Analisis dan Evaluasi Materi Bahan Ajar pada Keterampilan
Membaca: Implikasi pada Proses Pembelajaran di Kelas
Karin Sari Saputra 1206188616 ([email protected])
This study aims to investigate the instruction of an English reading text material, further to describe a critical thinking on it. The material is taken from Strategic Reading 1: Building Effective Reading Skills at
low-intermediate to high-low-intermediate young adult and adult learners. It includes instruction in critical analysis, critical interpretation, and
advanced instruction in vocabulary and literal comprehension. The study is based on the scope and sequence of Unit 2: Money as the starting point and the findings is systematically appropriate.
Key Words: English reading text, critical analysis, critical interpretation, vocabulary, literal comprehension
1. Pendahuluan
Kebutuhan akan bahan ajar sebagai salah satu komponen penting
pembelajaran dan pemelajaran di kelas mengindikasikan bahwa pemilihan bahan ajar tersebut tidak dapat diabaikan dengan mudah. Artinya, perlu diperhatikan beberapa faktor berikut, yakni kualitas dan kesesuaian isi buku terhadap materi ajar. Buku ajar sebagaimana telah diketahui bersama berfungsi sebagai alat bantu seorang guru maupun murid di kelas untuk dapat memahami materi yang
dapat secara bijaksana memilih, menyeleksi dan menetapkan buku ajar yang sesuai. Dalam daripada itu, pelaksanaan proses pembelajaran di kelas khususnya pada kelas bahasa, jelas sekali membutuhkan buku ajar. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dipelajari di Indonesia menjadikannya sebagai mata pelajaran yang membutuhkan buku ajar khusus. Bahasa Inggris yang memiliki empat keterampilan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis, masing-masing terdapat sasaran hasil tersendiri. Terlebih lagi untuk keterampilan
membaca, hal ini berkenaan dengan berbagai ragam teks yang serta-merta diperlukan pengetahuan akan isi teks tersebut. Seleksi jenis teks bacaan dan apakah diambil dari otentik teks atau bukan merupakan salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan materi teks bacaan.
2. Tujuan Penelitian
Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahan ajar yang terdapat di dalam buku tersebut sesuai dengan silabus buku tertulis, yakni mencakup
keterampilan yang diharapkan, hasil akhir dan susunan atau urutan dari instruksi penyampaian materi.
3. Metode Penelitian
Analisis terhadap materi buku ajar untuk keterampilan membaca adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Penulis menguraikan dan melihat keseluruhan isi teks berikut pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya dan memberikan sudut pandang atau persepsi baru sejalan dengan ruang lingkup dan urutan yang diberikan.
4. Diskusi dan Pembahasan
Penulisan dan penyusunan buku teks bahwasanya merupakan hasil kerja sama suatu tim atau kelompok yang telah melakukan riset tersendiri perihal kompetensi-kompetensi apa saja yang diharapkan. Lalu, penerapan atau implementasi isi dari buku ajar yang telah tersusun tersebut dapat
yang akan diinterpretasikan oleh para guru paling tidak harus sesuai dengan apa yang tertulis di dalam materi buku ajar tersebut. Pembelajaran dan pemelajaran keterampilan membaca dijelaskan bahwa esensi dari membaca adalah agar para pemelajar dapat memahami informasi-informasi yang ada di dalam teks,
menguasai keterampilan pendukung, di antaranya adalah tata bahasa atau kosa kata baru berkenaan dengan isi terks tersebut. Menurut Hedge (189: 2000) menyebutkan sedikitnya enam tipe pengetahuan untuk membantu pembaca teks memahami teks, yakni sebagai berikut. (1) syntactic knowledge, (2)
morphological knowledge, (3) general world knowledge, (4) sociocultural knowledge, (5) topic knowledge, dan (6) genre knowledge.
Berdasarkan ruang lingkup dan urutan Unit 2: Money di dalam buku Strategic Reading: Building Effective Reading Skills, dengan pilihan teksnya adalah Dangers in shopping, keterampilan-keterampilan yang diharapkan yakni:
- Guessing meaning from the context - Predicting
- Restating - Scanning
- Understanding details - Understanding main ideas
Kemudian, terdapat pula dua aspek dalam tata bahasa yang penting untuk diperhatikan, di antaranya:
- Financial terms
- Terms for spending habits
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, maka penulis memberikan sejumlah skema tersendiri sebagai analisis terhadap isi dari buku ajar tersebut yang dilihat dalam konteks keterampilan membaca. Beberapa acuan yang akan dibahas berkenaan dengan analisis isi materi teks bacaan adalah sebagai berikut.
Vocabulary Objectives: When encountering unfamiliar vocabulary, the student will be able to:
- Students may also be expected to master a selection of affixes
Literal Comprehension Objectives: After reading a selection or passage the student will be able to:
- Determine the specific topic selection or passage - Determine the thesis or main idea selection or passage - Identify all major supporting details of the thesis (main idea) - Identify all minor supporting details of the thesis
- Summarize the selection or passage - Outline or map the selection
- Identify and use signal words to determine organizational patterns - Determine the predominant and secondary organizational patterns
Critical Comprehension and Analysis Objectives: After reading an article, essay or research selection, the student will be able to:
- Determine the issue or topic - Identify supporting evidence
- Make valid inferences and draw appropriate conclusions based on the information in the article
- Identify the author’s purpose for writing
- Identify the author’s point of view or bias on the topic or issue - Identify the author’s tone regarding the topic
- Distinguish among facts, expert or informed opinions, and personal opinions
- Define or translate Determine meanings of figurative language - Use other reasoning and evaluative skills as needed
Lebih jauh dipaparkan bahwa penting untuk menentukan cara dalam proses mengkritisi suatu teks bacaan, seperti yang diungkapkan oleh Kress (1985) membaca kritis memandang membaca sebagai sebuah proses sosial. Dari perspektif tersebut, teks dibangun dengan cara tertentu oleh para penulis untuk membentuk persepsi pembaca terhadap penerimaan dari ideologi yang mendasari teks (Hedge, 197: 2000).
- How do we establish goals for the reading classroom? - What criteria do we use to select reading texts
- What kinds of tasks help to develop reading ability? - Can we help students to read critically?
- How can we encourage extensive reading?
(Hedge, 205: 2000) Kelima pertanyaan tersebut di atas merupakan hal-hal yang ternyata perlu untuk dielaborasi atas respons dari analisis isi materi yang dilakukan. Sehingga, sedikit dapat diklasifikasikan bahwa adanya korelasi antara isi materi buku ajar untuk keterampilan membaca dengan pembelajaran di kelas. Hal lain yang patut untuk disoroti adalah perihal scanning yang sangat terkait sekali dengan teknik membaca. Singkat kata, keseluruhan penyajian isi teks bacaan dan disertai dengan aplikasi untuk pembelajaran di kelas sedapat mungkin memerikan pelbagai proses kritikal di atas.
5. Hasil Penelitian
Buku ajar Strategic Reading 1: Building Effective Reading Skills yang ditulis oleh Jack C. Richards dan Samuela Eckstut-Didier adalah buku untuk keterampilan membaca pada kelas bahasa Inggris yang diperuntukkan bagi pemelajar muda-dewasa dan dewasa pada tingkat low-intermediate hingga high-intermediate. Materi isi buku ajar yang dianalisis, yaitu Unit 2: Money dengan pilihan Dangers in shopping sebagai teks bacaannya. Dangers in shopping merupakan artikel yang diadaptasi dari aol.thewhiz.com/brm/ (otentik teks). Hal ini didukung pernyataan Hedge (207: 2000), “ini pada dasarnya adalah sebuah daftar teks otentik, dan pasti akan cocok untuk siswa menengah sebagai
kompetensi bahasa yang ada, yang akan memungkinkan mereka untuk mengatasi teks-teks tersebut”.
dapat dilihat bahwa ruang lingkup dan urutan pertama yang dihadirkan sebagai kegiatan sebelum membaca berkenaan dengan thinking about personal experience sesuai dengan prinsip membangun ketertarikan pemelajar atau pembaca teks terhadap topik yang akan disampaikan nantinya. Menariknya ialah pertanyaan-pertanyaan tersebut yang ditampilkan dalam bentuk kuesioner menjadikannya pilihan yang tepat sebagai aplikasi dari konsep thinking about personal experience.
Jika dipandang dari segi tingkat pemelajar sasaran, yakni low-intermediate hingga high intermediate, teks bacaan yang ditulis mudah untuk dipahami dengan struktur dan tata bahasa yang tidak kompleks serta familiar dengan
pembendaharaan kata yang umum atau sering dijumpai. Teks bacaan yang tidak terlalu panjang juga dinilai tepat dan sesuai dengan tingkat pemelajar sasaran. Kemudian, ketika kegiatan pembelajaran berlanjut pada tahap membaca teks tersebut, maka adanya teknik yang ditawarkan, yaitu scanning. Memindai (to scan) adalah membaca cepat dalam rangka untuk mencari informasi spesifik. Scanning ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dan ini dapat dikatakan sistematis, artinya tidak out of context dari ruang lingkup dan urutan yang telah ditetapkan. Beralih dari scanning menuju guessing meaning from context, berimplikasi pada hasil sasaran yang ingin dicapai bahwa pemelajar mampu mengembangkan kemampuan membacanya. Latihan context clues yang dirancang untuk membantu pemelajar meningkatkan kemampuannya untuk menebak arti dari kata-kata asing dengan menggunakan petunjuk konteks. (Konteks mengacu pada kalimat dan paragraf di mana kata terjadi). Dalam menggunakan konteks untuk menentukan arti kata, pemelajar harus menggunakan pengetahuannya tentang tata bahasa dan pemahaman tentang ide-ide penulis teks bacaan tersebut.
Guessing meaning from context merupakan bagian dari pengembangan latihan untuk Vocabulary Objectives (tata bahasa) sebagai latihan yang tepat dan memenuhi pencapaian kompetensi dari pemelajar. Ruang lingkup dan urutan berikutnya, yakni understanding details dan mengacu pada Literal
Hedge (211: 2000) yang menyarankan cara yang berguna untuk melibatkan pemelajar dalam desain pertanyaan pasca-membaca. Setelah melakukan kegiatan pra-membaca yang disiapkan oleh guru dan membaca individu dari teks,
pemelajar ditugaskan untuk mengecek pemahaman mereka dan membangun pertanyaan kunci.
Terakhir, relating reading to personal experience merupakan ruang lingkup dan urutan yang menandai berakhirnya kegiatan dari teks bacaan Dangers in shopping. Pada bagian latihan ini, Critical Comprehension and Analysis Objectives merupakan jenis pertanyaan kritis yang dapat dibangun ke bahan bacaan. Clarke dan Silberstein (1979) menyarankan beberapa poin berikut.
‘For what purpose and for waht audience is this intended?’ ‘What knowledge and attitudes does the author presume of the audience?’ ‘Are you convinced by the evidence presented by the author to support the claims made?’ ‘Does your own experience support the conclusions reached by the author?’ and ‘Do you share the author’s point of view?’
(Clarke and Silberstein 1979: 56) Terdapat tiga pertanyaan yang mewakili keseluruhan pemahaman dari kegiatan yang telah dilakukan dari teks bacaan Dangers in shopping. Kegiatan ini lebih kepada latihan mandiri yang berdasarkan pada perspektif setiap pemelajar. Walaupun sudah dikategorikan pada latihan mandiri, sejumlah isi pertanyaan tersebut tidak melebihi atau melampaui kompetensi lainnya yang tidak tercantum pada ruang lingkup materi buku ajar Strategic Reading 1: Building Effective Reading Skills.
Kembali pada teks bacaan Dangers in shopping, topik yang diangkat pada artikel tersebut sangat menarik dan terutama sekali tepat dan sesuai diberikan pada tingkat low-intermediate hingga high-intermediate. Topik ini juga dapat
dipergunakan sebagai extensive reading, artinya pemelajar tidak merasa berkeberatan ataupun jenuh dan merasa bosan jika menghadapi teks bacaan seputar topik ini. Pemilihan topik ini dapat dijadikan contoh atau ancangan sebagai salah satu strategi yang dapat diambil oleh guru dalam proses
6. Simpulan
Implikasi pembelajaran dan pemelajaran bahasa Inggris dalam konteks keterampilan membaca yang bersumber pada materi buku ajar berdampak pada suatu temuan baru. Berdasarkan perspektif penulis dan hasil analisis yang telah diperoleh, menyimpulkan bahwa kesesuaian proses belajar-mengajar sejalan dengan instruksi atau pedoman dari materi buku ajar yang telah ditetapkan. Para guru maupun pihak sekolah yang berwenang terlebih lagi bagi pemelajar perlu memerhatikan bersama dan memahami materi keterampilan menyimak dengan hasil sasaran yang ingin dicapai. Dalam daripada itu, proses membaca pada suatu kegiatan mandiri yang dilakukan oleh siswa memberikan kontribusi pada
peningkatan pemahaman sejumlah teknik membaca dan pelbagai informasi yang terkait di dalam isi teks bacaan.
Daftar Pustaka
Hedge, Tricia. (2000). Teaching and learning in the language classroom. UK: Oxford University Press.