UJIAN TENGAH SEMESTER
ANALISIS VIDEO DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN
DISUSUN OLEH :
LUTHFIYAH SHAFIRA 07031281520157
DOSEN PEMBIMBING :
DRS. GATOT BUDIARTO, MS
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
ANALISIS VIDEO DALAM KONTEKS KEPEMIMPINAN
1. Definisi Kepemimpinan
Rangkaian kegiatan penataan yang berupa kemamouan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentuagar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Sutarto, 1986)
Secara umum, kepemimpinan adalah upaya memengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang kearah pencapaian tujuan-tujuan yang di dalamnya menunjukkan suatu hubungan pengaruh antara pemimpin dan pengikutnya.
2. Analisis Video dalam Konteks Kepemimpinan 2.1 Cara Mempengaruhi
1. Tiru/meniru. Bahasa lain dari meniru adalah imitasi. Tiru tidak membutuhkan kontak langsung antara individu namun, ia merupakan pengaruh yang kuat terhadap perilaku.
2. Saran merupakan usulan yang disampaikan untuk dipertimbangkan. Saran digunakan untuk menyampaikan pilihan untuk mengatasi sesuatu hal agar tercapai kesepakatan.
3. Bujuk merupakan usaha untuk meyakinkan seseorang atau kelompok dengan memberikan pilihan yang menjanjikan dan manis dengan menggunakan pilihan diksi yang provokatif. Bujuk juga mengandung arti mendesak dan menggunakan dorongan untuk membangkitkan tanggapan yang diinginkan. Mendorong sesorang tanpa paksaan yang nyata.
4. Paksa. Paksa adalah sifat diktator. Memakakan kehendak dengan memberikan kendala, tekanan fisik, kompresi, dan mewajibkan bawahan mengikuti pemimpin.
ANALISIS VIDEO
1. Tiru/meniru. Cara memengaruhi ini telah dilakukan oleh Ibu Risma dengan secara langsung mencontohkan sikap-sikap yang tegas dan penuh kasih sayang secara bersamaan dalam setiap upayanya melaksanakan kebijakan.
2. Saran, cara ini telah dilakukan oleh Ibu Risma pada saat ia mengalami kemacetan di jalan dan berusaha mencari jalan keluar untuk cepat sampai di tujuan. Ibu Risma berusaha melaksanakan kewajibannya sebagai pemimpin.
3. Bujuk. Cara ini dilakukan oleh Ibu Risma pada saat menghadapi beberapa masalah yang membutuhkan pendekatan personal, seperti pada saat nenek psk yang ia bantu dan dekati untuk dapat berhenti dari pekerjaannya. 4. Paksa. Cara memengaruhi yang paling akhir ini juga telah
dilakukan oleh Ibu Risma saat menghadapi masalah yang rumit dan terlalu sulit untuk beliau selesaikan sendiri, beliau melaporkan masalahnya pada KPK untuk dapat diselidiki lebih dalam.
2.2 Fungsi Kepemimpinan
1. Fungsi yang berhubungan dengan tugas / pemecahan masalah. Fungsi ini mencakup penetapan struktur tugas, pemberian saran penyelesaian, informasi, atau pendapat.
2. Fungsi yang berhubungan dengan pemeliharaan kelompok/organisasi.
Fungsi ini mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok/organisasi berjalan lebih baik.
ANALISIS VIDEO
telah dikenal dengan pemimpin yang “kerja langsung tanpa banyak bicara” sehingga lingkungannya menjadi sepertinya.
2.1 Sumber Daya Kepemimpinan
1. Pengaruh adanya perubahan sikap/ perilaku/ tindakan keberanian dan ketangguhan yang ditunjukkan oleh sang Pemimpin dihadapan sekutu, musuh dan para budak yang menyebabkan adanya perubahan sikap dan perilaku seperti yang diinginkan.
2. Kekuasaan, pemimpin memiliki power untuk mempengaruhi orang lain dan otoritas/kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku pengikutnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada lima jenis kekuasaan, antara lain kekuasan legitimasi (legitimate power), kekuasaan keahlian (expert power), kekuasaan paksa (coercive power), kekuasaan imbalan/ penghargaan (reward power), dan kekuasaan referensi (reference power).
3. Legitimasi. Legitimasi adalah pengakuan terhadap keberadaan dan kekuasaan pemimpin. Dasar pengakuan, kecerdasan, kemampuan, kepribadian, dan kepercayaan. Legitimasi ada dua jenis, yaitu legitimasi institusional dan legitimasi personal. 4. Indiosinkretik Kredit. Ini merupakan elemen penting dalam
kelompok untuk meningkatkan kinerja dan memberikan beberapa alternatif untuk menyelesaikan masalah. Adanya konsistensi terhadap sistem dan peran.
5. Wewenang. Wewenang merupakan dasar hukum untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik.
6. Politik. Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti, sistem pemerintahan, dasar pemerintahan), atau segala urusan dan tindakan mengenai pemerintahan Negara atau terhadap Negara lain.
ANALISIS VIDEO
dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk dapat menjadi pemimpin.
Ibu Risma memiliki sumber pengaruh yang terlihat dari caranya menyampaikan alasan dari tindakan yang selalu ia lakukan. Kekuasaan juga dimiliki oleh Ibu Risma, antara lain kekuasaan legitimasi, kekuasaan penghargaan, kekuasaan keahlian, dan kekuasaan referensi. Keempat kekuasaan itu dimiliki oleh Ibu Risma sebagai pemimpin Surabaya, Ibu Risma memiliki pengalaman, keahlian, dan wibawa yang dibutuhkan oleh pemimpin. Sumber legitimasi institusional juga dimiliki oleh Ibu Risma karena pengakuan de facto dan de jure beliau disahkan menjadi Walikota Surabaya. Hal ini memberikan sumber lebih bagi Ibu Risma dalam mengatur Surabaya.
Indiosinkretik kredit juga sumber yang dimiliki oleh Ibu Risma, beliau sangat konsisten terhadap tanggung jawab dan kewajibannya selagi ia mengemban peran sebagai Walikota Surabaya. Sumber wewenang juga dimiliki oleh Ibu Risma yang secara sah atas dasar hukum merupakan walikota Surabaya. Beliau dapat merancang maupun merubah kebijakan. Terakhir adalah sumber politik, melalui pengalaman beliau dapat lebih mengetahui bagaimana sistem pemerintahan seharusnya dijalankan. Hal ini dapat dilihat dari cara beliau memimpin Surabaya dan bagaimana masyarakat Surabaya begitu mencintai beliau sebagai pemimpin.
Pengaruh
Pengaruh secara umum merupakan perubahan atau berdampak dari satu pihak terhadap pihak yang lain. Pengaruh dalam konteks kepemimpinan memiliki arti perubahan berdasarkan kepribadian dari pemimpin terhadap anggota/pengikut.
1. Instrumental compliance merupakan proses pengaruh dimana anggota/pengikut akan melaksanakan tindakan sesuai yang diinstruksikan oleh Pemimpin.
2. Internalization compliance merupakan proses dimana pengikut terikat dengan pemimpin dan mendukung semua tindakan pemimpin.
3. Identification compliance merupakan proses pengaruh dimana anggota/pengikut meniru dan mencontoh perilaku/pemimpin mengenai apa yang diinginkan oleh pemimpin.
ANALISIS VIDEO
Proses pengaruh yang terlihat dalam video tersebut adalah proses instrumental compliance, internalization compliance dan identification compliance. Masyarakat dan bawahan Ibu Risma mengikuti apa yang diinginkan oleh Ibu Risma dengan baik sehingga tujuan yang ingin pemimpin capai dapat tercapai. Dedikasi dan komitmen penuh yang ditunjukkan oleh Ibu Risma dapat memengaruhi masyarakat dan bawahannya untuk mendukung semua kegiatan yang beliau canangkan.
Hal itu membuktikan bahwa ketiga proses pengaruh tersebut terjadi dalam kepemimpinan Ibu Risma sebagai walikota Surabaya. Ketiga proses tersebut juga turut memengaruhi masyarakat secara positif karena masyarakat mendukung dan mengharapkan kepemimpinan Ibu Risma bertahan lebih lama dan tidak menginginkan Ibu Risma mundur sebagai walikota Surabaya.
2.5 Taktik Pengaruh
1. Persuasi rasional. Persuasi rasional adalah memengaruhi dengan menggunakan argumentasi logis dan bukti factual yang masuk akal, sehingga anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
3. Konsultasi. Konsultasi adalah memengaruhi dengan mencari dan menggunakan partisipasi dari anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
4. Menjilat. Menjilat adalah memengaruhi dengan menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah tamah, atau perilaku yang menyenangkan anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
5. Permintaan pribadi. Permintaan pribadi adalah memengaruhi dengan menggunakan perasaan anggota/pengikut untuk memberikan kesetiaan terhadap pemimpin perihal apa yang diinginkan oleh pemimpin.
6. Pertukaran/Transaksional adalah proses pertukaran yang dilakukan dua orang atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan. Apa yang ditawarkan harus sesuai dengan yang dibutuhkan agar tercapai kesepakatan yang diinginkan.
7. Koalisi. Koalisi adalah memengaruhi dengan menggunakan bantuan dan dukungan pihak lain dan anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
8. Mengesahkan. Mengesahkan adalah memengaruhi dengan menggunakan validitas bahwa apa yang diinginkan pemimpin adalah sebagai otoritasnya dan konsisten dengan kebijakan atau norma organisasi, sehingga anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.
9. Menekan. Menekan adalah memengaruhi dengan menggunakan permintaan, ancaman, peringatan terus menerus, anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
ANALISIS VIDEO
Melalui pendekatan personal, permintaan inspirasional, dan persuasi rasional yang diterangkan Ibu Risma kepada masyarakat menggugah masyarakat untuk mengikuti apa yang diucapkan oleh pemimpin.
Taktik koalisi, mengesahkan, dan menekan juga diterapkan oleh Ibu Risma sebagai pemimpin dengan meminta bantuan pada lembaga yang berwenang apabila hal itu dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa Ibu Risma dapat memperhitungkan langkah-langkah yang harus ia tempuh saat menghadapi sebuah permasalahan yang menyangkut daerah yang dipimpinnya dan masyarakat yang ia pimpin.
Taktik kepemimpinan harus dipahami oleh pemimpin dalam proses kepemimpinannya karena taktik kepemimpinan mendukung keberhasilan suatu program/kebijakan.
2.6 Hasil Pengaruh
1. Komitmen, pengikut (orang yang dipengaruhi) setuju untuk melaksanakan apa yang diinginkan pemimpin,
2. Kepatuhan dimana anggota/pengikut patuh dan bersedia untuk ikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh Pemimpin namun, bersikap apatis.
3. Perlawanan dimana anggota/pengikut menentang dan menghindari untuk tidak melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.
ANALISIS VIDEO
Dalam video tersebut dapat dilihat bahwa dalam menangani beberapa permasalahan Ibu Risma dapat menanganinya dengan baik. Hal ini juga disebabkan oleh proses pengaruh dan taktik pengaruh yang digunakan oleh Ibu Risma. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah juga membantu Ibu Risma untuk mencapai tujuan yang beliau harapkan.
karena menyadari aturan/kebijakan itu dibuat untuk kesejahteraan bersama. Sehingga masyarakat merasa segan untuk memprotesnya.
Hasil pengaruh yang kedua adalah kepatuhan, hasil ini dapat dilihat dari cerita dan realita yang ada bahwa masyarakat mematuhi aturan/kebijakan yang diterapkan oleh Ibu Risma. Namun, hasil terakhir adalah masih adanya perlawanan dan penolakan yang diterima oleh Ibu Risma dengan masih adanya terror yang diterima oleh keluarganya dan beliau sendiri. Serta, adanya demo penolakan saat beliau ingin membubarkan lokalisasi dolly.
3. KESIMPULAN
Dalam kepemimpinan, Ibu Risma dapat menjadi pemimpin apabila memiliki beberapa faktor pembentuk sikap kepemimpinan antara lain, pemimpin harus tahu bagaimana cara memengaruhi orang lain, apa yang ia miliki sebagai sumber daya kepemimpinan yang dapat membantu kepemimpinannya, memahami fungsi kepemimpinan yang harus dilaksanakan, proses pengaruh yang harus ia laksanakan, taktik pengaruh yang dapat ia lakukan, dan dapat memprediksi hasil pengaruh terbaik yang akan ia dapatkan.