Kemuliaan kepada
kemuliaan
Вав 3
ROH KUDUS BERSAMA KITA
DAFTAR ISI
Halaman BAB III ROH KUDUS BERSAMA KITA
A.Pengantar Roh Kudus 4
B.Pentingnya berbahasa Roh 8
C.Baptisan dalam Roh Kudus 15
D.Urapan Roh Kudus 21
E. Karunia Roh Kudus 29
F. Cara dipimpin oleh Roh Kudus 40
PENGANTAR TENTANG ROH KUDUS
Dalam Perjanjian Baru ada banyak ayat yang menunjukkan bahwa Allah Tritunggal (terdiri dari 3 orang). Matius 28:19: "baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus." 1 Yohanes 5:7, "Ada tiga yang memberi kesaksian di surga: Bapa, Firman (yaitu Yesus - lihat Yoh. 1:1) dan Roh Kudus ".
Roh Kudus adalah Pribadi, bukan Suatu Pengaruh. Dia menampakan diriNya dalam Kejadian 1:2, "Dan Roh Tuhan melayang-layang di atas permukaan air." Dia muncul berkali-kali dalam Perjanjian Lama. Daud mengatakan dalam Mazmur 51:11 "Janganlah ambil Roh Kudus dariku." Dalam Daniel 4:18 kita membaca, "Roh Allah yang Kudus ada di dalammu." Dalam Keluaran 31:3, berbicara tentang Bezeleel. "telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan."
I Kor. 8:6. "Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." Dalam Ketuhanan, Bapa adalah Pengambil Keputusan dan Inisiator. semuanya dari Bapa dan melalui Tuhan Yesus. Bapa adalah Sumber, sementara Yesus adalah Sarana. Bapa membuat keputusan dan Tuhan Yesus Kristus membawanya keluar. Tetapi Roh Kudus adalah kuasa untuk melaksanakan keputusan. Matius 12:28 "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu."
Saat ini Allah berada di bumi, terutama dalam pribadi Roh Kudus. Allah Bapa berada di Surga, Yesus ada di sebelah kanan-Nya sedangkan Roh Kudus ada di sini bersama kita hari ini di bumi.
Setelah Yesus naik kepada Bapa-Nya, Roh Kudus diutus oleh Bapa dan Anak ke bumi. Yesus berkata dalam Yohanes 16:7. "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi..." Dia mengatakan bahwa: "Lebih baik bagi kita untuk memiliki Roh Kudus daripada Dia!"
MENGAPA INI BENAR?
1)Yesus bersama mereka, tetapi tidak di dalam mereka.
Yohanes 14:17. "yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu"
2)Yesus hanya bisa berada di satu tempat pada suatu waktu
dalam tubuh-Nya di bumi.
3)Yesus mengajar mereka firman Allah, tetapi Roh Kudus
memungkinkan mereka untuk melakukan firman Allah.
FUNGSI DARI ROH KUDUS
Dia adalah Penghibur (Yohanes 16:7). Dalam Yesaya 61:1 Ia
mengatakan bahwa urapan (Roh Kudus) menyembuhkan yang patah hati. Dalam versi NKJ
Dia disebut Penolong. Dia menaruh di dalam kita apa yang Tuhan
inginkan. Kita selalu bisa berdoa kepada-Nya dan memohong pertolingan-Nya. Roma 8:26 mengatakan bahwa Dia membantu kita dalam kelemahan kita. Kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Roh Kudus. Itu sebabnya Yesus berkata, Lukas 24:49 "Tunggu di Yerusalem sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Sayangnya ada banyak orang yang berada dalam misi dan pelayanan yang tidak melakukannya karena mereka tidak dipenuhi oleh Roh Kudus.
Bapa dan Anak berkomunikasi dengan kita melalui Roh Kudus.
Yohanes 16:13 " Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang."
Dialah yang menginsafkan kita (Yohanes 16:8). Roh Kudus
Menginsafkan, tetapi setan menyalahkan (mengutuk). tujuannya dalam melakukan ini adalah untuk membawa kita kepada pertobatan sehingga hubungan kita dengan Tuhan dapat dipertahankan.
Dia adalah Guru kita: Yohanes 14:26. Ia mengajar kita melalui
Firman Tuhan, melalui hubungan-Nya dengan kita dan melalui pengalaman-pengalaman yang kita lalui bersama Dia.
Dia adalah Penuntun kita (Yohanes 16:13). Dikatakan dalam ayat ini bahwa Dia menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran. Ia menuntun kita ketika kita membaca atau mendengar firman dari Alkitab. Ia menuntun juga kita melalui suara di dalam hati kita. Dalam Galatia 5:18 berbicara tentang dipimpin oleh Roh Kudus.
Dia membuat Yesus nyata bagi kita (Yohanes 15:26). Dia
lakukan melalui impartasi hadirat-Nya dan sukacita-Nya kepada kita. Dia membuat persekutuan kita dengan Yesus dan Bapa menjadi nyata bagi kita.
Dia membuat Bapa nyata bagi kita: Roma 8:15. "Tetapi kamu
telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa." Efesus 2:18 "Karena Dia (Yesus) kita memiliki akses dalam satu Roh kepada Bapa."
Dia menunjukkan kepada kita semua hal indah yang Tuhan ingin
lakukan bagi kita dan melalui kita. Tapi seperti ada tertulis: 1 Korintus 2:9 "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" tetapi Allah telah menyatakan itu semua bagi kita melalui Roh-Nya. "
Dia memberi kita kekuatan (Kisah Para Rasul 1:8). Dia memberi
kita kekuatan untuk menjadi efektif pada Allah., "kamu akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atas-mu .." Bukan hanya kuasa mukjizat dan kesaksian, tetapi juga untuk menjalani kehidupan Kristen! Galatia 5:16 "hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."
Dia adalah sahabat kita. Kita bisa mengetahui suatu keintiman
dan persahabatan dengan-Nya yang akan menyebabkan kita berbuah dan efektif bagi Allah. Dalam 2 Korintus 13:14 "Dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian .." Dalam Kitab Kisah Para Rasul terutama dalam Pasal 15, kita melihat persekutuan yang kuat antara Roh Kudus dan para murid.
Dia menyembuhkan tubuh fisik kita: Roma 8:11. "Roh yang
sama yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, menghidupkan tubuh kita yang fana."
Dia memenuhi kita dengan sukacita dan kebahagian: Mazmur
16:11 " Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di
tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa." Sukacita dan damai adalah buah dari Roh Kudus.
Dia adalah jaminan hidup kekal: 1Korintus 1:22 ". Memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" Ini adalah jaminan kehidupan kekal. Ini adalah kenikmatan hidup yang satu hari kita akan nikmati di surga.
Dia mengubah kita menjadi seperti Yesus: Kita memiliki daftar
Buah-buah dari Roh Kudus dalam Galatia 5:22-23, yang
merupakan sifat Yesus. Roma 15:16 "...disucikan
(dikuduskan) oleh Roh Kudus."
Dia membuat kita berlimpah dalam pengharapan: "Semoga
Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan " Roma 15:13,
Dia memenuhi kita dengan sukacita dan damai: Roma 14:17,
"Adapun hal Kerajaan Allah bukanlah makanan dan minum, tetapi kebenaran, dan damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus."
BAGAIMANA ROH KUDUS BEROPERASI? Kita menerima Roh Kudus ke dalam roh manusia kita ketika kita memberikan hidup kita kepada Yesus. Itu adalah jaminan, bahwa kita suatu hari akan menerima tubuh kebangkitan. Semakin kita memberian hidup kita kepada-Nya, semakin Ia mengubah kita menjadi seperti Yesus. Roh Kudus tidak hanya mengubah kita menjadi seperti Yesus, tetapi Dia memberi kita kuasa untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus. Supaya itu terjadi kita harus menerima Baptisan Roh Kudus.
PENTINGNYA BERBAHASA ROH
Saya ingin berbicara tentang salah satu hadiah yang paling indah dari Roh Kudus, karunia berbahasa lidah. Sayangnya hal ini juga salah satu hadiah yang paling diabaikan dari Roh Kudus. Untuk tujuan penelitian ini, saya ingin lebih fokus pada praktek pada
pribadi sendiri. Saya juga menerima sebagai jaminan bahwa kita telah dibaptis oleh Roh Kudus dengan kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh. Selanjutnya, kita juga telah mengatasi berbagai kesulitan berbicara atau berdoa dalam bahasa roh. Oleh karena itu tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk membantu kita menerima baptisan Roh Kudus atau berbicara dalam bahasa roh. Dengan pemikiran seperti itu kita dapat melanjutkan.
Ada berbagai kegunaan untuk karunia Bahasa roh: Pertama, berbahasa roh bersama-sama dengan karunia menafsirkan bahasa roh berguna untuk mendidik Tubuh Kristus. Ini adalah penggunaan secara umum dari karunia. Karena tujuan pembelajaran, saya tidak akan membahas secara mendalam.
Kedua, lidah dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam bahasa yang kita belum pernah pelajari. Kita memiliki contohnya dalam kitab Kisah Para Rasul pasal dua. Pada hari Pentakosta, kita membaca bagaimana orang-orang Yerusalem heran dan berkata "... kita mendengar mereka berbicara dalam
bahasa kita sendiri pekerjaan Tuhan yang luar biasa."(1)
(1) KPR 2:11
Ketika saya masih di universitas, Pemilik rumah tempat saya tinggal menceritakan suatu kesaksian yang luar biasa. "Suatu hari saya memberitakan Injil kepada sekelompok Zulu yang tinggal dekat kota Durban di Afrika Selatan. Mereka tidak bisa mengerti bahasa Inggris dan saya tidak bisa memahami bahasa Zulu mereka. Saya berbicara dalam bahasa Inggris dan apa yang mereka dengar adalah saya berbicara dalam bahasa Zulu . Ketika mereka berbicara kembali ke saya dalam bahasa Zulu, yang saya dengar mereka berbicara dalam bahasa Inggris." Saya telah mendengar banyak kesaksian serupa. Karunia ini dapat membantu kita memberitakan Injil dalam bahasa yang kita tidak mengerti! Fungsi ketiga dari karunia ini, adalah untuk meneguhkan iman pribadi kita dan urapan. Ini adalah apa yang saya ingin fokus pada dalam pembelajaran ini. Paulus menulis dalam kitab Korintus "Dia yang berbicara dalam Bahasa roh membangun dirinya sendiri. (2)
Ini adalah karunia yang indah yang Tuhan berikan kepada kita, membuat kita untuk dipenuhi oleh Roh Kudus. Jelas Paulus mempraktekkan apa yang diajarkan ketika ia berkata, "Aku bersyukur kepada Tuhan, aku berbicara dalam bahasa roh lebih
dari pada kamu semua." (3) Jika itu penting bagi Paulus, maka pasti
penting bagi kita. (2) 1 Korintus 14: 4, (3) 1 Korintus 14:18
Smith Wigglesworth, adalah orang yang mempunyai iman yg luar biasa yang hidup pada abad sebelumnya sangat dipakai Tuhan. Ia menyembuhkan ribuan orang dan membangkitkan dua puluh tiga orang dari kematian. Ia begitu diurapi orang-orang yang berada dalam kereta yang sam dengan dia akan minta bertobat dan menangis kepada Tuhan memohon belas kasihan, tanpa dia mengucapkan sepatah kata. Dia pernah ditangkap di Swedia karena
begitu banyak orang yang disembuhkan dalam setiap
kunjungannya, karena tidak ada lagi pekerjaan bagi para dokter (medis). Ketika ia ditanya tentang rahasia pengurapan-Nya yang besar, ia hanya menjawab, "Aku banyak berbicara dalam bahasa roh."
Saya telah menyaksikan ini dalam hidup saya sendiri. Setiap kali setelah saya berbicara dalam bahasa roh, saya mengalami peningkatan hadirat dan urapan Tuhan. Saya ingat sekali ketika saya berkhotbah di Siberia Timur beberapa tahun yang lalu. Saya dan penerjemah saya harus menunggu selama satu jam setengah untuk ibadah dimulai. Kami memutuskan untuk berbicara dalam bahasa roh sebelum ibadah.
Malam itu terjadi hadirat Roh Kudus yang luar biasa. Setelah kotbah banyak yang maju ke depan bersaksi bahwa Allah telah menyembuhkan mereka. Saya bahkan tidak berdoa untuk mereka tapi hanya duduk di barisan depan dan menyaksikan mujizat. Dalam kitab Yudas kita membaca, "Membangun diri pada imanmu
yang paling suci, berdoa di dalam Roh Kudus" (4)
(4)Jude 1:20
Fungsi keempat karunia ini, yaitu memungkinkan kita untuk berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Paulus menulis dalam kitab Roma, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan"(5) [Kata sendiri, Terjemahan lain
mengatakan; "Dengan kata-kata yang tidak dapat dimengerti dalam bahasa yang diketahui."] (5) Roma 8:26
Berdoa dalam bahasa Roh memungkinkan Roh Kudus berdoa melalui kita. Paulus menulis dan mengatakan "Sebab jika aku berdoa dalam bahasa roh, maka ROH KU yangberdoatetapi akal
budiku tidak turut berdoa." Perhatikan perkataanya, "Roh ku yang berdoa." (6) The Amplified Bible berbunyi, "Roh-Ku [oleh Roh Kudus
didalamku] berdoa. . . . "Ketika kita berdoa dalam bahasa roh, roh kita berada dalam kontak langsung dengan Tuhan, yang adalah Roh. Untuk menjelaskan hal ini, mari kita melihat beberapa ayat. (6) 1 Korintus 14:14
Saya pikir kita semua mengetahui bahwa kita terdiri dari roh, jiwa
dan tubuh. Paulus berdoa dan mengatakan "Semoga Allah damai
sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita." (7) Kita adalah roh, yang
memiliki jiwa yang hidup dalam tubuh. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kehidupan Yesus datang ke dalam jiwa manusia dan kita dilahirkan kembali. Dalam Galatia kita membaca, "... Kristus hidup di dalam aku." (8) Kita memiliki
kehidupan yang sempurna dari Yesus yang hidup di dalam kita! Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, yang baru akan datang."(9) (7) 1 Tesalonika 5:23 (8) Galatia 2:20 (9) Korintus 5:17
Sekarang apa yang terjadi ketika kita berdoa dalam bahasa roh? Untuk memahami hal ini, mari kita baca apa yang Paulus berkata: "Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah."(10) Ada interaksi antara Roh Kudus dan roh manusia. Pertama, roh manusia kita tahu apa sebenarnya yang kita butuhkan. Amsal mengatakan, "Roh manusia adalah pelita TUHAN,(11)yang menyelidiki seluruh lubuk
hatinya." (10) 1 Korintus 2:11, (11) Amsal 20:27
Kedua, Roh Kudus tahu persis apa kehendak Allah dan apa yang Allah ingin lakukan. Jadi ketika kita berdoa dalam bahasa roh, Roh Kudus bersama-sama dengan roh manusia kita bekerjasama dan berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Itu sebabnya Yesus berkata,
"Segala sesuatu yang didengar-Nya (Roh Kudus) itulah yang akan
dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang".(12) Ketika kita berdoa dalam bahasa roh kita sering berdoa tentang ini walaupun tersembunyi dari pikiran kita. Dalam korintus “siapa yang kata dalam bahasa roh tidak berkata-kata pada manusia, tetapi kepada Allah, sebab tidak ada
seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia”.(13)
(12) Yoh. 16:13; (13) 1 Korintus 14:2)
Saya berikan contoh dalam pribadi saya sendiri. Awal tahun ini, saya melakukan doa keliling dan berbicara banyak dalam bahasa roh. Pagi itu saya mengalami beban doa yang begitu kuat ketika saya berbicara dalam bahasa roh. Ketika saya berjalan melewati sebuah restoran beban itu tiba-tiba hilang. Beberapa jam kemudian saya bertemu dengan seorang misionaris di restoran itu. Pelayan restoran yang melayani kami tid ak biasanya terbuka pada Injil dan kami memiliki kesempatan yang bagus untuk membimbing dia pada Kristus. Saya percaya bahwa ketika saya berdoa dalam bahasa roh, Roh kudus yang bersama-sama dengan rohku berdoa untuk pelayan itu.
Saya bisa memberikan banyak kesaksian-kesaksian yang lain. Sebelum kami pindah ke Russia tahun 1999, biasanya setiap pagi saya pergi doa keliling di Pretoria dan berdoa dalam bahasa roh dalam waktu yang lama. Ketika kami pindah ke Russia, kami disadarkan bahwa Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu untuk kami diluar dari apa yang kami bayangkan. Kami mengalami seperti apa yang dikatakan Firman Tuhan “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (14) tetapi Tuhan sudah
menunjukan semuanya itu melalui Roh-Nya. (14) 1 Korintus 2:9-10
Dalam Efesus, Paulus menulis dan mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dai pada apa yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekeja di dalam kita.”(15) Apakah kuasa itu? Adalah Yesus yang hidup di
dalam kita! Karena itu saat kita berdoa dalam roh, atau berdoa dalam bahasa roh, kita melepaskan kuasa yang ada di dalam kita bagi Tuhan, untuk melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang
kita doakan atau pikirkan. (15) Efesus 3:20
Fungsi ke lima dari karunia ini, adalah memungkinkan kita untuk
memuji dan menyembah Tuhan. Kita bukan hanyak berbicara dalam bahasa roh, tetapi kita juga bias bernyanyi dalam bahasa roh. Kita membaca “aku akan bernyanyi dengan roh, dan aku juga akan bernyanyi dengan dengan akal budiku.”(16) Ada waktunya
untuk bernyanyi dalam bahasa roh atau bernyanyi dalam Roh Kudus. Ketika kita melakukannya, kita mempersembahkan kepada Allah suatu pujian dan penyembahan yang indah yang bahkan
menjadi suatu kebiasaan kita. (16) 1 Korintus 14:15
Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan memuliakan Dia (17) dalam
kitab Kisah Para Rasul kita membaca “….kami mendengar mereka berbicara dalam bahasa roh mereka suatu pekerjaan Tuhan yang Indah.”(18) ketika kita berbicara dalam bahasa roh, kita sering
berbicara tentang perkerjaan Tuhan yang ajaib! Oleh Karena itu setan tidak menyukai ketika kita berbicara dalam bahasa roh! Saya sering mengalami suatu level penyembahan yang luar biasa dan memuji dengan bahasa saya sendiri setelah saya bernyanyi dalam
bahasa roh. (17) Yoh. 16:15, (18) Kis. 2:11
Sangatlah penting dengan sengaja kita berbiacara dalam bahasa roh. Ketika kita melakukannya, kita harus menaruh dalam pikiran kita untuk menyembah atau berdoa atau membangun diri kita,
jangan sampai kita menjadi seperti “Simbal yang berdentang”.(19)
kita bias melakukannya bersama atau sendiri. (19) 1 Korintus 13:1
Fungsi ke enam dari karuna ini adalah memungkinkan kita untuk
dipimpin dan berjalan dalam Roh. Alkitab mengataka, “Siapa yang
dimpimpin oleh Roh adalah anak-anak Allah”.(20) Kita baca bahwa
“oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini….”(21)
lebih banyak berkata-kata dalam bahasa Roh membantu kita untuk lebih peka terhadap tuntunan Roh Kudus. Itu melemahkan kedagingan kita, terutama pikiran duniawi kita dan memudahkan kita untuk menangkap pimpinan Roh Kudus. Hal ini memungkinkan
jiwa manusia untuk mendominasi atas pikiran dan emosi kita. (20)
Roma 8:14, (21) 1 Korintus 14:21
Selanjutnya kita bisa percaya pada Roh Kudus untuk memberikan kita penafsiran dari bahasa roh yang kita ucapkan. Meskipun karunia penafsiran digunakan dalam konteks ibadah gereja, kita bisa percaya Tuhan memberi kita penafsiran dalam penggunaan pribadi karunia kita ini. Kita bisa berbicara dalam bahasa roh kemudian mengambil langkah iman dan menafsirkan bahasa roh kita. Dikatakan dalam Korintus, "Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya
diberikan juga karunia untuk menafsirkannya ." (22) (22) 1 Korintus
14:13
Fungsi ketujuh karunia ini, adalah untuk membantu kita bertumbuh secara rohani. Alkitab mengatakan bahwa jika kita bisa
mengendalikan bahasa roh kita, kita akan menjadi sempurna. (23)
Jika Roh Kudus memiliki kontrol dari bahasa roh kita, Dia juga akan mulai mengontrol sisa hidup kita. Bahasa Roh adalah sarana yang roh manusia kita mempengaruhi jiwa atau kepribadian kita. Jika Kristus tinggal di dalam roh kita oleh Roh Kudus, maka kehidupan juga akan mempengaruhi perilaku kita. Alkitab mengatakan, "hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging." (24) Ketika kita banyak berkata-kata dalam bahasa roh,
kehidupan Yesus ada di dalam kita, 'merembes' dari roh kita dan mempengaruhi jiwa dan tubuh kita. Saya pernah mendengar dari seorang wanita yang memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Ketika ia banyak berdoa dalam bahasa roh, dia
sembuh. (23) Yakobus 3: 2, (24) Galatia 5:16
Untuk menyimpulkannya ada dua pertanyaan yang perlu kita jawab.
Pertama, kapan atau seberapa sering kita harus berbicara dalam bahasa roh. Jawabannya adalah, sebanyak mungkin, bahkan ketika kita tidak merasa seperti ingin melakukannya. Berkata-kata dalam bahasa roh merupakan keputusan dari kehendak dan bukan hanya mengaduk emosi kita. Alkitab mengatakan di Korintus "Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (26) Paulus bangga bahwa ia berbicara dalam
bahasa roh lebih dari semua orang. semakin banyak kita
menggunakan karunia ini, maka akan semakin berkembang. (26) 1
Korintus 14:15
Kedua: Berapa lama kita harus berbicara dalam bahasa roh? Jawaban atas pertanyaan ini, kita harus berkata-kata cukup lama sampai kita merasakan sesuatu yang terjadi dalam pikiran dan emosi kita. Harus ada peningkatan tingkat damai dan sukacita. Kita bahkan mungkin mengalami bahasa lidah kita menjadi lebih dan lebih mendalam. Ketika Paulus menulis tentang bahasa roh di Korintus pertama, ia mengutip sebuah ayat dalam Yesaya yang
mengatakan, "Ini adalah sisanya, ini adalah menyegarkan ..." (28)
Kita pasti merasakan kerohanian sebuah emosi akan disegarkan
setelah kita banyak berkata-kata dalam bahasa roh. 1 Korintus 14:21,
(28) Yesaya 28:11
Kami memiliki sebuah ilustrasi dari sebuah kapal selam. Bayangkan sebuah kapal selam tergeletak di dasar laut. Dalam rangka untuk naik ke permukaan itu harus memompa udara ke dalam tangki itu. Pertama tampaknya tidak terjadi apa-pa, tetapi ketika ada cukup udara, kapal selam akan mengapung. Kadang-kadang kita merasa terlalu berat dan bosan dalam roh kita. Hal ini seperti kapal selam di dasar laut. Berkata-kata dalam bahasa roh adalah seperti memompa udara rohani ke dalam tangki rohani kita. Ketika ada cukup udara maka kita 'akan mengapung.' Kita akan merasa ringan dan segar. Kadang-kadang kita berkata-kata dalam bahasa roh dan sepertinya tidak ada yang terjadi dan pikiran kita mengembara. Hal terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah terus sampai kita memiliki terobosan. Hal ini dapat mengambil cukup banyak waktu, terutama jika belum latihan yang teratur dalam hidup kita.
Akhirnya, bahasa roh adalah sering pintu jalan ke karunia lain dari Roh Kudus. Setelah saya mulai berbicara dalam bahasa roh saya juga mulai mengalami karunia lainnya seperti penyembuhan, nubuat, membedakan roh, dan firman pengetahuan. Paulus menulis "janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh."(29) (29) 1 Korintus 14:39
Bukan hanya berkata-kata dalam bahasa roh adalah pintu masuk ke karunia lainnya dari Roh Kudus, tetapi menghubungkan kita dengan dunia supranatural. Hal ini disebut bahasa malaikat dalam
Alkitab (30)Seringkali, aktivitas malaikat dilepaskan ketika kita
berbicara dalam bahasa roh banyak. Kami akan melihat bahwa hal-hal itu mulai terjadi dalam hidup kita seperti janji ilahi dan
kesempatan luar biasa. (30) 1 Korintus 13:1
Paulus berkata, “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua." (31)
Yesus berkata, ‘Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya ... mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa baru.’ (32)
Saya berharap pelajaran singkat ini dapat menginspirasi kita untuk menjelajahi dan memasuki manfaat indahnya dari karunia yang
BAPTISAN ROH KUDUS
Baptisan Roh Kudus adalah salah satu kebutuhan terbesar dalam gereja dan sering doktrin yang paling diabaikan. Sangat penting
bagi Yesus bahwa Dia memerintahkan murid-Nya untuk "... kamu
harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi." (1) Dia tidak akan menginjinka mereka
untuk berkhotbah dan melakukan apa pun bagi-Nya sampai mereka menerima Baptisan Roh Kudus. Hari ini, banyak yang berpikir bahwa karena mereka telah ke Sekolah Alkitab dan tahu Alkitab, sehingga mereka siap untuk melakukan pekerjaan Tuhan, kebenarannya adalah, bahwa tanpa Pembaptisan Roh Kudus, kita
tidak siap untuk melakukan apa pun untuk Allah. (1) Lukas 24:49
Alasan mengapa ada begitu banyak korban di ladang misi dan dalam pelayanan, adalah bahwa banyak telah mencoba untuk pergi keluar dan melakukan pekerjaan Tuhan tanpa mengalami baptisan Roh Kudus. Di sisi lain, dapatkah kita bayangkan bahwa jika semua orang di gereja dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, akan ada seperti berkat dan terobosan! Salah satu kata-kata terakhir yang Yesus katakan sebelum naik ke surga yaitu "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,(2) dan
kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi "(2) Kisah para Rasul 1:8
Jika kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, penting untuk mengetahui bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kita.
Alkitab berkata bahwa Tuhan ".... telah memeteraikan kita dan
memberi kita Roh di dalam hati kita sebagai jaminan. "Kami
memiliki saksi bahwa kita adalah anak-anak Allah. (3) Dalam kitab
Roma kita membaca, "Roh itu bersaksi dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah". (4) Kita tidak bisa dilahirkan kembali tanpa
Roh Kudus. Roh Kudus mengimpartasikan (transfer) kehidupan Yesus dalam roh manusia dan kita dilahirkan kembali. Namun, tidaklah cukup untuk hanya memiliki Roh Kudus di dalam kita; kita juga harus memiliki kuasa-Nya. Oleh karena itu untuk memiliki
kuasa kita harus dibaptis dengan Roh Kudus. (3) 2 Korintus 1:22, (4)
Istilah, "Baptisan Roh Kudus" berasal dari banyak ayat-ayat Firman Tuhan. Yohanes Pembaptis mengatakan: "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api "(5) Petrus berkata:". Lalu aku teringat
firman Tuhan, bagaimana Dia mengatakan, 'Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus "( 6)
(5) Matius 3:11, (6) Kisah 11:16
Bayangkan menuangkan air ke dalam botol, kita kemudian mengatakan, "air di dalam botol." Kemudian jika kita melempar botol ke sungai, kita kemudian akan mengatakan, "botol di dalam air." Ini merupakan analogi perbedaan memiliki Roh Kudus di dalam kita, dan dibaptis dengan Roh Kudus. Ketika kita lahir baru, Roh Kudus masuk ke dalam hidup kita. Tetapi ketika kita dibaptis dengan Roh Kudus, Roh Kudus menguasai hidup kita. Kita tenggelam dalam Roh Kudus. Kita melihat cara ini pada contoh dalam Kitab Kisah Para Rasul. Lanjutan
Kesaksian saya: Ketika saya sudah lahir baru, saya bergabung dengan Gereja Baptis. Dua tahun kemudian saya mulai menyadari bahwa ada pengalaman lain yang disebut Baptisan Roh Kudus. Saya membaca buku-buku tentang itu, mendengar kesaksian tentang hal itu dan melihatnya dalam Alkitab. Saya mendekati pendeta dari gereja itu dan bertanya bagaimana saya bisa dibaptis oleh Roh Kudus. Meskipun ia tidak percaya bahasa roh, ia menyarankan saya sebuah buku dari Andrew Murray untuk membantu saya. Dalam buku ini saya menemukan kunci yang memungkinkan saya untuk mengalami baptisan Roh Kudus, yaitu
iman. Dalam Galatia kita membaca, ".... Adakah kamu telah
menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?dalam terjemahan B’Ing “By the hearing of faith (mendengarkan dengan iman)" (7) Kita baca pasal
selanjutnya "... bahwa berkat Abraham sampai kepada
bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu "(8) Segala sesuatu yang kita terima dari Tuhan
dengan iman. (7)Galatia 3:2, (8)Galatia 3:14
Kemudian saya berdoa, "Tuhan, aku percaya dari membaca Kitab
Selanjutnya, aku percaya bahwa Engkau tidak membeda-bedakan orang, dan karena Engkau melakukan ini untuk orang lain , Engkau juga akan melakukannya padaku. Karena iman sekarang aku menerima baptisan Roh Kudus dan dengan iman aku sekarang akan berbicara dengan bahasa-bahasa baru. Seperti yang Engkau katakan, "tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya, ... mereka akan berbicara dengan bahasa baru. "(9) (9) Markus 16:15
Kemudian saya mengangkat tangan, mengambil langkah iman dan berbicara dalam bahasa roh. Saya melakukannya dengan iman! kemudian muncul dalam pikiran saya, "ini bukanlah bahasa lidah tapi hanya omong kosong." Saya hilangkan pikiran itu dan berkata, "Saya melakukan ini dengan iman, dan dengan iman saya dibaptis dengan Roh Kudus." Keesokan harinya ketika terbangun saya menyadari bahwa saya berbicara dalam bahasa lidah. Ini bukan pengalaman yang dramatis, namun langkah iman yang sederhana. Apa yang saya lihat bahwa dalam minggu-minggu berikutnya, mulai lebih mudah bagi saya untuk memimpin orang-orang kepada Kristus dan saya mulai melihat mujizat ketika saya berdoa bagi orang-orang. Saya juga melihat bahwa semakin banyak saya berbicara dalam bahasa roh, semakin bertambah bahasa ini.
Mari kita lihat beberapa contoh dari Kitab Kisah Para Rasul:
Kisah Para Rasul 2:2-4: "Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. "
Perhatikan Roh Kudus turun atas mereka dan memenuhi ruangan itu. Ini berarti bahwa mereka tenggelam di dalam Roh. (Ingat! dalam ilustrasi air). Mereka juga mulai berbicara dengan bahasa lain karena mereka penuh dengan Roh Kudus. Mereka berbicara dalam bahasa roh tetapi roh memberi mereka kemampuan untuk melakukannya. Yesus menyebutnya sebagai baptisan Roh Kudus, dalam Kisah Para Rasul 1:5 "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Kisah Para Rasul 8:14-18: “Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah,
mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya,... "Baptisan Roh Kudus diimpartasikan kepada mereka oleh penumpangan tangan dari para rasul.
Kata "menerima" juga bisa berarti "turun ke atas" (kuat). Ada bukti nyata bahwa murid dipenuhi oleh Roh Kudus ketika Petrus dan Yohanes meletakkan tangan atas mereka. Tidak dikatakan bahwa mereka berbicara dalam bahasa roh, tetapi menunjukan bahwa ada sesuatu yang terjadi dan mereka tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang baru percaya yang dibaptis oleh Roh Kudus. Mungkin manifestasi yang sama yang mereka lihat pada hari Pentakosta. Kisah Para Rasul 9:17, "Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Paulus dipenuhi Roh Kudus ketika Ananias menumpangkan tangan pada dirinya. di sini tidak dikatakan bahwa Paulus berbicara dalam bahasa roh, tetapi kita tahu bahwa Paulus juga melakukannya, karena dalam 1 Korintus 14:18 kita membaca, "Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua."
Kisah Para Rasul 10:44-46, "Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. "
Roh Kudus turun atas mereka dan mereka berbicara dengan bahasa roh serta memuliakan Tuhan. Petus menyebut ini sebagai Baptisan Roh Kudus dalam Pasal 11:15-16. "Dan ketika aku mulai
berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Kisah Para Rasul 19:6, "Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat." Ketika Paulus meletakkan tangannya di atas orang-orang percaya di Korintus; mereka menerima Roh Kudus dan mulai berbicara dengan bahasa lidah. Oleh karena itu Baptisan Roh Kudus sering diterima melalui penumpangan tangan.
Dalam tiga dari lima contoh dari kitab Kisah Para Rasul, orang-orang percaya berbicara dengan bahasa Roh ketika mereka dibaptis atau dipenuhi dengan Roh Kudus. Dua contoh lain menyebutkan ini. bahkan dalam Kisah Para Rasul 10, Petrus mengakui bahwa Kornelius dan teman-temannya telah menerima karunia Roh Kudus karena ia mendengar mereka berbicara dengan bahasa roh.
Dengan kata lain agar kita menerima Baptisan dengan Roh Kudus, pertama-tama kita harus yakin bahwa itu adalah firman Tuhan, karena Alkitab mengatakan bahwa, "iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Allah." (10) Kedua, kita harus yakin
bahwa kita telah lahir baru dan telah menerima Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat kita. (10) Roma 10:17
Meskipun ada banyak cara yang dapat digunakan Tuhan, langkah-langkah berikut dapat membuat Kita menerima Baptisan dengan Roh Kudus.
1)Kita harus mengakui dan bertobat dari dosa yang kita tahu
dalam kehidupan kita. Memang benar bahwa Roh Kudus dapat memenuhi kita bahkan jika kita tidak mengaku dan bertobat, misalnya dalam Kisah Para Rasul pasal 10. Namun, tanpa pengakuan dosa dapat menghalangi kita untuk menerima Baptisan Roh Kudus. Hal ini benar berkaitan dengan ketidakmengampuni dan kepahitan. Saya perhatikan dalam beberapa kasus, mereka yang bertobat dari ketidakmengampuni dan kepahitan mampu berbicara dalam bahasa roh dengan lebih mudah.
2)Kita dapat meminta Yesus untuk membaptis kita dengan Roh
dengan Roh Kudus dan api." (11) Alkitab juga mengatakan,
"bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya, "(12) Oleh karena itu ketika
kita meminta Yesus untuk membaptis kita dengan Roh Kudus, merupakan kehendak-Nya bagi kita. Oleh karena itu jika kita meminta sesuatu sesuai dengan kehendak Allah, Ia
mengabulkan doa kita! (11) Matius 3:11, (12) 1 Yohanes 5:14
3)Kita dapat mengambil langkah iman dan berkata-kata dalam
bahasa roh: Yesus berkata, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum... Dia berbicara mengenai Roh
Kudus.." (13) ini adalah langkah iman! Sama seperti kita
meletakkan tangan atas orang sakit sebagai langkah iman untuk menyembuhkan orang sakit, jadi kita berbicara dalam bahasa roh sebagai langkah iman untuk menerima Baptisan Roh Kudus. Kadang-kadang sangat membantu untuk menyembah dalam bahasa kita sendiri selama beberapa menit, kemudian berhenti, dan kemudian dengan iman mulai menyembah-Nya dalam roh. (13) Yoh. 7:37
4)Kita bisa meminta orang lain untuk menumpangkan tangan pada
kita: Sering kali, ketika orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus, menumpangkan tangan atas kita, kita menerima Baptisan Roh Kudus. Hal ini terjadi dalam Kisah Para Rasul ketika Paulus meletakkan tangannya di atas para murid di
Efesus, (14) mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai
berbicara dalam bahasa roh. (14) Kisah Para Rasul 19: 6
Ini adalah keputusan kita untuk berbicara dalam bahasa roh. Paulus menulis "Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku". (15) Roh Kudus tidak akan
berbicara pada kita tetapi memberi kita kata-kata sehingga kita dapat berbicara. Kata-kata ini tidak datang dari pikiran kita, tetapi dari roh kita terus mempraktekkan berbicara dalam bahasa roh akan membuat kita untuk terus dipenuhi oleh Roh Kudus. Alkitab berkata, "Dia yang berbicara dalam bahasa roh membangun dirinya sendiri". (16) Paulus adalah contoh, ia membanggakan bahwa ia
berbicara dalam bahasa roh lebih dari orang lain.(17) (15) 1Kor.14:15,
(16) 1Kor.14:4, (17) 1Kor. 14:18
Akhirnya: Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman awal untuk menerima kuasa Allah. Namun, kita harus terus dipenuhi dengan Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul 4:31 kita membaca "Dan ketika
mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani." Ini adalah murid-murid yang sama yang Dibaptis dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Alkitab mengatakan, "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh" (18) Oleh karena itu sangat penting untuk
dibaptis dengan Roh Kudus dan selanjutnya akan terus dipenuhi
dengan Roh Kudus. Amin. (18) Efe. 5:18
URAPAN ROH KUDUS
Urapan Roh Kudus adalah yang paling penting kunci untuk pertumbuhan gereja, keselamatan jiwa dan untuk penyembuhan dan mujizat. Ini adalah satu-satunya cara kita akan mempengaruhi dunia ini bagi Kristus. Ketika kita dilahirkan kembali kita menerima deposit dari urapan dalam kehidupan kita, karena Alkitab mengatakan "kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya."(1 Yohanes 2:20) Namun, pengurapan dapat ditingkatkan dan tidak ada batasan untuk tingkat urapan yang kita dapat menerima. Sebagai contoh, Smith Wigglesworth membangkitkan 23 orang dari antara orang mati dan begitu diurapi ketika orang-orang bepergian naik kereta yang sama dengan dia akan bertobat dan menerima Yesus tanpa dia harus berbicara sepatah kata pun. Charles Finney begitu diurapi sehingga keinsafan akan dosa akan datang pada orang-orang yang berhubungan dengan dia. Rasul Petrus begitu diurapi sehingga bayangannya menyembuhkan orang sakit.
Apakah pengurapan itu? Kita dapat mendefinisikan ini sebagai memamfaatkan kehadiran Roh Kudus untuk melakukan pekerjaan Yesus. Kita bisa merasakan dan sadar akan urapan-Nya. Ada juga hubungan antara pengurapan dan kemuliaan Allah. Kata 'kemuliaan' dalam bahasa Ibrani adalah kata 'kabod' yang berarti
berat. Itulah mengapa beberapa orang jatuh di bawah kuasa Roh Kudus ketika mereka menerima pengurapan.(2 Raja-raja 8:11) Mengapa pengurapan begitu penting?
Pertama pengurapan adalah kekuatan yang memberi kita
kemampuan untuk memberitakan Injil dan menarik orang-orang berdosa kepada Kristus. Yesus berkata tentang diri-Nya, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku" (Lukas 4:18)Dia kemudian mengatakan kepada para murid, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi ..." (Kisah Para Rasul 1: 8)Tuhan tidak mengurapi kita untuk duduk dan tidak melakukan apa-apa.
Kedua, Pengurapan diberikan untuk menyembuhkan orang
sakit dan set the oppressed free. Kita membaca dalam kitab Kisah Para Rasul "yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia."(Kisah Para Rasul 10:38) Hal yang sama berlaku kepada kita hari ini kareanu itu Yesus berkata, "Sama seperti Bapa mengutus Aku, Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21) Dia adalah contoh kita! Paulus berkata dalam kitab Roma, "oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus."(Roma 15:19)Tanpa tanda-tanda, keajaiban dan mukjizat kita tidak sepenuhnya memberitakan Injil Yesus. Jika Tuhan mengurapi kita, maka kita berkewajiban untuk menyembuhkan orang sakit dan melakukan mukjizat. Setiap orang sakit kita temui adalah 'Target' untuk pengurapan!
Ketiga pengurapan yang diberikan sehingga kita bisa
memenuhi panggilan dan pelayanan kita. Ketika Allah memanggil kita dan memberitahu kita untuk melakukan sesuatu, Dia akan mengurapi kita. Kita membaca tentang panggilan raja Daud dalam Perjanjian Lama, "Samuel
mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud."(1 Samuel 16:13)Dalam Perjanjian Baru, Paulus mengatakan, "Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh:" Bahkan, urapan Roh Kudus adalah satu-satunya kualifikasi Yang diakui Allah untuk pelayanan . Bukan untuk mengatakan bahwa pelatihan Alkitab tidaklah penting, tetapi tanpa urapan Roh Kudus, semua gelar dan diploma kita tidak berguna! Dikatakan dalam kitab Kisah Para Rasul. "Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus..." (Kisah Para Rasul 15: 8) Ketika Allah mengurapi seseorang, itu berarti bahwa Ia mengakui mereka! Oleh karena itu kita harus sangat berhati-hati jangan "mengusik diurapi Tuhan."(Mazmur 105: 15) bukan berarti bahwa kita selalu harus setuju atau tunduk kepada orang yang diurapi, tetapi kita perlu berhati-hati bagaimana kita memperlakukan mereka!
Bagaimana meningkatkan pengurapan:
Pertama melalui penumpangan tangan dan doa: Pengurapan sering meningkat ketika orang-orang yang diurapi berdoa untuk kita dan meletakkan tangan mereka pada kita. Paulus berkata kepada gereja Roma, "Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu."(Roma 1:11)Paulus berkata kepada Timotius,Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu." Ada banyak contoh lain dalam Alkitab di mana urapan itu disampaikan melalui penumpangan tangan.
Juga melalui Baptisan Roh Kudus, yang sering kita terima ketika orang yang diurapi meletakkan tangan pada kita. Namun, kita secara pribadi bertanggung jawab untuk menjaga pengurapan kita sendiri. Ketika orang lain berdoa bagi kita, ada 'gelombang' pengurapan dilepaskan, tetapi kita harus terus berjalan dalam Roh
dan menyerahkan kepada Roh Kudus jika kita ingin mempertahankan pengurapan itu.
Kedua, pengurapan bersama juga dapat mempengaruhi urapan pribadi kita. Dalam Mazmur kita membaca, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya," (Mazmur 133: 1-2) Minyak, di sini menjadi jenis pengurapan. Ketika saudara-saudara diam bersama-sama dalam kesatuan, minyak mengalir dari kepala, dari pemimpin sampai ke jubahnya, bagi orang lain. terutama terjadi pada hari Pentakosta. Roh Kudus dicurahkan pada semua orang yang berkumpul di ruang atas dan tidak hanya pada orang-orang yang super rohani.(Kisah Para Rasul 2: 4)
Itulah mengapa sangat penting untuk berhubungan dengan kelompok orang yang diurapi. 'Api' Roh Kudus pada orang lain, dapat memberi 'api' Roh Kudus kepada kita. Apa yang saya perhatikan adalah bahwa hal itu sering lebih mudah untuk berdoa bagi orang sakit pada konteks ibadah gereja, daripada melakukannya secara individual. Pengurapan bersama seringkali lebih kuat dari urapan pribadi kita. Namun begitu, kita secara individu harus berjalan dalam Roh dan ketaatan untuk mempertahankan pengurapan kita!
Ketiga, ketaatan kepada Roh Kudus adalah penting.Dalam Kisah Para Rasul kita membaca, "Roh Kudus dikaruniakan Allah kepada mereka yang taat kepada-Nya." Itulah mengapa sangat penting untuk selalu peka terhadap apa yang Roh Kudus ingin kita lakukan. Saya telah menemukan ini terutama terjadi ketika berkhotbah dan mengajar. Hal ini lebih penting untuk mengetahui apa yang Tuhan ingin katakan dalam situasi tertentu daripada untuk memberitakan sebuah khotbah yang baik. Beberapa khotbah terbaik saya telah menjadi khotbah yang paling tidak diurapi karena saya tidak peka terhadap apa yang Tuhan ingin saya sampaikan dalam situasi tertentu. Saya juga mengalami berbicara dengan sebuah perkataan yang sangat sederhana yang Roh Kudus taruh di hati saya adalah sering perkataan yang diurapi. Sebagai contoh, jika saya diberitahu untuk berbicara tentang pisang, meskipun saya memiliki kotbah
yang lebih baik tentang tomat, Allah akan mengurapi kotbah saya tentang pisang dan tidak mengurapi kotbah saya tentang tomat. Hal ini juga terjadi untuk semua bentuk pelayanan. Saya punya teman di Rusia yang untuk berdoa bagi seorang wanita yang sakit. Banyak yang berdoa untuk dia, tapi dia tidak bisa menerima kesembuhannya. Dia bertanya kepada Tuhan apa yang harus ia lakukan dan bagaimana ia harus berdoa untuknya. Roh Kudus mendorongnya untuk mengambil segelas air, tambahkan garam dan memberikan kepadanya. Saat ia meminum air asin dia segera sembuh. Yesus menghubungkan ketaatan kepada perintah-Nya, untuk menerima Roh Kudus.(Yohanes 14: 15-16)Ketika beberapa orang hebat dengan dengan karunia kesembuhan dari masa lalu ditanya, "apakah kunci terbesar untuk pengurapan Anda?" Banyak yang menjawab, "Saya akan berdiam dihadirat Allah, mendengarkan suara-Nya, kemudian melakukan apa yang Dia beritahu saya lakukan."
Keempat, pelayanan yang baik dari urapan yang telah kita terima:Urapan meningkat ketika kita menggunakan urapan yang sudah kita miliki. Masalah dengan banyak orang, adalah mereka tidak menggunakan urapan yang mereka telah menerima. Kita membaca tentang Yesus, "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara..."(Yesaya 61: 1) Allah tidak mengurapi kita untuk tidak melakukan apa-apa!
Kita memiliki contoh Elisa dan wanita membutuhkan. Kita membaca, "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." (2 Raja-raja 4: 2)Saat ia menuangkan minyak ke dalam bulih-bulih kosong yang ia pinjam dari tetangganya, jumlah minyak bertambah. Dengan cara yang sama, ketika kita menggunakan 'sedikit' yang kita miliki, dan dituangkan ke dalam kebutuhan (bulih-bulih kosong) dari orang lain, pengurapan kita akan sering meningkat! Saya sering memiliki pengalaman merasa begitu kering secara rohani dan kosong, tapi
ketika saya mulai berbagi firman Allah atau berdoa untuk orang sakit, saya melihat peningkatan urapan Roh Kudus. Oleh karena itu, jika kita tidak menggunakan pengurapan, kita akan kehilangan urapan!
Kelima, pengurapan meningkatkan melalui disiplin rohani yang sehat. Hal ini jelas, jadi saya tidak akan menyampaikan banyak hal tentang ini. Ada banyak ayat-ayat yang mengkonfirmasi hal ini. Paul menulis, “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”(Ef 5: 18-19). Ibadah, berdoa, membaca Alkitab, pujian dan ucapan syukur semua disiplin ini yang akan membuat kita meningkatkan tingkat urapan dalam kehidupan kita.
Salah satu disiplin yang paling penting yang meningkatkan pengurapan adalah puasa. Contoh terbaik kita adalah Yesus. Dalam kitab Lukas kita membaca bahwa "Yesus dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus."(Lukas 4: 1) Beberapa ayat kemudian mengatakan, "Yesus kembali ke Galilea dalam kuasa Roh Kudus." (Lukas 4:17) Apa yang terjadi di padang gurun? Dia berpuasa selama empat puluh hari! Itulah alasan mengapa Dia, dalam rupa seorang manusia, mampu melakukan begitu banyak mukjizat yang luar biasa.
Suatu hari murid-murid-Nya berusaha untuk mengusir setan keluar dari seorang anak muda tetapi tidak mampu melakukannya. Yesus berkata kepada mereka, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."(Matius 17:21) Ia berbicara kepada mereka, "Hai saudara-saudara, Anda tidak memiliki urapan, Anda harus berpuasa dan berdoa!" Kita tidak berpuasa dan berdoa setiap saat kita berdoa untuk orang sakit atau mengusir setan, tapi gaya hidup doa dan puasa akan membantu kita untuk meningkatkan dan memelihara urapan untuk melakukannya! Charles Finney, salah satu penginjil besar di masa lalu biasanya sering menghabiskan waktu puasa dan berdoa untuk menjaga urapannya. Dia membawa lebih dari seratus ribu orang kepada Kristus!
Keenam, pengurapan ini ditingkatkan melalui hati yang hancur dan mematikan kedagingan. Ini disebut jalan salib yang didasarkan
pada prinsip, "keluar dari kematian munculah kehidupan." Ada banyak ayat yang mengkonfirmasi hal ini. Petrus menulis dan berkata, " Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu:"(1 Petrus 4:14)Kita akan sering mengalami peningkatan tingkat pengurapan ketika kita melewati penganiayaan dan penderitaan. Itu semua tergantung pada reaksi kita! Dari pada mengeluh, kita bersukacita, daripada putus asa, kita memiliki harapan, daripada kepahitan, kita mengampuni dan daripada membenci orang dan tersinggung, kita memilih untuk menngasihi.
Kita membaca tentang pengalaman Paulus, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami " Meskipun ini berbicara tentang upah kekekalan kita, juga dapat berbicara tentang pengurapan, 'Timbangan kemuliaan' Watchman Nee, guru besar Cina berkata, 'Kunci terbesar untuk pengurapan adalah hati yang hancur' Paulus di Korintus berkata , "Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu."(2 Korintus 4:12) Ketika 'kematian' bekerja di dalam kita, kehidupan dilepaskan kepada orang lain. Ketujuh, pentingnya berbicara dalam bahasa roh. Paulus menulis dan berkata, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri.”(1 Korintus 14:4) Ada banyak yang dapat kami sampaiakn tentang berbicara dalam bahasa roh, tapi saya yakin, bahwa alasan utama mengapa Tuhan telah memberi kita karunia ini adalah agar kita dapat terus dipenuhi dengan Roh Kudus. Itulah sebabnya Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua."(1 Korintus 14:18)
Saya telah menemukan ini benar dalam hidup saya sendiri, setelah berkata-kata begitu banyak dalam bahasa roh, saya telah mengalami peningkatan pengurapan dan kehadiran Roh Kudus. Smith Wigglesworth, salah satu pengkhotbah paling diurapi yang pernah hidup, yang membangkitkat dua puluh tiga orang dari kematian dan melakukan ribuan mukjizat, pernah ditanya, "apa kunci pengurapanmu?" Dia hanya berkata, "Saya banyak bicara dalam bahasa lidah."
Bagaimana kita bisa mempertahankan urapan?
Tidak terhitung banyaknya, yang pernah diurapi, namun setelah jangka waktu tertentu telah kehilangan pengurapan mereka dan telah menjadi tidak berdaya dan tidak berguna dalam panggilan dan pelayanan mereka. Saya akan menyarankan hal berikut:
Pertama, Kita tidak boleh kehilangan rasa lapar kita akan Allah
dan selalu ingin menerima lebih dan lebih banyak. Alkitab mengatakan dalam kitab Mazmur, "sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan."(Mazmur 107: 9) Urapan Roh Kudus harus menjadi prioritas tinggi dalam hidup kita. Jika kita menghargai urapan, kita akan terus diurapi
Kedua, Penting untuk berkomitmen untuk gereja lokal dan
bertanggung jawab kepada orang lain. Banyak dari para revivalis besar dan umat Allah di masa lalu, kehilangan pengurapan mereka karena mereka tidak mau tunduk kepada orang lain dan bertanggung jawab kepada gereja. Kita membaca dalam Kitab Efesus "... dipenuhi oleh Roh; (ayat: 21) dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5: 18,21) Perhatikan, salah satu cara untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, adalah untuk tunduk kepada orang lain! Jika kita tidak memiliki perlindungan Tubuh Kristus, musuh akan mencuri urapan kita.
Ketiga, Adalah penting bahwa kita terus bertumbuh dan
dewasa secara rohani. “Buah-buah' dari Roh Kudus akan melindungi urapan Roh Kudus. Kita mungkin menikmati pengurapan untuk jangka waktu tertentu, namun untuk melanjutkan pengurapan 'jarak jauh' kita harus bertumbuh secara rohani. Kita tidak bisa memelihara pengurapan dan kehidupan duniawi! Dalam 2 Petrus pasal 1 kita memiliki daftar buah-buah Roh Kudus. Dalam ayat 8 kita membaca, "Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita." kita akan selalu diurapi dan berbuah!
Akhirnya: Alkitab memerintahkan kita untuk dipenuhi dengan Roh. Allah memakai orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus. Ini adalah satu-satunya cara bahwa kita akan mempengaruhi dunia bagi Yesus. Kita memiliki contoh Barnabas "karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan" (Kisah Para Rasul 11:24) Perhatikan, dia baik dan dipenuhi! Dia dewasa secara rohani dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang di gereja kita diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus? otomatis Akan ada kebangkitan dan terobosan!
Oleh karena itu "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam."(Zakharia 4: 6) Semoga Tuhan memberkati kita ketika kita membuat tujuan tertinggi kita untuk dipenuhi dan diurapi dengan Roh Kudus. Amin
KARUNIA ROH KUDUS
Ini adalah topik besar dan kami bisa menulis banyak tentang masing-masing karunia-karunia ini. Namun, untuk tujuan pembelajaran ini, kami tidak akan terlalu jauh membahas, tetapi melihat karunia tersebut dari sudut pandang praktis. Untuk memulai studi ini, saya ingin melihat beberapa ayat penting dalam Alkitab: mengenai karunia-karunia Roh Kudus.
1 Korintus 12: 1. “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku
mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.” Karena tidak peduli dengan Karunia Rohani dan mengabaikannya adalah, ketidaktaatan kepada Firman Allah!!
1 Korintus 14: 1. “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu
memperoleh karunia-karunia Roh!" Kata 'Usahakan' berarti 'sangat menginginkan.' kasih dan karunia dari pekerjaan Roh seharusnya bekerja sama. Selain itu kita menunjukkan kasih kita melalui karunia. Sebagai contoh jika Anda berbaring, sakit kritis di rumah sakit dan saya datang untuk mengunjungi Anda dan berkata, "Saya hanya ingin memberitahu Anda
bahwa saya mengasihimu, Mama juga menngasihimumu dan Tuhan mengasihimu, matilah dalam damai!" itu bukan kasih! akan lebih baik jika saya akan menunjukkan kasih saya untuk Anda, dengan menggunakan karunia kesembuhan dan menyembuhan Anda!
1 Korintus 1: 7. “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam
suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.” Beberapa orang mengatakan bahwa karunia petrus habis ketika Petrus sudah tidak ada. Itu tidak benar, terus meningkat saat kita mendekati kedatangan Tuhan. Bahkan, karunia Roh Kudus harus dipakai dimanapun dan tidak terbatas hanya dalam gereja!
Roma 15:19. “oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat
dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.” Pemberitaan Injil harus disertai dengan karunia-karunia Roh. Injil bukanlah kabar baik kecuali kita menunjukkan kuasanya melalui karunia Roh Kudus. Yesus berkata dalam Markus 16: 15-17, bahwa “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya ... mereka akan mengusir setan-setan, ... mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dll”
Daftar karunia Roh:
1 Korintus 12: 7-10 “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.”
1. Berkata-kata dengan Hikmat:
Perkataan hikmat adalah: (1) Kemampuan untuk menerapkan wahyu dari Tuhan. (2) Ini adalah hikmat supernatural yang diberikan kepada kita dalam situasi sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. (3) Ini adalah hikmat yang lebih besar dari kedewasaan kita atau pengalaman kami.
Kita juga memiliki contoh bagaimana Salomo menggunakan kata hikmat untuk menyelesaikan perselisihan antara dua pelacur dan bayi dalam 1 Raja 3:22. Dalam Yohanes 4:16, kita memiliki contoh di mana Yesus sedang berbicara dengan seorang wanita di sumur, Dia berkata kepadanya, "Pergilah, panggil suamimu, dan datang ke sini.” Ketika dia mengatakan bahwa dia tidak punya suami, Dia kemudian menggunakan kata-kata pengetahuan untuk membuka hidupnya agar menerima pewahyuan bahwa Dia adalah Mesias. Dalam Markus 13:11, Yesus berkata kepada murid-Nya, “Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.”Dia mengatakan kepada mereka bahwa gereja akan diberikan hikmat supranatural pada masa penganiayaan. Beberapa tahun yang lalu ada seorang gadis muda Kristen yang tinggal di Rusia selama masa penganiayaan besar. Dalam perjalanan ke gereja, dia dihentikan oleh seorang polisi yang bertanya di mana dia akan pergi? Dia berdoa untuk hikmat dan menjawab mereka, "Saudara tertua saya telah meninggal dan saya akan bertemu dengan keluarga saya untuk membahas warisan." Setelah pertemuan itu, dalam perjalanan pulang ia dihentikan oleh polisi yang sama yang bertanya, "apa yang terjadi?" Dia menjawab dan berkata kepada mereka, "Saya sangat senang, saya menerima semuanya."
Dalam Kolose 3:16 kita membaca, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur.” Semakin kita membaca dan merenungkan firman Tuhan, semakin kita akan dapat menggunakan karunia ini.
Karunia Pengetahuan adalah pengetahuan supranatural yang diberikan kepada kita tentang seseorang atau situasi tanpa menerima informasi sebelumnya tentang hal itu. Ini adalah informasi yang kita terima yang tidak berasal dari alam sadar kita. Kita memiliki contoh wanita berada di dekat sumur ketika Yesus berkata kepadanya, "Engkau telah memiliki lima suami dan orang yang Anda hidup denganmu sekarang bukanlah suamimu." (Yohanes 4:16). Kita memiliki teladan Yesus dan Zakeus, ketika Yesus lewat di bawah pohon dan berkata, "Zakeus, turunlah ..." (Lukas 19: 5) Kita memiliki contoh Elisa dalam Perjanjian Lama yang memiliki perkataan pengetahuan tentang pergerakan Raja Siriah. Ketika raja Aram bertanya,siapakah yang memberikan informasi kepada raja Israel, kata hamba kepadanya, “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.” (2 Raja-raja 06:12)
Karunia ini adalah alat yang ampuh untuk membantu kita memberitakan Injil dan untuk membangun iman bagi orang-orang untuk percaya pada mukjizat. Beberapa tahun yang lalu kami melakukan penjangkauan di jalan-jalan Moskow. Seorang gadis muda Rusia mendekati saya dan mulai berbicara kepada saya untuk berlatih bahasa Inggris-nya. Saya mencoba untuk berbagi Injil dengan dia tapi dia tidak terbuka dengan apa yang saya katakan. Tiba-tiba terlintas sebuah pikiran saya dan saya berkata padanya, "Pacarmu baru saja memutuskanmu dan kamu sedang patah hati." Dia menatapku dengan mata lebar dan berkata, "Bagaimana kau tahu?" Aku berkata padanya, "Tuhan mengatakan kepadaku karena Dia sangat mengasihimu, Dia ingin menyembuhkan patah hatimu." Setelah itu dia terbuka lebar dan meminta Yesus ke dalam hatinya untuk menjadi Tuhan dan Juruselamatnya.
Kita juga harus ingat, bahwa karunia ini bukan untuk mengekspos orang dan mengungkapkan semua 'keburukan' mereka. Alkitab
mengatakan bahwa" Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan
penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Korintus 12:7) karunia ini sering diaktifkan ketika kita berdoa untuk orang-orang dari hati belas kasih. Hal ini dapat beroperasi dalam beberapa cara seperti:.. (1) gambaran atau yang muncul ke pikiran kita (2)
perasaan atau sensasi dalam tubuh kita, terutama ketika berkerja bersama-sama dengan karunia kesembuhan (3) suara hati atau penglihatan.
3. Karunia Iman
Ada perbedaan antara iman dan karunia iman. Karunia iman didefinisikan sebagai lonjakan kepercayaan supranatural pada kemampuan Allah untuk melakukan sesuatu yang supranatural atau yang mustahil. Dengan kata lain, adalah peningkatan mendadak dalam tingkat iman kita. Hal ini dapat disamakan dengan monitor rumah sakit. Fluktuasi normal gelombang pada monitor seperti normal iman kita. Tapi dari waktu ke waktu tiba-tiba seperti puncak, itu adalah karunia iman.
Kita memiliki contoh-contoh dari kitab Kisah Para Rasul. Misalnya ketika Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3:6 mereka berkata kepadanya, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!.” Saat mereka berjalan melewati dia, tiba-tiba terjadi lonjakan iman untuk menyembuhkan orang lumpuh. Kita juga memiliki teladan Paulus dalam Kisah Para Rasul 14:9-10, ketika ia menyembuhkan orang lumpuh. Kita membaca, “Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.”
Tahun lalu di rumah kami memiliki pertemuan (ibadah) di kota Durban. Ruangan itu penuh dengan orang-orang dan saya tidak tahu bahwa ada seorang wanita dalam ibadah, yang hampir lumpuh, bersandar disebuah kursi. Ibadah itu cukup membosankan dan saya meminta seseorang untuk menutup dalam doa. Saat ia berdoa, saya merasakan kehadiran Roh Kudus dan berkata kepada kelompok yang Allah ingin melakukan mujizat. Seorang anak gadis dari gereja baptis mengalami baptisan Roh Kudus, rebah di lantai dan mulai berbicara dalam bahasa roh. Lalu seseorang berkata, "Mari kita berdoa untuk Juni" (wanita lumpuh). Kami berpegangan tangan dan hanya berkata, "Tuhan, sembuhkan Juni!" Karena itu wanita lumpuh itu melompat dari kursinya, berlari dan mulai memeluk semua orang. Sudah pasti adalah manifestasi dari karunia