• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN KERENTANAN DI KAWASAN PERMUKIMAN RAWAN BENCANA KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAJIAN KERENTANAN DI KAWASAN PERMUKIMAN RAWAN BENCANA KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

vii

ABSTRAK

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan tempat bermukim penduduk. Kurangnya daya tampung lingkungan permukiman yang layak bagi masyarakat memperluas terjadinya pemanfaatan lahan permukiman di kawasan yang tidak sesuai. Banyak kawasan rawan bencana yang digunakan sebagai kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kerentanan di kawasan permukiman rawan bencana Kecamatan Semarang Barat menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan spasial. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar permukiman berada di kawasan rawan bencana yaitu seluas 1014,57 Ha ( 63,8 % dari luas permukiman atau 45,82 % dari seluruh luas wilayah Kecamatan Semarang Barat). Faktor penyebab tetap bermukimnya masyarakat di kawasan rawan bencana adalah lama bermukim dan kondisi jenis rumah tempat tinggal. Analisis tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana menunjukkan wilayah Kecamatan Semarang Barat memiliki kerentanan yang bervariasi mulai tidak rentan, kerentanan rendah, kerentanan sedang, hingga kerentanan tinggi. Terdapat 9 kelurahan yang teridentifikasi memiliki ketidaksesuaian terhadap arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang karena terdapat permukiman di kawasan rawan bencana.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini Kecamatan Batujaya merupakan wilayah yang memiliki indeks kerugian tinggi 0,4 – 0,6 terhadap tingkat kerentanan bencana banjir Sungai Citarum

Informasi geografis tentang risiko longsor dan upaya mitigasi sangat penting untuk mengurangi tingkat kerentanan terhadap suatu bencana yang terjadi.Kabupaten

Perdagangan Kota Semarang, dan Dinas Pariwisata kota Semarang yang telah membantu Penulis saat proses pencarian data. Seluruh warga Kampung Batik Semarang yang telah

Dibutuhkan penataan kembali kawasan Banjir Kanal Barat agar kawasan tersebut dapat berperan lebih optimal dan membawa kemajuan bagi Kota Semarang baik di sektor pariwisata

Wilayah penelitian yang diambil adalah Kecamatan Genuk yang merepresentasikan daerah pinggiran Kota Semarang dengan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah dan

Daerah yang masuk kategori rawan kriminalitas berada di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Selatan, sebagian Semarang Timur, Gayamsari bagian

Akhir yang berjudul “ Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang" dapat terselesaikan dengan baik sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana

Hasil penilaian tingkat risiko bencana tanah longsor kota semarang dengan dua.. metode yaitu VCA modifikasi dan PERKA BNPB menujukkan