapa indah susasana penuh kasih

sayang antara Rasul saw dengan cucu-cucu beliau.

Seorang ahli (Dorothy Law Nolte) berujar:"Jika anak

dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia

belajar menemukan cinta dalam kehidupan." Bila orang tua

gagal mengungkapkan rasa sayang pada anak-anaknya,

(15)

5. Hak mendapatkan perlindungan dan nafkah dalam keluarga

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 233:

Artinya;"… Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para

ibu dangan cara yang ma’ruf…"

Kemudian frman Allah dalam surah Ath - Thalaq ayat 6:

Artinya:"Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal

menurut kemampuanmu…"

Sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang ayah tentu bertanggungjawab

atas keselamatan anggota keluarganya, termasuk anaknya. Ia akan

melindungi anaknya dari hal-hal yang membahayakan anaknya baik fsiknya

maupun psikisnya. Demikian juga ia berkewajiban memberi nafkah berupa

pangan, sandang, dan tempat tinggal kepada anaknya.

Apabila kepala keluarga tidak dapat mencukupi nafkah keluarganya, atau

(16)

6. Hak pendidikan dalam keluarga

QS At-Tahrim ayat 6:

Artinya:"Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan

keluargamu dari api neraka…"

Rasulullah juga mengajarkan betapa besarnya tanggung jawab orang

tua dalam pendidikan anak. Sabdanya saw:"Tidaklah seorang anak

yang lahir itu kecuali dalam keadaan ftrah. Kedua orangtuanya yang

menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi."(HR Muslim).

Anak pertama kali mendapatkan hak pendidikannya di keluarga,

sebelum ia mendapatkan pendidikan di sekolah.

Mendidik anak adalah tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah,

sehingga diperlukan pasangan yang seaqidah, dan sepemahaman

dalam pendidikan anak. Jika tidak demikian tentunya sulit mencapai

tujuan pendidikan anak dalam keluarga.

Anak pertama kali mendapatkan pengajaran nilai-nilai tauhid dari

(17)

7. Hak mendapatkan kebutuhan pokok sebagai warga negara

Sebagai warga negara, anak juga mendapatkan haknya akan

kebutuhan pokok yang disediakan secara massal oleh negara kepada

semua warga negara. Kebutuhan pokok yang disediakan secara massal

oleh negara meliputi: pendidikan di sekolah, pelayanan kesehatan, dan

keamanan.

Pelayanan massal ini merupakan pelaksanaan kewajiban negara

terhadap penguasa kepada rakyatnya, seperti sabda Rasulullah saw:

"Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia

akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya."(HR Ahmad,

Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dari Ibnu Umar)

Apabila hak-hak anak seperti yang disebutkan di atas dipenuhi maka

anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang

berkualitas: menjadi orang bertaqwa yang mampu mengendalikan

hawa nafsunya sesuai perintah dan larangan Allah serta mampu

mengelola kehidupan dunia dengan ilmu dan ketrampilannya.

Kebutuhan fsiknya terpenuhi: kebutuhan gizinya terpenuhi,

kebutuhan sandang dan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan

terpenuhi, dan apabila ia sakit tidak ada hambatan baginya untuk

mendapatkan pengobatan. Demikian pula ia tumbuh dalam suasana

penuh kasih sayang, tentram dan aman. Dalam kondisi fsik dan psikis

yang baik ia bisa melewati proses pendidikan sesuai fase

(18)

Pandangan Terhadap Anak

Anak sebagai perhiasan dunia

Anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia yang akan menyenangkan hati orang

tua. Sebagaimana frmanNya:

Artinya:"Harta benda dan anak-anak itu sebagai perhiasan hidup di dunia" (QS Al Kahf

ayat 46) Dan frmanNya:

Artinya:"Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami (agar) istri kami dan anak cucu

kami sebagai penyejuk pandangan mata"(QS Al-Furqon ayat 74)

Orangtua dapat merasakan kepuasan dan kesenangan atas kehadiran anak, bila pada

dirinya masih eksis ftrah insaninya.

Keberadaan ftrah inisani merupakan ‘modal dasar’ terjaminnya perlindungan hak anak

oleh keluarga. Eksisnya rasa sayang orangtua kepada anak dan keberadaan anak yang membawa kesenangan bagi orang tua akan membuat orang tua rela berkorban apa saja untuk memenuhi semua hak anak.

Anak sebagai jaminan bagi orangtua di hari kiamat

Orangtua yang telah bersusah payah membesarkan, memelihara dan mendidik

anak-anaknya dengan sabar akan mendapat ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT, yakni surga. Sebagaimana riwayat dari Auf bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan yang dinafkahinya dengan baik sampai mereka menikah atau meninggal dunia, maka anak-anak itu menjadi tabir baginya dari neraka." (HR Al-Baihaqi)

Juga riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:"Ada seorang

hamba yang ditinggikan derajatnya. Lalu ia bertanya: Wahai Rabbku, mengapa derajat ini diberikan kepadaku? Allah berfrman: Sebab permohonan ampun anakmu untukmu

(19)

Anak sebagai aset masa depan umat

Islam mensyariatkan pernikahan bagi umatnya. Bahkan mencela orang-orang yang tidak mau menikah (tabattul). Islam juga menganjurkan agar laki-laki memilih calon istri dari kalangan yang wanita yang penyayang, subur, dan beragama. Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah lahirnya anak-anak sebagai pewaris orangtuanya, baik pewaris harta maupun pewaris tanggung jawab dalam mengemban risalah Islam. Sebagaimana riwayat dari Anas ra, ia berkata:

 "Rasulullah saw menganjurkan para pemuda untuk kawin dan melarang keras untuk tabattul. Dan beliau bersabda:’Kawinlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang dan subur. Sesungguhnya dengan kalian saya ingin memperbanyak ummat di antara para nabi pada hari kiamat nanti." (HR Imam Ahmad dan Abu Hakim)

"Perempuan itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu akan beruntung"(HR Bukhari)

Islam juga mensyariatkan untuk memperhatikan kualitas generasi penerusnya. Sebagaimana QS An-Nissa’ ayat 9:

Artinya:"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya

meninggalkan di belakang mereka di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka…"

(20)

Pihak-pihak Yang Bertanggung Jawab

atas Pemenuhan Hak Anak

Orangtua dan anggota keluarga yang lain

Negara dengan membuat

kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang

membuat keluarga mampu memenuhi

hak-hak anak dalam keluarga.

Masyarakat dengan ikut menciptakan

lingkungan yang kondusif bagi

(21)

PERSIAPAN ANAK

CERDAS

1.

Makanan yang tepat

2.

Lingkungan yang sesuai

3.

Pegalaman Emosional

4.

Stimulasi rasional yang tepat

(22)

Tips “

Tips “

Keluarga

Keluarga

Qur’ani

Qur’ani

1.

Banyak berdoa mohon kepada Alloh

agar anak2 di bukakan hati &

fkirannya menerima Al Quran

2.

Mulai dari contoh ortu yg gemar

membaca & menghafal Al Qur’an

3.

Menjadikan waktu-waktu tertentu di

rumah setiap hari untuk berinteraksi

dengan Al Qur’an

4.

Tanamkan atau perkenalkan Al Qur’an

(23)

Buatkan lingkungan yang mendukung agar anak

akrab dengan Al Qur’an

Tidak menyebabkan suasana rumah yang

menyebabkan malaikat tidak mau masuk ke

dalam rumah

Tidak menjadikan suasana dalam rumah dengan

hal-hal yang menyebabkan setan masuk dalam

rumah, sebab ini akan memutuskan hubungan

dengan Al Qur’an

Tidak mencampur adukan antara yang haq

dengan yang batil contoh: setelah membaca

Qur’an mendengarkan musik-musik yang

melupakan manusi kepada Alloh Swt

Bersabar atas segala usaha & ikhtiar yang di

lakukan

Tips “

Tips “

Keluarga

Keluarga

Qur’ani

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan anak merupakan kewajiban bagi orang tua dan merupakan hak dari setiap anak. Banyak dari orang tua yang tidak mengerti bagaimana cara mendidik anak. Melihat

Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan

Dari hal ini dapat dilihat bahwa anak-anak harus menghormati sekaligus taat kepada orang tua dan sebelum itu orang tua harus mendidik anak-anak agar mereka menjadi

Melihat konteks hubungan antara anak dan orangtua, maka sudah selayaknyalah jika anak berkewajiban untuk melayani kedua orangtua baik ketika orang tua masih dalam keadaan mampu karena

Pada masyarakat moderen, keberadaan orang tua dalam keluarga anak dapat menjadi masalah yaitu dapat menggangu kehidupan ekonomi keluarga anak,kasih sayang yang

Manfaat keterlibatan orang tua dalam pendidikan bagi orangtua meliputi: (1) orangtua akan berusaha meningkatkan interaksi dan diskusi dengan anak-anak mereka, dan

Ketika anak kami lalai dalam sholat kami sebagai orang tua sebisanya menasehati atau memberikan ceramah agar anak jangan lalai dalam sholat.36 Penjelasan Bapak Herianto dikuatkan oleh

54 PERAN ORANGTUA DALAM MEMBENTUK ORIENTASI SEKSUAL PADA ANAK Icha Marina Elliza Abstrak Orang tua adalah orang pertama yang akan menjadi panutan bagi anak-anak mereka.. Orang