• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN E LEARNING PENELITIAN TINDAKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN E LEARNING PENELITIAN TINDAKAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN E-LEARNING PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU GURU DI RESEARCHERS TEACHER COMMUNITY

(diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Manajemen Mutu P endidikan)

Dosen Pengampu Mata Kuliah : Jejen Jaenudin, M.Ed. Lead., Ph.D.

Oleh :

Ades Marsela 21160181000017

MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

PENERAPAN E-LEARNING PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU GURU DI RESEARCHERS TEACHER COMMUNITY

Ades Marsela

Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta Jakarta, Indonesia, [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Implementasi aplikasi jejaring sosial WhatsApp untuk media pembelajaran (e-learning) PTK di Researchers Teacher Community (2)Penerapan e-learning penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan mutu guru Researchers Teacher Community. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan sampel nya adalah guru-guru yang mengikuti pembelajaran online di Researchers Teacher Community. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi aplikasi jejaring sosial whatsapp untuk media pembelajaran (e-learning) sudah cukup memfasilitasi guru dalam belajar. Karena dengan adanya pembelajaran online melalui whatsapp membuat guru bisa belajar dimana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Researchers Teacher Community (RTC) mendesain online trainingnya dengan unik, disertai dengan tata tertib dan materi yang disampaikan oleh berbagai narasumber menjawab kebutuhan guru saat di zaman sekarang. Kemudian RTC sedang memperbaiki pola pembelajaran online supaya para guru yang sedang belajar di RTC dapat terlayani dengan baik. (2) Penerapan e-learning penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan mutu guru. Peningkatan mutu pendidik (guru) dapat dilakukan dengan lokakarya peningkatan mutu pembelajaran yaitu penulisan karya ilmiah, yang salah satunya adalah penelitian tindakan kelas. Dengan meneliti maka guru akan diarahkan untuk memahami berbagai permasalahan belajar dikelas, dan akan menjadi bahan refleksi bagi para guru tentang hal apa yang harus diperbaiki dalam proses pembelajaran, dan kemudian guru akan memikirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan melakukan PTK maka guru akan terlatih dalam meneliti, membaca, menulis, dan berinovasi dengan metode, strategi, model, pendekatan sampai ke media pembelajaran yang ada maupun yang baru. Jika semua komponen tersebut terpenuhi maka kompetensi guru juga akan terfasilitasi dan mutu guru akan meningkat.

Kata kunci: E-Learning, PTK, Mutu Guru

Abstract

This study aims to analyze (1) Implementation of WhatsApp social networking application for e-learning media in Researchers Teacher Community (2) The application of e-e-learning research on classroom action can improve the quality of Teachers Researchers Teacher Community. The research method used is descriptive qualitative and the sample is the teachers who follow the online learning in Researchers Teacher Community. The results show that (1) Implementation of social network application whatsapp for learning media (e-learning) is enough to facilitate the teacher in learning. Because with the online learning through whatsapp make teachers can learn anywhere without limited space and time. The Researchers Teacher Community (RTC) designed its online training uniquely, accompanied by rules and materials delivered by various speakers to answer the needs of today's teachers. Then RTC is improving the online learning pattern so that teachers who are studying at RTC can be served well. (2) The application of e-learning action research in improving the quality of teachers. Improvement of the quality of educators (teachers) can be done with workshops to improve the quality of learning is the writing of scientific papers, one of which is a classroom action research. By researching the teacher will be directed to understand the various problems of learning in class, and will be a reflection for teachers about what should be improved in the learning process, and then the teacher will think of the right solution to solve the problem. By doing PTK then the teacher will be trained in researching, reading, writing, and innovating with methods, strategies, models, approaches to the existing and new learning media. If all these components are met then the competence of teachers will also be facilitated and the quality of teachers will increase.

(3)

PENDAHULUAN

Teknologi saat ini berkembang sangat cepat. Kemajuan teknologi yang sangat pesat ini berdampak pada semua aspek kehidupan yang berhubungan dengan dunia informasi dan teknologi. Salah satu bentuk perkembangan teknologi adalah Internet. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran Internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari, Internet seperti halnya perpustakaan dunia dan situs web sebagai bukunya. Situs web tidak hanya dapat dijadikan sebagai media informasi tetapi berbagai sistem pembelajaran pun dapat dilakukan di Internet, seperti halnya pembelajaran Artificial Informatics.

Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang memungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif (Hardjito, 2002). Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, internet harus mmapu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Sama halnya dengan pelatihan online kepada para guru yang membutuhkan suatu kompetensi khusus untuk meningkatkan mutunya.

Pada penelitian ini akan diterapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang memanfaatkan salah satu aplikasi WhatsApp dengan pendekatan model pembelajaran kolaboratif. Aplikasi WhatsApp dipilih karena menurut data yang dipublikasikan oleh http://infomuria.umk.ac.id, aplikasi-aplikasi instant atau mobile messanger telah berhasil merengkuh pasar dan di ‘gandrungi’ oleh penduduk dunia tak terkecuali oleh remaja Indonesia. Indonesia masuk dalam pengguna mobile internet dengan rentan usia paling muda se-Asia Tenggara yaitu dengan persentase 21% pengguna mobile internet di Indonesia berada di rentang usia di bawah 18 tahun, diikuti dengan 32% pengguna di usia 18-24 tahun, 33% di rentang usia 25-35 tahun, dan terakhir sebanyak 14% pengguna mobile internet di Indonesia berada di rentang usia lebih dari 35 tahun. Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi perkuliahan juga dapat disajikan secara up-to-date dan real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun tidak dapat secara langsung tatap muka, tetapi forum diskusi perkuliahan dapat dilakukan secara online sehingga pembelajaran yang tidak terbatas dengan tempat dan waktu (time and place flexibelity) benar-benar terjadi. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang dimungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu.

Dalam rangka peningkatan mutu guru di Indonesia, maka pembelajaran online penelitian tindakan kelas menjadi salah satu solusi dalam hal tersebut. Maka pada jurnal ini, peneliti akan mendeskripsikan penerapan pembelajaran online penelitian tindakan kelas dalam rangka peningkatan mutu guru di Researchers Teacher Community.

Dari latar belakang yang dikemukakan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana mengimplementasikan aplikasi jejaring sosial WhatsApp untuk media pembelajaran (e-learning) PTK di Researchers Teacher Community ?

(4)

KAJIAN PUSTAKA

A. Online Learning

Salah satu pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan adalah pembelajaran jarak jauh atau distance learning. Terdapat berbagai istilah untuk mengemukanan gagasan mengenai pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan intenet, yaitu : online learning, e-learning (pembelajaran elektronik), internet enabled learning, virtual learning, virtual classroom atau web based learning (Sihaan, 2003).

Terdapat beberapa hal penting sebagai persyaratan kegiatan pembelajaran online yaitu: 1. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (internet)

2. Tersedianya dukungan layanan belajar yang dimanfaatkan oleh siswa.

3. Tersedianya dukungan layanan tutor (konsultasi) yang dapat membantu peserta belajar apabila menaglami kesulitan.

4. Tersedianya lembaga yang menyelenggarakan/mengelolah kegiatan e-learning. 5. Sikap positif dari peserta dan narasumber terhadap teknologi komputer dan internet. 6. Rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh peserta

7. Sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta.

8. Mekanisme umpanbalik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara/pengelola (Siahan, 2003).

Jadi dapat diketahui bahwa e-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet sebagai metode penyampaian, interaksi dan fasilitas didukung oleh berbagai layanan belajar lainnya.

B. Fungsi e-learning

Menurut Siahan (2003), terdapat tiga fungsi e-learning terhadap kegiatan pembelajaran, yaitu: (1) Suplemen (tambahan), (2) Komplemen (pelengkap), dan (3) Substitusi (pengganti).

C. Bentuk E-Learning

Haughey (Hardjito, 2002) menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk pembelajaran melalui internet (Pembelajaran online) sebagi dasar pengembangan sistem pembelajaran dnegan menggunakan internet, yaiu : Web Course, Web Centric course, dan Web enhanced Course.

1. Web course

Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, smeua bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.

2. Web Centric Course

Web Centric Course adalah pembelajaran dnegan sebagain bahan belajar dan latihan disampaikan melalui internet sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Presentase tatap muka dalam Web Centric Cource

lebih kecil dibandingkan proses belajar melalui internet. 3. Web Enhanced Course

(5)

Berdasarkan ketiga bentuk E-learning tersebut: Web Course, Web Centric Course, dan Web enhanced Course. Bentuk e-learning yang digunakan oleh Researchers Teacher Community adalah Web Course, karena semua kegiatan pembelajaran yang terdiri dari pemberian materi, konsultasi, ujian dan lainnya menggunakan aplikasi internet yaitu WhatsApp.

METHOD

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2012). Menurut Moleong (2012) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di Indonesia yang mengikuti online training di Researchers Teacher Community. Kemudian teknik pengambilan sampelnya menggunakan simple random sampling, sehingga di dapat hasil 30 orang guru yang menjadi informan dalam penelitian ini.

Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain dengan cara wawancara dan dokumentasi. Wawancara merupakan suatu proses tanya jawab lisan secara fisik yang satu dapat melihat muka yang lain, dan mendengarkan telinganya sendiri suaranya. Wawancara adalah percakapan atau dialog dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu baik secara langsung maupun tidk langsung (Moleong, 2000: 62). Karena itu, wawancara merupakan suatu proses interaksi komunikasi dan dalam proses ini hasil wawancara ditentukan oleh seberapa mampu seorang pewanwancara menggali informasi dari sumber data.

DISCUSS

A. IMPLEMENTASI APLIKASI JEJARING SOSIAL WHATSAPP UNTUK MEDIA

PEMBELAJARAN (E-LEARNING) 1. Pengertian komunitas belajar online

Menurut beberapa informan yang dalam hal ini guru-guru yang merupakan peserta dari Researchers Teacher Community mengatakan bahwa, komunitas belajar online adalah pembelajaran yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan media berbasis komputer/android dihubungkan dengan jaringan internet. Informan lain juga mengatakan bahwa Komunitas belajar online adalah wadah dimana kita dapat bertukar pikiran sesama guru dalam banyak hal, contohnya bagaimana kita melakukan pembelajaran yg lebih menyenangkan sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran. Sebuah persatuan, perkumpulan atau sekelompok orang yang memiliki jiwa untuk belajar tanpa memandang ruang dan batas waktu karena secara online yg berarti langsung melalui teknologi informasi. Kemudian menurut Sihan (2003) online learning adalah salah satu pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan adalah pembelajaran jarak jauh atau distance learning.

(6)

pengetahuan dan wawasan keilmuan untuk meningkatkan mutu profesionalisme guru, dengan prinsip bahwa belajar bisa dilakukan dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Sedangkan Researchers Teacher Community adalah Sebuah komunitas sebagai bagian dari Sekolah Guru Indonesia di bawah naungan dompet dhuafa yang bergerak dalam bidang pendidikan. Komunitas ini bertujuan untuk Meningkatkan mutu pendidikan melalui penelitian yang dilakukan oleh guru sebagai praktisi pendidikan. Tujuan nya untuk menciptakan guru yg berdedikasi, professional, dan memiliki leadership yg tinggi melalui sistem pembelajaran secara online.

2. Keunikan Researchers Teacher Community

Berdasarkan pendapat dari informan dan analisa dari penulis, berbagai keunikan pembelajaran online Researchers Teacher Community diantaranya sebagai berikut: (1) Mudah diakses karena pembelajaran berbasis IT yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, jadi peserta pelatihan lebih bisa fleksibel menerima materi di tengah kesibukan sebagai pendidik, memenuhi administrasi sekolah, melakukan tugas tambahan sekolah. (2) Murah karena tidak butuh banyak biaya dan tenaga untuk melakukan pembelajaran pada kelas online Dapat menambah keilmuan dan saling berbagi pengalaman yang sesuai profesi. (3) Menguntungkan, karena sebagai wadah untuk menambah wawasan keilmuwan dan menambah pengalaman dari beberapa kasus yg sudah dipecahkan sebelumnya oleh para pendidik. (4) Memperluas link/jaringan pertemanan dalam konteks positif, terhubung dengan para guru di seluruh wilayah Indonesia tanpa harus bertemu langsung akan tetapi suasana seperti bertemu langsung, serta mempererat tali silaturahmi persaudaraan. (5) Zaman Now, Materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan saat ini, yaitu tentang permasalahan pendidikan yang dialami oleh guru dalam kondisi sehari-hari di kelas. (6) Branding, Nama Researchers Teacher Community ini mengingatkan kepada harapan Joe L. Kinchelo (seorang Prof. Canada University) agar semua guru terus belajar dan mengasah keterampilannya untuk dapat menjadi guru peneliti. “Waspada paradigma disruption”. (7) Reflektif, Sebagai salah satu media refleksi diri untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas, karena selaku pendidik dan manusia otomatis banyak kekurangan dan kekhilafan dalam melakukan pembelajaran, oleh sebab itu besar harapan agar semua murid saya berhasil dalam pembelajaran yang guru lakukan di dalam kelas. (8) Researchers, Karena banyak permasalahan yang ditemukan dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah, maka guru akan meneliti solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. (9) Writer, guru dalam komunitas ini akan mdnokumentasikan penelitiannya dalam bentuk laporan PTK tertulis. (10) Benefit, Researchers Teacher Community memfasilitasi terlaksananya pembelajaran online sesuai kebutuhan pendidik, terutama dalam penelitian yang merupakan salah satu bentuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru, sehingga setelah PKB dilaksanakan maka angka kredit guru akan bertambah. (11)Islamic, karena Researchers Teacher Community berafiliasi dengan dompet dhuafa/ SGI yang lebih Islami, maka nilai yang ada di dalamnya akan berprinsip dengan Al-Quran dan Hadits.

3. Tata tertib Researchers Teacher Community

(7)

1. Berkomunikasi dengan baik, sopan, santun, tidak mengadung unsur SARA. 2. Disiplin.

3. Berkomitmen menyelesaikan tugas. 4. Tidak Ada promo.

5. Tidak boleh berbicara di luar dari tema diskusi. 6. Mengikuti kegiatan sesuai jadwal.

7. Moderator berperan penting dalam mengatur tahap-tahap belajar: pemberian materi, tanggapan, tanya jawab dan kesimpulan.

8. Setiap peserta hanya boleh bertanya/menyampaikan pendapat ketika pemateri/moderator mempersilakan untuk bicara. Jadi, tidak ada yang memotong pembicaraan.

9. Menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebersamaan. 10.Mengisi Daftar Hadir 15 menit sebelum diskusi dimulai.

11.Peserta terpilih harus memiliki komitmen dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan laporannya, laporan tidak boleh Plagiat, dan harus diberi sanksi tegas utk mereka yg tidak sesuai aturan.

12.Membuat Refleksi belajar.

13.Ketepatan dalam mengumpulkan tugas sebagai feedback.

4. Kriteria Narasumber Researchers Teacher Community

Dalam pembelajaran online peran narasumber sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada peserta, maka diperlukan kriteria yang tepat untuk narasumber tersebut: Cerdas, kooperatif, dan helpful, berkompeten, menguasai materi dan bisa membimbing peserta menyelesaikan penelitiannya, Berpengalaman dan mau berbagi, Komunikatif dan low profile, Sabar dan memotivasi, Bisa memberikan pengarahan secara mendetail, membimbing dan menjadi sahabat, Menguasai seluk beluk PTK, yang berasal dari dosen PTN atau PTS Menguasai permasalahan para guru, Inovatif, Ramah, menginspirasi, Islam serta mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan pendidikan dan memberikan informasi tentang berkaitan dengan hal pendidikan supaya peserta dapat meningkatkan kualitas pendidikan tersebut, Dipandu guru berprestasi tingkat nasional yang menguasai PTK serta terbuka.

5. Materi Pembelajaran Researchers Teacher Community

Materi yang disajikan dalam pembelajaran online Researchers Teacher Community terdiri dari 5 kali pertemuan, dimana disetiap akhir pertemuan peserta akan diberikan tugas yang sesuai dengan pembahasan materi. Misalnya pra siklus PTK, pelaksanaan siklus 1, pelaksanaan siklus 2, pembuatan proposal, pembuatan laporan dan pembuatan jurnal PTK. 5 materi tersebut diantaranya adalah: (1) pengenalan tentang Researchers Teacher Community, (2)Pengenalan Penelitian Tindakan kelas, persiapan pra siklus penelitian, pembuatan instrumen penelitian, (3) Pembuatan proposal PTK, (4) Pembuatan laporan PTK, coaching, dan (5) pembuatan jurnal PTK.

6. Kelebihan dan kekurangan Researchers Teacher Community

(8)

dimana saja (tdk harus di satu tempat tertentu). (6) Tujuan yang jelas dan terarah. (7) Bisa mewadahi apa yang kita butuhkan, sehingga peserta bisa memberikan pendapat dan sharing pendapat. (8) Responnya sangat baik tim RTC, pengelolanya ramah, sangat berpengalaman, berilmu, mau berbagi dengan ikhlas (9) Belajar bersama dengan komunitas guru yang berasal dari daerah di Indonesia yang hebat dan menyenangkan. (9) Sangat bagus, terkonsep dengan baik.

Selain kelebihan terdapat juga kekurangan dari Researchers Teacher Community yang akan menjadi bahan refleksi dan menjadi bahan perbaikan bersama. (1) harus mengetik sehingga terkadang tumpang tindih antara Materi dan pertanyaan (2) Jalannya diskusi Masih belum tertib Dan terarah (3) Di whatsapp lebih terbatas menulis (4) Apabila sinyal kurang bahkan hilang, pembelajaran online tidak dapat diikuti secara maksimal. (5) Management proses KBM, absen yang terkadang kadang mengganggu jalannya KBM dan Tanya jawab terkesan balap-balapan (6) Waktunya kurang panjang untuk melakukan belajar karena banyak sekali tugas guru di sekolah. (7) Tidak tahu teman sejawat secara langsung hanya melalui foto/ gambar saja (8) Terlalu banyak komentar dari para anggota sehingga harus memilah (9) Jeda waktu yang kurang (10) kurangnya tindakan tegas untuk peserta yang tidak aktif dan tidak menyelesaikan PTK nya. (11) untuk telekonfrence masih perlu di adakan.

Berdasarkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada, pengelola Researchers Teacher Community masih berusaha memperbaiki sistem tersebut, supaya berbagai kekurangan dapat terminimalisir.

B. PENERAPAN E-LEARNING PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM

MENINGKATKAN MUTU GURU.

Pembelajaran online (e-learning) adalah pembelajaran yang sangat diminati pada zaman sekarang, karena guru dapat belajar dimana saja tanpa terbatas ruang dAN waktu. Begitu juga dengan Researchers Teacher Community, yang memfasilitasi para guru untuk belajar tentang Penelitian Tindakan Kelas secara online dan kemudian para guru tersebut mengimplementasikannya di kelas masing-masing tempat mereka mengajar.

Guru adalah penentu garda keberhasilan terdepan di pendidikan, guru yang mengetahui semua permasalahan pendidikan, dan guru juga harus mengetahui bagaimana untuk menyelesaikannya. Salah satu cara menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan penelitian.

1. Alasan guru melaksanakan PTK

(9)

berhasil dan tidak hanya sekedar syarat mengikuti PKB saja karena dunia pendidikan itu selalu maju melangkah dan tidak pernah mundur dalam melangkah, tanpa memandang apakah siswa, guru, stakeholder atau pemerintah siap menerima atau tidak yang jelas dunia pendidikan itu selalu maju ke depan.

2. Implementasi Penelitian Tindakan Kelas yang Baik

PTK yg baik adalah yang APIK. Asli, Ilmiah dan Konsisten, sesuai kebutuhan siswa dan kondisi kelas, diobservasi terlebih dulu, Tepat sasaran dan tepat guna sesuai dengan permasalahan yang ada, Menerapkan siklus PTK yang sudah dipilih dan diterapkan dalam pembelajaran, Mampu mewujudkan rencana dan tujuan pembelajaran dengan baik melalui metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, di sesuaikan dengan kondisi kelas, yang berproses dan ilmiah dilakukan dengan kolaborator dan memiliki rumusan dan tujuan yang tepat, dengan menerapkan metode baru yg sudah teruji dalam proses pembelajaran, mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran yang muncul di dalam kelas/sekolah, Melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode/model pembelajaran alternatif baru, Menganalisis hasil pembelajaran dengan menggunakan metode/model pembelajaran alternatif baru di atas, Melakukan tindak lanjut dengan menyampaikan pelaporan dan pengembangan pembelajaran.

3. Dampak penelitian tindakan kelas terhadap siswa

Sebab inti dari PTK adalah terjadi perubahan atau peningkatan, maka dampaknya pada siswa adalah terjadi peningkatan pada pembelajaran baik pada proses maupun hasil belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, meningkatkan prestasi siswa, melalui penelitian diharapkan guru bisa menemukan metode-metode yang dapat membuat siswa nyaman belajar sehingga mereka menjadi lebih semangat lagi belajar, siswa akan terlihat potensinya sesuai dengan mata pelajaran yang di pelajari, karena tidak semua siswa suka mata pelajaran namun dengan metode yg berbeda siswa akan menyukai proses pembelajaran tanpa terbebani mata pelajarannya, Motivasi belajar siswa akan meningkat, menjadi lebih semangat tidak hanya soal kognitif namun afektif dan psikomotor, Pembelajaran akan lebih variatif dan berkesan, Sangat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka dengan gaya belajar yang tidak monoton.

4. Hasil penelitian yang dapat meningkatkan mutu guru

(10)

didik yang maksimal. (11) Hasil penelitian yang meningkat dapat dipertanggungjawabkan, dilaporkan dengan baik, dapat dibaca oleh guru lain dan menginspirasi dapat diterapkan atau dimodifikasi oleh guru lain.

5. Dampak PTK dalam Peningkatan Mutu Guru

Pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan sangat memahami visi, misi dan tujuan yang telah dirancang bersama-sama sehingga implementasi yang dilakukan akan selalu berdasarkan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan.

Menurut Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Satuan Pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik dapat dilakukan dalam bentuk:

a. Seminar dengan mendatangkan pembicara tamu yang membahas materi atau kompetensi yang dibutuhkan.

b. Lokakarya untuk pengembangan manajemen dalam penjaminan mutu, misalnya : Pengelolaan keuangan dan sumberdaya lainnya, Pengelolaan perpustakaan, laboratorium, pemanfaatan lahan dan lainnya.

c. Lokakarya peningkatan mutu pembelajaran, misalnya Penyusunan rencana pembelajaran, metode pembelajaran dan cara evaluasi, Pengembangan media pembelajaran, Pengembangan sumber belajar, Pemanfaatan IT dalam pembelajaran, Penulisan karya tulis, dan sebagainya.

d. Forum pertemuan pendidik (KKG/MGMP) dalam kegiatan pengembangan bahan pembelajaran dengan mengintegrasikan isu lokal/nasional/global ke tematema dan/atau mata pelajaran, teknik pengembangan penyusunan alat penilaian, dan sebagainya;

e. Forum pertemuan kepala satuan pendidikan (KKKS/ MKKS) dalam kegiatan pengembangan satuan pendidikan berbasis keunggulan lokal, penyusunan RKJM dan RKAS/M, pengelolaan keuangan, pengelolaan sarana prasarana, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan penerimaan peserta didik baru, dan sebagainya.

f. Melaksanakan studi banding baik ke satuan pendidikan lain maupun ke fasilitas lain yang selaras dengan rencana pemenuhan mutu.

g. Melaksanakan lesson study dibimbing oleh perguruan tinggi atau LPTK

Merujuk kepada pedoman di atas terutama poin C, bahwa peningkatan mutu pendidik dapat dilakukan dengan lokakarya peningkatan mutu pembelajaran yaitu penulisan karya ilmiah, yang salah satunya adalah penelitian tindakan kelas.

(11)

siasat jitu demi membuat proses pembelajaran menyenangkan dan berkualitas sehingga dapat maningkatkan pemahamna siswa. (6) Dengan mengadakan penelitian, otomatis guru tersebut juga belajar. Jika gurunya proaktif dan semangat belajar, maka akan berbanding lurus dengan baiknya kualitas sekolah. Kemudian guru tersebut juga mengembangkan diri untuk lebih menggali keprofesian sebagai guru dengan demikian secara tidak langsung mutu guru di sekolah menjadi lebih baik. (7) PTK meningkatkan mutu guru dengan menganalisa dan melakukan aktifitas pencarian apa yang menyebabkan anak didik tersebut gagal sehingga guru yang tadinya belum tahu menjadi tahu dan membantu siswa tersebut untuk berhasil dalam belajar.

CONCLUSIONS

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Implementasi aplikasi jejaring sosial whatsapp untuk media pembelajaran (e-learning) sudah cukup memfasilitasi guru dalam belajar. Karena dengan adanya pembelajaran online melalui whatsapp membuat guru bisa belajar dimana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Researchers Teacher Community (RTC) mendesain online trainingnya dengan unik, disertai dengan tata tertib dan materi yang disampaikan oleh berbagai narasumber menjawab kebutuhan guru saat di zaman sekarang. Kemudian RTC sedang memperbaiki pola pembelajaran online supaya para guru yang sedang belajar di RTC dapat terlayani dengan baik.

2. Penerapan pembelajaran online penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan mutu guru.

peningkatan mutu pendidik (guru) dapat dilakukan dengan lokakarya peningkatan mutu pembelajaran yaitu penulisan karya ilmiah, yang salah satunya adalah penelitian tindakan kelas. Dengan meneliti maka guru akan diarahkan untuk memahami berbagai permasalahan belajar dikelas, dan akan menjadi bahan refleksi bagi para guru tentang hal apa yang harus diperbaiki dalam proses pembelajaran, dan kemudian guru akan memikirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan melakukan PTK maka guru akan terlatih dalam meneliti, membaca, menulis, dan berinovasi dengan metode, strategi, model, pendekatan sampai ke media pembelajaran yang ada maupun yang baru. Jika semua komponen tersebut terpenuhi maka kompetensi guru juga akn terfasilitasi dan mutu guru akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Hardjito. Internet untuk pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan. Edisi No. 10/VI/Teknodik/Oktober/2002. Jakarta: Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Depdiknas. 2002.

Http://infomuria.umk.ac.id,

Moleong, L.J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif, (revisi ed). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

(12)

Sihaan, Sudirman. E-Learning (pembelajaran Elektronik) sebagai salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan No. 042-Mei 2003. Jakarta: Depdiknas.

Referensi

Dokumen terkait

Dan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perilaku yang dimunculkan akan berbeda dalam menghadapi sesuatu, untuk melakukan kebutuhan secara riligius membutuhkan niat

Mekanismenya diduga berhubungan dengan inhibisi metabolisme sulfonilurea di hati oleh simetidin sehingga meningkatkan efeknya Memantau kadar glukosa darah, gejala

International Conference On Statistics, Mathematics, Teaching, and Research (ICSMTR 2017) “Advanced Research for Statistics, Mathematics, Sciences and Education for

Inapty, Biana Adha, 2007, “Pengaruh Konflik Biaya dengan Kualitas Audit terhadap Dysfunctional Behavior (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Indonesia:”, Thesis

Pada Tabel 1 dapat dilihat tidak adanya perbedaan yang bermakna konsentrasi EPA sebelum intervensi (EPA1) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p>0,05), sedangkan

Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar pada siswa kelas eksperimen pertemuan pertama, sesuai dengan pendapat Armansyah (2014) menyatakan bahwa aspek

Ceiling atau plafon yang digunakan tidak berubah dari bangunan awal yaitu menggunakan plafon gypum finishing cat dengan menggunakan pola garis atau grid yang simetris

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh diversifikasi produk, diversifikasi geografis, ukuran perusahaan, jenis industri dan tingkat leverage