• Tidak ada hasil yang ditemukan

: ANA WIBAWANI PRASTYANINGSIH K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": ANA WIBAWANI PRASTYANINGSIH K"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI

PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN

TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI

KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA

KELAS X SMA N 1 SURAKARTA

SKRIPSI

Oleh :

ANA WIBAWANI PRASTYANINGSIH K1311009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)
(3)

iii

TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI

PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN

TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI

KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA

KELAS X SMA N 1 SURAKARTA

Oleh :

ANA WIBAWANI PRASTYANINGSIH K1311009

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan

Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA September 2015

(4)
(5)
(6)

vi ABSTRAK

Ana Wibawani Prastyaningsih. TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS X SMA N 1 SURAKARTA. Skripsi, Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tahap berpikir siswa dengan kecerdasan visual-spasial rendah dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele, (2) mendeskripsikan tahap berpikir siswa dengan kemampuan visual-spasial sedang dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele dan (3) mendeskripsikan tahap berpikir siswa dengan kemampuan visual-spasial tinggi dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan dimensi tiga kelas X SMA Negeri 1 Surakarta berdasarkan tahapan pembelajaran geometri Van Hiele.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini diambil dengan teknik snowball sampling. Masing-masing kategori kecerdasan visual-spasial diambil 1 subyek untuk dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu dengan melakukan wawancara berbasis tugas dan analisis hasil wawancara. Selanjutnya diambil lagi 1 subyek dari masing-masing kategori kecerdasan visual-spasial untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Pengambilan subyek berhenti apabila telah didapatkan data yang homogen atau sama. Terdapat 9 subyek pada penelitian ini yaitu 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial rendah, 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial sedang dan 3 orang siswa dengan kecerdasan visual-spasial tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara berbasis tugas. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu yaitu melakukan wawancara berbasis tugas pada waktu yang berbeda.

Hasil dari penelitian ini adalah : (1) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial rendah dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek belum mencapai tahap 2 Deduksi Informal yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek belum mencapai tahap 3 Deduksi yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal

(7)

vii

berdasarkan teorema maupun konsep terdahulu dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus; (2) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial sedang dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek sudah mencapai tahap 2 Deduksi Informal dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek belum mencapai tahap 3 Deduksi yang ditandai dengan subyek belum mampu memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal berdasarkan teorema maupun konsep terdahulu dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus; (3) deskripsi pencapaian berpikir subyek dengan kategori kecerdasan visual-spasial tinggi dalam belajar geometri adalah: (a) ketiga subyek sudah mencapai tahap 0 Visualisasi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan dalam menggambar kubus dan mengidentifikasi kedudukan garis sejajar dan berpotongan, (b) ketiga subyek sudah mencapai tahap 1 Analisis dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis menggunakan sifat kubus dalam mengidentifikasi garis bersilangan dan alasan dari masing-masing kedudukan garis, (c) ketiga subyek sudah mencapai tahap 2 Deduksi Informal dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara logis dalam mengidentifikasi sudut yang dibentuk oleh garis dan bidang pada kubus, (d) ketiga subyek sudah mencapai tahap 3 Deduksi dengan memberikan pengertian, pendapat dan kesimpulan secara formal berdasarkan konsep perbandingan dalam membuktikan pernyataan jarak dua bidang sejajar pada kubus.

Kata kunci: tahap berpikir, geometri, tahap berpikir Van Hiele, kecerdasan visual-spasial

(8)

viii ABSTRACT

Ana Wibawani Prastyaningsih. STUDENT THINKING STEPS IN LEARNING GEOMETRY ON THREE DIMENSION SUBJECT ACCORDING VAN HIELE THINKING STEPS PREVIEWED BY VISUAL-SPATIAL INTELLIGENCE IN THE FIRST GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SURAKARTA. Thesis, Mathematic Education of Teacher Training and Education Faculty of Surakarta Sebelas Maret. September 2015.

This research aims are to describe student thinking steps with (1) low, (2) average and (3) high visual-spatial intelligence by finishing math question on three dimension subject through Van Hiele geometry learning in the first grade students of SMA N 1 Surakarta.

This research is writen based on descriptive qualitative method. The subjects of this research are taken by snowball sampling method. One subject is taken on each of the visual-spatial intelligence category for further research by interview. The subject draw is finished when homogeneous data founded. There are nine subject of this research with three different results category namely low, average and high visual-spatial intelligence, each of the category result has three students. Technique collecting data is done by observation and further interview. The analysis data consist of data reduction, serving data and conclusion. Data validation is used by different time triangulation.

As the result, (1) description thinking subject with low visual-spatial intelligence in learning geometry are : (a) three subject have been reach 0 step visualization by giving explanation, suggestion and conclusion of drawing cube and identifying parallel line and intersecting line, (b) three subject have been reach first step analysis by giving explanation, suggestion and conclusion logically through cube character of identifying parallel line and giving reason of intersecting line, (c) three subject have not reach second step informal deduction due to lack of explanation, suggestion and conclusion logically of identifying line corner and sector in cube, (d) three subject have not reach third step deduction due to lack of formal explanation, suggestion and conclusion logically according to theorem even concept of proving the sector linear distance in cube; (2) description thinking subject with average visual-spatial intelligence in learning geometry are : (a) three subject have been reach 0 step visualization by giving explanation, suggestion and conclusion of drawing cube and identifying parallel line and intersecting line, (b) three subject have been reach first step analysis by giving explanation, suggestion and conclusion logically through cube character of identifying parallel line and giving reason of intersecting line, (c) three subject have been reach second step informal deduction by giving explanation, suggestion and conclusion logically of identifying line corner and sector in cube, (d) three subject have not reach third step deduction due to lack of formal explanation, suggestion and conclusion logically according to theorem even concept of proving the sector linear distance in cube; (3) description thinking subject with high visual-spatial intelligence in learning geometry are : (a) three subject have been reach 0 step visualization by giving

(9)

ix

explanation, suggestion and conclusion of drawing cube and identifying parallel line and intersecting line, (b) three subject have been reach first step analysis by giving explanation, suggestion and conclusion logically through cube character of identifying parallel line and giving reason of intersecting line, (c) three subject have been reach second step informal deduction by giving explanation, suggestion and conclusion logically of identifying line corner and sector in cube, (d) three subject have been reach third step deduction by giving formal explanation, suggestion and conclusion logically according to theorem even concept of proving the sector linear distance in cube.

Keywords : Thinking steps, Geometry, Van Hiele Thinking Steps, Visual – Spatial intelligence

(10)

x MOTTO

”Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang

lain. Dan hanya kepada Tuhanlah kamu berharap”

(Q.S Al Insyirah: 6-8)

“To be a winner all you need is to give all you have”

(11)

xi

PERSEMBAHAN

Teriring syukurku pada-Mu, kupersembahkan karya ini untuk:

 Ibu dan Bapak tercinta, terimakasih atas segala kasih sayang sepanjang masa, doa yang selalu terucap dan kepercayaannya dalam setiap langkah ku

 Kakak ku tersayang ( Mbak Tyas) yang selalu memberikan semangat dan sayangnya selama ini

 Sahabat-sahabat ku Uma, Aug, None, Denok, Dita, Dila, Mbak Cil dan si abang Sindha terimakasih untuk dukungan, canda tawa, motivasi dan semangat yang selalu kalian berikan dan kesabaran menerima keluh kesahku selama ini

 Teman-teman pendidikan Matematika 2011

(12)

xii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Allah Yang Maha Pemberi Ilmu, sehingga atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”TAHAP BERPIKIR SISWA DALAM BELAJAR GEOMETRI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS X SMA N 1 SURAKARTA”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mendapatkan gelar sarjana pada program Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Pendidikan dan Keguruan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulis menyadari bahwa terselesaikannya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, saran, dukungan, dan dorongan dari berbagai pihak yang sangat membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada segenap pihak antara lain:

1. Prof. Dr. Joko Nurkamto, M. Pd, Dekan FKIP UNS yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.

2. Dr. Budi Usodo, M.Pd, Kepala Program Studi P. Matematika FKIP UNS yang telah memberikan ijin melaksanakan penelitian.

3. Prof. Dr. Budiyono, M. Sc, Pembimbing I yang telah dengan sabar memberikan bimbingan, dukungan, kepercayaan, saran dan kemudahan kepada penulis.

4. Getut Pramesti, S. Si, M. Si, Pembimbing II yang telah dengan sabar memberikan bimbingan, dukungan, kepercayaan, saran dan kemudahan kepada penulis.

5. Sutopo, S.Pd, M.Pd, pembimbing akademik yang telah bersedia menjadi validator, memberikan saran dan dukungan kepada penulis.

6. Yemi Kuswardi, S.Si, M.Pd yang telah bersedia menjadi validator, memberikan saran dan dukungan kepada penulis.

(13)

xiii

7. Endang Purwati, S.Si, guru matematika SMA Negeri 1 Surakarta, yang telah bersedia menjadi validator dan memberikan banyak bantuan kepada penulis selama melaksanakan penelitian.

8. Dra. Tuti Hardjajani, M. Si yang telah bersedia menjadi validator, memberikan saran dan dukungan kepada penulis.

9. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang telah banyak memberikan nasihat, ilmu, bimbingan, dan dukungan kepada penulis.

10. Dra. Harminingsih, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Surakarta yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.

11. Aisyiyah, Dwi Fahrudin, Faradila Widyaningrum, Intan Permatasari, Yulianto Dwi Cahyo dan Septiya Mulyani yang telah membantu peneliti selama penelitian dan menjadi observer selama penelitian.

12. Siswa-siswi kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Surakarta atas partisipasi yang sangat membantu dalam penelitian ini terutama untuk Harista, Sabrina, Isnaini, Karina, Savitri, Ganang, Arinda, Rota, Ayu atas kesediaannya dalam meluangkan waktu sehingga skripsi ini dapat terselesaikan

13. Keluarga besar atas nasihat, dukungan dan semangat yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini.

14. Teman seperjuangan Pendidikan Matematika 2011 dan semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu

Semoga amal kebaikan semua pihak tersebut di atas mendapatkan imbalan dari Allah SWT. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat penulis dan semua pihak yang berkepentingan.

Surakarta, September 2015 Penulis

(14)

xiv DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

HALAMAN ABSTRAK ... vi

HALAMAN MOTTO... x

HALAMAN PERSEMBAHAN ... xi

KATA PENGANTAR ... xii

DAFTAR ISI ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8

A. Kajian Teori ... 8

1. Matematika... 8

2. Belajar Matematika... 10

3. Geometri... 10 4. Tinjauan Materi Pokok Dimensi Tiga... 5. Tahap berpikir... 6. Tahap Berpikir Van Hiele... 7. Kecerdasan Visual-Spasial... 11 18 20 24 B. Penelitian Relevan... C. Kerangka Berpikir ... 28 29

(15)

xv

BAB III METODE PENELITIAN... 31

A. Tempat dan waktu Penelitian ... 31

B. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 31

C. Data dan Sumber Data ... 32

D. Teknik Pengambilan Sampel ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 33

F. Uji Validitas Data ... 41

G. Analisis Data... 42

H. Prosedur Penelitian ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45

A. Deskripsi Hasil Observasi ... 45

B. Deskripsi Hasil Tes Kecerdasan Visual-Spasial... 54

C. Deskripsi Pemilihan Subyek... 56

D. Analisis Data Hasil Penelitian ... 59

E. Pembahasan Masalah... 178

F. Temuan Lain... 194

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 198

A. Simpulan ... 198

B. Implikasi ... 200

C. Saran ... 201

DAFTAR PUSTAKA ... 203 LAMPIRAN

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Indikator Pembentukan Pendapat, Pembentukan Pendapat Dan

Penarikan Kesimpulan... 19 Tabel 2.2 Indikator Tingkat Berpikir Berdasarkan Teori Van Hiele Pada

Materi Dimensi Tiga... 23 Tabel 2.3 Aspek, Indikator dan Tes Pengukur Kecerdasan Visual-Spasial.... 27 Tabel 4.1 Hasil Pengelompokan Kecerdasan Visual-Spasial Siswa... 56

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Titik A... 12

Gambar 2.2 Garis 𝐴𝐵⃡ ... ... 12

Gambar 2.3 Bidang α... 12

Gambar 2.4 Garis g // bidang α... 13

Gambar 2.5 Garis g memotong bidang α... 13

Gambar 2.6 Garis g terletak pada bidang α... 13

Gambar 2.7 Bidang α // bidang β... 14

Gambar 2.8 Bidang α berpotongan dengan bidang β... 14

Gambar 2.9 Bidang α berimpit dengan bidang β... 14

Gambar 2.10 Jarak antara titik A dengan garis g adalah AB, karena AB tegak lurus dengan garis g... 14

Gambar 2.11 Jarak titik A ke bidang α adalah AB, karena garis AB tegak lurus dengan bidang α... 14

Gambar 2.12 Jarak antara garis g dan h adalah AB, karena AB

g dan h... 15

Gambar 2.13 Jarak antara garis g dan h adalah AB karena AB tegak lurus g dan h... 15

Gambar 2.14 Jarak antara garis g dan bidang α adalah AB, karena AB tegak lurus g dan bidang α... ... 15

Gambar 2.15 Jarak antara bidang α dan β adalah AB... 15

Gambar 2.16 Proyeksi titik A pada bidang α adalah B... 16

Gambar 2.17 Garis g berpotongan dengan garis h di titik A, sudut yang dibentuk adalah θ... 17

Gambar 2.18 Garis g bersilangan dengan h, Garis h1 sejajar dengan h, Garis h1 memotong g Sudut antara g dan h sama dengan sudut antara g dan h1... 17

Gambar 2.19 Sudut antara garis g dengan bidang α adalah sudut yang dibentuk garis g dengan g1 yaitu θ... 18

(18)

xviii

Gambar 2.20 Sudut antara bidang α dan β sama dengan sudut antara garis g

dan h yaitu θ... 18

Gambar 4.1 Kubus ABCD.EFGH... 48

Gambar 4.2 Kubus ABCD.EFGH... 50

Gambar 4.3 Segitiga PQC... 51

Gambar 4.4 Sudut antara Dua Garis... 52

Gambar 4.5 Sudut antara Garis dan Bidang... 52

Gambar 4.6 Sudut antara Dua Bidang... 52

Gambar 4.7 Kubus ABCD.EFGH... 53

Gambar 4.8 Segitiga PCG... 53

Gambar 4.9 Visualisasi dari Subyek S2... 142

Gambar 4.10 Visualisasi dari Subyek S3... 142

Gambar 4.11 Visualisasi dari Subyek T1... 143

Gambar 4.12 Visualisasi dari Subyek T2... 143

Gambar 4.13 Visualisasi dari Subyek T3... 143

Gambar 4.14 Pekerjaan Subyek S1... 195

Gambar 4.15 Pekerjaan Subyek S2... 195

(19)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kisi-Kisi Soal Tugas Geometri Dimensi Tiga... L-1 Lampiran 2. Tugas Geometri... L-2 Lampiran 3. Lembar Validasi Soal Tes Materi Geometri... L-8 Lampiran 4. Kisi-Kisi Tes Kecerdasan Visual-Spasial... L-11 Lampiran 5. Instrumen Tes kecerdasan Visual-Spasial... L-13 Lampiran 6. Lembar Validasi Isi Tes Gambar Kecerdasan

Visual-Spasial... L-19 Lampiran 7. Tabel Daya Beda, Tingkat Kesukaran dan Reliabilitas Tes

Kecerdasan Visual-Spasial... L-25 Lampiran 8. Instrumen Pedoman Observasi... L-27 Lampiran 9. Instrumen Lembar Observasi... L-30 Lampiran 10. Lembar Validasi Pedoman Observasi dan Lembar

Observasi... L-34 Lampiran 11. Instrumen Pedoman Wawancara... L-40 Lampiran 12. Lembar Validasi Pedoman Wawancara... L-42 Lampiran 13. Skor Tes kecerdasan Visual-Spasial Siswa Kelas X MIA 5

SMA N 1 Surakarta... L-45 Lampiran 14A Hasil Observasi I... L-48 Lampiran 14B Hasil Observasi II... L-60 Lampiran 14C Hasil Observasi III... L-72 Lampiran 14D Hasil Observasi IV... L-84 Lampiran 15A Hasil Pekerjaan Siswa Tugas Geometri Wawancara Tahap

I... L-96 Lampiran 15B Hasil Pekerjaan Siswa Tugas Geometri Wawancara Tahap

II... L-102 Lampiran 16A Transkip Wawancara Tahap I... L-108 Lampiran 16B Transkip Wawancara Tahap I... L-139

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian kualitas pelayanan sangat mempengaruhi kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan dan hendaknya manajemen PLN (persero) rayon Muara Teweh memperhatikan

Setelah memasukkan Login NPSN dan Password akan masuk ke menu Beranda yang menampilkan data Informasi User yang meliputi menu yaitu Data Prasarana, E-Proposal dan

keputusan dalam masalah multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. TOPSIS memberikan sebuah solusi dari sejumlah alternatif yang

Demikian undangan ini kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.. PEMERINTAH KABUPATEN

hal ini perlu dipertanyakan agar tidak terjadi penilaian tyang subjektif pada peserta

Hasil genotip padi hibrida tersebut antara lain didukung oleh penampilan yang baik dengan karakter luas daun, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah konseptual pada materi SPLTV yang ditinjau berdasarkan analisis kesalahan

Dari hasil yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PFAD dan fly ash sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar