Kedudukan Tap Mpr RI dalam Hierarki Peraturan Perundang-undangan Indonesia
Teks penuh
Dokumen terkait
Perubahan Ketiga UUD 1945 menitikberatkan pada penataan ulang kedudukan dan kekuasaan MPR, jabatan presiden yang berkaitan dengan tata cara pemilihan presiden dan wakil presiden
Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 yang terdiri dari 16 BAB, 37 Pasal, 3 Pasal Aturan Peralihan dan 2 Ayat aturan Tambahan yang antara lain menetapkan bentuk dan kedaulatan,
Kedua, bertentangan dengan teori penjenjangan norma dari Hans Kelsen karena kedudukan MPR yang tidak lagi menjadi lembaga negara tertinggi. mengakibatkan
Adapun dasar pertimbangan hukum masuknya ketetapan MPR dalam hierarki peraturan perundang-undangan dan berlakunya Ketetapan MPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia
Perubahan struktur hirarki peraturan perundang-undangan negara tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan kedudukan, fungsi, tugas, dan wewenang suatu lembaga negara
10 Tahun 2004 Ketetapan MPR bukan bagian dari hierarki Peraturan Perundang- Undangan dengan pertimbangan telah terjadi perubahan kewenangan MPR secara signifikan pasca amandemen
Dampak reformasi telah dirasakan terhadap kedudukan lembaga MPR, dan bahkan ada yang menyatakan sebagai salah satu lompatan besar perubahan UUD 1945 yaitu
3. Dengan maksud terjadinya perubahan dalam lapangan hubungan hukum. Produk hukum yang dikeluarkan oleh MPR secara nomenklatur disebut Ketetapan MPR atau disingkat TAP