BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah PTK adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan

15  Download (0)

Full text

(1)

34

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah PTK adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya Menurut Suharsimi Arikunto, dkk (2007:58). Penelitian tindakan kelas memiliki beberapa bentuk, diantaranya yaitu guru sebagai peneliti, penelitian tindakan kolaboratif, simultan terintegrasi, dan administrasi sosial eksperimental (Suroso, 2009: 33). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas kolaboratif. Menurut Suhardjono (2007:63), ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerja sama) antara praktisi dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kerjasama tindakan (action). Kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti sangat penting dalam mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi. Kerjasama yang dilakukan guru dan peneliti terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan tindakan, menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan akhir. Dalam hal ini, peneliti bekerjasama dengan guru untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam kelas. Peneliti bekerjasama dengan guru kelas IV SD N Salatiga 12.

3.2Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian

Penelitian ini berlangsung pada semester II tahun 2016/2017 selama 3 bulan yaitu dari bulan Februari, Maret sampai dengan April. Pada bulan Februari, peneliti mulai mengobservasi kelas yaitu mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran di dalam kelas. peneliti mulai persiapan menyusun proposal penelitian dan instrumen.

3.2.2 Tempat Penelitian

Tempat penelitian yang penulis lakukan adalah diruang kelas IV SDN salatiga 12 Semester II tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa kelas 5 SDN salatiga 12 berjumlah 35 orang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki.

(2)

3.2.3 Subjek Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:160-161), subjek penelitian harus memuat banyak subjek tindakan yang akan ditingkatkan, kelas berapa dalam sebuah satuan pendidikan apa, dan karakteristik kelompok tersebut. Maksud dari karakteristik kelompok adalah bagaimana kemampuan kelompok secara keseluruhan, berapa orang yang mempunyai kesulitan khusus, berapa orang dari subjek tindakan yang kesulitannya agak ringan, dan sebagainya. Berdasarkan penjelasan di atas, maka subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Salatiga 12 dengan jumlah siswanya ada 35 orang yang terdiri dari 21 anak laki-laki dan 14 anak perempuan.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian menurut Sugiyono (2010:38) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu Variabel Bebas (X) dan Variabel Terikat (Y).

3.3.1 Variabel Bebas (X)

Variabel bebas (independen) menurut Sugiyono (2010:39) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah model pembelajaran TGT berbantuan media gambar. Model pembelajaran TGT adalah suatu tipe dari pembelajaran kooperatif pendekatan struktural yang melibatkan aktivitas seluruh siswa untuk memperoleh konsep yang diinginkan. Kegiatan tutor sebaya terlihat ketika siswa melaksanakan turnamen yaitu setelah masing-masing anggota kelompok membuat soal dan jawabannya, untuk selanjutnya saling mengajukan pertanyaan dan belajar bersama. Sedangkan untuk memotivasi belajar siswa dalam TGT terdapat unsur reinforcement. Sedangkan media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas karena

(3)

gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Sehingga dengan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar akan mempengaruhi tingkat konsentrasi, kecepatan menyerap materi pelajaran, dan kematangan pemahaman terhadap sejumlah materi pelajaran sehingga hasil belajar mencapai optimal. Dengan demikian akan terjadi suatu kompetisi atau pertarungan dalam hal akademik, setiap siswa berlomba-lomba untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media gambar maka siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran lebih bisa bekerjasama dengan teman lain, lebih bertanggung jawab dan membuat suasana pembelajaran lebih menyenangkan.

3.3.2 Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat (dependen) menurut Sugiyono (2010:39) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah hasil belajar IPS pada materi perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi siswa kelas IV SDN Salatiga 12.

3.4 Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral yang dikemukakan oleh C. Kemmis dan Mc. Taggart, melalui siklus yang terdiri dari 3 tahap yaitu rencana tindakan, tindakan & observasi, dan refleksi. Adapun gambar model spiral sebagai berikut :

Gambar PTK Model Spiral Menurut C. Kemmis dan Mc. Taggart (Heriyanti, 2015)

(4)

Menurut C. Kemmis dan Mc. Taggart pelaksanaan penelitian didesain dalam 2 siklus dan masing-masing siklus pelaksanaan melalui 3 tahap yaitu rencana tindakan, tindakan dan observasi, dan refleksi yaitu :

3.5 Rencana Tindakan Pelaksanaan Siklus 1

Rencana tindakan penelitian siklus I yang dilakukan di kelas IV SDN Salatiga 12. Uraiannya sebagai berikut:

1) Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan adalah peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan materi pembelajaran perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini dibuat untuk dua kali pertemuan (4 x 35 menit). Selain itu yang perlu disiapkan adalah: (1) menyiapkan bahan pembelajaran sesuai dengan materi, (2) menyusun RPP sesuai dengan SK dan KD, (3) Merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan SK dan KD, (4) menyusun LKS (lembar kerja siswa), (5) menyusun lembar observasi model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan untuk guru dan siswa, (6) menyusun alat evaluasi untuk mengetahui hasil belajar IPS.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenai tindakan kelas yang sudah dirancang dengan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan. Pelaksanaan tindakan skenario pembelajaran berlangsung selama empat kali 35 menit (4 x 35 menit) dan dilaksanakan selama dua kali pertemuan.

3) Observasi

Observasi dilakukan untuk sarana pengumpulan data berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Kegiatan pelaksanaan dan pengamatan dilakukan secara bersamaan, tahapan pengamatan merupakan tahap mengamati kerjasama guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pengamatan dibantu oleh guru kelas IV. Pelaksanaan tahap observasi

(5)

meliputi : (1) mengamati dan mencatat aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan dan lembar observasi, (2) mengamati dan mencatat kerjasama belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan lembar observasi, (3) mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan implementasi model pembelajaran TGT berbantuan media gambar. Peneliti selain menggunakan lembar observasi juga menggunakan dokumentasi foto sebagai bukti nyata aktivitas guru, aktivitas siswa dan kerjasama antara guru dan siswa selama proses pembelajaran.

4) Refleksi

Setelah pelaksanaan tindakan dan observasi, penulis bersama observer, guru dan siswa melaksanakan tahap refleksi. Refleksi dilakukan untuk mengumpulkan data kemudian dianalisis oleh peneliti. Analisis dilakukan dengan cara mengukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tahap analisis data yaitu : (1) menganalisis hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, (2) menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dalam pembelajaran, (3) menganalisis aktivitas guru dan aktivitas siswa, (4) menganalisis hasil belajar siswa, (5) menyusun daftar permasalahan yang terjadi pada siklus I, (6) melakukan perencanaan pada siklus II untuk memperbaiki model pembelajaran yang diterapkan pada siklus I.

Pelaksanaan Siklus 2

Siklus II dirancang untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kegiatan yang dilakukan pada Siklus II merupakan penyempurnaan dari kelemahan atau kekurangan pada Siklus sebelumnya. Siklus II dilakukan dua kali pertemuan dengan langkah langkah yang sama dengan siklus I antara lain

1) Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan merupakan rencana kegiatan berupa langkah-langkah yang dilakukan oleh penulis dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar IPS. Langkah-langkah dalam tahap perencanaan, yaitu: (1) menganalisis kompetensi IPS yaitu Standar

(6)

Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator dari pokok bahasan yang dipilih yaitu perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi, (2) merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan SK, KD dan indikator, (3) menyusun RPP sesuai dengan SK, KD, indikator, tujuan serta model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran TGT berbantuan media gambar, (4) mempersiapkan sumber, alat dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, (5) menyusun LKS (Lembar Kerja Siswa), (6) menyusun lembar observasi model pembelajaran TGT berbantuan media gambar untuk guru dan siswa dan lembar observasi kerja sama belajar siswa, (7) menyusun alat evaluasi untuk mengetahui hasil belajar IPS.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenai tindakan kelas yang sudah dirancang dengan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar. Pelaksanaan tindakan skenario pembelajaran berlangsung selama empat kali 35 menit (4 x 35 menit) dan dilaksanakan selama dua kali pertemuan.

3) Observasi

Observasi dilakukan untuk sarana pengumpulan data berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Kegiatan pelaksanaan dan pengamatan dilakukan secara bersamaan, tahapan pengamatan merupakan tahap mengamati kerjasama guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam pengamatan dibantu oleh guru kelas IV. Pelaksanaan tahap observasi meliputi : (1) mengamati dan mencatat aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan lembar observasi, (2) mengamati dan mencatat kerjasama belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan lembar observasi, (3) mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan implementasi model pembelajaran TGT berbantuan media gambar. Peneliti selain menggunakan lembar observasi juga menggunakan dokumentasi foto sebagai bukti nyata aktivitas guru,

(7)

aktivitas siswa dan kerjasama antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran.

4) Refleksi

Setelah pelaksanaan tindakan dan observasi, penulis bersama observer, guru dan siswa melaksanakan tahap refleksi. Refleksi dilakukan untuk mengumpulkan data kemudian dianalisis oleh peneliti. Analisis dilakukan dengan cara mengukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tahap analisis data yaitu : (1) menganalisis hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, (2) menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dalam pembelajaran, (3) menganalisis aktivitas guru dan aktivitas siswa, (4) menganalisis hasil belajar siswa, (5) menyusun daftar permasalahan yang terjadi pada siklus II.

3.6 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Instrumen Penilaian 3.6.1 Jenis Data

Jenis data yang akan diambil adalah data hasil belajar dan data proses pembelajaran.

3.6.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik analisis data menggunakan analisis uji ketuntasan dan analisis deskriptif komparatif. Analisis uji ketuntasan adalah analisis membandingkan skor yang diperoleh dengan KKM. Analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes sebelum perbaikan dengan nilai tes antar siklus. Data kuantitatif yaitu berbentuk angka-angka dan deskriptif kualitatif yaitu berupa kata-kata atau penjelasan. Kemudian hasilnya dianalisis dengan deskriptif komparatif, yaitu membandingkan nilai sebelum tindakan, Siklus I dan nilai Siklus II. Kemudian membuat kesimpulan berdasarkan hasil deskripsi data.

3.6.3 Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah:

(8)

1. Tes.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes formatif hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas IV pokok bahasan perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi. Kisi-kisi instrumen tes disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 3.1

Kisi-kisi Soal Tes Siklus I Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Item Soal No. Item Pilihan Ganda Jumlah Item 1. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten/kota dan provinsi. 1.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakann ya. 1. Menyebutkan macam-macam alat komunikasi masa lalu an masa kini (modern). 1, 6, 7, 11, 18, 21, 22 7 2. Membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi masa lalu dan masa kini (modern). 2, 5, 8, 13, 15, 19, 24, 25 8 3. Menemukan contoh alat komunikasi dan transportasi pada masa lalu dan masa kini (modern).

3, 4, 9, 10, 12, 14, 16, 17, 20, 23

(9)

Tabel 3.2

Kisi-kisi Soal Tes Siklus II Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Item Soal No. Item Pilihan Ganda Jumlah Item 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten/kota dan provinsi. 1.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakann ya. 1. Menyebutkan macam-macam alat komunikasi masa lalu an masa kini (modern). 2, 6, 7, 9, 12, 15, 16, 20, 21, 22 10 2.Membedakan jenis-jenis teknologi komunikasi masa lalu dan masa kini (modern). 1, 4, 8, 10, 13, 17, 19, 23, 25 9 3. Menemukan contoh alat komunikasi dan transportasi pada masa lalu dan masa kini (modern).

3, 5, 11, 14,

18, 24 6

2. Non tes

Penelitian ini menggunakan penilaian proses pembelajaran yaitu penilaian yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Instrumen penilaiannya menggunakan lembar observasi yang meliputi lembar observasi kegiatan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar dan lembar observasi kegiatan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media gambar yang terlampir di RPP.

(10)

3.7 Validitas dan Reliabilitas 3.7.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan suatu instrumen yang menunjukkan tingkat ketepatan suatu instrumen untuk mengukur apa yang harus diukur. Menurut Masrum dalam Sugiyono (2010:178) untuk mengetahui suatu instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkolerasikan antara skor butir instrumen dengan skor total.

Tabel 3.3

Hasil Uji Validitas Siklus I Bentuk

Instrumen

Item Soal Valid Tidak Valid

Pilihan Ganda 25 1, 2, 3, 7, 8, 9, 10,11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25 4, 5, 6, 13, 23

Untuk soal siklus I berbentuk pilihan ganda dan berjumlah 25 soal. Dalam 25 soal pilihan ganda ini setelah diujikan mendapatkan hasil 20 valid dan 5 soal tidak valid. Soal yang tidak valid, selanjutnya akan dihapus atau tidak digunakan.

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas Siklus II Bentuk

Instrumen

Item Soal Valid Tidak

Valid Pilihan Ganda 25 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25 5, 7, 13, 21

Untuk soal siklus II berbentuk pilihan ganda dan berjumlah 25 soal. Dalam 25 soal pilihan ganda ini telah diujikan mendapatkan hasil 21 valid dan 24 soal tidak valid. Soal yang tidak valid selanjutnya akan dihapus atau tidak digunakan.

3.7.2 Uji Reliabilitas

Menurut Khotijah, (2012) uji reliabilitas penelitain adalah dengan menggunakan teknik alpha yang dikembangkan oleh George dan Mallery: 1955 (Arunita, 2009) untuk menentukan tingkat reliabilitas instrumen menggunakan kriteria sebagai berikut :

(11)

α ≤ 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7< α <0,8 : Dapat diterima 0,8< α ≤0,9 : Reliabilitas bagus α > 0,9 : Reliabilitas memuaskan

Tabel 3.5

Hasil Uji Reliabilitas Soal I

Cronbach's Alpha N of Items

.844 20

Berdasarkan hasil uji Reliabilitas instrument di atas pada Alpha menunjukkan 0,844, sehingga instrumen dinyatakan reliabel dengan kategori bagus.

Tabel 3.6

Hasil Uji Reliabilitas Soal II

Berdasarkan hasil uji Reliabilitas pada instrument di atas pada Alpha menunjukkan 0,876, sehingga instrumen telah dinyatakan dengan ketegori bagus.

3.7.3 Tingkat Kesukaran Soal

Menurut Slameto (2011) dalam Wardani, dkk. (2014), tingkat kesukaran adalah angka yang menunjukkan proporsi peserta didik yang menjawab betul butir soal. Semakin besar tingkat kesukaran soal itu semakin mudah, demikian juga sebaliknya semakin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu semakin sukar. Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran (P) dapat dihitung dengan rumus :

Cronbach's

Alpha N of Items

(12)

P = B/N Keterangan :

B = Jumlah peserta didik yang menjawab betul N = Jumlah peserta didik

P = Proporsi peserta didik yang menjawab dengan benar.

Tabel 3.7

Rentang Nilai Tingkat Kesukaran

No. Rentang Skor Nilai Tingkat Kesukaran

1 0,00 – 0,38 Sukar

2 0,39 – 0,68 Sedang

3 0,69 – 1,00 Mudah

Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal menggunakan program Microsoft Excel 2016, dengan menggunakan perhitungan secara manual. Data yang diperoleh melalui langkah tersebut dengan jumlah keseluruhan responden 39 siswa, yang disajikan pada tabel berikut ini.

(13)

Tabel 3.8

Hasil Analisis Uji Tingkat Kesukaran Soal I

No Soal

Banyak Siswa Yang Menjawab (N)

Banyak Siswa Yang Menjawab Benar (B) Indeks 𝐵 𝑁 ⁄ Hasil Kategori Soal 1 39 20 20/39 0,51 Sedang 2 39 19 19/39 0,48 Sedang 3 39 14 14/39 0,35 Sedang 4 39 6 6/39 0,15 Mudah 5 39 3 3/39 0,07 Sukar 6 39 4 4/39 0,10 Sedang 7 39 1 1/39 0,02 Mudah 8 39 12 12/39 0,30 Sedang 9 39 10 10/39 0,25 Sukar 10 39 7 7/39 0,17 Sukar 11 39 4 4/39 0,10 Sukar 12 39 16 16/39 0,48 Sedang 13 39 11 11/39 0,28 Sukar 14 39 5 5/39 0,12 Sukar 15 39 8 8/39 0,20 Sukar 16 39 19 19/39 0,48 Sukar 17 39 13 13/39 0,33 Sedang 18 39 15 15/39 0,38 Sukar 19 39 9 9/39 0,23 Sukar 20 39 20 20/39 0,51 Sedang

Hasil analisis data tingkat kesukaran soal pada siklus I diatas dapat diuraikan hasil uji tingkat kesukaran soal pilihan ganda siklus I bahwa 6 item soal dengan kategori sukar, 11 item soal dengan kategori sedang dan 3 item soal dengan kategori mudah.

(14)

Tabel 3.9

Hasil Analisis Uji Tingkat Kesukaran Soal II

No Soal Banyak Siswa Yang Menjawab (N) Banyak Siswa Yang Menjawab Benar (B) Indeks 𝐵 𝑁

⁄ Hasil Kategori Soal

1 39 20 20/39 0,51 Sedang 2 39 22 22/39 0,56 Sedang 3 39 24 24/39 0,61 Mudah 4 39 15 15/39 0,38 Sukar 5 39 18 18/39 0,46 Sedang 6 39 19 19/39 0,48 Sedang 7 39 13 13/39 0,33 Sedang 8 39 20 20/39 0,51 Sedang 9 39 23 23/39 0,58 Mudah 10 39 14 14/39 0,35 Sedang 11 39 24 24/39 0,61 Mudah 12 39 9 9/39 0,23 Sukar 13 39 20 20/39 0,51 Sedang 14 39 23 23/39 0,58 Mudah 15 39 22 22/39 0,56 Mudah 16 39 11 11/39 0,28 Sukar 17 39 17 17/39 0,48 Sedang 18 39 21 21/39 0.53 Sedang 19 39 17 17/39 0,48 Sedang 20 39 15 15/39 0,38 Sukar 21 39 10 10/39 0,25 Sukar

Hasil analisis data tingkat kesukaran soal pada siklus II diatas dapat diuraikan hasil uji tingkat kesukaran soal pilihan ganda siklus II bahwa 5 item soal dengan kategori sukar, 11 item soal dengan kategori sedang dan 5 item soal dengan kategori mudah.

3.8 Indikator Keberhasilan

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Salatiga 12, sehingga perlu ditetapkan kriteria keberhasilan.

(15)

Kriteria ke berhasilan pada penelitian ini adalah minimal 80% siswa memperoleh nilai sama atau lebih besar dari KKM yaitu 70. Analisis data hasil penelitian berupa hasil belajar prasiklus, siklus I dan siklus II dengan cara presentase yaitu dengan menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual. Analisis tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individual yaitu :

Ketuntasan individual = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 x 100%

Keterangannya :

Figure

gambar  yang  berkaitan  dengan  materi  pelajaran  yang  berfungsi  untuk  menyampaikan  pesan  dari  guru  kepada  siswa

gambar yang

berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa p.3

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in