321640715 KAK DDTK Balita Dan Apras

12 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KERJA

STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA DAN ANAK PRA SEKOLAH TAHUN 2017

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih di dalam kandungan. Upaya ini ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya seklaigus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional dan sosial serta memiliki intelegensi majemuk sesuai potensi genetiknya.

Jumlah balita sangat besar yaitu sekitar 10 % dari seluruh populasi. Sebagai calon penerus bangsa, kualitas tumbuh kembangnya harus mendapatkan perhatian serius. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita.

Kegiatan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah bisa dilakukan di semua lini dan masyarakat. Termasuk diantaranya yaitu di Posyandu, Kelompok Bermain/ Play group, Tempat Penitipan Anak, PAUD, dan TK. Pada tahun 2014, capaian Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita di Puskesmas Sememi yaitu 96,03 %. Sedangkan capaian Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah di Surabaya yaitu 99,8 %.

Dalam rangka mem[pertahankan capaian pelayanan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah, perlu dilakukan kegiatan tersebut di Posyandu, Kelompok Bermain/ Playgroup, Tempat Penitipan Anak, PAUD, dan TK.

B. T U J U A N

Terlaksananya kegiatan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah di wilayah Puskesmas Sememi.

C. SASARAN

Balita dan Anak Pra Sekolah di Posyandu, Kelompok Bermain/ Playgroup, Tempat Penitipan Anak, PAUD, dan TK di wilayah Puskesmas Sememi. D. PELAKSANAAN

Kegiatan ini dilaksanakan selama tahun 2015. E. PELAKSANA

(2)

F. LOKASI

Posyandu, Kelompok Bermain/ Playgroup, Tempat Penitipan Anak, PAUD, dan TK di wilayah Puskesmas Sememi.

G. SUMBER DANA

Dana dari Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2015. ( terlampir ) H. MEDIA SARANA

- Pedoman Pelaksanaan SDIDTKA di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar - Instrumen SDIDTKA

- APE - Buku KIA

- Alat Pengukur Tinggi Badan - Timbangan Badan

- Metelin

I. LAPORAN KEGIATAN

Laporan pelaksanaan kegiatan dilaporkan melalui :

a. Laporan Bulanan KIA ( PWS KIA ) indikator Anak Balita di DDTK ( DDTK Paripurna ) dan Anak Pra Sekolah di DDTK ( DDTK Paripurna ).

b. SPJ Kegiatan BOK yaitu hasil perjalanan dinas ( form sesuai aturan BOK ) dilampiri hasil pelaksanaan DDTK ( form terlampir ).

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PELAYANAN KESEHATAN BAYI DAN BALITA DI POSYANDU DI PUSKESMAS KUMAI TAHUN 2017

A. PENDAHULUAN

Undang-undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU no.36 tahun 2009 tentang kesehatan menegaskan bahwa seorang anak berhak untuk hidup tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan

(3)

yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.

Untuk menjamin kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang maka pemenuhan hak bayi dan balita mendapat kebutuhan dasar harus diberikan seperti : IMD, Asi Eklusif, Imunisasi dan DDTK secara optimal. B. LATAR BELAKANG

Kunjungan bayi dan balita ke posyandu bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi sehingga cepat mendapat pertolongan. Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit melalui pemantauan pertumbuhan, pemberian vaksin imunisasi serta peningkatan kualitas hidup dengan stimulasi tumbuh kembang dengan demikian hak anak mendapat pelayanan kesehatan terpenuhi.

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Meningkatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir dan balita di posyandu, Puskesmas dan jaringannya

2. Tujuan Khusus

a. Dapat memantau kenaikan Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala pada bayi dan balita secara teratur

b. Dapat memantau tumbuh kembang bayi dan balita dengan menstimulasi tumbuh kembangnya dengan DDTK di posyandu c. Pemberian Vaksin Imunisasi agar bayi dan balita sehat

D. KELUARAN YANG DI HARAPKAN

1. Diharapakan peran serta orang tua untuk aktif membawa bayi dan balitanya ke posyandu

2. Diharapkan semua orang tua mengerti dan faham kenaikan Berat Badan, Tinggi Badan dan Lingkar Kepala sesuai umur bayi dan balita 3. Diharapkan bayi dan balita dapat di pantau tubuh kembangnya dengan

stimulasi DDTK

4. Diharapkan semua bayi dan balita di berikan Vaksin Imuisasi

5. Diharapkan tersedianya informasi yang jelas untuk para orang tua tentang pelayanan kesehatan bayi dan balita di posyandu.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

(4)

1 Penimbangan Berat Badan Bayi dan Balita

Petugas menimbang Berat Badan bayi dan balita yang berkunjung ke posyandu

2 Penimbangan Tinggi Badan Lingkar Kepala

Petugas melakukan pengukuran Tinggi Badan dan Lingkar Kepala pada bayi dan balita sesuai umur dan menggunakan pita ukur 3 DDTK (Deteksi Dini

Tumbuh Kembang)

Petugan melakukakan stimulasi tumbuh kembang pada bayi dan balita mengikuti buku panduan DDTK

4 Pemberian Imunisasi Petugan memberikan Imunisasi pada bayi dan balita sesuai umur 5 Pencatatan hasil Petugas mencatat hasil kegiatan kedalam form yang telah ada 6 Pelaporan Petugas melaporkan hasil kegiatan kepada Kepala Puskesmas.

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN / METODE 1. Pelayanan di posyandu setiap bulan

2. Suiping bayi dan balita yang tidak datang ke posyandu G. SASARAN

- Bayi dan Balita Usia 0 – 59 Bulan H. JADWAL PELAKSANAAN

- Bulan Januari s.d Desember 2016

I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi di lakukan oleh penanggung jawab kegiatan dimana hal-hal yang harus di evaluasi meliputi jumlah bayi balita yang berkunjung ke posyandu dan pelayanan kesehatan yang telah di berikan.

J. PENCATATAN DAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

1. Pencatatan di lakukan oleh petugas pendata / bidan desa dengan mencatat semua hasil kegiatan di posyandu.

2. Laporan pelaksanaan kegiatan di susun setiap hari kegiatan. Paling lambat 1 minggu setelah kegiatan dilakukan.

3. Evaluasi dilakukan oleh penanggung jawab / Bidan Puskesmas, selanjutnya di laporkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

(5)

Kepala Puskesmas Kumai Penanggung Jawab Kegiatan

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PEMANTAUAN NEONATUS RISTI

A. PENDAHULUAN

Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 – 28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. Dengan terpisahnya bayi dari ibu, maka terjadilah awal proses fisiologik.

B. LATAR BELAKANG

Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir.

Masalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik terjadi pada masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga

(6)

kecacatan. Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang memadai, manajemen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan bayi baru lahir. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan, si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang kecil.

Disamping itu, diupayakan adanya penerapan tata nilai di puskesmas yaitu kekeluargaan, profesional, berintegritas, disiplin, adil, gak pantang menyerah, mandiri, amanah dan inovatif. Dengan penerapan tata nilai yang ada diharapkan dapat meningkatkan kinerja kita untuk menjalankan kegiatan.

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pemantauan bayi dengan resiko tinggi , menilai dan meningkatkan kemampuan ibu dan keluarga dalam merawat bayi dengan resiko tinggi sehingga bayi mendapatkan perawatan dengan optimal.

2. Tujuan Khusus

a. Menurunkan angka kematian bayi dan balita b. Ibu dan keluarga menjadi trampil merawat bayi

D. PERAN SERTA LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR

Kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam kegiatan ini sangat berperan, karena tanpa dukungan dari lintas program dan lintas sektor maka kegiatan ini tidak dapat berjalan. Tim Pelaksana dari pemegang program yang selanjutnya bekerjasama dengan program lain sebagai bahan dalam tindak lanjut penangangan neonatus beresiko tinggi sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu juga kerjasama dengan kader dan masyarakat juga diperlukan dalam pemantauan neonatus beresiko tinggi di wilayahnya.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. Metode Pelaksanaan

(7)

b. Pemantauan

c. KIE keluarga tentang tata cara perawatan bayi 2. Tahapan kegiatan

a. Persiapan sasaran b. Pelaksanaan Kegiatan c. Pelaporan

F. SASARAN

Bayi dengan resiko tinggi.

G. BIAYA

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendanaan dari dana APBD & BOK Tahun 2016.

H. JADWAL PELAKSANAAN

No Kegiatan Bulan

Jan Feb Mar Apr Mae Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1

2

Kunjungan Neonatus Risti

V V V V V V V V V V V V

I. MONITORING, EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Monitoring adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengawasan, pengontrolan atau pengendalian terhadap suatu kegiatan yang akan, sedang atau yang sudah dilaksanakan.

(8)

Agar kegiatan ini senantiasa sesuai dengan tuntutan / kebutuhan setiap waktu, maka umpan balik dari lapangan sangat diperlukan. Untuk itu perlu diadakan monitoring secara terus menerus, baik terhadap persiapan maupun proses pelaksanaan sebagai penyempurnaan lebih lanjut.

Monitoring dilakukan oleh Pemegang Program dan Koordinator UKM bersama Kepala Puskesmas dengan tujuan adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana manfaat maupun keberhasilan dari kegiatan tersebut, mengetahui kendala dan hambatan serta untuk mengetahui penyimpangan – penyimpangan yang mungkin terjadi baik pada tahap perencanaan kegiatan dan pencapaian dari kegiatan yang dilaksanakan. Apabila kegiatan ini ada yang kurang sesuai / menyimpang dapat dilakukan koreksi baik pada perencanaan maupun pada saat proses pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingga pelaksanaan kegiatan dapat sesuai dengan tujuan yang di tetapkan.

Evaluasi adalah salah satu kegiatan pembinaan melalui proses pengukuran hasil yang dapat dibandingkan dengan sasaran yang telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan. Tujuan Evaluasi ini adalah untuk memberikan umpan balik sebagai dasar penyempurnaan kegiatan dari program dan mengukur keberhasilan seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.

Pelaporan adalah Suatu kegiatan melaporkan / menyampaikan secara tertulis segala kegiatan yang telah dilakukan, mencakup seluruh dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun tujuan dari pelaporan adalah untuk mengetahui daya guna, hasil guna dan tepat guna kegiatan serta penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan.

J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pelaporan kegiatan ini dilakukan oleh pemegang program dan dikirim ke Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Setelah dilakukan pelaporan sesuai dengan hasil mengevaluasi tersebut dengan menganalisa laporan yang diterima dan menyampaikan umpan balik penerimaan laporan dan hasil analisisnya dalam rangka penilaian dan pengembangan kegiatan tersebut serta untuk memicu kesinambungan pelaporan.

(9)

KERANGKA ACUAN KAJI BANDING PROGRAM DDTK PUSKESMAS KUMAI

A. PENDAHULUAN

Perkembangan kognitif adalah sebuah proses mental yang mengacu kepada proses mengetahui (knowing) sesuatu. Perkembangan kognitif mengacu kepada kemampuan yang dimiliki seorang anak untuk memahami sesuatu. Bahasa juga membantu anak untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan keinginannya kepada orang lain yang merupakan sintesis dari kemampuan berpikir seorang anak. Perkembangan psikomotorik anak merupakan perkembangan yang paling sering diidentifikasi oleh orang tua. Meskipun demikian, kebanyakan orang tua 1 2 memahami perkembangan psikomotorik hanya terbatas kepada kemampuan motorik kasar semata. Padahal kemampuan psikomotorik anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan motorik kasar saja, tetapi juga kemampuan motorik halus anak.

Kemampuan motorik kasar biasanya ditentukan oleh gerak otot dan fisik. Sementara kemampuan motorik halus lebih merupakan gerak koordinasi. Keempat sektor ini merupakan parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak (Maslihah, 2005). Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks dan merupakan interaksi antara kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang di pengaruhinya. perkembangan secara normal antara anak yang satu dan yang

(10)

lain tidak selalu sama karena di pengaruhi interaksi banyak faktor ( Nursalam, 2005).

B. LATAR BELAKANG

Proses perkembangan pada anak di usia tiga tahun pertama terjadi sangat cepat dan merupakan masa yang paling sensitif karena masa tersebut dikaitkan dengan the golden age atau masa pesat perkembangan otak. Pesatnya perkembangan otak dalam periode ini ditandai dengan pertambahan berat otak dari 400 gr di waktu lahir menjadi 3 kali lipatnya seteleh akhir tahun ketiga .Penanganan kelainan yang sesuai pada masa golden age dapat meminimalisasi disfungsi tumbuh kembang anak sehingga mencegah terjadinya disfungsi permanen. Pemantauan tumbuh kembang anak meliputi pemantauan dari aspek fisik, psikologi, dan sosial. Perkembangan fase awal meliputi beberapa aspek kemampuan fungsional, yaitu kognitif, motorik, sosial, dan bahasa

Karena sangat pentingnya program DDTK maka kami merencanakan kegiatan kaji banding ke Puskesmas Sempor. Pada kegiatan ini diambil satu program yaitu program DDTK, alasan mengambil program DDTK karena capaian indikator yang belum tercapai jadi diperlukan referensi strategi untuk mendapatkan target yang diinginkan. Maka dipilihlah Puskesmas Sempor untuk kaji banding ini.

C. DASAR HUKUM

1) Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014 Pasal 39 ayat (1) mewajibkan Puskesmas untuk akreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali.

2) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 tahun 2014 tentang Program DDTK

3) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program DDTK di Puskesmas

D. TUJUAN

(11)

Agar semua balita umur 0 - 5 tahun dan anak pra sekolah umur 5 – 6 tahun tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya sehingga berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu bersaing di era global melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini.

2. Tujuan Khusus

Mendapatkan referensi mengenai :

a. Terselenggaranya kegiatan stimulasi pertumbuhan-perkembangan pada semua balita dan anak pra sekolah di wilayah kerja puskesmas. b. Terselenggaranya kegiatan deteksi dini penyimpangan

pertumbuhan-perkembangan pada semua balita dan anak pra sekolah di wilayah kerja puskesmas.

c. Terselenggaranya intervensi dini pada semua balita dan anak pra sekolah dengan penyimpangan pertumbuhan-perkembangan.

d. Terselenggaranya rujukan terhadap kasus-kasus yang tidak bisa ditangani di Puskesmas.

E. INSTRUMEN KAJI BANDING Terlampir

F. PESERTA DAN NARASUMBER Peserta kaji banading ini antara lain Sastriwwi Bidan Koordinator Jumini Pelaksana Program DDTK G. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan kaji banding ini diselenggarakan pada tanggal 18 Mei 2016, dimulai pukul 08.00 s,d selesai

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan kaji bandng ini akan di evaluasi satu bulan setelah pelaksanaan, apakah semua hasil dan rekomendasi dari kaji bundaing sudah benar benar dilaksanakan.

(12)

I. PEMBIAYAAN

Kegiatan tidak membutuhkan biaya J. PENUTUP

Demikian kerangka acuan kaji banding Puskesmas Alasjati ini dibuat untuk dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Kaji banding program DDTK di Puskesmas Alasjati Kota Alas ombo Tahun 2016

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :