• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH FISIKA GERAK RUDAL BALISTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH FISIKA GERAK RUDAL BALISTIK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH FISIKA

GERAK RUDAL BALISTIK

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Mata Pelajaran : Fisika

Guru: Hermawanto,M.Pd

Disusun oleh:

KELOMPOK 3

1. Ghaotsa Zulkarnain (X MIPA 2/15)

2. Maisya Khoirunni’mah (X MIPA 2/22)

3. Ramdhana Dewa Akbar (X MIPA 2/29)

4. Rizka Lazuardy (X MIPA 2/31)

5. Rizquna Nazalal R. P. (X MIPA 2/32)

6. Wanda Alfida Rahma (X MIPA 2/36)

SMA NEGERI 01 BATU

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PENGESAHAN... ii

ABSTRAK... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR TABEL... x

DAFTAR GRAFIK dan GAMBAR... xi

DAFTAR LAMPIRAN... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Permasalahan ... 6

1.3 Tujuan ... 7

1.3.1 Tujuan Penelitian ... 7

1.3.2 Kegunaan Penelitian... 7

1.4 Sitematika Penulisan ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 10

2.1 Landasan Teori ... 10

2.1.1 Pasar Modal ... 10

2.1.2 Investasi ... 11

2.1.3 Strategi Investasi pasif ... 11

(3)

2.1.5 Efisiensi Pasar Modal... 15

2.1.6 Teknik Analisis Saham ... 17

2.1.6.1 Analisis Fundamental... 18

2.1.6.2 Analisis Teknikal ... 19

2.1.7 Multifraktalitas... 22

2.1.8 Metode Analisis Teknikal ... 23

x

2.1.8.1 ARIMA ... 24

2.1.8.1.1 Notasi dalam Metode ARIMA... 26

2.1.8.1.2 Model Autoregressive (AR)... 27

2.1.8.1.3 Model Moving Average(MA)... 28

2.1.8.1.4 Model ARMA ... 29

2.1.8.1.5 Model ARIMA... 29

2.1.8.2 Jaringan Syaraf Tiruan ... 30

2.1.8.3 Komponen Jaringan Syaraf... 36

2.1.8.4 Arsitektur Jaringan Syaraf... 38

2.1.8.4.1 Jaringan Dengan Lapisan Tunggal... 38

2.1.8.4.2 Jaringan Dengan banyak Lapisan ... 38

2.1.8.5 Fungsi Aktivasi ... 38

2.1.8.6 Proses Pembelajaran ... 44

2.1.8.7 Jaringan Syaraf tiruan untuk prediksi data deret waktu ... 48

2.1.8.8 Galat Propagasi Balik... 49

2.2 Penelitian Terdahulu ... 53

(4)

2.2.2 ARIMA ... 54

2.2.3 Jaringan Syaraf Tiruan ... 57

2.3 Kerangka Pemikiran... 64

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 66

3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional... 66

3.2 Populasi dan Sampel ... 66

3.3 Jenis dan Sumber Data... 68

3.4. Metode Pengumpulan Data... 68

3.5 Metode Analisis ... 68

3.5.1 Multifraktalitas ... 68

3.5.2 Metode ARIMA ... 71

3.5.2.1 Stasioneritas Data... 72

3.5.2.2 Tahapan Metode ARIMA ... 75

3.5.3 Metode Jaringan Syaraf Tiruan... 80

3.5.3.1 Fungsi Aktivasi ... 81

xi

3.5.3.2 Pelatihan Standard Propagasi Balik ... 82

3.5.3.3 Algoritma Pelatihan ... 84

3.5.4 Pengukuran Kinerja... 86

3.5.4.1 Mean Squared Error... 86

3.5.4.2 Komparasi Hasil Peramalan... 87

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 88

4.1 Deskripsi Objek Penelitian... 88

(5)

4.1.2 Statistika Deskriptif Objek Penelitian... 89

4.2 Analisis Data... 91

4.2.1 Multifraktalitas ... .. 91

4.2.2 Model ARIMA ... 93

4.2.2.1 Uji Stasioneritas Data... 94

4.2.2.2 Identifikasi Model... 97

4.2.2.3 Estimasi... 99

4.2.2.4 Diagnostic Checking ... 99

4.2.2.5 Peramalan... 101

4.2.3 Jaringan Syaraf Tiruan ... 102

4.3 Pembahasan ... 106

4.3.1 Multifraktalitas... .. 106

4.3.2 ARIMA ... 107

4.3.3 Jaringan Syaraf Tiruan ... 108

4.3.4 Komparasi Hasil Peramalan... 108

Bab V PENUTUP... 109

5.1 Kesimpulan... ... 109

5.2 Saran ... 110

xii

DAFTAR PUSTAKA ... 111

(6)

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Mengamankan e-mail dari Spam”, suatu permasalahan yang selalu dialami bagi masyarakat yang menggunakan e-mail utuk mengakses suatu informasi dengan menggunakan internet, terlebih yang secara pribadi e-mailnya bergabung dengan mailing list group.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah security yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam memanfaatkan teknologi informasi terutama yang menggunakan internet dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Jaringan Keamanan informasi” Dalam proses pendalaman materi security ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan :

Dr. Ir. Budi Rahardjo, selaku dosen mata kuliah “Keamanan Jaringan informasi” Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.

Istri dan anakku yang ditinggalkan demi Negeriku Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Bandung, 16 Oktober 2003

(7)

PENDAHULUAN MAKALAH

Pendahuluan makalah merupakan bagian awal makalah yang memberikan gambaran umum tentang mengapa topik yang disajikan dalam makalah harus disajikan. Dengan kata lain, bagian pendahuluan menguraikan alasan penulis tentang topik yang ditulisnya. Selain mengemukakan alasan, bagian pendahuluan merupakan bagian pengantar yang untuk pembaca guna mengetahui alasan ataupun isi makalah secara keseluruhan. Mengingat fungsi bagian pendahuluan makalah sebagai pengantar tentang topik tulisan dan sarana pengarang dalam menyampaikan alasan penulisan, menjadikan pendahuluan makalah memiliki bagian-bagian yang khusus. Bagian-bagian itu berkaitan dengan unsur pendukung pendahuluan makalah. Unsur atau komponen pendahuluan makalah adalah (1) latar belakang, (2) permasalahan/ rumusan masalah/ permasalahan, (3) tujuan penulisan, (4) manfaat penulisan makalah, dan (5) hipotesis (kesimpulan sementara terhadap suatu hal dan tidak harus ada). Berikut ini penjelasan unsur pendahuluan makalah.

A. Latar Belakang

Bagian latar belakang sebuah makalah berisi hal-hal yang melandasi perlunya topik dalam karangan ilmiah itu ditulis atau alas an penulisan yang dikaitkan dengan kenyataan. Bagian ini diharapkan mampu mengantarkan pembaca pada masalah atau topic yang dibahas dalam karya ilmiah dan menunjukkan bahwa masalah yang dibahas dalam karya ilmiah itu sangat penting.

Dalam bagian ini penulis diharapkan mampu mengemukakan sebab- sebab mengapa masalah yang dipersoalkan perlu diteliti dan ditulis (alasan penulis memilih topic/ judul tulisan). Dalam bagian latar belakang ini, penulis dapat mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

1. Arti penting atau peranan topik pembicaraan.

2. Perlunya pembinaan/peningkatan di bidang topik yang dibicarakan itu 3. Perlunya masukan sebagai bahan pembinaan/ peningkatan di bidang topik pembicaraan

4. Perlunya penelitian dilakukan khususnya untuk manfaat praktisnya maupun untuk manfaat keilmuan/teori

5. Relevansi objek penelitian sebagai sumber data untuk dua segi kemanfaatan ilmu (praktis maupun teoritis

(8)

dengan topik tulisan penulis. Dalam penyertaan itu, penulis perlu memberikan pembahasan khususnya informasi tentang perbedaan topik tulisan buku acuan dengan topik yang sedang ditulisnya. Bagian ini pun mencantumkan juga bagian-bagian yang akan dibahas dalam bab-bab berikutnya agar pembaca segera mengetahuinya secara sepintas lalu hal-hal apa saja yang akan diuraikan penulis.

B. Permasalahan/ Rumusan Masalah

Bagian rumusan masalah merupakan bagian yang akan dibahas dalam karya ilmiah, khususnya pada bagian isi. Bagian ini tidak terbatas pada permasalahan/ persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan deskripsi lebih lanjut, atau persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut. Rumusan masalah harus disajikan dalam bentuk pertanyaan. Selain itu, rumusan masalah haruslah jelas, padat, singkat, dan mampu memberikan pancingan persoalan yang akan dikemukakan penulis berkaitan topik tulisan.

Rumusan masalah pun dapat dirinci menjadi beberapa sub masalah yang spesifik. Untuk rumusan masalah yang pemecahannya dicari melalui penelitian, penulis pelu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Penulis perlu mengetahui kedudukan penelitian/ penulisan yang dilakukannya di antara penelitian/ penulisan lain yang sejenis.

2. Penulis benar-benar mampu menguraikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi topik permasalahan dan belum dijawab oleh peneliti lain.

C. Tujuan Penulisan/ Penelitian tentang apa yang ingindicapai dengan penulisan karya ilmiah tersebut.

Perumusan tujuan penulisan karya ilmiah ini memiliki fungsi ganda, yaitu bagi penulis dan bagi pembaca. Fungsi rumusan tujuan penulisan bagi penulis adalah sebagai sarana untuk mengarahkan kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis karangan ilmiah, khususnya dalam pengumpulan bahan tulisan. Fungsi rumusan tujuan bagi pembaca adalah sebagai sarana informasi tentang apa yang disampaikan penulis melalui karya ilmiah yang dibuatnya.

Rumusan kalimat yang dipergunakan untuk menguraikan tujuan penulisan berupa kalimat komplek. Rumusan ini pun dapat dinyatakan secara rinci.

C. Manfaat Penulisan

(9)

praktis, kepentingan keilmuan penulis/ si peneliti, dan untuk kepentingan kelompok atau instansi. Rumusan bagian manfaat ini dinyatakan dalam bentuk uraian berupa kalimat berita.

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan pernyataan yang berupa generalisasi tentatif/ sementara tentang suatu permasalahan yang belum tentu pasti kebenarannya. Hipotesis dapat dirumuskan secara jelas dan sederhana.

E. Sistematika penyajian

Pada bagian ini penulis memberikan gambaran urutan isi makalah yang

disesuaikan dengan rumusan masalah. Bagian ini merupakan bagian pengantar uraian isi makalah. Bagian ini tidak selalu disusun dalam bab khusus, melainkan dapat dinyatakan dalam suatu paragraf singkat.

Contoh Kerangka Pendahuluan sebuah Makalah

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN SISWA SMA DAN SOLUSINYA

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.1.1 Alasan memilih topik mengapa diperlukanya identifikasi permasalahan siswa SMA dan solusinya

1.1.2 Kenyataan yang ada berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi siswa SMA dan solusinya yang ada selama ini

1.1.3 Alasan perlunya permasalahan yang dihadapi siswa SMA dipecahkan (dikaitkan dengan perkembangan peserta didik)

1.2 Rumusan Masalah

(10)

1.1.2 Bagaimana mengatasi/ Solusi apa yang perlu dilaksanakan guna mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa SMA?

1.3 Tujuan

1.3.1 Mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi siswa SMA Menjelaskan bagaimana mengatasiatau solusi apa yang perlu dilaksanakan guna mengatasi permasalahannya yang dihadapi siswa SMA

1.4 Manfaat 1.4.1 Orang tua:

Memberikan masukan kepada orang tua tentang permasalahan yang dihadapi siswa sehingga dapat bersikap arif terhadap anak 1.4.2 Sekolah:

Memberikan masukan tentang perkembangan anak secara positif dan negatif guna pendampingan dan pengarahan pencapaian prestasi belajar.

1.4.3 Konselor:

Memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi siswa SMA sehingga mampu memberikan pendampingan yang tepat guna membantu perkembangan siswa secara utuh dan menyeluruh.

1.4.4 Program Studi Bimbingan Konseling:

Memberikan masukan secara teoritis dan praktis tentang

identifikasi permasalahan yang dihadapi siswa SMA dan solusinya. 1.4.5 Guru bidang studi/ wali kelas:

(11)

memecahkan masalah yang mereka hadapi demi perbaikan dan perkembangan pribadi anak di kelas khususnya dalam pretasi dan

relasi. Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang terbang dalam ketinggian sub-orbit melalui jalur balistik. Rudal balistik hanya dapat dikendalikan dalam tahap peluncurannya saja. Rudal balistik pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman antara 1930-an d1930-an 1940-1930-an berdasark1930-an perintah dari Walter Dornberger. Uji coba V-2 y1930-ang pertama sukses adalah pada 3 Oktober 1942 dan mulai dioperasikan pada 6 September 1944 melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London 2 hari kemudian. Sampai berakhirnya perang pada Mei 1945, lebih dari 3000 V-2 telah ditembakkan.

Trayektori rudal balistik terdiri dari 3 tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas yang menghabiskan sebagian besar waktu terbang rudal dan tahap memasuki kembali atmosfer bumi. Rudal balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur (TEL, kapal,pesawat dan kapal selam). Tahap peluncuran dapat berkisar dari sekian puluh detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai tiga tingkat roket. Ketika berada di sub-orbit dan tidak ada lagi dorongan, rudal memasuki tahap terbang bebas. Untuk mencapai jangkauan yang jauh, rudal balistik umumnya diluncurkan sampai ke sub-orbit. Peluru kendali balistik antar benua dapat mencapai ketinggian sekitar 1.200 km.

Dalam peluncuran rudal balistik,ada 3 fase utama:

Boost Phase; Fase di mana rudal meluncur dengan dorongan mesin roket, ketinggian tergantung jarak tempuh rudal, untuk ICBM, bisa mencapai 400 Km Mid-course Phase; Fase di mana rudal berada di luar atmosfer bumi, pada fase ini, rudal melepaskan Reentry Vehicle (RV) yg dimiliki ke target2 yg sudah ditentukan

Re-entry Phase; Fase di mana RV memasuki atmosfer, rata2 dari ketinggian 100 Km. Kecepatan rata2 4 Km / s

Balistik adalah ilmu mengenai gerakan, sifat, dan efek dari proyektil, khususnya peluru, bom grafitasi, roket, dan lain-lain; ilmu atau seni merancang dan mengerakkan proyektil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Balistik adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak peluru mulai dari ditembakan sampai mengenai sasaran dan efek dari sasaran tersebut. Balistik juga terbagi dalam beberapa bagian : ballistik dalam, ballistik luar, ballistik akhir Balistik dalam adalah suatu ilmu yang mempelajari semua kejadian proyektil pada saat munisi mulai dinyalakan ( prImer mulai dipukul ) sampai pada saat proyektil keluar dari mulut laras.

(12)

memengaruhinya, sehingga balistik luar mengandung arti ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta faktor-faktor yang memengaruhi di dalam udara bebas setelah keluar mulut laras

Referensi

Dokumen terkait

RahmatNya tiada terbatas sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul ” Hubungan Asupan Kafein dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi PT

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah fungsi gallicisme dalam berbagai bentuk dan isi kalimat pada komik ‘Gaston’ karya André Franquin.. Tujuannya adalah

Pada bagian ini Anda tuliskan permasalahan utama yang akan dikaji atau dibahas dalam makalah Anda, terkait dengan latar belakang yang sudah Anda paparkan sebelumnya...

Menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam melakukan penelitian serta penulisan karya ilmiah khususnya mengenai manfaat Fesyen pada keterampilan menganalisa,

Pada bagian pertama dimana penulis menamakan Pendahuluan, merupakan pengantar bagi karya ilmiah yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan

Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan karya ilmiah ini adalah bagaimana pengaruh waktu, temperatur dan tekanan terhadap kehilangan minyak pada air kondensat dengan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas pada bagian sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kolaborasi peneliti Badan Litbang Pertanian dalam karya tulis

BAB III PENUTUTUP A kesimpulan Dari materi yang telah dibahas pada makalah ini dapat disimpulkan bahwasannya dalam menulis karya ilmiah kita memerlukan tambahan informasi dari