ii ABSTRAK
Rianda Purba, 110905041 (2016). Petani dan Lahan (Studi Etnografi tentang Perjuangan Lahan yang Dilakukan oleh Masyarakat Dusun Anggrek Baru Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten DeliSerdang). Skripsi ini terdiri dari 5 bab, 102 halaman, 4 tabel dan 7 gambar.
Penelitian ini mengkaji tentang Petani dan Lahan yang merupakan upaya-upaya masyarakat dalam memperjuangkan lahan dan mempengaruhi pandangan hidup serta nilai-nilai atau makna terhadap lahan.
Penelitian ini dilakukan di dusun Anggrek di Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Desa ini merupakan Desa yang didominasi oleh masyarakat yang hidup dengan bertani.
Metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap beberapa orang informan untuk menggali informasi dan ingatan informan serta melakukan observasi terhadap kehidupan petani di dusun Anggrek. Selain itu, Penelitian juga dilakukan di BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Deli Serdang dengan menggali informasi dan mencari data pendukung mengenai lahan di dusun Anggrek Baru Desa Perkebunan Ramunia.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah ingin memahami bagaimana perjuangan lahan dan apa pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPermasalahan kebutuhan hidup dan perubahan hak guna usaha perkebunan menjadi faktor membuat masyarakat berjuang untuk mendapatkan lahan pertanian. Perjuangan Masyarakat dibantu LSM BITRA dan Mahasiswa yang turut serta membela masyarakat sampai berhasil mendapatkan lahan yang sudah dua generasi tinggal di lahan tersebut. Perjuangan ini sebagai wujud persatuan masyarakat di sebuah dusun memberikan pengaruh terhadap tradisi petani, dan kehidupan sebuah dusun di dusun Anggrek desa Perkebunan Ramunia. Petani memiliki kepercayaan lokal terhadap lingkungannya yang mempengaruhi cara berpikir di kalangan anggotanya, kepercayaan lokal yang ada pada petani berbentuk penafsiran terhadap lingkungan dan mempunyai hubungan dengan tradisi besar petani yang semakin menguatkan kepercayaan tersebut. Ini menghasilkan sebuah ujaran oleh petani yang terwujud dalam kenduri yang memiliki nilai-nilai perjuangan lahan dan makna luas yang saling berhubungan satu sama lain.
Kata-kata Kunci: Petani, Perjuangan lahan,