DINAS PENDIDIKAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN
SUB URUSAN
Dasar Hukum
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Permendiknas No. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana
Prasarana SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA
Permendiknas No. 40 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana
Prasarana SMK
Permendikbud No. 36 Tahun 2014 Tentang Pedoman
Pendirian, Perubahan & Penutupan Sekolah
UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 2 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
SE Kemendagri No.120-253 j Tentang Penyelenggaraan
DATA LEMBAGA, GURU & TENDIK
JENJANG SMA, SMK DAN PLB PROVINSI JAWA
TIMUR
No
Jenjang
Lemba
ga
Guru
Tendik
1.
SMA Negeri
SMA Swasta
416
908
16.800
14.608
5.750
2.382
Jumlah
1.324
21.498
8.132
2.
SMK Negeri
SMK Swasta
1.181
276
13.311
22.528
4.690
4.054
Jumlah
1.457
35.839
8.744
3.
PLB Negeri
PLB Swasta
650
58
1.177
896
47
62
PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG
PENDIDIKAN
NO SUB
URUSAN PEMERINTAH PUSAT DAERAH PROVINSI DAERAH KAB/KOTA
5 Perizinan Pendidika n
a. Penerbitan izin perguruan
tinggi swasta yang
diselenggarakan oleh
masyarakat b. Penerbitan izin
penyelenggaraa n satuan
pendidikan asing
a. Penerbitan izin pendidikan b. Penerbitan izin
pendidikan khusus yang diselenggaraka n masyarakat
a. Penerbitan izin
pendidikan dasar yang diselenggarak an oleh
masyarakat b. Penerbitan
izin PAUD dan PNF yang
diselenggarak an oleh
KETENTUAN UMUM
Pasal 3
1. Pendirian : pembukaan satuan pendidikan baru
2. Perubahan satuan pendidikan :
a. Perubahan nama &/atau bentuk lain
b. Penggabungan 2 atau lebih
c. Pemecahan dari 1 menjadi 2 atau lebih
d. Perubahan dari diselenggarakan masyarakat menjadi
Pemerintah/Pemda
3. Penutupan : pencabutan izin pendirian karena tidak memenuhi
PERSYARATAN PENDIRIAN
1. Persyaratan : studi kelayakan, isi pendidikan, jumlah &
kualifikasi PTK; sapras ; pembiayaan ; evaluasi &
sertifikasi ; manajemen & proses pendidikan
2. Lampiran : hasil studi kelayakan ( segi tata ruang,
geografis & ekologis); hasil studi kelayakan ( segi
prospek pendaftar, keuangan, sosbud) ; perimbangan
satuan pendidikan dengan jumlah penduduk usia
sekolah; jarak antar satuan pendidikan sejenis; daya
tampung & jangkauan; data perkiraan biaya 1 tahun
akademik; status kepemilikan tanah & bangunan
PERSYARATAN BADAN
PENYELENGGARA
Pasal 7 dan pasal 8 :
1. Berbadan hukum
2. Nirlaba
3. Rencana Induk Pengembangan Satuan
Pendidikan (RIPS) sebagai pedoman dasar
pengembangan min 5 tahun
TATACARA PEMBERIAN IZIN
Pasal 9
1. Izin pendirian untuk SD,SMP, SMA dan SMK diberikan oleh bupati/walikota -- SMA dan SMK diberikan oleh Gubernur
2. Izin pengembanga SD, SMP, SMA dan SMK menjadi satu dan /atau program pendidikan berbasis keunggulan lokal diberikan oleh bupati/walikota.- SMA dan SMK diberikan oleh Gubernur
3. Izin pendirian SDLB, SMPLB, SMALB dan SMKLB diberikan oleh Gubernur
Perpanjangan ijin Operasional
Permohonan dilampiri proposal yg berisi:
Profil sekolah dan persyaratan pendirian satuan
pendidikan
Foto Copy ijin operasional terdahulu
Foto Copy akta notaris yayasan
Data siswa ( khusus SMK data siswa
perbidang/program keahlian)
Perubahan Satuan Pendidikan
Perubahan nama atau bentuk satuan pendidikan
wajib menyelesaikan program yg sedang
berjalan /mengintegrasikan ke satuan pendikan
sejenis
Penambahan dan perubahan bidang/program
keahlian pada
SMK
dapat dilakukan setelah
Penutupan Satuan Pendidikan
Apabila Satuan Pendidikan
Tidak memenuhi persyaratan pendirian /atau sdh
tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran
Yang diselenggarakan pemerintah daerah oleh
gubernur atau bupati/walikota berdasarkan usul
kepala dinas propinsi/kab & kota
Yang diselenggarakan oleh masyarakat penetapan
PROGRAM KERJA
SUB URUSAN PERIZINAN
PENDIDIKAN
1. Pendataan Ijin Operasional Kelembagaan SMA, SMK dan PK paling lambat bulan Pebruari.
2. Penyusunan NSPK (Norma, Standar, Prosedur ,Kriteria) Izin pendirian untuk SMA, SMK dan Pendidikan Khusus paling lambat bulan Maret.
3. Penyusunan Instrumen Verifikasi izin pendirian untuk SMA, SMK dan Pendidikan Khusus paling lambat bulan Maret.