• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUGHAL PERKEMBANGAN KEMAJUAN DAN KEMUNDU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MUGHAL PERKEMBANGAN KEMAJUAN DAN KEMUNDU"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

DINASTI MUGHAL

PENDAHULUAN

Dunia Islam pada Abad ke-17 bertumpu kepada tiga kerajaan besar, yaitu

Kerajaan Syafawi di Persia, Mughal di India, dan Turki Utsmani di Turki dengan

dua periode. Periode 1500-1700 merupakan fase kemajuan Islam melalui tiga

kerajaan besar tersebut. Secara eksternal, di masa itu, pusat kekuasaan imperium

Romawi Timur yaitu Konstantinopel jatuh ke tangan Turki dan kemajuan

ekspansi Islam ke Eropa Timur berjalan lancar. Adapun secara internal, ketiga

kerajaan tersebut memiliki kecenderungan teologi-politik yang berbeda. Kerajaan Syafawi di Persia menjadikan aliran Syi’ah sebagai madzhab resmi dari kerajaan,

dan semenjak itu sampai kini Iran adalah pusat aliran Syi’ah. Kerajaan Utsmani

merupakan Kekhalifahan Sunni. Sementara Kerajaan Mughal di India berusaha memperkecil pertentangan antara Sunni dan Syi’ah.1

Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya Kerajaan

Syafawi. Jadi, di antara tiga kerajaan besar Islam tersebut, kerajaan inilah yang

termuda. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di anak Benua India.

2

Jauh sebelum Kerajaan Mughal berdiri, sebenarnya semenjak abad I hijriyah,

Islam sudah masuk ke India. Ekspedisi pertama pada zaman Khalifah Umar bin

al-Khattab, tapi akhirnya Khalifah umar mencela penjarahan tersebut dan menarik

eskpedisi tersebut. Padatahun 634 M, setelah Khalifah Umar wafat, barulah

orang-orang Arab menaklukan Makram di Balukistan. Kemudian setelah

kekuasaan Islam berada pada Dinasti Umaiyah di bawah Khalifah Walid Ibn Abd

al-Malik, tentara Islam sekali lagi mengadakan invasi ke wilayah India di bawah

panglima Muhammad Ibn al-Qasim dan berhasil menguasai wilayah Sind. Dan

1

Dedi Supriyadi. Sejarah Peradaban Islam. (bandung: Pustaka Setia, 2008), 252

2

(2)

2

pada tahun 871 M, orng-orang Arab sudah menghuni tetap di sana.3 Kemudian

muncul kekuasaan Islam melalui Dinasti Ghaznawi (977-1186 M), Khalji

(1296-1316 M), Thuglaq (1320-1412 M), Sayyid (1414-1415 M), dan Dinasti Lodhi

(1451-1526 M). Jadi, Mughal adalah kerajaan Islam yang terakhir di India

(1526-1858 M), tepatnya setelah Dinasti Lodhi jatuh, hingga berganti dengan

pemerintahan imperialiasme Inggris yang memerintah di sana.4 Demikian,

peradaban Islam di India tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Dinasti Mughal.

Selama tiga abad dinasti ini mampu memberi warna di negeri yang mayoritas

beragama Hindu ini. Setidaknya agama Islam menjadi tersebar di seluruh penjuru

India.5

Makalah ini selain menggambarkan secara ringkas bagian-bagian penting

(highlights) tentang asal-usul, tumbuh, berkembang serta mundurnya peradaban

yang dibina Kerajaan Mughal, juga mengulas faktor-faktor yang mendorong

kejayaan hingga tenggelamnya kerajaan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk

mengambil pelajaran, bagaimana membalikkan (reverse) gelombang peradaban di

anak benua India tersebut.

3

Ah. Zakki Fu’ad. Sejarah Peradaban Islam: Paradigma Tekas, Reflektif dan Filosofis (Bandung: Indo Pramaha, 2012), 198

4

Moh. Nurhakim. Sejarah dan Peradaban Islam (Malang: UMM Press, Cet.2, 2004), 147

5

(3)

3

KELAHIRAN, PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN

A. Masa Kelahiran

Mughal adalah sebuah dinasti yang diperintah oleh raja-raja yang berasal

dari daerah Asia Tengah, keturunan Timur Lenk, seorang Turki-Mughal yang

lahir di Kesh di Transoksania (Turkistan) pada tahun 1336. Pemimpinnya dikenal

sebagai seorang muslim fanatik, dan pertama kali melakukan penyerangan ke

India pada tahun 1398. Selain itu, beliau mengangkat Khizer Khan sebagai

gubenur di Multan sekaligus wakilnya untuk India.6 Timur Lenk meninggal pada

usia 70 tahun (1405), tahtanya diberikan kepada anaknya Syah Rukh Mirza. India

dapat ditaklukan oleh Zahiruddin Muhammad Babur, salah satu keturunan Timur

Lenk pada tahun 1503. 7

Secara geneologis, Babur merupakan cucu Timur Lenk (dari pihak ayah)

dan keturunan Jenghiz Khan (dari pihak ibu).8 Babur lahir pada 14 Februari 1483

hari Jum’at di Farghana di bagian utara Transoksania (kini Uzbekistan).9 Sepeninggal ayahnya, Umar Mirza, ia menggantikannya menjadi penguasa di

Farghana.10 Ekspansinya ke India dimulai dengan menundukkan penguasa

setempat yaitu Ibrahim Lodi dengan bantuan Alam Khan (Paman Lodi) dan

Zafar Iqbal. Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve), hlm, 282.

7

Badrim Yatim. Sejarah Peradaban, 175-176

10

Moh. Nurhakim. Sejarah dan Peradaban...., 147

(4)

4

Kerajaan Mughal didirikan pada tahun 1526. Jumlah keseluruhan sultan

Mughal 29 orang.14 Kerajaan ini memiliki sultan-sultan yang besar dan terkenal

pada abad ke-17, yaitu Akbar (1556-1606), Jehangir (1605-1627), dengan

permaisurinya Nurjannah, Syah Jehan (1628-1606), dan Aurangzeb

(1659-1707).15

B. Masa Perkembangan Dan Kemajuan

a. Humayyun (1530-1540 M dan 1555-1556 M)

Babur mempunyai empat orang putra, yaitu Humayyun, Kamran, Hindal,

dan Aksari. Di antara empat anaknya ini, hanya Humayyun yang melanjutkan

kekuasaan ayahnya. Beliau lahir pada Maret 1508 di Kabul (Afghanistan). Ketika

kecil ia mempelajari bahasa Arab, Turki, dan Persia. Ketika berusia 20 tahun, ia

berkuasa di Badakhshan, saat ayahnya masih masih memegang tampuk

kekuasaannya. dalam pemerintahannya, ia bisa menguasai Kalanjir, Chunar,

Malwa, dan Gurajat (1531).16

Sepanjang pemerintahannya kondisi negara tidak stabil, karena banyak

terjadi perlawanan dari musuh-musuhnya. Pada tahun 1540 terjadi pemberontakan

yang dipimpin oleh Sher Kkhan di Qanuj. Dalam pertempuran ini, Humayun

kalah dan melarikan diri ke Qandahar dan kemudian ke Persia. Atas bantuan Raja

Persia ia menyusun kekuatannya kembali. Setelah merasa kuat ia melakukan

pembalasan dan menguasai India lagi tahun 1555 M.17

Setelah perluasan daerah kekuasaannya, ia menaklukkan penyerangan di

Bengal untuk membantu penguasa daerah itu (Sultan Mahmud) yang sedang

melawan Sher Syah Syah Suri. Ketika peperangan terjadi, beliau kehilangan

kontak untuk mengontrol kekuasaannya di Delhi dan Agra. Ternyata kedua

14

Moh. Nurhakim. Sejarah dan Peradaban...., 148

15

Dedi Supriyadi, Sejarah...., 261

16

Zafar Iqbal. Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve), hlm, 283.

17

(5)

5

wilayah tersebut dikendalikan oleh saudaranya (Hindal). Peperangan tersebut

mengalami kekalahan. Pasukan beliau dipukul mundur oleh Sher Syah, hingga

melarikan diri ke Iran pada Juli 1543 untuk meminta bantuan dari raja Persia

(Syah Tahmasp). Raja Persia membantu beliau dan bisa menaklukan Qandahar

dan Kabul.

Di luar India Syah Syah Suri memperkokoh kekuasaanya dan melakukan

pembaruan dibidang administrasi, keuangan, perdagangan, komunikasi keadilan,

perpajakan, dan pertanian. Namun ia wafat pada 22 Mei 1545. Tahtanya

digantikan kepada putranya Ismail Syah yang memerintah dari 1545-1553. Ia

tidak sesukses ayahnya, setelah ia wafat. Tahtanya digantikan kepada anaknya

Firuz yang masih muda, berumur 12 tahun. Namun ia dibunuh oleh pamannya

sendiri, Mubariz Khan, yang menjadi penguasa meskipun menghadapi tantangan. Humayyun memanfa’atkan kekacauan pemerintahan musuhnya, sehingga bisa merebut kembali Delhi dan Arga. Namun ia wafat karena kecelakaan, jatuh

dari lantai dua perpustakaan Sher Mandal, di Delhi, pada Januari 1556.

b. Akbar Khan (1556-1605 M)

Kekuasaan Humayun dilanjutkan oleh anaknya, Akbar Khan. Gelarnya

Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. Sewaktu naik tahta berumur 15 tahun

dan memerintah India selama 50 tahun (1556-1605 M).18 Karena usianya masih

muda, pemerintahan diserahkan kepada Bairam Khan, seorang penganut Syi’ah.

Di periode pertama, Akbar menghadapi berbagai pemberontakan. Di Punjab,

Khan Syah melancarkan pemberontakan setelah menggalang sisa-sisa

pengikutnya. Di Agra pemberontakan kaum Hindu dipimpin oleh Hemu, berhasil

menguasai kota itu dan Delhi. Di wilayah barat lahir gerakan yang dipimpin oleh

saudara seayah dengan Akbar, Mirza Muhammad Hakim. Kasmir, Multan,

18

(6)

6

Bengala, Sind, Gujarat, Bijapur dan lain-lain berusaha melepaskan diri dari

kekuasaan Mughal.19

Namun, setelah Akbar berumur dewasa, ia dapat mengembalikan wilayah-wilayah

yang pernah melepaslan diri, dan memperluas wilayah-wilayah baru secara

gemilang. Strateginya, pertama, ia menyingkirkan Bairam Khan karena terlalu

memaksakan paham syi’ah. Kedua, melancarkan serangan kepada para penguasa

yang menyatakan merdeka. Ketiga, memperkuat militer dan mewajibkan pejabat

sipil mengikuti latihan militer. Keempat, membuat kebijakan shalahul (toleransi

universal). Kebijakan ini memberikan hak persamaan kepada semua penduduk,

mereka tidak dibedakan berdasarkan etnis maupun agama. Bahkan, ia

menawarkan konsep penyatuan agama-agama menjadi satu bentuk agama yang

disebut din ilahi. Dengan strategi ini, wilayah Mughal menjadi sangat luas, dua

kota penting sebagai pintu gerbang ke luar, Kabul dan Kandahar, dikuasai.20

Sistem pemerintahan Akbar adalah militeristik. Pemerintahan pusat

dipegang oleh raja. Pemerintahan daerah dipegang oleh Sipah Salar atau kepala

komandan.21 Sedangkan subdistrik dikepalai oleh Faudjar atau komandan.

Jabatan-jaatan sipil juga memakai jenjang militer dimana para pejabatnya

diwajibkan mengikuti latihan militer.22

Selama menjalankan pemerintahan, Akbar menekankan terciptanya

stabilitas dan keamanan dalam negeri. Dia menyadari bahwa masyarakat India

merupakan masyarakat yang plural, baik dari segi agama maupun etnis.

Kebijakan-kebijakannya dibuat untuk tetap menjaga persatuan di wilayahnya.

Akbar menerapkan politik “Sulh-E-Kul” atau toleransi universal, yang

memandang semua rakyat sama derajatnya.23 Dalam bidang agama Akbar

menciptakan Din-i-Ilaihi, yaitu menjadikan semua agama yang ada di India

19

Moh. Nurhakim. Sejarah dan Peradaban...., 148

20

Ibid., 149

21

Semacam Panglima Daerah Militer (Pangdam) yang memimpin divisi tentara

22

Siti Maryam, dkk, Sejarah..., 184

23

(7)

7

menjadi satu. Tujuannya adalah kepentingan stabilitas politik. Dengan adanya

penyatuan agama ini diharapkan tidak terjadi permusuhan antar pemeluk agama.

Untuk merealisasikan ajarannya, Akbar mengawini putri Hindu sebanyak dua

kali, berkhutbah dengan menggunakan simbol hindu, melarang menulis dengan

huruf Arab, tidak mewajibkan khitan dan melarang menyembelih dan memakan

daging sapi.24

Usaha lain Akbar adalah membentuk Mansabdharis, yaitu lembaga public

service yang berkewajiban menyiapkan segala urusan kerajaan, seperti

menyiapkan sejumlah pasukan tertentu. Lembaga ini merupakan merupakan satu

kelas penguasa yang terdiri dari berbagai etnis yang ada, yaitu Turki, afghan,

Persia dan Hindu.25

c. Jahanghir (1605-1628 M)

Penguasa Mughal ketiga adalah Jahanghir, putera Akbar. Masa

pemerintahannya kurang lebih 23 tahun (1605-1628). Jahanghr adalah pengikut Ahlussunnah wal jama’ah, sehingga Din-i-ilahi yang dibentuk ayahnya menjadi hilang pengaruhnya. Pemerintahannya diwarnai dengan pemberontakan, seperti

pemberontakan di Ambar yang tidak mampu dipadamkan. Pemberontakan juga

muncul dari dalam istana yang dipimpin Kurram, putranya sendiri. Dengan

bantuan panglima Muhabbat Khan, Kurram menangkap dan menyekap Jahanghir.

Berkat usaha permaisuri, permusuhan ayah dan anak dapat didamaikan. Akhirnya

setelah Jahangir meninggal (1627 M), Kurram naik tahta dan bergelar Abu

Muzaffar Shahabuddin Muhammad Shah Jahan Padsah Ghazi.26

24

Ibid., 185

25

Ibid.,185

26

(8)

8

d. Syah Jihan (1628-1658)

Syah Jihan tampil meggantikan Jihangir. Bibit-bibit disintegrasi mulai

tumbuh pada pemerintahannya. Hal ini sekaligus menjadi ujian terhadap politik

toleransi Mughal. Dalam masa pemerintahannya terjadi dua kali pemberontakan.

Tahun pertama masa pemerintahannya, Raja Jujhar Singh Bundela berupaya

memberontak dan mengacau keamanan, namun berhasil dipadamkan. Raja Jujhar

Singh Bundela kemudian diusir. Pemberontakan yang paling hebat datang dari

Afghan Pir Lodi atau Khan Jahan, seorang gubernur dari provinsi bagian Selatan.

Pemberontakan ini cukup menyulitkan. Namun pada tahun 1631 pemberontakan

inipun dipatahkan dan Khan Jahan dihukum mati.

Aurangzeb (1658-1707) menghadapi tugas yang berat. Kedaulatan Mughal

sebagai entitas Muslim India nyaris hancur akibat perang saudara. Maka pada

masa pemerintahannya dikenal sebagai masa pengembalian kedaulatan umat

Islam. Penulis menilai periode ini merupakan masa konsolidasi II Kerajaan

Mughal sebagai sebuah kerajaan dan sebagai negeri Islam. Aurangzeb berusaha

mengembalikan supremasi agama Islam yang mulai kabur akibat kebijakan politik

keagamaan Akbar. Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang

lemah sehingga tidak mampu mengatasi kemerosotan politik dalam negeri.

Raja-raja sesudah Aurangzeb mengawali kemunduran dan kehancuran KeRaja-rajaan

Mughal.27

27

(9)

9

C. Bentuk Kemajuan Kerajaan Mughal

Kemajuan yang dicapai pada masa dinasti Mughal merupakan

sumbangan yang berarti dalam mensyiarkan dan membangun peradaban

Islam di India. Kemajuan-kemajuan tersebut antara lain:28

a. Bidang Politik dan Militer

Sistem yang menonjol adalah politik sulh e-kul atau toleransi

universal. Sistem sangat tepat karena mayoritas masyarakat India adalah

Hindu sedangkan Mughal adalah sistem Islam. Di sisi lain terdapat juga

28

(10)

10

rasa atau etnis lain yang juga terdapat di India. Lembaga yang merupakan

produk dari system ini adalah Din-i-Ilahi dan Mansabdhari.

Di bidang militer, pasukan Mughal dikenal sebagai pasukan yang

kuat. Mereka terdiri dari paukan gajah, berkuda dan meriam. Wilayahnya

dibagi dalam system distrik-distrik. Setiap distrik dikepalai oleh sipah

salar dan sub distrik dikepalai oleh Faujdar. dengan system inilah

pasukan Mughal berhasil menaklukkan daerah-daerah disekitarnya.

b. Bidang Ekonomi

Kontribusi Mughal dibidang ekonomi adalah memajukan pertanian

terutama untuk tanaman padi, kacang, tebu, rempah-rempah, tembakau

dan kapas. Pemerintah membentuk lembaga khusus untuk mengatur

masalah pertanian. Wilayah terkecil disebut deh, dan beberapa deh

tergabung dalam bargana (kawedanan) setiap komunitas petani dipimpin

oleh mukaddam. Melalui mukaddam inilah pemerintah berhubungan

dengan petani.

Disamping pertanian, pemerintah juga memajukan industry tenun.

Hasil industry ini banyak dekspor keluar negeri seperti Eropa, Arabia,

Asia Tenggara dan lain-lain. Pada masa Jahangir, banyak investor asing

yang diizinkan menanamkan investasinya, seperti mendirikan pabrik

pengolahan hasil pertanian di Surath.

c. Bidang Seni dan Arsitektur

Hasil karya seni dan arsitektur Mughal sangat terkenal dan dapat

dinikmati sampai sekarang. Ciri yang menonjol dari arsitektur Mughal

adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi

warna-warni. Bangunan yang menunjukkan ciri ini antara lain: benteng

merah, istaa-istana, makam kerajaan dan yang paling tujuh keajaiban

(11)

11

yang cantik jelita. Bangunan lain yang bermotif sama adalah Masjid Raya

Delhi yang berlapis marmer dan sebuah istana di Lahore.

Kebijakan-kebijakan dalam pengembangan kebudayaan

ditampakkan adanya bentuk perpaduan antara unsur Islam dengan Hindu.

Bentuk ini misalnya dapat dilihat secara jelas pada arsitektur dan lukisan

pada beberapa benteng dan istana di Ajmer, Agra, Allahabad, Lahore, dan

Fathepur Sikri. Sejumlah bangunan dinding yang berkelok-kelok untuk

menyangga bagian atap, bentuk-bentuk zoomorphic, motif lonceng dan

rantai, dan sejumlah sarana lainnya, seluruhnya telah digunakan dalam

konstruksi bangunan masjid dan istana zaman sebelumnya. Kubah yang

lahir dari tradisi arsitektur Muslim dipakai baik untuk masjid maupun kuil.

Bidang sastra juga menonjol. Banyak karya sastra yang diubah dari

bahasa Persia ke bahasa India. Pada masa Akbar berkembang bahasa

Urdu, yang merupakan perpaduan dari berbagai bahasa yang ada di India.

Bahasa urdu ini kemudian banyak dipakai di India dan Pakisan sekarang.

Sastrawan Mughal yang terkenal adalah malik Muhammad Jayashi,

dengan karya monumentalnya Padmavat, sebuah karya alegoris yang

mengandung kebajikan jiwa manusia. Sastrawan lain adalah Abu Fadhl

yang juga sejarawan. Karyanya berjudul Akbar Nama dan Ain e-Akbari,

yang mengupas sejarah Mughal berdasarkan figure pimpinannya.29

d. Bidang Ilmu Pengetahuan

Dinasti Mughal juga banyak memberikan sumbangan dibidang di

bidang ilmu pengetahuan. Sejak berdiri, banyak ilmuwan yang dating ke

India untuk menuntut ilmu pengetahuan. Bahkan istana Mughal pun

menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Hal ini karena adanya dukungan dari

penguasa dan bangsawan serta ulama. Aurangzeb misalnya, memberikan

29

(12)

12

sejumlah besar uang dan tanah untuk membangun pusat pendidikan di

Lucknow.

Di tiap-tiap masjid memiliki lembaga ingkat dasar yang dikelola

oleh seorang guru. Pada masa Syah Jehan didirikan sebuah pergurua tinggi

di Delhi. Jumlah ini semakin bertambah ketika pemerintah dipegang oleh

Aurangzeb. Dibidang ilmu agama berhasil dikodifikasika hokum islam

yang dikenal dengan sebutan Fatwa-I-Alamgri.

MASA KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN

A. Periode Kekuasaan di Era kemunduran dan kehancuran

Bahadur Syah menggantikan kedudukan Aurangzeb. Lima tahun

kemudian terjadi perebutan antara putra-putra Bahadur Syah. Jehandar

dimenangkan dalam persaingan tersebut dan sekaligus dinobatkan sebagai raja

Mughal oleh Jenderal Zulfiqar Khan meskipun Jehandar adalah yang paling lemah

di antara putra Bahadur. Penobatan ini ditentang oleh Muhammad Fahrukhsiyar,

keponakannya sendiri. Dalam pertempuran yang terjadi pada tahun 1713,

Fahrukhsiyar keluar sebagai pemenang. Ia menduduki tahta kerajaan sampai pada

tahun 1719 M. Sang raja meninggal terbunuh oleh komplotan Sayyid Husein Ali

dan Sayyid Hasan Ali. Keduanya kemudian mengangkat Muhammad Syah

(1719-1748). Ia kemudian dipecat dan diusir oleh suku Asyfar di bawah pimpinan

Nadzir Syah. Tampilnya sejumlah penguasa lemah bersamaan dengan terjadinya

perebutan kekuasaan ini selain memperlemah kerajaan juga membuat

pemerintahan pusat tidak terurus secara baik. akibatnya pemerintahan daerah

berupaya untuk melepaskan loyalitas dan integritasnya terhadap pemerintahan

pusat.

Pada masa pemerintahan Syah Alam (1760-1806) Kerajaan Mughal

(13)

13

Kekalahan Mughal dari serangan ini, berakibat jatuhnya Mughal ke dalam

kekuasaan Afghan. Syah Alam tetap diizinkan berkuasa di Delhi dengan jabatan

sebagai sultan.

Akbar II (1806-1837 M) pengganti Syah Alam, memberikan konsesi

kepada EIC untuk mengembangkan perdagangan di India sebagaimana yang

diinginkan oleh pihak Inggris, dengan syarat bahwa pihak perusahaan Inggris

harus menjamin penghidupan raja dan keluarga istana. Kehadiran EIC menjadi

awal masuknya pengaruh Inggris di India.

Bahadur Syah (1837-1858) pengganti Akbar II menentang isi perjanjian yang

telah disepakati oleh ayahnya. Hal ini menimbulkan konflik antara Bahadur Syah

dengan pihak Inggris. Bahadur Syah, raja terakhir Kerajaan Mughal diusir dari

istana pada tahun (1885 M). Dengan demikian berakhirlah kekuasaan kerajaan

Islam Mughal di India.

Demikianlah, setelah Aurangzeb (1707), tahta kerajaan diduduki

raja-raja yang lemah. Sementara itu dipertengahan abad ke-18, Inggris sudah mulai

menancapkan kukunya di India. Pada 1761 Inggris menguasai sebagian wilayah

kerajaan. Pada 1803 Delhi dikuasai dan penguasa Mughal berada di bawah

pengaruh Inggris. Pada 1857 penguasa Mughal mencoba membebaskan diri dari

penjajahan Inggris, tetapi ia dapat dikalahkan. Pada 1858, Bahadur II, raja Mughal

yang terakhir itu diusir Inggris dari istananya.

Kelemahan Mughal menjadi sebab makin leluasanya Inggris memperluas

wilayah jajahan. Pada masa pemerintahan Akbar II terjadi konsesi antara Mughal

dan EIC. Inggirs bebas mengembangkan usahanya dan sebagai imbalannya

Inggris memberikan jaminan kehidupan raja dan keluarga istana. Sejak itu

kedudukan raja tak ubahnya seorang pensiunan Inggris yang tidak punya

(14)

14

Puncak kekuasaan Inggris diraih ada tahun 1857 ketika kerajaan Mughal

benar-benar jatuh dan rajanya terakhir, Bahadur Syah diusir ke Rangun (1858).

Inggris juga berusaha menguasai Afghanistan (1879) dan kesultanan Muslim

Balucistan juga ditaklukan (1899). Dengan demikian, imperialisme Inggris telah

merata di seluruh anak benua India.30

B. Sebab Kemunduran Dan Kehancuran

Dari masa panjang sekitar tiga setengah abad Mughal berkuasa, tetapi

masa perkembangan dan kejayaannya hanya dapat dipertahankan sekitar satu

abad, yaitu sampai dengan masa Aurangzeb (1658-1707 M). Setelah masa

Aurangzeb, Mughal mengalami kemunduran secara berangsur-angsur dalam

waktu sekitar kurang dekiti dari dua abad. Di masa Sultan Bahadur Syah, Mughal

mengalami kejatuhannya yaitu ketika sultan terakhir Bahadur Syah diusir dari

istananya.

Banyak faktor penyebab kemunduran dan kehancurannya, antara

lain:31

1. Perebutan kekuasaan antara keluarga. Hampir semua keturunan Babur

umumnya memiliki watak yang keras dan ambisius sebagai keturunan

Ttimur Lenk yang juga wataknya demikian.

2. Pemberontakan oleh umat hindu. Umat hindu yang mayoritas dan umat

Islam yang minoritas tapi memegang otoritas kekuasaan. Hal ini

menimbulkan ketidaksenangan sebagian garis keras orang-orang hindu

kepada pemerintahan Islam. Pemberontakan-pemberontakan dari pihak

hindu beberapa kali terjadi seperti yang dipimpin oleh Hemu di Delhi dan

30

Ibid., 189

31

(15)

15

Agra masa Akbar I, pemberontakan yang dipimpin oleh guru Tegh

Bahadur di masa Aurangzeb, Pemberontakan di Panipat yang dipimpin

oleh Rraja Udaipur, dll.

3. Serangan dari kerajaan atau kekuatan luar. Serangan pihak luar semula

dilakukan oleh Raja Safawi di Persia, kemudian dari Afghanistan. Pangkal

perselisihan antara Mughal dan Safawi karena rebutan daerah Kandahar.

4. Kelemahan Ekonomi. Kemunduran politik Mughal sangat menguntungkan

bangsa-bangsa Barat untuk menguasai jalur perdagangan. Akhirnya

terjadilah persaingan dagang di pantai selatan India antara Inggris,

Portugis, Belanda dan Perancis, yang dimenangkan Inggris. Selanjutnya

Inggris melalui Persyarikatan Dagang India Timur atau The East India

Company (EIC) menguasai perdagangan India.

5. Intervensi Politik dan Militer dari kekuatan imperialis Barat. Konflik laten

antara kekuasaan Islam dengan umat hindu dimanfaatkan oleh Barat

dengan melakukan politik devide et impera.

6. Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehingga operasi

militer Inggris di wilayah-wilayah pantai tidak dapat segera dipantau oleh

kekuatan maritim Mughal.

7. Kemerosotan moral dan hidup mewah di kalangan elite politik, yang

mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang negara.Pendekatan Aurangzeb yang terlampau “kasar” dalam melaksanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya, sehingga konflik antaragama sangat sukar

diatasi oleh sultan-sultan sesudahnya

8. Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir adalah orang-orang

(16)

16

PENUTUP

Pemerintahan kerajaan Mughal berkuasa selama 3 abad lebih, terhitung

mulai tahun berdirinya 1526 M sampai tahun kehancurannya 1858 M atau dengan

istilah lain, kerajaan ini bertahan dan berkuasa selama 332 tahun. Sebagimana

pendapat Toynbee yang menyatakan setiap kebudayaan yang dewasa memiliki

empat tahap hidup: lahir, tumbuh, runtuh, dan silam. Kerajaan Mughal telah

melewati konsepsi itu. Namun Kerajaan Mughal tidak mungkin lepas dari sejarah

Islam sekaligus sejarah India, karena kerajaan ini merupakan warisan dua

peradaban besar tersebut.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa :

1. Islam telah mewariskan dan memberi pengayaan terhadap khazanah

kebudayaan India. Sepertinya tepat yang ditulis oleh Roger Garaudy bahwa “Islam telah membawakan kepada manusia suatu dimensi transenden (ketuhanan) dan dimensi masyarakat (umat)

2. Dengan hadirnya Kerajaan Mughal, maka kejayaan India dengan peradaban

Hindunya yang nyaris tenggelam, kembali muncul.

3. Kemajuan yang dicapai Kerajaan Mughal telah memberi inspirasi bagi

perkembangan peradaban dunia baik politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Misalnya, politik toleransi (sulakhul), system pengelolaan pajak, seni arsitektur

dan sebagainya.

4. Kerajaan Mughal telah berhasil membentuk sebuah kosmopolitan Islam-India

daripada membentuk sebuah kultur Muslim secara eksklusif.

5. Kemunduran suatu peradaban tidak lepas dari lemahnya kontrol dari elit

penguasa, dukungan rakyat dan kuatnya sistem keamanan. Karena itu masuknya

(17)

17

DAFTAR PUSTAKA

Dedi Supriyadi. Sejarah Peradaban Islam. (bandung: Pustaka Setia, 2008), 252

Ibid., 261

Ah. Zakki Fu’ad. Sejarah Peradaban Islam: Paradigma Tekas, Reflektif dan

Filosofis (Bandung: Indo Pramaha, 2012), 198

Moh. Nurhakim. Sejarah dan Peradaban Islam (Malang: UMM Press, Cet.2,

2004), 147

Siti Maryam, dkk, Sejarah Kebudayaan Islam: Dari Klasik hingga Modern

(Yogyakarta: LESFI, Cet.3, 2009), 184

Zafar Iqbal. Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve),

hlm, 282.

Badrim Yatim. Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (Jakarta, PT.

Rajagrafindo Persada, 2003), hlm, 175

Http://www.istijabangel.wordpress//2012/07/10/Kerajaan-Mughal-Kegemilangan-Sejarah-Islam-di-India. Diakses tanggal 28 Desember 2013

Dede Rosyada, Kerajaan Mughal, Ensiklopedi Islam, Nina M. Armando,et al.,

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Tabel 7 diatas yaitu hasil penilaian kuisioner mengenai faktor keturunan pada wanita usia 15 – 44 tahun di Desa Gondosari menunjukkan bahwa faktor

Dilakukan perbandingan antara hasil kualitas air di hulu, tengah dan hilir sungai sehingga dapat dilihat kualitas air sungai Martapura akibat perilaku masyarakat dalam membuang

Setelah proses pembelajaran yang dianggap tepat itu dilaksanakan, maka perlu untuk mengetahui kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Jepang sebelum dan

Suatu kompresor torak digunakan untuk kompresi udara pada volume awal 10 liter temperatur 25 o C secara politropik dengan n = 1,2 dari 20 bar(a) hingga 200 bar(a)..

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh

The existence of weak-form efficiency on the dual and non dual listed companies on the Jakarta and Surabaya Stock Exchange for the period before and after regulation changes (from

Banyak laptop yang menggunakan LiIon menyatakan memiliki masa aktif 5 jam, tetapi ukuran tersebut dapat sangat bergantung pada bagaimana komputer tersebut digunakan. Hard Drive,

Anak SD yang tidak menderita diare dalam satu bulan terakhir sebanyak 48 anak ( 96,0% ), sedangkan anak SD yang menderita diare dalam satu bulan terakhir